Senin, 23 Januari 2017

Sinopsis Goblin Episode 7 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN
Wang Yeo mengaku penasaran akan sesuatu dan bertanya Darimana mendapatkan kartu namanya. Duk Hwa sedikit binggung maksudnya, Wang Yeo menjelaskan Kartu nama dengan bentuk persegi panjang dan dominan warna putih itu dan Bagian tepinya cukup tajam.
“Aku mendapatkannya dari perusahaan, karena aku pewaris di sana.Kenapa menanyakan soal itu? Aku kau ingin satu kartu namaku?” ucap Duk Hwa, Wang Yeo kali ini bingung
“Dan, ada hal lain yang ingin kutanyakan padamu.” Ucap Wang Yeo, Duk Hwa panik karena Wang Yeo mencondongkan tubuhnya dan merasa tak nyaman.

Wang Yeo teringat dengan perkataan Kim Sun “Jika dia memang Yoo Duk Hwa dari Grup Chunwoo, maka dia Tuanku. Tuan Tanah-ku” lalu memberitahu kalau Kim Sun bilang Duk Hwa semacam Tuan baginya. Duk Hwa membenarkan karena punya sebuah bangunan kecil atas namanya. Wang Yeo benar-benar tak percaya dengan nasibnya karena tak memiliki apapun bahkan kartu nama. 


Wang Yeo pun melihat dari kejauhan Kim Sun yang menutup tokonya lalu berjalan pulang, dan mengikutinya. Seorang pria mabuk mendekati Kim Sun  karena dalam perjalanan menuju restoranya, Kim Sun mengatakan sudah tutup karena sedang menunggu. Sipria meminta Kim Sun agar kembali membukanya dan minum segelas saja.
Tiba-tiba si pria terbang melayang ke udara dan jatuh ke bagian tanaman yang kering. Wang Yeo melihat Kim Sun yang diganggu pria terlihat sangat marah, Kim Sun melihat pria itu terbang langsung mendekatinya, merasa tak percaya.  Pria itu binggung kenapa bisa ada disela-sela pohon. Kim Sun pikir dirinya yang harusnya binggung, dan merasa kalau mengalami hal-hal aneh belakangan ini lalu bergidik ketakutan dan pergi. 


Eun Tak dan Kim Shin pergi ke bagian mesin boneka, Eun Tak seperti tak yakin kalau Kim Shin tahu cara memainkannya. Kim Sin menegaskan Tidak ada hal yang tidak bisa dilakukan dan meminta Eun Tak memilih apa yang dinginkanya. Eun Tak mengatakan kalau ingin korek api.
Kim Shin pun berusaha mengambilnya tapi tak bisa juga, Eun Tak menyuruh berhenti saja karena nanti bisa membuat emas batangan, tapi tidak bisa mendapatkan sebuah pematik korek. Kim Shin menyuruh minggir saja, Kim Shin pikir kalau tak menghalanginya lalu mengajak pergi karena film akan segera dimulai.

Saat masuk ke dalam bioskop. Kim Shin memperingatakan Eun Tak Jangan berteriak dan membuatnya malu, lebih baik bilang padanya merasa takut. Eun Tak menngingatkan menjalani kehidupan selama 19 tahun dalam nuansa horor jadi Film ini tidak ada apa-apanya.
Film Pun dimulai, bukan Eun Tak yang menjerit ketakutan tapi Kim Shin bahkan sampai bersembunyi dibalik tubuh Eun Tak, dan Eun Tak pun terpaksa menutup mulut Kim Shin yang terus berteriak ketakutan mengangguk penonton lain. Kim Shin yang ketakutan selau membuang popcorn yang dibawa kursinya, sampai selesai film berkomentar kalau sudah membuat salju di dalam bioskop. Eun Tak cemberut karena Kim Shin malah menganggunya. 

Keduanya masuk restoran sandwich, Eun Tak mengeluh kalau tidak bisa menonton satu adegan pun gara-gara Kim Shin bahkan tidak paham film itu tentang apa. Kim Shin merasa kalau zombie sangat mengerikan, berkomentar kalau Masa depan industri perfilman Korea semakin cerah. (film yang di tonton train to Busan dan pemainnya Gong Yoo sendiri)
Eun Tak pun menyuruh Kim Shin saja yang memesan  karena ia tak lapar setelah makan popcorn, Kim Shin memesan sandwich ukuran besar dan memakan sendirian. Eun Tak hanya bisa menelan air liur melihat Kim Shin yang makan sendirian dengan mulut yang besar. 

Akhirnya Eun Tak berusaha mengalihnya dengan membahas jawaban soal Matematika nomor tujuh, tapi tetap tak konsen melihat Kim Shin yang makan dengan lahap. Ia pun mencoba memberitahu kalau  Tidak baik kalau terlalu banyak makan. Kim Shin membalasnya kalau Eun Tak  minum jus berukuran besar bahkan makan daging sapi banyak sekali, menurutnya Eun Tak itu harus mencobanya.
Eun Tak pikir tak mungkin karena harganya jadi mahal kalau membeli dua, lalu bertanya sampai kapan Kim Shin akan menyiksanya seperti ini, dengan memberikan hadiah, lalu memintanya kembali padahal menyukai tas itu, bahkan ia juga belum pernah melihat uang sebanyak 5,000,000 won sampai harinya tiba, menurutnya Kim Shin semestinya tidak memberi lalu memintanya kembali.
“Aku tidak akan melakukannya lagi.” Ucap Kim Shin berjanji

“Kau bersikap sangat aneh saat memberikannya padaku, seolah kau akan pergi jauh.Kau menyuruhku menggunakannya saat dewasa nanti.Kau mengembalikan kartu kredit Duk Hwalalu memberikan rumah pada malaikat maut. Kau memberikan yang semua orang inginkan Seolah itu merupakan hadiah perpisahan.” Ucap Eun Tak, Kim Shin terdiam mendengarnya, Eun Tak mengartika kalau itu memang benar.
“Apa kau akan pergi...setelah aku mencabut pedang itu? Aku benar ‘kan? Tapi, kenapa?” ucap Eun Tak menahan tangisnya.

Kim Shin pikir sudah mengatakan sebelumnya, kalau harus bersiap untuk pergi saat mempelainya sudah datang. Eun Tak pun bertanya kemana Kim Shin akan pergi apakah eropa atau kanada, lalu bertanya apakah sekarang akan tetap pergi. Kim Shin mengatakan tidak ingin pergi tapi jika mempelainya benar-benar muncul, maka keputusan bukan lagi berada di tangannya. Eun Tak mengerti dengan akan pergi dengan mempelainya itu.
“Apa Kau akan membiarkan aku pergi? “ tanya Kim Shin melihat Kim Shin
“ Tidak... Aku tidak akan melepaskanmu,  tapi kau akan tetap meninggalkanku. Saat mempelai sebenarnya muncul... tidak!... Aku akan pergi sebelum dia muncul. Dan Kau Pergilah saat aku tidak ada.. agar aku tidak menyadarinya.” Ucap Eun Tak menahan tangis, memalingkan wajah dari Kim Shin 

Duk Hwa mengemudikan mobilnya bertanya apakah kemarin Kim Shin membelikanya makanan,  Kim Shin mengelengkan kepalanya. Duk Hwa binggung karena Eun Tak itu masih Cinderella di tempat itu. Eun Tak menegaskan Goblien itu adalah ibu tirinya dan Banyak sekali ibu tiri yang dimilikinya.
“Aneh sekali... Pamanku biasanya langsung melunak hanya dengan  melihat Girlband di TV. Sejak dia bertemu denganmu, dia marah-marah terus, Kau pasti bukan tipe idealnya.” Ungkap Duk Hwa, Eun Tak kesal karena Kim Shin ternyata menyukai wanita dalam girlband.
“Semua orang mengatakan bahwa aku akan jadi cantik  saat masuk kuliah nanti. Jadi Lihat saja saat aku mulai kuliah nanti.” Kata Eun Tak menyakinkan. 

Eun Tak kembali mengikuti tes masuk  Ujian Masuk Universitas Tahun 2017 jurusan komunikasi, Kim Shin datang dengan mobil dan membawa sebuket bunga. Setelah ujian Eun Tak berjalan-jalan ke area kampus dan melihat para senior pria yang sedang bermain baseball. Tiba-tiba sebuah bola baseball melayang diatas kepalanya, Eun Tak pun panik hanya pasrah memejamkan matanya.
Sebuah sarung tangan baseball bisa menangkap bola sebelum menyentuh Eun Tak dan suara seorang pria menanyakan keadaanya.Kim Shin kaget melihat pria yang menyelamatkanya itu Tae Hee  dan Tae Hee pun mengenal Ji Eun Tak dan hampir tak mengenali sebelumnya.  Eun Tak pikir dirinya banyak berubah, serta mengalami banyak kesulitan, jadi... Tae Hee langsung memuji Eun Tak yang  semakin cantik bahkan Semakin tinggi juga lalu mengelus kepala Eun Tak seperti layaknya seorang adik.
“Apa kau mahasiswa di sini? Hari ini, aku mengikuti ujian masuk universitas.” Kata Eun Tak
Tak jauh dari tempat Eun Tak berdiri, Kim Shin menjatuhkan buket bunga yang dibawanya hatinya seperti hancur melihat senyuman Eun Tak yang bahagia saat kepalanya dielus oleh seorang pria. Teringat kembali saat melihat Eun Tak diumur 29 tahun, berpikir kalau Direktur yang makan malam itu adalah Tae Hee. Saat itu sebuah petir pun mengelegar seperti Goblin sedang marah.


Duk Hwa menyuruh Pamannya itu Bangunlah dan makan sesuatu. Kim Shin tertidur seperti tak punya gairah hidup memberitahu kalau diamengelus rambutnya dan hampir saja mematahkan tangannya. Duk Hwa bertanya siapa yang dimaksud. Kim Shin menceritakan kalau Dia memutar-mutar badannya Seperti angin topan saja. Duk Hwa tetap binggung siapa yang dimaksud “dia” itu.
“Seharusnya, aku membuat bocah itu jadi pemain piano saja. Jadi, mereka tidak akan bertemu seperti itu” kata Kim Shin, Duk Hwa bertanya siapa yang bertemu. Terdengar suara Eun Tak yang baru pulang kerumah, Kim Shin langsung duduk diatas tempat tidurnya dengan penuh dendam. 

Eun Tak selesai mandi dengan mengeringkan rambutnya yang basah, teringat kembali saat Tae Hee mengelus rambutnya. Wajahnya terlihat bahagia.
Flash Back
Eun Tak mengenggam kelopak mawar ditanganya, dengan melihat kearah Tae Hee yang sedang berlatih memukul bola di tempat latihan baseball otomatis, Sementara disampingnya terlihat pria yang kesusahan memukul bola baseball sampai akhirnya tongkatnya melayang kearah Eun Tak dan membentur jaring.
Eun Tak yang kaget akhirnya menerbangkan kelopak bunga yang ada ditanganya, lalu mengumpat kesal pada si paman yang terlihat bodoh. Kim Shin sedang berlatih memukul baseball dengan Tae Hee disebelahnya.
“Tae Hee Oppa benar-benar menjadi pemain baseball profesional. Dia luar biasa.” Ucap Eun Tak bangga. 

Eun Tak pergi ke dapur mengambil es krim cake untuk makanya, tiba-tiba Kim Shin sudah duduk dimeja makan dengan menarik semua Es Krim dengan kekuatanya. Eun Tak berpikir kalau Kim Shin ingin makan es krim juga. Kim Shin yang kesal tak akan membaginya karena ia yang membeli es krim itu. 
Eun Tak seperti tak peduli mengambil es Krim dibagian atasnya, Kim Shin sengaja menyindir kalau  saat Hujan, jadi ingin sekali makan es krim. Eun Tak pikir tak perlu mempedulikanya. Kim Shin menyindir Eun Tak yang mengambil tanpa mengatakakan apapun. Eun Tak pun mengembalikanya.
“Speaker Bluetooth ini..” ucap Eun Tak mengambil dari samping Kim Shin, tapi Kim Shin mengambilnya tak ingin barang-barangnya disentuh.
“Memang kau tahu cara menggunakannya? Kau juga bisa menggunakannya untuk mengambil foto.” Kata Eun Tak, Kim Shin percaya kalau akan mengambil gambar dengan speaker itu bersama dengan es krim yang dibelinya jadi Eun Tak tak boleh menyentuhnya.
Eun Tak mengeluh Kim Shin memang sangat picik sekali lalu bertanya kenapa turun hujuan dan kenapa Kim Shin merasa sedih. Kim Shin kesal karena karena Eun Tak tak tahu penyebabnya. Eun Tak pikir itu karena ia tidak bisa mencabut pedang itu dan merasa kalau itu bukan  kesalahannya karena sudah mencoba melakukan yang terbaik.
“Apa Kau yakin pedangnya memang bisa dicabut? Kita berciuman, tapi tidak terjadi apa-apa. Kita saling mencintai, tapi tetap tidak terjadi apa-apa.  Jadi Apa lagi yang bisa kita lakukan?” ucap Eun Tak binggung
“Kau tidak bersungguh-sungguh,bahkan Kau mengucapkan "aku mencintaimu" sesuka hatimu.” Kata Kim Shin, tapi Eun Tak menegaskan kalau ia bersungguh-sungguh mengatakannya
“Kau mengatakan "aku mencintaimu" karena punya niat tertentu” keluh Eun Tak yang benar-benar kesal karena Kim Shin itu pria licik, Kim Shin membalas kalau Eun Tak itu tak lebih baik darinya.
Eun Tak memberitahu kalau ia masih muda, Kim Shin pikir memangnya kenapa kalau masih muda, kalau dirinya tidak akan menua, tapi Eun Takakan jadi keriput, bahkan akan awet muda dan tampan. Eun Tak merasa Kim Shin itu tak semuda itu dan memberitahu  bertemu lagi dengan cinta pertama jadi Kim Shin tidak terlihat tampan lagi di matanya. Kim Shin tak percaya mendengarnya.
Eun Tak pun bertanya apakah Kim Shin bisa bermain baseball, dengan bangga memberitahu kalau Tae Hee itu  pandai bermain baseball. Kim Shin pikir Eun Tak belum melihatnya dan akan terkejut betapa ahlinya. Eun Tak pun yakin dengan begitu Kim Shin akan terus bersikap kasar padanya lalu menyuruh untuk mengambil fotonya saja dengan speaker itu dan akan segera masuk ke kamar. Kim Shin pun mencobanya lalu tersadar kalau sudah dibohongi oleh Eun Tak kalau speaker yang bisa memotret.
Kim Shin masuk ke dalam ruang ganti baseball mencari yang namanya Tae Hee dan ingin segara datang menemuinya. Salah satu teman satu tim memanggil Tae Hee, karena ada yang mencarinya. Tae Hee pun datang dengan gagah layanya seorang pria yang masih mudah, Kim Shin terlihat sedikit minder.
“Bagaimana bisa...kau terlihat seperti ini? Kau yang paling tampan di sini.” Ungkap Kim Shin, Tae Hee pun membenarkannya.
“Tapi...kita pernah bertemu sebelumnya, kan?” ucap Tae Hee. Kim Shin menyangkalnya kalau baru bertemu sekarang. Tae Hee ingin Kim Shin menatapnya dan mengingatnya.
“Bukankah kita pernah bertemu sebelumnya? Kita pernah bertemu saat aku masih sekecil ini?” ucap Tae Hee berusaha mengingatnya. 

Flash Back
Tae Hee berlatih memukul bola lalu melihat cara Kim Shin yang memukul berkomentar kalau cara bermainya itu buruk sekali, tak jauh dari sana terlihat Eun Tak yang melihat keduanya berlatih. Tae Hee pun memberitahu cara mengerakan lengan yang baik saat memukulnya, Kim Shin menyuruh tak usah ikut campur dengan masalahnya.
“Masalahnya, aku saja bisa bermain lebih baik darimu. Dan Cara memegang pemukulnya saja sudah salah.” Kata Tae Hee.
“Hei, anak kecil.... Aku pernah hidup sebagai Jenderal Perang...Ini Bukan apa-apa, maka Kau akan terkejut jika tahu siapa aku sebenarnya. Jadi, urus saja dirimu sendiri.”kata Kim Shin
“Kalau begitu... Apa kau mau taruhan denganku?” ucap Tae Hee, Kim Shin mengejek Tae Hee yang berani siapa yang diajaknya bertaruh, Tae Hee pun memperingatakan kalau nanti Kim Shin jangan sampai menyesal.
“Mari kita pukul 10 bola,  dan yang kalah harus mengabulkan satu permohonan dari si pemenang.” Kata Tae Hee, Kim Shin pun setuju dan mereka pun mulai memukul bola. 

Tae Hee masuk ke rumah dan melonggo kaget melihat rumahnya, sang ibu sedang menelp memberitahu kalau  Seorang pencuri masuk dan mengambil pianonya, Tae Hee tak percaya kalau piano benar-benar hilang di dalam rumahnya. Ibu Tae Hee tak percaya Bagaimana bisa tidak ada seorang pun yang melihat  seseroang membawa benda sebesar itu, menurutnya yang mengambilnya itu seolah hantu. Sementara Kim Shin sedang asik dengan memukul bola baseball 

Tae Hee mengingat kalau memenangkan taruhan, jadi meminta Kim Shin  menyingkirkan piano itu karena ia benar-benar payah main piano,  tapi tidak mau menyerah padahal ingin menjadi pemain baseball, lalu Pianonya benar-benar menghilang. Kim Shin yang mendengarnya bersikap seolah-olah tak peduli.
“Apakah kau...bukan Paman yang waktu itu?” kata Tae Hee. Kim Shin menyangkalnya. Tae Hee juga merasa pasti tak mungkin  tapi kalau memang Kim Shin itu paman yang bersamanya saat itu terlihat  tidak menua sama sekali. Kim Shin pun kaget mendengarnya. 

Kim Shin dan Wang Yeo sedang memetik touge untuk makan malam, Kim Shin dengan wajah sedih memberitahu kalau Tae Hee ternyata mengenalinya. Wang Yeo pun menanyakan masalahnya. Kim Sin kesal Wang Yeo hanya memberikan tanggapan yang benar padahal sudah berusaha melakukan hal payah dengan memotong ujung touge.
“Jika kau tidak menghapus ingatannya,  maka dia akan menyebar rumor tentangku. Jika terjadi,  mak aku harus pergi dari sini. Kau ‘kan ingin hidup bahagia bersamaku.” Jelas Kim Shin
“Aku tidak menyangka kau akan bilang begitu.” Balas Wang Yeo seolah tak peduli.
“Kau tidak boleh begitu dan harus membantu orang lain yang membutuhkan.” Kata Kim Shin
“Kenapa juga aku harus membantu Goblin yang tidak bisa menghapus ingatan manusia?”ejek Wang Yeo
Kim Shin pun memperingatkan apa yang akan terjadi nanti, Wang Yeo pun menunggunya. Kim Shin pun berjalan pergi dan tak lupa memberikan sedikit kekuatanya dengan membakar touge diatas piring. Wang Yeo berteriak kesal karena tougenya jadi menghitam. Kim Shin pikir nanti Wang Yeo jug akan masakanya, jadi diberikan api. 

Eun Tak diam-diam mengambil tas dan menemukan dua lembar suara perjanjian yang sama. Saat itu lampu kamar menyala, Eun Tak kaget dan langsung menaruh tak diatas meja. Kim Shin langsung menatap curiga bertanya kenapa Eun Tak ada dikamarnya, Eun Tak beralasan sedang membersihkan lantai. Kim Shin melihat vaccum cleanernya ada diluar.
“Berikan padaku yang kau duduki itu.” Kata Kim Shin, Eun Tak pun memberikanya. Kim Shin meminta yang satu lagi disembunyikanya. Eun Tak pun pasrah memberikanya.
“Sepertinya aku hanya menandatangani satu.” Kata Kim Shin, Eun tak pun berpura-pura heran kenapa bisa ada dua lembar
“Kau memalsukan dokumen, menyusup, dan mencuri.” Komentar Kim Shin menyindir. Eun Tak tak mau kalah kalau Kim Shin itu bisa melupkan diri dan usianya ketika melihat girl band.
“Maaf karena aku tidak tahu bahwa kau orang semacam itu dan  Buku ini punyaku, jadi kuambil kembali. Aku masuk kamar untuk mengambilnya, karena hanya menyuruhmu membacanya, bukan memilikinya.” Ucap Eun tak kesal dan berjalan keluar dari kamar
Kim Shin mengeluh melihat tingkah Eun Tak yang kekanakan, menurutnay sudah menduga sebelumnya bahkan tidak bisa membedakan mana yang asli dan palsu menurutnya tak mungkin memuji Eun Tak  karena berbakat dalam bidang pemalsuan karena mau jadi apa nanti kalau sudah menjadi dewasa.
“Apa dia tidak menjaga buku ini karena bukan miliknya? Aku kesal sekali.  Semestinya aku tidak mencari tahu apa pun.” Ungkap Eun Tak kesal dan melihat dibagian depan bukunya  Kim Shin sudah menulisinya karena bukan miliknya.
Lalu melihat tulisan tentang "Cinta Pertama" menurutnya Kim Shin memang punya cinta pertama dan Goblin itu melakukan segalanya demi diri sendiri padahal sebelumnya adalah ciuman pertamanya. Eun Tak melihat ponselnya berbunyi, wajahnya tersenyum mempersiapkan diri sebelum mengangkat telp dari Tae Hee. 


Kim Shin berada diatas gedung wajahnya terlihat menahan amarah lalu mencoba mensugesti dirinya agar bisa bersabar melihat Eun Tak dan Tae Hee masuk ke dalam toko es krim. Ketika kembali Wang Yeo langsung menaruh ponsel didepan matanya bertanya apa yang harus dilakukanya. Kim Shin berkomentar kalau ponsel Wang Yeo berbunyi dan melihat nama dilayar(Sunny bukan Sun Hee)
“Tolong jawab untukku. Jika aku tidak menjawab teleponnya lagi,  mungkin dia mungkin akan benar-benar membunuhku. Tapi aku belum punya kartu nama sampai sekarang,  jadi aku bisa menjawab teleponnya dan tak bisa berkata apapun. Aku mohon sekali ini saja.” Kata Wang Yeo
“Kenapa kau tidak bisa bicara apapun? Kau bisa bilang "Kau tidak ingat suaraku?  Suaraku tidak mudah dilupakan" Kau sebelumnya mengatakan kita tidak perlu saling bantu dan tidak membutuhkanku dan kau malaikat muat yang tidak punya perasaan.” Kata Kim Shin
“Sudahlah... Kemana si roh yang hilang itu pergi?” kata Wang Yeo kesal, Kim Shin pikir Eun Tak juga tidak akan bisa membantu karena terlalu sibuk berkencan di kedai es kri jadi Jangan mengganggunya. Wang Yeo kaget Eun Tak pergi berkencan dan ingin tahu lebih jelas. Kim Shin yang kesal tak ingin membahasnya dan kembali ke kamar. 

Tae Hee memberikan sebuah Es krim cake diatas meja, Eun Tak tak percaya kalau Tae Hee membelikanya karena  sudah memikirkannya ice cream itu, merasa tak percaya mereka bisa bertemu kembali seperti ini. Tae Hee juga merasakan hal yang sama.  Kim Shin pun menanyakan kabar Tae Hee sekarang.
Tae Hee mengaku tak tahu karena Terus memikirkan Kim Sim baik sekarang dan sebelumnya, Eun Tak tersipu malu dan memuji Tae Hee lucu. Tiba-tiba Wang Yeo datang memanggil Eun tak dengan “Roh yang hilang.” Dan meminta agar menjawab telp darinya, Eun Tak dan Kim Shin terlihat kaget, Eun Tak berbisik kalau Wang Yeo itu sudah gila karena mengikutinya sampai ke toko es krim.

Tae Hee pun bertanya siapa pria itu, lalu berpikir kalau itu ayah Eun tak dan ingin memberikan hormat. Wang Yeo menatap Tae Hee memperingatakan agar berhati-hati dengan perkataan dan ingin tahu namanya. Eun Tak langsung memperingatakan Tae Hee agar jangan memberitahu namanya bahkan menatapnya. Tae Hee pun langsung tertunduk tak ingin menatapnya. 
“Aku tidak bisa menjawab telepon ini... jadi jawablah untukku. Jika tidak, aku akan bertanya siapa namanya, kemudian menulisnya dalam daftar.” Ucap Wang Yeo mengancam, Eun Tak pun tak bisa  menolak dan bergegas pergi keluar berpamit pada Tae Hee akan segera kembali.
Wang Yeo pun menyuruh Tae Hee untuk duduk bersamanya, lalu mengenali kalau dulu sempat bermain piano, tapi sekarang bermain baseball. Tae Hee kaget Wang Yeo bisa mengetahuinya.
Bersambung ke part 3

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar