Sabtu, 28 Januari 2017

Sinopsis Missing Nine Episode 4 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC

Bong Hee mengikuti jalan So Hee yang ada di tepi tebing. Lalu Bong Hee seperti bisa mengingat ketika berjalan terus mengikuti So Hee melewati ilalang, saat tepat ditepi tebing seperti mengingat kenangan kembali. Saat itu Bong Hee memegang kalung So Hee lalu tak sengaja mendorongnya.
So Hee terlihat bertahan dengan memegang pingiran tebing, Bong Hee akhirnya membiarkanya dan membuat So Hee terjatuh dari tebing. Bong Hee yang mengingatnya langsung jatuh lemas sambil menangis, teringat kembali ucapan kakak So Hee yang memberitahu kalau adiknya itudibunuh di pulau itu.

Bong Hee terus menangis mengetahui kalau ternyata dirinya yang membunuh So Hee ditebing. Penyidik Oh seperti baru menemukan Bong Hee, melihatnya sedang menangis berpikir mengingat sesuatu. Bong Hee langsung menghapus air matanya mengaku tak mengingat apapun.
Penyidik Oh melihat wajah Bong Hee yang pucat berpikir kalau sakit,  Bong Hee mengaku kalau baik-baik saja dan berusaha untuk tetap tenang. 

Dokter Terapis menemui Hee Kyung dalam ruangan, Hee Kyung bertanya apa yang ingin dikatakan oleh dokter itu. Dokter mengaku selam ini sudah merenang akan memberitahu atau tidak, tapi menurutnya Hee Kyung harus tahu jadi membawa alat perekamnya. Hee Kyung binggung dengan benda yang dibawanya. 

Bong Hee dan Penyidik Oh sudah kembali ke Korea, dibandara Penyidik Oh memastikan kembali apakah Bong Hee tak mengingat apapun. Bong Hee tetap mengaku tak mengingat apapun dan meminta maaf. Penyidik Oh merasa mereka itu sudah buang-buang uang saja.
“Lalu Kau mau kemana setelah ini?” tanya Penyidik Oh, Bong Hee mengatakan ingin pulang kerumah. Penyidik Oh pun akan mengantarnya.
Bong Hee pikir tak perlu, lalu ponselnya berdering dan melihat nama Jaksa Yoon, memilih untuk membiarkanya. Penyidik Oh bertanya apa Bong Hee tak ingin mengangkatnya. Bong Hee merasa tak perlu mengangkatnya dan ingin pulang sendiri. Penyidik Oh melarang dan menyuruh dua pengawal mengantar Bong Hee pulang kerumah.
Saat itu Hee Kyung menelp, Penyidik Oh yang baru kembali. Penyidik Oh terlihat kesal tapi dibuat binggung karena tiba-tiba Hee Kyung menyuruhnya untuk bertemu sekarang juga. 
Bong Hee sedang berjalan pulang ke rumahnya terlihat seperti masih kebinggungan. Penyidik Oh sudah bertemu dengan Hee Kyung di ruanganya. Hee Kyung memberitahu kalau Dokter Park memberikan hasil rekaman Bong Hee selama hipnoterapi.
“Apa kau pernah meninggalkannya sendirian dengan terapis?” tanya Hee Kyung, Penyidik Oh mengingat saat menerima telp keluar ruangan, dan membenarkan kalau hanya pergi keluar sebentar.

“Aku dapat telepon kalau mereka menemukan pulaunya.” Ucap Penyidik Oh, Hee Kyung menyuruh penyidik Oh kembali memutar rekaman itu.
Terdengar suara Dokter Park yang menanyakan apakah mengetahui  kalung itu. Bong Hee menjawab mengetahuinya. Bong Hee menatap keluar jendela dan nampak gelisah, saat itu Jaksa Yoon dalam ruangan juga mencoba menelp Bong Hee yang tak mengangkat telp darinya.

Bong Hee pun menerima pesan dari Tae Young “Kudengar kau mengunjungi pulau itu. Tolong hubungi aku.” Jaksa Yoon duduk didepan mejanya terlihat fotonya saat bersama dengan So Hee. 

Flash Back
Bong Hee mengatakan pada Dokter Park kalau Kalung itu milik... So Hee. Dokter Park menanyakan alasan kalung Yoon So Hee ada padanya. Bong Hee seperti mengingat saat kejadian di pinggir tebing, lalu mengatakan kalau ia yang membunuhnya.

Penyidik Oh yang mendengarnya melotot kaget mendengar pengakuan Bong Hee. Hee Kyung pun ingin tahu kelanjutannya sekarang,  mengenai Ra Bong Hee akan membuatnya menjadi korban yang selamat atau pembunuh. Penyidik Oh pikir Tidak ada bukti bahwa Bong Hee membunuh.
“Penyidik Oh... Aku tidak bicara soal bukti... Tapi Yang kubicarakan, manakah yang lebih menguntungkan bagi kita? Apa kita harus membuatnya korban yang selamat atau pembunuh?” ucap Hee Kyung
“Apa maksud Ketua, yang terbaik dari sudut pandang politik?” kata Penyidik Oh, Hee Kyung membenarkan.

“Karena itulah rakyat membayar pajak untuk gaji kita. Jadi, Apakah kita harus membuat dia  sebagai korban selamat atau pembunuh? Haruskah kita menyambut Ra Bong Hee atau menangkapnya?” ucap Hee Kyung, Penyidik Oh dibuat binggung dengan pilihanya sekarang. 


Bong Hee tiba-tiba datang membawa sebuah koper, Presdir Hwang mengingat kalau itu koper miliknya, lalu bertanya dimana menemukan itu. Bong Hee  mengatakan menemukannya di dekat batu-batu. Presdir Hwang bahagia menemukan sepatunya jadi bisa mengunakan alasan kakinya.
Sementara Ki Joon dan juga Joon Oh mengambil sikat gigi dan mulai menyikat gigi mereka karena berhari-hari tak pernah sikat gigi. Joon Oh heran tidak melihat koper ini terakhir kali. Bong Hee pikir koper itu terbawa arus  dan menurutnya ada lagi koper  di dekat batu-batu itu.
“Apa ada yang mau berenang denganku  buat mengambil koper itu? Kita tidak tahu berapa lama lagi harus tinggal disini. Jika kita menemukan koper lagi..., mungkin saja koper itu bisa membantu dan harus menemukannya. Siapa yang  mau ikut denganku?” ucap Bong Hee,  Semua hanya diam dan menatap pada Joon Oh, Joon Oh heran melihat semuanya yang menatap padanya. 

Keduanya sudah duduk di dekat bebatuan dan melihat sebuah koper yang terobang obing didepan mereka. Bong Hee hanya menatapnya seperti ragu kalau harus mengambilnya. Joon Oh pikir sebelumnya Bong Hee mengajak agar mengambil koper itu. Bong Hee seperti tak yakin kalu mereka akan menemukan koper lainya.
Joon Oh menyakinkan kalau Semua orang mengandalkan mereka jadi tak perlu khawatir, dengan mengulurkan tangan meminta Bong Hee mempercayainya. Keduanya mulai berenang untuk mengambil koper yang terbawa arus, Bong Hee dengan cepat mengambil koper dan kembali, Joon Oh terlihat berusaha untuk berenang dan ternyata hanya berenang  di bagian air hanya setinggi pinggangnya.

Koper pertama berhasil dibawa Bong Hee, mereka langsung bahagia  melihat  isinya ada ramyun. Bong Hee melarang Joon Oh yang ingin makan satu cup saja, Joon Oh tak percaya melihat ada tuna kaleng juga dalam koper. Saat itu Joon Oh memberikan semangat pada Bong Hee mengambil koper lainya dan ia diam-diam menyembunyikan sebungkus ramen.
Bong Hee kembali mengambil koper yang tenggelam, Joon Oh hanya berenang dipinggiran mulai memakai penyemprot wajah agar segar dan juga pasta gigi. Bong Hee menemukan ada kimchi kemasan lalu mengajak untuk bisa makan selembar saja, Joon Oh menolak karena tak menyukainya.  Akhirnya Bong Hee sendiri yang makan selembar kimchi.

Setelah makan mereka akan kembali mencari Koper, Bong Hee lebih dulu masuk ke dalam laut, Joon Oh mengaku akan menyusul dan buru-buru menghabiskan satu kemasan kimchi ke dalam mulutnya. Bong Hee kembali dengan membawa koper lainya dan isinya banyak sekali pakaian.
Joon Oh melihat wajah Bong Hee yang sudah pucat dan bibirnya gemetar karena kedinginan, menurutnya harus istirahat. Tapi Bong Hee pikir mereka harus mengambil koper lainya. Joon Oh memberikan jaket yang ada dalam koper untuk Bong Hee dan akan mengambil koper lainnya sekarang. 

Keduanya berhasil membawa enam koper dan berjalan ke dalam hutan, baru setengah jalan Joon Oh meminta untuk beristirahat satu menit. Bong Hee heran melihat Joon Oh yang kembali meminta agar terus beristirahat, Joon Oh seperti tak biasa berkerja seperti merasa sanga kelelahan.
“Kenapa kau lelah sekali? Kau itu Cuma menemukan 1 koper saja dalam 2 jam.” Ucap Bong Hee heras
“Arus air itu tadi terlalu kuat. Dan Kenapa kau bisa dapat  lima koper walaupun di arus kuat seperti itu?” ucap Joon Oh juga merasa heran dengan Bong Hee.
“Lagipula, arusnya memang juga semakin kuat. Apabila yang lain tidak akan bertahan, maka aku juga akan kesulitan. Jika kita tidak berhati-hati, maka kita mungkin tenggelam di laut.” Komentar Bong Hee
“Bagaimana kau bisa tahu itu? Apa Kau seorang penyelam?” kata Joon Oh, Bong Hee membenarkan kalau ia adalah  anak dari seorang penyelam. Joon Oh tak percaya mendengarnya.
“Hanya aku saja yang bisa ke dalam air untuk sementara ini dan Terlalu berbahaya bagi orang lain.” Kata Bong Hee
“Kau harus berhenti bekerja dan selalu saja yang  mengerjakan apapun.” Perintah Joon Oh yang selama ini Bong Hee yang berkerja keras mencari makan untuk mereka.  Bong Hee pikir dirinya tak mau menjadi orang yang tak berguna dipulau ini. 

Semua yang sudah menunggu langsung memilih pakaian dalam koper, Presdir Hwang melihat Ho Hang yang berusaha membuka koper yang belum terbuka, menyuruhnya memilih baju di koper yang sudah terbuka saja. Ho Hang memberitahu kalau tak ada baju yang muat untuknya.
Joon Oh melihat So Hee bertanya apakah sudah memeukan pakaianya, Soo Hee yang duduk sendirian menganguk sudah memegang baju untuk menganti pakaianya. Bong Hee masih sibuk membuat tirai dari kain, Joon Oh bertanya pada Bong Hee apakah tidak menganti baju. So Hee mengatakan setelah menyelesaikan perkerjanya.
“Kenapa banyak sekali kain?” tanya Joon Oh heran, Bong Hee pikir seperti kain itu sengaja disiapkan untuk perlengkapan panggung.
“Apa Kau tidak kedinginan?” tanya Joon Oh, Bong Hee merasa baik-baik saja walaupun wajahnya terlihat pucat. 

Ji Ah menemukan sebuah jaket wanita berwarna pink dan menanyakan pendapatnya pada Yul. Joon Oh tiba-tiba mengambil jaket dari tangan JI Ah mengaku kalau itu pakaian miliknya, Ji Ah merasa kalau jaket itu sudah jadi miliknya karena yang pertama kali melihat. Joon Oh mengaku kalau menyukai pakaian itu,
“Ini jaket perempuan.” Keluh Ji Ah heran, Joon Oh menegaskan kalau jaket itu miliknya. Ji Ah merasa Joon Oh memang sudah gila sampai tak bisa berkata-kata.
Joon Oh pergi menemui Bong Hee melempar jaket mengaku pakaian itu terlalu sempat jadi menyuruh agar memakainya. Bong Hee binggung karena Joon Oh tiba-tiba memberikan jaket padanya. 



Bong Hee sudah berganti pakaian dan melihat jaket yang ada ditanganya, dengan berjalan perlahan-lahan pergi ke tempat Ji Ah tidur den menaruh jaket ditubuh Ji Ah agar tak kedinginan. Joon Oh tiba-tiba melempar Bong Hee jaketnya kembali memperingatkan agar memakainya sebelum memarahinya.
Tapi Bong Hee merasa tak enak hati kembali memberikan jaketnya untuk Ji Ah. Joon Oh tetap bisa mengetahuinya dengan mengancam Bong Hee yang akan mati ditanganya. Bong Hee pikir jaket itu lebih baik untuk Ji Ah yang sedang sakit. Joon Oh mengatakan kalau Ji Ah sudah punya jaket.
Bong Hee melewati jalan belakang agar tak ketauan menaruh kembali jaket ke tempat Ji Ah. Joon Oh kembali mengambilnya dan melempar pada Bong Hee untuk memakainya. 
Bong Hee melewati jalan yang lain agar bisa memberikan jaket pada Ji Ah, tiba-tiba tangan Ji Ah menariknya sebelum pergi. Bong Hee kaget karena ternyata Ji Ah belum tidur. Ji Ah pikir mana mungkin tak bisa tidur, karena keduanya berisik dan membangunkanya. Bong Hee hanya bisa meminta maaf.
Ji Ah meminta agar ia bisa tidur, Bong Hee pikir Ji Ah sedang sakit dan harus tetap hangat. Ji Ah memberikan jaket itu untuk Bong Hee saja agar tak menganggunya lagi. Akhirnya Bong Hee kembali dengan memakai  jaketnya.
Joon Oh bisa tersenyum melihat Bong Hee akhirnya memakai jaket yang dipilihnya, tiba-tiba ia merasakan sesuatu. Lee Yeol melihat Joon Oh terbangun untuk kembali tertidur. Saat itu terlihat ada langkah kaki yang mendekati tempat tinggal mereka. 

Bong Hee seperti terbangun paling akhir, keluar rumah bertanya-tanya Kemana yang lainnya. Saat itu Ki Joon lewat didepanya, Bong Hee bertanya keberadan yang lainya.  Ki Joon mengatakan kalau mereka dalam masalah, dengan bergegas pergi. Bong Hee kaget melihat ada bekas makanan yang berserakan. Joon Oh juga tak tahu karena bukan mereka yang memakan semuanya.
“Lalu  siapa? Apa maksudmu ada orang lain lagi yang ada di pulau ini?” kata Ki Joon
“Jika memang ada, dia tidak akan lari jauh, setelah makan makanan kita seperti ini.” Ucap Joon Oh.
Bong Hee penasaran siapa sebenarnya orang itu. Lee Yeol dan Tae Ho datang memberitahu kalau pakaian yang mereka temukan juga hilang. Semua melonggo kaget, Tae Ho yakin itu Berarti menandakan ada orang lain di pulau ini. Semua saling berpandangan dan terlihat seseorang sedang makan semua yang diambil dari tempat Joon Oh dkk. 


Bong Hee duduk dikamarnya melihat kalung yang dipakainya, Jaksa Yoon kembali menelp dan Bong Hee memilih untuk tak mengangkatnya sambil mengucapkan permintaan maafnya. Ibunya memanggil Bong Hee agar mereka segera makan. Jaksa Yoon terlihat sangat kecewa karena Bong Hee tak menjawab telpnya.
Jaksa Cho dan temanya datang melaporka kalausudah mencari tahu dan merasa kalau situasinya tegang di komisi penyelidikan khusus. Jaksa Yoon binggung dengan maksud ucapan juniornya itu.

“Mereka menghindari kontak dengan orang-orang di luar komite dan menggunakan saluran pelaporan. Sepertinya mereka sudah menemukan sesuatu yang mencurigakan.” Jelas Jaksa Cho, Jaksa Yoon makin tak mengerti mencurigkan seperti apa.
“Kabarnya Ra Bong Hee di-hipnoterapi  beberapa hari yang lalu.” Ucap Jaksa Cho. Jaksa Yoon terdiam mendengarnya. 


Seorang anak buah memanggil Ketua Jo yang sedang berbicara dengan seseorang. Hee Kyung meminta nanti saja berbicara padanya dan meminta agar membatasi akses masuk ke gedung. Anak buahnya mengerti dan terlihat Hee Kyung sedang berbicara dengan Dokter Park secara pribadi.
Jaksa Cho menceritakan sejak Hee Kyung bertemu dengan dokter Park situasi makin tegang serta sikapnya berubah. Dan ternyata sudah menghubungi seseorang. Jaksa Yoon makin penasaran siapa yang dihubungi oleh Hee Kyung.

Hee Kyung seperti berbicara di telp dengan seseorang bertanya apa yang lebih disukainya sebagai Seorang pembunuh atau korban selamat. Lalu memuji orang itu kalau lebih pintar berpolitik dibanding dirinya.
Jaksa Yoon dengan wajah serius meminta Jaksa Cho  agar mencaritahu  Klinik tempat Ra Bong Hee di-hipnoterapi. Jaksa Cho menganguk mengerti. 


Mereka semua berkumpul mengadakan rapat, Presdir Hwang pikir Situasi seperti ini mungkin terjadi lagi jadi mereka harus bergiliran dan jaga malam dan mengusulkan dua orang yang berjaga agar lebih aman. Joon Oh pun bertanya siapa yang akan berjaga untuk malam ini.
Tae Ho pun mengajukan dirinya, Joon Oh setuju lalu bertanya siapa lagi yang akan menemaninya. Semua hanya diam, saat itu Tae Ho melirik Bong Hee dan bertanya apakah ma menemaninya. Bong Hee kaget, Joon Oh pura-pura batuk dengan mengatakan “jangan” tapi Bong Hee menjawab untuk menyanggupi ajakan Tae Ho.
Akhirnya Tae Ho pun mengajak mereka segera pergi ke bagian tempat penyimpanan makanan. So Hee melirik Tae Ho seperti khawatir karena mengetahui kalau Tae Ho sebelumnya yang mencekik seseorang untuk bertahan hidup, seperti merasakan kalau akan melakukan juga pada Bong Hee. 


Bong Hee memastikan jumlah makanan di dalam ruangan, lalu duduk bersama Tae Ho untuk berjaga malam. Ia mengajukan pertanyaan pada Tae Ho alasan memilihnya,  karena merasa kalau selama ini tidak pernah melakukan sesuatu yang membuatnya kesal atau marah, jadi tidak tahu kenapa tiba-tiba memilihnya.
“Aku tidak suka kau dan Joon Oh sering bersama. Itu sebabnya.” Ucap Tae Ho.
“Apa kau sebenci itu  pada Joon Oh?” kata Bong Hee, Tae Ho hanya diam saja, saat itu tanpa mereka sadari seseorang mencoba mengambil ramen dari celah bagian atas rumah.
“Sepertinya kau bersikap sinis  karena pria bernama Jae Hyun itu. Aku tidak tahu apa yang terjadi di antara kalia, tapi kalian satu band  dan dekat seperti saudara. Kalian tidak seharusnyasaling bersikap kasar.” Saran Bong Hee.
“Apa kau tahu Joon Oh membunuh seseorang?”tanya Tae Ho, Bong Hee mengingat pengakuan Joon Oh kalau Aku membunuh Jae Hyun.

“Tapi kau hanya merasa dia yang melakukannya tapi Dia tidak benar-benar membunuhnya.” Ucap Bong Hee yakin Joon Oh tak melakukanya.
Tae Oh pikir Bong Hee itu  masih saja tidak tahu Joon Oh dan akan tahu sendiri seiring berjalannya waktu karena akan melihat bagaimana Joon Oh membunuh seseorang. Tiba-tiba terdengar bunyi suara kaleng yang sengaja dibuat, agar bisa mendengar kalau ada orang yang mendekati tempat mereka.
Joon Oh terbangun dari tidurnya, Tae Ho pun langsung berlari lebih dulu mengejar pria yang ada didepanya. Joon Oh dan Bong Hee ikut berlari dibelakangnya. Ketiga masuk ke dalam hutan, Tae Ho bisa melihat pria yang mengambil stock makanan, sementara Joon Oh dan Bong Hee kehilangan jejaknya. 


Tae Ho memberikan beberapa pukulan pada si pencuri saat jatuh ke bagian bawah tanah, Si pria menahan tangan Tae Ho mengaku sebagai petugas pesawat yang dinaikinya. Tae Ho heran melihat si pria  makan mencuri makanan mereka karena bisa saja datang ke tempat mereka berlindung.
Joon Oh berteriak memanggil Tae Ho, Tae Ho pun berteriak memberitahkan keberadanya. Si pria tiba-tiba bertanya pada Tae Ho apakah ia masih ingin hidup dan meminta agar bisa mendengarkan ucapanya.

“Aku tidak bisa menyelamatkan mereka semua tapi bisa  menyelamatkanmu setidaknya. Kita bisa keluar dari pulau ini.” Ucap Si pria, Tae Ho tak percaya, terdengar teriakan Joon Oh dan Bong Hee yang memanggil Tae Ho semakin mendekat, Si pria langsung menutup mulut Tae Ho.
“Dengarkan aku jika kau ingin hidup maka Biarkan mereka lewat.” Perintah Si pria
Tae Ho pun  bersembunyi dibalik dinding tanah yang menjorok ke dalam, Sementara Bong Hee dan Joon Oh berjalan diatasnya terus mencari keberadaan Tae Ho. Akhirnya Tae Ho membiarkan Joon Oh dan Bong Hee pergi dari tempatnya dan meminta si pria menjelaskan ucapanya.
“Bagaimana kita bisa keluar darisini?” tanya Tae Ho, 


Tae Ho kembali ke tempat semua korban yang sedang berkumpul didpan api unggun, teringat kembali perkataan si pria.
Flash Back
Pria memberitahu kalau Ada sebuah sekoci di dekat pantai. Tae Ho seperti tak percaya.
“Aku yakin Tapi sekocinya hanya bisa muat empat orang, jadi selama ini aku sudah mengawasimu. Aku ingin melihat siapa yang harus kuajak naik ke sekoci itu.” Jelas si pria
“Jika kita naik sekoci itu..,apa kita bisa keluar dari pulau ini? Apa sekoci itu aman?” tanya Tae Ho khawatir.
“Tentu saja. Sekoci itu memang sudah disediakan di pesawat, kalau-kalau ada kecelakaan. Jadi hanya Dua orang. Jika kita dapat dua orang lagi maka kita bisa keluar dari sini.” Jelas si pria
“Jadi Jika kita dapat dua orang lagi..., kita tidak harus tinggal di pulau sialan ini, ‘kan? Kita bisa hidup.

Tae Ho melihat ada sekoci di pinggir pantai mengetahui alau hanya perlu dua orang lagi maka mereka bisa keluar dari tempat ini. Ia pun kembali menenemui semua korban selamat seperti memastikan siapa saja yang akan dibawa olehnya keluar dari pulau.
Semua yang melihat Tae Ho langsung memastikan keadaanya baik-baik saja. Joon Oh sempat kesal karena membuat mereka takut. Ji Ah bertanya darimana pacarnya itu. Tae Oh menyakinkan kalau ia baik-baik saja dan hanya berjalan-jalan sebentar karena sangat gelap.
“Bahaya disini, jadi kita harus bersama-sama.” Pesan Ki Joon
“Kau itu bintang top di luar pulau ini. Berhati-hatilah. Kita harus bersama. Ini bahaya.” Tegas Presdir Hwang. Tae Ho seperti memberikan senyuman liciknya, memikirkan siapa saja yang akan dibawanya pergi meninggalkan pulau.

Dokter Park mendapatkan pasien dengan memastikan kalau kursinya nyaman, lalu bertanya apa yang membuatnya gelisah. Jaksa Yoon sudah berbaring dengan menceritakan kalau adiknya meninggal belum lama ini dan Lebih tepatnya dia dibunuh.
“Emosi manusia memang hal yang aneh. Aku merasa sedih pada awalnya..., kemudian mulai merasa tenang seiring berjalannya waktu. Apa cuma aku  saja yang begitu?” tanya Jaksa Yoon
“Hal itu juga sama  dengan luka yang ada di tubuhmu. Lukamu memudar secara bertahap seiring berjalannya waktu.” Kata Dokter Park, Jaksa Yoon sengaja memiringkan tubuhnya.
“Aku mau bertanya padamu sekali lagi. Apa cuma aku  saja yang seperti itu? Nama adikku Yoon So Hee. Aku adalah Yoon Tae Young, seorang jaksa di Kantor Wilayah Seoul Barat. Jadi Aku datang ke terapis yang tepat, 'kan?” kata Jaksa Yoon, Dokter Park terlihat kaget mendengarnya.
bersambung ke episode 5

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar