Sabtu, 18 Maret 2017

Sinopsis Chief Kim Episode 15 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS

Sung Ryong pingsan dikeluarkan dari bagasi mobil, dua orang langsung mencekiknya dengan tali. Saat itu Sung Ryong tersadar dan berusaha melepaskanya tapi tak memiliki kekuatan. Tiba-tiba seseorang datang menghajar dua pria yang tak dikenalnya.
Mata Sung Ryong yang masih kabur tak bisa melihat dengan jelas siapa orang itu. Seo Yul langsung mengajak Sung Ryong bangun dan segera pergi dari tempat kejadian. Akhirnya keduanya sudah ada didalam mobil, Sung Ryong seperti masih belum sadar sepenuhnya. 

Flash Back
Seo Yul akan masuk ruangan Ketua Park dan mendengar perintah dari atasanya itu agar meakukan sesuatu pada Kepala Kim dan pastikan tidak pernah melihatnya lagi dan ingin menyingkirkannya. Seo Yul duduk diruangan dengan wajah gugup.
“Dia seharusnya jangan berbuat sejauh itu.” Keluh Seo Yul lalu menelp anak buahnya agar mengikuti Sung Ryong  dan melaporkan kemana perginya. 

Sung Ryong berteriak marah bertanya apa sebenarnya yang terjadi. Seo Yul meminggirkan mobil dan keduanya keluar. Sung Ryong mengetahui dua orang itu berusaha mengantungnya lalu bertanya siapa yang memerintahkan mereka.
“Kenapa, memang nya? Jika kau tahu siapa orangnya, apa kau ingin melakukan hal yang sama?” kata Seo Yul kesal. Sung Ryong membenarkan,
“Aku akan membunuhnya!” ucap Sung Ryong penuh amarah
“Kau harus sadar! Kau tidak bisa melakukan apapun! Bersyukurlah bahwa sekarang kau masih hidup.” Kata Seo Yul, Sung Ryong pikir tak memiliki kesalahan apapun.
“Pikirkan tentang apa yang kau lakukan. Kau seharusnya sudah mati sekarang.” Tegas Seo Yul
“Apa ini karena mengungkap perbuatan kotor kalian dan mempermalukan Ketua? Apa itu alasan untuk membunuh seseorang?” kata Sung Ryong
“Yang menilai alasan itu adalah orang yang ingin membunuhmu, bukan kau!” kata Seo Yul
Sung Ryong bertanya Apa kehidupan seorang manusia tak berarti apa-apa dan itu cara kerja dunia ini. Seo Yul memberitahu kalau seorang pria seperti Sung Ryong  bisa terbunuh tanpa jejak jadi harus mengerti tempatnya. Sung Ryong menegaskan akan terus hidup seperti sekarang. “Baiklah. Hiduplah seperti itu dan Lindungi hidupmu sendiri!” teriak Seo Yul kesal

“Kenapa kau menyelamatkanku? Kenapa kau tidak membiarkanku mati? Bukankah aku penghalang untukmu?” tanya Sung Ryong
“Aku menyelamatkanmu karena kau sangat menyedihkan.” Ungkap Seo Yul, Sung Ryong ingin tahu kenapa dilihat  menyedihkan
“Aku tidak bisa membiarkanmu mati di jalan. Tinggalkan perusahaan besok, Ahh.. tidak.. lebih baik...  tinggalkan Seoul!” perintah Seo Yul
Sung Ryong ingin tahu alasan harus melakukannya, karena ia akan menemukan. orang yang mencoba membunuhnya. Seo Yul menyuruh Sung  Ryong kalau ingin bertidak gila lakukan ditempat lain lalu masuk ke dalam mobilnya dan pergi. Sung Ryong berteriak kesal karean tak ada bus dan taksi dijalan itu. 

Seo Yul mengemudikan mobilnya dengan wajah gelisah teringat kembali saat bertanya pada Man Geun.
Flash Back
Dengan menekan leher Man Geun mengunakan lenganya, Seo Yul bertanya apakah Kepala Lee benar-benar bunuh diri. Man Geun mengaku tak mengerti dengan pertanyaan. Seo Yul menyakinan kalau Bukan para preman yang menggantungnya. Min Young mengatakan kalau Kepala Lee memang bunuh diri.

Sementara Sung Ryong terlihat kebingungan karena  tidak bisa memanggil taksi, cuaca sangat dingin serta sangat lelah lalu berusaha terus untuk berjalan di jalan yang sepi.
“Beraninya mereka mencoba untuk menggantungku? Kau sudah melintasi garis keterlaluan), Park Hyun Do... Kau baru saja mengganggu singa yang tertidur... Singa yang gila...” ucap Sung Ryong penuh amarah. 


Sung Ryong akhirnya sampai rumah, Manage Choo  sudah tertidur bertanya kenapa malam sekali pulang nya dan menyuruhnya agar segera tidur dan ingin melanjutkan bertemu dengan TWICE. Sung Ryong memberitahu manager Choo kalau hampir mati hari ini.
“Apa yang terjadi? Apa Kau bertengkar dengan Ha Kyung?” ucap Manager Choo tetap dengan posisi tidurnya, Sung Ryong memberitahu kalau yang dikatakan itu serius.
“Ada beberapa bajingan yang menculikku dan mencoba menggantungku. Mereka mencekik leherku dengan tali.” Cerita Sung Ryong, Manager Choo akhirnya bangun melihat leher Sung Ryong ada bekas luka bertanya siapa yang melakukan ini.
“Menurutmu, siapa yang melakukan nya?” kata Sung Ryong
“Hanya orang-orang yang punya kuasa di tempat kerja yang akan melakukan ini. Mereka pasti menyimpan dendam, karena Ketua telah dipermalukan.” Kata Manager Choo.
“Ya, mereka satu-satunya yang akan melakukan ini.” Sung Ryong membenarkan
“Sudah kubilang, untuk jangan bertindak semaumu. Kau akan sama seperti Kepala Lee, kau harus berhati-hati.” Kata Manager Choo
“Aku tidak tahu jika mereka akan berbuat sejauh ini.” Akui Sung Ryong, Manager Choo mengeluh Sung Ryong yang tak mengetahuinya.
“Mereka tidak menganggap kehidupan seseorang sebagai sesuatu yang berharga. Kita semua tahu itu.” Kata Manager Choo

“Aku akan memastikan... membabat habis mereka semua.” Tegas Sung Ryong
“Rasa tak takut itu, adalah penyakit. Ini bukan keberanian.” Ucap Manager Choo menyadarkan Sung Ryong
“Siapa bilang aku tak punya rasa takut? Aku... sangat merasa takut saat ini. Mereka datang dari belakang dan mencekik leherku. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Pikiranku mulai memudar dan aku langsung memikirkanku, dan Nn. Yoon,anggota lain dari Operasi Bisnis. Aku pikir, "Aku mati sekarang. Ternyata begini rasanya mati itu." Aku sangat takut.” Cerita Sung Ryong sambil menangis.
Manager Choo akhirnya memeluk Sung Ryong layaknya seperti anak sendiri, meminta agar jangan melakukan lagi. Sung Ryong juga mengaku kalau takut untuk melakukan nya.



Pagi hari
Sung Ryong dan Manager Choo sudah tertidur saling berpelukan. Sung Ryong bangun lebih dulu dikagetkan dengan tangan Manager Choo yang sudah memeluknya, lalu meminta agar Berhenti merangkak ke dalam pelukannya.
Manager Choo merasa tak melakukan tapi Sung Ryong  yang memeluknya. Sung Ryong mengeluh melihat posisi manager Choo yang menjijikan sekali. Manager Choo seperti baru sadar karena hari ini Punggungnya terasa sangat dingin karena memeluk Sung Ryong lalu menyuruh agar anak buahnya itu mandi lebih dulu. 

Sung Ryong sudah siap berkerja dengan pakaian kebangganya, Manager Choo mengeluh Sung Ryong yang mengenakan pakaian norak itu lagi. Sung Ryong mengatakan kalau Untuk masuk ke medan perang, harus berpakaian dengan sesuai.
“Kau bilang Medan perang? Kau tidak sedang dalam pasukan perang.” Ucap Manager Choo
“Ahh..  kau bilang Pasukan perang? Itu ekspresi yang bagus.” Komentar Sung Ryong lalu pamit pergi.
Manager Choo mengajak Sung Ryong agar makan karena sudah masak nasi, karena baru saja kembali dari ambang kematian. Sung Ryong pikir tak perlu walaupun masih pagi tapi sangat sibuk. Manager Choo hanya bisa melihat kalau Jika semuanya gagal, maka mereka akan menyerah.

Sung Ryong masuk ke lobby dengan dua pengawal dibelakanganya, beberapa orang melihat kebingungan.
“Semuanya.. Aku hampir mati karena ada seseorang yang mencekik leherku. Coba Lihatlah leherku. Apa Kalian pernah lihat orang yang dicekik sebelum nya?” ucap Sung Ryong menunjukan ada bekas jeratan tali
“Aku juga tidak pernah dicekik sebelum nya. Aku hampir mati.” Kata Sung Ryong sambil tertawa.
Saat itu Min Young berjalan dengan Ketua Park meminta maaf. Ketua Park pikir mereka bisa membicarakan nanti lalu melihat Sung Ryong yang tertawa, ingin segera masuk lift. Sung Ryong melihat langsung berteriak memanggilnya dengan nada marah. 

Sung Ryong tepat berada didepan ketua Park,tapi ia membungkuk memberikan hormat. Ketua Park pun bertanya ada apa. Sung Ryong mengatakan kalau Ada sesuatu yang ingin dikatakan yaitu Para pekerja paruh waktu dari TQ Grocery. meminta  untuk menyampaikan kata terima kasih kepada Ketua  Park.
“Mereka juga mengatakan kepala Anda akan segera botak. Rasanya, ada yang bilang kalau Anda memiliki dua uliran rambut. Bukankah aku benar?” ucap Sung Ryong , Ketua Park menyuruh Sung Ryong pergi saja.
“Aoa Anda tahu, Ketua? Aku hampir mati kemarin. Seseorang mencoba membunuhku. Aku menyewa dua pengawal karena merasa tidak aman. Yang satu namanya Morpheus  dan yang satunya adalah Neo.” Kata Sung Ryong lalu mengajak dua pengawalnya untuk pergi. 

Ketua Park masuk ruangan merasa Tak bisa di percaya karena Min Young tidak bisa mengurus hal-hal kasar seperti ini lagi. Ia pikir kalau Min Young  tidak bisa membunuhnya, maka setidaknya harus membuat Sung Ryong diam seperti Kepala Lee.
“Aku minta maaf. Ini sangat tak terduga.” Ucap Mi Young
“Kau seharusnya mengurus semua ini tanpa adanya kesalahan! Jika dia tahu kalau kau berada di balik semua ini...” kata Ketua Park
“Tampaknya, dia tahu sedikit tentang itu. Dia meninggalkan orang yang melakukan ini padanya, tak sadarkan diri di jalanan Jika dia tidak tahu, dia pasti sudah menginterogasinya.” Jelas Min Young
“Kenapa, cara bekerjamu payah sekali?” keluh Ketua Park, Min Young hanya bisa diam saja. 

Seo Yul baru keluar lift binggung melihat dua pria yang ada disamping Sung Ryong. Sung Ryong  memberitahu kalau dua orang itu adalah pengawalnya untuk hari ini. Seo Yul pikir itu konyol dan sudah menyuruhnya agar  meninggalkan tempat ini.
“Aku tidak bisa mengatakan apa yang ingin aku katakan, karena aku sedang marah kemarin.” Kata Sung  Ryong, Seo Yul binggung.
“Tentang kemarin. Aku benar-benar mengucapkan Terima kasih banyak.” Kata Sung Ryong, Seo Yul pikir tidak perlu kata terima kasih dan menyuruhnya pergi.
“Kau penyelamat hidupku. Aku juga akan menyelamatkan hidupmu sekali nanti. Aku akan mengeluarkan satu tiket yang akan memperpanjang hidupmu.” Kata Sung Ryong memperlihatkan jari telunjuknya, tapi ditepis oleh Seo Yul
“Dasar kau ini, Apa tidak ingin cepat sadar?” teriak Seo Yul  kesal

“Aku sudah menyadarkan diriku. Setelah aku mengalami situasi menjelang kematian, Aku tidak lagi merasa takut. Aku merasa damai.” Ungkap Sung Ryong
Seo Yul tak ingin membahasnya memperingatkan agar tak mengatakan pada siapapun kalau ia yang menyelamatkan kemarin.  Sung Ryong mengaku sudah memberitahu semua anggota timnya lewat chat group. Seo Yul kesal dan ingin memukulnya, dua pengawal menahanya dan pas memegang dadanya.
Sung Ryong menyuruh agar dua pengawal menyingkirkan tangan memberitahu kalau hanya bercanda, kareana ia juga tidak akan bersikap terus terang karena membuat mereka terlihat buruk jika memberitahu semua orang tentang itu. Lalu ia mengeluh Seo Yul yang pergi begitu saja karena harus membayar 47 dolar untuk taksi, ditambah biaya larut malam. Seo Yul menyesal telah menyelamatkan Sung Ryong sambil mengumpat kesal. 


Min Young terlihat gugup kalau sudah mengatakan sebelumnya karena Seo Yul juga nanti akan tahu. Seo Yul berpura-pura bertanya siapa yang menyelamatkan Kepala Kim.  Min Young mengaku tak mengetahuinya tapi yakin ada seseorang yang mengikutinya.
“Sudah berapa kali aku bilang, untuk jangan lakukan yang seperti itu? Apa kau Mengerti?!!” teriak Seo Yul marah sambil mengebrak meja.
“Ketua membuat perintah yang sangat jelas tentang ini.” kata Min Young
“Sepertinya Ketua sangat marah. Apa ini karena permintaan maaf publik itu? Apa Kim Seong Ryong tidak mengatakan apa-apa?” ucap Seo Yul
Min Young membenarkan mengaku tidak tahu apa rencana nya nanti karena Sung Ryong terlihat sangat tenang. Seo Yul memperingatakan agar jangan pernah lakukan seperti ini pada siapa pun, lalu apabila Ketua memberikan perintah, maka katakan padanya langsung. Min Young mengerti. 


Sung Ryong sengaja memperlihatkan bekas lukanya padahal berharap bekas luka  akan cepat hilang karena tidak bisa memakai kaos dari sekarang. Semua terlihat panik dengan yang rumor yang beredar. Sung Ryong mengatakan kalau sudah melaporkan ke polisi dan mulai menyelidiki.
“Seperti yang Manajer Umum Choo katakan kau diculik oleh dua pria. Tapi, mengapa kau terlihat tak terganggu?” ucap  Ki Ok heran
“Karena aku tidak merasa terganggu.” Ucap Sung Ryong, Hee Jin melihat Sung Ryong yang bicara dengan sangat santai membuat cerita itu terdengar tidak nyata.
“Apa maksudmu... Apa kau pikir Aku mencekik leherku sendiri?” ucap Sung Ryong, Semua mengeleng kepala
Sang Tae pun bertanya bagaimana caranya Sung Ryong bisa selamat. Sung Ryong mengaku kalau memiliki pelatihan seni bela diri dan mencoba meperagakan pada Ki Ok tapi tak kuat membantingnya. Myung Seon binggung sebenarnya mana cerita yang nyata. Jae Joon ingin tahu alasan Sung Ryong bisa diculik, Sung Ryong pun juga masih bertanya-tanya alasan. 

Sung Ryong minum kopi dengan Ha Kyung dengan dua pengawal yang selalu menjaganya. Ha Kyung bertanya apakah Sung Ryong sudah memberitahu semuanya pada polisi. Sung Ryong mengaku Hanya sebagian. Ha Kyung heran Kenapa hanya sebagian.
“Lalu, aku harus berkata seperti apa? Haruskah aku mengatakan kalau Ketua mencoba membunuhku? Apa menurutmu mereka akan dengan senang hati menyelidiki nya untukku? Mereka mungkin akan beralih ke sesuatu yang lain.” Ucap Sung Ryong
“Maka dari itu , apa kau akan menyelidiki semua ini sendiri? Itu akan terlalu sulit.” Kata  Ha Kyung
“Kita tidak perlu selidiki ini tapi Kita sudah tahu siapa tersangka nya.” Ucap Sung Ryong
“Bagaimana jika kau terluka lagi? Bagaimana jika ada sesuatu yang tidak beres?” kata Ha Kyung khawatir.
Sung Ryong melihat sikap Ha Kyung mersa aneh karena  sangat mengkhawatirkannya. Ha Kyung pikir tak mungkin kalau tidak khawatir. Sung Ryong lalu memberitahu sebuah rahasia dan tak boleh memberitahu yang lainya. Ha Kyung penasaran mendengarnya.
“Sebenarnya, aku tidak menyelamatkan diriku sendirian. Ada seseorang yang menyelamatkanku.” Bisik Sung Ryong
“Siapa yang menyelamatkanmu?” tanya Ha Kyung. Sung Ryong menyebut “Si sosiopat serakah.” Ha Kyung tak percaya kalau Seo Yul yang menyelamatkanya. 


Jae Joon melihat semua ini adalah masalah besar. Hee Jin pikir Mereka tidak mencuri apa-apa jadi dianggap sebagai serangan teroris. Sang Tae pun bertanya siapa yang melakukannya. Ki Ok tahu kalau yang dilakukan Sung Ryong selama ini,hanya menentang perusahaan.
“Apakah karena Kepala Kim mempermalukan Ketua?” ucap Hee Jin, Jae Joon pikir itu benar dan  menjadi hal yang sangat besar.
“Apa Kepala Lee juga?” ucap Sang Tae, Hee Jin pikir benar karena sebelumnya menduga Kepala Lee bisa saja di bunuh.
“Apa menurut kalian Ketua adalah dalang di balik semua ini?” kata Ki Ok 

Saat itu Myung Seok  masuk pantry, mereka langsung mengubah topiknya kalau Sang taek yang akan berkencan dengan Kwang Sook lagi dan menanyakan Kapan kencan berikutnya.
“Apa yang terjadi? Apa kalian sedang syuting sitkom kantoran? Itu membosankan.” Komentar Myung Seok melihat seperti menyembunyikan sesuatu.
“Aku tidak ingin tahu dan tidak akan mendengarkan, jadi lanjutkanlah.” Kata Myung Seok duduk disamping Jae Joon.
Semua hanya diam saja, Myung Seok pun mengerti kalau keadaanya membuat canggung dan keluar dari pantry. 

Sung Ryong menuliskan lembaran kertas lalu membagikan pada semua pegawai meminta agar meminta membuka 10 menit dan  Jangan membukanya sekarang. Jae Joon berpikir kalau  surat kutukan. Sung Ryong mengatakan buka dan meminta agar membuka 10 menit lagi lalu keluar ruangan.
“Aku tidak tahu apa yang dia pikirkan saat ini.” Ucap Managar Choo, Ha Kyung melihat lembaran amplop dengan wajah binggung. 


Seo Yul datang menemui Ketua Park diruanganya. Ketua Park minta maaf tentang apa yang terjadi terakhir kali karean terlalu lelah saat itu jadi mencacimakinya dan meminta agar dimengerti.  Seo Yul pikir tak masalah karena memang kesalahanya dan meminta maaf.
“Pada akhirnya, kau... adalah sekutu terbaikku. Pertama, selesaikan audit dan urusi masalah investasi Seoahn Jangryong...” kata Ketua Park
Saat itu terdengar ribut-ribut diluar ruangan. Sung Ryong langsung masuk ruangan Ketua Park. Ketua Park melihat Sung Ryong yang berani datang, Seo Yul menyuruh Sung Ryong agar pergi. Sung Ryong mengaku  Ada beberapa hal yang harus  dikatakan.
“Ada sesuatu yang hanya Anda dan aku yang tahu.” Kata Sung Ryong, Ketua berteriak memarahi dua penjaga yang membiarkan masuk. Dua pengawal Sung Ryong masuk ruangan.  Sung Ryong pikir orang yanga di luar sudah diurus.
“Direktur Seo, kau tahu tentang ini? Tadi malam, dia mencoba membuatku masuk ke pintu kematian.” Kata Sung Ryong, Seo Yul kesal Sung Ryong membahasnya.
“Aku memikirkannya dengan hati-hati. Siapa yang mencoba membunuhku? Jadi aku menuliskan itu ke secarik kertas. Aku memikirkan nya dengan begitu kritis Dan surat ini adalah satu-satunya.” Kata Sung Ryong. Seo Yul membela Ketua Park
“Menurut Anda, bagaimana aku bisa keluar hidup-hidup? Seseorang di atas sana membantuku. Ada pejalan kaki yang membantuku.” Kata Sung Ryong
Ketua Park berpura-pura tak mengerti dengan yang dikatakan, Seo Yl menyuruh Sung Ryong keluar saja.  Sung Ryong menejelakan akalu ingin membuat satu hal yang jelas dengan memberikan Ini adalah catatan dari bukti asli kematiannya jadi akan membacakanya.
“Meskipun dunia yang aku singgahi seperti kotoran, aku tetap mencintai kehidupan ini. Jadi aku tidak akan pernah melakukan bunuh diri. Jika aku mati karena bunuh diri atau dari kecelakaan, Aku ingin investigasi yang jelas dan menyeluruh. Ada seseorang yang mencoba membunuhku.”
Manager Choo dan tim melihat surat yang diberikan oleh Sung Ryong 10 menit yang lalu.
“Petunjuk nya adalah D.O....D to the O. Aku akan hidup sehat dan mati secara alami. Sampai aku pikun, aku akan makan makanan yang bergizi dan lezat dan berumur panjang. Aku akan naik kapal pesiar untuk ulang tahunku yang ke-90. Jika aku mati, jangan mengkremasiku. Silahkan lakukan otopsi.”
Seo Yul yang kesal langsung merobek kertasnya. Sung Ryong mengeluarkan kertas satu lagi dan mengatakan kalau  tidak menderita depresi jadi akan membagikan catatan pada teman-teman,  serta akan menotariskan oleh lembaga publik. Ketua Park menyuruh Sung Ryong keluar.
“Kenapa Anda mencoba untuk menyingkirkanku?” ucap Sung Ryong, Ketua Park menyuruh semua keluar. Sung Ryong akhirnya pamit pergi dengan dua pengawalnya.
“Dia harus tahu... kalau dia tidak bisa menyentuhku. Sekarang, biarkan aku memikirkan rencana khusus untuk membuatnya menderita dalam lubang api.” Ungkap Sung Ryong saat keluar dari ruangan Ketua Park.
Layar TV memperlihatkan  pengumuman “Periode Audit, 15-22 Maret” dan mengayakan kalau akan meruntuhkannya dengan angka, menyebut insial DO yaitu Ketua Park Hyun Do.


Ketua Lee memberitahu Audit akan berlangsung dua hari lagi jadi merka melakukan pekerjaan yang bagus untuk mempersiapkan semua itu, jadi yakin  semua ini akan berjalan dengan baik tahun ini juga dan harus tetap siaga sampai akhir. Ga Eun terlihat bersemangat,  karena akhirnya memiliki kesempatan jadi akan melakukan sesuatu yang besar kali ini.
Diruangan Operasi bisnis juga terjadi kesibukan semua dengan telpnya, sementara Myung Seok yang mengangkat telp berteriak kesal karena tak tahu apapun, dan yang dikerjakan hanya belajar bagaimana caranya untuk menempelkan struk.
Manager Choo mengeluh  anggota Dept. Akuntansi yang kurang ajar selalu bekerja pada menit terakhir padahal sudah mengirimkan laporan pada mereka tadi. Ha Kyung pikir tak ada gunanya karena Akhirnya mereka kehilangan itu semua.
“Yang bodoh selalu bekerja pada menit terakhir.” Komentar Sung Ryong,
“Ada satu masalah lagi. Setelah audit, Dept. Akuntansi akan menyelenggarakan dokumen kita.” Kata Manager Choo
“Apa itu diperbolehkan?” kata Sung Ryong, Manager Choo mengatakan kalau Mereka akan mengurusi program ini.
“Apa Maksudmu pembersihan data? Jadi mereka akan menghapus...Wah.. mereka sangat berhati-hati akan segala sesuatu.” Ungkap Sung Ryong yang baru mengetahuinya. 

Jaksa Han bicara di telp dengan berkas ditanganya, Anak buahnya datang. Jaska Han langsung bertanya Apa sudah menelusuri orang-orang dari Dept. Akuntansi yang bekerja di luar. Anak buahnya mengatakantidak bisa menemukan ponsel atau keberadaan mereka.
“Mereka benar-benar sudah mengubah metode mereka.” Kata anak buahnya.
“ Mereka tidak ingin ditangkap.” Kata Jaksa Han yakin 

Di dalam sebuah hotel,   Manager Park frustasi karena pembayaran jangka panjang jadi di bawah aset tidak berwujud lalu menyuruh mereka semua agar dalam dua hari lagi membereskanya.
“Kita tidak bisa membiarkan mereka menemukan apapun pada audit.” Perintah Manager Park. Semua mengerti.
“Apa inti proses nya sudah hampir selesai?” tanya Seo Yul dalam ruanganya.
“Ya, mereka akan menyelesaikan itu semua besok dan kembali.” Ucap Manager Lee.
Seo Yul ingin tahu tugas yang diberikan pada Sung Ryong. Manager Lee memberitahu Kepala Park Seung Bae mengambil alih proyek itu. Seo Yul pikir pasti berat. Manager Lee pikir Seo Yul harus tahu  sebelum audit di adakan.

“Kami diperintahkan. untuk menghancurkan pernyataan dan rekening Taipan Bank.” Ucap Manager Lee
“Kalau begitu, kita harus pindahkan rekening nya kemana?” tanya Seo Yul
“Kami akan memindahkannya ke Swiss dan masih belum membuka itu.” Ucap Manager Lee
“Berikan salinan laporan nya padaku sebelum dihancurkan, dan katakan padaku, saat kau sudah membuka rekening di Swiss.” Perintah Seo Yul
Manager Lee mendengar kalau Seoahn Jangryong akan berinvestasi setelah audit. Seo Yul membenarka Jika mereka membersihkan sekarang,  tidak perlu melakukannya lagi jadi akan melakukan beberapa hal dengan uang, lalu mendapatkan pinjaman. Manager Lee mengerti akan memastikan berjalan sempurna. Seo Yul mengajak agar mereka selesaikan dengan baik.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

2 komentar:

  1. Hwahhhh....makasih sinop_nya sdh di update..
    Daebakkk... :-)

    BalasHapus
  2. Hwahhhh....makasih sinop_nya sdh di update..
    Daebakkk... :-)

    BalasHapus