Jumat, 20 Januari 2017

Sinopsis Missing Nine Episode 2 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC

Hee Kyung keluar ruangan bertanya pada penyidik Oh keberadan Bong Hee. Penyidik Oh memberitahu Bong Hee sedang ada dirumah ibunya, Hee Kyung bertanya apakah sudah mengutus orang  untuk mengawalnya. Penyidik Oh mengatakan sudah mengatakanya.
“Katakan pada mereka jangan sampaiada wartawan mendekatinya.Jika masyarakat tahu tentang ingatannya yang hilang, maka kita dalam masalah.” Perintah Hee Kyung, Penyidik Oh akan menyampaikan pesanya.
“Teruslah bersiaga atas tugas yang harus dilakukan di kantor pusat dan merekam saat interogasidengan dia dan kirim videonya padaku.”perintah Hee Kyung. 

Jaksa Oh menelp Tae Young memberitahu kalau mereka  sudah menemukan adiknya yang  ditemukan di Huizhou, Cina. Tae Young kaget mendengarnya, seperti memiliki sebuah haraapan, Jaksa Oh menyampai sesuatu  yang mengejutkan mengaku  turut berduka dan turut prihatin, Tae Young ingin tahu cina bagian mana tempat adiknya ditemukan. 

Bong Hee duduk di tepi pantai dengan dua pengawal yang menjaganya, Ibunya sudah mengunakan pakaian selam dan berteriak kalauakan pulan membawa tangkapan laut. Ingatan Bong Hee kembali datang, seperti mengingat saat ada di pulau.
Joon Oh mengantikan tanama yang sudah mulai layu pada tulisan HELP. Bong Hee pikir tak perlu melakukan karena  Kalau ada pesawat lewat, mereka juga akan melihatnya lalu memberikan makan siangnya yaitu setengah potong roti dan seteguk air.
“Aku mau lagi.” Ucap Joon Oh, Bong Hee menolaknya, Joon Oh memberitahu kalau ia sudah berkerja jadi meminta agar memberikan makan.
“Yang kau kerjakan itu tak ada gunanya.” Keluh Bong Hee, Joon Oh mau tak mau makan roti sekali habis. 
Joon Oh berbaring dengan melihat tumpukan makanan didepanya, berusaha untuk menahanya dengan memilih untuk tidur. Tiba-tiba Joon Oh terbangun sudah ada di pinggir pantai dengan pelayan yang mengipasinya dan diberitahu kalau Barbequenya sudah siap. Pelayan lain menawarkan wine.

 Joon Oh terlihat bahagia melihat banyak makanan mulai dari nasi diatas nanas lalu pizza, Saat itu ada babi panggang. Joon Oh mengaku tak suka babi, pelayan memberikan jampoong, Joon Oh langsung sumringah.
Pelayan mirip Byung Joo juga memberikan udang karena tahu Joon Oh itu menyukainya. Joon Oh senang menerimanya dan juga bahagia memakan sosis panggang, Tiba-tiba pelayan dengan wajah Bong Hee datang mengipasinya dengan menyindir apakah semua makanan itu enak. 

Joon Oh seperti mengingau dan makan semua yang ada didekatnya, Bong Hee berteriak marah karena Joon Oh makan semua persediaan makan mereka. Joon Oh binggung karena dimulutnya sudah penuh makanan dan merasa kalau bukan dirinya. Bong Hee memukulinya karena sudah menghabiskanya.
“Aku tadi mimpi makanan.” Cerita Joon Oh yang mulutnya masih penuh dengan makan lalu bersendawa. Bong Hee mengejek Jooh Oh itu jorok
“Aku bersendawa karena lapar.Aku melakukan segalanyabuat bertahan hidup.” Kata Joon Oh membela diri.
“Aku menyimpan ini semua dan Bisa-bisanya kau menghabiskan semuanya?” tegas Bong Hee
Joon Oh binggung karena hanya mimpi sedang makan tapi malah makan semua persediaan makanan. Bong Hee marasa Joon Oh pasti sudah gila. karena makan semuanya buat menyelamatkan dirinya. Joon Oh berteriak tak terima, mengingatkan Bong Hee adalah stylistnya dan ia adalah bosnya dan berani memanggilnya gila, lalu mengancam akan dipecat.
“Kalau kita nanti diselamatkan seperti si Alden itu..., nanti kukirim satu pak makanan ini ke rumahmu. Jaga ucapanmu itu. Kalau tidak, kupecat kau. Paham?” ucap Joon Oh, Bong Hee hanya mengiyakan saja.
“Karena ini sudah terlanjur... Aku minta maaf. Lalu Apa yang harus kita lakukan?  Aku sekarang sudah makan segala hal.” Ucap Joon Oh.
“Kita harus cari makanan.” Kata Bong Hee 


Bong Hee membuat kayu seperti tombok kecil, Joon Oh heran darimana sebenarnya asal Bong Hee yang bisa melakukan apapun dalam pulau terpencil. Bong Hee menyuruh Joon Oh agar membuat api dan ia kaan mencari makanan. Joon Oh mengeluh  tidak bisa  nyalakan api tanpa korek api.
“Karena itulah aku menyuruhmu.  Aku juga takkan menyuruhmu kalau ada korek.” Kata Bong Hee.
“Mana bisa aku nyalakan api?! Lalu Kau mau nangkap apa?” teriak Joon Oh yang melihat Bong Hee sudah pergi ke pantai.
Bong Hee menyelam mencari makanan, sementara Joon Oh mengesekan kayu agar membuat api tapi tak berhasil. Sementara Bong Hee berhasil melembar beberapa kerang yang ditemukanya. Joon Oh mengunakan pecahan kaca dan sengaja mengarahkan pada sinar matahari. 

Bong Hee sudah kembali bertanya darimana mendapatkan benda itu, Joon Oh mengaku baru saja menemukannya. Bong Hee bertanya lagi apa yang sedang dilakukanya. Jooh Oh memberitahu  mencoba menyalakan api pakai lensa. Bong Hee melihat itu hanya kaca biasa dan tak mungkin bisa menyalakan api karena yang dibutuhkan lensa cembung jadi tak mungkin berhasil.
“Kenapa kau baru ngomong sekarang? Aku daritadi membungku selama berjam-jam.” Keluh Joon Oh marah
“Tapi aku baru saja  melihatmu. Pokoknya  nyalakan apinya entah bagaimana caranya. Nanti aku balik kesini bawa ikan dan Ini hadiah buatmu.” Ucap Bong Hee dengan memperlihatkan kerang tangkapnya.
Joon Oh tak percaya Bong Hee bisa mengambil kerang, lalu berusaha membuat api dengan mengosokan batu. Bong Hee melempar batu dengan membuat jebakan eagar Ikan tak pergi dan berhasil mengambil menangkap ikan. Joon Oh berhasil menyalakan api, tapi karena kaget melihat api yang besar malah menginjak-nginjak rumput untuk mematikanya. 

Akhirnya Bong Hee sendiri yang membuat api dan api unggun. Joon Oh mengaku kalau sudah membuat api sebelumnya, lalu ingin tahu sebelumnya Bong Hee itu berkerja apa karena terlihat bisa melakukan apapun.
“Aku bukannya bisa melakukan apa saj tapi kau itu yang  tak bisa apa saja. Lalu, apa kau bisa memanggil aku pakai namaku? Aku ini punya nama. Ra Bong Hee.” Ucap Bong Hee, Joon Oh mengerti akan memanggil  nama Bong Hee.Bong Hee melihat ikan panggang yang terasa enak.
“Kau sepertinya bisa beradaptasi dengan baik di pulau-pulau terpencil.Seolah ini tempat yang sempurna  buat kau bertahan hidup.” Kata Joon Oh dengan nada mengejek
“Aku tidak bisa kelaparan sendiri  tanpa berusaha. Aku saja sudah bertahan sampai sekarang,  jadi akan tetap hidup sampai kita diselamatkan.” Ucap Bong Hee mengeluakan ikan dari api unggun da memberikan pada Joon Oh agar mencobanya.

“Aku tak bisa membuang duri ikan. Ada duri ikan yang tersangkut di tenggorokanku waktu aku masih kecil..., jadi aku tak bisa menghilangkan duri ikan. Buangkan durinya buatku.” Ucap Joon Oh manja.
Bong Hee mengejek kalau tak ada satu pun yang bisa dilakukan. Joon Oh merasa Bong Hee sudah lupa dengan yang dikatakan tadi siang dengan mengancam akan memecatnya, merasa kalau Bong Hee terus menganggapnya seperti  orang tak berguna.
“Aku juga tak mau mengatakan ini, tapi kau membuatku mengulangi perkataanku... kalau aku harus memecatmu. Ini Melelahkan.” ucap Joon Oh, Bong Hee hanya mengiyakan saja denga menyuapi ikan tanpa duri untuk Joon Oh.
“Sementara kau menghilangkan durinya...,maka kau harus makan ikannya juga.” Kata Joon Oh menyuapi Bong Hee juga,
“Kita harusnya sudah makan ini dari hari pertama dan tak perlu makan camilan itu.” Ucap Joon Oh bahagia bisa makan ikan bakar dan keduanya saling menyuapi ikan bakar.


Keduanya tertidur dengan beralasakan pasir pantai, Bong Hee terbangun lalu membangunkan Joon Oh yang tertidur, Joon Oh terbangun berpikir kalau Bong Hee menemukan sesuatu. Bong Hee mendengar suara. Joon Oh bertanya dimana suara itu. Keduanya pergi ke bagian semak-semak.
“Coba kau Dengar baik-baik.” Ucap Bong Hee melihat ada sesuatu yang bergerak didepan mereka.
“Aku tak lihat apa-apa. Kita balik saja.” Kata Joon Oh malah ketakutan. Bong Hee melarangnya agar Joon Oh bisa melihat seperti ada yang bergerak.
Joon Oh mengaku rabun jadi tak bisa melihat jauh, Bong Hee meminta agar Joon Oh bisa mendekatinya. Joon Oh yang penakut memilih untuk menjauh tiba-tiba gerakan itu semakin mendekati mereka. 

Lee Yeol terlihat jatuh tak berdaya didepan keduanya, Joon Oh kaget melihat ternyata Lee Yeol yang sedari tadi bergerak. Bong Hee hanya melihat Joon Oh yang panik berusaha menyadarkan Lee Yeol. Akhirnya Lee Yeol dibawa ke bibir pantai dengan alas seadanya.
Joon Oh mencari papan kayu untuk membalut tangan Lee Yeol yang patah, Bong Hee membantu mengikatnya.  Lee Yeol seperti menahan rasa sakit karena tanganya yang patah, Setelah itu Joon Oh memberikan minum untuk Lee Yeol karena pasti kehausan. 

Lee Yeol terbangun dan melihat Joon Oh tertidur dan Bong Hee berada didepan api unggun. Lee Yeol pun berjalan mendekati Bong Hee mengaku berkatnya membuat lenganya jadi lebih baik. Bong Hee mengucap syukur dan menyuruhnya duduk.
“Aku sedang membuat bubur. Satu-satunya yang bisa kita dapatkan  di sini cuma ikan dan kerang, kau bisa Jadikan daun ini sebagai sendok...” ucap Bong Hee lalu mengingat Lee Yeol hanya bisa mengunakan satu tangan, meminta agar meminumnya saja. Lee Yeol pun makan bubur dengan cara meneguk mengunakan batok kelapa.
“Tapi...,ada yang ingin kutanyakan padamu.Kenapa kau tidak mati?” kata Bong Hee blak-blakan, Lee Yeol sempat tersedak mendengar pertanyaan Bong Hee.  Bong Hee meminta maaf karena Mungkin pertanyaan tadi kedengarannya aneh dengan menjelaskan bukan seperti itu maksudnya.
“Aku hanya ingin tahu bagaimana  kau berhasil bertahan hidup dan bagaimana kau tahu  kami ada di sini. Itulah yang ingin kutanyakan.” Jelas Bong Hee 

“Setelah pesawat jatuh...,aku bangun dan... kukira cuma aku yang selamat.” Cerita Lee Yeol yang terbangun ditepi pantai dengan tangan yang patah.
“Aku menunggu selama beberapa hari dan berharap ada tim penyelamat yang akan segera tiba. Lalu aku melihat ada cahaya, Semalam.” Cerita Lee Yeol yang sempat menunggu ditepi pantai.
Bong Hee bisa mengerti kalau  cahaya itu saat mereka membakar ikan. Lee Yeol bertanya apakah orang akan datang menyelamatkan mereka. Bong Hee menceritakan kalau mereka  menemukan jejak seseorang  bernama "Alden" walaupun tak yakin  berkebangsaan apa tapi sepertinya sudah ada di pulau itu sebelum mereka.
“Sepertinya dia diselamatkan setelah  tinggal di pulau ini selama 25 hari. Itulah perkiraanku.” Kata Bong Hee yakin.

“Bong Hee...  Apa pernah terpikir olehmu kalau kita kemungkinan akan mati di sini? Ada kemungkinan besar tidak ada tim penyelamat  yang akan datang menyelamatkan kita.” Ucap Lee Yeol. Bong Hee heran Lee Yeol yang pesimis seperti itu.
“Aku melihat dia.... Si Alden itu.” Ucap Lee Yeol sebelumnya melihat tengkorak seperti orang yang sedang duduk dengan kalung bertuliskan J Alden.
Bong Hee tak percaya mendengarnya dengan terbata-bata,  Lee Yeol pikir Kalau orang mampu menemukan pulau ini dan datang meskipun cuma sekali mereka juga pasti akan membawa mayat yang dilihatnya itu. Bong Hee hanya terdiam seperti harapan untuk hidupnya hilang, Joon Oh terbangun sambil mengeluh kedinginan dan keduanya berdua berisik sekali sampai tidak bisa tidur.

Lee Yeol pun menyapa seniornya lebih dulu, Joon Oh melihat makanan ditangan Lee Yeol itu tak mengenyangkan jadi harus makan ikan dan menyuruh agar Bong Hee memanggang ikan. Bong Hee hanya diam. Joon Oh pikir sudah tak ada sisa lagi.
“Oh ya, kita makan semuanya kemarin. Kalau begitu, sana, kau tangkap ikan lagi.” Ucap Joon Oh semena-mena, Bong Hee melirik sinis.
“Ah, kau begini lagi... kau membuatku seperti ini. Hei, kalau kau begini terus..., aku akan memecatmu kalau kita sudah di Seoul.” Ucap Joon Hyung mengancam
“Pecat saja aku.... Pecat saja aku kalau kau bisa beruntung keluar darisini. Tapi kau... tidak akan bisa pergi dari tempat ini. Kau, aku, kita takkan bisa pergi dari pulau ini. Kau paham!” teriak Bong Hee dengan air mata mengalir di pipinya.

Ia melampiskan kemarahanya dengan menarik baju Joon Oh dan rambutnya agar bisa mencari makan sendiri saja dan tangkap ikan sendiri. Lee Yeol dengan satu tanganya berusaha untuk merelai keduanya. Tiba-tiba ia seperti melihat cahaya dan menunjuk ke arah depan mereka. 
Bong Hee melihat pantulan sinar, mengartikan kalau ada seseorang dan langsung berlari mencarinya. Joon Oh berteriak kemana lagi Bong Hee akan pergi karena mungkin  bukan orangyang mau menyelamatkan mereka. Lee Yeol tak ingin tinggal diam  merasa orang itu sama seperti mereka yaitu Korban yang selamat dan bisa saja orang yang mereka kenal lalu ikut berlari mengikut Bong Hee. Joon Oh khawatir karena tangan Lee Yeol itu masih sakit, akhirnya ia pun membuat obor untuk penerangan dan masuk kedalam hutan.

Seseorang terlihat sengaja menyalakan lampu ponsel ke arah atas meminta bantuan, tapi battery seperti habis. Lee Yeol dan Bong Hee mencari sumber cahaya dibuat binggung karena tiba-tiba cahayanya menghilang. Lee Yeol pun memutuskan agar mereka berpencar saja dan berteriak apabila bertemu orang atau jika ada apa-apa terjadi. Seseorang juga seperti berusaha keluar dari hutan.
Bong Hee mulai berteriak mencari tahu siapa orang yang memberikan cahaya pada mereka, karena dalam kegelapan membuatnya terjatuh pada rawa. Ia pun berteriak meminta tolong, Lee Yeol yang mendengar suara Bong Hee milih untuk berbalik arah.
“Tolong aku! Aku terjebak di sini!” teriak Bong Hee meminta tolong, tiba-tiba seorang mengulurkan tanganya, bukan Lee Yeol tapi Joon Oh dengan obor ditanganya.
“Kau harusnya berhati-hati.” Ucap Joon Oh lalu menariknya agar segera keluar. 

Penyidik Oh mengajukan pertanyaan, ketika pertama  kali melihat cahaya itu, kenapa terus berlari  tanpa menoleh ke belakang, Apakah Bong Hee  ingin membantu para  korban lainnya jika memang ada. Bong Hee  mengak tidak berlari buat menolong tapi untuk mencari pertolongan.
“Jika ada orang di pulau itu..., kukira situasi mereka  pasti lebih baik daripada kami.” Ungkap Bong Hee dengan nada sedih.
“Aku memahami bagaimana perasaanmu.. Yah.. Kau benar. Aku juga pasti begitu kalau jadi kau.” Ungkap Penyidik Oh simpati.
Hee Kyung yang mendengarnya dari ruang kontrol langsung mengejek Penyidik Oh seperti sedang berkencan, memperingatakan agar Berhenti bicara hal-hal  yang tidak perlu dibicarakan lebih baik tanyakan siapa orang yang berhasil ditemukan itu.
“Bong Hee... Cahaya itu cahaya dari ponsel. Kau ternyata menemukan korban dalam  menghadapi bahaya. Jadi siapa orang itu? Apa Kau ingat?” tanya Penyidik Oh. 

Bong Oh merasa kedinginan saat berjalan, Joon Oh dengan baik hati mendekatkan obor agar bisa menghangatkan badan. Bong Hee mengucapkan Terima kasih sudah menyelamatkannya. Joon Oh pikir Bong Hee harus  menyelamatkannya juga apabila ia dalam bahaya.
“Walau begitu, terima kasih. Aku tidak akan melupakannya.” Ucap Bong Hee
“Benar. Tentu saja. Ingat itu selamanya. Kau itu tadi...” kata Joon Oh lalu terpotong karena Lee Yeol bisa menemukan mereka.
Lee Yeol panik menanyakan keadaan Bong Hee lebih dulu dan bertanya apa yang terjadi padanya. Bong Hee mengaku kalau tadi terjatuh, Lee Yeol makin panik bertanya apakah tak ada yang terluka. Bong Hee mengaku kalau baik-baik saja.
Joon Oh mulai mengomel kalau keduanya itu seharusnya, tapi akhirnya mengajak mereka pergi saja karena udaranya makin dingin.

Penyidik Oh meminta agar Bong Hee mengingat siapa orang itu, Bong Hee merasakan kepala terasa sakit karena terus berusaha mengingatnya. Penyidik Oh ingin tahu siapa orang itu, apakah setelah itu orang tersebut meninggal atau tidak. 
Bong Hee seperti berusaha mengingat tapi samar seperti ada orang yang berlari lalu seperti melihat seseorang yang jatuh dari tebing. Hee Kyung mengerutkan dahinya ingin tahu siapa sebenarnya orang itu. Bong Hee yakin melihat wajah orang itu, seperti pikiran melayang di tengah ilalang yang mencari pintu keluar.Penyidik Oh ingin tahu siapa yang dilihatnya.

Bong Hee mencoba mengingat sosok orang yang berlari dibelakangnya, lalu akhirnya tertunduk meminta maaf. Hee Kyung dan Penyidik Oh hanya bisa menghela nafas panjang karena Bong Hee sedikit membuat mereka frustasi karena penasaran. 

Bong Hee bisa melihat Ji Ah yang selamat berdiri didepanya, Lee Yeol langsung memeluknya. Joon Oh mendekatinya dan Ji Ah pun jatuh lemas sambil menangis lalu memukul Joon Oh karena meninggalkanya sendirian. Joon Oh tak percaya Ji Ah yang bisa selamat dan bertanya apakah hanya sendirian saja. Ji Ah memberitahu kalau ada seorang lagi dengan terus menangis. 

Kotak penyimpanan mayat dibuka, perawat mengeluarkan jenazah dan mengucapkan bahasa cina.  Salah seorang pria menjelaskan paa Tae Young kalau Mereka menemukan adiknya di dekat pantai tapi bukan kecelakaan pesawat  yang menewaskan dirinya. Tae Young kaget mendengarnya Pria itu memberitahu kalau Sepertinya adiknya itu dibunuh.
Mereka pun menyusuri hutan, Ji Ah memberitahu kalau sudah berada ditempat itu semenjak kecelakaan terjadi dan bertemu dengan orang itu yang sedang  sendirian. Joon Oh binggung kenapa menganggap orang itu aneh. Ji Ah menyuruh mereka jalan saja karena sudah hampir sampai, menurutnya orang itu selalu panik dan jarang makan juga.
“Siapa juga orang yang akanbaik-baik saja dalam situasi seperti ini?” ucap Joon Oh merasa semua orang pasti panik.
“Dia bahkan mencoba bunuh  diri beberapa hari lalu.” Kata Ji Ah memberitahu, Joon Oh menanyakan alasanya.
“Dia bilang ingin mati, dan  menyedihkan berada di sini.” Kata Ji Ah lalu berjalan masuk ke tempat tinggalnya selama ini.
Mereka pun masuk ke sebuah tempat dengan alas daun yang cukup banyak, Bong Hee terkejut melihat sosok wanita yang duduk dengan menelungkupkan kepalanya. 

Saat itu Tae Young membuka kain yang menutupi mayat. Joon Oh mendekati korban dengan rambut panjang terurai dan akan menyentuhnya. Tae Young bisa melihat mayat yang ditemukan langsung menangis, Penerjemah memberitahu kalau pihak dokter ingin tahu hubungan apa dengan wanita itu.
Jaksa Cho membantu dengan memberitahu kalau wanita itua adalah adik Tae Young. Joon Oh bisa melihat wajah Soo Hee saat mengangkat wajahnya, Tae Young menangis melihat wajah adiknya yang sudah tak bernyawa lagi. Joon Oh menanyakan keadaan Soo Hee lebih dulu.


Bong Hee kembali melakukan tes MRI, dokter melihat  Secara medis pasien seharusnya bisa mengingat. Penyidik Oh pun mengartikan perkataan dokter kalau ada kemungkinan Bong Hee berpura-pura tidak ingat padahal bisa ingat. Dokter pikir itu yang bica dikatakan karena secara medis tidak masuk  akal kalau Bong Hee tidak ingat.Bong Hee duduk di ruang tunggu seperti menyembunyikan ingatan yang sebenarnya saat terdampar dipulau.

Bersambung ke episode 3

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar