Sabtu, 21 Januari 2017

Sinopsis Goblin Episode 11 Part 3

PS : All images credit and content copyright : TVN
Eun Tak berbaring memikirkan takdirnya, lalu masuk  kamar Kim Shin mengatakaan kalau lebih baik ia saja yang mati dan Kim Shin harus tetap hidup jadi ia akan datang dan menemuinya saat berenkarnasi lagi nantinya dan tetap Tetaplah tinggal di rumah ini karena akan datang mencarinya. Kim Shin mendekat bertanya apakah mereka harus melakuan itu.
“Apa kita harus menarik pedangmu saja?Jika aku mati, maka pasti hidup sendirian.Kau mungkin tidak bisamenemukan pengantin lainnya.Aku akan menarik pedangmu.Bukankah itupilihan yang terbaik?” ucap Kim Shin plin plan. Kim Shin yang sudah berganti pakaian berpikir haruskan melakukan itu. 

Di Hari berikutnya.
Eun Tak pikir mereka berdua harus mati bersama, karena itulah pilihan yang terbaik Jadi tidak ada yang harus menderitasendirian dan terluka. Kim Shin meminta agar Eun Tak menatapnya, menegaskan kalau Eun Tak  tidak akan mati dan ia tidak akan membiarkanmu mati karena akan mencegah semuanya. Eun Tak hanya bisa menangis. Kim Shin pun memeluknya.

“Maaf...Karena sudah membuatmu terjerat dalam nasib ini.Tapi kita harus mampu melewati ini semua.Aku tidak tahu pintu apa yang akan terbuka tapi aku tidak akan melepaskantanganmu. Aku janji.Jadi percayalah padaku.Aku mungkin orang yang lebih hebatdari yang kaubayangkan.” Ungkap Kim Shin memeluk Eun Tak yang menangis. 

Eun Tak menuruni tangga, Kim Shin langsung bertanya mau kemana karena sudah memberitahu kalau berbahaya di luar. Eun Tak heran Kim Shin malah mengatakan itu karena mau kerja. Kim Shin kesal karena Eun Tak tak mendengarkan perkatanya. Eun Tak menegaskan bisa mendengar dan mengerti segalanya.
“Tapi aku tidak bisa menghabiskan hidupku dan terkurung di rumah seperti ini. Dengan Menghabiskan sisa hariku sambil ketakutan di rumah ini, itu bukan hidup namanya.Kalaupun aku memang mati besok,aku harus menjalani hidup hari ini. “ ungkap Eun Tak
“Dengan Berangkat bekerja dan siap-siap kuliah, Berjalan di trotoar dan pulangseperti biasa.Itu baru namanya hidup.Jadi, Ahjussi harus melindungiku.Aku akan berusahayang terbaik untuk tetap hidup da nAku percaya padamu.” Jelas Eun Tak
Eun Tak tahu ibunya sudah susah payah melahirkanya sampai akhirnya sekarang bisa kuliah serta punya banyak alasan agar tetap hidup dan diantara semuanya Tuan Goblien yang membuatnya tetap hidup.  Kim Shin bisa mengerti mmeminta agar memanggilnya kalau memang dalam bahaya serta berpesan agar tak memanjat tempat yang tinggi.  Eun Tak mengerti karena sebelumnya Kim Shin memberitahu kalau ia akan mati karena jatuh, meminta agar tak khawatir lalu pamit pergi. 


Kim Shin terlihat gelisah mondar mandir didalam rumah, lalu akhirnya keluar asap dari tanganya tanda Eun Tak sedang memanggilnya. Eun Tak terlihat berdiri ditepi jalan, memberitahu kalau Lampu jalan itu berkedip-kedip dan mengira dalam bahaya. Kim Shin hanya menatapnya.
Eun Tak melihat seorang pria berjalan didepanya dan Kim Shin datang, Eun Tak memberitahu kalau Pria didepanya sangat tampan sekali dan pria tampan memang dikenalsangat berbahaya. Kim Shin kembali datang melihat Eun Tak yang ada didepan toko pakaian.
“Pakaian itu bagus sekali dan Pakaian bagus bisa membahayakan saldo rekeningku.” Ungkap Eun Tak 

Eun Tak kembali memanggil Kim Shin dan mengaku kalau sangat merindukan Kim Shin  sampai rasanya tidak bisa bernapas jadi Hidupnya dalam bahaya sekali. Kim Shin tersenyu mendengarnya lalu mengaku kalau ia juga merindukanya. Pohon disekitar mereka pun mengeluarkan bunga akibat perasaan senang dari Goblin.
Kim Sun baru pulang menatap pohon sakura yang berbunga, menurutanya Sekarang  bisa melihat hal-hal aneh lagi. Seperti tak percaya kalau bisa melihat bunga bermekaran di tengah musim dingin. 

Wang Yeo menatap cincin yang diberikan pada Kim Sun pada tanganya, lalu pergi ke restoran dengan topinya dan melihat dua botol soju masih ada diatas meja, Akhirnya Wang Yeo masuk ke restoran dan duduk di depan meja dengan melepaskan topinya, terlihat ponsel yang tertinggal diatas meja. Ia mengeluarka cincin yang disimpan pada saku jaketnya.
Saat itu terdengar suara orang yang masuk, Wang Yeo kaget tak sengaja menjatuhkan cincin dari tanganya, dengan wajah panik tak bisa mengambil cincin yang terjatuh, memilih untuk mengambil topi agar tak terlihat. Kim Sun kembali masuk ke dalam restoran mengambilkan ponsel yang tertinggal, saat akan pergi kembali berdiri depan meja.
“Tingginya sekitar 184cm. Hak sepatunya 2cm jadi dia pasti setinggi ini.” Ucap Kim Sun lalu mengayuhkan tangkai pohonya di sebelah kanan, saat itu Wang Yeo sedang berdiri terkena dibagian atasnya, dan topinya pun terlepas, Kim Sun bisa melihat Wang Yeo yang tiba-tiba muncul didepanya padahal sebelumnya tak terlihat.
“Jadi ini identitasmu sebenarnya. Tapi... Seperti biasa, aku masih tidak mengerti. Kau... Kau itu apa sebenarnya?” ucap Kim Sun merasa bisa gila dengan semuanya karena melihat semua yang tak masuk akal. 
“Ini sungguh tak masuk akal sekali Tapi semuanya juga masuk akal. Kenapa kau tahu namaku dan Kenapa kau tidak punya nama. Kenapa semua jawabanmu sangat aneh. Kau juga melakukan sesuatu padaku sebelumnya, kan? Jangan lakukan hal itu lagi sekarang, apa pun itu.” Tegas Kim Sun menahan rasa sedihnya.
“Aku tidak akan melakukannya. Aku hanya akan membuatmu mengetahui semuanya.” Ucap Wang Yeo dengan mata berkaca-kaca, Kim Sun ingin tahu siapa sebenarnya Wang Yeo itu.
“Aku......malaikat pencabut nyawa. Aku tahu ini tak masuk akal, Tapi aku bermimpi akhir yang bahagia. Namun, seperti dugaanku,  itu sebuah tragedi. Apa sekarang kita harus berpisah?” ucap Wang Yeo, Kim Sun hanya menatapnya. 


Eun Tak baru keluar kampus mengirimkan pesan pada Kim Shin “ Aku sudah selesai masa orientasi dan juga barusan selesai mendaftar kelas. Sekarang, aku sedang keliling kampus.” Dua hantu dibelakangnya mengikutinya,  Si hantu yang lebih tua menyuruh Eun tak menuliskan "Aku merindukanmu." Dengan emoticon hati yang banyak, Hantu muda merasa kalau itu Romantis sekali.
“Aku juga pernah menikmati indahnya menjalin hubungan. Hariku sudah seperti hari hangat musim semi Tapi sekarang, aku terjebak berkeliaran di dunia ini dengan dendam mendalam. Dan setiap hari, hari yang gelap, dan dingin bagiku.”cerita Si hantu yang lebih tua
“Alangkah baiknya kalau kau menemui bajingan itu yang mencampakkanku. Dan menanyakannya apa yang ingin kutanyakan padanya.” Ucap Si hantu tua, Eun Tak diam saja karena sudah biasa mendengar para hantu bicara di sekelilingnya.
“Kau mau menanyakan apa? Apa kau akan bertanya"Apa kau bahkan mencintaiku?"” kata si hantu muda, hantu muda pikir seperti itu. Hantu muda merasa itu pasti Romantis sekali.
“Baiklah. Ayo kita akhiri malam musim dinginmu itu. Ayo kita balas dendam.  Dan Harus aku apakan bajingan itu?” ucap Eun Tak membalikan badan ingin membantu para hantu. 

Eun Tak memastikan korek dalam sakunya, dua hantu binggung apakah Eun Tak ingin menyalakan api. Eun Tak pikir Lebih baik cari aman daripada menyesal nantinya lalu masuk ke dalam gedung, terlihat seorang pria yang sedang lembur didepan meja kerjanya.
“Ada yang bisa kubantu?” tanya si pria yang melihat Eun Tak datang.
“Aku harus mengatakan sesuatu padamu mewakili mendiang istrimu. Lee Jung Hwa. Kau punya waktu, 'kan?” ucap Eun Tak. Suami Jung Hwa kaget Eun Tak bisa mengenal istrinya. 

Akhirnya keduanya naik ke bagian atas gedung, Eun Tak ingin menyampaikan epsan Lee Jung Hwa pada suaminya dengan melipat tangan didada seperti yang dilakukan oleh Jung Hwa yang berdiri disampingnya. Suami Jung Hwa pun menyuruh Eun Tak bicara saja.
“Bagaimana kabarmu? Kau sepertinya bahagia bersama Hee Jin” ucap Jung Hwa dan Eun Tak mengulangi apa yang dikatakan. Suami Jung Hwa binggung siapa yang mengatakan, Eun Tak memberitahu kalau itu istrinya.
“Bagaimana kau kenal Hee Jin?” tanya suami Jung Hwa
“Kau mengajaknya pulang ke rumah kita. Pada saat hari jadi ke-200 hari kalian. Kau membelikannya tas cantik. Dengan memakai uang asuransi jiwaku.” Ucap Jung Hwa yang kembali diulangi pada Eun Tak.
Tapi Eun Tak yang mendengarkan ceritanya jadi ikut marah, Jung Hwa kembali mengatakan kalau hari itu diatap, suaminya itu mendorongnya. Eun Tak benar-benar kaget ternyata Jung Hwa mati dibunuh oleh suaminya sendiri. Saat itu daftar nama kematian, terlihat tinta merah menyala [Ji Eun Tak, 20 Tahun] Eun Tak panik meminta agar Jung Hwa itu tak menanyakan hal itu. Suami Jung Hwa binggung melihat Eun Tak terlihat berbicara sendiri.

“Kau dan Hee Jin bersekongkol merencanakan itu semua lewat lewat telepon Aku merekam semua itu dan menyembunyikannya di lemari sepatu.” Ucap Jung Hwa
“Tunggu... Jika kau menyembunyikan rekaman rencana kejahatan mereka, maka kau harusnya sudah membawa rekaman itu ke polisi. Bukan begini caranya.” Ucap Eun Tak berbicara pada Jung Hwa dengan wajah panik melirik Suami Jung Hwa Kau.
“Kau bisa tahu semua itu darimana? Dan Kau bicara dengan siapa?” ucap suami Jung Hwa heran
Hantu muda merasa kalau adean itu harusnya jadi sitkom tapi malah mengubahnya jadi thriller, menurutnya suami Jung Hwa  menakutkan sekali. Eun Tak meminta agar Jung Hwa tidak berbuat yang sembrono karena nanti akhirnya semua akan mati. Jung Hwa merasa tak peduli karena dirinya itu sudah mati.


Eun Tak kesal Jung Hwa itu egois sekali yang tak memikirkan dirinya, Suami Jung Hwa merasa Eun Tak gila yang sedari tadi bicara ke sebelahnya. Eun Tak memberitahu disampingnya itu adalah istrinya yang dibunuh. Suami Jung Hwa terlihat sangat marah dengan pembunuh berdarah dinginya mulai mendekati Eun Tak.
“Jadi kau mau mati juga rupanya. Anak muda memang ceroboh sekali,  Menaiki tepi bangunan seperti itu...”ucap Suami Jung Hwa, Eun Tak bisa mengerti kalau ini mungkin artinya mati akibat jatuh.
“Aku sebenarnya tidak ingin minta bantuan pacarku. Aku khawatir bagaimana nantinya pacarku... akan menghukummu.” Kata Eun Tak.

Suami Eun Tak seperti tak takut terus berjalan, Eun Tak menyalakan korek lalu meniupnya. Suami Eun Tak tiba-tiba terjatuh dan terlihat Kim Shin datang dengan pedangnya mengoreskan luka dibagian belakang suami Jung Hwa. Akhirnya Suami Jung Hwa berada didepan kantoro polisi
“Serahkan dirimu ke polisi dan terima hukumannya. Jika kau mau menerima hukuman dariku, maka kau akan mati.” Kata Kim Shin memperingatinya, Suami Jung Hwa dengan wajah ketakutan masuk ke dalam kantor polisi mengaku kalau  membunuh istrinya. 


Kim Shin menemui dua hantu dan juga Eun Tak. Jung Hwa tertunduk meminta maaf,  karena hanya ingin mengatakannya saja, menurutnya tak adil karena dirinya terluka, jadi meminta Kim Shin agar menyelamatkanya dan belum sempat mengatakan semuanya, Kim Shin akan mendekat, Eun Tak langsung menghalanginya.
“Dia sudah minta maaf.” Ucap Eun Tak membela, Kim Shin marah karena tadi Eun Tak hampir mati. Eun Tak tahu dan meminta maaf karena membuat Kim Shin khawatir.
“ Unni, kau harus pergi ke tempat yang baik sekarang. Sepertinya aku juga harus kena teguran oleh Goblin” kata Eun Tak pada Jung Hwa
“Terima kasih sudah membantuku dan mendengarkanku. Kau Sehat-sehatlah, Eun Tak.” Pesan Jung Hwa yang bisa tenang. 

Kim Shin masuk lebih dulu ke dalam rumah dengan wajah cemberut, Eun Tak bertanya apakah Kim Shin masih marah,  tapi menurutnya Kim Shin masih marah, Kim Shin melirik sinis dan langsung memeluk pacarnya memberitahu kalau tak marah tapi  hanya khawatir.
“Tapi kenapa aku merasa aku seperti dimarahi?Hatiku merasa terpukul” ucap Eun Tak, Kim Shin mengaku kalau hatinya juga sakit.
 “Kau tidak tahu saja apa yang kulalui dalam waktu singkat sejam itu.” Kata Kim Shin dengan nada marah
Eun Tak merasa kalau mereka itu sangat menyedihkan. Kim Shin merasa tak seperti itu, Eun Tak pikir mereka itu sial, Kim Shin juga tak merasa seperti itu. Eun Tak dengan senyuman berpikir kalau sekarang pacarnya itu sudah tak marah. Kim Shin mengaku masih marah.
“Kalau aku sudah jadi mahasiwa, maka aku akan ikut kencan buta dan pakai rok pendek saja.” Kata Eun Tak sengaja mengodanya, Kim Shin langsung melarangnya. Eun Tak langsung memeluk erat Kim Shin tak mau melepaskanya. 

Teman Wang Yeo melihat seniornya itu sepertinya kelelahan akhir-akhir ini dengan mengodanya kalau rajin olahraga. Wang Yeo dengan wajah lesunya kalau leluconya itu tak lucu.  Temannya mengaku kalau hanya ingin menghibur karena Wang Yeo  kelihatan sedih.
“Lalu Kenapa kau mau menemuiku?” tanya Wang Yeo
“Oh, ya. kau seharusnya melaporkan dua kasus jiwa yang hilang. Tapi atasan cuma dapat satu laporan. Mereka menyuruhku untuk memberitahumu agar menyerahkan pernyataan alasan. Dan Sunbaenim, kau juga harus sering-sering periksa kiriman surat.” Kata Juniornya merasa Wang Yeo jarang membaca pesan jadi harus menyampaikan langsung.
“Aku harus tahu sesuatu dulu untuk melakukannya. Sepertinya sudah sekitar 20 tahun. Aku mengincar dan mencari tahu arwah itu dan tidak bisa menemukan informasi tentang arwah itu” jelas Wang Yeo
Juniornya bertanya siapa arwah itu,  Wang Yeo yakin kalau arwah itu sudah lama berkeliaran dan tak kenal takut, serta merasa tidak pernah melihat arwah yang taktakut dengan malaikat pencabut nyawa menurutnya itu aneh lalu kehilangan jejaknya dan ia pasti terlihat bodoh karena telah mengumpulkandokumen mengenai kehilangan jejaknya dan yang belum dilaporkan adalah mengenai arwah itu. 


Semua hantu kembali berkumpul direstoran, Eun Tak sibuk mengepel lantai. Si wanita muda  memberitahu kalau Ada wajah baru yaitu arwah yang sudah lama berkeliaran. Eun Tak seperti biasa saja, Hantu muda menceritakan kalau  20 tahun yang lalu, arwah bahkan mampu melarikan diri dari malaikat pencabut nyawa.
“Benarkah? Aku juga pernah mengalami hal yang sama waktu aku umur 9 tahun...” ucap Eun Tak seperti tak peduli lalu terdiam saat meliaht sosok hantu pria dengan rambut yang beruban dan terlihat mengerikan. Terlihat ada bagian luka dibagian tanganya.
“Senang bertemu denganmu.Jadi kau rupanya si Pengantin Goblin.” Ucap Arwah Mentri Park dengan lidah yang membiru menyapa Eun Tak.
bersambung ke episode 12 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar