Minggu, 15 Januari 2017

Sinopsis Goblin Episode 13 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN
Wang Yeo melihat gambar pedang dari Eun Tak mengetahui kalau Dengan pedang ini menusuk jantungnya, maka Kim Shin bisa hidup selama 900 tahun. Tiba-tiba Wang Yeo dikagetkan dengan bunyi suara lonceng dari dalam kedai tehnya, terlihat sudah ada dua pria duduk dibangku.
“Kami tim audit internal.” Ucap salah satu pria dan menyuruh Wang Yeo duduk. Wang Yeo yang masih binggung pun duduk.
“Selama kau bekerja menjadi malaikat maut,sudah dipastikan bahwa kamu gunakan kekuatanmu untuk alasan pribadi.Menghapus ingatan seorang manusia,mengungkapkan Daftar Nama-nama,tidak melakukan hal yang semestinya saat identitasmu terbongkar,menunjukkan kehidupan sebelumnya kepada seorang manusia, dan lainnya.” Ucap Tim Audit

Wang Yeo terdiam mengingat saat pertama kali mencoba menghipnotis rentenir agar berkelahi, lalu membuat Duk Hwa dan teman Kim Sun untuk pergi sesuai dengan perintahnya. Meminta agar manusia menatapnya dan menghipnotisnya untuk melupakan. Ia juga memberitahu Kim Shin kalau mendapat nama jiwa yang terhilang itu dan juga memberitahu masa lalu pada Kim Shin kalau Kim Sun adalah reinkarnasi dari adiknya.
Saat topinya tak sengaja jatuh mengaku pada Kim Sun kalau ia adalah  seorang malaikat maut. Tim Audit pun bertanya apakah Wang Yeo mengakuinya. Wang Yeo dengan wajah tertunduk mengakuinya, Mereka pun akan memberikan tindakan pendisiplinan yang berat jadi meminta agar memahami inti dari masalah ini. Wang Yeo merasa dengan senang hati menerima hukumannya.
“Kau sama sekali tidak akan senang.Malaikat maut lahir dari jiwa-jiwa yang melakukan dosa besar.Setelah disiksa selama 200 tahun,mereka memutuskan untuk menghapus ingatan mereka. Karena itu, kau akan menghadapi dosa-dosamu lagi.Itulah hukuman yang tepat untuk pelanggaran seperti ini.” Ucap Tim Audit. 

Wang Yeo seperti merasakan sakit didadanya, lalu bisa mengingat kembali kejadian sebelumnya.
Flash Back
Wang Yeo yang masih muda duduk ditahta, PM Park mengatakan dengan cara mencabut akar dari pengkhianatan ini, maka Raja telah menunjukkan kekuasaan dan telah membawa kedamaian dari kekacauan jadi  Seluruh rakyat memujinya.
“Karena mencemaskan beban pikiran Yang Mulia, aku sudah menyuruh mereka menyajikan ramuanAromanya harum, rasa manis dan pahitnya punakan meningkatkan selera makan Yang Mulia..” Ucap PM Kim, Wang Yeo langsung melemar semua makanan dimeja.
Wang Yeo akhirnya tumbuh dewasa tapi terlihat tak terurus sebagai raja, dengan terus membalikan meja makan. PM Kim melihat  Tubuh dan pikiran Raja sakit dan membuat seluruh negeri khawatir Jadi ia memutuskan Mulai hari ini, kurangi porsi untuk hidangan kerajaan dan sajikanlah ramuan untuknya.

Pelayan dengan tanganya membawa semangkuk ramuan, PM Kim meminta agar Wang Yeo bisa meminumnya saja walaupun rasanya pahit, serta tetaplah kuat. Wang Yeo langsung mengambil mangkuk dan menghabiskanya. PM Kim pun tersenyum licik melihatnya.
“Apa itu cukup kuat untukmu?” ucap Wang Yeo menatap dingin pada PM Park.
Wang Yeo mulai mengambar dengan tintanya dan terus meminum ramuan yang diberikan oleh PM Park, terlihat bentuk wajah Kim Sun sebagai ratu. Lalu Wang Yeo seperti sudah tak kuat dengan membaringkan kepala disamping gambarnya.
Pelayan lain datang merasa kalau suatu hari Wang Yeo mungkin akan mencarinya. Wang Yeo membuka kotak dan melihat baju saat terakhir kali Kim Sun dipanah dan masih ada noda darah serta cincinya. 


Wang Yeo berjalan ke arah tempat tinggal rakyatnya, semua langsung bersujud memberikan hormat pada Raja. Wang Yeo yang terlihat frustasi bertanya Kepada siapa harus memberikan baju kerajaan ini dan Ke jari siapa harus dimasukkan cincin yang indah ini?
“Cincin yang indah itu... Berikan kepadaku.” Ucap Seseorang, Wang Yeo melihat seorang nenek yang duduk didepan rumah sambil memetik sayuran.
“Cincin yang indah itu, pasti akan berguna suatu hari nanti.” Kata Si nenek, Wang Yeo pun memberikan cincin itu dengan melemparnya ketanah
“Baju kerajaan ini tidak memiliki pemilik.Mungkin inilahyang kau cari.membuang baju kerajaan pada api didekatnya.Kalau begitu,ambillah.” Ucap membuang baju kerajaan pada api unggun didepanya.  Setelah itu berjalan meninggalkan jalan setapak. 

Pelayan kembali memberikan ramuan pada Raja, Wang Yeo melihat kembali gambar Kim Sun yang sudah digambar dengan pakaian kerjaaan dan terlihat cantik. Wang Yeo berkata Rakyatnya, pelayan dan istrinya bahkan dirinya sendiria, tidak seorang pun yang menyayanginya.
“Jadi,aku tidak menerima kasih sayangdari siapa pun.” Ungkap Wang Yeo meminta agar diberikan ramuan lagi.
“Aku tahu apa yang terkandung di dalamnya dan Biar kuselesaikan malam ini. Jadi Berikan akuramuan lagi.Itu titahku.” Ucap Wang Yeo, Pelayanya sempat kaget ternyata raja sudah mengetahui kalau itu berisi racun.
Tim Investigasi memberitahu kalau Wang Yeo  telah disiksa selama 600 tahun atas dosa-dosa yang kau lakukan selama hidupnya dan Dosa terbesar di antaranya adalah mencabut nyawanya sendiri.Jadi, tugasnya telah dibatalkan dan memperingatkan agar  Jangan lakukan apa pun sampai ada instruksi selanjutnya. Keduanya pun menginggalkan ruangan teh.
“Aku adalah Wang Yeo.Akumembunuh orang-orang itu.Aku mencabut nyawaku sendiri.” Ucap Wang Yeo sudah bisa mengenali diri dan mengetahui dosa besarnya. 

Kim Shin duduk dalam ruangan penghormatan lalu menerbangkan lentera, teringat kembali orang – orang yang terbunuh dengan panah karena mendekati raja.
“Bagaimana menurut kalian Apa yang harus kulakukan terhadapnya?” ucap Kim Shin bimbang menghadapi Wang Yeo sebagai malaikat maut yang baik.
Wang Yeo melihat kembali gambar Kim Sun. Kim Shin datang langsung merampasnya, memperingatkan agar jangan menyentuh dan tidak berhak menangis selagi melihatnya. Wang Yeo memberitahu kalau ia yang memberikan pedang itu pada Kim Shin.
“Aku membunuhmu.... Aku membunuh mereka semua.... Aku sudah ingat.Akuadalah Wang Yeo.” Kata Wang Yeo mengingat semuanya. Kim Shin langsung mendorong dan mencengkram tubuh Wang Yeo ke dinding.
“Itu benar.... Sudah kukatakan kepadamu. Kau membunuh mereka semua dan terus membunuhbahkan sampai membunuh dirimu sendiri. Kautidak bisa melindungi wanitamu, pengikut setiamu, Goryeo-mu,bahkan dirimu sendiri. Tidak satu pun bisa kamu lindungi. Bahkan Kim Sun...Adikkumelindungimu dengan nyawanya. Seharusnya kau tetap hidup dan tewas oleh pedangku.” Ucap Kim Shin penuh amarah, Wang Yeo hanya bisa menangis
“Seharusnya kau buktikan dengan kematianmu bahwa aku memang seorang pengkhianat, seperti katamu. Aku yakin adikku tahu bahwa saat Park Joong Woon mengatakan "Kim Shin", "Kim Sun" akan menjadi yang berikutnya. Bahwa dia akan digunakan untuk menekanmu. Karena itulah si bodoh itu tewas di sana sebagai adik dari seorang pengkhianat, daripada harus menjadi kelemahanmu Untuk menyelamatkanmu.” Kata Kim Sun
Wang Yeo memberitahu kalau cincin itu dirinya yang dulu sangat brengsek, memakaikan dengan cara memaksanya ke jari Kim Sun, dan Cincin itu. Diberikan lagi kepadanya di kehidupan sekarang dan memohon pada Kim Sun agar membunuhnya saja. Kim Shin melepaskan cengkramanya.
“Inikah yang kau inginkan? Apa Kau akan mengabaikan dirimu sendiri lagi? Dosa membunuhmu sudah kau lakukan sendiri. Itu sudah cukup.” Kata Kim Shin dengan mata melotot lalu meninggalkan kamar. 


Eun Tak memberikan cincin yang dititipkan dari Wang Yeo, menjelaskan kalau sudah memikirkannya berulang kali perlukah memberikan cincin itu pada Kim Sun, maka menyimpannya selama beberapa hari dan meminta maaf. Kim Sun pikir tak perlu meminta maaf.
“Akulah yang seharusnya minta maaf.” Ucap Kim Sun
“Apa  Kau tidak ingin menanyakan apa pun padaku?” kata Eun Tak binggung Kim Sun pikir tak perlu karena  Semua sudah jelas.
“Meskipun aku tidak tahu akan mendapatkan ini kembali seperti ini. Kesedihan, dosa, dan kerinduan seseorang adalah milikku. Peramal itu hebat Tapi apa dosamu?” kata Kim Sun, Eun Tak binggung maksudnya.
“Aku dengar kau pengantin Goblin, Yah..Dia dan aku saling mengenal di masa lalu.Kenapa kau terikat kepada kakakku?” ucap Kim Sun,
“Karena ini takdir kami.” Ucap Eun Tak, Kim Sun berpikir Eun Tak juga bisa  melakukan hal aneh seperti terbang seperti burung?
“Aku tidak bisa melakukannya.” Ucap Eun Tak teringat kembali saat berbicara dengan Wang Yeo tentang cerita Kim Shin

“Mengakhiri kehidupan abadi sang Goblin, Itulah takdir sang pengantinnya,  Kalau kau mencabut pedangnya, maka dia akan kembali menjadi abu yang akan ditiup angin.Dia akan lenyap selamanyadari dunia ini dan berpindah ke dunia lain.”
Kim Sun menyadarkan Eun Tak dari lamunanya,  Eun Tak mengaku bisa meredakan hujan agar tidak mengganggu orang dan juga bisa membuat salju pertama turun lebih cepa agar orang merasa senang. Kim Sun merasa Eun Tak melakukan nyaris semua tugas penting Tapi ia penasaran kenapa kakaknya berubah menjadi Goblin.
“Karena dunia memerlukan keajaiban. Keajaiban aneh dan cantik.” Ucap Eun Tak, Kim Sun binggung dengan bertanya itu kata siapa.  Eun Tak mengatakan itu kata dirinya.
“Baiklah. Bagaimana dengan Malaikat Maut? Apa Karena semua orang akan mati?” ucap Kim Sun penasaran, Eun Tak pikir Karena ada kematian, maka hidup ini mengagumkan. Kim Sun merasa Eun Tak sudah  pintar bicara seperti mahasiswa universitas ternama.
Saat itu Hantu PM Park datang menyapa Kim Sun yang sudah lama tak bertemudengan memanggilnya si adik prajurit rendahan,ratu yang terlahir dari keluarga prajurit, Eun Tak yang bisa melihatnya melotot kaget.  Kim Sun binggung melihat tatapan Eun Tak bertanya apakah melihat sesuatu.
Eun Tak langsung menghalangi PM Park yang ingin mendekat, PM Park memperingatkan agar jangan ikut campur karena sekarang bukan giliranya dan akan menghabisi Eun Tak setelah Kim Sun. Eun Tak memperingatkan PM Park agar tak mendekata, lalu meminta agar Kim Sun mengambil koreka api dalam saku jaketnya. Kim Sun binggung bertanya untuk apa.
“Raja Yeo sudah seperti putraku sendiri dan Dia merusak segalanya. Jadi Aku akan membunuhnya.” Ucap PM Park, Eun Tak meminta aagr Kim Sun segera mengambil koreknya,
Tapi saat itu juga PM Park seperti ingin langsung membunuhnya, Eun Tak melindungi Kim Sun dan terlihat sinar dari tanda lahirnya yang membuat PM Park terpental. Akhirnya Eun Tak pun jatuh tak sadarkan diri. Kim Sun mengangkat kepalanya dan panik melihat Eun Tak sudah tergeletak dilantai. 

Keduanya pulang naik taksi dengan Kim Sun yang membantu Eun Tak keluar dari taksi,  dengan bertanya apakah bisa jalan. Eun Tak mengangguk dan merasa kalau tadi pasti menakutkanya, Kim Sun rasa sudah pasti menakutnya dan ingin tahu siapa yang tadi diajaknya bicara.
“Lalu Sinar hijau apa tadi? Katamu kau manusia. Jangan-jangan kau hanya terlihat seperti manusia, tapi bukan manusia sungguhan?” ucap Kim Sun curiga
“Ini juga kali pertama untukku. Kau masuklah lebih dulu, Aku segera menyusulmu setelah berbicara sebentar dengan kakakmu.” Kata Eun Tak, Kim Sun berpikir kakaknya mengatakan akan datang.
“Kalau aku memanggilnya, maka dia tidak punya pilihan lain.” Ucap Eun Tak tersenyum, Kim Sun pun masuk ke dalam rumah. 

Eun Tak menyalakan korek lalu meniupkanya, ketika menengok kebelakang melihat Kim Shin sudah berdiri seperti menungunya. Ia langsung berlari memeluknya dan mengaku sangat merindukanya. Kim Shin pun memeluk Eun Tak kalau ia juga sangat merindukanya dengan meminta maaf dan berjanji akan segera menemuinya, keduanya kembali berpelukan.
“Tanda lahir di lehermu... Nyaris menghilang.” Ucap Kim Shin melihatnya, Eun Tak seperti tak menyadarinya dan bertanya-tanya kenapa bisa menghilang

“Kalau memudar, berarti kau dalam bahaya besar. Aku mungkin tidak bisa merasakan keberadaanmu.” Ucap Kim Shin khawatir, Eun Tak menyakinkan agar tak perlu cemas karena akan lebih waspada dan berhati-hati.
Kim Shin bertanya apakah melihat Park Joong Won lagi. Eun Tak menggangguk tapi heran karena bukan ia yang jadisasarannya tapi malah Kim Sun. Kim Shin balik mengatakan kalau Eun Tak tak perlu  mencemaskan soal itu karena lebih baik memikirkan dirinya sendiri saja dan Ada orang lain yang akan melindunginya. Kim Shin  mengatakan kalau dua hari lagi dengan mengingat ucapan Duk Hwa.
“Takdir adalah pertanyaan dariku. Kau bisa menemukan jawabannya.” Kim Shin memberitahu kalau mereka diberikan pertanyaan jadi ia dan Malaikat Maut harus menemukan jawabannya.


Wang Yeo menuliskan laporan dalam ruang kerjanya dengan tinta
"Jiwa Yang Terhilang, Park Joong Won, Dia tewas pada tahun 1097 Sejak saat itu dia menghindari Malaikat Maut, Aku tidak sengaja bertemu lagi dengannya tahun 1997 Tapi dia berhasil lolos dariku lagi"

Juniornya datang menemui Wang Yeo disebuah cafe, Wang Yeo memberikan  Dokumen jiwa yang terhilang yang sudah diceritakan sebelumnya, Juniornya bertanya apakah yan dimaksud adalah Jiwa yang berhasil lolos dua puluh tahun lalu. Wang Yeo membenarkan tapi  karenas ednag diskors dan tak bisa melaporkannya sendiri.
“Aku memerlukan bantuanmu, karena itu, dengarkan baik-baik. Usianya sekitar 900 tahun. Dia bisa hidup dari emosi kelam manusia. Kita tidak bisa mengalahkannya meski ada yang melihatnya. Jadi Kurasa kalau kita memasukkannya dalam daftar, maka setidaknya kita bisa mengendalikannya. Ini mendesak. Laporkanlah sesegera mungkin. Besok siang...” ucap Wang Yeo langsung disela oleh juniornya
“Aku akan kerjakan tengah malam ini.” Kata Juniornya tak ingin menunda, Wang Yeo pun mengucapkan terimakasih.
“Tapi Ada yang harus kuberitahukan dan Kurasa kau perlu mengetahuinya. Aku mengambil alih kewenanganmu, lalu mendapat kartu nama Ji Eun Tak. Bukankah dia pengantin siluman? Aku telah melihat tanggalnya dan...” kata Juniornya langsung disela oleh Wang Yeo agar tak membicarakanya.
Wang Yeo langsung mengambil kartu agar juniornya tak menyentuhnya karen ia yang akan membacanya, lalu melihat kalau bahwa Eun Tak masih memiliki  waktu sepekan.


Eun Tak selesai mencuci wajahnya, lalu melihat tanda dibagian belakangnya, terdiam sejenak menginta ucapan PM Park saat datang ke restoran “ Sekarang bukan giliranmu Aku akan mendatangimu setelah dia.” Ia mengartikan  kalau hantu PM Kim akan mengejarnya. 

Wang Yeo terlihat binggung ingin masuk sebuah rumah tapi saat membalikan badan melihat Kim Shin sudah berdiri didepanya. Lalu memberitahu kalau mendapat kartu nama Eun Tak lagi. Kim Shin langsung memberitahu kalau Park Joong Won terlibat. Wang Yeo ingin memberitahu tanggalnya, Kim Shin pikir  Tanggal tidak lagi penting dan Wang Yeo juga pasti mengetahuinya.
“Tetap saja, kurasa kau perlu mengetahuinya.” Kata Wang Yeo akan berjalan pergi.
“Park Joong Won mengganggu adikku. Jadi Lindungi dia.Meski hanya sekali, lindungi dia seperti dia melindungimu.” Tegas Kim Shin akan masuk rumah, Wang Yeo memberitahu tentang hari itu teringat dengan cerita Kim Shin
“ Pada hari itu, Sang raja terlalu jauh.Aku tidak bisa mencapainya. Aku tahu tidak akan pernah bisa mendekat. Aku sudah mengetahuinya, tapi aku terus melangkah.”  Wang Yeo ingin tahu pada hari itu, kenapa Kim Shin  terus melangkah maju, padahal sudah tahu akan mati saat itu juga.

“Aku ingin mengatakan hal yang tidak bisa kusampaikan.” Ucap Kim Shin kembali membalikan badanya menatap Wang Yeo.
“Sejak kau memberikanku pedang itu, aku sudah meminta waktu untuk berbincang, tapi kau, raja dan adik iparku, hanya menyuruhku bertarung di perbatasan lain. Hanya pada saat kau yakin aku akan mati, maka kau baru memperlihatkan wajahmu.” Cerita Kim Shin.

Wang Yeo ingin tahu apa sebenarnya yang ingin dikatakan. Kim Shin menceritakan Raja sebelum Wang Yeo pernah mengatakan, kalau Dia menjaga Wang Yeo dengan mengabaikannya, dan raja sebelumnya adalah kakak tiri Wang Yeo, istri yaitu adiknya serta dirinya sebagai  jenderal yang setia,semua menyayanginya.
“Saat itu aku ingin memintamu memberikan sebuah perintah padaku yaitu. "Aku memberikanmu pedang ini karena kecemasan dan kewaspadaan. Penggal kepala Park Joong Won." Aku sama sekali tidak tahu kalau pedang itu akan berakhir di dadaku.” Ucap Kim Shin kembali membalikan badanya.

Kim Shin tiba-tiba merasakan sesuatu di dadanya seperti tak percaya. PM Park memberitahu kalau dirinya dengan Kim Shin atau 900 tahun yang telah berlalu ini, tidak akan bisa melukai dengan pedangnya itu. Kim Shin merasa sudah sejauh ini, tapi harus menggunakan pedang ini lagi. Wang Yeo melihat dari belakang bertanya apa yang terjadi pada teman satu rumahnya.
“Apa Pedang itu menyakitimu lagi?” tanya Wang Yeo khawatir
“Ternyata memang itulah tujuan pedang ini Untuk menyerang Park Joong Won.” Kata Kim Shin dengan menatap Wang Yeo dan kilatan petir yang terlihat dilangit.

Bersambung ke part 3

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar