Rabu, 25 Januari 2017

Sinopsis Night Light Episode 15 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC

Gun Woo kaget mendengar tentang Ketua Son, Se Jin memberitahu kalau itu ketua Son dari Chunha Finance. kakeknya Ma Ri, menurutnya Ketua Son  dipenjara di rumah sakit dan  Son Gi Tae mungkin akan dapat dikendalikan oleh CEO.
“Kenapa kau curiga seperti itu?” tanya Gun Woo seperti tak yakin.
“Membuat anak untuk mengunci ayahnya adalah sesuatu yang dia mampu untuk melakukannya. CEO sekarang, tidak seperti dirinya sebelumnya... Tidak... Dia sangat berbeda.” Kata Se Jin, Gun Woo bisa mengerti dan mengajak mereka bicarakan hal ini nanti.  Se Jin mengatakan kalau ini tidak boleh ditunda.
“Se Jin. Urusan yang mendesak saat ini adalah tender untuk konstruktor pengerjaan kota baru.” Kata Gun Woo
“Kau bilang kita akan mensolidkan pihak kita dan membagi sisi musuh, kan? Kita bisa membuat Ketua Son untuk datang ke pihak kita.” Kata Se Jin menyakinkan.
Gun Woo tahu tapi menurutnya sekarang, tender ulang lebih mendesak, dan Se Jin juga perlu membantunya lebih dulu. Se Jin akhirnya bisa mengerti dan akan pergi ke ruangan. Sek Moo yang mendengar tak banyak berkata-kata. 

Moo Sam melihat kondisi Tuan Son dari ponsel Sang Moo wajahnya terlihat gelisah, Yi Kyung meminta agar Ji-U konstruksi membiarkan mereka bergabung dengan tender ulang. Moo Sam pikir  Ini sangat berlebihan. Yi Kyung pikir Moo Sam yang mendapatkan posisi ketua dari dirinya, tidak harus mengatakan ini terlalu berlebihan.
“Aku... hanya menuntut sahamku yang sah disini.” Tegas Yi Kyung
“ Jadi... kalau aku tidak mendengarkan permintaan itu, kau akan membuatku juga seperti ketua  Son, benarkan?” ucap Moo Sam panik
“Ada berbagai cara. Seongbuk-dong punya dokumen data suap mereka, ketua. Ada seseorang di luar negeri yang dapat menangani lebih cepat daripada itu. Jangan menganggap ambisi orang lain terlalu ringan” jelas Yi Kyung. Moo Sam terlihat kebingungan. 

Yi Kyung baru akan keluar dari lobby dan Se Jin seperti baru datang, keduanya pun bertemu saling bertanya apa yang sedang mereka lakukan di gedung Mujin. Yi Kyung pikir sudah lupa kalau Se Jin menyukai game detektif.
“Apa kau menyelidiki perbuatanku, dengan Gun Woo, apa menarik?” kata Yi Kyung
“Kau benar tentang menyelidiki, tapi hampir tidak menarik. Bagaimanapun, ini dimaksudkan untuk menjatuhkanmu pada akhirnya.” Kata Se Jin
“Jadi apa Kalian akan menjatuhkanku? Pasti akan mendebarkan.” Komentar Yi Kyung sinis
“Sekarang aku tidak akan mencoba untuk membuatmu berhenti. Kau tidak akan mendengarkan walaupun aku memintamu, kan?” balas Se Jin
“ Pertarungan tidak akan dimenangkan walaupun kau akan mencoba, kan? “ ucap Yi Kyung
“Kalau aku kalah, maka aku akan mengakuinya... tapi aku tidak akan menyerah.” Kata Se Jin
“Aku suka sesuatu yang terlihat di matamu. Ini sama  seperti saat aku bertemu denganmu pertama kali. Pertemuan yang hanya beberapa saat ini, akan menyenangkan untuk ngobrol. Tapi aku punya janji lain.” Kata Yi Kyung
Se Jin pun mempersilahkan Yi Kyung pergi lebih dulu, Yi Kyung pun mengatakan akan menunggu Se Jin yang akan menyakiti dirinya.


Yi Kyung dengan Tuan Kang Jae Hyun bertemu dengan Tuan Jang, keduanya terlihat benar-benar tak bersahabat. Yi Kyung menanyakan jadwalnya. Sek Nam memberitahu Besok, TJ Budaya Foundation membagikan makanan untuk orang-orang yang kurang beruntung secara sosial dan Jae Hyun akan berpartisipasi, jadi mereka berdua akan resmi bergabung.
“Sketsa gambar yang bagus. Kalau kalian berdua bergandengan tangan, itu adalah bersatunya antar-generasi. Simbolisme akan menyebabkan sensasi dalam hasil pemilu.” Jelas Yi Kyung, Tuan Jang dan Jae Hyun saling berpandangan seperti mau tak mau mengikuti perintah Yi Kyung. 

Jae Hyun keluar lebih dulu, memberitahu Sek Nam kalau akan sering berkunjung dari sekarang jadi mereka bisa memikirkan kembali pemeriksaan keamanan di pintu gerbang menurutnya Mengangkat lengan dan Memeriksa kaki adalah rasa sakit.
“Ada aturan tetap kalau aku tidak bisa melakukan itu. Kalau begitu, mari mengurus diri sendiri.” Ucap Sek Nam
“Politik juga bisnis. Bahkan kalau kau tidak menyukai pihak lain, anggap saja  itu untuk keuntungan, dan kontrol ekspresimu. Apa karena kau selalu melayani Tetua? Kau sangat kuno!” ejek Jae Hyun, Sek Nam tak ingin banyak bicara akan mengantar Jae Hyun keluar dari rumah. 

Yi Kyung masih berbicara dengan Tuan Jang yang menyindirnya Setelah memetik dari 1.000 calon di luar sana,  pada akhirnya apakah  semua yang mereka dapatkan. Yi Kyung menjelaskan kalau Jae Hyun adalah pria yang merintis jejak sendiri untuk membangun sebuah industri dan juga sangat maju pemikirannya memandang ke depan.
“Pos presiden bukan untuk kontes popularitas. Apa gunanya hanya memiliki tampilan menarik?” komentar Tuan Jang
“ Bagiku, Anda juga tidak lebih baik dari tampilanmu. Untuk membantu CEO Kang, silakan lakukan yang diperlukan sebagai boneka.Untuk sisanya, itu sudah cukup untuk mengikuti rencanaku.Maksudku, Orangnya sedikit lemah. Kalau ada item yang tidak memuaskan, silahkan melakukan beberapa perhitungan tertulis yang suka kau lakukan. Setidaknya demi acara besok, Anda perlu mengontrol kemarahanmu.” Jelas Yi Kyung. Tuan Jang seperti tak banyak bicara lagi. 

Gun Woo masuk ruangan ayahnya melihat pamanya sedang bersandar dengan memejamkan mataya, dibangku dalam kegelapan lalu mendekatinya bertanya apakah tertidur. Moo Sam bertanya kenapa Gun Woo datang keruanganya.
“Tender ulang dilakukan besok. Ji-U Konstruksi sudah di diskualifikasi. CEO Seo tidak akan melepaskan ini.” Jelas Gun Woo
“Jadi kenapa, kalau dia tidak melepaskannya? Kau yang menanganinya. Kau yang bertanggung jawab untuk itu, kan?” kata Moo Sam marah lalu terdiam karena semua ini dilimpahkan pada keponakanya.
Akhirnya Gun Woo menanyakan keadaan pamanya. Moo Sam pikir akan melakukan apa yang dilihat pantas lalu menyuruhnya pergi. Gun Woo pun keluar ruangan pamanya. 

Sung Moo baru saja menerima telp lalu memberitahu Yi Kyung kalau  Ji-U Konstruksi menghubunginya dan  Pada lelang kota baru Mujin, mereka akhirnya didiskualifikasi. Yi Kyung pikir  Gun Woo memegang senjata. Sung Moo mengatakan kalau pihak Moojin akan menunggu keputusan rapat besok.

Gun Woo dan tim terlihat bersikeras untuk memikikan tender ulang di ruanganya. Se Jin juga melakukan hal yang sama diruangan dengan foto bersama Yi Kyung didepan komputernya. Saat pagi hari,  Yi Kyung sudah memoles wajahnya dengan bedak dan juga lipstik seperti akan pergi ke suatu tempat. 

Beberapa orang seperti sedang mengantri, Seorang reporter memberitahu sedang berada di lokasi "kehangatan cinta",  yang bisa mencairkan bahkan es tebal yaitu Acara memberikan mangkuk kasih sayang yang penuh makanan  untuk orang-orang cacat dan kurang beruntung.
“Ini dilaksanakan oleh TJ Yayasan Budaya. Beriringan dengan mantan presiden Jang Tae Jun, legenda industri IT, CEO Kang Jae Hyun yang juga bergabung,dan memberikan salam pada publik, diterima dengan penuh cinta. Kami akan segera melakukan wawancara untuk mengetahui ceritanya lebih dalam.” Ucap reporter
Tuan Jang dan Tuan Kang memperlihatkan senyuman dengan membagi-bagikan makanan.  Sebuah spanduk bertuliskan  = TJ Cultural Foundation. Mangkuk Makanan Penuh Cinta  =  Yi Kyung melihat dari kejauhan berkomentar Tuan Jang memang terlihat serasi dengan Tuan Kang. 

Se Jin duduk dalam ruanganya, lalu melirik sesuatu didekat mejanya dan langsung menemui Gun Woo akan masuk ruangan. Gun Woo meminta maaf karena Tender 10 menit lagi dimulai jadi agak sibuk sekarang. Se Jin menegasakan kalau ini tentang apa yang membuatnya sibuk. Akhirnya Gun Woo menyuruh Sek Moo masuk lebih dulu dan mengajak Se Jin bicara di pojokan.
“Ji-U Konstruksi dikeluarkan, kau tahu, kan?” kata Se Jin
“perusahaan itu pasti menelponnya, kan? Mereka bersama-sama sejak tender pertama dimulai.” Ucap Gun Woo. Se Jin pun bertanya apa yang terjadi.
“Apa kau CEO atau perusahaan harusnya sudah... membuat pergerakan apapun?” tanya Yi Kyung
“Mereka sudah tahu kalau mereka dikeluarkan dari tender ke-2.Apa yang bisa mereka lakukan? Apa pun itu, yang akan mereka coba, Aku sudah tidak menerima mereka, kau tahu itu!” kata Gun Woo
Se Jin pikir Kalau Yia Kyung yang ia  tahu, tidak akan pernah menyerah. Dan tidak akan mudah menyerah dengan rencananya serta terus maju. Gun Woo terdiam.

Sek Nam mengantar Tuan Jang yang pasti pasti kelelahan. Tuan Kang langsung masuk dan mengambil botol minuman dan langsung duduk. Sek Nam yang melihatnya langsung menegur karena Tuan Jang belum duduk tapi Jae Hyun sudah duduk lebih dulu dan menyuruh agar melihat nama yang ada dikursi
“Ada banyak kursi di sini!” komentar Jae Hyun melihat disekelilingnya, Tuan Jang tak banyak komentar memilih duduk membelakangi Jae Hyun.
“Dengan teknologi sebagai alasan, Aku dengar kau menghasilkan banyak uang di bursa saham dengan akuisisi perusahaan, kan?” komentar Tuan Jang sinis
“Tuan Jang, selama rezimmu, Kau mengeluarkan banyak kebijakan "real estate"(lahan yayasan) kan? Aku dengar, mereka pemilik tanah memberikanmu uang sebagai ucapan terima kasih dan selalu memujimu bahkan sampai sekarang.” Balas Jae Hyun menyindir.
Sek Nam mendengarnya terlihat sangat marah pada Jae Hyun.  Yi Kyung datang memarahi keduanya yang saling ada mulut, menurutnyacperdebatan lisan bukan yang mereka perlukan bahkan Kepada wartawan, di depan kamera, mereka harus menunjukkan bahwa keduanya terlihat di satu sisi.
“Siapa pun yang tidak suka rencanaku, maka silahkan bangun dan pergi sekarang. Bahkan dengan kombinasi terbaik, kalau kalian seperti ini dari awal,maka kita harus menata ulang.Kalau kalian bukan orangnya,ada banyak yang lain yang sesuai. Kalau kalian tidak puas silahkan keluar dari rencanaku.”jelas Yi Kyung, Keduanya pun hanya bisa diam tanpa melawan. 


Sung Moo menelp kalau Tender proyek kota baru sekarang di tunda. Yi Kyung sempat kaget mendengarnya. Gun Woo bersama Se Jin dan Sek Moo terlihat tersenyum bahagia. Gun Woo merasa kalau Intuisi Se Jin benar dan merasa CEO Seo pasti memiliki Ji-U Konstruksi sebagai sebuah lelucon.
“Setelah sebuah perusahaan yang kuat dipilih dari tender dan perusahaan konstruktor memutuskan, Ji-U Konstruksi akan cepat mengambilnya, itu rencananya.” Kata Gun Woo
“Jadi Perusahaan mana yang akan melakukan itu?” tanya Se Jin
“Ada beberapa perusahaan yang mencurigakan di sana, walaupun tim khusus sudah menyelidiki.” Ucap Sek Moo
“Kalau direncanakan terlebih dahulu sebelumnya,perusahaan-perusahaan juga pasti akan keluar dari tender.” Jelas Gun Woo
Se Jin pikir ini keberuntungan. Tapi Gun Woo tahu kalau Bagi Yi Kyung , ini sangat disayangkan jadi Sekarang, mereka bisa melanggar dan  Tidak bertahan dan Kedua belah pihak sudah melakukan pelanggaran maka  Pertarungan... sudah mulai. 


Yi Kyung kembali ke rumah, memerintahkan Sek Kim agar meng-hack ke intranet Mujin Group lalu Info yang diperbarui pada proyek kota baru untuk mengumpulkan semuanya. Sek Kim mengerti.
Ia lalu menyuruh Sung Moo agar menghubungi kembali Ji-U Konstruksi, minta Presdir Park dan Direktur Keuangan untuk ke Galeri sekarang. Sung Moo akan menghubungi mereka. Yi Kyung memerintahkan agar Tak  pergi ke Chunha Finance dan bertemu Presdir Son lebih dulu untuk melihat Dana akuisisi Ji-U Konstruksi ini. Secara pribadi konfirmasi kepada mereka demi memastikan tidak ada kerugian. Tak mengerti, semua pun pergi melakukan pekerjaanya,Yi Kyung masih ruangan terlihat sedikit gelisah. 

Gun Woo menemui Se Jin yang sudah menunggu mengajak pergi karena mereka semu sudah siap dan telah memilih orang-orang yang dapat dipercaya dari Tim Tugas Khusus. Se Jin pikir kalau memang Gun Woo tak yakin tidak masalah untuk berhenti.
“Bisnis resmi telah berakhir. Kau bisa mengatakan ini adalah operasi pribadi. Sementara menyelidiki Perusahaan Calling, Kau berhutang satu hal pada Ma Ri, kan Aku juga harus membantu melunasinya” kata Gun Woo, Se Jin menganguk setuju. 

Semua sudah sampai di sebuah parkiran, Sek Moo mengaku  dan akan mengambil cutinya sekarang. Se Jin  mengucapkan terimakasih lalu Gun Woo meminta agar menunggu didalam mobil saja. Se Jin pikir ingin pergi juga.
Gun Woo tahu kala anak Ketua Son pasti ada diatas dan keadaan ini tak aman. Se Jin pikir Kalau Ketua mungkin bangun, setidaknya bisa berbicara dengannya. Dengan bisnis resmi berakhir, maka ia juga sedang melakukan operasi swasta sekarang.
Semua pun masuk ke dalam lift dengan baju khusus dan juga masker, Se Jin terlihat gugup. Gun Woo memanggilnya dengan memberikan tatapan kalau semua pasti berjalan dengan baik. 

Tak melihat berkas di ruangan Gi Tae dengan teliti. Gi Tae agar memberitahu Tuan Son kalau untuk tidak terlalu curiga seperti ini menurutnya Untuk mengajukan perwalian sangat sulit. Menurutnya dengan sibuk mempersiapkan dokumen pengadilan untuk itu jadi mana mungkin punya waktu untuk memikirkan ide-ide lain. Tak pikir mana mungkin bisa mengetahuinya.
“CEO memintaku untuk memeriksa kerugian, dan aku hanya menaati perintahnya dan ternyata Ini baik-baik saja.” Kata Tak selesai melihat semua berkas.
“Aku bilang tidak ada masalah! kau masih...” ucap Gi Tae kesal lalu menerima telp.
Gi Tae memberitahu kalau akan ke rumah sakit sekarang dan terlihat kaget mengetahui tentang Pencegahan epidemi lalu bertanya Kenapa tiba-tiba pencegahan epidemi. Pengawalnya juga tak tahu Aku tidak tahu karena Tempat tidur dan segala sesuatu perlu diubah. Gi Tae meminta agar memeriksa ke bagian kantor rumah sakit.
Se Jin dan Gun Woo terlihat sudah mengunakan masker dan para Pengawal sedang memeriksa kebagian kantor rumah sakit. Pihak rumah sakit memberitahu kalau hal ini bukan hal serius tapi hanya tindakan pencegahan. Saat itu Sek Moo sudah melakukan perizinan pada pihak rumah sakit. Pengawal pun mempersilahkan  semua masuk ke bagian VIP.
“Cara terbaik adalah untuk menunggu sedikit lebih jauh. Tapi Kenapa, apa aku akan menangkap sesuatu juga? Kalau kau tidak berbau busuk... maka kau beruntung.” Komentar Si pengawal, Se Jin hanya diam dan masuk ke dalam ruangan.
Gi Tae masuk mobil dan akan pergi ke rumah sakit, Tak pun juga ikut keluar parkiran. Ia melapor pada Yi Kyung kalau tidak ada masalah dalam akuisisi dana perusahaan. Yi Kyung bertanya kemana Gi Tae sekarang.
Tak mendengar Gi Tae yang akan pergi ke rumah sakit serta mengoceh tentang pencegahan epidemi atau entah apa lagi. Yi Kyung binggung tiba-tiba mengenai pencegahan epidemi. Gi Taek pikir pihak rumah sakit  melakukan keseluruh lingkungan. Yi Kyung bertanya Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke rumah sakit. 

Se Jin masuk kedalam ruangan dengan Gun Woo dan melihat Tuan Son maOsih terbaring lemas di atas tempat tidurnya, saat itu Tuan So membuka matanya. Se Jin meminta agar tak khawatir karena datang sebagai teman Ma Ri jadi meminta agar bekerjasama sebentar, jadi bisa cepat menyelesaikannya.
Saat itu Tuan Son sudah bisa pindah ke trolly yang ditutup kain, Semua pun pun segera bergegas pergi dari ruangan.  Se Jin terlihat gugup saat menunggu didalam lift, Gi Tae panik dalam mobil menelp pengawal agar memeriksa ayahnya dan orang yang melakukan pecegahan epidemi segera menangkapnya. 
Pengawal berteriak ada anak buahnya agar menangkap orang yang tadi datang ke bagian VIP, lalu memeriksa ruangan Tuan Son sudah tak ada dalam ruangan. Gun Woo sudah membawa Tuan Son masuk ke dalam mobil.

Ketika akan masuk mobil, dibagian depan sudah ada  mobil Tak yang menghalangi dibagian depan dan Mobil Gi Tae dibagian belakang. Gi Tae mengeluarkan kepalanya tak percaya ternyata mereka  semua melakukannya. Anak buah Gi Tae datang akan mengejar Gun Woo.
Saat itu juga Tak tiba-tiba memundurkan mobilnya memberikan jalan, Gun Woo menyuruh Se Jin segera masuk ke dalam mobil. Gi Tae terlihat marah pada Tak yang memundurkan mobilnya, sementara Se Jin seperti tak enak hati melihat Tak yang memberikan jalan padanya untuk membawa Se Tuan Son pergi dari rumah sakit.
Tuan Gi Tae dan akan buahnya akan mengejarnya, tapi Tak sengaja menghalangi jalanya. Di perjalanan, Gun Woo melihat keadaan Tuan Son lalu menatap Se Jin hanya diam seperti memikirkan sesuatu. 


Yi Kyung terdiam dalam ruangan mengingat ucapan Se Jin “Sekarang aku tidak akan mencoba menghentikanmu. Kau tidak akan mendengarkan walaupun aku memintamu berhenti, kan?”
“Pertarungan tidak akan dimenangkan walaupun kalian mencobanya, kan?” kata Yi Kyung
“Kalau aku kalah, aku akan mengakuinya... tapi aku tidak akan menyesal.” Ungkap Se Jin
“Kau akan menyakiti dirimu.” Tegas Yi Kyung
 Tak datang dengan wajah penuh luka, Sek Kim terlihat panik melihatnya. Gi Taek terlihat marah bertanya apakah ini permintaan dari Yi Kyung, Yi Kyung akhirnya keluar dari ruangan menuruni tangga. Gi Tae memberitahu kalau anak buah Yi Kyung kalau yang Satu pergi dan menculik ayahnya dan dan satu lagi menghalangi kami mengejar mereka.
“Apa Lee Se Jin melakukan itu disana?” tanya Sung Moo, Tak membenarkan. Gi Tae berteriak marah kalau Gun Woo juga ada disana.
“Mari kita tenang, ketua Son akan kembali setelah beberapa hari istirahat.” Kata Yi Kyung
Gi Tae pikir itu akan jadi masalah besar, Yi Kyung pikir mereka tidak bisa dengan santai menendangnya keluar karena Ada saham perusahaan miliknya untuk di amankan. Gi Tae tak percaya kalau ini ada kaitannya dengan saham menurutnya Kalau ayahnya berbicara diluar sana, maka ia yang akan mati!
“Kalau begitu, aku rasa kau harus mati. Kalau hidupmu dapat berakhir dengan beberapa kata-kata.” Kata Se Jin, Gi Tae tak percaya Yi Kyung berkata seperti itu.
“Obati luka Tak dulu.Setelah melakukannya, segera temui aku.” Tegas Yi Kyung. Gi Tae seperti kebinggungan dengan nasibnya sekarang. 


Tuan Son akhirnya seperti sudah mulai bisa melihat dengan jelas ada Gun Woo dan Se Jin yang menolongnya. Gun Woo memberitahu membawa ke rumah sakit lain jadi bisa beristirahat dengan aman.
“Kau sudah diberi suntikan pemulihan, jadi kondisi Anda akan pulih dengan cepat.” Ucap Gun Woo. Se Jin pun memberitahu  Ma Ri juga dalam perjalanan
“Aku berutang budi.” Kata Tuan Son melihat keduanya bisa mengeluarkan dari rumah sakit seperti penjara. 

Keduanya keluar ruangan, Gun Woo menanyakan dengan Tak apakah akan baik-baik saja. Se Jin juga tak tahu karena Tak  adalah anggota staf yang CEO percaya, jadi pasti kena omel.
Ma Ri akhirnya datang menanyakan keberadaan kakeknya, Se Jin memberitahu baru saja bangun dan memastikan kalau tidak cerita kepada orang lain, Ma Ri mengatakan tidak bilang ke siapapun bahkan harus dirahasiakan dari ayahnya. Se Jin memberitahuTuan Son  berada di kamar 1101, Ma Ri pun bergesar pergi menemui kakeknya. 

Ma Ri langsung memeluk sang kakek diatas tempat tidurnya seperti takut kehilangan. Tuan Son menenangkan cucunya kalau  tidak akan mati dan tidak juga sedang sekarat. Ma Ri mengaku sangat mengkhawatirnya. Se Jin dan Gun Woo bisa mendengar suara mereka seperti bahagia, tapi dikejutkan dengan melihat berita di TV.
[CEO Kang Jae Hyun mencalonkan diri sebagai presiden -Mantan Presiden Jang Tae Jun mengumumkan dukungannya]
Gun Woo melihat Yi Kyung yang  sudah pergi sejauh itu. Se Jin pikir Target berikutnya juga sudah diketahui

Sek Nam pergi menemui Tuan Jang dengan tergesah-gesah, Tuan Jang pikir Kalau tidak ada hal yang mendesak, lebih baik bicara besok saja merasa seperti lelah. Sek Nam meberitahu kalau Ketua Son  melarikan diri dari rumah sakit. Tuan Jang kaget mendengarnya.
“Mungkin, menurutku, Park Gun Woo merencanakan ini.” Kata Sek Nam
“Apa itu berarti dia sedang berperang dengan gadis itu?” ucap Tuan Jang seperti memiliki dukungan. 

Tak menemui Yi Kyung dalam ruangan dengan wajah yang sudah diobati. Yi Kyung heran melihat Tak yang membiarkan mereka memukulinya. Tak mengaku kalau di keroyok. Yi Kyung pikir sudah megatakan kalau  untuk berhati-hati. Tak hanya bisa minta maaf.
“Jadi, apa Se Jin pergi dengan aman dan Park Gun Woo juga?” tanya Yi Kyung, Tak membenarkan menurutnya Yi Kyung  bisa melihat saat Tuan Jang yang marah.
“Pada intinya, dengan kecerdasan Presiden Son, itu akan sulit untuk membuatnya tetap dikurung lebih lama. Tapi tetap saja, aku tidak tahu kalau Se Jin akan bergerak sangat cepat.” Komentar Yi Kyung berjalan ke arah meja kerjnya
“Kenapa kau memintaku untuk menyelamatkannya? Apa untuk melindunginya? Seperti sebelumnya, saat aku melindungi Se Jin...”ucap Tak
“Ini adalah umpan. Se Jin akan merasa berhutang budi kepadamu.Berpikir aku memecatmu atau memberikan beberapa hukuman lain karena hari ini maka dia akan menyalahkan dirinya sendiri. Dia adalah gadis seperti itu.” Jelas Yi Kyuung
Tak pikir harus menipu atau melakukan sesuatu, Yi Kyung rasa Kalau itu memang diperlukan menurutnya apa yang dikatakan dan dilakukan Tak maka keduanya akan percaya semua tanpa kecurigaan. Tak merasa kalau Se Jin tidak akan sampai melakukan itu pada Yi Kyung
“Ini sama saja walaupun dia di tim bersama Park Gun Wo  Jadi, bagi kita untuk pergi sejauh itu maka Tender ulang kota baru Mujin tetap di tunda. Strategi Ji-U konstruksi melakukan akuisisi juga pergi ke saluran pembuangan. 8 dari 10 kesempatan hilang, itu karena Se Jin.” Jelas Yi Kyung
“Tapi bagaimana dia bisa...?” tanya Tak tak percaya
“Jadi secara tidak sadar, dia mulai meniruku. Dia ingin menjadi cerminku, kan? Kemudian, menunjukkan posisinya yang tepat, maka aku harus menginjak-injak suaranya.” Tegas Yi Kyung.
Bersambung ke episode 16

 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar