Selasa, 03 Januari 2017

Sinopsis Hwarang Episode 5 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS

Moo Myung tersadar dari pingsan dan mengingat ketika memegang pisau kepalanya di pukul dan membuatnya tak sadarkan diri. Lalu tubuhnya pun sudah terikat sementara disampingnya terlihat Maek Jong yang terbangun dengan wajah panik.
Keduanya sudah tergantung diatas dibagian tiang dengan kaki yang melayang-melayang. Moo Myung berpikir Maek Jong mengikutinya,dengan sinis Maek Jong mengatakan kalau bukan itu alasanya, tapi tahu tentang gadis yang bernama Ah Ro dan melihat seragam yang dipakai Moo Myung meminta lebih berhati-hati lagi sebagai anggota Hwarang.
Moo Myung kesal karena Maek Jong mengejek Ah Ro yang tak beruntung langsung menendangnya, bahkan mengigit lenganya untuk melampiaskan amarahnya. 

Anggota Hwarang masuk ke bagian tengah kerajaan,  Ayah Sun Woo pun melihat dari kejauhan. Teman So Ho melihat Ban Ryu yang sebelumnya tak ingin menjadi “anjing” raja malah ikut sebagai Hwarang langsung menyindir, So Ho pun mengejek kalau Ban Ryu itu seperti kotoran. Teman Ban Ryu sangat marah ingin membalasnya, tapi Ban Ryu berusaha menahan emosi untuk tak mempedulikanya melihat ayah tiri dan kandungnya duduk dibagian mentri.
Sementara dibagian mentri mereka saling berbisik, kalau anggota Hwarang seperti para pria tampan. Mentri yang melihatnya mengeluh kalau itu semua karena anak mereka dipertaruhkan untuk ratu,  Kim Seub terlihat senang semua masuk sebagai hwarang.

Ratu akhirnya masuk ke perayaan dengan melirik sinis pada Mentri Park Yang Sil kalau bisa membuktikan berhasil membentuk Hwarang. Sementara Mentri Park membalas dengan tatapan kalau ini belum berakhir karena akan menurunkan tahta raja kalau mengetahui siapa orangnya.
Mata Ratu Ji Soo melihat ke barisan nama Kim Sun Woo anak dari Tuan Ahn belum datang, pengawal memberitahu kalau Sun Woo memang belum hadir sementara Hwa Kong mencari Ji Dwi yang juga belum datang. 

Maek Jong kaget mengetahui kalau Ah Ro itu adiknya, Moo Myung pikir kenapa Maek Jong harus memperdulikan hal itu. Akhirnya Maek Jong rasa lebih baik mereka melepaskan diri lebih dulu baru membahasnya kembali. Lalu tersadar dengan banyak daging dan tulang seperti baru saja dikuliti seperti hewan.
Moo Myung melihat itu seperti tempat pemotongan hewan babi jadi ini saatnya waktu mereka untuk kembali membunuh menjadi bagian-bagian yang terpisahkan seperti binatang. Maek Jong makin melotot panik karena mereka akan disayat seperti binatang.
Si pria memberitahu anak buahnya masih membiarkan keduanya tetap hidup dan berpikir akan membunuh A Ro dan tak boleh ada orang yang mengetahui hal itu. 

Semua anggota Hwarang terlihat gelisah karena sudah berdiri begitu lama, sementara Yeol Woo berpikir kalau mereka sekarang sedang diuji untuk bisa bertahan sebagai anggota hwarang. Tuan Ahn melihat upacara belum dimulai merasa pasti sesuatu yang terjadi, ratu duduk dengan wajah gelisah di singgasana karena Sun Woo belum juga datang.
Soo Ho berani menatap Ratu seperti merasakan kecantikanya walupun sudah tua. Temanya menegur kalau khayalan cintanya itu hanya boleh dilakukan saat di Okta. Soo Ho menyangkal kalau memikirkan hal itu. Pengawal memberitahu mereka tak bisa menunggu lagi, Ratu pun meminta untuk memulai upacaranya. 


Maek Jong bersiul seperti meminta bantuan, Moo Myung mengejek dengan yang dilakukanya. Saat itu seseorang datang, ternyata seorang alojodo dengan kampaknya seperti siap untuk membunuh keduanya, dengan mengoleskan darah pada wajah.
Pria mulai mengibaskan kampaknya, Moo Myung berhasil melepaskan satu tangan meminta Maek Jong untuk menendang bagian tangan, kampak itu berhasil ditangkap memotong talinya. Tapi saat terjatuh belum bisa siap memberikan perlawanan terkena lemparan. Si pria mengeluarkan dua pisau, Moo Myung sudah bisa berdiri ingin melawan tapi si algojo seperti tak ada tandinganya malah membuatnya terlempar. 

Sementara pria lainya datang ke bagian tempat Ah Ro disekap dengan mata tertutup. Ah Ro terlihat ketakutan karena dianggap sebagai wanita dari si Anjing-burung. Moo Myung berusaha melawan tapi  malah terjatuh, lalu mengambil baik tulang dan memukul bagian selangkangan. Si Aljogo pun tak bisa menahan rasa sakitnya.

Pria yang bersama Ah Ro melhat kalau wanita itu memang tipe Moo Myung. Moo Myung mengikat luka ditanganya lebih dulu, Maek Jong masih tergantung terlihat kesal karena Moo Myung malah tak membuka ikatanya. Moo Myung seperti tak peduli sampai akhirnya Maek Jong pun memohon agar bisa melepaskanya. 

Hwa Kong A.k.a Wi Hwa Rang diberikan perintah sebagai ketua Hwarang dengan mendapatkan titah dari ratu sebagai ketua, dengan melihat tatapan Ratu merasa seperti kehilangan salah satu kuncinya. Ratu JiSo pikir kalau bukan ia saja yang merasa seperti itu. Wi Hwa tahu kalau itu pasti anak dari Tuan Ahn
Ratu pun ingin tahu kartu tersembunyi yang dimiliki oleh Wi Hwa sekarang. Wi Hwa tak membahasnya akhirnya menerima perintah sebagai pelatih dari Hwarang atas perintah dari sang ratu. 


Si ketua binggung melihat dua tawananya sudah tak ada, malah aljogo sudah tak sadarkan diri. Moo Myung melayang dari atas mengunakan tali melawan semua pria tersebut, begitu juga Maek Jong berkerja sama untuk melawannya. Setelah berhasil berusaha mencari Ah Ro.
Ah Ro dengan mata tertutup menendang pintu untuk meminta bantuan, Dua pria hwarang sempat kebingunan mencarinya sampai akhirnya mendengar bunyi suara dari pintu, lalu menemukan Ah Ro  didalamnya. Ah Ro yang berpikir para pria yang jahat datang, memukul dagu Maek Jong saat akan melepaskan ikatan matanya.
Moo Myung menenangkanya dengan memberitahu kalau ia yang datang. Ah Ro langsung menangis dipelukan Moo Myung karena berpikir akan mati ditangan para pria tersebut. Maek Jong yang melihat kedekatan keduanya terlihat cemburu mengajak mereka lebih baik pergi saja.

Terdengar suara para pria yang mencari dua pria yang membuatnya marah, sampai akhirnya Maek Jong melihat dari kejauhan lawannya akan datang menyuruh Moo Myung membawa Ah Ro pergi dan ia akan melawan para pria tersebut. Maek Jong kembali bersiul seperti meminta bantuan tapi Pa Oh tak juga datang.
Moo Myung melepaskan tali ikatan di badan Ah Ro meminta agar segera pergi ke tempat orang banyak dan jangan pernah menoleh ke belakang. Ah Ro meminta Moo Myung segera kembali tanpa terluka dan akan menghitungnya sampai 150. 

Moo Myung datang membantu Maek Jong yang ternyata tak bisa melawan semua pria yang sangat kejam. Keduanya kembali berkelahi, beberapa kali Moo Myung bisa menghindari dari benda tajam yang dibawa oleh pria tersebut.

Tapi tetap saja pada akhirnya keduanya tak bisa melawan banyak orang yang mengempung mereka. Tubuh Maek Jong sempat terlempar dan kembali bersiul. Keduanya kembali jatuh dan mulai dikepung, tiba-tiba sebuah panah berhasil menusuk ke bagian anak buah, dengan melihatnya Maek Jong bisa bernafas lega dan bergegas pergi dengan Moo Myung.
Si pria terlihat marah semua anak buahnya terkena panah berteriak bertanya siapa yang berani memanahnya, saat itu juga panah langsung menusuk bagian dadanya. Anak buahnya panik melihat bos mereka yang terkena panah. 
Proses upacara masih berlangsung, Wi Hwa memberikan pedang pada Ban Ryu sebagai anggota resmi Hwarang. Semua wanita yang mendengarnya langsung terkesima dengan ketampananya. So Ho pun menerima pedangnya sebagai Hwarang.
Terlihat masih ada dua pedang yang tertinggal, Ratu JiSo terlihat gelisah. Para mentri kesal karena upacara berlangsung cukup lama. Mentri Park pun bertanya-tanya siapa sebenarnya yang ditunggu oleh Ratu JiSo untuk datang. Ratu JiSo terlihat menahan amarah karena Sun Woo berani kabur dari saat nyawa ayahnya di pertaruhkan lalu berdiri dari tahtanya
.

Tiba-tiba pintu terbuka, Moo Myung dan Maek Jong pun masuk ke dalam upacara. Ratu Ji So kaget melihat anaknya yang ikut anggota Hwarang, Wi Hwa langsung meresmikan Ji Dwi (Maek Jong) sebagai anggota Hwarang Ah Ro ikut melihat bersama dengan temanya dari Okta.
Ji Dwi bergumam dalam hati kalau ingin memberitahu sendiri pada dunia tentang keberadanya. Moo Myung pun menerima pedang sebagai anggota Hwarang, dengan bergumam dalam hati kalau bisakah dirinya hidup sebagai temanya. Akhirnya Moo Myung mengaku sebagai Sun Woo menjadi anggota dari Hwarang.
Ratu mulai meresmikan Hwarang dengan menarik pedang dan Silla adalah 3 kerajaan terkuat. Semua anggota Hwarang menarik pedang dengan berjanji akan melindungi Silla. Semua wanita pun memberikan tepuk tangan dengan suara gemuruh.

Tuan Ahn mengajak Moo Myung masuk ke sebuah ruangan dan dengan bertanya siapa itu Do Woo. Moo Myung menceritakan pria itu adalah pejudi yang pernah ditemuinya beberapa kali saat di ibukota. Tuan Ahn masih tak mengerti kenapa sampai mengurung keduanya, Moo Myung juga tak tahu menurutnya mungkin ada kejadian masa lalu yang tak diketahuinya.
“Ini adalah salahku, kalau Ah Ro dalam keadaan bahaya” ucap Moo Myung
“Jangan pernah membuat Ah Ro dalam bahaya, kalau tidak maka aku tak akan memaafkan mu. Kau adalah Hwarang anak dari Ahn Ji Goong, jadi kalau ada masalah denganya maka akan menjadi urusannya juga” pesan Tuan Ahn memperingatinya. 

Ah Ro panik saat melihat Moo Myung yang membuka baju di dalam kamar, tapi Moo Myung terlihat santai bertanya apa yang ingin dikatakan oleh adik temanya itu, Ah Ro terlihat binggung sempat mengatakan kalau matahari... lalu akhirnya mengubah kalau melihat baju Moo Myung yang robek jadi akan menjahitnya.

Moo Myung tak bisa tidur ingin keluar dari kamar,  melihat sosok Ah Ro yang duduk sambil menjahit bajunya. Ah Ro menghentikan sejenak menjahitnya, mencoba berlatih memanggil “kakak” yang tak pernah diucapkannya.
Moo Myung dari balik pintu tersenyum mendengarnya ternyata sebelumnya ingin memanggilnya kakak dan menatapnya lebih dalam, tiba-tiba Ah Ro teringat sesuatu dan langsung menengokan kepalanya. Moo Myung buru-buru memberikan menutup pintu dengan wajah panik.
Bersambung ke part 2


 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar