Kamis, 12 Januari 2017

Sinopsis The Legend of the Blue Sea Episode 16 Part 1

PS : All images credit and content copyright : SBS

Joon Jae terdiam menatap ke seberang jalan, ada Sim Chung dan sosok ibunya. Sim Chung pun bergumam kalau legenda mercusuar itu benar. Bahwa mereka yang berpisah di mercusuar itu selalu bertemu lagi, mereka bertemu dan jatuh cinta lagi.
“Selamat, kau bertemu ibumu.” Gumam Sim Chung, Lampu hijau menyala lalu Joon Jae pun berjalan menuju ibunya begitu juga Nyonya Moo.
Nyonya Moo seperti kembali saat masih muda begitu Joon Jae seperti anak kecil yang merindukan ibunya. Keduanya saling menatap dan akhirnya Nyonya Moo memeluk anaknya lebih dulu sambil menangis, Joon Jae masih terdiam seperti masih shock akhirnya bertemu dengan ibu yang selama ini dicarinya.

“Joon Jae... aku minta maaf.... Maafkan aku, Joon Jae.” Ucap Nyonya Moo sambil menangis memeluk anaknya. Joon Jae akhirnya memeluk erat ibunya yang menyesali karena sudah meninggalnya. Sim Chung yang melihatnya menatap haru.
“Di antara banyak kata yang aku pelajari setelah datang ke sini,  Kata-kata terbaik adalah "akhir yang bahagia." Aku yakin bahwa saat ini adalah sebuah akhir yang bahagia. Tapi harapan dan keputusasaan yang hidupan berikan kepadamu adalah... bahwa waktu terus mengalir dan masa-masa itu terlewati. Dibalik masa kebahagiaan itu, tidak ada yang tahu apa yang ada di baliknya.” Gumam Sim Chung 


Joon Jae dan ibunya akhirnya duduk bersama di sebuah cafe, Nyonya Moo lebih dulu bertanya keadaan anaknya, Joon Jae mengaku baik-baik saja. Nyonya Moo meminta maaf dengan wajah tertunduk. Joon Jae meminta ibunya agar Berhenti mengatakan meminta maaf dan menyesal.
“Aku seharusnya tidak... meninggalkanmu seperti itu. Aku pikir ayahmu yang kaya akan membesarkanmu dengan bai dan hidup dengan baik selama belajardi luar negeri.” Ungkap Nyonya Moo dengan nada menyesal
“Aku tidak pergi ke luar negeri, tapi aku hidup cukup baik. Dan juga Aku bertemu orang-orang baik.” Cerita Joon Jae dengan senyuman bahagia.
“Aku mendengar kalau kau lari dari rumah saat kau berada di SMA. Kenapa kau melakukan itu? Kenapa kau tidak bertahan saja dan tinggal di sana?” ucap Ibunya.
“Karena aku merindukanmu.,, Aku sangat merindukanmu. Aku pikir bisa segera menemukanmu. Tapi... kau tidak bisa ditemukan sama sekali. Padahal Aku sudah memikirkan segala macam hal. Apa dia sudah meninggal... Jadi, tolong berhenti mengatakan kau menyesal. Karena masih hidup dengan sehat seperti ini, maka aku bersyukur.” Cerita Joon Jae. Nyonya Moo hanya bisa menangis. Joon Jae pun  duduk disamping ibunya dan memeluknya dengan erat.

“Tapi ibuku menjadi sangat kurus sekarang.  Saat aku masih kecil, kau selalu memelukku. Jadi Aku harus memelukmu setiap hari.” Cerita Joon Jae
“ Pasti itu sudah sangat berat untukmu, saat itu seorang anak 10 tahun bisa tumbuh menjadi seperti ini. Untuk waktu yang lama, kau sendirian tanpa ibu. Putraku, pasti sudah sangat berat bagimu. Bagaimana kesepiannya kau?Ibu tidak tahu...” kata Nyonya Moo
“Itu sebabnya kau tidak boleh pergi kemana-mana lagi. Saat kita terpisah, kau tidak tahu apa-apa. Jadi, jangan pergi kemana-mana.” Pesan Joon Jae pada sang ibu. 
Sementara dirumah sudah berkumpul Yoo Na dan juga Bibi Tuna Wisma dengan banyak makanan. Nam Do yang mendengarnya dibuat kaget kalau Ahjumma yang bekerja di tempat Si Ah adalah ibu Joon Jae. Sim Chung membenarkan dan mereka berdua sedang berbicara sekarang.
“Bukan hanya Joon Jae yang sudah mencari ibunya.Aku juga sudah mencari kemana-mana.Tapi aku tidak percaya dia ada di sini selama ini!” kata Nam Do masih tak percaya
“Aku ingin mengucapkan selamat kepada mereka, tapi bagaimana dengan pesta ulang tahunmu? Rasanya sedikit ambigu sekarang.” Kata bibi tuna wisma sambil makan ayamnya.
“Itu benar. Kenapa kau memutuskannya menjadi hari ini dari semua hari yang ada?” keluh Nam Do
“Justru karena aku memilih tanggal yang tepat Heo Joon Jae bisa bertemu ibunya.”  Balas Sim Chung.
“Itu benar juga. Tidak hanya kau semakin baik dalam berbicara, kau juga sudah menjadi sangat logis.” Kata Nam Do
Bibi Tuan Wisma memperlihatkan piring yang kosong, Nam Do pun berdiri ketika akan ke dapur kakinya tersandung dan ingatnya seperti kembali saat harus tersandung depan kolam renang. Sim Chung bertanya ada apa dengan Nam Do, sementera Bibi Tuna wisma mengeluh karena mereka membuat piring kosong tanpa diisi kembali.  Nam Do merasa kalau ada sesuatu yang besar.


Joon Jae dan ibunya berjalan menuruni tangga, Nyonya Moo masih tak menyangka bahwa ini adalah rumah yang pernah didatanginya adalah rumah anaknya sendiri. Joon Jae pun  tidak tahu. Selama ini sudah memakan makanan yang dibuat ibunya dan hanya berpikir kalau rasanya sama.
Nyonya Moo teringat saat sebelumnya datang dengan Si Ah, bertanya rumah siapa yang akan didatanginya. Si Ah mengaku kalau ini adalah rumah calon pacarnya.
“Mungkinkah, apa bibinya Elizabeth, Cha Si Ah,adalah pacarmu?” tanya Nyonya Moo memastikanya.
“Tidak, bukan dia. Dia hanya teman sekelas kuliahku.” Ucap Joon Jae, Nyonya Moo yang sayang dengan Sim Chung berpikir wanita itu adalah pacaranya, Joon Jae hanya tersenyum.
“Omo, melihat bagaimana kau tersenyum. Apa Kau sangat menyukainya? Tapi... apa kalian sudah hidup bersama?” goda Nyonya Moo melihat senyuman yang lebar.
“Dia tidak menemukan tempat lain yang cocok karena keadaan dirinya.” Jelas Joo Jae
“ Takdir adalah suatu hal yang aneh. Aku sudah beberapa kali menerima bantuan dari Sim Chung.  Dia membantuku saat aku dicopet, dan dia juga menyelamatkan aku dari tertabrak mobil saat aku sedang berjalan dengan bingung.” Ungkap Nyonya Mo
“Bagaimana kau bisa hampir tertabrak mobil? Kau dan dia, apa kau tidak berpikir untuk menyingkir dari jalur mobil? Tolong Berhati-hatilah.” Pesan Joon Jae khawatir, Nyonya Mo menganguk mengerti.
“Tapi... bagaimana kau bisa hidup di sebuah rumah yang bagus?” tanya Nyonya Moo, Joon Jae sedikit khawatir.
“Aku mendapatkan banyak uang. Meskipun, ini adalah sewa. Setidaknya aku bisa mendapatkan tempat bagi kita untuk hidup bersama. Jadi... berhenti bekerja begitu keras dan hidup denganku.” Jelas Joon jae.
Nyonya Mo pun ingin tahu perkerjaan anaknya sekarang, Joon Jae makin gugup mengaku kalau hanya melakukan apapun saja, dan mengajak mereka segera masuk. 


Lilin diatas kue ulang tahun dinyalakan, Semua menyanyika lagu selamat ulang tahun Sim Chung, sebelum Sim Chung meniupnya. Joon Jae menyuruh Sim Chung membuat keinginan. Sim Chung pun langsung mengatakan keinginanya ingin tinggal di rumah ini dengan bahagia untuk waktu yang lama bersama Heo Joon Jae.
“Sebuah keinginan harus dibuat di dalam hatimu agar bisa menjadi kenyataan. Kalau kau mengatakannya dengan keras, itu tidak akan menjadi kenyataan.” Komentar Nam Do, Sim Chung panik karena sudah membuat kesalahan.
“Tidak masalah. Itu akan tetap menjadi kenyataan bahkan jika kau mengatakannya keras-keras. Tiup lilinnya.” Kata Joon Jae,
Sim Chung pun meniup lilinnya saat lilinya akan dicabut, Sim Chung menahanya agar mereka bisa tiup lilinnya sekali lagi. Joon Jae binggung, Sim Chung pikir yaitu ada Ada hal lain yang harus dirayakan kalau Joon Jae dan ibunya akhirnya bertemu.
Joon Jae dan ibunya pun meniup lilin bersama, Sim Chung pun kembali menahan sebelum lilin dicabut dengan bertanya  apa ada orang lain yang perlu diberi ucapan selamat, Yoo Na mengangkat tangan karena mendapatkan nilai seratus pada tes kosa kata bahasa Inggrisnya. Sim Chung pikir mereka  harus mengucapkan selamat kepadanya. Joon Jae merasa Sim Chung melakukannya karena menyenangkan. 

Si Ah sedang dalam lab penelitianya terlihat kaget, Nam Do meminta agar Si Ah datang juga. Si Ah ingin Nam Do mengucapkan kalimat sebelum itu. Nam Do pikir Si Ah tak mendengar ucapanya kalau i  mengatakan Joon Jae menemukan ibunya.
“Tapi Tidak hanya itu, dia adalah ahjumma yang bekerja di rumahmu. Hal-hal seperti ini benar-benar terjadi di dunia! Bukankah ini hal yang baik untukmu? Kau pasti sangat dekat karena kau tinggal di rumah yang sama. Jadi Datang saja. Ada pesta besar yang sedang terjadi. Bahkan seorang siwa sekolah dan gelandangan ada di sini” cerita Nam Do dengan melirik pada Si bibi Tuna Wisma sedang asik makan. 

Tae O mengajak Yoo Na pulang dengan meminta agar bisa mengengam tanganya karena akan mengantarnya, Yoo Na pun mengenggam tangan Tae O untuk pulang bersama,  Sim Chung berpesan agar Yoo Na Pulanglah dengan selamat dan mengucapkan Terima kasih sudah datang ke pesta ulang tahunnya. Yoo Na pun mengucapkan selamat ulang tahun.
“Dan Kau juga, Oppa, selamat sudah menemukan ibumu.” Ucap Yoo Na, Joon Jae pun mengucapkan terimakasih pada Yoo Na lalu Tae O pun keluar mengantar Yoo Na pulang.
“Ngomong-ngomong... bukankah kau memberiku tas cenderamata?” tanya Bibi Tuna Wisma pada Nam Do, Nam Do binggung maksudnya itu apa.
“Sebuah tas cenderamata. Kenang-kenangan pesta. Maka Saat aku pergi ke pesta, mereka selalu membagikannya.” Jelas Bibi Tuna wisma.
“Apa kau ingin aku untuk membungkuskanmu beberapa makanan?” tanya Nam Do
“Aku tidak makan makanan yang sudah dimasak lebih dari dua jam.” Kata Si Bibi tuna Wisma, Nam Do pun menyuruh bibi tuna wisma untuk pulang saja.

Setelah keduanya pulang, Nam Do mengeluh pada Sim Chung dengan semua temanya yang berpikir kalau tidak normal.  Sim Chung pikir tak ada yang salah karena menyukai semua teman-temannya yang datang bahkan  Ibu Heo Joon Jae juga temannya.
“Hei, bagaimana ibuku bisa jadi temanmu?” kata Joon Jae heran
“Itu benar. Kita adalah teman.” Kata Ibu Joon Jae membenarkan, Sim Chung dengan bahagia mengaku kalau mereka berteman berjalan pergi dengan Nyonya Moo
“Hei, kalau kau berteman dengan ibuku,lalu dimana posisiku?” tanya Joon Jae mengikuti keduanya, Nam Do yang melihatnya merasa  rumah ini menjadi semakin aneh.

Keempat duduk bersama di meja makan, Nam Do menceritakan kalau  seberapa keras mencarinya dan mengingat semua alamat lama, dan juga tahu semua teman dan kerabatnya. Nyonya Moo menceritakan  ada di luar negeri selama beberapa tahun setelah perceraian lalu setelah menghabiskan semua tabunganku dan kembali, dan hanya mengurus rumah tangga orang lain  Jadi akan sulit untuk menemukannya.
“Aigoo... Kau pasti sudah melalui banyak hal. Apa kita harus bersulang untuk hal itu?” kata Nam Do, lalu mereka pun bersulang dengan meminum wine.
“Tapi Ibu, karena pertemuan yang emosional sudah berlalu, boleh aku menanyakan sesuatu? Apa mungkin kau mengenal seseorang bernama Kang Ji Hyun? Kalian pergi ke SMA yang sama.” Ucap Nam Do
“Apa maksudmu Kang... Ji Hyun?” tanya Nyonya Mo terlihat kaget, Nam Do membenarkan. Joon Jae melihat wajah ibunya bertanya apakah wanit itu adalah seseorang yang dikenalnya.

“Kenapa kau bertanya?” tanya Nyonya Moo, Joon Jae menahan Nam Do yang ingin bicara dan menjawab kalau  ada beberapa masalah, jadi merkea sedang mencari Kang Ji Hyun bahkan Kartu identitasnya sudah dibatalkan dan tidak ada catatan sama sekali.
“Dia adalah seseorang yang aku kenal, bahkan Yang aku kenal dengan sangat baik.” Cerita Nyonya Mo
Nam Do terlihat tak percaya mendengarnya, Nyonya Mo mengatakan kalau Joon Jae juga mengenal dia. Joon Jae kaget karena mengenal orang itu.  Nyonya Mo memberitahu kalau Ji Hyun adalah ibu tirinya, semua dibuat kaget mendengar pengakuan Nyonya Mo karena namanya itu adalah Seo Hee.
“Dia berkata kalau dia mengganti namanya menjadi Kang Seo Hee.” Cerita Nyonya Mo
“Jadi Dia mengganti namanya? Maka seharusnya ada semacam catatan tertinggal, tapi tidak ada apapun.” Pikir Nam Do
“Aku tidak tahu tentang semua itu, tapi namanya di sekolah adalah Kang Ji Hyun. aku yakin setidaknya untuk itu.” Cerita Nyonya Mo
Nam Do pun tak percaya kalau Kang Ji Hyun adalah wanita itu, Nyonya Mo melihat seperti ada suatu masalah, Nam Do ingin menjelaskan tapi ditahan oleh Joon Jae agar tak membahasnya,  dengan mengatakan kalau tak ad apa-apa. Nam Do pun mencoba mengalihkan dengan bertanya apakah tahu buronan yang  bernama Ma Dae Young. Nyonya Mo pikir  pernah mendengar nama itu.
“Jadi begini, kami sudah berusaha untuk melacak Ma Dae Young. Tapi Kang Ji Hyun sepertinya terkait dengan Ma Dae Young.” Jelas Nam Do, Nyonya Mo tak mengerti maksudnya terkait seperti apa.
“Cukup... Ini tidak banyak. Detektif yang kami kenal bertanya tentang hal itu.” Ucap Joon Jae tak ingin ibunya mengetahui masalah yang terjadi

Si Ah berdiri didepan pintu terlihat kebingungan, untuk masuk ke dalam rumah. Tae O baru selesai mengantar Yoo Na akan kembali melihat Si Ah yang gelisah didepan pintu. Si Ah memastikan kalau Ibu Joon Jae ada di dalam, Tae O pikir mungkin saja.
“Apa... dia mengatakan sesuatu tentang... aku?” tanya Si Ah, Tae O binggung tentang apa maksudnya, Si Ah tak ingin membahasnya
“Apa kau tidak mau masuk?” tanya Tae O, Si Ah malah menawarkan agar mengajak Tae O untuk minum bersamanya. Tae O menolaknya tapi tetap saja Si Ah menariknya unuk minum bersama. 

“Aku tidak tahu seberapa banyak kau menyukaiku, tapi apa kau ingin aku membuat kau tidak menyukaiku sama sekali?” ucap Si Ah sedang sedikit mabuk. Tae O dengan malas mencoba mendengarnya.
“Aku... tahu bahwa ahjumma adalah ibu Joon Jae.” Ungkpa Si Ah
“Jadi kenapa kau tidak mengatakan apapun?” komentar Tae O
“Aku... sudah benar-benar kejam kepadanya. Jadi hubungan kami tidak baik sama sekali. Tapi kemudian aku tahu. Bahwa dia ibunya. Lalu aku mencoba untuk memperbaiki hubunganku dengannya entah bagaimana dan kemudian mengatakan kepadanya, tapi semuanya sudah selesai sekarang. Setelah dia tahu, dia bahkan tidak akan mau berteman denganku, kan? Dia akan memintaku untuk pergi, kan?” cerita Si Ah sedih
Tae Oh tahu kalau Si Ah seorang wanita yang mengerikan. Si Ah pun menanyakan perasaan Tae Oh Setelah mendengar ini, berpikir kalau perasaan yang dimilikinya itu menghilang. Ia  pikir Berterima-kasih karena keinginnaya adalah supaya perasaannya kepada Joon Jae menghilang sepenuhnya, tapi tidak bisa menahannya, jadi sangat berat bagiku.
“Aku mengatakannya kepadamu agar kau tidak menderita seperti aku. Perasaanmu yang bersemangat untukku, cinta itu, aku sudah memintamu untuk membuangnya.” Ucap Si Ah sambil menangis,Tae O hanya bisa tersenyum melihat Si Ah. 



 Detektif Hong pun menerima telp dengan menerima Joon Jae,  Joon Jae memberitahu kalau Kang Ji Hyun yang dikenal oleh ibu kandungnya adalah ibu tirinya, menurutnya kalau masih terkait dengan Ma Dae Young...Detektif Hong mengartikan  bahwa alasan Ma Dae Young mengejarnya karena Ibu tirinya itu yang memintanya.
“Tapi kenapa? Kenapa dia mencoba untuk membunuhmu?” tanya Detektif Hong binggung
“Aku yakin si bajingan Heo Joon Jae melakukan sesuatu yang buruk untuk mengganggu dirinya.” Bisik anak buah Detektif Hong, Detektif Hong langsung mendorong anak buahnya agar menjauh.

Joon Jae mengingat saat itu Chi Hyung mengatakan “Surat wasiat ayahku sudah disahkan notaris, tapi dia meninggalkan hampir semua asetnya kepada aku dan ibu”.
“Hal pertama yang bisa aku katakan adalah bahwa itu adalah karena warisan.” Cerita Joon Jae
“Kau bilang Warisan? Ada berapa banyak kekayaannya sampai dia pergi sejauh itu untuk menyakitimu? Hei.. Bajingan. Kau menipuku lagi! Berhenti! Apa ayahmu seorang chaebol?” ucap Detektif Hong tak percaya
Joon Jae merasa itu tak penting dan meminta agar Detektif Hong  tidak bisa segera melakukannya. Detektif Hong pikir tidak bisa tanpa bukti yang penting dan bisa memberitahunya bahwa mencurigainya jadi  harus hati-hati sampai menemukan beberapa bukti.
“Sudah aku katakan, aku merasakan sesuatu tentang hal ini. Teka-tekinya mulai terpecahkan. Dan kita juga tidak punya waktu untuk menunggu.” Kata Joon Jae yakin, Detektif Hong ingin tahu apa yang akan dilakukan Joon Jae.
“Aku akan melakukannya dengan caraku. Aku akan menemukan buktinya dan mengungkapkan semuanya sesegera mungkin.” Tegas Joon Jae. 

Dokter melihat Tuan Kim yang terbaring menmberitahu kalau berada dalam keadaan yang bisa sedikit bernafas sendiri dan kejadian itu  saat menggunakan mesin pernapasan hanya sebagai pendukung  Jadi tidak ada serangan jantung fatal.
“Dia hampir mati satu kali. Bagaimana bisa sesuatu seperti ini terjadi lagi?” ungkap istrinya sambil menangis.
“Aku tidak tahu apa dia akan bisa hidup normal bahkan kalau dia bangun.. Dalam kasus pasien ini, dia memiliki cedera aksonal yang berdifusi. Dan Dalam kasus-kasus seperti itu, kadang-kadang pasien bisa tiba-tiba bangun dari koma. Karena kita tidak tahu proses yang tepat bagaimana cedera otak bisa pulih, maka kita sebut saja sebuah keajaiban.” Ungkap Dokter, Istri Tuan Kim berharap untuk sebuah keajaiban. 

Tuan Kim yang terbaring seperti ikut memimpikan sesuatu, dirinya yang masih muda saat jaman Joseon mencoba bersembunyi dia sebuah tempat saat itu mengambil lembaran kertas seperti sangat penting. Tiba-tiba ketika akan keluar dua pria menghadangnya, terlihat wajah Chi Hyun dan Nam Do menghalangi jalanya. 

Seo Hee sedang memotong anggrek ungu dengan membuat rangkaian bunya, tiba-tiba Chi Hyun datang dengan wajah penuh amarah. Seo Hee bertanya apa yang terjadi pada anaknya. Chi Hyun bertanya apakah Ma Dae Young adalah ayahnya. Seo Hee kaget dan terdiam.
“Haruskah aku mengkonfirmasinya untukmu?” ucap Chi Hyun, akhirnya Seo Hee pun membenarkan.
“Aku tidak mengerti, Chi Hyun. Tanpa mengetahui apapun, tanpa melakukan apapun, kalau kau duduk dan menunggu saja, aku akan melakukan semuanya untukmu, jadi kenapa kau penasaran?” ucap Seo Hee

“Kenyataan bahwa aku anak dari seseorang seperti dia...! Aku sangat membencinya... Karena itu... itu membuatku merasa seperti lumut yang kotor yang tidak pernah bisa terkena sinar matahari...” ungkap Chi Hyun yang malu memilik ayah seperti Dae Young.
“Chi Hyun... aku pernah mempunyai... saudara kembar. Kami lahir di jam yang sama, hari yang sama, dan kami ditempatkan di keranjang yang sama dan dibuang di sebuah panti asuhan. Saudara perempuanku... diadopsi ke rumah benar-benar bagus tapi aku tidak. Seorang ayah yang melakukan kekerasan setiap kali dia minum dan ibu yangmenyedihkan menjadi kotoran miskin tanpa masa depan bahkan dalam keadaan seperti itu, masih ada satu hal yang baik untukku.” Cerita Seo Hee 


Flash Back
Seo Hee menangis didepan polisi mengaku tidak tahu karena berpikir ayahnya  sedang tidur setelah minum tapi saat bangun di pagi hari. Polisi kasihan memberikan selembar tissue agar tak menangis.  Lalu menikah ia menangisi suaminya yang meninggalk begitu saja dan ingin ikut mati bersamanya. 

“Orang-orang sepertinya percaya apa pun yang dikatakan oleh orang yang tidak berdaya. Sampai sejauh dengan menggunakan itu sebagai satu-satunya senjataku, itu adalah jalan yang panjang dan sulit.” Cerita Seo Hee
Jadi ia meminta pada Chi Hyun kalau tidak ingin untuk mengambil jalan yang panjang lagi. Menurutnya Entah itu Ma Dae Young atau Heo Il Joong, mereka hanya jalan pintas jadi Ambil saja jalan pintas itu dan pergi ke sinar matahari itu Dan hiduplah bukan sebagai lumut tapi sebagai bungan dan itu lakukan.

Si Ah mengucapkan terimakasih karena sudah menemaninya berjalan pulang. Tae O sempat menahan Si Ah yang akan terjatuh ketika masuk rumah karena sedikit mabuk, lalu ia dengan wajah serius mengatakan sudah berpikir tentang hal itu, dan akan berhenti menyukainya sekarang.
“Apa? Oh, jadi itu sudah dibereskan? Itu bagus. Aku senang.” Kata Si Ah
“Jadi Noona, kau juga harus mengakui Hong Joon Jae dengan baik” pesan Tae Oh
“Bagaimana kalau aku tidak pernah bisa melihatnya lagi? Apa ada artinya kalau terus melihat dia seperti ini?” ungkap Si Ah binggung, Tae O pun tak bisa banyak komentar dan akhirnya pamit pergi. Si Ah tak percaya Tae Oh bisa memilha perasaannya dengan begitu cepat. 

Nyonya Moo menelp Jin Joo menceritakan kalau akan menginap semalam , Jin Joo tak percaya kalau Nyonya Moo bertemu dengan putranya menurutnya seperti pertemuan yang dramatis dan ingin tahu bagaiman bisa bertemu dengan anaknya, sementara Si Ah baru pulang memilih untuk naik ke lantai atas untuk masuk ke dalam kamarnya. 

Sim Chung ingin tahu cerita Tentang hubungan dari ibu tiri Heo Joon Jae dengan Ma Dae Young. Nam Do balik menanyakan alasan Sim Chung yang ingin tahu tentang hal itu.  Sim Chung menceritakan kalau Ma Dae Young mencoba untuk menyakitiku dan Heo Joon Jae.

“Ma Dae Young hanya memiliki satu wanita dalam hidupnya dan itu adalah Kang Ji Hyun. Dan di sekelilingnya ada banyak kematian yang misterius. Lalu anggota keluarga angkatnya semua memiliki riwayat yang mencurigakan. Bunuh diri, kecelakaan... Setelah kedua suaminya kehilangan penglihatan mereka, mereka meninggal karena sakit dan kecelakaan. Kau tidak mengerti apa yang aku katakan sekarang, kan?” ungkap Nam Do melihat wajah Sim Chung yang kebinggungan.
“Tidak, aku mengerti semuanya. Kau tahu aku rajin menonton berita sekarang ini.” Ungkap Sim Chung
“Pokoknya, Kang Ji Hyun bisa memiliki anak tapi kami tidak bisa menemukan siapa pun karena tidak ada catatannya. Tapi kalau Kang Ji Hyun adalah ibu tiri Joon Jae, maka Heo Chi Hyun, Adik tiri Joon Jae, bisa jadi adalah anak itu.” Ucap Nam Do
Sim Chung seperti terlihat sedih, Nam Do binggung melihat ekspresi wajah Sim Chung, Sim Chung mengaku kalau merasa kalau Heo Joon Jae sangat kesepian. Nam Do pikir seperti itu. Sim Chung pikir Tapi bisa jadi itu adalah berkah karena bertemu dengannya setelah melarikan diri dari rumah lalu kembali masuk ke dalam rumah.
“Rumah tangga itu benar-benar mengerikan... Kalau kau menemukan sesuatu yang lain, pastikan untuk memberitahuku. Dia akan menjadi bantuan macam apa kalau dia mendengar apapun dariku?” ungkap Nam Do lalu melihat kearah kolam renang seperti ingat sesuatu,
“Ah... Hari itu di kolam renang ini, aku yakin ada sesuatu.” Kata Nam Do yakin lalu teringat saat meminta Sim Chung menangis.
“Aku bilang Menangis? Kenapa aku memintanya untuk menangis?” ucap Nam Do binggung.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar