Selasa, 31 Januari 2017

Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 17 Part 2

PS : All images credit and content copyright : SBS

Na Ri dan reporter Park sudah ada di meja siaran, tiba-tiba reporter Park menyuruh Na Ri agar membawakan kopi. Na Ri binggung melihat jam tanganya karena mereka akan segera mulai. Reporter Park memang sengaja menyuruhnya agar membawa kopi karena mereka segera mulai.  Na Ri pun tak bisa menolak keluar dari ruangan.
Direktur Oh dan Ui Geu binggung karena mereka segera mulai tapi Na Ri malah keluar ruangan siaran, Na Ri bergegas ke tempat kopi, Hwa Shin baru saja membuat kopi binggung Na Ri malah keluar padahal sebentar lagi akan siaran. Na Ri buru-buru kembali memberikan minuman pada reporter Park.

Kopi akan membuat mulutmu kering, dan sulit berkata-kata dengan stabil selama siaran. Aku mencampur air dingin dan panas agar merilekskan. Silahkan diminum.” Ucap Na Ri
Kalau kubilang kopi, seharusnya kau membawakanku kopi. Beraninya kau membawakanku air dan mencoba mengajari soal pengucapanku!” kata Reporter Park dengan nada tinggi, Hwa Shin melihat dari kejauhan.
Dia mulai lagi, mengintimidasi rekannya.” Komentar Direktur Oh lalu panik melihat Hwa Shin datang ke meja siaran dengan wajah penuh amarah.
Hwa Shin memberikan gelas kopinya pada Reporter Park, Na Ri menatap Hwa Shin dengan wajah sedih, Reporter Park pun mengucapkan terimakasih. Hwa Shin pun kembali ke belakang kamera terdengar Na Ri yang mengajak seniornya agar berlatih untuk pembukaan lalu memulai berita lebih dulu.

Kenapa juga aku harus berlatih denganmu? Kau hanya perlu melakukannya dengan baik, Beraninya kau mendikteku!!” kata Reporter Park sinis,
Maafkan aku Dan aku akan membacakan komentar ketiga dan keempat.” Ucap Na Ri
Kau tidak pantas membacakannya.” Ejek Reporter Park, Na Ri pikir ia akan mambawa  dua yang pertama. Reporter Park mengatakan Na Ri tak perlu karena ia yang akan melakukannya semuanya. Na Ri pun hanya bisa mengangguk mengerti.
Ui Geu melihat si Bajingan itu tidak berubah sama sekali dengan menekan rekan kerjanya, lalu mengajak minum bersama. Direktur Oh bisa mengerti dan sudah melihatnya jadi mereka akan membicarakan nanti. Hwa Shin melihat dari kejauhan Na Ri yang ditindas oleh seniornya. Setelah berita selesai Na Ri duduk diatas toilet hanya bisa menangis sendirian.

Hwa Shin dan Hye Won selesai membawakan berita malam bersama, Hye Won bertanya Apakah menyenangkan tinggal di sana. Hwa Shin sempat terdiam dan mengatakan sangat menyenangkan. Hye Won pikir pasti tidak nyaman. Hwa Shin rasa tak seperti itu.
Apakah Reporter Park juga bersikap seperti bajingan  saat siaran bersamamu?” tanya Hwa Shin, Hye Won hanya menatapnya. Hwa Shin pun tak mau membahasnya lagi. 

Ibu Hwa Shin menelp bertanya apakah anaknya  mengenal gadis yang siaran bersamanya karena menurutnya wajahnya sangat cantik dan apakah sudah  berkencan dengan seseorang. Hwa Shin dengan percaya diri kalau Hye Won itu menyukainya. Ibunya tak suka anaknya itu bercanda karena sedang bicara serius sekarang.
“Kau harus Dekati dia.” Kata Ibu Hwa Shin ingin segera anaknya menikah
Ibu… Tunggu selama 10 hari, maka Aku akan memperkenalkan wanitaku.” Tegas Hwa Shin lalu bergegas pergi keluar dari kantor 

Ketika sampai parkiran Hwa Shin terdiam melihat sosok pria dan wanita sedang berciuman di dalam mobil, ketika masuk ke dalam mobil melihat Hye Won yang baru selesai berciuman dan agar segera pergi dengan pria yang sudah keluar dari mobilnya.
Kenapa kau menatapku seperti itu?” ejek Hye Won sengaja menghentikan mobilnya didepan mobil Hwa Shin
Aku belum menyerah tentangmu. Sampai jumpa besok.” Goda Hye Won lalu pergi meninggalkan parkiran, Hwa Shin tertawa merasa tak bisa dipercaya ternyata Hye Won bisa mencium pria lain dan mengaku menyukainya. 

Sung Sook pergi ke bioskop mencari-cari kursinya berpikir Bbal Gang sudah datang duduk dikursinya, tapi betapa terkejutnya melihat Kim Rak yang duduk di kursi Bbal Gang begitu juga sebaliknya.
Ketika menonton Film, Sung Sook menangis menonton Film, Kim Rak  pun memberikan saputanganya, Sung Sook menghapus air matanya. Kim Rak seperti memiliki rasa simpati memeluk erat Sung Sook. Sung Sook kaget karena Kim Rak sekarang bisa memeluknya. 

Hwa Shin datang ke tempat Na Ri, sementara Na Ri sedang membaca buku bertanya kenapa Hwa Shin tak tidur malah datang ke kamarnya bahkan belum berganti pakaian, lalu bertanya apakah ada yang ingin dikatakan. Hwa Shin membenarkan, Na Ri mengajak keluar kamar karena lebih baik bicara diluar saja. Hwa Shin menolak berjalan mendekati Na Ri ke tempat tidur.  Na Ri panik apa yang ingin dilakukan Hwa Shin padanya,
Apakah Reporter Park jahat padamu?” tanya Hwa Shin, Na Ri tetap menyangkalnya, Hwa Shin menatap tak percaya karena tahu Reporter itu memang jahat.
Apakah dia merendahkanmu?” tanya Hwa Shin, Na Ri berkomentar Reporter Park itu baik padanya. Hwa Shin langsung duduk di atas tempat tidur Na Ri.
Apa-apaan ini ? Kenapa kau duduk di sini? Keluarlah.” Kata Na Ri mendoron Hwa Shin agar keluar dari kamarnya.
Aku gugup” kata Hwa Shin langsung duduk dengan memeluk erat Na Ri, semantara Na Ri merasa Hwa Shin itu sudah gila sekarang.
“Dasar Bajingan itu. Kalau dia mengajakmu minum bersama, jangan mau melakukanya. Jangan pula pergi makan dengan dia. Jangan melakukan kontak mata dengannya selama siaran.” Kata Hwa Shi khawatir memeluk erat  Na Ri
Na Ri yang berada di pelukan Hwa Shin meminta tak perlu khawatir,  karena akan mengurus hal itu. Hwa Shin mengaku ingin tetap bersama Na Ri sekarang. Na Ri bertanya lalu apa maksudnya. Hwa Shin meminta agar malam ini Na Ri tidur denganya lalu mengemasi barang mereka dan melarikan diri dari neraka ini. Na Ri membaringkan kepalanya di dada Hwa Shin.
Reporter Lee. .. Berhenti menggangguku dan keluar saja.  Bukan Reporter Park yang membuatku tertekan, tapi kau.” Ucap Na Ri
Tidak, itu tidak benar.” Kata Hwa Shin memaksa kepala Na Ri agar bersandar di dadanya,  Na Ri menegasakan kalau itu memang benar mendorong Hwa Shin agar turun dari tempat tidurnya sekarang,

Aku tidak akan melakukan apa pun, hanya tidur saja di sampingmu. Lantai satu terlalu terbuka jadi Tidak ada pembatas dan Ini Memusingkan sekali.” Bisik Hwa Shin memohon
Tapi Na Ri tetap mendorong Hwa Shin agar turun dari tempat tidurnya, Hwa Shin mengumpat Na Ri itu wanita yang jahat sekali. Na Ri memperingatkan Hwa Shin agar tak curang, Hwa Shin memohon agar mereka pulang saja ke rumah lalu duduk kembali diatas tempat tidur.
Apakah kau... kau tidak penasaran?” kata Hwa Shin, Na Ri mengelengkan kepalanya.
Kalau kau menyukai rumah ini, maka turunlah ke lantai bawah.” ucap Hwa Shin,  Na Ri setuju dengan berjalan keluar dari pintu kamarnya dan langsung mendorong Hwa Shin keluar. Hwa Shin mengetuk pintu dengan wajah kesal harus tidur di kamar bawah tanpa ada dinding pembatas. 

Sung Sook dan Kim Rak makam malam bersama di restoran jepang, Kim Rak bertanya-tanya Apa yang dipikirkan oleh Ppal Gang sampai mengirim mereka menonton film bersama. Sung Sook pikir anaknya itu sengaja melakukan karena  film romantis.
Dilihat dari dia membuat kita menonton bersama dan bukannya kau dengan Ja Young, aku yakin... dia memilihku sebagai Ibunya.”ucap Sung Sok yakin, Kim Rak  hanya mengangguk mengerti.
Aku yakin, Ppal Gang akan mengajakku tinggal bersama, secepatnya.” Kata Sung Sook, Kim Rak tak banyak komentar karena sudah tahu jawaban Bbal Gang. 

Malam hari terdengar bunyi suara bel yang tak henti-henti, Na Ri dan Hwa Shin sudah terlelap dalam tidurnya tak bisa mendengar suara bel. Jung Won akhirnya turun melihat Soo Jung yang datang ke rumahnya dalam keadaan mabuk.
Jadi, kau tidak lebih tahu tentang Na Ri dibanding Lee Hwa Shin?” ucap Soo Jung
“Kau bisa Lihat jam berapa sekarang. Jangan menceritakan padaku apa pun tentang rasa suka Na Ri pada Hwa Shin. Aku tidak ingin mendengarnya. Hentikan.” Kata Jung Won kesal
Aku sudah bilang padamu bahwa akan datang setiap malam untuk menceritakannya padamu. Tentang Na Ri dan Reporter Lee, selayaknya menulis diary. Diary seharusnya ditulis setiap hari. Aku tahu kalau kau selalu pergi berpesta selama belajar di Amerika.” Ucap Soo Jung dengan sengaja bersandar di dada Jung Won. 

Hwa Shin sudah ada didalam lift, Na Ri pun masuk kedalam. Hwa Shin bertanya apakah Na Ri sudah makan siang, Na Ri mengelengkan kepalanya.  Hwa Shin pun mengajak mereka makan bersama. Na Ri langsung setuju. Keduanya masuk ke dalam sebuah gedung pernikahan dengan banyak karangan bunga.
Na Ri binggung apakah mereka akan makan di tempat ini. Soo Young masih menunggu diruangan dengan sebuket bunga di tanganya, Hwa Shin melonggo masuk dan senyuman Soo Young terlihat dan Hwa Shin pun melambaikan tanganya. Tapi Soo Young terlihat cemberut melihat Hwa Shin datang dengan Na Ri memperkenalkan sebagai kekasihnya.

Pertama, ku ucapkan selamat. Kau pasti tidak mengira bahwa aku tahu kalau kau mengencani  kami berdua, aku dan Jung Won, benar, kan? Aku tidak akan pernah memaafkanmu, tapi jika kau melakukan sesuatu, maka aku akan selalu menganggapmu sebagai cinta pertamaku yang indah.” Ucap Hwa Shin, Soo Young bertanya apa itu.
Apakah kau lebih menyukaiku atau Jung Won?” tanya Hwa Shin, Na Ri menyengol lengan Hwa Shin agar tak menanyakan hal itu.
“Apa Kau akan memberikanku hadiah yang besar?” tanya Soo Young, Hwa shin mengatakan akan memberikanya. Soo Young menatapnya, Hwa Shin merasa Soo Young pasti memilihnya.
Kau lebih menyukaiku dibanding Jung Won, kan? Kau masih menyesali kandasnya hubungan kita dan tidak bisa melupakannya, benar, kan?” kata Hwa Shin percaya diri
Sebenarnya, aku lebih menyukai Jung Won. Aku gadis yang berpikiran sederhana. Dan Kau tahu, aku bukan tipe yang rumit.” Kata Soo Young
Gadis berpikiran sederhana juga menyukaiku.” Komentar Hwa Shin sedikit kecewa. Na Ri tersenyum mendengar jawaban Soo Young.

Kenapa kau putus dengan Jung Won?” tanya Na Ri, Hwa Shin setuju dengan pertanyaan juniornya itu.
Karena dia anak yang baik. Selain Dia anak yang penurut pada orang tua dan mungkin akan selalu seperti itu. Kau juga wanita,  pasti tahu bagaimana sikap seorang anak penurut seperti dia.” Kata Soo Young, Hwa Shin mengaku kalau ia tak seperti itu.
Lalu, kenapa kau putus dengannya?” tanya Na Ri penasaran
Karena dia egois.” Jawab Soo Young blak-blakan, Hwa Shin berteriak kesal mendengarnya.
Dia tidak tahu bagaimana cara memberi cinta dan terbiasa hanya menerima. Dia lebih pencemburu dari wanita dan menjengkelkan. Fisiknya saja yang merupakan seorang pria.”komentar Soo Young melihat sosok Hwa Shin

Na Ri terus tersenyum mendengarnya, Hwa Shin tak percaya karena sebelumnya Soo Young bilang tidak ada lagi penyesalan di antara mereka. Soo Young memberitahu Hal yang bisa dilakukan  Hwa Shin dengan baik hanya belajar, tapi terlalu arogan. Menurutnya mereka belum lama berkencan jadi  Na Ri mungkin belum tahu mengetahuinya.
Tapi, dia itu mengidap OCD dan pemilih sekali soal makanan. [OCD : penyakit mental di mana penderita terobsesi dengan sesuatu] Aku selalu gugup setiap kali pergi makan bersama. Aku takut akan ada rambut yang tertinggal di makanan Karena jika itu terjadi, kencan kami akan langsung kacau.” Cerita Soo Young
Memikirkan harus memasak untuknya seumur hidup, maka aku tidak bisa mengatasinya. Dia akan selalu memprotes masakanku. Katanya asin, hambar, atau terlalu pedas dan akan mengomel sepanjang waktu. Dia mengikutiku kemana-mana, sambil mengatakan hal-hal yang tidak berguna. Mereka bilang seorang wanita membutuhkan pria yang dapat dikendalikan agar dapat bahagia. Laki-laki itu bukanlah tipe yang dapat dikendalikan oleh wanita.” Cerita Soo Young mengeluarkan semua unek-uneknya.
Hwa Shin melirik Na Ri seperti merasa menyesal membawanya dengan mendengar semua komentar buruk tentang dirinya dari cinta pertamanya. Soo Young menceritakan saat Hwa Shin  pergi wajib militer, malah menyuruh untuk tidak menunggunya dan meminta berkencan dengan pria lain bahkan bersikap sok keren.
Jadi, aku mengantarnya ke stasiun kereta, pura-pura menangis, lalu malamnya aku bersenang-senang di klub malam. Dia tidak pernah membiarkanku menari bahkan menyentakkan tanganku saat menyentuh pria lain. Dia hampir memakanku hidup-hidup ketika bertukar pandang dengan lelaki lain. Sebagian besar populasi berjenis kelamin laki-laki. Jadi Mana mungkin aku hanya menatapnya?” keluh Soo Young
Dia bahkan tidak pernah bersikap manis dan tidak mau melakukan apa pun. Dia bahkan tidak mau menggerakkan jemarinya untukku. Itu sebabnya kami berpisah.” Jelas Soo Young panjang lebar.
Soo Young bertanya apakah mau di teruskan penjelasnya, Hwa Shin tak percaya masih ada lagi yang ingin diucapkan lalu bertanya alasan Soo Young mengundangnya. Soo Young pikir sudah bilang sebelumnya karena  menginginkan hadiah yang besar darinya agar bisa dipamerkan pada suaminya dan mengumpat Hwa Shin si brengsek.
Hwa Shin melirik sinis, Soo Young mengejek apakah Hwa Shin marah, Hwa Shin hanya diam saja. Na Ri menyarankan Hwa Shin untuk foto dengan mantan pacarnya dan duduk disebelahnya. Hwa Shin hanya terdiam tak percaya ternyata bayangan berbeda tentang Soo Young.

Jung Won sibuk memasak didapur sementara Hwa Shin tertidur lelap dikamarnya, Na Ri baru pulang lewati tempat tidur Hwa Shin tak pecaya saat melihat meja makan Jung Won membuat semua ini sendiri. Hwa Shin langsung terbangun saat mendengar suar Na Ri yang baru pulang. Jung Won menyuruh Na Ri agar membangunkan Hwa Shin, Na Ri ingin mencobanya lebih dulu.
Aku tinggal sendirian di Amerika selama empat tahun. Jika aku terus membuatkanmu makanan lezat, maka kau tidak akan mau memasak untukku di masa depan. Bukankah begitu?” ejek Jung Won

Aku juga pintar memasak.” Kata Na Ri membela diri, Hwa Shin berjalan ke meja makan dan duduk disamping Na Ri.
Apa yang Soo Young katakan saat kau datang ke pernikahannya? Apakah itu kau?” ucap Jung Won dengan nada menyindir, Hwa Shin hanya diam dengan wajah kesa sementara Na Ri hanya bisa tersenyum.
Dia bilang itu aku, kan? Kau pasti satu-satunya pria di dunia ini yang menghadiri pernikahan mantan kekasihnya, hanya karena mendapat undangan. Sekarang Kau akan mendapat undangan lain secepatnya, karena Aku akan mengirim undangan "Go Jung Won dan Pyo Na Ri". Jadi Kau harus datang” ucap Jung Won mengoda.
Hwa Shin hanya diam saja, Jung Won pikir Hwa Shin bahkan datang ke pernikahan Soo Young jadi akan datang ke pernikahan mereka, lalu bertanya apaka ingin sup. Hwa Shin melirik ke arah Na Ri, sepertinya Na Ri santai dengan ucapan Jung Won. 

Bbal Gang tersenyum bahagia menerima sepiring pasta dari pamanya, Kim Rak langsung menanyakan alasan Bbal Gan melakukan hal seperti itu semalam. Bbal Gang menatap pamanya dengan penuh arti. Kim Rak bertanya apakah Bbal Gang  sudah memutuskan akan tinggal dengan Ibu yang mana.
Ya.... Paman tahu bahwa aku selalu mendengarkan Ayah.” Kata Bbal Gang
Jadi apa Kau takut Ibumu yang lain akan merasa kesepian? Apakah itu sebabnya, kau membuat aku menonton film bersamanya?” kata Kim Rak, Bbal Gang membenarkan. 

Sung Sook menempelkan tiket nonton film  ("Maukah kau tetap di sisiku?") pada buku agendanya, lalu menuliskan “Hadiah pertama dari puteriku” dan keluar dari kamar. Ja Young masuk kamar melihat agenda Sung Sook diatas meja rias yang tak tertutup, wajahnya langsung terkejut melihat tulisan Sung Sook merasa dirinya tak dianggap lagi sebagai ibu oleh Bbal Gang. 

Hwa Shin menelp Na Ri menanyakan keberadaan, Na Ri mengatakan bersama timnya sedang makan malam bersama. Hwa Shin mengatakan sudah hampir selesai jadi meminta agar Na Ri pulang lebih dulu. Na Ri langsung menutup telpnya sebelum Hwa Shin menayakan teman pertemuanya. Hwa Shin keluar ruangan bertemu dengan Do Gi.
“Hei.. Hwa Shin, kau ada acara? Mau makan malam bersamaku?” ajak Do Gi
Bukankah tim mu sedang makan malam bersama? Kenapa kau masih di sini?” kata Hwa Shin binggung. Do Gi tak tahu kalau sedang ada makan malam bersama tim dan tanpa dirinya.
Akhirnya keduanya sama-sama menelp untuk mencari tahu, Reporter Park sudah ada dalam bar memberitahu kalau sedang makan malam bersama timya dan Na Ri duduk disampingnya. Ia pun menutup telp merasa sibuk dan  tidak bisa bicara sekarang. Hwa Shin tak bisa menghubungin Na Ri bergegas pergi keluar kantor. 

Na Ri terlihat gugup melihat hanya mereka berdua, merasa  yang lain datang terlambat. Hwa Shin berjalan ke area warung tenda berpikir Na Ri dan Reporter Park ada disana lalu masuk restoran berharap bisa menemukan Na Ri sebelum terjadi sesuatu.
Reporter Park dengan gaya semena-mena menyuruh Na Ri menungkan segelas wine untuknya, Na Ri bertanya apakah yang lain tak akan datang.  Reporter Park mengatakan tidak ada yang datang menyuruh segera menuangakan Wine.
Akhirnya Na Ri pun menungkan wine untuk Reporter Park, setelah itu Reporter Park menuangkan wine juga menyuruh Na Ri meminumnya, Na Ri seperti ingin menolak, Reporter Park menyakinkan kalau tidak akan melakukan apa pun padanya jadi minumlah.
Sebagai rekan, kita tidak memiliki kesempatan membangun kerja sama tim. Bukankah kau setuju bahwa kita juga memerlukannya?” ucap Reporter Park, Na Ri membenarkan.
Kalau begitu, aku akan mengatakan hal-hal yang membuatku terganggu, lalu melupakannya agar kita bisa memulai awal yang baru.” Kata Na Ri 

Hwa Shin masuk ke dalam bar mencari-cari sosok Na Ri bersama dengan Reporter Park, wajahnya terlihat sangat panik karena tak menemukan juga. Sementara Na Ri sudah mulai mabuk berjanji pada Repoter Park akan bekerja keras. Reporter Park pun meminta Na Ri agar segera menyanyi.
Saat itu semua tim sudah berkumpul untuk minum bersama, seorang berkomentar tentan Do Gi yang tak bisa memahaminya, pria yang ada disebelahnya tak ingin membicarakan lagi karena membuatnya  jadi kehilangan selera.
Na Ri pun menyakikan lagu dengan judul "Pertemuan yang Salah" semua mengelu-elukan nama Na Ri yang ingin menyanyi, Reporter Park pamit pergi untuk buang air kecil.


Reporter Park berjalan sepoyongan merasa mempercayai temannya sebagaimana mempercayai pada dirinya sendiri, Hwa Shin baru masuk melihat sosok Report park langsung mengikutinya dan memberikan pukulan diwajahnya.  Reporter Park binggung Hwa Shin tiba-tiba datang langsung memukulnya.
Dasar bajingan.... Dari mana kau mempelajari sikap seperti ini? Dasar reporter rendahan. Dia itu rekan kerjamu, bukan gadis yang bisa kau bodohi. Apa Kau pikir, Na Ri sama dengan gadis-gadis yang selama ini kau rayu?” kata Hwa Shin mencengkram baju Reporter Park dengan penuh amarah.
“Apa Kau merendahkan dia hanya karena dia bukan karyawan tetap?” kata Hwa Shin kesal lalu menyuruh agar mendekat, Reporter Park binggung Hwa Shin yang datang langsun marah-marah.


“Kau itu sok kuat dan berkuasa.  Reporter seharusnya memiliki martabat. Beraninya kau mengajak dia pergi, menggunakan celana jeans dan juga mencuri bagiannya saat siaran? Apa Kau menyebut dirimu reporter? Dasar Memalukan.” Ucap Hwa Shin
“Lalu Kau selalu datang beberapa menit sebelum siaran dimulai. Jika kau mengajak rekan kerjamu makan malam berdua lagi, maka aku akan membunuhmu.” Kata Hwa Shin mengancam lalu memberikan sebatang rokok dan korek karena meminjam sebatang rokok tempo hari.
Renungkan dirimu selagi merokok lalu Pulanglah dan jadi suami yang baik. Dasar bajingan.” Kata Hwa Shin keluar dari toilet, Reporter Park benar-benar binggung dengan sikap Hwa Shin. 

Hwa Shin masuk ruangan betapa kagetnya melihat ada banyak orang dan Na Ri terlihat bahagia melihat Hwa Shin lalu melambaikan tanganya. Akhirnya mereka pulang ke rumah, Na Ri ingin berbaring di kamar Hwa Shin tapi Hwa Shin menarik tanganya dengan mengeluh Na Ri yang terus memegang sepatunya.
Aku tidak mabuk dan Ini bangku di rumah atapku.” Ucap Na Ri membaringkan tubuhnya di sofa. Hwa Shin menatap sedih melihat Na Ri yang sedang mabuk
Tidurlah di lantai atas dan Tidurlah di ranjangmu.” Kata Hwa Shin membangunkan Na Ri dari sofa.
Aku sudah tahu apa yang Reporter Park sedang pikirkan, Aku tidak ke sana sendirian Itu sebabnya, aku meminta semua staf untuk datang. Dia sedang beruntung malam ini.” kata Na Ri dengan mabuknya.
Jangan menemui dia sendirian. Dia berbahaya.” Tegas Hwa Shin lalu  mengendong Na Ri agar pergi ke lantai dua.
Aku bahkan menyiapkan alat perekam untuk berjaga-jaga.” Kata Na Ri, Hwa Shin pun memuji Na Ri berkerja dengan baik. 

Hwa Shin langsung membanting tubuh Na Ri diatas tempat tidur setelah mengendongnya. Na Ri berbaring diatas tempat tidur lalu memanggil Reporter Lee memujinya kalau hari ini terlihat tampan, Hwa Shin merasa itu karena Na Ri sedang mabuk.
Omong-omong, tentang yang Soo Young katakan, aku merasa dia lebih menyukaimu dibanding Jung Won.” Komentar Na Ri
Dia bilang bahwa dia lebih menyukai Jung Won.” Kata Hwa Shin tak percaya, Na Ri merasa tidak sepert itu. Hwa Shin tak ingin membahasnya menyuruh Na Ri tidur saja.
Aku tidak mempercayainya, Dia lebih menyukaimu.” Kata Na Ri yakin, Hwa Shin duduk disampingnya bertanya apakah mau melepaskan kaos kakinya. Na Ri mengangguk meminta tolong.
Dia tahu banyak tentangmu dan masih mengingat segalanya. Dia juga masih marah padamu. Itu artinya, dia masih memiliki perasaan terhadapmu. Dia bahkan membayangkan... kau akan menikahinya Dia pasti begitu menyukaimu sampai memimpikan hal seperti itu..” Cerita Na Ri, Hwa Shi membenarkan lalu memuji kaki Na Ri yang terlihat cantik.


Dia berbohong.... Kau mencampakkan dia saat bergabung dengan militer, itu sebabnya dia masih marah padamu. Dari pandangan seorang wanita,  sudah jelas dia lebih menyukaimu.” Kata Na Ri, Hwa Shin menyuruh Na Ri tidur saja  karena harus bangun pagi-pagi besok.
Reporter Lee.... Jangan pergi.” ucap Na Ri, Hwa Shin melihat Na Ri sekarang  sangat mabuk.
Na Ri mengoda Hwa Shin agar tetap bersamanya malam ini, Hwa Shin meminta agar Na Ri tak mengodanya, Na Ri bertanya apakah Hwa Shin menolaknya. Hwa Shin merasa Besok pagi Na Ri  pasti merasa malu padanya. Na Ri mengoda kalau tidak bilang akan tidur dengannya.  Hwa Shin merasa Na Ri itu sangat keterlaluan.
Reporter Lee... Bolehkah aku meminta sesuatu?” kata Na Ri, Hwa Shin bertanya apa itu. Na Ri meminta Hwa Shin memakai kacamatanya, Hwa Shin langsung menolaknya membawa jaket dan keluar dari kamar. 

Na Ri sudah berbaring di tempat tidurnya, Hwa Shin tiba-tiba masuk kembali. Na Ri bingung kenapa Hwa Shin kembali datang ke kamarnya, Hwa Shin langsung berbaring di tempat tidur dengan memakai selimut. Na Ri menyuruh keluar sekarang.
Aku tidak akan melakukan apa-apa pada gadis yang sedang mabuk.” Tegas Hwa Shin, Na Ri tetap menyuruhnya keluar.
Kau memintaku tetap di sini.” kata Hwa Shin, Na Ri akhirnya membiarkan Hwa Shin berbaring disampingnya.
Aku tidak akan melakukan apa pun pada gadis yang sedang mabuk dan  hanya akan tidur.” Tegas Hwa Shin
“Yah... Kau benar. Aku sedang mabuk, jadi jangan menyentuhku.” Ucap Na Ri bergeser.

Hwa Shin menegaskan tak akan melakukanya, Na Ri menatap Hwa Shin lau meraba lengannya mengungkapkan sangat menyenangkan karena merasa tenang dan hangat di sampingnya. Ia menceritakan  Segala hal buruk yang terjadi hari ini seolah menguap begitu saja. Hwa Shin mengubah posisinya dengan menopang kepala menatap Na Ri.
Apa kau memukul Reporter Park dengan keras?” tanya Na Ri, Hwa Shin mengatakan  hampir membunuhnya. Na Ri memanggil reporter Lee beberapa kali.
Aku tepat di sampingm jadi Berhenti memanggilku.” Kata Hwa Shin
Reporter Lee.... Kenapa kau menyukai Soo Young?” tanya Na Ri, Hwa Shin menjawab tak tahu seperti tak ingin membahasnya.
“Apa Kau pernah tidur dengannya?” tanya Na Ri penasaran, Hwa Shin menjawab tak tahu
Mana mungkin kau tidak tahu?” keluh Na Ri, Hwa Shin tetap pada jawabanya kalau tak tahu.

Na Ri akhirnya tak mau bertanya merasa mulai merasa ngantuk sekarang, jadi menyuruh Hwa Shin pergi. Hwa Shin berjanji akan pergi setelah Na Ri tertidur. Na Ri teringat dengan seroma Hwa Shin, apakah dadanya sudah membaik dan meminta izin apakah boleh melihatnya.
Hwa Shin mengejek sejak kapan Na Ri meminta izin untuk memegang dadanya, Na Ri membenarkan tapi menurutnya sekarang harus melakukannya,  Hwa Shin mengatakan Na Ri tidak boleh melihatnya hari ini. Na Ri menanyakan alasanya, Hwa Shin pikir tak ada alasan hanya tak boleh saja.
Aku ingin melihat apakah keadaannya baik-baik saja.” Kata Na Ri khawatir
Aku menerima terapi rutin jadi Segalanya baik-baik saja. Jangan cemas.” Ucap Hwa Shin
Jangan minum alkohol.” Kata Na Ri, Hwa Shin mengerti. Na Ri meminta  Jangan merokok. Hwa Shin mengerti Na Ri pun melarang Hwa Shin  banyak makan-makanan yang mengandung susu. Hwa Shin mengerti.
Aku akan bunuh diri jika sesuatu terjadi padamu.” Kata Na Ri,

Hwa Shin sengaja membaringakan kepalanya diatas bantal Na Ri dengan saling bertatapan, merasa Na Ri sedang membual sekarang.  Na Ri mengaku kalau ia bersungguh-sungguh. Hwa Shin bertanya apakah Na Ri benar-benar ingin menekannya seperti ini. Na Ri terdiam, Hwa Shin kembali mengajak Na Ri agar tidur bersamanya, Na Ri hanya menatapnya, Hwa Shin mengajak Na Ri untuk tidur bersamanya lalu bergerak seperti ingin mencium Na Ri. 
bersambung ke episode 18 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar