Senin, 23 Januari 2017

Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 19 Part 1

PS : All images credit and content copyright : SBS
Hye Won langsung mencium Hwa Shin sebagai balas dendamnya, Na Ri yang baru datang kaget sampai menjatuhkan tasnya melihat Hwa Shin berciuman dengan Hye Won.
Siapa kau berani sesumbar pada Ibumu bahwa aku menyukaimu? Membuatku menjadi wanita pecundang menyedihkan, karena menyukai seorang pria yang bahkan tidak tertarik padanya?” ucap Hye Won melotot marah
Apakah itu tidak benar? Bukankah realitanya memang seperti itu?” balas Hwa Shin
Na Ri akhirnya masuk ruangan meminta maaf kalau memang tidak mengganggu dan meminta agar Hye Won keluar ruangan. Hwa Shin dan Na Ri saling menatap dingin, Hye Won menegaskan Na Ri yang mengganggu jadi tidak akan pergi.  Na Ri pun mengaku kalau memang menganggu jadi meminta agar Hye Won keluar.
Aku tidak merasa perlu bicara denganmu.” Ucap Na Ri, Hye Won pikir kalau memang Na Ri marah dan langsung disela oleh Na Ri
Bukankah menyedihkan bila dua orang wanita bicara mengenai seorang pria. Apa Kau tidak merasa begitu? Tolong pergilah.” Kata Na Ri memohon
Reporter Lee, apakah kau berkencan dengan Na Ri?” tanya Hye Won ingin mempertegas, Hwa Shin dengan sinis mengatakan Sudah berakhir.


Hye Won pikir Na Ri sudah mendengar, kalau Hwa Shin bilang bilang sudah berakhir. Direktur Oh masuk ruangan lalu melihat Na Ri dalam ruangan padahlan tak menelpnya, tapi menurutnya itu bagus. Hwa Shin pun meminta agar Direktur Oh keluar.
“Hei... Ini ruanganku.” Ucap Direktur Oh kesal
Tetap saja, tolong tunggu di luar.” Kata Hwa Shin. Direktur Oh melihat dua wanita dan satu pria seperti sedang bersitegang.
Oke. Anggap saja aku tidak pernah datang.” Kata Direktur Oh lalu keluar ruangan. 

Na Ri merasa kalau Ini sebabnya tidak bisa mempercayai Hwa Shin dan mengataka kalau Hwa Shin tidak bisa dipercaya. Padahal  Belum sampai dua jam mengakhiri hubungan dengannya tapi sekarang Hwa Shin sudah mencium wanita lain hanya beberapa jam setelah putus?
Apa kau punya hak untuk berkata seperti itu?” ucap Hwa Shin marah, Na Ri kaget Hwa Shin berkata seperti itu
Kau juga mengatakannya sendiri. Saat Soo Jung datang, bahwa kau mengatakan bahwa kau tidak memiliki hak untuk komplain atau protes atas apa pun. Kenapa berbeda padaku? Kenapa kau mengikutiku kemari? Kau tidak memiliki hak.” Tegas Hwa Shin
Kita sudah berakhir, jadi kenapa kau mengatakan bahwa aku tidak bisa dipercaya dan komplain dengan yang kulakukan menggunakan bibirku sendiri? Apa urusannya denganmu entah bibir bajingan ini yang mencium wanita lain atau rekan kerjanya sekalipun? Kenapa kau mengikutiku kemari?” kata Hwa Shin lalu memikirkan tentang sesuatu.
Lepaskan kacamata itu.... Sudah kukatakan berkali-kali padamu untuk tidak menggunakannya di depan wanita lain. Kenapa kau menggunakannya saat mencium wanita lain?” ucap Na Ri marah, Hwa Shin mulai menyakini sesuatu tentang Na Ri.  


Akhirnya Hwa Shin menarik Na Ri diatap gedung, memberitahu  Hye Won adalah rekan kerjanya,  Tidak kurang dan tidak lebih. Na Ri berkomentar sinis kalau Hwa Shin pasti selalu mencium rekan kerjanya, kembali membahas seniornya itu baru  saja mengemasi barang dan pergi beberapa saat lalu.
“Dan yang Terlebih lagi, kau mencium Hye Won di ruangan Direktur Oh?!!” ucap Na Ri tak percaya
Kau yang bilang bahwa aku seorang bajingan.” Kata Hwa Shin membalasnya.
Apakah tadi pertama kalinya kau mencium Hye Won?” tanya Na Ri penasaran, Hwa Shin hanya menatapnya. Na Ri ingin Hwa Shin menjawab Ya atau tidak.
Jika memang untuk pertama kalinya, maka kau seharusnya tidak melakukannya di ruangan Direktur Oh. Sejak kalian disatukan untuk siaran berita pukul tujuh malam, aku sudah tahu hal seperti ini akan terjadi. Aku tahu ada sesuatu di antara kalian saat dia memintaku menggantikan dia di kencan buta.” Ucap Na Ri kesal
Sepertinya, Hye Won membuatmu terganggu.” Kata Hwa Shin, Na Ri binggung
Apa Kau cemburu?” ucap Hwa Shin yakin, Na Ri menjawab tidak.

Hwa Shin tersenyum mendengar jawaban Na Ri itu tidak, lalu bertanya apa yang ingin diketahui. Na Ri bertanya apakah Hwa Shin berencana mengencani Hye Won sekarang. Hwa Shin menyindir Na Ri yang  sama sekali tidak peduli mengenai Soo Jung.
Kenapa kau peduli pada wanitaku dan tidak pada wanita Jung Won?” tanya Hwa Shin
Na Ri terdiam teringat sebelumnya Hwa Shin bertanya tentang perasaanya, kalau tidak sama rata dan  hasilnya 51 : 49 menurutnya Meski satu persen, pasti ada perbedaannya. Ia pun bertanya siapa yang lebih disukai Na Ri.  Hwa Shin yakin Na Ri itu lebih menyukainya karena terlihat dari sikapnya yang cemburu.
Kau tidak cemburu pada Jung Won, tapi sangat cemburu padaku.” Ucap Hwa Shin, Na Ri seperti tak menyadarinya bertanya kapan melakukan itu.
Kau merasa dirimu seolah terbakar layaknya BBQ dan merasa seolah otakmu tergeletak di papan pemotongan, kan? Aku mengetahuinya berdasarkan pengalaman. Berkat dirimu, maka aku merasakannya lagi dan lagi, dan aku masih seperti itu sampai saat ini. Seperti orang gila. Kau cemburu... yah itu benar” ucap Hwa Shin yakin
Kau tidak cemburu pada Jung Won, tapi padaku. Itu kecemburuan.... Kau sedang cemburu sekarang.. Sudah kubilang... Kau sedang cemburu sekarang.” Tegas Hwa Shin yakin, tapi Na Ri seperti masih tak menyadarinya.
“Sudahlahh.. Akui saja.. Apa Kau tidak bisa mengakuinya?” kata Hwa Shin mengejek
Na Ri malah meminta agar Hwa Shin Jangan memakai kacamata di depan wanita lain dan Jangan mencium wanita lain. Hwa Shin tersenyum memberitahu kalau Na Ri sebenarnya lebih menyukainya. Na Ri seperti masih tak menyadarinya hanya diam saja.
Na Ri lebih menyukaiku!!! Na Ri lebih mencintaiku!!! Hei... Semuanya!!!! Dengarkan ini!!!! Na Ri lebih, lebih mencintaiku!!!” teriak Hwa Shin bahagia, sementara Na Ri terlihat binggung seperti belum menyadarinya.
Hwa Shin menari-nari bahagia karena ternyata Na Ri lebih menyukainya, lalu kembali berteria kalau Na Ri hanya mencintainya dan cemburu padanya. Na Ri melihat Hwa Shin kembali berdiri didepanya bertanya apakah Hwa Shin akan mengencani Hye Won atau tidak. Hwa Shin hanya diam dengan senyumanya.

Jadi, Apa tadi pertama kalinya kau mencium Hye Won Atau bukan?” tanya Na Ri, Hwa Shin mengaku  Itu pertama kalinya.
Kau melakukannya karena marah, dan secara tidak sengaja aku melihatnya. Begitukan? Itu Benar, kan?” kata Na Ri ingin menegaskan, Hwa Shin hanya menjawab itu mungkin. Na Ri kesal dengan jawab Hwa Shin seperti tak pasti.
Jawaban macam apa itu? Apakah tadi pertama kali atau Kedua kali?” tanya Na Ri merengek sambil menarik jas Hwa Shin
Hwa Shin melihat pesan yang masuk ke ponselnya  “Kenapa kau tidak ada di sini? Cepat kemari.” Lalu bergegas pergi. Na Ri bertanya kemana Hwa Shin akan pergi sekarang.  Hwa Shin memberitahu kalau Direktur Oh sedang menunggu. Na Ri menyakinkan kalau itu pesan bukan dari Hye Won.
Haruskah aku menunggu? Apa Kita pulang bersama ke rumah?” ucap Na Ri, Hwa Shin pikir Na Ri sudah lupa kalau ia sudah keluar
Jangan menunggu... Pulanglah duluan ke rumah” kata Hwa Shin lalu menuruni tangga. 

Ja Young dan Sung Sook duduk bersama, keduanya terlihat lesu. Sung Sook membahas tentang suami mereka lebih menyukainya atau Ja Young.  Ja Young menegaskan kalau ia tidak berselingkuh dengan suami Sung Sook dan selama ini pasti masih berpikir seperti itu. Sung Sook mengakuinya sambil mengumpat marah.
Kau mencuri suamiku, lalu sekarang puteriku. Dasar Kau pencuri... Aku merasa seakan tidak seorang pun mencintaiku.” Ucap Sung Sook kesal dan sedih

“Hei... Suamimu... lebih menyukaimu dibanding diriku. Dia tidak seperti itu pada awalnya, tapi kemudian dia selalu membandingkan aku denganmu. Mengatakan bahwa dia merasa lebih baik saat tinggal bersamamu, karena kau lebih baik dariku. Aku ingin sekali merobek mulutnya.” kata Ja Young, Sung Sook tak percaya langsung bergeser mendekati Ja Young.
Ia meminta agar Ja Young meneruskan perkataaya, Ja Young menolak dengan wajah kesal.  Sung Sook memohon agar memberitahunya kaena belakang ini haus pujian dan Tidak ada seorang pun yang memujinya. Ja Young menatap Sung Sook seperti kasihan.
Saat kami bercerai, aku hampir meraih pisau, gara-gara dia mengatakan menyesal bercerai darimu. Sekarang apa Kau senang?” ucap Ja Young kesal, Sung Sook tersenyum karena merasa senang. 


Hwa Shin masuk ruangan dengan Hye Won yang sudah duduk didalam ruangan dengan tatapan sinis. Sementara Direktur Oh berbicara kalau tidak menyuruh untuk bertarung memperebutkan rating tapi Kepercayaan publik pada departemen berita dan reputasi mereka sendiri menjadi taruhannya.
Jadi, kita harus memenangkan hak siar untuk pemilihan walikota. Mengerti?” kata Direktur Oh, keduanya menjawa mengerti dengan tatapan sinis. Saat itu Na Ri datang melihat Hwa Shin yang sedang rapat dengan Direktur Oh  malah menatap Hye Won yang ada didepanya.
Oke. Sekarang, selama siaran langsung khusus untuk pemilihan walikota, kalian berdua akan mulai sejak pukul enam petang. Tinggal bersama, di dorm, dan lakukan apa pun yang diperlukan untuk kerja sama kalian. Ini Tidak akan ada naskah. Kalian tahu itu, kan? Kalian bisa melakukannya, kan? Ini Harus bisa.” Tegas Direktur Oh
Hwa Shin mengerti dan Hye Won meminta agar tak perlu mencemaskanya, Hwa Shin kembali mengunakan kacamata untuk melihat jadwalnya, Na Ri yang kembali ingin mengambil tasnya memilih untuk pergi karena Hwa Shin mengunakan kacamatanya di depan Hye Won. Direktur Oh menegaskan kalau Lehernya yang jadi taruhannya jadi keduanya harus bisa mengerti lalu keluar dari ruangan. 

Hwa Shin melihat berkasnya lalu mengajak Hye Won untuk  bekerja keras. Hye Won binggung, Hwa Shin menegaskan  mereka tidak bisa membiarkan Direktur dipecat. Hye Won malah bertanya  Bagaimana rasanya menjadi pria ke 101 yang diciumnya.
Jika kau sampai menghitungnya begitu, apakah harga dirimu akan tetap terjaga? Sudahlah Jujur saja… Berhenti bersikap sok tangguh sepanjang waktu.” Ucap Hwa Shin lalu mengaku kalau itu tak buruk, Hye Won seperti tak pecaya.
Aku memahami sesuatu berkat ciuman itu.” ungkap Hwa Shin tersenyum karena bisa tahu kalau Na Ri itu cemburu padanya.
Aku senang mendengar ciumanku tidak buruk.” Ungkap Hye Won tersenyum. 

Na Ri masih menunggu di lorong, Hwa Shin baru saja selesai rapat melihatnya. Na Ri mengajak mereka untuk bicara. Hwa Shin pun menarik Na Ri ke tempat lain untuk bicara.
Jung Won baru pulang ke rumah, melihat ke arah kamar Hwa Shin yang masih bersih dan tak ada barang-barangnya. Ia pun pergi ke kamar Na Ri ternyata juga kosong lalu melihat di kalender kalau semua tulisan namanya. 

Hwa Shin membawa ke ruangan khusus penyiar cuara, lalu membahas Na Ri yang belum mengakuinya dan meminta agar segera mengakui kalau dirinay cemburu. Na Ri mengaku kalautidak cemburu tapi hanya marah, menurutany hanya tidak bisa memahami bagaimana Hwa Shin  melakukannya dengan wanita lain saat belum terlalu lama pergi dan mengakhiri hubungan dengannya.
“Hei... Kau mengatakan bahwa kau mencintai Jung Won kurang dari satu jam setelah menciumku. Kau tidak akan mengakui bahwa kau cemburu, kan? Kau tidak akan mengakui bahwa kau lebih menyukaiku dibanding Jung Won?”ucap Hwa Shin marah
Oke. Baiklah...Aku sama sepertimu saat cemburu, tapi sepertinya kau tidak akan mengakuinya.... Aku mengerti...” ucap Hwa Shin

Sebelumnya, saat aku makan malam dengan Ibu Jung Won..” kata Na Ri langsung di potong oleh Hwa Shin merasa kalau itu jadi masalahnya.
Saat aku melihatmu makan malam bersama dengan Ibu Jung Won... Kau kan punya kaki sendiri jadi Tidak masalah meski Ibunya yang mendatangimu. Saat melihatmu makan bersama dengan keluarganya, maka aku merasa bahwa harus mundur. Itu sebabnya aku keluar. Aku masih marah setiap kali teringat kejadian itu.” teriak Hwa Shin
Ia sadar meski setuju mereka tinggal bersama, tapi tidak bisa memaafkan Na Ri dan juga tidak akan pernah kembali ke sana, tidak mau kembali. Ia menegaskan meski itu berarti berakhir dengan Na Ri tetap  tidak akan pernah kembali karena siap untuk mengakhirinya. Na Ri sedih bertanya apakah Hwa Shin benar-benar akan mengakhirinya. Hwa Shin menegaskan itu semua tergantung pada Na Ri
Kalau begitu... Apa kau akan mengencani Hye Won?” tanya Na Ri, Hwa Shin tak ingin membahasnya menyuruh Na Ri pulang saja. Na Ri pun hanya diam dengan wajah sedih. 

Hwa Shin kembali ke dalam dorm, Dong Gi bertanya apakah direktur h mengatakan soal pemilihan walikota. Hwa Shin hanya duduk terdiam. Dong Gi meminta agar Hwa Shin Jangan dipikirkan seperti itu. Hwa Shin bertanya Bagaimana kemarahan bisa berbeda dengan kecemburuan dan Bagaimana bisa berbeda.
Bagi siapa? Pria atau wanita?” tanya Dong Gi, Hwa Shin menjawab wanita.
Wanita atau teman spesial?” tanya Dong Gi, Hwa Shin menjawa teman spesial
Teman spesial atau kekasih?” tanya Dong Gi, Hwa Shin menjawab kekasih.
Kekasih atau istri?” tanya Dong Gi, Hwa Shin dengan refleks menjawab istri lalu mengumpat kalau ia tidak punya istri.
“Jadi Kesalahan apa yang sudah kau lakukan?” tanya Dong Gi penasaran, Hwa Shin meminta agar menjawab saja dan jangan banyak tanya.
“Hei... Selama pemilihan walikota, mereka akan menyorot penuh tampak depan pewarta. Seharusnya Reporter Goo dari slot pukul 12 malam yang melakukannya, tapi berat badannya naik dan perutnya berlipat. Dia ingin makan apa pun semaunya. Jika harus menahan nafsu makan dan kehilangan berat badan demi siaran, maka dia memutuskan menolak. Itu sebabnya... slot mu yang mendapat bagian.” Jelas Dong Gi
Reporter Park dari slot pukul 6 pagi juga menolak. Begitu pula Reporter Choi. Itu sebabnya... Direktur Oh memberikannya padamu. Jadi Apa kau merasa marah atau cemburu?” ucap Dong Gi berpikir Hwa Shin marah karena itu.
Hwa Shin kesal menyuruh Dong Gi diam saja, tapi Dong Gi merasa itu sangat tepat lalu bertanya Saat mengatakan "Diam kau",  apa yang dir rasakan kemarahan atau kecemburuan. Hwa Shin menjawab keduanya sambil mengumpat kalau tak tahan dengan hal ini.  Dong Gi pikir Masalahnya adalah Hwa  Shin sudah dikhianati tapi menurutnya Itulah kehidupan lalu mulai menyanyi, Hwa Shin  pun hanya bisa mengumpat marah. 


Na Ri akan turun saat pintu lift terbuka melihat Hye Won ada di dalam, keduanya saling menatap sinis lalu Na Ri pun masuk kedalam lift. Na Ri melihat bibir Hye Won yang sebelumnya berciuman dengan Hwa Shin. Hye Won menyuruh Na Ri mengatakan apa yang ingin dikatakan saja.
Apakah itu pertama kalinya kau mencium Reporter Lee?” tanya Na Ri penasaran
Pertama kalinya di ruangan Direktur Oh.” Ucap Hye Won santai
“Apa Kalian pernah melakukannya di tempat lain?” tanya Na Ri sedikit panik
Sebagaimana imajinasimu dan Sebagaimana pemikiranmu... Apa Kau cemburu?” ejek Hye Won lalu keluar dari lift. 

Na Ri sempat kaget lalu keluar lift mengejarnya,  mengatakan kalau tidak berimajinasi dan tidak akan memikirkannya juga, serta tahu betapa menyakitkannya itu lalu menghadang jalan Hye Won di lobby. Ia ingin tahu jawabanya ya atau tidak.
Apakah tadi itu pertama atau kedua kali? Beritahukan kebenarannya padaku. Kita ini reporter. Kau menjawb "Sebagaimana imajinasiku dan Sebagaimana pemikiranku?" Jangan mengatakan hal semacam itu. Apa maksudmu, "sebagaimana imajinasiku?" Apa Kau ingin aku menjadi gila?” kata Na Ri kesal
Kau tahu sekali bagaimana caranya untuk membuat seseorang kesal. Apa Kau tidak tahu?!!! Katakan padaku. Apakah dia mengajakmu berkencan? Apa Kau setuju?” tanya Na Ri benar-benar penasaran
Dia bilang ciuman hari ini tidak buruk jadi ingin berusaha keras dalam hal itu. Itulah kebenarannya. Kata-kata itu meluncur tepat dari bibirnya.” Ucap Hye Won lalu meminta agar Na Ri minggir, 

Hwa Shin mencoba menelp Na Ri tapi saat itu Direktur Oh dan Gil Hae sibuk dengan membawa sebuah kue tart. Direktu Oh menyuruh agar Hwa Shin ikut dengan mereka, Hwa Shin menolak. Gil Hae menegaskan kalau ini perintah jadi Hwa Shin harus ikut dengan mereka
Kau harus mengucapkan selamat ulang tahun pada seniormu.” Ucap Gil Hae, Hwa Shin mengeluh memangnya untuk siapa kue ulang tahun itu. Direktur Oh pikir Bukan urusan Hwa Shin dan meminta pemantik api. Gil Hae menyuruh Hwa Shin sebagai Junior termuda harus bernyanyi.
Tiga pria itu pun membawakan kue ulang tahun untuk Sung Sook yang sedang duduk bersama Ja Young. Direktur Oh mengeluh dengan ekspresi Sung Sook kalau Semakin tua, seseorang akan semakin kehilangan ekspresi dan bertanya apakah memang ini kue yang disukai oleh Sung Sook seperti yang dikatakanya.
Ja Young protes karena semestinya cukup meletakkan lima lilin besar saja, menurutnya itu seperti Sung Sook terlihat  sangat tua saja. Sung Sook pikir bsia mengambil satu lilin  untuk jimat keberuntungan. Gil Hae mengatakan sudah melakukanya. Hwa Shin seperti tak menyukainya ingin pamit pergi tapi Direktur Oh menahanya agar tak pergi.
Berapa banyak lilin itu? Ini terlihat Tua sekali. Kenapa kau tua sekali?” ejek Hwa Shin
Itu karena kau... Aku bertambah tua sebanyak tiga tahun setiap merayakan ulang tahun selama menjadi kakak iparmu. Kau merusak suasana, jadi enyahlah. Pergilah....” kata Sung Sook mengusir
Gil Hae menyuruh membiarka saja meminta agar Sung Sook agar meniup lilin dan Hwa Shin menyanyi.  Hwa Shin heran kenap ia yang harus bernyanyi tapi akhirnya ia menyanyi dengan nada semaunya. Direktur Oh memarahinya dan Hwa Shin pun menyanyi dengan suara seperti dalam dram musical saat akan membuat permohonan Direktur Oh menahanya sebentar.
Sebenarnya, tiga hari lagi kau berulang tahun. Aku tidak ingin melakukannya lagi, jadi kenapa kau tidak melakukan permohonan saja sekarang?” ucap Direktur Oh pada Gil Hae, Gil Hae seperti tak yakin bisa melakukan
Aku ingin menikah lagi.”kata Gil Hae menatap Sung Sook, Direktur Oh mengumpat Gil Hae gila dan Sung Sook pun tak peduli.
Ulang tahun Direktur 10 hari yang lalu, tapi kita melewatkannya. Direktur juga seharusnya mengucapkan permohonan.” Ucap Sung Sook, Hwa Shin pikir kalau sudah lewat tak perlu membahasnya, Direrktu Oh menyuruh juniornya itu diam.
Aku memiliki permohonan... Aku ingin tinggal bersama keluargaku.” Kata Direktur Oh, semua hanya bisa menjerit tak percaya.

Aku juga memiliki permohonan.... Aku ingin menikah.” Ucap Ja Young, Sung Sook menyuruh keduanya menikah saja. Ja Young dan Gil Hae hanya saling menatap bingung.
“Apa Kau memiliki permohonan?” tanya Direktur Oh, Hwa Shin mengatakan tak ada hanya ingin segera selesai. Yang berulang tahun harus membuat permohonan dan meniup lilin. Ja Young pun penasaran apa permohonan Sung Sook.
Aku harap, jika Ppal Gang tidak tinggal bersamaku, maka dia pun tidak akan tinggal bersamamu juga. Aku ingin kita berdua sama-sama dibenci. Jika kita berdua sama-sama tak bisa dicintai, jadi aku harap Ppal Gang akan mengabaikanmu juga. Itulah permohonanku.” Ucap Sung Sook mendapatkan kerutan dahi oleh Ja Young. Hwa Shin menahan Sung Sook sebelum meniup lilinya.
Aku harap... malam ini kau tidak akan pergi ke rumah itu tanpa aku. Kumohon, jangan.” Tegas Hwa Shin, Direktur Oh bertanya siapa maksudnya. Semua panik melihat lilinya hampir habis.
Jika kau melakukannya, maka kau mati.” Tegas Hwa Shin mengebu-gebu lalu sama-sama mereka meniup lilin, semua terlihat bahagia kaena sangat menyenangkan sekali.


Na Ri pulang dengan mobilnya berada didepan rumah Jung Won, tapi terlihat kebingungan dan hanya diam saja. Jung Won keluar rumah mencoba menelp Na Ri tapi terdengar suara ponsel yang lebih dekat denganya, lalu melihat Na Ri yang menelungkupkan wajahnya di atas stir lalu mengetuk jendelanya.
Kenapa kau tidak masuk ke dalam? Disini Dingin jadi Masuklah.” Ucap Jung Won lembut.
Reporter Lee sudah keluar Maka aku pun tidak bisa tinggal di sini.” kata Na Ri
Oke, tapi masuklah untuk malam ini.” kata Jung Won, Na Ri seperti masih kebinggungan. 

Jung Won menelp Hwa Shin bertanya apakah ia sungguh keluar dan tidak akan kembali, Hwa Shin menegaskan tidak akan, lalu bertanya Bagaimana dengan Na Ri, apakah ada dirumahnya. Jung Won membenarkan.  Hwa Shin mencoba menahan amarahnya, dengan menyimpulkan kalau Na Ri pergi ke sana tanpa dirinya, di mana seorang pria tinggal sendirian.
Kalau aku keluar, dia seharusnya juga ikut keluar. Bagaimana bisa dia ke sana. Jadi Dia mempercayaimu, kan?” teriak Hwa Shin marah
Kau yang mengabaikan perjanjian kita bertiga. Kau keluar atas keinginanmu sendiri. Saat di mana kau keluar,  artinya kau menyerah atas Na Ri.” Ucap Jung Won. Hwa Shin bisa mengerti.

Aku akan menikahi Na Ri... Aku tahu kalau bisa meyakinkan Ibuku. Jadi Apa kau akan menikahi Na Ri? Itu pasti  Tidak, kan? Aku tak akan menyerah dengan mudah seperti dirimu.” Tegas Jung Won Hwa Shin langsung menutup ponselnya. 
Na Ri duduk di dalam kamar melihat kalender yang lebih banyak menuliskan nama Jung Won menurutnya semua ini tidak bisa dipercaya, lalu melihat semua yang ada didalam kamarnya yang luas menurutnya dirinya itu sudah gila. Ia pun mengeluarkan koper untuk berkemas. 

Pagi hari, hujan turun sangat deras membuat langit terlihat mendung. Na Ri membawakan segelas teh untuk Jung Won dan duduk dimeja makan. Jung Won pun mengucapkan terimakasih. Na Ri menceritakan semalam, melihat Reporter Lee dengan wanita lain, lalu mengaku kalau dirinya cemburu. Jung Won sempat terdiam.
Selama kita tinggal bersama, aku menuliskan siapa yang kuinginkan dan yang kusukai setiap harinya. Dan, hasilnya dipenuhi dengan namamu, tapi aku justru merasa cemburu terhadap Reporter Lee. Akui Na Ri, Jung Won terlihat shock mendengarnya,
“Ini Benar-benar aneh, tapi kurasa, justru itulah jawabannya. Cinta membuatmu cemburu. Kurasa, hatiku bersama dengan Reporter Lee.Jung Won. Maafkan aku.” Kata Na Ri merasa bersalah.

“Apa Kau merasa cemburu? Apa Kau hanya merasa cemburu pada Hwa Shin, dan kau mengatakan bahwa kau akan meninggalkanku karena hal itu?” kata Jung Won tak percaya
Na Ri dengan menahan air matanya merasa kalau dirinya itu aneh, Jung Won mengingat kalau Na Ri mengatakan  merasa nyaman saat bersamanya dan juga merasa hangat saat bersamanya bahkan dapat mempercayainya, lalu bertanya apakah dirinya itu membosankan.
Apakah aku terlalu datar dan membosankan karena tidak pernah mengecewakanmu? Bukan itu, kan? Kenyamanan yang kau rasakan bersamaku juga disebut cinta. ” ucap Jung Won menyakinkan.
Tapi, aku hanya ingin bersama dengan Reporter Lee sekarang.” Ungkap Na Ri
Apakah kau benar-benar lebih menyukai Hwa Shin?” tanya Jung Won, Na Ri menganguk dengan menahan air matanya.
Sekalipun itu yang kau katakan, tapi aku tetap merasa bahwa diriku yang kau butuhkan. Aku tidak bisa menerimanya. Hanya karena kau sudah selesai,  bukan berarti aku juga akan seperti itu. Aku tidak bisa menyerah. Dibanding kecemburuan Hwa Shin,maka ketulusanku akan bertahan lebih lama.” Tegas Jung Won  Na Ri hanya bisa meminta maaf lalu keluar rumah membawa kopernya.  


Na Ri sudah masuk mobil dan akan pergi, Jung Won keluar rumah dengan berdiri didepan mobil Na Ri, berteriak mengatakan Hwa Shin tidak pernah menatapmu ketika Na Ri memiliki cinta sepihak padanya.
“Apa Kau tidak mengerti kenapa dia melakukannya sekarang? Itu karena kau memiliki aku. Tanpaku, perasaannya pun juga akan berakhir.” Teriak Jung Won, akhirnya Na Ri membuka jendela mobil saat Jung Won berdiri disampingnya.
Dia akan meninggalkanmu dalam tiga bulan. Hwa Shin belum pernah berkencan dengan seorang wanita lebih dari tiga bulan. Aku mengenalnya dengan baik.” Tegas Jung Won, Na Ri seoleh tak peduli tetap akan pergi jadi meminta agar Jung Won minggir. Jung Won memohon agar Na Ri tak pergi.
Aku juga dibutakan oleh kecemburuan.. Maafkan aku.... Maafkan aku.” Kata Na Ri sambil menangis lalu pergi meningalkan rumah. Jung Won pun hanya bisa terdiam ditengah hujan ditinggalkan oleh orang yang sangat dicintainya.
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar