Senin, 30 Januari 2017

Sinopsis Night Light Episode 17 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC

Jae Hyun melihat berkas yang diberikan Tuan Jang dan merasa kalau memilih terlalu banyak dan terlihat seperti setengah anggota dari Seongbuk-dong. Tuan Jang berkomentar kalau “anggur baru harus menemukan perak baru juga.” Yi Kyung lalu memerintahkan Sung Moo.
“Ini adalah daftar orang-orang dari semua lapisan masyarakat untuk partai baru. Semuanya tidak punya catatan korupsi atau skandal, jadi mereka akan membantu citra CEO Kang.” Jelas Sung Moo memberikan berkasnya.
“Segera setelah kami resmi menemukan partai baru, itu akan menjadi cara yang jitu untuk meningkatkan peringkat, kan?” ucap Jae Hyun
“Dalam politik, orang-orang membentuk satu setengah, dan setengahnya adalah dana. Sejauh yang ku tahu, Bank Amal belum terbentuk, dan Yayasan penggalangan dana di bawah target juga.” Komentar Tuan Jang
“Bagiku melakukan ini bisa memperbaikinya. Tetua, Anda hanya perlu tetap tersenyum dari belakang CEO Kang. Ekspresi seperti sekarang... tidak baik.” Tegas Yi Kyung, Tuan Jang hanya bisa diam saja. 

Jae Hyun dan Yi Kyung keluar ruangan, Jae Hyun pikir Setelah partai baru sudah dibuat, Yi  Kyung  memerlukan kartu bisnis juga walupun Tidak terlalu mencolok, tapi terlihat cukup berat. Yi Kyung belum tahu karena benar-benar tidak tertarik dengan dana gelap.
“Apa titik lemah yang kau simpan tentang dia? Melihatmu mengendalikan Tetua seperti yang kau mau, itu pasti senjata mematikan. Aku akan tetap merahasiakannya, jadi katakan saja.” Komentar Jae Hyun penasaran.
“Setengah dari rating persetujuanmu saat ini berasal dari rating Tetua juga.Faktanya adalah, Kalian berdua berada dalam hubungan simbiosis. Jangan lupa itu.” Ucap Yi Kyung
“Aku juga merasa agak kasihan kepada Tetua!Sejak Nam Jong Gyu keluar, dia terlihat sedih. Kalau bisa, bagaimana kalau kita meminta Sek Nam kembali?” saran Jae Hyun
Yi Kyung sudah tahu bahwa kalau mereka memintanya, Sek Nam  tidak akan datang kembali karena sibuk sendiri dengan hal lain.

Sek Nam melihat Se Jin duduk didepanya mengetahui kalau wanita itu  adalah bawahan CEO Seo, jadi masih sedikit terkejut. Tuan Son memberitahu kalau Se Jin itu tahu banyak tentang Gallery S dan telah membantu keluar dari rumah sakit juga.
“Apa alasanmu berpisah dari CEO Seo?” tanya Sek Nam, Se Jin pikir kalau memang memberitahu maka tidak akan mengerti.
“Kalau begitu, katakan dengan cara yang aku bisa mengerti. Jika kita ingin melakukan hal-hal penting bersama-sama, maka kepercayaan adalah hal pertama, kan?” ucap Sek Nam
“Sepertinya Anda tidak percaya padaku. Maafkan aku, ketua. Dengan Melihat ini... Meskipun aku tidak tahu persis apa yang kau rencanakan, tapi biarkan aku memberitahumu satu hal. Ketika kalian bertemu, periksalah sekitar lebih dulu. Bagi CEO, Kalian berdua yang menarik, dan membutuhkan perhatian.” Kata Se Jin

“Apa maksudmu CEO Seo telah mengirim seseorang untuk memantau kami?” ucap Tuan Son kaget.
“Jadi Baik-baik saja untuk hari ini. Aku telah memeriksanya sebelum datang  kesini.” Jelas Se Jin dan akan pergi
Sek Nam menahanya mengajak untuk minum Teh dulu dan berbicara. Se Jin pikir minum teh dengan seseorang yang tidak mempercayainya hanya akan menyakiti perut. Sek Nam hanya bisa terdiam seperti salah menilai Se Jin, Akhirnya Se Jin keluar dengan senyumannya. 


Gun Woo duduk di ruangan jaksa, Jaksa masuk sambil membawa secangkir minuman berkomentar pengacara Grup Mujinpunya kekuatan yang luar biasa, menurutnya ia juga harus menanggalkan pakaian resmi dan menjadi seorang pengacara di Mujin Group. Gun Woo pikir Jaksa itu akan diterima kapan saja.
“Tapi, menyelidiki sesuatu yang sia-sia hanya akan membuang uang untuk membayar pajak, benarkan?”sindir Gun Woo
“Kalau begitu, kenapa mencuri teknologi yang dipatenkan perusahaan lain?” tanya Jaksa
“Jika aku mengatakannya lagi, itu yang ke 100... jadi aku akan melewatkan itu. Apapun itu, akan sulit untuk membawa ini ke persidangan. Sebaliknya, bagaimana kalau bertaruh untuk penyelidikan yang lebih layak?” kata Gun Woo menantang, Jaksa terlihat tak mengerti.
“Seorang mantan presiden yang memberikan dukungan dari belakang, untuk calon presiden yang populer. Kekuatan besar yang membuat dua orang ini menari. Apa kau tidak ingin menggali sesuatu? Bagiku, itu rute pelarianku. Bagimu, itu garis yang bagus. Itu kesepakatan yang bagus, kan?” ungkap Gun Woo, Jaksa binggung siapa Kekuatan yang besar.

Yi Kyung melihat Tak yang datang ke kantor padahal sudah menyuruhnya untuk beristirahat. Tak mengatakan kalau ia hanya makan tiga kali sehari dan jenis orang yang menyelesaikan pekerjaannya jadi Tidak ada hubungannya dengan beristirahat.
“Kenapa kau menatapku seperti ini? Apa ada Perasaan tidak enak? Apa kau takut Se Jin menyebabkan masalah?” ucap Yi Kyung melihat tatapan Tak yang tak biasa
“Tidak, aku tidak terburu-buru kembali karena itu. Tapi Aku hanya merasa agak gelisah.” Ungkap Tak
“Bagaimanapun, selamat datang kembali. Jelaskan beberapa alasan pada Direktur Kepala dan Sek Kim. Mereka tidak tahu alasan sebenarnya kau dipecat.” Perintah Yi Kyung, Tak mengerti. 

Sek Nim sudah menunggu dibawah menanyakan hasilnya pada Tak, apakah setuju kembali bekerja. Tak mengangguk dengan senyuman dan akan pergi mengambil tasnya dari mobil.Sek Kim menawarkan bantuan tapi Tak menolak merasa kalau bisa melakukan sendiri.  Sek Nim melihat wajah Sung Moo menatap Tak seperti berbeda.
“Informasi dari Korea Works, Orang yang memasukkan file di kantor Park Gun Woo, sudah pasti Tak. Kita berpura-pura saja tidak tahu. Itu pasti sesuatu yang penting, jadi itu harus disembunyikan dari kita.” Ucap Sung Moo
“Jadi Targetnya bukan Gun Woo, tapi CEO berharap untuk mengisolasi Se Jin. Itu akan membuat dia tidak dapat membantu  Park Gun Woo maupun orang lain.” Kata Sek Kim melonggo tak percaya. 

Yi Kyung mondar mandir dalam ruangan, teringat kembali pembicaraanya dengan Se Jin.
Flash Back
“Apa kau ingin membuatku menjadi rakasa, Sepertimu, CEO? Apa kau percaya bahwa kau bisa merubahku?” tanya Se Jin
“Se Jin, kau... suatu hari nanti akan menjadi sepertiku. Aku pikir kau akan senang. Apa Kau tidak senang?” ucap Yi Kyung
“Aku senang. Sekarang semuanya menjadi jelas, bahwa apa yang bisa kau lakukan, CEO, itu apa yang bisa aku lakukan juga. Mari kita bertemu di neraka.” Kata Se Jin menantang. 

Se Jin bertemu dengan Tuan Son di ruanganya. Tuan Son memberitahu Sek Nam adalah orang yang punya sifat bijaksana dan sangat mencurigakan menurutnya walaupun itu tidak menyenangkan, meminta agar Se Jin untuk memahaminya.
“Semuanya baik baik saja. Seperti berbicara dalam hati, itu pasti menjadi rahasia di balik masa depannya di Seongbuk-dong.” Kata Se Jin
“ Lalu untuk alasan apa kau memintaku bertemu secara terpisah? Apa ada sesuatu yang Sek Nam tidak boleh mendengarnya?” tanya Ketua Son, Se Jin membenarkan.
“Karena ini, bukan hanya CEO Seo, tapi Seongbuk-dong juga akan dirugikan. Pasti Sek Nam akan menentangnya.” Ungkap Se Jin dan mengetahui kalau Gi Tae ingin memisahkan perusahaan.
“Itu pasti diatur oleh CEO Seo dari belakang.” Komentar Tuan Son
Se Jin pikir kalau Tuan Son menyatakan perang, maka perlu senjata juga. Tuan Son binggung apa maksudnya senjata. Se Jin pikir Tuan Son tahu lebih banyak tentang TJ Yayasan daripada orang lain jadi meminta agar mendapatkan kelemahanya.  
Ketua Son yakin tidak akan ada masalah dalam dokumen, karena Buku-buku jaminan yang dibuat dengan 2 dan 3 lapis. Se Jin pikir Jika tidak mungkin dengan pesan, maka serang dengan utusan.Dan fokus pada orangnya. Tuan Son seperti memikirkanya.
Setelah selesai Se Jin keluar dari gedung, Tak terlihat duduk didalam mobil seperti sedang membuntuti Se Jin kemana perginya. 


Gi Tae duduk bersama Yi Kyung dan Sung Moo memberitahu Orang-orang dari Tim Keuangan dan pengacara memeriksa berkali-kali kalau Memecah jadi dua ini sepertinya sulit. Yi Kyung sudah tahu, lalu membahas tentagng Orang yang membangun Chunha Finance menjadi perusahaan besar... adalah Ketua Son, Gi Tae pun ingin tahu apa yang harus mereka lakukan sekarang.
“Jika aku hanya mengambil saham dan berinvestasi di bank amal, itu hanya setetes dalam ember.” Pikir Gi Tae seperti kehilangan harapan
“Kau tetap harus menunjukkan bahwa kau memisahkan diri. Ini akan membuat sisi Ketua Son yang akan berkedip lebih dulu.” Kata Yi Kyung berdiri dari tempat duduknya.
“Benar, jika kita bisa membuat itu terjadi, itu akan menyenangkan.” Ungkap Gi Tae, Yi Kyung yakin Tidak ada orang tua yang menang melawan anak-anak. 

Gi Tae akan keluar tak sengaja bertemu dengan Tak yang baru masuk dengan wajah penuh amarah karena belum diberhentikan, Tak memilih untuk segera masuk dan Sung Moo mempersilahkan Gi Tae untuk segara pergi. Sek Kim tiba-tiba langsung mengalangi jalan Tak.
“Mari kita berbicara dengan cepat! Ketika kau berada jauh dari Galeri, Apa kau bekerja dengan Se Jin? Apa perangkap untuk Gun Woo, kau yang lakukan?” ucap Sek Kim ingin memastikanya. Sung Moo sempat memperingati Sek Kim agar tak membahasnya.
“Ini melanggar aturan No. 3. Jangan bertanya tentang perintah CEO, dan jangan mencari tahu.” Tegas Tak, Sek Kim masih tak mengerti Tak melakukan itu

Tak melapor pada Yi Kyung kalau Se Jin pergi ke Chunha Finance, menemui Ketua Son lalu berpergi. Yi Kyung yakin kalau Sek Nam juga  berada di sana. Tak mengatakan tidak melihat yang lain kecuali Se Jin, selain itu Sek Kim dan Sung Moo  telah merasakan sesuatu dan tampaknya tahu tentang itu.
“Jadi, Nam Jong Gyu ditarik keluar ‘kan?” komentar Yi Kyung berbicara sendiri lalu meminta agar Tak mengikuti Se Jin
“Jika Gun Woo tidak ada dan dia bergerak sendiri, maka dia akan bertemu orang-orang secara acak.” Kata Yi Kyung, Tak membahas kembali kedua orang yang kerja sama dengannya.
“Mereka sudah merasakan apa yang aku lakukan, selama aku pergi.” Kata Tak khawatir, Yi Kyung meminta Tak agar memberitahu Sek Nam agar m membawa file Korea Works. Tak pun keluar tanpa banyak bicara lagi. 

Se Jin mondar mandir dikamarnya lalu menerima telp akan mengatakadan pertemuan esok  serta pergi sendiri saja. Lalu melihat di laptopnya adalah Direktur yang menjadi teman dari Tuan Son. 

Gun Woo duduk dibangku belakang mobil yang  sudah keluar dari ruang interogasi, lalu naik mobil yang dibawa Sek Moo menurutnya seperti  seorang pria yang beruntung. Sek Moo pikir Gun Woo pasti lelah jadi  harus beristirahat dan akan mengantarnya pulang  ke rumah. Gun Woo mengatakan ingin pergi ke suatu tempat.
“Apa Se Jin sudah datang ke kantor?” tanya Gun Woo Sek Moo merasa Se Jin tampaknya agak sibuk sekarang.
“Apa yang dilakukannya?” ucap Gun Woo heran. Sek Moo juga  tidak tahu, karena tidak bertanya.

Se Jin bertemu dengan Direktur Song  di ruangannya, Direktur Song merasa tidak akan banyak bicara jika itu tentang Yayasan penggalangan dana. Se Jin mendengar bahwa Direktur Song dikurung oleh Gi Tae dan Ketua Son sangat bersimpati padanya.
“Ini akan menjadi kesempatan untuk mengungkap kebenaran tentang kegiatan penggalangan dana ilegal TJ Foundation.” Jelas Se Jin
“Aku pikir dana secara sukarela diberikan oleh semua orang. Ini sama saja dengan perusahaanku.” Komentar Direktur Song
Se Jin berusaha membujuk, tapi Direktur Song meminta agar menyampaikan pesan pada Tuan Son kalau memang  ingin bertengkar dengan anaknya, maka ia melakukan dengan sia-sia, karena hanya akan berakhir dalam kekacauan. Ia yakin Ketua Son itu tahu bahwa Yi Kyung berada dibelakang Gi Tae.
“Ketua Son tidak lagi ingin dikendalikan oleh orang lain, jadi dia sudah mempunyai keberanian.” Ucap Se Jin menyakinkan
“Coba  Kau Lihat ini, anak muda. Jika partai A telah mengambil kontrol, maka Partai B hanya diam-diam akan mengikuti. Ini adalah inti dari kehidupan di dunia ini!” tegas Direktur Son. 

Se Jin keluar dengan wajah lemas lalu melihat Tak di dalam mobil lalu langsung mengetuk jendela. Tak pun membuka kunci mobil lalu Se Jin pin masuk ke dalam menurutnya Karena Tak sudah memeriksa nama perusahaan, maka akan tahu dengan siapa bertemu.
“Apa Kau mungkin ingin tahu tentang apa ini?” tanya Se Jin, Tak meminta Se Jin tak sedih karena hanya melakukan pekerjaannya.
“Aku bertanya apa ada sesuatu yang ilegal dalam penggalangan dana Yayasan.Dia menegaskan bahwa tidak ada hal seperti itu dan Usahanya akan sia-sia.Jika CEO mendengar, maka aku kira dia akan tertawa.” Cerita Se Jin
“Ketua Son juga tidak akan bertahan terlalu lama. Apa kau tidak tahu apapun? Apa Kau tidak melihat bagaimana situasi yang terjadi? Seongbuk-dong dan Kang Jae Hyun sudah setia kepada CEO dan Mujin Group juga mampu menangani CEO, seperti sebelumnya. Bahkan jika Park Gun Woo keluar dari penyelidikan, maka tidak ada yang kalian bisa lakukan.” Kata Tak berusaha menyadarkan Se Jin.
Tapi Se Jin malah mengucapkan Terima kasih karena merasa senang sekarang, lalu meminta agar tak perlu menunggunya karena akan menelp lebih dulu dan memberitau dengan siapa bertemu serta  berdiskusi tentang apa.

Moo Sam mengeluh pada Ketua Son menurutnya semua hanya cerita lama, Ketua Son menjelaskan kalau ini bukan tentang menyalahkan Moo Sam tapi  tentang mengekspos kesalahan CEO Seo. Moo Sam pikir Sepertinya tinggal di rumah sakit telah membuat Ketua Son bosan. Saat itu Yi Kyung datang
“Jika bisnis ini sulit, bagaimana perasaanmu tentang pensiun?” saran Yi Kyung. Moo Sam mengatakan kalau Yi Kyung akan memberitahu sesuatu.
“Aku tidak akan mengatakan pada orang yang membelah perusahaanku.” Komentar Ketua Son ketus melihat Yi Kyung yang datang.
“Jika harta perusahaanmu sangat banyak, bagaimanapun juga, apa kau harus menyimpannya? Ambilkan bagian anakmu untuk disumbangkan ke bank amal. Kecuali untuk kemajuan Chunha Finance, maka tidak ada lagi yang perlu diubah.” Ungkap Yi Kyung
“Tapi, apa aku perlu mendengarkan instruksimu?Seperti seseorang yang hanya memakai nama ketua!” ejek Ketua Son
“Mari kita perjelas hal yang penting.Aku tidak meminta untuk bekerja sama demi Gi Tae. Jadi Ketua, jika kau tidak bergabung, maka anakmu tidak ada harganya sama sekali di depanku. Jika pasangan tidak menguntungkan maka hutang wajib diselesaikan terlebih dahulu.” Tegas Yi Kyung. 

Tuan Son terdiam teringat dengan saat mengatakan kalau anaknyaingin bertahan sebagai Presdir tapi jika masalah dana tidak bisa diperbaiki maka harus berhenti. Gi Tae menyerahkan sebuah amplop dan meminta agar ayahnya dapat memverifikasinya Tuan Son lalu melihat isinya sebuah Cek.
“Jadi  cek itu, sebelumnya... Apa yang kau berikan untuk mengganti dana publik?” kata Tuan Son mengerti

“Kalau itu bukan dana amal, Apa perlu aku yang membayar itu atas namanya? Itu hanya uang yang aku pinjamkan pada Son Gi Tae,  Sekarang, berhenti menginjak ini di dalam air dan datanglah ke Selat Malaka yang telah ku bangun. Ketua Park juga sudah berdamai dengan ini,jadi semuanya akan berjalan dengan mudah mulai sekarang.” Ucap Yi Kyung
“Jangan kembali, dan mengesampingkan jalan yang mudah, ketua!” tegas Moo Sam agar bisa berjalan bersama, Ketua Son keluar ruangan terlihat sangat shock. 


Moo Sam pikir  Meskipun Ketua Son bersikap keras dan bangga, tapi dapat melihat bahwa Ketua Son sedang terguncang. Menurutnya Ketika datang masalah kepada anak-anak, tidak ada orang tua yang berpikir dengan rasional begitu pun juga sang kaka.
“Gun Woo terkena tuduhan, tapi dia berpikir itu karena perbuatanmu, CEO Seo. Pada usianya, penjara sementara akan sulit dilakukan. Bahkan dengan Ketua Son yang berpindah ke sisimu, maka Kau mungkin merasa kau memegang semua kartu sekarang.Tapi pada saat seperti ini, kau harus berhati-hati, CEO Seo.” Kata Moo Sam
“Kedengarannya seperti nasihat berharga Maka aku perlu membalas itu.” Ucap Yi Kyung, Moo Sam merasa kalau terdengar menakutkan.
“Pada saat penjualan MujinTech, kau mengkritiknya. Kau harus mendapatkan kembali reputasimu yang hilang sekarang. CEO Kang Jae Hyeon Korea Works dan Mujin harus mendapatkannya.” Tegas Yi Kyung, Moo Sam melotot kaget. 


Gun Woo sudah bertemu dengan Jae Hyun dalam ruanganya. Jae Hyun menegaskan  tidak akan menjual itu karena saat membangun perusahan itu hanya makan mie dengan rekan kerjanya dan di musim dingin tanpa pemanas, mereka memeluk komputer, bahkan kehilangan waktu tidur yang banyak.
“Korea Works sangat berarti saat mudaku, dan seperti bagian diriku yang lain.” Jelas Jae Hyun
“Jika kau berdiri dalam pemilihan presiden, maka Kau perlu untuk mundur dari jabatan CEO di Korea Works.” Ucap Gun Woo, Jae Hyun pikir akan menyerahkannya ke pengganti CEO
“Siapa pun bisa untuk memimpin perusahaan, akankah itu baik-baik saja kalau buka kau yang melakukannya?” kata Gun Woo, Jae Hyun rasa kalau terjadi seperti itu  maka bisa menjualnya
“Itu tidak akan terjadi. Misalnya... CEO Seo memintamu untuk menjualnya, maka apa yang akan terjadi?” kata Gun Woo, Jae Hyun pikir kenapa harus CEO Seo.

‘Seratus alasan bisa ditemukan untuk itu, tapi sebagai alasan, hanya ada satu.Seperti pemikiran, "berapa banyak keuntungan yang akan dihasilkan?"” kata Gun Woo
Gun Woo pikir  kalau memang itu benar maka Yi Kyung akan mendorong maju tanpa ragu. Jae Hyun rasa  Apapun yang diperhitungkan CEO Seo, tapi keputusan terhadap perusahaan hanya padanya dan  tidak ceroboh untuk menjualnya serta tetap akan menyerahkannya ke penggantinya. Gun Woo berharap Jae Hyun  bisa menjaga semangat itu.
Jae Hyun lalu meminta maaf untuk kekeliruan yang terjadi kemarin, karena mengira Gun Woo benar-benar mencuri informasi teknologi mereka. Gun Woo pikir  Ini sangat bagus karena penyelidikan berakhir tanpa kecurigaan menurutnya  Siapapun itu yang mengatur perangkap maka harus menebaknya. Jae  Hyun seperti bisa menduga kalau itu adalah Yi Kyung. Gun Woo tahu Yi Kyung sudah pergi setelahnya dan  Semua kartu lainnya sudah terungkap, tapi masih ada satu yang tersembunyi.
Jae Hyun pikir sudah terbuka mengenai dirinya dengan Yi Kyung. Gun Woo berharap mereka jadi saling membantu pada banyak hal. Jae Hyun melhat Gun Woo sepertinya mengenal CEO Seo sangat baik dan ingin tahu tujuanya. Serta melihat Gun Woo itu Tidak tertarik dalam ketenaran dan juga tidak tertarik dengan uang.
“Aku berpikir keras sebisaku, tapi aku tidak bisa masuk ke dalam pikiranmu dan Menjawab itu... tidak mungkin bagiku juga. KTT yang CEO Seo inginkan, belum bisaditingkatkan oleh siapa pun sejauh ini. ” Jelas Gun Woo. Jae Hyun hanya terdiam menghembuskan nafasnya. 


Yi Kyung menelp Sek Kim yang sedang ada dirumah, memberitahu akan memverifikasiRancangan atas penjualan Korea Works. Sek Kim mengerti. Yi Kyung juga meminta Sung Moo berada ditempat itu, Sung Moo memberitahu kalau dalam perjalanan.
Lalu Yi Kyung menanyakan keberadaan Tak, Tak mengatakan sedang  berada di dekat kantor ticketing lalu bertanya apakah  harus menarik diri. Yi Kyung meminta agar Tak tetap memeriksanya.

Gun Woo datang menemui Se Jin di ruangannya, Se Jin melotot kaget melihat Gun Woo yang sudah bebas bertanya kapan keluar. Gun Woo mengaku baru saja keluar, Se Jin pikir seharusnya sudah menelpon karena sangat khawatir.
“Jika penyelidikan di hentikan, itu berarti kau dibebaskan  dari tuduhan pencurian informasi teknologi, kan? Itu berita baik.” Kata Se Jin
“Aku dengar dari kepala Sekretaris. Kau sibuk sendiri, ya?” ucap Gun Woo.
“Yah... tidak sampai menghancurkan bumi. Aku bertanya sekitar tentang Yayasan.” Ungkap Se Jin, Gun Woo mengajak Se Jin untuk duduk bersama.

“Saat di interogasi, aku menemukan beberapa ide. Untuk mengalahkan Yi Kyung dengan cara ini, itu akan sulit.” Kata Gun Woo, Se Jin binggung mendengarnya.
“Kita melakukan sirkus untuk melawan dia, tapi untuk Yi Kyung, itu tidak berefek sama sekali. Jika dia menyerang kita kembali, maka kita akan berjalan menemui Jaksa seperti kemarin.” Jelas Gun Woo
Se Jin memberitahu kalau Ketua Son mengatakan akan membantu mereka. Gun Woo pikir lebih baik  Jangan berharap pada orang lain menurutnya Jika mereka berhubungan dengan orang-orang itu, maka Yi Kyung akan segera melakukan tindakan. Se Jin pun kebingungan memikirkan caranya.
Gun Woo tahu kalau Yi Kyung  sekarang dalam posisi terbaik dan Tidak ada yang inginkan tidak bisa dilakukan. Jadi menurutnya Sampai merekamenemukan sebuah rencana yang pasti, maka harus menyimpan energi saja.

“Itu terdengar seperti... Maksudmu kita tidak melakukan apapun untuk sementara waktu, kan?” kata Se Jin mengartikan ucapan Gun Woo.
“Maksudku, mari kita pergi ke bawah permukaan, tinggal di sana, dan diam-diam membuat persiapan.” Jelas Gun Woo
“CEO Seo sudah melakukan semua hal. Jika kita terlambat, maka kita mungkin kehilangan semuanya bahkan kesempatan terakhir kita.” Kata Se Jin tak ingin menyerah
“Ini Masih lebih baik daripada bergegas dan menjadi kacau.” Ungkap Gun Woo. Se Jin seperti dengan terpaksa mendengarnya ucapan Gun Woo dan merasa senang bisa bertemu dengan Gun Woo. 

Se Jin bertemu dengan Sek Kim dengan meminum teh bersama. Sek Kim merasa Teh yang dibeli dari luar juga tidak buruk dan keluar sebentar dan membelinya. Se Jin meminta maaf karena Terakhir kali tiba-tiba menerobos masuk seperti membuatnya tidak terhormat. Sek Kim pikir tak masalah karena bisa  mengerti bagaimana perasaan Se Jin.
“Apa yang Tak lakukan, sudah menjadi jelas, itu untuk kita juga.” Ucap Sek Kim, Se Jin pikir Itu pasti menyakiti Sek Kim.
“Aku sudah bersamanya selama 20 tahun, dimulai di Jepang, tapi hanya ada satu hal yang aku tahu tentang CEO. Dia sangat kesepian dan Itulah sebabnya Direktur dan aku kembali ke Korea. Mungkin jika dia tahu itu, maka dia akan pernah menghalangi kami, meminta kami untuk tidak mengikutinya.” Cerita Sek Kim, Se Jin merasa bisa membayangkannya.

“Se Jin.... Jangan berusaha keras untuk menghentikan apa yang CEO lakukan, karena itu tidak berguna untuk mencobanya. Ini adalah rencana yang sudah dipersiapkan sejak lama, dan dia datang ke Korea dengan rencana yang kejam. Dia bahkan tidak mendapatkan sepeser pun dari ayahnya, karena dia harus memutuskan hubungan untuk datang kesiniProperti yang dia warisi masih ada di Jepang.” Cerita Sek Kim meminta Se Jin mengerti
“Bagi CEO,jika Kerajaan tidak dibangun oleh dirinya sendiri, itu tidak berarti, kan?” ungkap Se Jin
“Kau benar. Itulah dia. Jadi Itu sebabnya... Se Jin, Kau tidak dapat menghalangi jalan CEO. Aku mengatakan itu karena aku khawatir padamu, Se Jin.” Kata Sek Kim, Se Jin bisa mengetahuinya dan mengucapkan terimakasih.
Sek Kim mengaku sangat merindukannya dan bersyukur Se Jin menghubunginya lebih dulu. Se Jin dengan wajah serius mengatakan kalau  harus tetap melakukan itu Bahkan jika itu sulit, dan sendirian, akan terus berjalan Karena CEO akan menunggu.


Yi Kyung membaca berkas “Rencana Penjualan Korea Work” dengan kacamatanya, beberapa berkas pun terlihat disampingnya setelah membaca semua membaca dengan teliti. Ia akhirnya terlihat kelelahan dan memilih untuk bersandar dibangkunya.
Se Jin duduk diam dalam kamarnya sambil mengetik, tapi akhirnya berbaring dikamarnya sambil menatap langit-langit seperti ingin menenangkan dirinya.

Jae Hyun melihat berkas yang dibawa Yi Kyung, tak percaya kalau sudah  melakukan penyelidikan terhadap banyak hal menurutnya  hanya bertanya dan bisa saja menghindari semua masalah ini. Ia menegaskan kalau tidak punya rencana untuk menjual perusahaan.
“Sebelum mendaftarkan pencalonanmu, masalah perusahaan perlu diselesaikan.” Kata Se Jin
“Apa yang bisa ku lakukan? Ini cukup bagiku untuk mundur dari posisi CEO. CEO pengganti akan mengelolanya dengan baik.” Kata Jae Hyun
“Apa kau memilih seseorang?” tanya Se Jin, Jae Hyun mengaku kalau itu adalah rahasia perusahaan.
“Meskipun aku menurutimu dalam semua hal, tapi masalah perusahaan, aku tidak bisa. Perusahaan ini adalah darah dan keringat sejak aku masih berusia 20-an ada di dalamnya.” Tegas Jae Hyun
“Aku mengakui kemampuanmu. Tapi kau tidak bisa menyangkal bahwa kau memiliki keberuntungan juga.” Tegas Yi Kyung
“Jika kau mengatakan kalau aku mengandalkan keberuntungan,  aku tidak akan bertahan sampai disini.” Komentar Jae Hyun
Yi Kyung merasa Keberhasilan itu dimulai sejak mendapatkan kereta musik venture. Setelah itu, Jae Hyun punya peran besar dalam mengakuisisiperusahaan kecil dengan kemampuan teknologi yang baik Dan kemudian mencicipi kesuksesan manis di pasar saham juga. Ia melihat Orang berusia 20-an yang tak berdosa, Kang Jae Hyun  tidak lagi ada di sini.
“Orang yang ada di no. 2 pada peringkat persetujuan Pemilu, yang setia dengan ambisinya... calon Itu Tuan Kang Jae Hyun, itu yang berada disini sekarang,Aku tidak melakukan bisnis dengan orang-orang yang tidak serakah.” Kata Yi Kyung
“Tapi Korea Works... tidak akan dijual.” Tegas Jae Hyun. Yi Kyung yakin kalau perusaahan itu bisa dijual.
Yi Kyung keluar dari ruangan memerintahkan Sung Moo agar mencaritahu siapa yang telah terpilih sebagai penerus. Sung Moo pikir  Jae Hyun tetap tidak memiliki rencana untuk menjualnya.
“Jika ada yang salah dengan penggantinya, maka dia akan berubah pikiran. Karena hanya ada sedikit waktu sampai pemilu tiba.” Tegas  Yi Kyung yakin. 


Jae Hyun terlihat gelisah melihat berkas “Rencana Penjualan Korea Works” lalu menelp Gun Woo mengatakan kalau harus bertemu. Gun Woo setuju meminta agar memberitahu  waktu yang tepat. Setelah menutup telp Sek Moo datang
“Apa informasi tentang Korea Works sudah siap?” tanya Gun Woo, Sek Moo menganguk.
“Akankah kita perlu menghubungi Nona Lee Se Jin?” tanya Sek Moo, Gun Woo pikir tak perlu karena Ini adalah masalah perusahaan, jadi lakukan ini secara terpisah.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar