Kamis, 12 Januari 2017

Sinopsis The Legend of the Blue Sea Episode 16 Part 2

PS : All images credit and content copyright : SBS
Sim Chung memperlihatkan kamarnya yang ada diatas, Nyonya Moo melihat  kamar yang nyaman dan cantik lalu bertanya apakah boleh tidur bersamanya malam ini. Sim Chung menjawab boleh lalu melihat dua kota didepannya, dan menemukan sebuah surat diatasnya.
“Untuk cintaku yang konyol, kau melalui begitu banyak haluntuk datang dan berada di sampingku,dan aku bersyukur kau datang.Mulai sekarang, aku akan membuatmu hanya memakaisepatu cantik dan berjalan di jalur yang bagus.” Tulis Joon Jae.
Sim Chung bahagia melihat isinya adalah sebuah sepati kets dan langsung mencobanya, lalu melihat kotak kedua yaitu boneka cumi-cumi yang ada dimesin, wajahnya bahagia karena boneka itu akhirnya datang ke rumah. Nyonya Moo melihat Sim Chung yang bahagia bertanya apakah Joon Jae yang memberikan padanya. Sim Chung mengangguk
“Karena kau di sini seperti ini di samping Joon Jae,aku bersyukur dan merasa lega.” Ucap Nyonya Mo
“Aku juga. Aku juga sangat bersyukur dan lega karenakau datang bersama Heo Joon Jae,.Tapi... kalau terjadi sesuatu dan aku tidak ada disampingHeo Joon Jae lagi,jangan pergi kemanapun dan temani dia, yah?” kata Sim Chung
Nyonya Mo binggung apa yang terjadi pada Sim Chung,  Sim Chung mengaku kalau hanya mengatakannya untuk berjaga-jaga.

Joon Jae ingin menuliskan dalam bukunya, lalu mendengar suara hati Sim Chung “Heo Joon Jae, terima kasih untuk hadiahnya.” Akhirnya mengambil ponselnya. Sim Chung sudah berbaring dikamarnya menerima pesan dari Joon Jae “Kenapa kau masih bangun?”
“Hari ini adalah ulang tahunku, tapi aku tidak bisamelihat wajahmu dengan baik.” Gumam Sim Chung,
Joon Jae masuk ke kamar melihat ke arah pintu atas, lalu menuliskan pesan agar membuka pintunya. Sim Chung melirik ke arah ibu Joon Jae yang tertidur lalu mengendap-ngendap menuruni tempat tidur berjalan kearah pintu.
“Karena kau sudah melihat wajahku, pergi tidur.Berhenti membuat kebisingan.” Ucap Joon Jae yang saling menatap
“Saat aku menonton TV, ciuman adalah sesuatu yang haruspada hari ulang tahun.” gumam Sim Chung. Joon Jae langsung menyuruhnya agar mendekat, Sim Chung melihat ibu Joon Jae terlihat dahulu, lalu menuruni kamarnya. Sementara ibu Joon Jae yang terlihat tertidur tersenyum seperti sengaja membiarkan Sim Chung dan Joon Jae berdua saja. 

Sim Chung pikir Joon Jae akan memberikan ciuman ulang tahun lalu sengaja memajukan bibirnya,  Joon Jae menatapnya lalu menutupi wajah Sim Chung dengan mengejeknya, putri duyung nakal, bertanya-tanya ada apa dengan cinta romantis dan sebagainya menurutnya tetap saja  akan menuju jenis yang kotor.
“Apa maksudmu cinta yang kotor? Selama ini? Apa kau sedang bercanda?” ucap Sim Chung kesal
“Aku juga ingin memperingatkanmu sebelumnya, tapi tolong jangan terlalu banyak berpikir sebelum tidur di malam hari. Ini terlalu berisik untukku!” kata Joon Jae, Sim Chung merasa malu karena Joon Jae yang bisa menguping pikiranya.

“Siapa yang melakukan itu? Aku juga tidak ingin mendengar itu. Kau terus mengoceh dan itu sebabnya aku bisa mendengarmu. Sudah aku katakan berkali-kali sebelumnya,tapi aku tinggal di rumah karena aku tidak suka suara berisik dari lantai lain. Kau mengoceh dari lantai atas membuatku susah tidur!” jelas Joon Jae.
“Aku mengerti tuan lantai bawah. Jadi apa kau memintaku untuk melihatmu mengeluh tentang kebisingan?” ucap Shim Chung.
Joon Jae mengatakan tidak seperti itu, lalu memeluk Sim Chung karena ingin mendekapnya erat, dan hari ini harus memeriksa dan melihat apa hatinya berdetak dengan baik Tapi menurutnya sepertinya detaknya tidak terlalu bagus. Sim Chung pikir itu berdetak dengan baik. Joon Jae memberikan kecupan di bibir Sim Chung dan kembali memeluknya, menurutnya kali ini detak jantungnya sudah bagus. Sim Chung bahagai memeluk erat Joon Jae. 


Nyonya Moo akhirnya kembali kerumah, Jin Joo langsung menyambutnya karena tak bisa tidur saking terkejutnya, lalu bertanya apakah anak Nyonya Moo tumbuh dengan baik. Nyonya Moo mengangguk. Jin Jo mengaku lega karena Sekarangbisa memegang tangannya dan tinggal bersama anaknya sekarang. Nyonya Mo binggung kenapa ia harus tinggal dirumah anaknya.
“Tapi Joon Jae harus kembali ke tempatnya yang sebenarnya.” Kata Nyonya Mo lalu akan pergi.
“Kau mau kemana, pergi di tengah-tengah pembicaraan kita?” ucap Jin Joo, Nyonya Mo mengatkaan akan membuat makan malam. Jin Joo pikir tak perlu menurutnya lebih baik memesan makan sana dan meminta agar menceritakan lagi kejadianya.
“Sebagai gantinya, kenapa kita tidak minum teh dan mengobrol? Apa kau ingin kopi?”kata Jin Joo mengeluarkan gelasnya, Nyonya Mo meminta  Teh plum hijau. Jin Joo pun mencari-cari dalam rak keberadaan Teh plum hijau lalu bertanya dimana menaruhnya. Nyonya Mo memberitahu ada di kulkas di rak kedua. Jin Joo pun bisa menemukanya.
Tuan Cha baru datang dengan membawa kantung plastik belanjaan, Jin Joo pun dengan bersemangat memberitahu suaminya kalau Nyonya Moo menemukan putranya. Tuan Chan memberikan selamat, Nyonya Moo pun mengucapkan terimakasih dengan tertunduk malu lalu binggung kenapa Tuan Cha membawa plastik belanjaan.
“Cuacanya dingin, dan terlalu berat bagimu untuk pergi ke pasar tanpa mobil. Jadi karena hari ini dia bebas, aku memintanya untuk pergi mendapatkan bahan makanan sebagai gantinya.” Cerita Jin Joo
“Oh, benarkah. Kau terlalu berlebihan melakukannya. Tapi Sayuran agak layu dan ada terlalu banyak lemak pada daging...” ucap Nyonya Moo melihat isi belanjaanya.

“Ahh. Benar, aku tahu kau akan melakukan hal ini. Apa kau tidak bisa berbelanja dengan baik?!” ucap Jin Joo memukul suaminya.
“Maafkan aku. Aku hanya mengambil apa pun yang mereka berikan kepadaku.” Kata Tuan Cha, Nyonya Moo pikir bisa dimengerti karena Tuan Cha adalah seorang pria dan akan pergi dan mencoba untuk menukarnya.
Jin Joo menolak karena membuatnya Nyonya Moo  lebih banyak pekerjaan. Saat itu Si Ah yang baru bangun menuruni tangga dan langsung kembali menaiki tangga saat melihat ibu Joon Jae sudah datang. Nyonya Moo melihat Si Ah yang kabur darinya.

Si Ah gelisah dalam kamarnya, sampai akhirnya Nyonya Mo datang ke kamarnya. Si Ah dengan gugup mempersilahkan masuk. Nyonya Mo pikir Si Ah tahu semuanya kalau  Joon Jae adalah putranya, menurutnya ia akan mengatakan pada anaknya...
“Apa kau akan memberitahu Joon Jae?” tanya Si Ah panik
“Tidak, aku tidak akan melakukannya. Aku mendengar bahwa kau sudah menjadi teman baik baginya. Terima kasih. Mulai sekarang, tolong lakukan hal yang sama.” Kata Nyonya Mo, Si Ah mengucapkan terimakasih dengan memanggilnya ibu.
Nyonya Mo menolak dipeluk oleh Si Ah menurutnya bersikap seperti  biasa saja dan beristirahatlah. Si Ah melihat Nyonya Moo tersenyum saat berbicara kepadanya, tapi kenapa membuat dirinya  merasa sangat tidak nyaman berpikir kalau Nyonya Moo  hanya memberi batas Antara Joon Jae dan dirinya. 

Chi Hyun baru berjalan di lobby dengan petinggi lainya, saat itu Joon Jae datang menghampiri menanyakan keberadaan ayahnya. Chi Hyun menyurun para pertinggi untuk pergi lebih dulu. Saat itu beberapa berbisik kalau mengetahui Joon Jae adalah putra kandung Tuan Heo. Chi Hyung terdiam seperti menahan amarahnya.
“Apa dia ada di sini di perusahaan?” tanya Joon Jae
“Sudah aku katakan sebelumnya. Dia pergi berlibur bersama teman-temannya.” Ucap Chi Hyun berbohong, Joon Jae ingin tahu pergi kemana.
“Karena Untuk beristirahat, dia pergi ke Hawaii.” Kata Chi Hyun
“Dia sudah pergi cukup lama. Karena makanan, dia tidak bisa tinggal lebih lama dari seminggu di luar negeri bahkan untuk perjalanan bisnis yang sangat penting.” Ucap Joon Jae mengetahui sifat ayahnya.
Chi Hyun tak mengerti maksud Joon Jae mengatakan hal itu, Joon Jae mengaku aklau tidak bisa mempercayainya dan menarik perkataan untuk menjadi anak yang berbakti kepada ayah.

Detekif Hong dan anak buahnya pergi ke sebuah tempat karena ingin memverifikasi catatan penerbangannya dengan Namanya Heo Il Joon. Nomor kependudukannya adalah 58-110-.. Keduanya keluar dari kantor imigarsi. Detektif Hong menelp Joon Jae kalau tidak ada catatan perjalanan ayahnya.
“Hawaii atau di mana pun, dia belum keluar negeri selama enam bulan terakhir. Aku yakin dia ada di negara ini.” Ucap Detektif Hong, Joon Jae pun langsung menutup telpnya.
“Hyung, ada tempat di mana kita harus mencuri.” Kata Joon Jae, Nam Do terlihat bahagia ingin tahu dimana tempatnya, saat itu Sim Chung melirik sinis mendengar kalau Nam Doo ingin mencuri kembali.
Nam Do akhirnya pergi kolam renang, ingin tahu Di mana ingin mencuri. Joon Jae memberitahu di Rumah ayahya. Nam Do kaget merasa Joon Jae sedang bercanda karnea  Mencuri dari rumah ayahnya. Joon Jae pikir   akan bagus kalau mereka bisa masuk ke sana dan mengumpulkan beberapa bukti.

“Tapi tetap saja, wanita bernama Kang Seo Hee itu menakutkan. Bagaimana kalau kita juga tertangkap?” kata Nam Do, Tapi Joon Jae memilih untuk menutup ponselnya. 
Sim Chung yang sedari tadi mengumping mengatakan kalau akan membantu. Nam Do heran membantu apa maksudnya. Sim Chung mengatakan kalau itu  Mencuri dari rumah ayah Heo Joon Jae. Nam Do tak percaya kalau Sim Chung mendengar semuanya, tapi menurutnya tak perlu.
“Tap, kau mengenal Heo Chi Hyeon, saudara tirinya. dan ibu Joon Jae terkait dengan Kang Seo Hee. Ahh.. Tapi tetap saja, kau tidak bisa. Kalau Joon Jae mencari tahu, itu akan menjadi neraka! Bagaimana kalau kita melakukannya tanpa diketahui olehnya?” ucap Nam Do menolak 


Nyonya Moo menarik Jin Joo menjauh, Jin Joo ingin tahu apa yang bisa dibantu olehnya dengan Nyonya Kang Seo Hee. Nyonya Moo  meminta agar bisa memanggilnya untuk keluar selama sekitar dua jam. Nyonya Moo tahu Wanita itu begitu tertutup sampai dia benar-benar tidak ingin pergi ke pertemuan jadi Agak sulit untuk memanggilnya keluar, tapi ada cara di mana dia tidak bisa menolak untuk keluar.

Seo Hee terlihat kaget mengetahui Ahn Jin Joo mengumpulkan semua orang kecuali dirinya. Temanya mengatakan kalu mendengar bahwa Jin Joo akan mengungkapkan beberapa informasi penting yaitu Sesuatu tentang bagaimana kebohongan tidak bisa menang melawan kebenaran atau apa pun.
“Wanita ini, dia gila? Dimana? Katakan di mana dan kapan!” ucap Seo Hee paiak
“Dia membuat aku berjanji tidak akan memberitahumu. Kau tidak bisa mengatakan kepadanya bahwa kau mendengarnya dari aku, Nyonya” ucap si wanita, Seo Hee mengerti dan ingin tahu dimana pertemuanya. 

Chi Hyun masuk ke kamar ayahnya bertanya apakah sudah tidur, Tuan Heo sedikit membuka matanya menurutnya obatnya terlalu kuat jadi merasa agak pusing, lalu melihat anaknya seperti tak biasa bertanya apakah baru saja minum. Chi Hyun membenarkan.
“Ayah, tidak bisakah kalau putramu... hanya aku? Dengan begitu, maka aku akan melindungimu dengan baik sampai akhir. Apa harus ada Joon Jae juga? Itu karena aku juga merasa kesal. Aku mengatakan kepada Joon Jae... berkali-kali bahwa kau sakit, tapi dia mengatakan tidak akan datang.” Cerita Chi Hyung
“Padaku, dia berkata karena dia ayahmu, jaga saja dia sendiri. Dan Ayah... kau tahu apa yang dia lakukan hari ini? Dia menipu orang-orang. Aku sangat khawatir jadi saat aku memeriksanya, itulah yang dia lakukan. Tapi tetap saja, apa harus Joon Jae?” kata Chi Hyun kesal
Tuan Heo merasa anaknya sudah sangat mabuk,  jadi menyuruhnya agr bisa pergi tidur. 

Nam Do sibuk memeriksa semua rumah dan langsung menandai dengan memasukan selembar brosur, di parkiran mobil sudah dibuat stiker[100% Kepuasan Pelanggan! “Satu tembakan, Tepat sasaran, Selamat tinggal serangga”]
Joon Jae siap dengan topi dan juga pakaian sebagai pegawai pembersih serangga, sementara Sim Chung juga sibuk mempercantik dirinya dalam kamar. Saat keluar dari kamar, Joon Jae langsung bertanya mau kenama Sim Chung. Sim Chung balik bertanya lagi dengan pakaian yang tak biasa. Joon Jae kebinggungan menjelaskanya.
“Aku memiliki pekerjaan yang harus dilakukan.” Ucap Joon Jae
“Oh, kita memiliki pekerjaan yang harus dilakukan, jadi kami akan pergi” kata Nam Do menarik  Joon Jae pergi,tapi Joon Jae memarahi Sim Chung karena mengunakan pakaian pendek saat cuaca dingin.
Sim Chung binggung karena menurutnya dressnya itu tak pendek, Joon Jae memuji Sim Chung kalau terlalu cantik dengan dressnya jadi meminta agar segera menganti pakaianya. Nam Do kembali menarik Joon Jae agar segera keluar dan memberikan kode kedipan mata pada Sim Chung. 


Detektif Hong berada dalam mobil, saat Nyonya Heo keluar dari rumah dengan mengunakan mobilnya. Saat itu Nam Do dkk keluar dari mobil. Detektif Hong menceritakan sudah melakukan pengintaian selama seminggu, tapi kita belum pernah melihat ayah Joon Jae satu kalipun. Mungkin tidak di luar negeri tapi bisa pergi ke luar kota.
“Heo Chi Hyun juga akan terlambat malam ini, kan?” ucap Joon Jae memastikan lebih dulu, Nam Do pikir seperti itu lalu mengajak mereka  selesaikan dengan cepat
Detektif Hong tak ingin bertanggung jawab dan memperingatkan  Jangan melakukan sesuatu yang ilegal dan berhati-hatilah. Anak buahnya mengejek Detektif Hong seperti menyuruh anaknya pergi bertugas. 

Nam Do sudah masuk didalam rumah dengan memberitahu pekerjaanya sebagai pembasmi serangga dalam rumah dengan satu tembakan, bibi dirumah binggung mereka datang begitu awal bulan ini.
“Rumah semut perangkap hanya bekerja dengan baik untuk 15 hari, jadi kami akan menyiapkan yang baru dengan cepat setelah membuang yang lama. Jangan merasa terganggu. Berapa banyak perangkap yang ada di dapur?” ucap Nam Do sengaja mengalihkan si Bibi. Joon Jae berdiri diruang tengah menatap kembali rumahnya yang dulu pernah ditempatinya

Chi Hyun dan Sim Chung makan di restoran, Chi Hyun mengaku senang karena Sim Chung yang menelpnya lebih dulu.  Sim Chung mengaku  ada sesuatu yang ingin diketahui. Chi Hyun bertanya apa yang ingin ditanyakan.
“Apa kau mengenal seseorang yang bernama Ma Dae Young? Ma Dae Young dan ibumu dan kau, bagaimana kalian terkait?” tanya Sim Chung, saat itu Ma Dae Young duduk dibelakang mereka sedang makan.
“Kenapa kau bertanya sesuatu seperti itu?” ucap Chi Hyun terlihat kaget.
“Ma Dae Young terus berlama-lama di sekitarku, dan Aku tidak tahu kenapa itu. Kalau itu ada hubungannya dengan keluargamu, aku pikir kau mungkin bisa menghentikannya.” Kata Sim Chung
“Maaf, tapi aku tidak tahu, Aku tidak ada hubungannya dengan orang itu” kata Chi Hyun berbohong. 

Tae O memakai komputer berusaha mematikan semua CCTV yang ada dilayar. Nam Do terus mencoba mengalihkan bibi dengan menunjuk bagian  perangkap semutnya. Joon Jae membuka sebuah ruangan dan melihat banyak bunga berwarna ungu dan mengambil semua gambarnya, lalu melihat dalam laci mengambil sampel obat dan barang bukti lainya.
Si bibi terlihat binggung, Nam Do terus mencari harus memasangnya sekitar 10 dan 10 untuk kecoa lalu memberi kode apda Joon Jae agar bisa naik ke lantai atas. Joon Jae memastikan lebih dulu lalu menaiki ke lantai atas. 

Joon Jae sedikit gugup akan masuk ke dalam kamar dan terlihat gelap, Tuan Heo dengan meraba menyalakan diatas meja, Joon Jae terlihat sedih melihat ayahnya. Tuan Heo yang tak bisa melihat dengan jelas berpikir kalau Chi Hyun yang datang. Joon Jae tetap dan berjalan mendekat, Tuan Heo panik bertanya siapa yang datang dengan mencari ponselnya, Joon Jae langsung menaruh ponsel ditangan ayahnya.
“Apa kau mencari ini... Ayah?” kata Joon Jae, Tuan Heo kaget ternyata yang datang Joon Jae tapi tak bisa melihat dengan jelas.
“Apa yang kau lihat di sini ?! Ada apa denganmu? Kau bahkan tidak bisa mengenali putramu sendiri. Menderita dalam keadaan ini, kau terpisah dari ibuku. dan kau memperlakukanku dengan begitu buruk?” ucap Joon Jae dengan nada tinggi.
Saat itu bibi bisa mendengar suara dari lantai atas, Nam Do terus mencoba mencari perhatian,  Si Bibi memilih untuk kembali ke kamar. Nam Do bingung karena seharusnya perlu mendengar lebih banyak
Joon Jae menarik ayahnya untuk pergi, Tuan Heo bertanya mau kemana mereka.  Joon Jae pikir Ke mana saja selain di rumah ini. Tuan Heo binggung ingin tahu alasanya kenapa harus pergi. Joon Jae mengenaska kalau ayahnya tetap tinggal dirumah ini maka mereka tidak akan tahu apa yang akan terjadi padanya.

“Ini adalah rumahku. Apa yang akan terjadi padaku di rumahku sendiri?” ucap Tuan Heo menolak
“Seperti apa yang terjadi dengan Manajer Nam, kau, dan orang lain...!Ini adalah kesalahan Ibu Tiri.” Kata Joon Jae
“Aku tidak tahu bagaimana kau masuk ke rumah ini, tapi... Setelah kembali ke rumah setelah 10 tahun, Apa yang bisa kau lakukan adalah memfitnah ibumu?” kata Tuan Heo, Joon Jae tak menganggap Seo Hee adalah ibunya.
“Kau mungkin ingin memberitahuku bagaimana pilihanku adalah salah.” Pikir Tuan Heo 
“Ya, kau salah memilih. Dari awal sampai akhir. Segala sesuatunya!” tegas Joon Jae, Tuaen Heo tak terima pada Joon Jae yang berani menilai seperti itu.
“Ini pilihanku! Dan ini hidupku! Ini tidak salah. Aku merasa bahagia. Hanya karena penglihatanku semakin menurun, Apa Kau ingin memberitahuku bahwa pilihanku dan hidupku gagal? Mata ini akan semakin membaik setelah operasi. Karena kondisi tubuhku sedang tidak baik maka aku tidak bisa melakukan operasi. Kalau saja aku bisa melakukan operasi...!” ucap Tuan Heo yakin
“Sepertinya kau tidak hanya, tidak bisa melihatku yang berdiri di depanmu. Tapi Kau tidak bisa melihat apapun bahkan tidak berpikir untuk melihat ke mana hidupmu akan jatuh.” Tegas Joon Jae
Tuan Heo merasa Joon Jae sangat ingin mengkritik ibu tirinya, dengan mengumpat kalau anaknya kurang ajar karena menurutnya istrinya itu  wanita baik yang membersihkan kamarnya dan menunggnya untuk datang ke rumah bahkan Hidup bersama selama 17 tahun, kalau Seo Hee adalah yang paling mengenalnya menurutnya Joon Jae tak tahu apapun..
“Nama asli Kang Seo Hee adalah Kang Ji Hyun. Dia menikah dua kali, Kedua suaminya menjadi buta lalu kemudian meninggal dalam kecelakaan  dan kau menjadi seperti ini... Akan sangat bagus kalau itu adalah kebetulan, tapi semua situasi ini mengatakan kalau itu bukan.” Jelas Joon jae
“Darimana kau mendapatkan kebohongan seperti itu...?” kata Tuan Heo tak percaya
“Kalau kau tidak ingin percaya, maka jangan percaya.Tapi... Aku tidak bisa meninggalkanmu sendirian seperti ini. Bahkan jika dengan kekerasan, aku harus membawamu bersamaku. Ayo pergi.” Kata Joon Jae tetap mengajak ayahnya pergi.
“Biarkan aku pergi! Dia mengatakan kau sudah menipu orang! Karena itulah kenapa kau melakukan hal mengerikan ini kepadaku sekarang, kau bajingan!” teriak Tuan Heo, Joon Jae kaget melepaskan tangan ayahnya. 

Sementara Bibi pelayan menelp memberitahu  karena ada yang aneh dengan suara keras dari lantai atas dan tiga orang  mengatakan mereka bekerja untuk sebuah perusahaan pembasmi hama tapi mendengar "ayah" dan hal-hal seperti itu. Chi Hyun yang ada diparkiran memberitahu  akan pulang sekarang.
“Jangan biarkan Ayah pergi dan kalau terjadi sesuatu, segera lapor ke polisi.” Perintah Chi Hyun dengan Sim Chung yang berdiri didepanya.
“Apa karena ini kau meminta untuk bertemu denganku hari ini? Sepertinya Joon Jae ada di rumah. Dan Maafkan aku. Sepertinya aku tidak akan mengantarmu pulang... Selamat tinggal.” Kata Chi Hyun menatap Sim Chung dengan kesal lalu meninggalkan dengan parkiran. 

Ma Dae Young keluar dari persembunyianya, Sim Chung melihat dan berjalan mendekat seperti sudah menyiapkan sesuatu dalam saku jaketnya. Dae Young memperlihatkan sebuah palu yang ada ditanganya. Sim Chung akan mendekat dan saat itu Dae Young melempar palu ke bagian atas dan pipa air pun terbuka dan air seperti huja turun.
Sim Chung langsung berlari menghindari dengan masuk ke tangga darurat dan berlari terus menaiki tangga, Dae Young pun mengikutinya dari belakang sampai akhirnya di depan pintu ketika Dae Young membukanya, Sim Chung langsung memegang tanganya. Dae Young panik karena tersentuh oleh Sim Chung.
“Semua ingatanmu akan hilang dan aku yakin kau akan ditangkap. Meskipun kau tidak ingat apapun, maak aku akan berharap bahwa kau akan merasakan neraka untuk waktu yang sangat lama.” Ucap Sim Chung
Sim Chung bisa melihat yang dalam pikiran Dae Young, seperti seorang mati terbunuh ditangga dan korban lainya, lalu melihat sosok Seo Hee yang ada ada didepan mobil ambulance. Sim Chung juga bisa melihat kejadian saat jaman Joseun, Dae Young yang membunuh dengan melihat putri duyung yang membuatnya tersenyum sumringah.
Lalu pertempuran di atas kapal untuk menangkap dan membunuhnya, saat itu seorang pria juga melemparkan tombak ke arahnya,
Sim Chung mengingat cerita Joon Jae “Mereka berdua hidup dengan baik. Mereka tidak menyakiti atau terluka. Mereka memiliki banyak bayi yang cantik dan membesarkan mereka dengan baik, mereka dengan senang hati tumbuh tua bersama-sama untuk waktu yang sangat lama.” Dengan melepaskan tangannya merasa kalau itu hanya sebuah Kebohongan.
bersambung ke episode 17

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar