Sabtu, 18 Maret 2017

Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 7 Part 2

PS : All images credit and content copyright : JBTC
Ketiganya duduk dibangku taman, Nenek Bong Soon bercerita saat mereka dilahirkan maka akan menjadi putri seseorang lalu setelah tumbuh besar akan jadi istri seseorang. Dan dengan berkat dari Tuhan seorang istri melahirkan seorang putri. Kemudian dia menjadi seorang Ibu.
“Ibu itu membesarkan putrinya dan putri itu menikah. jika dia memiliki seorang anak perempuan lagi, maka ibu itu menjadi neneknya. Lalu, Ibu nenek itu meninggal dan kembali menjadi abu.” Cerita Nenek Bong Soon
“Seorang anak perempuan menjadi seorang Ibu Dan dia akan menjadi seorang nenek, juga.” Kata Bong Soon mengenggam erat tangan neneknya.
“Begitulah para wanita di keluarga kita menjalani kehidupan mereka. Kita dilahirkan dengan takdir untuk menurunkan kekuatan kita untuk putri kita kelak. Kita hanya menjalani kehidupansesuai dengan rencana Tuhan.” Kata Nenek Bong Soon
“Nenek, aku punya pertanyaan. Apa kekuatan yang diturunkan melalui generasi itu bisa hilang seperti apa yang terjadi pada Ibu, dan nanti bisa kembali lagi?” tanya Bong Soon. Nenek Bong Soon pikir itu rencana Tuhan
“Aku sudah mencoba segalanya, tapi tidak ada gunanya. Aku baik-baik saja dengan diriku yang sekarang. Seluruh kekuatanku diwariskan padamu. Jadi aku baik-baik saja. Bong Soon, aku harap kau punya anak perempuan, juga.” Ungkap Nyonya Hwang pada anaknya, keduanya menyandarkan kepala di pundak nenek Bong Soon.
“Terlintas di pikiranku saat aku sedang menatap Gook Du. Aku tidak yakin, itu saat aku SMP atau SMA. Aku ingin menikahi Gook Du, dan memiliki tiga anak. Itu mungkin tidak akan terjadi. Pada saat itu, aku tidak ingin membawa gadis lain sepertiku ke dunia ini. Tapi sekarang, menurutku itu bukanlah ide yang buruk.” Gumam Bong Soon. 


Kyung Hwan kecil sedang bermain lalu bercanda dengan Min Hyuk yang duduk di dalam lemari, mereka pun  kejar-kejaran dalam ruangan. Min Hyu masuk ruangan seperti masih bisa mengingat kenangan dengan kakaknya saat bermain bersama.
Kakaknya pergi sebentar mengatakan akan membawa mainan yang bagus, lalu datang dengan mainan kesukaan dan akan memberikannya pada Min Hyuk. Ditangan Min Hyuk seperti masih bisa merasakan saat kakaknya yang dulu rela memberikan mainan kesukaan untuknya. 

Min Hyuk berbicara pada Kyung Hwan mengaku bersyukur kalau kakaknya menjadi pelakuknya. Kyung Hwan hanya bisa tertunduk meminta maaf. Min Hyuk mengaku kalau awalnya akan membunuh pelakunya setelah menangkapnya, tapi melihat pelakunya seperti  seperti anak kecil.
“Dia menembakkan butir logam ke arahku, dan mengancamku melalui telepon. Aku tidak mengerti pada awalnya mengapa seseorang yang ingin mengambil alih perusahaan melakukan yang seperti itu.” Ucap Min Hyuk
“Kau selalu takut akan segala hal. Aku selalu harus melindungimu dan selalu mengingatmu sebagai anak kecil yang selalu ketakutan. Selama aku menakutimu, kau akan berhenti. Makanya, aku hanya mencoba untuk menakut-nakutimu.” Kata Kyung Hwan
“Kita rahasiakan ini. Kita sudah seri sekarang, karena kau selalu baik padaku sejak aku kecil. Tapi jangan lakukan itu lagi. Jika kau seperti itu lagi, maka aku akan sangat marah.” Ucap Min Hyuk, Kyung Hwan hanya bisa tertunduk meminta maaf, saat itu Ayah mereka melihat dari lantai atas, seperti mengetahui keduanya sedang bicara serius, 

Ketua Polisi memperlihatkan barang bukti lalu memarahi Ketua Yook kalau  ini adalah kasus beruntun dan Jika melakukan investigasi tertutup maka mungkin wartawan tak akan mengetahuinya. Ia menegaskan kalau  untuk bekerja sama dengan Unit 2 dan hanya peduli dengan anggota timnya saja. Ketua Yook hanya bisa menunduk meminta maaf.
“Sudah ada tiga korban. Tiga!!! Kami selalu menelusuri jejak nya dan mencari semua cabang bisnis kemana-mana. Tidak ada yang cocok dengan keterangan saksi. Kalian selama ini melakukan apa saja?!  Kalau aku dipanggil ke kantor pusat, apa yang harus aku laporkan?” ucap Kepala polisi mengomel dan keluar dari ruangan.
“Aku akan segera mengatasinya.” Ucap Ketua Yook pada atasanya. 

Min Hyuk bangun dari tidur terlihat segar dan tak ada lagi rasa ketakutan, Bong Soon mengosok giginya mencoba menekan sabun cair tapi malah mematahkannya. Beberapa pelajar melihat Bong Soon langsung datang mengehampirinya. Bong Soon heran melihat mereka yang baruberangkat sekarang.
“Apa maksudmu? Kami baru saja pulang sekolah. Kita menyebutnya dengan "bolos"” kata Ketua Tim
“Apa Kau tidak sekolah?” kata Bong Soon, Ketua Tim membenarkan. Bong Soon menyuruh mereka kembali ke sekolah.
“Di sekolah tidak ada yang harus kita pelajari lagi.” Ucap Ketua Genk
“Kalau begitu, kita tidak usah bertemu lagi dari sekarang Jadi kalian Mau kembali lagi, atau tidak?” kata Bong Soon, Semua membungkuk mengatakan kalau anak kembali ke sekolah. Ibu Myung Soon melihat Bong Soon seperti bisa membuat anak-anak berandal tunduk padanya. 

Bong Soon mulai latihan. Min Hyuk menyruh Bong Soon agar memanjat tali dan jangan sampai lepas. Bong Soon pun memanjat tali seperti monyet yang lincah dan sangat cepat, Min Hyuk hanya bisa melonggo karena manusia biasa tak mungkin bisa melakukanya lalu menyuruh Bong Soon agar turun.
“Yang namanya kekuatan itu kau boleh benar-benar memaksimalkan kekuatanmu setelah kau tahu cara untuk mengendalikan nya. Kau masih harus banyak belajar. Sekarang fokus untuk mengendalikan kekuatanmu, mengerti?” ucap Min Hyuk. Bong Soon mengerti
Min Hyuk mulai berlatih tinju, sambil mengatakan ketika Bong Soo  bagaimana cara untuk mengontrol kekuatannya maka kekuatan itu menjadi miliknya. Bong Soon mengerti . Min Hyuk menyuruh Bong Soon agar memukul samsak pelan-pelan saja.
“Kau harus tetap santai dan tinggal memukul dari kejauhan itu.” Ucap Min Hyuk. Bong Soon melakukanya tapi yang terjadi malah membuat isi samsak jatuh bertaburan dan rusak. 

“Tak masalah... Kau tidak memukul secara keras, kan? Kau hanya menyentuhnya nya saja, kan? Sekarang aku yang pegang jadi... jangan disentuh,  tapi berikan sentuhan lembut saja.”kata Min Hyuk
Bong Soon pun melakukan dengan sentuhan lembut. Min Hyuk tersenyum karena Samsaknya kali ini tak rusak. Bong Soon hanya terdiam karena sarung tanganya masuk ke dalam samsak. Min Hyuk hanya bisa terdiam karena tetap saja Bong Soon belum bisa mengendalikan kekuatanya. Bong Soon terlihat merasa sangat bersalah. 

Mereka berlatih tinju dalam ring dengan Min Hyuk yang membuat Bong Soon agar selalu bisa menghindar dari pukulanya. Tapi sekali Bong Soon memukul membuat Min Hyuk terpental. Min Hyuk menyuruh Bong Soon agar melakukan pelan-pelan.
“Ulurkan tanganmu... Aku akan menahannya dengan kuat. Kendalikan kekuatanmu, dan lepaskan tanganku. Bisa, kan?” kata Min Hyuk, Bong Soon mengerti.
Min Hyuk menyuruh Bong Soon agar pelahan melepaskanya, sampai akhirnya bisa mengendalikan kekuatanya. Min Hyuk melihat kalau itu berhasil lalu memeluk Bong Soon dari belakang. Bong Soon gugup tiba-tiba Min Hyuk memeluknya dari belakang.
“Jangan salah paham. Ini hanya pelatihan. Bebaskan diri tanpa perlu menyakitiku. Itu adalah bagian yang paling penting.” Kata Min Hyuk. Bong Soon mencoba mengeletik dengan lenganya dan akhirnya memelitir tangan Min Hyuk.
“Ini Sakit, kan? Makanya, kenapa kau macam-macam denganku?” kata Bong Soon memberika pelajaran. 

Min Hyuk bisa menarik tubuh Bong Soon dan langsung berada tepat berada dibawahnya. Bong Soon sempat gugup. Min Hyuk meminta agar Bong Soon jangan melawan dan tetaplah seperti ini. Bong Soon pun mengerti.
“Jangan sampai ada yang tahu tentang ini.” Kata Min Hyuk. Bong Soon binggung tentang apa itu
“Kekuatanmu Dan tentang kita.” Kata Min Hyuk, Bong Soon binggung memangnya kenapa dengan mereka.
“Kita berlatih seperti ini...” ucap Min Hyuk akhirnya berdiri dengan wajah gugup mengatakan ada satu tahap akhir lagi.
“Ini adalah tes yang membutuhkan konsentrasi yang tajam dan kekuatan penuh jadi Bersiaplah” kata Min Hyuk lalu bergegas pergi. 

Min Hyuk mengajak untuk bermain sentil batu, dengan gayanya tapi malah membuat batu putihnya melompat pergi. Bong Soon mulai menyentilnya, batunya langsung melesat seperti peluru dan menancap pada lemari. Min Hyuk kaget berpikir kalau Bong Soon  tidak menyentil nya dengan kekuatan penuh.
“Sekarang Kita ambil napas dalam-dalam. Singkirkan 30% kekuatan yang ada di tanganmu.” Kata Min Hyuk dan Bong Soon siap menyentilnya. Min Hyuk panik melihat Bong Soon siap menyentil batu kearahnya.
“Apa Kau ingin aku yang kena dan harus mati terbunuh? Apa Kau tidak berpikir panjang, cepat Pindahkan” kata Min Hyuk, Bong Soon pun mindahkan ke arah kirinya.
Min Hyuk mengingatkan agar menghilangkan 30% dan hasilnya batu meretakan layar TV didepan Bong Soon. Min Hyuk menyuruh agar Bong Soon mengurangi 50%, hasilnya tetap nihil. Min Hyuk menyuruh  kurangi 90% Bong Soon bisa membuat batu hanya bergeser sedikit.  Keduanya pun menjerit bahagia.
“Selamat bergabung dengan departemen perencanaan di Ainsoft.” Kata Min Hyuk. Bong Soon terlihat bahagia tapi tak sengaja memukul papan baduk dan terpecah belah.
“Aku tarik lagi perkataanku.” Kata Min Hyuk, Bong Soon meminata agar Min Hyuk tak boleh seperti itu dan akan memperbaikinya. 

Kwang Bok akan keluar dari rumah sakit, Baek  Tak datang berkunjukng karena kakinya belum bisa berdiri dengan benar membuatnya menendang tempat air seni dan akhirnya tumpah. Agari menjerit karena sangat menjijikan dan bau pesing. Baek Tak bertanya apa yang akan dilakukan Kwang Bok
“Aku akan membalas dendam... Biarkan aku mengambil alih...” ucap Kwang Bok dan tiba-tiba gigi palsunya jatuh. Agari hanya bisa mengernyit melihat gigi jatuh terkena air seni dipakai kembali oleh Kwang Bok pada mulutnya.
“Oke, lakukan sebisamu dan Mana yang lainnya? Yang baru saja daftar kesini.” Ucap Baek Tak
“Kami menempatkan mereka tepat di kamar sebelah, supaya nyaman untuk Anda. Aku akan mengantar Anda” kata Agari
Kwang Bok ingin ikut, Baek Tak memperingatkan agar diam saja dan jangan kemana-mana. Kwang Bok tetap ingin ikut dengan mengunakan penyangah jalanya. Agari masuk ke sebuah ruangan dengan tiga orang korban dari nenek Bong Soon.

“Pasti sulit sekali, karena sudah dihajar oleh seorang wanita tua.” Komentar Baek Tak
“Ini terdengar seperti alasan, tapi dia seorang wanita yang kuat. Aku tidak pernah merasakan pukulan sekuat itu dalam hidupku.” Ucap si pria kepala plontos, yang lainya juga mengaku hal yang sama.
Baek Tak menyuruh mereka diam dan bertanya pada Agari apakah ada lagi. Agari mengatakan Putra dari Osung Group. Baek Tak mengerti kalau Do Bong Soon menghajar dengan wajan. Saat keluar Kwang Bok baru saja sampai didepan kamar, Agari menyuruh mereka segera menyingkir dan pindah kekamar depan.
“Mereka sedang apa?” tanya Baek Tak binggung melihat kedua anak buahnya.
“Mereka dihajar cukup parah.Dan sekarang mereka bertingkah aneh... Seperti orang gila. Tadinya dia amat sangat cerdas... Sekarang dia bahkan tidak ingat tabel perkalian setelah empat.” Kata Agari. Baek Tak heran melihat keduanya seperti orang yang sedang kasmaran dan saling berpelukan lalu bertanya apakah ada lagi.
“Hanya ini saja, untuk hari ini.” Kata Agari
“Berpikirlah sebelum kau berbicara! Kau bilang Hanya ini saja, untuk hari ini? Terus, kalau besok bagaimana? Sadarkan dirimu!” kata Baek Tak kesal

Ibu Myung Soo memberitahu peramal kalau sudah mengalahkan para pemilik itu, jadi mereka berada di pihak kita sekarang Tapi tampaknya para pejabat kota akan membangun gedung serbaguna. Peramal mengaku kalau  ahl untuk mengalahkan seseorang yang jabatan nya paling tinggi.
“Selain itu, apa ada cara lain supaya kita bisa mengalahkan orang itu? Kita mungkin harus menaklukkan yang punya jabatan tinggi itu dulu.” Ucap Nyonya Hwang, Peramal itu langsung menyanyikan agar meminta bayaran, Nyonya Hwang akhirnya mengeluarkan uang dari dompetnya.  

Peramal mulai berkonsetrasi, tiba-tiba matanya mulai berubah seperti dirasuki mahluk halus berkata kalau ia adalah neneknya. Ia berkata kalau ada musuh dan mereka sedang berada di benteng Haeng Joo. Nyonya Hwang dkk ketakutan melihat si peramal.
“Apa kau tahu sudah berapa banyak orang Jepang aku bunuh dengan batu ini di benteng Haeng Joo? Meskipun kau sangat kuat, maka kau tidak bisa menanganinya.” Ucap si peramal seperti menari-nari. 


Ketiganya pun berjalan keluar, ibu Myung Soo membahas dengan mata dari si peramal seperti terlihat sangat kejam, dan benar-benar menakutkan. Ibu Jae Hoon pikir peramal itu kerasukan prajurit perempuan. Nyonya Hwang hanya bisa menghela nafas panjang.
“Tunggu, aku melihat Bong Soon pagi ini. Ada sekelompok anak SMA yang sedang membungkuk 90 derajat padanya.” Ucap ibu Myung Soo, Nyonya Hwang mulai panik mendengarnya.
“Mereka membungkuk seperti Bong Soon adalah bos nya mereka.” Kata ibu Myung Soo, Nyonya Hwang langsung bergegas pergi. 

Bong Soon masuk kamar dan melihat ada sebuah amplop bertuliskan [Untuk Bong Soon yang Tersayang] dan lembaran uang 50ribu won, Bong Soon tersenyum karena itu pasti dari neneknya, terdengar suara terikan Nyonya Hwang yang memanggil anaknya. Bong Soon turun ke lantai bawah sambil mengeluh ibunya apa lagi yang ingin dibicarakan.
“Hei, kau mengambil uang anak-anak SMA itu? Ibu nya Myung Soo melihatmu pagi ini. Bisakah kau lebih mirip seperti Bong Ki? Kau tidak dapat melakukan sesuatu dengan benar. Kau kesana-kemari membuat masalah.” Ucap Nyonya Hwang mengomel memukul Bong Soon lalu masuk ke ruang makan
“Apa maksud Ibu? Kapan aku mengambil uang anak-anak itu? Apa dia benar-benar melihatku mengambil uang? Apa Ibu pikir sepertimu? Kalau Ibu tidak tahu apa-apa kenapa Ibu selalu menyalahkanku dan memukulku? Apa Ibu pikir aku tidak merasakan rasa sakit?” ucap Bong Soon menahan air matanya.
“Itu Rasanya sakit. Tubuhku tidak akan merasakan rasa sakit, tapi hatiku terasa sakit. Aku lebih kuat dari yang lain, tapi... hatiku akan terasa lebih sakit 10x atau 20x lipat. Apa Ibu tahu itu? Kenapa... Kenapa Ibu selalu pilih kasih dan membela Bong Ki? Ibu selalu memberikan daging sapi untuk Bong Ki, tapi aku hanya ayam. Ibu selalu menyembunyikan makanan yang enak dan hanya memberikan itu padanya.” Ucap Bong Soon mengeluarkan semua rasa sakit hatinya.
“Misalnya... Ibu memberiku buah yang busuk dan Ibu memberikan buah yang segar untuk Bong Ki. Ibu membesarkan aku seperti itu sepanjang hidupku, dan selalu mendukung dia. Apa aku ingin terlahir seperti ini? Kenapa... Kenapa Ibu sangat membenciku? Kenapa Ibu hanya bersikap jahat padaku? Aku juga anak Ibu. Kenapa tidak memperlakukanku dengan setara? Padahal Ibu juga wanita, kenapa Ibu sangat jahat padaku?” ucap Bong Soon terlihat mulai menagis, Ibu Bong Soon hanya diam saja. 


Gook Do dan Detektif Kim pergi ke sebuah toko sepatu. Pegawai memberitahu mereka beroperasi secara online dan offline tapi  tidak bisa mengelola pasar offline sementara pelanggan memesan secara online,  masih punya catatan nya.
“Yang memesan lebih besar dari ukuran 290... hanya ada tiga pasang sejak peluncuran dengan desain tersebut.” Kata pegawai. Gook Doo pun mengucapkan terimakasih.
“Aku akan mengirimkan nama-nama dan Nomor Identitas mereka. Bisa tolong diperiksakan?” kata Detektif Kim menelp rekannya yang ada dikantor polisi.
Mereka pergi ke tempat sauna, gym untuk mencari tahu kepemilikika sepatu seperti tersangka. 

Nyonya Hwang mencuci beras didapur, Bong Soon turun dari kamar sudah siap untuk pergi. Nyonya Hwang bertanya untuk apa termos itu. Bong Soon mengatakan ingin memberikan makanan pada Kyung Shim dan Bong Ki karena keudnya seperti kelihatan tidak nafsu makan. Nyoh nya Hwang hanya diam saja begitu juga Bong Soon seperti ada rasa kesal setelah pertengkaran dengan ibunya. 

Hee Jin datang menemui Bong Ki dan langsung mengakui perasaan kalau menyukainya.  Bong Ki sadar kalau ia dan Gook Doo itu bertemu jadi mereka tak mungkin seperti ini. Hee Jin juga tahu dan sudah  banyak memikirkannya tapi akal sehatnya itu tidak mau mendengarkan
“Aku punya saudara kembar. Dia suka pada Gook Du sejak lama.” Ucap Bong Ki. Saat itu Bong Soon datang memanggil adiknya. Bong Ki menyapa kakaknya. Hee Jin meihat Bong Soon yang datang memilih untuk  pergi sekarang.  Bong Soon menahanya.
“Apa yang terjadi di antara kalian berdua? Bukankah kau dan Gook Du berkencan? Gook Du dan aku berteman Dan aku kakaknya Bong Ki. Makanya, aku mengatakan ini padamu sekarang.” Ucap Bong Soon dengan wajah serius.
“Aku tahu, kita tidak bisa memilih siapa yang akan kita cintai. Tapi kenapa kau tidak memikirkan, siapa yang akan terluka karena perasaanmu yang tak terkendali itu?” ucap Bong Soon
“Hei, kau tidak boleh begini. Kenapa kau terus menghabiskan waktu dengan gadis yang sudah punya pacar? Kau jadi memberikan harapan padanya.” Kata Bong Soon menasehati adiknya lalu memberikan sup titipan dari ibunya untuk sang adik.
“Aku tahu, kalau aku sudah melewati batas. Tapi aku sadar, kalau harus ada orang yang melewati batas supaya hati seseorang yang lain tidak hancur. Jangan hancurkan hati nya Gook Du Dan berhenti membingungkan adikku.” Kata Bong Soon lalu pamit pergi.  Bong Ki dan Hee Jin hanya bisa diam. 


Detektif Kim dan Ji Soo pergi ke sebuah gedung kalau pemilik sepatu berikutnya adalah aktor teater dengan Song Yong Bun dan bergabung pada Mei tahun lalu.
“Apa dia ikut main dalam drama  Si Kumis Biru dan Tujuh Pengantin?” ucap Gook Doo binggung lalu keduanya masuk ke dalam gedung pertunjukan.
Seorang pria berjubah hitam mengendong seorang wanita sampai keatas ranjang,  dan wanita itu akan menjadi pengantinya dan pengantin yang abadi. Di dalam ruangan terlihat si pelaku tersenyum puas melihat aksi theater yang disajikan karena akan melakukan hal yang sama, sementara Detektif Kim dan Gook Doo berusaha menahan kantuk saat menonton Thearter. 

Gook Doo melihat sepatu yang digunakan Tuan Song, Detektif Kim bertanya Kemana sepatunya di ruang ganti. Tuan Song mengaku Sepatu nya hilang Karena ada banyak aktor yang keluar masuk dari ruang ganti dan sepatunya hilang di ruangan ini.
“Maaf, tapi Anda harus ikut dengan kami ke kantor polisi untuk bersaksi.” Kata Gook Do
“ Apa Aku harus diinterogasi?  Drama ini berakhir pada akhir bulan ini. Jadi Aku akan datang saat waktu luang di pagi hari.” Kata Tuan Song
“Apa Anda biasanya tampil pada malam hari?” tanya Gook Doo. Tuan Song membenarkan karena sebagian besar aktor bekerja pada siang hari.
“Pada akhir pekan, ada yang saat siang hari dan ada yang di malam hari. Selama hari biasa, kami hanya tampil pada malam hari.” Jelas Tuan Song
“Apa yang Anda lakukan pada tanggal 12 malam hari itu?” tanya Detektif Kim. Tuan Song pikir  sedang tampil.
Keduanya akhirnya keluar, Detektif Kim membahas kalau Tanggal penampilan drama nya cocok pada tanggal kejahatan itu terjadi jadi bukan dia pelakunya. Gook Doo pikir mereka  tidak pernah tahu, jadi akan mengirim file suara nya untuk Bong Soon. Detektif Kim setuju.
“Jenis ruang ganti apa yang tidak ada CCTV nya? Apa dia bekerja di perusahaan CCTV atau apa? Kenapa dia bisa tahu, letak di mana CCTV tidak terpasang?” keluh Detektif Kim 


Dua polisi berjaga dirumah sakit, tiba-tiba terjadi ledakan kecil di dalam tempat sampat. Suasana pun panik dan mencoba memadamkan api. Seorang dokter masuk ke ruangan Kyung Shim dan ingin memberikan suntikan obat,  Bong Soon bertanya itu suntikan apa karena baru saja temana diberi obat. Mata si pelaku melirik sinis, Bong Soon mengetahui kalau pria itu bkuan dokter. Si pelaku tertangkap basah pun memilih kabur. Bong Soon mengejarnya berteriak pada polisi kalau pelaku kabur.
Dua polisi mengejar melewati tangga darurat, si pelaku sengaja menganjal pintu dengan tiang infus, dua polisi pun  memlih untuk menuruni tangga sementara Bong Soon dengan mudah membuka pintu. Ketiganya seperti kehilangan jejak, si pelaku terlihat menyamar sebagai pembersih lantai dengan mobil. 

Dua polisi kena marah Ketua Yook yang berkerja tak becus membuatnya jadi ketakutan. Ia menegaskan kalau bukan Bukan hanya sekali, tapi dua kali dan Di rumah sakit yang sama
“Jika atasan mendengar tentang ini, kita semua akan dipecat. Kita harus menyerahkan surat pengunduran diri. Apa Kau ingin jual makanan saja di truk?” ucap Ketua Yook marah 

Bong Soon akhirnya kembali menjaga Kyung Shim, Gook Doo masuk kamar sambil memarahi Bong Soon yang mengikuti pelaku dan berpikir akalu untuk menangkapnya, Bong Soon heran melihat Gook Doo yang malah marah dan menyuruh agar Berhenti mencemaskannya dan khawatirkan saja Gook Doo sendiri dan urus saja pacarnya.
“Padahal pelakunya masuk ke kamarku tapi kalian tidak mengkhawatirkanku, dan malah bertengkar disini?” ucap Kyung Shim
“Bong Soon, kau harus pulang. Ada orang yang bertugas di luar sana. Aku kira, kau tinggal di tempat nya Presdir Ahn.” Kata Gook Doo
“Tidak, nenekku datang.” Ucap Bong Soo menolak
“Hei, kenapa kau tidak mau mendengarkanku? Sudah kukatakan untuk tinggal di rumah Presdir Ahn. Apa kau tahu betapa sulitnya bagiku memutuskan untuk menyuruhmu tinggal di rumah Presdir Ahn?” teriak Gook Doo
Kyung Shim menyuruh keduanya berhenti berdebat, Gook Do menyuruh Bong Soon pulang dan akan mengantarnya pulang. Bong Soon pun menolak karena  akan pulang sendirian. Gook Doo pun mengejar Bong Soon yang keluar sendirian. 


Min Hyuk datang ke cafe melihat Tuan Do sedang sendirian lalu bertanya Apakah ada Tart telur. Tuan Do mengatakan kalau sudah habis. Min Hyuk pun meminta kue kenari nya. Tuan Do juga mengatakan sudah habis. Min Hyuk pikir kalau datang terlambat, Tuan Do memberikan Cookie kenari adalah kue yang terbaik.  Min Hyuk pun ingin membayarnya tapi Tuan Do menolak.
“Tolong jaga Bong Soon-ku. Dia adalah anak yang paling istimewa untukku.” Ungkap Tuan Do
“Aku sangat tahu itu dan  juga sangatmenghargai Do Bong Soon. Kau harus percaya itu.” Kata Min Hyuk, Tuan Do pun percaya lalu memberikan kue kenari yang lainya karena dimana dengan rekan kerjanya saat bosan. 

Bong Soon berjalan pulang sendirian,  Baek Tak bersama dengan Agari dan Kwang Bok didalam mobil melihatnya. Kwang Bok siap  akan membalas dendam dengan kemampuan penuh. Baek Tak mengatakan kalau Kwang Bok yang tangani sendiri. Kwang Bok pun turun dengan tongkatnya.
“Apa yang harus kita lakukan? Apa dia punya senjata?” tanya Agari
“ Dia bukan anak kecil. Pasti dia sudah menyiapkannya.” Kata Baek Tak
Kwang Bok akhirnya mendekat memanggil Bong Soon,  Bong Soon seperti tak mengenali Kwang Bok. Min Hyuk baru menuruni tangga melihat Bong Soon yang bicara dengan Kwang Bok, tiba-tiba Gook Doo datang langsung menghajar Kwang Bo karena dianggap mengangggu.
Bong Soon kaget dan langsung mendorong Gook Doo tapi karena kekuatanya malah membuat Gook Doo melayang. Gook Doo merintih kesakitan, Bong Soon pun kebingungan karena mengeluarkan kekuatanya. Min Hyuk hanya bisa menatap kalau Gook Doo mungkin akhirnya mengetahui kekuatan Bong Soon.
Bersambung ke episode 8

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar