Sabtu, 25 Maret 2017

Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 9 Part 2

PS : All images credit and content copyright : JBTC
Gook Doo pergi ke tempat mobil bekas melihat si pelaku yang keluar dengan barang-barangnya, lalu bertanya Apa pemilik tempat ini. Si pelaku membenarkan lalu bertanya ada apa datang. Gook Doo mengingat pria itu yang menjadi saksi pada korban pertama.
“Aku mendengar seseorang berkata "Tolong selamatkan aku." Kurasa tingginya sekitar 180cm. Aku tidak bisa melihat wajahnya, Sepertinya dia punya kaki yang besar.” Kata Si pelaku yang mengaku sebagai saksi
Gook Doo akhirnya berada diruangan sambil meminum kopi bertanya tentang perjalanan ke Afrika. Si pelaku mengaku berjalan lancar dan bertanya apakah sudah menemukan pelakunya. Gook Doo mengatakan belum padahal si pelakuk sudah membantu dan memberitahukan apa yang dilihatnya tapi  masih belum menemukan pelakunya.
“Apa yang membawamu kemari?” tanya si pria dengan sengaja menyembunyikan sepatu dibalik lampu emergency.
“Terakhir kali aku di sini, katanya kau juga menjual suku cadang bekas. Apa Bisa tolong lihat mobilku?” kata Gook Doo berpura-pura. Si pelaku ingin memeriksanya dan keluar dari ruangan. Gook Doo sempat curiga ke bawah meja tapi mengikuti keluar. 

Si pelaku melihat bagian mobil Gook Doo, sementara Gook Doo mencari kesempatan mencari di tumpukan mobil bekas, lalu menemukan sebuah pintu kalau ngikuti jalur terus maka akan masuk ke tempat wanita yang sedang dikurung, Nona Kim terlihat jatuh pingsan dengan luka dibagian kepala.
Tiba-tiba Si pelaku datang dengan membawa linggis memanggil Gook Doo, kalau Mobilnya  tidak memerlukan perbaikan apapun dan toko akan tutup. Gook Doo mengerti lalu akhirnya pergi meninggalkan tempat mobil bekas. 

Gook Doo mengemudikan mobilnya, mengingat kembali saat menginterogasi saksi, Detektif lain merasa kalau orang di web mengatakan penculik untuk kasus ini tidak sama dengan pembunuh Jung Yang Sook. Tapi Gook Do yakin kalau  pelaku adalah orang yang sama.
“Lokasi nya sama, tapi... jejak kakinya pelaku di TKP berbeda. Ada jejak kaki yang berbeda dalam dua TKP.” Ucap Ketua Yook yakin kalau pelakunya berbeda. 

Gook Doo baru saja kembali, Dua seniornya sedang makan mie instant. Ketua Yook bertanya darimana juniornya itu. Gook Doo menanyakan alasan  pelakunya harus muncul di TKP yang pertama lagi. Ketua Yook ingin tahu alasan Gook Doo
“Anda ingat kalau ukuran kaki Tuan Joo berbeda, kan? Salah satu jejak kaki tak dikenal yang tertinggal di TKP insiden Jung Yang Sook... ukuran nya 270. Bagaimana jika itu milik pelakunya?” ucap Gook Doo
“Maksudmu... Pelakunya mencoba untuk menghancurkan jejak sebenarnya? Dan dia melakukan kejahatan di lokasi yang sama?” kata Ketua Yook yang sibuk mengosok gigi
“Dia meninggalkan jejak palsu untuk membingungkan penyelidikan kita. Apa Anda ingat saksi yang bernama Kim Jang Hyun?” ucap Gook Doo, Ketua Yook pasti mengingatnya, karena Tuan Kim memberi informasi penting untuk penyelidikan kita kalau kaki pelakunya besar.
“Aku pergi ke sana hari ini. Ternyata dia adalah pemilik tempat barang rongsokan.” Ucap Gook Doo
“Waktunya untuk mengintai.” Kata Ketua Yook dengan wajah serius, Detektif Kim dan yang lainya sedang makan saling berpandangan. 


Min Hyuk dengan memalingkan wajahnya menyuruh Bong Soon pulang saja,  Bong Soon menolaknya, Min Hyuk menyuruh Bong Soon pulang karena ingin sendirian.  Bong Soon mengeluh Min Hyuk yang selalu  ingin sendirian saat semuanya terasa sulit dan sebelumnya juga pernah seperti ini.
“Saat kau membutuhkan seseorang, atau merasa ingin menangis, maka kau akan bersembunyi di suatu tempat. Jangan lakukan itu. Kau sudah berjanji padaku. Kau harus bersamaku.” Kata Bong Soon
Min Hyuk memandang Bong Soon, Bong Soon pun bertanya apakah tak lapar. Min Hyuk mengaku lapar dan ingin makan dari Masakan rumah saat dirumah Bong Soon. 

Nyonya Hwang memasak makanan untuk calon mantu kesayanganya, dengan banyak lauk. Tuan Do mengeluh kalau  Ini bukan untuk peringatan kematian nenek moyang dan ingin mencicipinya. Nyonya Hwang langsung menepis tanganya, karena Min Hyuk yang harus cicipi duluan serta berharap akan menyukainya. 

Bong Soon mengelap tangan Min Hyuk dengan penuh perhatian, Min Hyuk menatap Bong Soon seperti merasakan sesuatu. Bong Soon lalu menanyakan alasan Min Hyuk malah tertusuk pisau untuk melindunginya. Min Hyuk mengaku kalau Bong Soon juga pernah melakukan hal yang sama.
“Saat kita pertama kali bertemu di kantor polisi. Kau menatapku dengan tatapan yang sama. Jangan menatap orang lain seperti itu. Dan Kau orangnya, kan?” ucap Min Hyuk, Bong Soon binggung.
“Gadis yang menghentikan bus... Itu kau, kan?” kata Min Hyuk, Bong Soon terdiam. 

Flash Back
Bong Soon akan pergi ke sekolah melihat bus yang terlihat oleng akan menabrak ibu dan anak. Dengan kekuatan mencoba menahan bus agar berhenti berjalan, terlihat ada jejak kakinya diaspal mencoba menahan bus. Setelah bus berhenti,Bong Soon pun melangkah pergi lalu melihat sepatu yang bolong sambil mengeluh kalau ibunya pasti akan mengomel. Dan Min Hyuk melihatnya. Bong Soon mengaku kalau itu pertama kali melakukanya. 

“Aku telah menyembunyikan kekuatanku semasa hidup, tapi aku menggunakannya untuk orang lain.” Ungkap Bong Soon
“Rasanya aneh. Aku kira kau malaikat yang dikirim oleh mendiang Ibuku dari Surga. Aku tidak percaya itu kau.” Goda Min Hyuk

Bong Soon malu-malu dianggap sebagai malaikat,  Min Hyuk menceritakan kalau bolos kelas malam hari itu dan sedang dalam perjalanan ke makam Ibunya. Bong Soon berpikir kalau saat itu Min Hyuk itu masih SMA dan membolos kelas malam. Min Hyuk mencoba mengelak. Bong Soon penasaran, ingin tahu umur bosnya itu.

“Jika saat itu kau siswa SMA, artinya kau seumuran denganku atau lebih muda.... Dan kau mulai berbicara informal padaku seolah-olah kau lebih tua?” ucap Bong Soon kesal,
Min Hyuk panik dan langsung berpura-pura merasa kesakitan. Bong Soon akhirnya kembali merasa kasihan membantu Min Hyuk untuk berbaring. Min Hyuk menyuruh Bong Soon kembali mengelap tanganya, senyuman terlihat bahagia saat Bong Soon membersihkan tanganya. 

Ibu Myung Soo terkantuk-kantuk menjaga warnetnya, para pelajar berada dalam satu meja, ingin mengedit video yang direkamnya. Pertama kali mereka ingin mengedit dengan memberikan tanda hitam pada wajah Bong  Soon.
Ketua genk marah karen seperti mencoret wajah Bong Soon dan meminta yang lain. Si remaja menganti dengan menaruh gambar kotoran di wajah Bong Soon untuk nyamarkanya. Si ketua genk makin marah, mereka yang tak becu, mereka pun menaruh gambar imut dibalik wajah Bong Soon saat melawan tiga anak buah Baek Tak serta mengubah suaranya. 

Min Hyuk merengek kalau sangat lapar, saat itu Nyonya Hwang dan Tuan Do datang. Bong Soon memberitahu kalau Min Hyuk terus merengek ingin makan masakan rumahan. Nyonya Hwang pun mengeluarkanya semua makanan yang dibawanya.
Bong Soon langsung mencampur semua makanan yang dibawanya dalam baskom besar membuat bimbimbap. Min Hyuk menelan air liurnya, Bong Soon pun sudah siap menyuapi Min Hyuk. Bong Ki datang berteriak untuk menghentikanya, lalu menunjuk papan kalau Pasien harus puasa dan tak boleh makan apapun.
Nyonya Hwang merasa tak enak, Min Hyuk pun dengan rendah hati menyuruh mereka makan saja. Bong Ki menyuruh mereka makan saja karena pasien sedang puasa. Nyonya Hwang menyuruh anaknya ikut makan juga, akhirnya seluruh keluarga Do makan dengan Min Hyuk hanya bisa menelan air liur. 

Agari duduk diatas tempat tidurnya dengan Baek Tak duduk didepanya lalu meminta agar tidur disampingnyas aja. Baek Tak mengatakan tidak tidur di samping sembarang orang. Agari pun tak peduli karena ingin tidur saja dengan membaringkan tubuhnya.
Baek Tak membalikan badan terlihat ada bekas pukulan yang membengkak dibagian wajah dan pipinya lalu keluar dari ruangan. Agari binggung mau kemana atasanya itu dengan wajah yang bengkak. 

Min Hyuk terlihat lemas harus puasa dengan melihat bekas baskom yang habis tak tersisa lalu menyuruh Bong Soon pulang saja. Bong Soon menolaknya, Min Hyuk mengucapkan terima kasih pada orang tua Bong Soon yang sduah menjenguk dan meminta agar mengajak Bong Soon pulang yang perlu istirahat.
“Kalau begitu, aku akan disini saja. Jangan mengatakan tidak. Aku pandai merawat pasien. Kau tidak tahu berapa banyak orang yang pernah aku sakiti. Banyak yang harus di rawat di rumah sakit. Aku ratu nya merawat pasien.” Ucap Nyonya Hwang
“Aku baik-baik saja” ucap Min Hyuk tak enak hati. Nyonya Hwang pikir sangat tidak nyaman untuk sendirian.
“Aku lebih suka sendirian...Ah.. Kurasa, aku akan merasa lebih nyaman sendirian saja. Jadi Berkemas dan pulanglah.” Ucap Min Hyuk
Akhirnya semua pun membereskan barang mereka lalu keluar, saat itu Baek Tak datang dengan membawa minuman dan langsung bersembunyi ketika melihat Keluarga Do keluar ruangan. Lalu masuk bertemu dengan Min Hyuk. 

“Jika dia yang kena tusuk, maka aku yang akan membunuhmu. Jadi Pergilah. Aku harap aku tidak akan melihatmu lagi.” Ucap Min Hyuk, Baek Tak memberikan minuman yang dibawanya.
“Kita tidak sedekat itu untuk tukaran kado.”ucap Min Hyuk menolaknya.
“Bagaimana kau bisa tahu Do Bong Soon?” tanya Baek Tak penasaran, Min Hyuk pikir mereka juga tidak sedekat itu untuk membicarakanya.
“Kau merekrut dia dimana? Darimana kau menemukan bakat yang seperti itu?” tanya Baek Taek. Min Hyuk menyuruh Baek Tak segera pergi
Akhirnya Baek Tak keluar dan bertemu dengan Bong Soon dilorong, ingin memberikan minuman. Bong Soo menyindir kalau tidak menerima suap. Baek Tak minta maaf karena karyawannya bermain kotor dan bertindak sendirian dan tidak menyetujui itu.
“Pertempuran kita cukup sampai disini saja. Kami telah dikalahkan. Aku mengaku kalah secara mutlak.” Ucap Baek Tak


“Aku harap tidak perlu bertemu lagi denganmu atas masalah yang sama. “ kata Bong Soon
“Seperti yang sudah kau lihat, banyak orang yang harus kuberi nafkah. Maka, orang luar tidak boleh mendengar tentang ini. Jika tidak, aku tidak akan bisa melanjutkan pekerjaan seperti semula.” Kata Baek Tak
“Jangan khawatir. Aku juga tidak ingin orang tahu.” Ucap Bong Soon.
“Kau benar. Jika ini terungkap, tidak ada pria yang mau menikahimu.” Kata Baek Tak dengan sedikit mengejek. Bong Soon menegaskan bukan itu tapi hanya ingin hidup tenang lalu pamit pergi.
“Apa kau ingin bekerja denganku?” kata Baek Tak menawarkan pekerjanya, Bong Soon kesal meminta agar Baek Tak  menjalani hidup yang benar dan Semoga cepat sembuh.


Min Hyuk binggung melihat Bong Soon yang tak ikut pulang dengan orang tuanya, Bong Soon menegaskan sudah berjanji sebelumnya, kalau akan menginap dengan menyindir Min Hyuk yang selalu melanggar janji dan ibunya juga sudah membawakan baju ganti.
“Presdir Ahn, apa yang harus kita lakukan malam ini?” tanya Bong Soon, Min Hyuk sedikit panik dengan pertanyaan Bong Soon.
“Apa maksudmu apa yang harus kita lakukan... Aku harus mandi.”ucap Min Hyuk, kali ini Bong Soon terlihat kaget.
“Apa kau takut ? Tolong cucikan rambutku.” Ucap Min Hyuk, Bong Soon menganguk setuju.
Min Hyuk mengoda kalau Bong Soon itu kecewa, Bong Soon mengejek Min Hyuk itu mesum. Min Hyuk menyuruh Bong Soon melepaskan infus dan mencuci rambutnya. 

Tuan Kim kembali beraksi dengan membawa korban yang pulang malam dengan membiarkan tasnya jatuh. Ketua Yook berjalan masuk dengan anak buahnya dengan melihat  ada sebuah tas dan earphone yang tertinggal di TKP, perempuan pastinya telah diculik dan ada saksi.
“Tapi masalahnya... karena kita tidak memiliki kewenangan untuk menyelidiki kasus ini. Kita tidak bisa mendapatkan surat perintah dan tidak bisa mendapatkan informasi.” Ucap Ketua Yook
“Pada waktu terjadinya kejahatan, Kim Jang Hyun tidak meninggalkan tempat barang rongsokan.” Kata Detektif lainya.
Ketua Yook binggung berpikir kalau mereka salah menduga, menurutnya tidak ada penjahat yang akan masuk ke kantor polisi sebagai saksi secara sukarela. Detektif Kim pikir tak pernah tahu nanti maka  menyuruh anak-anak untuk bergiliran dan melakukan pengintaian di tempat barang rongsokan. Semua mengerti. Gook Doo terlihat berpikir keras tentang si pelaku. 

Bong Soon selesai mencuci rambut dan mengiringkanya dengan handuk, Min Hyuk tersenyum bahagai. Lalu Bong Soon mengeringkan dari depan, Min Hyuk menatap Bong Soon dan tiba-tiba menarik bagian lengan. Tangan Bong Soon pun seperti bertumpu pada pundak Min Hyuk.
Keduanya saling menatap, Bong Soon memejamkan matanya lebih dulu. Min Hyuk menatapnya, tapi tiba-tiba perasaanya menghilang dan menyuruh Bong Soon tidur saja dan ia akan mengeringkan rambutnya sendiri. Bong Soon pun dengan gugup langsung berbaring disofa dengan berpura-pura memejamkan matanya.
Min Hyuk duduk diatas tempat tidurnya seperti menenangkan perasaan hatinya, dan beberaing menatap Bong Soon seperti tak pecaya kalau ternyat Bong Soon yang akhirnya bisa bertemu lagi. Bong Soon membuka mata dan melihat Min Hyuk sedang tertidur lalu membuka mata dan keduanya saling menatap. 

Agari melihat video Bong Soon yang menghajar anak buah Tuan Baek, lalu dengan wajah panik membangunan Tuan Baek karena mendapatkan masalah. Tuan Baek terbangun dengan melihat Video menurutnya sangat memalukan, anak buah yang lain pun ikut melihatnya.
“Kau bilang pada Charles untuk menghapus wajah orang-orang kita.” Ucap Baek Tak
“Sudah tersebar di internet. Tidak ada gunanya menghapus itu semua sekarang.” Kata Agari
“Panggil polisi tentang ini!” teriak Baek Tak kesal. Agari pikir tak mungkin karena terlihat di video mereka seperti orang jahat
“Tunjukkan dia video nya. Aku akan menghubungi Charles.” Perintah  Baek Tak terlihat frustasi. 

Ibu-ibu kembali berkumpul di cafe Bong Soon, Ibu Myung Soon membahas  Ada gadis kuliahan yang di culik lagi. Ibu Jae Hee pikir akan lebih baik jika para pria itu yang mengawal mereka  karena Sesaat mereka pergi, ada insiden lain yang terjadi.
“Ah, semakin dipikir-pikir,  kita seharusnya jangan membuat keributan. “ ucap Ibu Myung Soon.
“Semuanya memiliki nilai. Saat kita membiarkan mereka menjaga lingkungan kita artinya kita menyetujui rencana pembangunan ulang.” Komentar Nyonya Hwang. Keduanya pun mengeluh tak mengerti. 

Detektif Kim dan Detektif lainya melakukan pengintaian dengan membahas kalau Ada wanita yang di culik tadi malam dan Tuan Kim yang tidak keluar sama sekali lalu berpikir kalau mereka itu sudah salah prasangka pada pria ini
“Ketua Tim Yook tidak tajam seperti dulu. Dia seharusnya berhenti menonton drama polisi.” Kata Detekftif Kim
“Eh, ada sesuatu yang membuktikan kalau polisi kita lebih baik dari FBI. Semangat membara kita tapi Kelihatannya, pria itu memang aneh.” Kata  Detektif lain, Detektif Kim pun membenarkan.

Saat itu dalam ruangan Tuan Kim sedang melihat profile Gook Doo senyumanya pun penuh arti. Lalu melihat rekaman CCTV saat Gook Do berusaha mencari tahu tentang mobil bekas. Detektif Kim dibangunkan oleh rekan kerjanya kalau si pelaku mulai bergerak.
Tuan Kim mengemudikan mobilnya dengan sangat mahir melewati jalan sempit dan akhirnya Detektif Kim terjebak dengan mobil yang ada didepanya.  Detektif lain meminta mobil itu mundur, Detektif kim berteriak kalau mereka  sedang menjalankan tugas resmi.


Tuan Kim terlihat sangat puas bisa menghindari dari kejaran polisi, lalu berhenti dipinggir jalan dan melihat Hee Ji baru keluar dari tempat bermain cello.
Flash Back
Tuan Kim sengaja bertabrakan dengan Hee Ji lalu meminta maaf dengan membantu memasukan semua barang ke dalam tas dan memasukan sebuah gps dalam tasnya. Tuan Kim dalam rumahnya bisa  mendengar percakapan Hee Ji dengan ibunya kalau  bertemu dengan Profesor Kim untuk konser solo dan akan mampir studio lalu pulang.

Min Hyuk berganti baju dengan yang lebih baik. Sek Gong memberitahu kalau jadwal esok yaitu Do Bong Soon akan bergabung dengan departemen Perencanaan. Min Hyuk meminta agar menunggu saja sampai ia pulang dari rumah sakit.
“Kapan Anda dibolehkan pulang?” tanya Sek Gong
“Kau tanya Dibolehkan pulang? Kenapa memangnya?” ucap Min Hyuk seperti tak ingin berpisah dengan Bong Soon.
Bong Soon masuk ruangan sambil mengejak pakaian yang dipakain Min Hyuk seperti sedang di hotel. Sek Gong pikir lebih baik meninggalkan keduanya dan pamit pergi. 

“Aku yakin ada alasan mengapa kau harus mengenakan seragam rumah sakit. Apa kau ingin membedakan dirimu sendiri hanya karena kau menggunakan kamar ini sendirian?” sindir Bong Soon.
“Aku sudah bilang tidak suka pakaian yang matching dan memakai pakain seperti itu tidak bisa menjamin supaya cepat pulih.” Kata Min Hyuk
Gook Doo masuk ruangan meminta Bong Soon agar ikut denganya ke kantor polisi karena Ada insiden lagi yang terjadi tadi malam. Bong Soon kaget, Dan Gook Doo perlu mengkonfirmasi sesuatu. Min Hyuk menolak Bong Soon agar tak pergi dan Jangan terlibat dalam kasus itu.

“Tidak, aku tidak bisa melakukan itu.” Ucap Bong Soon dan berjanji akan segera kembali.
“Aku tidak ingin kau terluka.” Ucap Min Hyuk khawatir, Bong Soon pikir tak masalah kalau dirinya yang terluka.
“Tapi aku tidak bisa membiarkanmu terluka.” Kata Min Hyuk, Bong Soon sempat terdiam dan segera pergi dengan mengatakan akan kembali. Min Hyuk terlihat sangat kesal.
“Aku akan menjaganya!” ucap Gook Doo berteriak marah, Min Hyuk pun ikut kesal karena Bong Soon pergi dengan Gook Doo meninggalkanya sendirian merasa sangat tak bisa dipercaya.


Bong Soon membahas kalau Gook Doo sudah melihat semuanya, Gook Doo berpura-pura bertanya melihat apa. Bong Soon pikir Gook Doo sudah melihat kalau ia  memukuli orang-orang itu. Gook Doo pikir tak ada masalah kalau ia melihat itu.
“Bukankah itu alasanmu bekerja sebagai pengawalnya? Kau juga pasti punya keahlian, bukankah begitu?” kata Gook Doo, Bong Soon hanya bisa tertunduk sedih.
“Bong Soon.. Kau dan aku selalu seperti ini... Timing kita selalu tidak tepat. Kenapa aku tidak berterima kasih padanya, padahal dia tertusuk untuk menolongmu?” kata Gook Doo, Kedunya sama-sama terdiam dan saling bertatapan.
Akhirnya Bong Soon sadar dan bertanya tentang korbannya wanita muda dan kurus lagi. Gook Doo membenarkan aklau pelaku yang sama yang melakukannya Tapi timya tidak memiliki kewenangan untuk menyelidiki. Bong Soon bertanya apakah ada informasi baru  tentang pelakunya. Gook Doo mengatakan kalau itu alasan mengajak Bong Soon agar ikut denganya agar bisa membantunya. Bong Soon pun dengan senang hati bisa membantunya. 

Bong Soon pergi ke kantor polisi sempat bertemu dengan ketua Yook yang menyapanya Nona Avenger lalu Gook Doo mengajaknya segera ke ruangan interogasi. Bong Soon mendengarkan suara Tuan Kim sebagai saksi mengunakan earphone, lalu mengingat saat berpapasan dengannya dua kali.
“Aku sangat yakin.. Dia orang nya.” Ucap Bong Soon, Gook Doo seperti tak percaya. Tapi Bong Soon benar-benar yakin kalau Tuan Kim. Saat itu Detekif Kim masuk ruangan memberitahu Pelakunya telah ditangkap.

Min Hyuk gelisah dalam kamarnya, dan melihat ada berita disiarkan TV. Gook Do dan Bong Soon masuk ruangan, ketua Yook memberitahu kalau pelaku sudah tertangkap tapi bukan Tuan Kim. Bong Soon kaget karena menurutnya Tuan Kim adalah pelakunya. Min Hyuk menatap kaget berita yang ada di TV.
Bersambung ke episode 10

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted

Tidak ada komentar:

Posting Komentar