Kamis, 19 Januari 2017

Sinopsis Missing Nine Episode 1 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC
Joon Oh akan membuka bajunya untuk masuk ke dalam mobil. Saat itu Ki Joon melihat banyak gurita yang menumpuk dalam dalam bajunya, heran kenapa artisnya itu malah menaruh gurita dalam bajunya. Bang Hee juga membantu mengeluarkan gurita. Joon Oh memberitahu kalau Sutradara yang menaruhnya.
“Biar kubawakan pakaian untukmu.Lihat-lihatlah bajunya danpertimbangkan kembali keputusanmu.” Ucap Bang Hee memohon dan membantu menarikan baju Joon Oh karena ingin mandi.
Ki Joon mengeluh karena bajunya sangat menusuk, tapi mau tak mau bersama dengan Bong Hee menarik baju Joon Oh yang akan melepaskan baju khusus untuk menangkap cumi. 

Bong Hee menahan pintu mobil sebelum Joon Oh menutupnya, meminta maaf dan berjanji tidak akanbuat kesalahan seperti ini lagi. Joon Oh memberitahu harus mandi dan pergi ke bandara menyuruh Bong Hee minggir. Tapi Bong Hee tetap tak menyerah tetap menahan dengan tanganya memohon agar tak memecatnya karena Kalau aku kehilangan pekerjaan ini, takbisa cari nafkah. Sementara Ki Joon berbicara dengan Byung Joo.
“Seorang pengawal bukan hanya jadi sopir saja.Kau harus mengatur tempatnya juga.” Ucap Ki Joon, Byung Joo hanya diam. Bong Hee memohon karena nanti bisa mati kelaparan kalau tidak berkerja. Joon Oh seperti tak mau tahu ingin menutup pintu tapi Bong Hee menahanya begitu kerasa sampai akhirnya terjatuh. Bong Hee pun panik ingin melihat keadaan Joon Oh.
“Kraau tidak melakukan tugasmu” ucap Ki Joon memarahi Byung Joo.
Bong Hee menyakinkan kalau ini jadi stylist nya, Joon Oh berusaha tetap menutup pintu tapi Bong Hee ternyata cukup kuat seperti sering berolahraga. Bong Hee menekanya Joon Oh yang tidak bisa memecatnya seperti ini. Joon Oh yakin Bong Hee  tidak akan mati kelaparan... dengan kekuatannya yang seperti ini lalu meminta agar Byung Joo membantunya.

Akhirnya Ki Joon menarik Bong Hee agar menjauh dari pintu karena akan bicara pada Joon Oh. Saat itu pintu mobil ditutup dan Byung Joo mulai melajukan mobilnya. Byung Joo yang gugup seperti sengaja bolak balik didepan Bong Hee yang terduduk dengan wajah sedih, Joon Oh bisa melihatnya setelah itu langsung berteriak marah pada tingkah Byung Joo bukan pergi malah maju dan mundur didapan Bong Hee. 
 Di dalam mobil
Joon Oh merasa lelah jadi meminta Byung Joo agar mencari makan, lalu pulang, mandi dan pergi ke bandara. Byung Joo mengerti, lalu berpikir makan sup gurita panas karena tadi sudah main lumpur.  Joon Oh terlihat sangat muak dengan gurita seketika. Byung Joon meminta maaf karena lupa sudah menangkap banyak gurita. Ki Joon menelp Joon Oh.

“Bukannya kau memblokir nomorku?” sindir Joon Oh yang tadi di blokir nomornya oleh Ki Joon.
“Dia bilang itu pekerjaan pertamanya.” Kata Ki Joon, Joon On ingin tahu siapa yang dimaksudnya.
“Bong Hee. Ini pekerjaan pertamanya dan ini hari pertamanya kerja dan perjalanan pertamanya ke luar negeri. Hari ini harusnya jadi  hari bahagia untuknya. Apa terlalu kelewatan memecatnya hari ini?” kata Ki Joon membujuk Joon Oh agar tak melakuanya.  Joon Oh hanya bisa terdiam lalu mobilnya terlihat memutar balik.
Joon Oh kembali dan turun dari mobil dengan mengulurkan tanganya, Bong Hee sedang duduk tersenyum melihat Joon Oh yang mengulurkan tangan padanya. Joon Oh meminta kunci mobil Ki Joon karena  Penghangatnya tidak nyala di mobil itu sambil mengomel tidak memperbaiki penghangatnya lalu bertanya keberadaan mobilnya.
Ki Joon menunjuk mobil jemputan anak-anak, Joon Oh pikir kalau Ki Joon itu berencana terus mengemudi mobil kuning itu. Ki Joon merasa kalau Joon Oh sendiri yang menyuruh agar tak menjual mobil jemputan TK karena mobil itu membuatnya polos. Joon Oh tak membahasnya lagi pamit pergi dan akan bertemu nanti di bandara.
Bong Hee ingin mengejar Joon Oh yang pergi,  Ki Joon menahanya menyuruh agar Bong Hee Tidak perlu memanggilnya, menurutnya tidak tahu alasan Joon Oh bersikap seperti itu tapi yakin kalau Bong Hee  tidak memecatnya.Bong Hee melotot tak percaya kalau dirinya  tidak dipecat lalu mengucapkan terimakasih pada Ki Joon. Ki Joon pun meminta agar menunggu di mobil karena akan berbicara dengan sutradara, mereka juga harus pergi ke Legend Town Concert dan akan kesana naik pesawat. Bong Hee terlihat bahagia. 
Joon Oh terlihat tersenyum bahagia kalau Penghangatnya nyala karena Badan mereka bisa hangat nanti selama kita ke bandara. Byung Joon mengaku sampai sudah berkeringat dan merasa panas. Joon Oh pikir merasa  tidak lihat keringat apapun. Byung Joon pun hanya bisa meminta maaf. Joon Oh pun menyuruh Byung Joo jalan saja dan seperti menganti mobil hanya sebagai alasan saja

Di depan bandara beberapa fans sudah berkumpul seperti menunggu kedatangan para artis. Reporter  Park Seul Gi melaporkan  sedang menunggu bintang Legend Entertainment berangkat untuk konser pertama  mereka di luar negeri.
Seorang wanita masuk, Reporter Park memberitahu kalau  Ha Ji Ah baru saja tiba lalu mendekat meminta izin  untuk wawancara singkat, Ji Ah menolak karena sudah sangat terlambat.
Reporter Park beralih pada Seo Joon Oh, mantan leader Dreamers dengan memujinya yang tampan. Joon Oh sudah siap untuk diwawancara, saat itu wartawan berpindah perhatikan karena Tae Ho masuk ke bandara dan Joon Oh seperti diabaikan begitu saja.
“Ini konser pertamamu di luar negeri.Apa kau sudah siap?” tanya reporte Park
“Ini tur konser pertama kami di luar negeri.Aku akan berusaha terbaik.” Ungkap Tae Ho. Reporter Park meminta agar Tae Ho bisa menjaga kesehatan karena mereka sangat khawatir.  Joon Oh berusaha mendekati Tae Ho agar bisa tersorot oleh kamera. 


Yoon So Hee masih ada didalam mobil menatap dirinya dalam cermin, dengan kalung yang sebelumnya di pakaian oleh Bong Hee ketika sampai di bandara. Assitantnya melihat kalung Soo Hee yang miring dan ingin memperbaikinya, So Hee dengan angkuhnya menyuruh agar tak memeganganya.
Semua wartawan dan fans terlihat sangat bahagia melihat Soo Hee yang masuk ke dalam bandara,  Reporter Park mencoba untuk mewawancarainya, dan Joon Oh kembali mendekati So Hee agar bisa tersorot.
Presdir Hwang dan bersama Tae Ho Hang, Jang Do Pal dan sekertarisnya melihat dari kejauhanya. Presdir Hwang berpesan pada Presdir Jang agar  Berperilakulah yang baik selama ia pergi, serta Jangan berani-beraninya mengambil uang perusahaan lagi. Do Pal mengerti dan akan mengingat pesannya. Presdir Hwang memperingatakan kalau Tidak ada kesalahan kedua lagi, Do Pal mengerti. 

Bong Hee terlihat melonggo melihat pesawat jet pribadi yang akan dinaikinya terlihat sangat mewah. Ki Joon memanggil Bong Hee. Aga menyiapkan pakaian yang nyaman untuk Joon Oh karena ingin ganti baju. Bong Hee mengangguk mengerti.
“Satu hal lagi. Apa Kau pernah naik pesawat?” tanya Ki Joon, Bong Hee mengaku ini pengalaman pertamanya.
“Kau tahu orang-orang melepassepatu mereka sebelum naik, 'kan? Lalu Bawakan pakaiannya kesini.” Perintah Ki Joon, Bong Hee menganguk mengerti.
Setelah Ki Joon pikir menurutnya Tidak mungkin orang-orang melepas sepatu, tapi akhirnya mempercayai ucapan Ki Joon dan melepaskan sepatunya dengan melihat semua interior pesawat yang mewah layaknya sebuah hotel. 

So Hee masuk pesawat sambil menelp mengatakan akan memberitahu kalau sudah kembali menurutnya tuan Jang dan dirinya hanya perlumembicarakan satu hal. Bong Hee melihat So Hee yang duduk didepanya seperti terpana karena bertemu dengan artis.
“Kau stylist-nya siapa?” tanya So Hee, Bong Hee memberitahu  sebagai stylist-nya Seo Joon Oh. So Hee mengejek dengan bahasa inggrisnya kalau Bong Hee “screwed.”
“Apa berat pekerjaanmu?” tanya So Hee dingin. Bong Hee mengaku baik-baik saja dan akan pamit pergi.
”Apa kau tahu Joon Oh Oppaorang macam apa?” tanya So Hee, Bong Hee mengaku belum terlalu mengenalnya.
“Berwaspadalah terhadap Joon Oh Oppa. Jangansampai kehilangan kepercayaannya.Dia itu berbahaya.” Pesan So Hee seperti penuh arti.
Saat itu Joon Oh berteriak memanggilnya meminta pakaian karena merasa tak nyaman dengan pakaian yang digunakanya. Bong Hee pun memberikan pakaian yang sudah disiapkanya.  Joon Oh pun menyapa So Hee yang sduah lama tak bertemu,  So Hee pun membalasnya dengan menanyakan kabarnya tanpa menatapnya karena sibuk membaca majalah.

“Aku suka film-mu dan senang kau sukses.”komentar Jong Oh 
“Aku harus terus bekerja keras supayatidak bernasib sama sepertimu.Kau takkan pernah tahu kapan rodaberputar dalam industri hiburan ini.” Ungkap So Hee. Joon Oh terdiam mendengar ucapan So Hee mengingat kejadian sebelumnya. 

 Flash Back
So Hee seperti masih menjadi artis baru, Joon Oh datang masuk ruang make Up meminta naskah untuk menghafal Bagian 80 Adegan 7. So Hee akan keluar ruangan karena Joon Oh harus bersiap-siap. Joon Oh bertanya mau kemana So Hee dengan berpakaian seperti itu, karena tidak punya stylist jadi menyuruhnya untuk duduk saja karena sebentara lagi akan selesai. So Hee pun duduk kembali.
“Apa aku akan menjadi sukses sepertimu?” ucap So Hee yang melihat Joon Oh sudah sukses dengan karirnya.
“Jangan khawatir. Kau akanjadi lebih sukses dariku.” Ungkap Joon Oh yakin.
Joon Oh akhirnya dengan senyumanya memberitahu So Hee kalau tidak akan berubah sepertinya, jadi tak perlu khawatir karena So Hee itu  tidak akan terlupakan. So Hee hanya diam saja, Joon Oh melihat Bong Hee yang melepaskan sepatunya merasa heran lalu keluar dari kabin pesawat itu berganti baju. Soo Hee mangaku kalau Ki Joon yang menyuruh untuk melepaskanya. 

Joon Oh masuk ke dalam bagian toilet, tanpa menutupnya meminta celananya. Bong Hee memberikanya dan Joon Oh langsung melepaskan celananya tanpa ragu, Bong Hee panik langsung bersembunyi dibalik toilet merasa heran  Joon Ho yang bisa melepas celananya  padahal baru pertama bertemu.
“Aku meminta pakaian yang nyaman,tapi dia memberiku turtleneck.Dia memberiku pakaian yang tidak nyaman.Aku seharusnya tidak mempekerjakan seseorang tanpa pengalaman.” Keluh Joon Oh kesal merasa dirinya yang memang terlalu baik.
Bong Hee yang mendengarnya memilih untuk tak mendengarnya dengan mengeluarkan ponsel mengirimkan pesan pada ibunya, “Ibu, aku sudah di pesawat sekarang. Sampai jumpa, Ibu.” Bong Hee yang tak tahan mendengar keluhan Joon Oh memilih untuk melihat ruangan lainya, lalu dikagetkan dengan pria dan wanita yang sedang berciuman. 

Ji Ah melihat Bong Hee lalu menariknya dan menuduh kalau baru saja merekam mereka, Bong Hee binggung. Sementara Tae Ho mengelap bibirnya dengan tissue setelah berciuman dengan Ji Ah. Ji Ah yakin kalau Bong Hee itu pasti sedang merekam mereka, Bong Hee mangaku kalau hanya melihatnya saja. Ji Ah meminta agar melihat ponselnya, Bong Hee memberitahu kalau sedang mengirimkan pesan pada ibunya. Ji Ah tak percaya mengambil ponsel milik Bong Hee.
Tae Ho langsung bertanya siapa Bong Hee, Bong Hee mengenalkan diri sebagai stylist-nya Seo Joon Oh. Tae Ho tahu kalau Kyung Ran stylist-nya Joon Oh. Bong Hee mengatakan kalau Kyung Ran tak lagi berkerja dan dirinya sebagai stylist barunya. Joon Ho melihat Bong Hee langsung datang menghampirinya.

“Hei apa yang kau lakukan?Turtleneck-nya tambah membuat kulitku sakit.” Keluh Joon Oh, Tae Ho memastikan kalau Bong Hee itu memang  stylistnya. Joon Oh membenarkan, Tae Ho tak percaya kalau wanita itu memang benar stylishnya.
“Darimana kau dapat ini? Apa Kau punya pakaian yang seperti ini?” ucap Joon Oh menunjuk pakaian yang dipakai Tae Ho, Bong Hee mengeleng sambil meminta maaf. Akhirnya Ji Ah memastikan tidak ada video yang direkam pada Ponsel Bong Hee.
Ji Ah melihat Joon Oh yang datang menyapnya dengan melihat kulitnya yang menjadi lebih tua menurutnya perlu perawatan kulit. Joon Oh kesal karena Ji Ah baru saja mengejeknya lalu meminta pakaian yang lain. Bong Hee terlihat bingung karena sebelumnya Ji Ah bercumbu dengan Tae Oh lalu mengoda Joon Oh.


Tiga artis lainya masuk, seperti Cao Lu terlihat sedang berseru dengan dua anggota lainya. Ho Hang memberitahu jadwal kalau pada hari kedua harus bangun jam 7 pagi, setelah sarapan menghadari sebuah acara. Presdir Hwang mengeluh bertanya kenapa harus datang ke acara tersebut.
“Ini permintaan dari MenteriLuar Negeri sendiri.” Jelas Ho Hang, Presdir Hwang bertanya apakah mendapatkan uang kalau hadir. Ho Hang mengatakan tidak tapi mungkin nanti.
“Kapan? Apa Setelah aku mati?” ucap Presdir Hwang marah, Ho Hang panik meminta agar Presdir tak berkata  seperti itu.

Presdir Hwang melihat anggota girl bandnya dengan menawarkan minum, Cao Lu meminta Kopi. Lalu Presdir Hwang menanyakan dua member lainya, Cao Lu  meminta agar Jangan berikan mereka apapun karena menurutnya tidak pantas mendapatkannya. Ho Hang merasa Cao Lu itu jahat dan akan membawakan air putih. 


Pesawat pun mulai mengudara, Presdir Hwang menjamu para artisnya pada bar di dalam pesawat, Joon Oh seperti yang paling telat datang, Lee Yeol memanggil Joon Oh agar bisa bergabung, Joon Oh pun langsung duduk disamping Lee Yeoul dan Ki Joon.
Presdir Hwang menuangkan wine pada Lee Yeol lebih dulu, Ki Joon menatap sinis ke arah Ji Ah yang menyuapkan buah pada Tae Ho, seperti memilki rasa cemburu.  Joon Oh memberitahu Presedir Hwang kalau ingin minum juga. Presdir Hwang tak mengubrisnya.
“Kau sudah bekerja keras selama setahun dan harus merajai semua tangga lagu.”ucap Presdir Hwang ramah.
“Akan kuusahakan. Joon Oh Hyung juga merekam album.” Ucap Lee Yeol, Joon Oh memberitahu telah menulis banyak lagu juga. Presdir Hwang seperti tak peduli lalu meminta Lee Yeol memutarkan lagu barunya.
Lee Yeol akhirnya memutarkan lagu walaupun terlihat canggung karena Presdir Hwang terus mengabaikan Joon Oh. Presdir Hwang pun memberikan minuman untuk Tae Oh, Tae Oh merasa dirinya sebagai artis terkemuka jadi meminta agar mencarikan stylist baru, yaitu Jung Yoon Gi. Predir Hwang tak masalah akan mempekerjakanya.
“Untuk pertama kalinya Tae Ho  dapat peran utama, reputasi jeleknya Dreamers di masa lalu akan  sirna selamanya. Setelah kau menandatangani kontrak baru dan merilis album itu pasti akan jadi hadiah bagus untuk penggemarmu.” Ungkap Presdir Hwang penuh harapan. Lee Yeol memberitahu kalau lagunya akan siap diputar.
Predir Hwang pun ingin mendengarkannya, Semua terdiam saat mendengarkan intro dari lagu yang diputar Lee Yeon.


Flash Back
Joon Oh mendengarkan intro lagu yang sama dalam ruang studio. Seperti ketiganya masih bersatu menjadi anggota Dreamers, lalu memuji pencipta lagu mereka yang berkerja dengan baik. Tiba-tiba pria itu mengangkat tangan karena ingin menyampaikan sesuatu dan kalau  tidak bisa melakukan ini lagi.

“Lagunya mirip dengan lagu si brengsek itu, kan? Ini bukan lagu utama, 'kan?” kata Presdir Hwang terkejut.  Lee Yeol mengaku sedang memikirkannya. Joon Oh terlihat menahan amarahnya
“Hyung, maaf... Hanya itu yang bisa kita  lakukan untuk mengenang dia.” Kata Lee Yeol pada Joon Oh,  Akhirnya Joon Oh pun memilih untuk keluar dari bar dan pamit pada Presdir Hwang tak sengaja menabrak pramugari yang sedang membawa minuman. 

Kapten pesawat memberitahu kalau  mereka sedang mengalami zona turbulensi, jadi meminta agar kembali ke tempat duduk dan Kenakan sabuk pengaman. Bong Hee dalam ruangan pakaian Joon Oh kebingungan karena pesawat terus saja goyang.
Joon Oh melempar jaketnya agar Bong Hee mencuci jaketnya, Bong Hee binggung bertanya apakah Pesawatnya goyang-goyang begini. Joon Oh balik bertanya kalau Apa ini pertama kalinya naik pesawat? Bong Hee membenarkan, Joon Oh tak percaya kalau Bong Hee baru pertama kali naik pesawat lalu menanyakan baju yang harus dipakainya, Bong Hee menyarankan satu baju.
Bong Hee sedang menunggu di lorong, Predir Hwang keluar dari bar dan Ji Ah pun keluar, Ki Joon memanggilnya memberikan sebotol obat dan berpesan agar jangan diminum terlalu banyak. Ji Ah mengerti, Bong Hee hanya melihat keduanya seperti sangat dekat. Ji Ah pun menyapa Bong Hee yang kembali bertemu. Presdir Hwang masuk ke bagian depan pesawat dengan berbaring merasa Hidup memang tak gampang.

Lee Yeol berbicara pada Joon Oh diruangan lainya, menjelaskan kalau  tidak berusaha untuk menyakiti perasaannya, jadi meminta agar  Jangan salah paham. Joon Oh terlihat marah ingin tahu alasan Lee Yeol  menulis lagu seperti itu. Saat itu  Tae Ho datang melihat dari depan pintu.
“Lee Yeol... Katakan saja... bahwa Lagu itu.Kau menulisnya... untuk Joon Oh Hyung hidup denganrasa bersalah selama sisa hidupnya.” Ungkap Tae Ho, Joon Oh melotot kaget mendengarnya. 

Kapten melihat kalau Awannya makin gelap saja. Co. Pilot bertanya apakah Kapten belum pernah mencoba sebelumnya. Kapten pikir mereka harus naik ke atas. Co Pilot memberitahu kalau mereka akan naik ke level 300 lalu menaikan tuas stir kemudi pesawat.
“Request flying flight level 300  karena keadaan cuaca.” Ucap Co Pilot mulai menaikan ketinggian untuk menghindari awan.
Ho Hang yang duduk menarik Presdir Hwang karena terjadi guncangan jadi harus mengenakan sabuk pengaman. Predir Hwang merasa tak masalah karena Tidak ada sabuk pengaman dan sudah melepaskannya. Bong Hee dalam toilet kebinggungan karena pesawat terus berguncang dan ingin buru-buru mencuci baju Joon Oh.

Kilat dan awan hitam seperti mengeliling pesawat, Ho Hang makin panik karena melihat kilatan petir dari jendela. Presdir Hwang merasa tak khawatir dan yakin kalau Pesawat ini tidak akan jatuh karena dibeli dengan harga mahal. 

 Sementara  Lee Yeol berusaha menghentikan Tae Ho agar tak bicar karena sedang mabuk. Tae Ho makin marah, merasa kalau ucapanya tak ada yang salah dan alasan mereka harus bubar.
“Kenapa kita bisa dibubarkan? Lalu Salah siapa itu?” ucap Tae Ho menatap Joon Oh seperti menyindirnya, Lee Yeol menghindari pertengkaran meminta agar mereka membicarakan lagi nanti saja.
“Tidak perlu.... Jadi Apa yang ingin kau katakan?” kata Joon Oh menantangnya.

“Kudengar kau ikut perjalanan ini untuk memperpanjang kontrakmu. Dan kau mengambil hati pihak  agensi buat bisa merilis album. Dan apa Kau mau menulis sebuah lagu? Kau pikir siapapun bisa membuat lagu? Kau hanya suka memanfaatkan orang lain, kan? Kau sampai membuatku takjub.” Ucap Tae Ho menyindir.
Lee Yeol merasa ucapan Tae Ho sudah kelewatan, Tae Ho merasa tak salah dengan mengingatkan yang dilakukan Joon Oh  yaitu membunuh seseorang dan Jae Hyun meninggal karena Si brengsek Joon Oh. 


Flash Back
Jae Hyun mengaku  terlalu stres dan merasa seolah-olah aku bisa mati karena stres. Joon Oh dengan sombongnya menyuruh Jae Hyun agar mati saja sambil mengumpat seperti tak peduli sama sekali. 

Kapten kembali memberikan peringataan pada penumpang pesawat agar kembali duduk dan mengenakan sabuk pengaman.  Ho Hang makin panik memberitahu kalau ada badan dan memintanya agar kembali duduk saja. Presidr Hwang mengumpat dengan yakin kalau pesawat ini tidak akan jatuh. Ho Hang meminta agar Presdir memakai sabuk pengaman. Ki Joon  tertawa dengan Presdir Hwang mengejek Ho Hang itu penakut.
Seperti terjadi hujan es dan akhirnya balik-balik disayap terbakar. Ji Ah masuk dalam ruangan dibuat binggung dengan suasana menegang antara mantan anggota Dreamers lalu menyuruh mereka untuk duduk. Pesawat terus bergoyang, bahkan lampu berguncang dengan sangat keras.
Joon Oh melihat dari jendela kalau bagian pesawat ada yang terbakar, Ji Ah makin panik karena dalam pesawat terus berguncang seperti terjadi gempa bumi. Tae Ho merasa kalau ini tanda  karena ada... tamu yang tidak diinginkan  naik pesawat ini. Lee Yeol binggung dimana sabuk pengaman, Ji Ah berteriak panik Tidak ada sabuk pengaman di sini!
Joon Ho menyuruh duduk saja, Ji Ah berteriak kalau mereka yang harus duduk. Tae Ho meminta agar Ji Ah tak panik dengan yakin kalau pesawat tak mungkin jatuh. Joon Oh terus meminta agar Ji Ah berpeganganya, Ji Ah memberitahu sudah duduk dan berpegangan dari tadi. Joon Oh berteriak menyuruh Ji Ah tak berteriak. 

Bong Hee masih dalam toilet terjatuh dengan tangan tercelup ke dalam bagian toilet. Ho Hang pun mencoba menyelamatkan diri dengan membungkukan dan dan meletakan kedua tangan di belakang lehernya. Ki Joon yang melihatnya merasa Ho Hang seperti baru pertama kali naik pesawat, merasa yakin kalau semua ini hanya disebabkan oleh arus udara saja. Presdir Hwang terus tertawa melihat sekretarisnya yang terlihat lucu.
Tiba-tiba Pesawat berguncang dengan hebat, Presdri Hwang dan yang lainya berguling ke arah kiri, alat bantu pernafasan pun keluar dari atap. Bong Hee dalam toilet berteriak meminta tolong, Ji Ah pun terlempar lalu tak sadarkan diri. Semua panik mencoba merayap melihat keadaan Ji Ah.
Co pilot memberitahu mesin nomor dua terbakar tanda peringatan terlihat dilayar, mereka seperti mencoba menurunkan pesawat. Presdir Hwang yang terkejut seperti dibuat binggung lalu melihat bagian pesawat yang terbakar. Ki Joon mengingat dengan Ji Ah langsung berjalan ke sisi ruangan lainya.  

Botol wine mulai berjatuhan, Lee Yeol mencoba menyadarkan Ji Ah. Joon Oh melihat lampu yang akan jatuh langsung melindungi keduanya dengan bantal. Co pilot berusaha mengurangi kerusakan tapi tak berhasil malah membuat Joon Oh dkk terpental. Pilot pikir mereka ikuti tindakan darurat umum. Co Pilot pun menyebut “Mayday. Mayday. Mayday.”
Pesawat seperti menukik ke arah bawah dengan cepat, Tae Ho berteriak agar menghentikan leluconn itu. Ki Joon akhirnya datang langsung histeris melihat Ji Ah yang tak sadarkan diri, Bong Hee berteriak agar meminta diselamatkan berusaha membuka pintu toilet.
Saat itu melihat Soo Hee yang duduk ketakutan, Bong Hee meminta agar menunggu karena akan mencari tahu apa yang terjadi. Co pilot melaporkan “HL0079. We're in a dive! Pesawat kita jatuh.” Lalu menarik tuas dari pesawat. Guncangan terus terjadi, Bong Hee bisa melihat kearah jendela begitu semua yang ada diruangan lain dan tanda peringatan. Lee Yeol berteriak dan kembali teringat saat tahu 2012 dengan poster anggota Dreamers.  

Sementara Presdir Hwang berbicara di telp menanyakan apa yang dikatakan Jae Hyun lalu mengumpat kalau seharusnya mencoba membujuk dia.Ki Joon mengingat saat duduk disamping Ji Ah  memberitahu akan memiliki manajer baru mulai besok. Ji Ah kaget bertanya alasanya,  lalu berpkir kalau karena hal itu. Ki Joon tak membahasnya dengan melirik pada Byung Joo yang menyetir, lalu mengalihkan dengan memasangkan sabuk pengaman untuk Ji Ah dan meminta agar memakai sabuk pengamannya.

Tae Joo memberitahu dari telpnya lalu terlihat kebinggungan, Soo Hee yang duduk didepan toilet teringat terjebak dalam kemacetaan akhirnya keluar dari mobil dan berjalan kaki. Joon Ho berpegang pada kursi mengingat saat semua anggota tim sudah berkumpul dan mengajaka agar mereka sekarang.
Ketika mereka masuk terdengar suara seperti benda yang jatuh, Semua dikejutkan dengan melihat Jae Hyun yang jatuh bunuh diri diatas mobil dengan bagian kepala penuh luka. Joon Oh benar-benar shock dan menangis, begitu juga Presdir Hwang. So Hee menangis histeris melihat Jae Hyun mati depan matanya.

Pesawat akhirnya masuk ke dalam air, dua pilot langsung menutup wajah mereka. Dorongan air yang kuat pun masuk ke dalam pesawat, semua seperti terdorong dari tempatnya dan seperti hayut terbawa derasnya air. Semua melayang dalam pesawat yang sudah terendam oleh air.
Bersambung ke episode 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


1 komentar: