Selasa, 31 Januari 2017

Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 13 Part 2

PS : All images credit and content copyright : SBS

Na Ri sedang ada diruangan menerima pesan dari ponselnya [5 Oktober,  tes kamera pembaca berita akan dimulai pukul 8 pagi. Pelamar harus sampai di ruang tunggu di Studio A 15 menit sebelum acara dimulai.]
Hee Soo yang ikut membacanya dengan senyuman licik mendekati Na Ri, kalau mengetahui selesai siaran tepat pukul 8 pagi  jadi menurutnya Bagaimana mungkin akan sampai di Studio A dan juga Na Ri dapat nomor urutan  pertama untuk tes kamera. Na Ri terlihat frustasi dengan keadaanya sekarang. 

Jung Won datang menemui ibunya meminta agar mengubah waktunya.  Nyonya Kim mengatakan kalau ia memiliki kuasa untuk mengubah waktunya dari pukul 8 menjadi pukul 10 pagi dan menyindir Apa yang akan Jung Won lakukan demi Pyo Na Ri
Kenapa Ibu mengacaukan impian seseorang  bahkan sebelum mereka memulainya?” kata Jung Won kesal
Atur tanggal untuk pertemuan resmi dengan keluarga Nona Geum. Maka, aku akan mengubah waktunya,  sehingga kekasihmu bisa mengikuti tes kamera itu. Aku akan memberi dia nilai yang bagus,  jadi dia bisa menjadi seorang pembaca berita. Jadi Bagaimana menurutmu?” kata Nyonya Kim, Jung Won terdiam

Dia mungkin tidak berpikir untuk menikah denganmu. Jika dia bisa menjadi seorang pembaca berita dengan putus darimu, maka dia tidak akan terlalu sedih. Selain itu Kau bilang itu impiannya.” Ucap Nyonya Kim sombong
“Ibu... Apa Ibu tahu kalau hari ini aku berulang tahun?” tanya Jung Won, Nyonya Kim mengatakan sudah pasti mengetahuinya.
Aku bisa berhenti menjadi putera Ibu kalau Ibu terus bermain kotor seperti ini.” tegas Jung Won mengancam
“Oh... Puteraku.... Kau memberontak pada hari ulang tahunmu. Jadi Kau sudah dewasa yah, Apa yang kau mau sebagai hadiah ulang tahun?” kata Nyonya Kim sambil memegang wajah anaknya, Jung Won hanya bisa menahan amarahnya. 

Hwa Shin kembali ke rumah melihat ibunya yang menangis didepan rumah, merasa kalau ibunya itu seharusnya memberitahu kalau mau datang dan bertanya apakah sudah lama menunggunya dan kapan ibunya sampai Ibunya tertetap terus menangis.
“Ibu ada apa?  Apa Ibu sakit? Apa Ibu teringat dengan kakak?” ucap Hwa Shin lalu mendekati ibunya.
Hwa Shin... puteraku.... Berapa banyak tekanan dan stres yang kau dapatkan akibat tindakanmu pada kakakmu? Kau pasti hidup seperti seorang kriminal, sampai mengidap kanker payudara.” Ucap Ibunya, Hwa Shin kaget ibunya  bisa mengetahui penyakitnya.
Kalau kau meninggal juga, maka aku tidak akan bisa bertahan. Sekarang, lakukan apa pun maumu. Seperti sebelum Joong Shin bangkrut, maka hiduplah semaumu seperti itu.” ucap Ibunya tak mau keras lagi pada anaknya.

“Kau juga harus pergi ke rumah sakit sesegera mungkin dan melakukan pemeriksaan untuk kanker payudara.  Mereka bilang pria bisa mengidap kanker payudara  lebih pada faktor keturunan. Ibu bisa mengidapnya juga karena aku mengidap kanker payudara jadi Ada kemungkinkan Ibu mengidapnya juga.”kata Hwa Shin menahan sedihnya.
Oh, puteraku. Apa masalahnya jika aku meninggal? Jika ada yang harus mengidap kanker payudara, semestinya aku. Kenapa harus kau? Kenapa aku memiliki dua putera hanya untuk diambil sebelum diriku?” ucap Ibu Hwa Shin terus menangis
Hwa Shin memeluk ibunya, Ibu Hwa Shin takut kalau nanti sel kankernya tumbuh lagi dan bertanya  Seberapa berat apa dan kesepiannya di Bangkok sampai mengidap kanker. Keduanya saling menatap, ibunya meminta agar Hwa Shin sekaran Sekarang hiduplah semaunya. Hwa Shin mengerti dan memeluk ibunya agar berhenti menangi sekarang lalu memberitahu ibunya kalau sekarang tidak bisa hidup semaunya lagi.


Ibunya memberikan semangku sayuran untuk anaknya, Hwa Shin pun mulai makan masakan ibunya. Ibunya duduk di depanya bertanya apakah Hwa Shin  sedang berkencan dengan seseorang. Hwa Shin hanya diam dengan mengalihkan kalau harus segera menghabiskan makanan dan kembali berkerja.
Apakah ada seorang gadis yang tinggal bersamamu? Kau biasanya tidak tertarik pada benda-benda seperti ini. Aku menemukannya di depan,  jadi mengambilnya. Apa Kau memiliki kekasih?” kata ibunya memperlihatkan sebuah boneka, Hwa Shin melihat itu boneka yang sama dibawakan oleh Pyo Bum. 

Hwa Shin datang menemui Pyo Bum di depan minimarket bertanya apakah kemarin ke rumahnya, Pyo Bum mengatakan kalau di minta untuk merahasiakannya. Hwa Shin bertanya siapa yang memintanya. Pyo Bum dengan polos menjawab kalau Pyo Na Ri yang memintanya.
Pikiran Hwa Shin langsung teringat saat Na Ri berkata “Kau tidak menyukaiku, kan? Apa kau menyukaiku?” dan ia menjawab tidak bahkan menyakinkan kalau ucapannya itu sungguh-sungguh. Sepertinya ia merasa menyesal karena berbohong pada Na Ri tentang perasaan yang sebenarnya. 

Na Ri sedang dalam ruang siaran siap-siap berlari dengan membawa ponselnya dan langsung menekan timernya dan mulai berlari ke arah lift, dengan misi dari lantai 15 F pergi ke gedung sebelah di lantai 2F, dalam waktu 15 menit.
Hwa Shin baru datang menatap sedih saat Na Ri berlari didepanya dan berlari begitu saja tanpa menengok. Saat itu Na Ri sudah ada didepan gedung dan waktunya ternyata sudah habis dan dengan nafas terengah-engah ingin mencoba lagi. 

Hwa Shin kembali ke datang ke ruangan Direktur Oh yang sedang rapat dengan Sung Sook dan juga Ja Young. Direktur Oh bingung melihat Hwa Shi masih dikantor padahal seharusnya di Busan. Hwa Shin baru mendapat telepon dan memang benar bahwa ada lumba-lumba yang mati tapi Bukan karena minyak yang tumpah dan Memang usianya saja yang sudah tua. Direktur Oh mengerti dan meminta agar melanjutkan rapatnya, lalu Hwa Shin tetap diruangan seperti ingin ikut mendengrnya.
Untuk Festival Bunga Kosmos,  ayo kita siaran di lokasi.” Ucap Sung Sook
Kita harus melakukannya. Kenapa juga harus tetap di studio padahal pemandangannya bagus? Jadi kita siaran di luar.” Kata Direktur Oh
Tidak, tunggu sebentar. Kita lakukan saja di studio. Festival bunga kosmos diadakan tiap tahun jadi Mereka akan bermekaran lagi tahun depan.” Kata Ja Young
“Apa Kau meremehkan bunga kosmos?” ucap Sung Sook menyindir, Ja Young mengatakan sangat menyukainya.
Stasiun lain akan siaran dengan latar bunga yang megah. Bahkan Mereka akan pergi  dan mengambil gambar terbaik. Apa Kau ingin Pyo Na Ri memegang satu bunga kosmos saja dan berdiri di dalam studio?” ucap Sung Sook
“Benar....Aneh melakukannya di dalam studio  saat sedang ada Festival Bunga Kosmos. Dan Juga, stasiun lain akan melakukannya,  kenapa kita tidak?” kata Direktur Oh setuju.
Hari itu diadakan tes kamera untuk pembaca berita. Mereka harus datang sebelum pukul 8 pagi.” Kata Sung Sook, Hwa Shin yang mendengarnya langsung terdiam. 


Na Ri kembali berusaha agar dalam waktu 14 menit bisa pindah sampai ke gedung sebelah dan menyakinkan pasti bisa melakukannya. Sung Sook dengan sinis merasa kenapa itu jadi masalah sekarang. Ja Young menjelaskan Jika siaran cuaca tidak dilangsungkan di dalam studio, maka Pyo Na Ri tidak akan bisa mengikuti tes kamera.
Bagaimana mungkin dia bisa menyelesaikannya  dan mengikuti tes kamera pukul 8 pagi?” ucap Ja Young membela
“Hei... Sejak kapan departemen pembaca berita berhak ikut campur urusan syuting departemen reporter? Apakah kita harus mengubahnya hanya karena salah satu pelamar saja ? Dia harus mengundurkan diri kalau memang begitu ingin menjadi pembaca berita.” Ucap Sung Sook
Astaga, dia akan salah paham dan mengira kita sengaja menghalanginya mengikuti tes kamera.” Ucap Direktur Oh ikut binggung

Ini bukan karena aku menyukai Pyo Na Ri. Tapi Apa salahnya membantu dia menghadiri tes kamera? Dengan Menyuruhnya siaran di sana sama dengan sengaja menghalangi dia datang.” Kata Sung Sook membela, Hwa Shi yang mendengarnya terlihat gelisah
Kita semua tahu itu tidak benar,  dan semua orang pun mengetahuinya.” Ucap Sung Sook ngotot
Hwa Shin berkomentar itu benar, Keduanya langsung bertanya siapa yang benar. Direktur Oh bertanya apa yang benar. Hwa Shin membenarkan bahwa Pyo Na Ri harus memilih, menjadi penyiar cuaca atau pembaca berita dan harus menyerah pada salah satunya jadi harus total dalam satu hal saja lalu keluar dari ruangan. 

Jung Won turun dari mobilnya, Sek Cha menghampirinya mengusulkan kalau atasanya itu menerima saja keputusan Nyonya, karena ia mengetahui dari reporter lain bahwa Pyo Na Ri harus ke Sungai Han hari itu karena Festival Bunga Kosmos.
Presdir seharusnya berhenti membangkang pada Nyonya dan menikmati saja festival bunga.” Jelas Sek Cha
Di mana tes kameranya akan digelar?” tanya Jung Won. 

Na Ri mencoba berlari melihat waktunya kalau butuh 3 menit lagi jadi harus berlari lebih cepat lagi. Jung Won terlihat sudah menunggunya didepan lorong, Na Ri bertanya kenapa Jung Won datang ke kantornya. Jung Won bertanya apa yang sedang dilakukanya dengan berlari-lari.
“Bukankah seharusnya kau  berkencan dengan pacarmu di hari ulang tahunnya?” goda Jung Woon
“Apa Kau mau makan jajjangmyun?” tanya Na Ri, Jung Won langsung setuju, Na Ri menyindir kalau sebenarnya Jung Won itu  tidak suka jajjangmyung dan selalu mengatakan "baiklah".
Aku menyukai jajjangmyun.” Kata Jung Won, Na Ri mengeluh Jung Won itu pintar berbohong. Jung Won tersenyum mengandeng tangan Na Ri untuk makan siang bersama. 

Di restoran sudah penuh dengan pelanggan, Sek Cha duduk agar jauh dari Jung Won dan Na Ri. Tiba-tiba Jung Won memanggil Sek Cha untuk duduk disebelahnya, Sek Cha menolak karena akan duduk ditempat lain dan makan sendiri saja. Na Ri mengajak untuk duduk bersam saja karena  sudah memesan tiga porsi.
Sek Cha akhirnya duduk disamping Jung Won, Jung Won terlihat melayani Sek Cha dengan memberikan jajangmyung yang sudah dicampurnya pada Sekertarisnya. Sek Cha pun mulai memakainya, Jung Won memberitahu kalau Na Ri yang mentraktir. Sek Cha langsung terbatuk karena yang membayar makanan itu Na Ri bukan atasanya.
“Hei.. Kau tidak boleh sampai sakit perut saat memakan makanan berharga ini jadi Makan pelan-pelan. Dan Kau harus memainkan peranmu untuk membalas budi padanya.” Ucap Jung Won seperti memberikan kode, Sek Cha binggung.
“Aisshh.. Apa yang kau lakukan? Biarkan dia makan dengan tenang.” Kata Na Ri merasa Jung Won terlalu menekan Sek Cha
“Apa Kau sungguh ingin menjadi pembaca berita?” tanya Jung Won, Na Ri menganguk dengan penuh keyakinan, Jung Won pun tersenyum bisa mengerti. 


Ja Young kembali ke ruangan dengan wajah tegang setelah rapat, Hye Won bertanya Apakah tes kamera untuk pembaca berita dilakukan pukul 8 pagi, Ja Young membenarkan. Soo Jung yang mendengarnya tersenyum bahagia karena dengan begitu Na Ri tak akan bisa ikut tes kamera.
Hye Won melirik Soo Jung seperti mengetahui kalau ini pasti ada triknya. Ja Young terdiam teringat kembali dengan kata-kata Na Ri sebelumnya. Na Ri bertanya Ja Young itu orang yang adil, Ja Young pun hanya terdiam merasa serba salah dengan keadaanya sekarang.
Ponselnya tiba-tiba berdering dan itu dari Kim Rak, ia panik langsung berjongkok dibawah meja sambil berbisik kalau sedang siaran sekarang sedang siaran dan sibuk lalu menutup ponselnya.

Kim Rak dalam restoran yang penuh dengan orang-orang yang mengambil fotonya, lalu mencoba untuk menelp Sung Sook. Sung Sook sedang dalam studio berlatih membaca berita, melihat nama Kim Rak langsung mereject ponselnya, menurutnya Sia-sia saja gaun tidur yang dibeli tapi tak bisa dipakainya.
Sementara di restoran tiba-tiba mati lampu, Kim Rak binggung suasana restoran menjadi gelap. Seperti mengambarkan sekarang perasaan dari dua wanita sudah tak ada lagi untuknya. 

Na Ri datang menemui Direktur Oh dalam ruanganya, Direktur Oh pun menyuruhnya untuk duduk. Keduanya akhirnya saling berhadapan, Direktur Oh bertanya apa yang akan dilakukan Na Ri sekarang. Na Ri sadar dirinya itu serakah karena ingin tetap siaran cuaca dan menjadi pembaca berita.
“Tapi Tidak bisakah aku tetap di studio pada hari itu?” ucap Na Ri dengan menahan rasa sedihnya.
Kau pun menyadari bahwa kau serakah. Jangan bersikukuh melakukan keduanya dan buatlah pilihan, Pyo Na Ri. Jadi Tidak bisakah kau tetap siaran cuaca seperti biasanya? Kami membutuhkanmu sebagai penyiar cuaca dan Kau melakukannya dengan sangat baik sampai hari ini.” ucap Direktur Oh
Na Ri keluar dari ruangan Direktur Oh dengan wajah tertunduk dan langsung berlari, Hwa Shin melihatnya saat sedang fotokopi terlihat hanya diam saja tanpa membantunya. Na Ri pergi ke toilet ruang penyiar berita dan langsung menangis tersedu-sedu karena impianya gagal kembali hari ini.

Na Ri akhirnya akan pergi dengan menunggu didepan lift, ketika pintu lift terbuka terlihat Hwa Shin sudah ada didepanya. Dengan wajah cemberut Na Ri masuk ke dalam lift. Hwa Shi bertanya Na Ri mau pergi ke lantai berapa, Na Ri dengan singkat menjawab lantai atas.
Kau melihat gambar-gambar itu ‘kan” ucap Hwa Shin mengajak bicara
Aku tidak mempedulikannya.” Ucap Na Ri langsung keluar dari lift saat pintu terbuka, lalu memilih untuk pindah naik lift yang lainya.
Hwa Shin menahan pintu lift dan keluar dari lift, lalu menarik tangan Na Ri ke dalam lift yang baru terbuka. Terlihat lift berjalan naik ke lantai atas, setelah itu tanda tanya seperti tak tahu pergi kemana mereka berdua.

Jung Won memikirkan sebuah rencana dengan Sek Cha agar Na Ri bisa ikut tes kamera juga. Sek Cha berpikir ia harus  menghalangi bunga kosmosnya mekar atau mengubah saja tanggal festivalnya. Jung Won menyuruh Sek Cha itu jangan berpikir segila itu.
Aku tidak bisa menghalangi bunga kosmos mekar. Jadi Aku rasa hanya perlu mempermainkan waktunya. Kau harus memainkan peranmu  sebagai balasan untuk jajjangmyun itu.” kata Jung Won, Sek Cha terlihat binggung tapi Jung Won hanya tersenyum seperti sudah menemukan caranya. 

Na Ri sedang duduk dalam ruanganya terlihat benar-benar kebingungan, seorang paman sebagai kurir datang bertanya apa paket yang akan dikirimkanya sekarang. Na Ri memberitahu Rute dari Jamsil ke ruang berita gedung ini.
“Jadi Ahjussi, bisakah kau mengantarkan orang juga?” ucap Na Ri, Si paman kaget.
“Aku mohon Tolong selamatkan aku.... Aku tidak bisa menyerah seperti ini.” kata Na Ri
Jung Won berjalan melewati lorong dan melihat dari depan pintu Na Ri yang sedang bicara dengan seorang paman. Si paman khawatir kalau nanti Na Ri bisa terluka dan untuk Sampai ke stasiun TV dalam waktu 14 menit menurutnya itu mustahil.
Aku tidak memiliki orang lain untuk bergantung. Tapi Memang jaraknya terlalu jauh? Padahal Kau pernah mengantarkan pakaian padaku dalam waktu 15 menit, dengan waktu normalnya perlu waktu 30 menit. Kau membantuku menghindari pembatalan siaran. Sekalipun aku tetap terlambat,  dan tidak bisa melakukannya,  Tapi aku tidak bisa diam saja untuk mencoba sama sekali. Jadi tolong bantu aku sekali ini.” kata Na Ri memohon, Jung Won terus melihat Na Ri yang terlihat benar-benar berusaha agar tetap ikut tes kamera. 


Hwa Shin datang menemui Direktur Oh memberitahu akalu Lumba-lumba mati ditemukan lagi dan orang yakin penyebabnya adalah tumpahan minyak jadi Mereka menduga akan lebih banyak lagi yang mati dalam waktu beberapa jam dan akan berangkat ke Busan besok pagi.
Direktur Oh memastikan lebih dulu apakah Hwa Shin yakin dengan beritanya. Hwa Shin mengatakan sangat yakin. Lalu Esok paginya pergi ke lantai atas dan melihat sebuah helikopter menunggu. Pilot bertanya apakah hanya mereka bertiga saja, Hwa Shin membenarkan karena Tim kamera sudah ada di Busan dan orang –orang tersebut yang terbaik saat merekam laut.
Kim Rak memasakan sarapan untuk tiga remaja yang diasuhnya, lalu bertanya-tanya kenapa dua wanita itu tak menghubunginya dan berpikir keduanya sekarang bertengkar karena  memperebutkan, lalu tiba-tiba ke empatya langsung mendongkan kepalanya karena mendengar bunyi suara helikopter yang sangat dekat. 

Hwa Shin ada dalam helikopter, Semua orang sedang siap-siap untuk melakukan tes kamera. Direktur Oh dalam ruangan meminta agar mereka memeriksa lantai dengan baik karena bisa terjadi insiden, sudah berjejer nama juri termasuk Ja Young. Sementara Na Ri sedang melaporkan ramalan cuara dengan naik diatas crane kamera.
Apakah kalian dapat melihat pemandangan di sini? Hari ini, saya berada di sini  untuk perayaan Festival Bunga Kosmos. Meskipun kami berharap dapat berdiri di tengah bunga-bunga, saya memilih duduk di crane ini agar tidak merusak mereka. Hari ini, temperatur dan awan tampak selayaknya musim semi. Ini hari yang pas untuk berjalan-jalan dan menyaksikan bunga kosmos menari.

Nyonya Kim sudah siap dengan pakaian yang rapih meminta supirnya agar mengantar ke stasiun TV, dibelakangnya berjejer 5 mobil yang mengikuti mobilnya. Nyonya Kim memberitahu kalau semuanya  tidak bisa mulai jika jurinya datang terlambat jadi meminta sopirnya agar bisa lebih cepat lagi.
Saat itu lima mobil langsung menyalip dan membuat mobil Nyonya Kim seperti dikepung dan sengaja meperlambat laju mobilnya. Nyonya Kim melihat kalau ia pasti akan terlambat jadi meminta agar lebih cepat lagi, saat sopirnya ingin menyalip mobil didepanya menghalanginya sampai tubuh Nyonya  Kim sedikit berguncang.  Akhirnya mereka berhenti di lampu merah, Nyonya Kim tak bisa lagi menahan amarahnya dan meminta agar sopirnya membuka jendela.
Hey, kau bajingan! Cepat Buka jendelamu! Buka!” teriak Nyonya Kim, Jung Won membuka jendela menyapa ibunya, Nyonya Kim tak percaya ternyata yang menghalangi jalan anaknya sendiri.

Jika ada yang melanggar aturan, maka aku tidak bisa membiarkannya. Sekalipun itu kau, ibu.” Ucap Jung Won
“Apa Kau sudah gila? Apa Kau tidak waras? Bagaimana bisa kau melakukan ini pada Ibumu?” teriak ibunya.
Orang-orang hanya akan gagal jika tidak memiliki bakat. Aku mengatakan padanya untuk tidak menyerah. Jadi Aku akan melindunginya  dari hal buruk apa pun yang mungkin terjadi.” Ucap Jung Won
“Dasar kau berandal! Apa Kau sudah kehilangan akal sehat? Bagaimana bisa kau melakukan hal ini pada ibumu? Kau sudah gila.” Teriak Nyonya Kim
Ibu mengumpat saja sepuasnya. Aku tidak mendengar apa-apa.” Ucap Jung Won menutup jendelanya, disamping mobil Sek Cha membuka jendela meminta maaf pada Nyonya Kim.
Saya rasa Nyonya harus jalan sekarang, karena lampunya sudah hijau.” Ucap Sek Cha, Nyonya Kim melonggo lalu mengatakan kalau Sek Cha dipecat. 


Hwa Shin akan kembali dengan helikopter, pilot melihat kalau  Jalanannya macet sekali. Teringat kembali saat melihat video Na Ri dan kata-kata Ja Young sebelumnya. “Jika siaran cuacanya tidak di dalam studio Pyo Na Ri tidak akan bisa mengikuti tes kamera. Bagaimana mungkin dia bisa menyelesaikan dan  mengikuti tes kamera pukul 8 pagi?
Akhirnya Hwa Shin bertanya apakah mereka bisa pergi selama 20 menit saja, si pilot binggung. Hwa Shin mengatakan akan membayar untuk bahan bakarnya dan. Si pilot terlita kesal merasa Hwa Shi berpikir yang sedang dinaikinya itu seperti taksi.
Jika kita tidak pergi sesuai tujuan, maka kau harus menulis permintaan maaf.” Ucap si pilot
Ada landasan helikopter di Jamsil dan itu tidak akan melanggar aturan apa pun.” Kata Hwa Shin
Ada biaya juga untuk pendaratan itu.” kata Si pilot


Memangnya berapa biayanya? Aku akan membayar dan akan bertanggung jawab untuk segalanya,  jadi aku mohon tolong bantu ... Selama tiga tahun,  aku mengira diriku luar biasa. Tapi yang kulakukan sebenarnya hanyalah menerima. Hanya butuh waktu tiga menit dari Jamsil ke stasiun TV menggunakan  helikopter ini.” ucap Hwa Shin
“Aku mohon  Hanya tiga menit, Bantu aku melakukan ini demi dirinya. Hidupnya bergantung pada hal ini,  dia seseorang yang telah memberikan segalanya untukku selama tiga tahun. Hanya tiga menit untuk hari ini. Tolong bantu aku membayar kembali tiga tahun yang telah berlalu. Kau bisa melakukanya kan?” ucap Hwa Shin menatap sedih ke arah bawah. 

Si paman sudah datang untuk menjemput, Na Ri meminta agar menunggu karena  akan segera selesai. PD memberitahu kalau ini segmen terakhir, bertanya Na Ri sudah siap. Na Ri mengatakan sudah siap.  Si PD terlihat khawatir Na Ri yang akan pergi ke stasiun TV dengan mengunakan motor. Na Ri mengangguk.
Konsentrasi kabut hari ini... Sinar UV dan debunya pun tidak buruk” ucap Na Ri melaporkan
Do Gi dalam ruangan control memberitahu 20 detik tersisa untuk siaran cuaca, lalu merasa kalau tidak mungkin bisa melakukannya tepat waktu jadi menurutnya lebih baik menyerah saja.
Selain festival bunga,  hari ini merupakan waktu yang tepat untuk mencuci pakaian, mobil, atau berjalan-jalan. Hari yang baik untuk melakukan semuanya.” Akhirnya Do Gi pun meminta agar Pembaca berita siap dan Na Ri pun menyelesaikan tugasnya.
Ia langsung berlari naik motor bersama dengan Paman, Hwa Shin melihat dari atas helikopter Na Ri yang sedang naik moto dengan paman kurir. Helikopter akhirnya mendarat, Hwa Shin langsung turun dan memberhentikan motor yang dinaiki Na Ri.
Na Ri binggung, Hwa Shin langsung mengajak Na Ri untuk pergi.  Na Ri makin binggung melihat helikopter dideparnya. Hwa Shin memegang tangan Na Ri mengajak untuk bisa pergi Bersamanya. 


Flash Back
Hwa Shin menarik Na Ri ke dalam lift membahas kalau Na Ri  sudah melihat gambar-gambar itu dan bertanya Bagaimana jadinya jika ia sudah mengatakannya sejak tiga tahun lalu, Na Ri meminta agar Hwa Shin jangan mengatakan apapun.
Sudah terlambat, Reporter Lee.”ucap Na Ri
Aku menyukaimu. Balas Hwa Shin dalam hati
Jangan menyukaiku.” Kata Na Ri
Aku mencintaimu.ucap Hwa Shin dalam hati
Aku mencintai orang lain dan Aku mencintai sahabatmu.” Ucap Na Ri
Hwa Shin pun meminta maaf karena  terlambat menyadarinya. Na ir meminta agar Hwa Shin mengakhiri perasaan itu dan menyingkirkan perasaanya lalu tak mau lagi berhadapan dengan Hwa Shin.  

Hwa Shin memegang tangan Na Ri mengajak pergi bersamanya, Na Ri menolaknya, Hwa Shin meminta agar Na Ri ikut denganya sekarang. Na Ri tetap menolaknya, Hwa Shin tahu Na Ri sudah tak punya waktu lagi. Na Ri mengatakan tak bisa pergi bersamanya, tapi Hwa Shin menarik Na Ri berjala masuk ke dalam helikopter. Akhirnya Helikopter pun melayang diudara melewati sungai Han.
 bersambung ke episode 14 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar