Selasa, 14 Maret 2017

Sinopsis Ms Perfect Episode 5 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
Jae Bok berjalan di gang masuk rumah Na Mi tak sengaja bertabrakan dengan seseorang sampai payungnya terjatuh. Jung Hee dalam mobil menelp istrinya ingin tahu keberadaanya. Jae Bok dengan nada marah memberitahu kalau didekat rumha Na Mi untuk bertemu. Jung Hee panik bertanya kenapa istrinya mau bertemu dengan Na Mi.
“Untuk membunuh dia!!” ucap Ja Bok penuh amarah, Jung Hee mengajak agar mereka bicara dirumah nanti tapi Jae Bok sudah lebih dulu menutup telpnya.
Jae Bok menaiki tangga yang licin dikagetkan dengan melihat Na Mi sudah bergeletak di tangga dengan posisi terbalik, saat menyentuh untuk menyadarkan tanganya terkena darah. Ia panik mencari ponselnya dalam tas tak sengaja ikat rambut Hae Wook terjatuh.

Ia menemukan ponselnya di saku jaketnya tapi karena tanganya gemetar membuat ponselnya malah terjatuh. Ketika ingin menelp 911, tiba-tiba dua orang datang membawa tandu memeriksa kedaaan Na Mi, terlihat tangan Na Mi yang bergerak.
Jae Bok dengan wajah panik bertanya apakah Na Mi itu meninggal. Pria itu mengatakan kalau Na Mi hidup dengan ada denyut jantungnya.  Jae Bok pikir Na Mi terpeleset dari tangga karena hujan deras dan licin.
Na Mi akhirnya dibawa ke dalam ambulance, Jae Bok memutuskan untuk naik walaupun petugas bertanya apakah ia adalah keluarganya. Saat itu Jung Hee baru datang dengan wajah panik masuk ke gang rumah, saat menaiki tangga melihat jepitan rambut anaknya dan menyakinik kalau istrinya itu sudah datang.
Ia panik berlari masuk ke dalam rumah memanggil Na Mi, di dalam rumah terlihat sangat berantakan dan foto Na Mi dengan ibunya bahkan jatuh. Dengan wajah kesal padahal sudah mengatakan kalau tak berkelahi. 


Jae Bok menelp suaminya, Jun Hee langsung menanyakan keberadaanya, Jae Bok pun memberitahu kalau sedang dalam ambulance. Jung Hee kaget dengan nada kesal bertanya seberapa banyak memukulnya. Jae Bok menegaskan kalau ia tak mukulnya sama sekali bahkan tidak berkelahi karena sampai dirumah sudah pingsan.
Saat itu Na Mi membuka matanya mentap Jae Bok dan ingin memegang tanganya. Jae Bok memegang tangan Na Mi meminta agar bisa bernafas perlahan. Jung Hee masih mendengar dari telp ingin tahu apa yang terjadi dalam ambulance.
Na Mi seperti berusaha bicara tapi nafasnya perlahan-lahan menghilang dan akhirnya tanganya pun lemas. Jae bBok panik begitu juga Jung Hee ingin tahu keadaan Na Mi sekarang.
Bong Goo mengemudikan mobilnya, mengingat saat Na Mi dengan senyuman melambaikan tangan padanya, seperti merasakan sesuatu yang aneh. Ponselnya berdering wajahnya langsung kaget saat mengangkat telpnya. 


Jung Hee masuk ke dalam lorong rumah sakit dengan wajah panik memanggil nama Na Mi. Jae Bok duduk diam dengan wajah lesu. Jung Hee langsung mencengkram badan istrinya tak percaya kalau sampai tega melakukan itu. Jae Bok menegaskan kalau ia tak melakukan apapun.
“Walaupun kalau Na Mi dan aku melakukan kesalahan padamu, bagaimana bisa seorang manusia melakukan hal itu?” ucap Jung Hee menuduh istrinya. Jae Bok langsung memukul kepala suaminya.
“Sadarlah... Jung Hee. Apa aku ini bodoh? Walaupun kau melakukan kesalah aku tidak akan melakukan sesuatu yang bodoh. Aku seharusnya memberikanmu pelajaran.  Walaupun kau tergila-gil dengan wanita lain, seharusnya kau menjaga tingkahmu didepan istrimu.” Ucap Jae Bok dengan mata berkaca-kaca

Saat itu Dokter keluar dari ruangan, Jung Hee pun langsung menanyakan apakah ia bisa bertemu dengan Na mi. Dokter bertanya apakah ia keluarganya, Jung Hee binggung menjawabnya. Jae Bok pun langsung memberitahu kalau Jung Hee adalah suaminya. Jung Hee mengelk dan saat itu Bong Goo datang terlihat dengan mata sedih.
Bong Goo dan Jae Bok kaget karena kembali bertemu,Dokter bertanya apa hubungan dengan korban. Bong Goo mengaku kalau ia sebagai kakak dari Na Mi. Jae Bok kaget untuk kedua kalinya ternyata wanita menjadi selingkuhan suaminya adik dari Bong Goo, rekan kerjanya.
Jung Hee dan Bong Goo masuk ke kamar mayat melihat Na Mi yang sudah terbujur kaku dengan luka dibagian kepala. Jung Hee hanya bisa menangis memanggil Na Mi. Bong Goo berusaha menahan rasa sedihnya dan bertanya penyebab Na Mi meninggal
Dokter memberitahu Na Mi mengalami cedera saat jatuh tapi penyebab kematianya adalah serangan jantung dan juga menemukan banyak pil tidur dalam perutnya. Jung Hee kaget karena Na Mi meminum pil tidur. 

Jae Bok menunggu diluar ruangan, Jung Hee keluar langsung menanyakan pada istrinya apakah ia benar-benar menemukan Na Mi dengan keadaan tak sadarkan diri, seperti masih tak percaya. Jae Bok merasa kalau Jung Hee berpikir dirinya itu berbohong.
“Kau sebelumnya sangat marah karena aku ingin meminta cerai. Lalu kau mengatakan akan membunuhnya” ucap Jung Hee.
“Itu benar... Aku sangat marah seperti orang gila, bagaimanapun itu jika aku membunuh seseorang maka yang pertama aku bunuh itu kau bukan dia. Kau adalah penyebba semua masalah ini.  Aku akan memberikan mu pelaha mengapa aku harus membunuh dia?!!” tegas Jae Bok
“Apa yang buruk dengan hal ini? Apakah yang salah dengan cinta? Aku seorang manusia.  Aku dapat mengubah pikiran ku, bukankan terlalu buruk kalau sampai meninggal?” kata Jung Hee tetap menyalahkan Jae Bok. 

Bong Goo langsung memukul Jung Hee sampai jatuh terguling, dengan nada penuh amarah kalau semua itu salah Jung Hee. Jae Bok kaget tiba-tiba Bong Goo memukul suaminya. Bong Goo langsung mencengkram tubuh Jung Hee dengan berdiri di dinding.
“Kau adalah pria menikah, tapi kau menghancurkan kehidupan seorang wanita muda.”ucap Bong Goo marah, Jung Hee tak terima dianggap menghancurkan hidup Na Mi.
“Apa yang kau lakukan sebagai kakaknya, Na Mi menjaga ibunya sendiri. Dia menyelesaiakan semua hutang dari renternir dan bertahan hidup. Apa yang sudah kau lakukan sebagai kakak!!! “ ucap Jung Hee ikut marah
“Aku bukan kakaknya!!!” tegas Bong Goo ingin memukul Jung Hee. Jae Bok menahan tangan Bong Goo meminta agar menghentikanya.
Bong Goo melihat Jae Bok yang menangis akhirnya menurunkan tanganya. Saat itu dua polisi datang mencari yang nama Shim Jae Bok. Jae Bok pun membalikan badannya. 

Eun Hee menerima telp Jae Bok terlihat kaget menanyakan keadaanya, Jae Bok mengaku baik-baik saja walaupun duduk di dalam mobil polisi lalu meminta agar menitipkan anaknya yang tertidur. Eun Hee pikir tak perlu mengkhawatirkanay tentang Jin Wook and Hae Wook.
Setelah menutup telp, Nyonya Choi datang bertanya apa terjadi sesuatu. Eun Hee langsung menatap sinis Nyonya Choi seperti mengetahui kalau itu ulahnya. 

Polisi menginterogasi Jae Bok dengan menanyakan apa saja yang dilakukan. Jae Bok mengulang kalau ketika sampai di TKP Na Mi sudah tak sadarkan diri di tangga dan bisa mengetahuinya waktunya ketika ambulance pergi dari rumah.
“Tapi apakah kau tidak menemukan sesuatu yang aneh? Dia berjanji ingin bertemu dengan ku, tapi meminum pil tidur. Lalu  Mengapa rumah Na Mi itu kacau balau?” “ ucap Jae Bok binggung
 “itu Karena kau itu bertengkar di dalam rumah dan  membuat rumahnya itu berantakan” kata polisi
“Aku tidak berkelahi dengan dia!!” tegas Jae Bok berteriak marah 
Polisi melihat Jae Bok seperti tak bisa mengontrol rasa amarahnya. Jae Bok merasa polisi juga menuduhnya, akhirnya ia memutuskan tak akan menjawab pertanyaan sampai pengacarnya datang. Polisi bertanya apakah ia sudah menyewa pengacara.  Jae Bok mengak kalau nanti akan melaukanya dan meminta makan lebih dulu karena lapar. Polisi lain masuk memberitahu kalau temanya datang, Jae Bok kaget melihat yang datang adalah Eun Hee. 

Eun Hee membawakan sup dan juga makanan lainya,mengaku kalau khawatir setelah Jae Bok menelpnya. Jae Bok pikir lebih baik tak menelp, tapi menelp karena anak-anaknya. Eun Hee mengatakan kalau mereka semua tidur dan meminta seorang pembantu agar datang kalau memang terbangun.
Nyonya Choi pun menjaga dua anak Jae Bok yang tertidur pulas, seperti ada tatapan dingin penuh kebencian.  Jae Bok binggung kalau ada seorang pembantu yang datang ditengah malam. Eun Hee mengaku kalau seseorang yang selalu membantunya kalau sedang membutuhnya. Jae Bok bisa mengerti dan mulai makan sup daging dengan lahap.
“kenapa kau menatapku seperti itu?” ucap Jae Bok binggung, Eun He hanya menatapnya.
“Apa kau sudah dengan tentang kejadian Na Mi? Ah.. itu sungguh memalukan” kata Jae Bok  seperti tak bisa menutupi wajahnya. Tiba-tiba Eun Hee menatap Jae Bok sambil mengusap air matanya. Jae Bok binggung melihat Eun Hee.
“Aku mengerti tentangmu. Sebenarnya aku juga...” ucap Eun Hee tak bisa berkata-kata. Jae Bok pikir Eun Hee mengalami sesuatu. Eun Hee tak ingin membahasnya menyuruh Jae Bok makan saja.
“Kenapa ? Apa Kyung Woo juga menyelingkuhinya?” tanya Jae Bok
Saat itu polisi masuk ruangan memberitahu kalau  sudah menemukan kenapa alasan Na Mi meninggal yaitu bunuh diri.  Jae Bok kaget seperti tak yakin Na Mi melakukanya.  Polisi memberitahu kalau sudah menemukan surat wasiat dalam  kamarnya. Jae Bok pun bertanya-tanya kenapa Na Mi bunuh diri. 


Jae Bok pulang kerumah, Jung Hee mengikuti istrinya ke dapur meminta maaf atas kejadian sebelumnya Karena mencurigai mereka berdua yang berkelahi dan melakukan itu karena sangat kaget.
“Koo Jung Hee... Ayo kita bercerai.. Aku kan sudah bilang... tidak akan ada kesempatan kedua kalau terjadi kejadian yang sama.” Ucap Jae Bok
“Sayang, Aku tahu a tidak pantas untuk mengatakan apapun Aku memang bertekad untuk ...” kata Jung Hee mencoba untuk menenangkan istrinya.
“Tidak ada lagi kompromi... Ayo kita bercerai.” Tegas Jae Bok seperti sudah sangat sakit hati
“Sayang Bukankah terlalu keras kalau cerai pada saat seperti ini?” komentar Jung Hee
Jae Bok heran Jung Hee bisa berkata seperti itu kalau itu alasanya karena  Na Mi meninggal. Ia mengaku dirinya memang terkejut, bingung dan juga merasa kasihan pada Na Mi Tapi, dia bukan satu-satunya yang mati hari ini, karena dirinya jugajuga mati
“Shim Jae Bok meninggal sebagai istri Koo Jung Hee. Kau bilang tidak akan berselingkuh lagi dan janji kau akan melupakannya. Selain itu kau berencana untuk melarikan diri.” Ucap Jae Bok
“Melarikan diri itu ide Na Mi, bukan aku.... Aku hanya ... aku hanya merindukannya... Aku sangat merindukannya.. Aku mencoba melupakannya, tapi kami bertemu satu sama lain. Ini sangat menyakitkan melihat dia menderita.,, Aku memang sudah goyah.. Itu sebabnya aku bilang kita harus mulai lagi dan tidak bisa putus dengan dia. Tapi, Sebenarnya aku tidak memiliki keberanian untuk melarikan diri.” Ungkap Jung Hee.
“Wah.. Jung Na Mi yang malang. Dia dipercaya kebohonganmu dan sangat percaya diri di hadapanku Bagaimanapun, Bukan hanya kau berencana untuk melarikan diri saja, tapi Kau bahkan dicurigaiku Kenapa kau melakukannya? Mengapa kau pikir aku yang membunuhnya?” kata Jae Bok marah

Jung Hee mengaku sangat menyesal karena mendengar kalau Na Mi meninggal dan kehilangan kendali. Jae Bok bisa mengerti Jung Hee itu  sangat marah sampai kehilangan kendali, tapi menurutnya mana mungkin bisa Jung Hee menuduh istrinya sebagai pembunuh. Jung Hee meminta maaf atas kesalahanya dan mengaku semua salah.
“Tentu saja, kau harus minta maaf.Lebih dari 1.000 kali... Tapi.. Aku tidak akan memaafkanmu lagi. Ayo kita bercerai.” Tegas Jae Bok lalu menyuruh Jung Hee agar pergi lebih dulu.
“Kami hanya merencanakan untuk tinggal di sini selama dua bulan.” Ucap Jae Bok, Jung Hee menolak
“Aku tidak bisa melakukan itu. Apa Kau ingin memisahkanku dari anak-anak? Aku tidak bisa hidup tanpa mereka.” Kata Jung Hee, Jae Bok pun bertanya apa yang ingin dilakukan sekarang.
“Kalau kau ingin bercerai, Aku yang akan membesarkan mereka. Kau bisa bebas dan menemukan seorang pria yang baik untukmu” ucap Jung Hee.
Jae Bok kesal berpikir dirinya itu sama seperti Jung Hee, menurutnya tak mungkin bisa tanpa anak-anak danbertemu dengan seorang pria yang baru. Jung Hee pikir karena itulah mereka itu harus  hidup bersama demi anak-anak. Ia kembali berjanji tidak akan mengkhianati dan akan jadi orang baik
“Apa ini yang kau mau?! Kau mau mengemis, jadi sekarang kau ... membuat anak-anak jadi alasannya?” ucap Jae Bok marah
“Aku tidak peduli apa yang kau pikirkan. Lagi pula, aku tidak akan tinggal jauh dari Jin Wook dan Hae Wook” tegas Jung Hee
“Apa makasudmu?. Anak anak, biar aku yang membesarkannya” ucap Jae Bok
Keduanya bersikukuh tak mau melepaskan anak mereka,  Jae Bok pikir tak ada cara lain yaitu mengambil jalur hukum. Jung Hee pun setuju Jae Bok bisa melakukan yang dinginkan. Jae Bok menegaskan aklau merkea  melalui jalur pengadilan, Jung Hee yang akan merugi karean menipu dan berselingkuh bahkan tidak mampu untuk mendukung mereka.
“Apa kau pikir kau bisa mendukung mereka baik? Kau memang mendapatkan pekerjaan. Tapi Aku mungkin akan berpenghasilan lebih besar.” Ucap Jung Hee tak mau kalh.
“Apa Kau pikir begitu?... Baiklah, Ayo kita coba dan lihat siapa yang menang.” Kata Jae Baek. Jung Hee pun menantang agar mereka segara melakukanya.
Eun Hee sedari tadi mendengar pertengkaran keduanya buru-buru bersembunyi saat Jung Hee keluar dari lantai dua. Jae Bok duduk diam dimeja makan mengingat kata-kata suaminya "Ayo kita lakukan" berpikir kalau suaminya itu memang ingin bercerai. Jung Hee pun pun terlihat kesal berdiri ditaman. Sementara Eun Hee melihat dari jendela kamarnya seperti menebar senyum. 

Abu Na Mi sudah di taruh dalam kotak setelah dikremasi dengan foto bersama ibunya. Bong Goo menatap sinis sambil bergumam Na Mi yang masih memberikan senyuman padanya. Jae Bok juga ikut melihatnya sambil bergumam.
“Bagaimana bisa kau tersenyum setelah memalu paku ke dalam hatiku?” umpat Jae Bok kesal, dibalik dinding Jung Hee menatap dari kejauhan dengan wajah sedih.
“Jung Na Mi. Aku memang membencimu tapi tolong beristirahatlah dengan damai.” Ucap Jae Bok
Hye Ran berbisik pada temanya kalau suaminya datang, Jae Bok hanya melirik lalu mengajak temanya untuk pergi saja. Jung Hee akhirnya memberanikan diri mendekat lalu menangis di depan Bong Goo dan Shim Kyu yang berdiri disampingnya. 

Jung Hee menangis meraung-raung didepan penyimpanan abu, Jae Bok dan Hye Ran melihat dari lantai atas. Hye Ran mengeluh temanya ingin datang karena pasti akan marah lagi. Jae Bok pikir tak ada pilihan karena keduanya saling mengenal dan setidaknya harus melihatnya untuk terakhir kalinya, serta ia juga merasa kasihan pada Na mi
“Kau ini benar benar rumit, Pilih saja salah satu, Kau itu Mengasihaninya atau membencinya.” Ucap  Hye Ran. Sementara Jung Hee masih terus menangis, Jae Bong memilih untuk pergi saja. 

Ketika keluar Jae Bong tak sengaja berpapasan dengan teman Na Mi dengan terburu-buru masuk krematoriu, Jae Bong lalu seperti pernah melihat wanita itu sebelumnya tapi lupa. Hye Ran pun bertanya siapa wanita itu apakah temanya Na Mi. Saat itu Sam Kyu datang menyapa Hye Ran.
“Aku tidak tahu harus berkata apa, Kau pasti sangat tertekan tapi bertahanlah” kata Sam Kyu pada Jae Bok lalu bertanya pad Hye Ran kapan akan pergi.
“Aku ingin pergi denganmu. Sudah lama kita tidak berjumpa.” Ucap Sam Kyu
“Kau tidak membawa mobilmu kan? untuk menghemat bensin.” Sindir Hye Ran, Sam Kyu beralasan kalau cuaca cerah dan berangin jadi untuk apa membawa mobil dan bensin mobil juga sudah mahal
“Dasar Pelit... Apa kau masih hidup seperti itu?” ejek Hye Ran, Jae Bok menyuruh temanya pergi karena harus mengajar. Hye Ran pun pergi bersama dengan Sam Kyu. Teman Na Mi pun mengintip melihat keduanya yang pergi. 

Jae Bok mengemudikan mobilnya dan melihat sosok pria yang berjalan sendirian dan memundurkan mobil lalu memanggil “Kang Pembohong” lalu bertanya apakah tidak membawa mobilnya. Bong Goo mengangkat botol wine kalau sedang minum jadi tak bisa membawa mobil.
“Pulanglah dengan selamat.” Ucap Jae Bok ingin mengemudikan mobilnya kembali, Bong Goo tiba-tiba berdiri menghalangi mobil Jae Bok.
“Hei....kau ini. kau bisa terluka.” Teriak Jae Bok marah
“Aku punya pertanyaan dan permintaan. Kau tidak akan melakukannya, kan?” kata Bong Goo, Jae Bok membenarkan

Jae Bok mengemudikan mobil menerima telp dari Eun Hee, Eun HEe bertanya Apa pemakamannya sudah selesai dan pasti sangat lelah. Jae Bok merasa Eun Hee yang lebih lelah karena menjaga Hae Wook dan seharusnya sudah menemukan TK untuk anaknya.
“Aku sepertinya belum memberitahumu sebelumnya tapi aku sudah mendaftarkannya di  sebuah TK  Mereka bilang dia harus mendaftarkan diri terlebih dahulu, jadi aku mendaftarkannya TK terbaik di daerah ini, jadi aku pergi kesana saja” ucap Eun Hee, Jae Bok kaget Eun Hee tiba-tiba mendaftarakan TK untuk anaknya.
“Aku minta maaf, karena sudah memutuskannya sendiri. Kalau kautidak suka, maka kau bisa mengirimnya ke tempat lain.” Kata Eun Hee meredah.
“Aku yakin dengan pilihanmu.. Terima kasih” ucap Jae Bok terlihat tak enak hati.
“Kalau ada waktu ayo kita pergi bersama sama. Aku yakin ka akan menyukainya. Aku sudah sampai sekarang.” Ucap Eun Hee lalu menutup telpnya.
Saat masuk sekolah terlihat penjaga sekolah yang ramah menyapa Eun Hee yang terlihat ramah, Sementara Jae Bok heran dengan Eun Hee malah memilihkan sekolah untuk anaknya. Disamping Jae Bok sedari tadi sudah duduk Bong Goo dengan wajah lesu. 

Jae Bok bertanya apa permintaan Bong Goo itu. Saat itu juga mobil sedikit oleng dan akhirnya memilih untuk berhenti di tepi jalan. Jae Bok kaget karena Bong Goo  ingin mengajaknya bertemu dengan Ibu Jung Na Mi di hari pemakaman putrinya. Bong Goo mengatakan akalu Ibu Na Mi tidak tahu apa yang terjadi dengan anaknya.
“Apapun itu, Kenapa aku harus bertemu dengannya? Dan dari semua hari, kenapa hari ini?” kata Jae Bok kesal lalu menyuruh Bong Goo segera turun dengan melepakan sabuk pengamanya dan menyuruh naik taksi saja.
“Kalau kau mau kesana, kenapa harus dengan ku?” kata Jae Bok, Bong Goo memasang kembali sabuk pengamana tetap meminta agar Jae Bok pergi denganya. Jae Bok tetap menolaknya.
“Kau kan berpura pura jadi pacar palsuku kemarin” kata Bong Goo
“itu kan karena kau mendorongku untuk melakukannya. Aku hanya bingung saja.” Kata Jae Bok
“Sekarang aku juga sedang mendorongmu” ucap Bong Goo, Jae Bok tak peduli.
“Aku harus pergi menemuinya hari ini, tapi aku tidak bisa pergi sendiri. Bantu kau, kau Anggap saja ini hadiah belasungkawa untuk keluarga Na Mi. Na Mi ... memintaku untuk sering sering melihat ibunya.” Kata Bong Goo memohon.
“Si brengsek itu tidak seperti dirinya sendiri... mengemis seperti ini, tapi aku terus menolaknya. Aku sangat menyesal, tapi terlalu memalukan untuk pergi ke sana sendirian” akui Bong Goo 


Keduanya akhirnya pergi ke rumah sakit, Jae Bok melihat pakaian Bong Goo yang kusut dan terlihat seperti dari pemakaman, karean terlihat berbeda dari biasanya dan pasti ibu Na Mi akan menanyakan apa ada sesuatu. Bong Goo pun meminta agar Jae Bok menunggunya sebentar.
Tiba-tiba seseorang tak sengaja menabrak Jae Bok dan meminta maaf, Jae Bok teringat dengan seorang wanita yang menabraknya sebelumnya lalu memanggil Bong Goo sebelum masuk ke dalam toilet.
“Apa kau tahu teman Jung Na Mi yang tingginya lebih dariku dan  rambutnya Seperti gaya orang Latin? Apa Kau tahu dia?” tanya Jae Bok
“Kau bilang  Latin? Seorang pria?” kata Bong Goo, Jae Bok mengataka kalau temanya  ituSeorang gadis karena melihatnya di pemakaman tadi dan tampak tidak asing
“Setahuku Dia tidak punya teman perempuan.” Kata Bong Goo
“Apa kau benar-benar tidak tahu apa-apa? Kau sedikitpun tidak tertarik pada adikmu sendiri” ejek Jae Bok
Bong Goo pun heran kenapa Jae Bok menanyakan hal itu. Jae Bok merasa kalau pernah melihat wanita itu sebelumnya. Bong Goo tak peduli memilih untuk masuk ke toilet. Seorang pria masuk menatap Jae Bok dengan tatapan heran, Jae Bok pun sadar berdiri didepan toilet pria. 

Keduanya masuk kamar, Ibu Na Mi terlihat hanya melamun melihat keluar jendela. Jae Bok pun menyapanya lebih dulu. Ibu Na Mi terlihat bahagia merasa kalau seperti mendapatkan tanda baik kalau Jae Bok akan datang.
“itu bukan karenaku tapi Pasti karena Bong Goo akan datang.” Kata Jae Bok
“Oh iya Bong Goo. Apa kau mendengar kabar dari Na Mi? Kenapa dia tidak menjawab teleponnya akhir-akhir ini.” Kata ibu Na Mi
“Dia selalu seperti itu, pasti senang di rumah barunya di pinggiran kota.” Kata Bong Goo menutupi kebohongannya. Ibu Na Mi pun percaya.
“Kenapa Jung Hee harus dpergi ke luar kota? Kau belum pernah bertemu dengan Jung Hee kan? Dia pacar Na Mi, pria sangat manis dan baik.” Ungkap Ibu Na Mi, Jae Bok terdiam medengar suaminya yang dianggap pacar wanita lainya.
“Manis  dari aman, padahal terlebih dia sepertinya sudah menikah.” Komentar Bong Goo sinis.
Ibu Na Mi tak percaya merasa yakin Jung Hee orang yang baik. Jae Bok pun memberikan kode kalau dirinya itu baik-baik saja.

Akhirnya keduanya keluar dari rumah sakit, Jae Bok memikirkan aalu ada yang aneh dengan bertanya siapa yang memanggil ambulans malam itu dan juga Kalau Jung Na Mi mau bunuh diri mengapa sebelumnya begitu percaya diri ingin menemuinya dan megatakan akan pergi dengan suaminya
“Mereka mungkin memang menemukan catatan bunuh diri tapi itu mungkin tidak bunuh diri.” Ucap Bong Goo
“Lalu apa? Pembunuhan? Siapa?Kenapa?” tanya Jae Bok penasaran
“Kita harus menyelidikinya, lalu Apa yang suamimu lakukan?” tanya Bong Goo
“Koo Jung Hee itu.. Sedang berkabung dalam kesedihannya.Dia bahkan menuduh istrinya sendiri.” Kata Jae Bok

Bong Goo pun mengucapkan terimakasih atas bantuanya hari ini. Jae Bok melihat Bong Goo tidak butuh supir untuk pulang, lalu akan pergi. Bong Goo dengan wajah serius meminta maaf stas nama Na Mi  karean adik tirinya itu sudah melakukan sesuatu yang salah
“Tidak ada alasan bagimu untuk meminta maaf. Aku yakin dia juga merasa menyesal. Dia anak yang manja tapi bukan orang jahat. Aku yakin kaulah yang ingin meminta maaf ... Kepada Jung Na Mi. Jangan menyesal, Karena tidak menjadi kakak yang baik untuknya” kata Jae Bok
“Menyesal apanya? Aku sama sekali tidak melakukan kesalahan.” Ucap Bong Goo mengelak dengan gayanya.
“Aku tahu kau berbohong, tapi Kau tidak bisa menipuku” ucap Jae Bok lalu pamit pergi. 
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar