Minggu, 08 Januari 2017

Sinopsis Night Light Episode 11 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC

Yi Kyung dan Se Jin makan malam bersama sambil minum wine, layaknya sebagai teman dekat. Yi Kyung pun mengaku pada Se Jin kalau mengetahui apa yang sedang dilakukanya tapi menurutnya pasti akan gagal. Se Jin tetap pada pendirinya kalau akan mencegahnya karena sangat menyukai Yi Kyung.,
“Mulai saat ini duniamu akan berubah menjadi neraka.” Ungkap Yi Kyung memperingati
“Siapa aku... Apa yang benar-benar kuinginkan...kau yang membuatku tahu akan semua ini.” Ungkap Se Jin merasa Yi Kyung yang sudah membuka semuanya. 

Moo Sam memberitahu Gun Woo kalau Ruang bawah tanah biasanya lembab jadi meminta agar menjag baik-baik kesehatanya. Gun Woo merasa Berdiri di tempat yang tinggi membuat kepalanya pusing jadi setelah mendengar inti pembicaraan, maaka akan segera turun ke bawah.
“Kau dan Presdir Seo pihak ketiga,jangan menggunakan kelemahan orangsebagai alat transaksi.Cepat serahkan dokumen tersebut! Lalu Kembalilah ke Tim Special Project.Jika kau ada niat ingin ke kantor cabang, maka aku bisa mempersiapkan sebuah posisi untukmu.” Kata Moo Sam
“Walaupun kedengarannya sangat menggiurkan,tapi air liur ini terpaksa kutelan.” Balas Gun Woo menolak dengan mengunakan perumpaman.
“Pembebasan bersyarat kakakku tidak usah kau khawatirkan.Tidak peduli trik apa yang digunakanoleh Presdir Seo, maka aku akan menjamin kakakku tidak akan dikembalikan ke dalam penjara.” Kata Moo Sam

“Sudah tersebar luas di dalam grup ini,siapa yang menghasut di belakang Ketua.cProyek Neo-city yaitu Tangan kanan Seo Yi Kyung diangkatmenjadi konsultan eksternal.Jika dibiarkan terus, apa perluruang kerja ketua juga diberikan padanya?” ucap Gun Woo menyindir
Moo Sam mengaku kalau itu idenya, karena merepotkan sekali jika setiap hal harus didiskusikan jadi meminta agar Yi Kyung menempatkansatu orang di sini. Gun Woo heran karena  Semuanya harus dilaporkan pada Yi Kyung, menurutnya itu berarti tidak ada jaminanatas pembebasan bersyarat Ayahnya. Moo Sam terlihat mulai kesal
“Dengan menempati ruang kerja Ketua tidak akan membuat seseorang menjadi Ketua dan Juga bukan dikarenakan di kartu namanyatertulis Ketua menjadikan seseorang itu ketua  Pemberi persetujuan terakhir,jika tidak sanggup memberikanpersetujuan akhir, maka kau hanyalah avatarnya Seo Yi Kyung.” Tegas Gun Woo memperingatinya.
“Lumut-lumut di ruang bawah tanah sepertinya sudah menunggumu, Jadi Turunlah.” Sindir Moo Sam, Gun Woo meninggalkan ruangan Ketua. 


Gun Woo berjalan ke bagian bawah tanah, lalu bertanya kenapa tidak melihat kepala bagian Kang, Semua anak buah Gun Woo yang baru hanya tertunduk diam. Salah seorang pria berkacamata seperti siaga menjadi mata-mata dalam tim Gun Woo.
Dengan sedikit tak bisa, Gun Woo duduk diruangan dengan satu meja bersama anak buahnya lalu melihat dibagian laci ada berkas berjudul “ Moojin Grup Perjanjian manajemen dalam mengatasi krisis IMF” 

Yi Kyung membahas tentang Calon Ketua Yayasan Seni Budaya TJ. Mantan duta besar PBB, yaitu Sek Moon, Kongres 16, Pejabat Pil Yeok Jik dengan Totalnya ada 3 orang menurutnya Tidak peduli yang mana karena menurutnya semua gampang dikendalikan. Jadi meminta Tuan Jang memilihnya.
“Rektor Heo Universitas Baeksong... bagaimana kabarnya belakangan ini?” tanya Tuan Jang
“Setelah mengundurkan diri dari jabatan rektor tahun lalu, sekarang sedang sibuk menulis artikel.”kata Sek Nam
“Orangnya sangat jujur dan juga sangat mengerti aku. Biar dia saja yang menjadi Ketua” ungkap Tuan Jang, Yi Kyung mengaku akan mempertimbangkanya.
“Bukan memintamu untuk mempertimbang.”komentar Tuan Jang, Yi Kyung seperti tak begitu suka.
Tuan Jang pikir Staf adalah seluruhnya, dengan Kepintaran menilai seseorang, maka seharusnya jauh melebihinya, jadi lebih baik putuskan saja. 

Yi Kyung keluar dari ruangan, Sung Mook pun bertanya apakah Sudah diputuskan. Yi Kyung mengatakan Rektor Heo Gi Seon Chongjang, menurutnya masih beruntung dengan sosialisasikan  terlebih dahulu menurutnya Tuan Jang akan mengira jika semua ini dilaksanakan berdasarkan keinginannya.
“Dan pihak Heo Chongjang akan mengira jika aku yang merekomendasikannya. Jabatan Sek umum sudah berhasil diamankan, akan jauh lebih mudah mengoperasikan grup keuangan Kita ke Yeoksam-dong.” Ucap Yi Kyung
“Apa kau baik-baik saja ? Untuk jadwal hari ini kita sudah mengunjungi empat tempat yang berbeda. Sebaiknya jika kita balik ke galeri untuk beristirahat.” Kata Sung Moon, Yi Kyung memperlihatkan dengan sinis. Sung Moon pun hanya bisa meminta maaf dan langsung pergi mengambil mobil. 

Yi Kyung akhirnya kembali ke tempat kerjanya, Sung Moon memberitahu Besok siang akan diadakan rapat dengan Moojin Grupyang berhubungan dengan ekspansi kota baru. Yi Kyung meminta agar Sung Moon menceritahu tentang Pro, kontra, abstain...
“Siapa siapa saja yang mungkin bisa melawan Ketua Park, sudah waktunya disaring.” Perintah Yi Kyung, Sung Mook mengerti
“Seongbuk-dong akan mengirim rincian informasi mengenai modal Baeksong Finans dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini. Secara nominal akan ada yang terlewatkan.” Kata Yi Kyung pada Sek Kim.
“Tak seperti biasanya mengawasi persiapan jadwal pengiriman.” Kata Yi Kyung, tapi Tak terlihat melamun memikirkan Se Jin yang sudah tak bersama mereka.
“Apa Kalian semua tidak merasa apa-apa? Se Jin pergi begitu saja. Rasanya seolah-olah orang itu sama sekali tidak pernah ada di sini. Apa Kalian sama sekali tidak mengkhawatirkannya?” ucap Tak menahan emosinya, Sek Kim pikir kalau Se Jin yang ingin pergi sendiri bahkan mengkhianati Yi Kyung
“Pasti akan bertemu lagi. Dia pernah bilang mau menghentikanku. Jadi Dia pasti akan muncul lagi.” Ungkap Yi Kyung yakin. 

Yi Kyung duduk diam dalam ruanganya, kembali mengingat saat Se Jin mengatakan akan mencegahnya dengan alasan sangat menyukainya. Sebelumnya Se Jin juga menceritakan Waktu SMA ada seorang siswi yang rankingnya termasuk 3% terdepan nasional dan sangat mirip dengan Yi Kyung.
“Selain tidur, makan, dia hanya tahu belajar. Sampai kurang tidur. Saat makan pun sambil mengerjakan soal-soal latihan. Coba tebak dia jadi seperti apa? Sehari sebelum ujian akhir, dia masuk rumah sakit. Terjangkit penyakit enteritis akut. Aku Bukan mau menyumpahimu. Cuma mengingatkanmu untuk tidak terlalu forsir dalam bekerja tapi kesehatan juga dijaga” kata Se Jin yang saat itu mengkhawatirkan Yi Kyung. 

Moo Sam keluar dari ruang rapat berbincang dengan beberapa petinggi,Sung Mook juga ikut keluar dengan petinggi lainya dengan membahas  daerah yang butuh n izin membangun tambahan dengan menanyakan kesiapanya, petinggi lain mengatakankalau  minggu ini surat izinnya akan keluar. Tatapan Moo Sam terlihat benar-benar memperhatikan dari kejauhan seperti mulai curiga.
Sek Moon datang dengan anak buah Gun Wook yang berkerja di lantai dasar, Moo Sam langung bertanya apakah ada sesuatu yang ditemukan. Wajah Sek Moon seperti kurang nyaman karena harus berkerja dibawa Moo Sam bukan Gun Wook lagi

Gun Woo bertemu dengan temanya di depan dengan menerima berkas.Temannya melihat  Dari segi hukum tidak ada masalah.Dengan kata lain sahamnya bisa ditransfer ke orang lain, Mengenai persyaratan yang melarangsumbangan pihak ketiga,keluarga dekat adalah pengecualian.
Temanya bertanya apakah sudah di diskusikan dengan ayahnya,  Gun Woo mengelengkan kepala. Temanya meminta agar Berhati-hatilah karena Pajak transfernya sangat tinggi sekali. Gun Woo ingin tahu nominalnya, Temanya memberitahu totalnya adalah Setengah dari saham. Gun Woo mengangguk mengerti. 

Moo Sam bertemu dengan Yi Kyung merasa Semendesak apapun, pastilah tidak rela kehilangan setengah dan ingin tahu berapa nominalnya kalau dihitung. Menurutnya Demi memperoleh hak mengelolaperusahaan bersama, Maka bersedia kehilangan uang dalam jumlahyang begitu besar.
“Kerugian lebih besar dari keuntungannya. Itu Justru karena takut dia bermasalah, maka akuutus orang untuk mengawasinya.Ternyata hanyalah kecurigaanyang tidak berdasar.” Jelas Moo Sam seperti ingin menenangkan kegelisahan Yi Kyung
“Tujuan kedatanganku kali ini bukan mengenai Gun Woo tapi Ada yang ingin kukatakan padamu. Tapi Bawahanmu, Sudah saatnya ditarik kembali”ucap  Moo Sam.
 “Ini akan membantu perkembangan proyek ini.” Ucap Yi Kyung menyakinkan.
“Tidak membantuku dalam hal apapun, Orang-orang sudah mulai menggosipkan masalah ini.”balas Moo Sam tak ingin Yi Kyun ikut campur.
“Menerima kecaman ataupun kesalah-pahaman pada saat berada di puncak, adalah sesuatu yang tidak bisa dihindarkan.Beratnya mahkota itu harus bisa Anda tanggung sendiri.” Tegas Yi Kyung
Moo Sam tertawa mengejek mendengarnya,  berpikir dirinya yang menanggung bobot mahkotanya dan Yi Kyung yang memetik keuntungannya. Yi Kyung menegaskan Moo Sam, Tuan Jang dan juga dirinya akan membagi bagi rata. Moo Sam membalas sama dengan perkataan Yi Kyung sebelumnya bahwa Orang yang berada di atas perahu yang sama,tidak sepantasnya saling mengancam dan Harus saling mendukung
Yi Kyung pikir Masalah Park Gun Woo sebaiknya mereka bicarakan sekarang dengan mengeluarkan berkas dalam amplop.  Moo Sam melihat
“Surat Persetujuan Pembatalan Kesepakatan Pengelolaan.” Lalu bertanya-tanya  Kapan semua ini dipersiapkan. Yi Kyung memerintahkan agar mendapatkan tanda tangan Tuan Park, mau itu dengan rayuan ataupun ancaman.
Moo Sam pikir mereka  tidak usah mengkhawatirkan Gun Woo. Yi Kyung pikir  jauh lebih memahaminya dibandingkan Mo Sam dengan menyerahkan 50% saham sebagai pengganti hak pengoperasian bersama, karena Park Gun Woo yang sekarangtidak akan ragu menjual jiwanyauntuk mencegah Moo Sam, Terlebih jika bisa mencegahnya maka  dia akan mempertaruhkan semuanya.


Gun Woo masih berbicara dengan temanya, menerima Salinan tanpa konten,ditambah dokumen lain yang dibutuhkan menurutnya Dengan adanya semuaberkas itu seharusnya bisa diterima dan Pengalihan saham butuh tanda-tangan Ketua Park Moo Il. Gun Woo pun mengucapkan terimakasih pada temanya, karena punya teman yang kerja di Dept. Kehakiman Pada saat-saat yang sangat membantu.
“Apa sudah kau pertimbangkan dengan matang?Sekalipun hak pengoperasian bersamaberhasil kau dapatkan, maka kau juga akan kehilangan 50% saham.” Kata temanya memperingatinya.
“Anggap saja itu beramal.” Ungkap Gun Woo tak takut
Tuan Park menatap sinis ketika melihat adiknya datang,  Moo Sam tahu Banyak hal terjadi yang telah membuat kakaknya khawatir dan meminta maaf. Tuan Park masih memalingkan wajahnya, Moo Sam menjelaskan  Proyek Neo-City ini akan berjalan di jalur yang semestinya yang dimulai oleh kakaknya dan sudah seharusnya disaksikanhingga rampung.

“Anda harus memperhatikan kesehatan.Jika ada yang menjadi beban pikiranmu,tidak lain adalah Gun Woo.Dari segi pengalaman dia sudah memadai dan usia juga sudah cukup.Aku ingin memberi dia tanggung-jawabmemimpin sebuah perusahaan yang bernaung di bawah grup kita.” Kata Moo Sam
“Apa kau Menempatkan Gun Woo sebagai Direktur?” ucap Tuan Park sinis, Moo Sam membenarkan dibagian Moojin Teknologi karena menurutnya sangat cocok jika Gun Woo ditempatkan pada perusahan tersebut.
Moo Sam lalu menyuruh anak buahnya agar membawakan berkas ke dalam ruangan. 

Gun Woo sedang ada didalam mobil menelp seorang pengawal memberitahu lagi perjalanan ke rumah sakit dan memastika kalau tak ada tamu yang membesuk ayahnya, matanya melotot seperti mengetahui kalau Pamanya yang membesuk ayahnya dan langsung melajukan mobilnya.
Tuan Park melihat “Surat Persetujuan PembatalanKesepakatan Pengelolaan.” Moo Sam menjelaskan  Melepas saham sebagai penggantihak pengelolaan bersama,tidak lebih dari racun yang terselubung, dengan Memimpin sebuah kantor cabang yang kuat,akan sangat membantu Gun Woo.
“Jika dokumen lama tidak lagi berlaku maka Gun Woo juga tidak akan berpikiryang aneh-aneh lagi.Tolong ditanda-tangani, Hyungnim. Semua ini demi Gun Woo. Kau cuma butuh membubuhkantanda-tanganmu di sini.” Ucap Moo Sam, Tuan Park terlihat ragu tapi pada akhirnya memberikan tanda tangan sebagai pesetujuan.
Gun Woo masuk memanggil ayahnya dan Terlihat sangat marah dengan pamannya bertanya apa yang sudah ditanda tangani ayahny. Moo Sam memberitahu kalau surat perjanjiannya sudah batal, Tuan Park memberitahu Moo Sam ingin supaya anaknya  menjadi penanggung-jawab di kantor cabang Mooojin. Moo Sam membenarkan.
“Surat mutasi akan segera dikeluarkan.Kau bersiap-siaplah.” Ucap Moo Sam pada keponakanya
“Daging busuk yang ditawarkan oleh adik ayah, tidak mau aku makan. “ tegas Gun Woo
“Jika sampai terdengar karyawan perusahaan tersebut, alangkah tidak relanya mereka.Jika kau benar-benar tidak bersedia, maka aku juga tidak bisa berbuat apa-apa.” Kata Moo Sam lalu pamit pada kakaknya dan tersenyum licik pada Gun Woo. 


Yi Kyung pun mendapatkan laporan dari Moo Sam yang berhasil mendapatkan tanda tanganya dan akan bertemu besok di Seongbuk-dong. Sementara Gun Woo bertanya pada ayahnya apakah tak merasa sayang memberikan begitu saja.
“Demi mendapatkan hak pengoperasian bersama, maka saham yang harus kulepaskan. Apa kau menandatangani-nya karena merasa sayang untuk melepaskan itu semua?” ucap Gun Woo, Tuan Park menatap anaknya seperti meminta pengertianya.
“Demi memenuhi ambisimu, maka sudah memperoleh banyak sekali. Aku sanggup melepaskannya, kenapa kau tidak? Begitu kau menyerah satu kali, maka semuanya juga berangsur hilang.” Jelas Gun Woo.
Tuan Park merasa kalau saat itu adalah tempat yang layak untuk anaknya, lalu bertanya apabila semua menghilang, apa yang akan dilakukan oleh anaknya. Gun Woo mengatakan  akan memulai dari nol lagi dan membangun semuanya. Tuan Park tak percaya anaknya anak mulai dari awal, Gun Woo yakin bisa melakukan karena pernah melakukannya seperti dulu.
“ Tapi Gun Woo, jika aku harus kembali ke masa itu maka aku sudah tidak sanggup.” Ungkap Tuan Park, Gun Woo tahu kalau ayahnya akan berkata seperti itu. 

Ma Ri membawa Se Jin masuk ke sebuah ruangan kosong memberitahu kalau Tempat ditemukan pada saat sedang menyukai fotography, tapi setelah itu merasa bosan dan pernah membuat untuk ruangan melukis dan  dan belajar jadi DJ, setelah itu kosong.
“Di sini boleh dibilang lumayan sepi. Jadi Tempat ini sangat cocok untuk persiapan ikut ujian PNS.” Jelas Ma Ri, Se Jin melihat ruangan yang cukup luas seperti agar sedikit khawatir kalau ada masalah. Ma Ri pikir akan baik-baik saja.
“Tapi jika harga sewanya terlalu mahal, aku tidak sanggup.” Ucap Se Jin, Ma Ri menyindir kalau sesama teman untuk apa membayarnya. Se Jin dengan senang hati langsung mengucapkan terimakasih.
Ma Ri ingin tahu alasan Se Jin  mengundurkan diri dari galeri, menurutnya perkerjaan ditempatnya dulu cukup lancar. Se Jin merasa Dari dulu pekerjaannya tidak pernah lancar dan Hanyalah sebuah ilusi saja. Ma Ri menenangkanya lalu pamit pergi lebih dulu. Se Jin sibuk memberesikan semua barang sampai akhirnya terlihat seperti sebuah kantor kecil dengan bangku. 

Tak duduk diam menatap kursi didepanya seperti mengingat Se Jin yang biasa duduk didepanya. Sek Kim melihat Yi Kyung kembali, menyapanya lebih dulu.  Yi Kyung memaanggil Tak dan bertanya Apa yang dilakukan Se Jin belakangan ini. Tak menjawab tak tahu.
Yi Kyung malah aneh mendengar jawabanya dan bertanya apakah tidak pernah mencarinya. Tak menjawab tidak pernah. Yi Kyung memerintahkan agar Tetap jagalah ketidak-tahuan dan  Jangan melakukan hal-hal yang tidak berguna.

Moo Sam melihat Yi Kyung datang ke rumah Tuan Jang menyambut dengan bahagia, Tuan Son juga sudah menunggu bersama. Moo Sam merasa kalau hal yang membuat Yi Kyung  sakit kepala telah diselesaikan dan Hampir saja gagal. Tuan Son ingin tahu apa yang sedang mereka bahas. Moo Sam pikir Tuan Song tak perlu tahu karena ini masalah perusahan mereka. Sek Nam keluar ruangan mempersilahkan mereka untuk masuk. 

Tuan Jang sedang minum dibuat kaget dengan perkataan Yi Kyung, Yi Kyung menyarankan  Upacara peresmian TJ Financial Group akan menjadi pengumuman terjunnya Tuan Jang ke dunia politik. Sek Nam pikir  Pengumuman secara resmi Tuan Jang  adalah pada peluncuran buku otobiografi dan ulang tahun perusahaan penerbitan.
“Itu Sudah terlambat. Sekarang sudah seharusnya membuat berita melalui upacara peluncuran. Aga para calon yang akan ikut pemilu periode mendatang yang datang mencari Anda. Proses menyeleksi orang-orang yang berkompeten juga butuh waktu.” Jelas Yi Kyung
“Untuk mengisi pundi-pundiku, sepertinya masih butuh beberapa waktu.” Kata Tuan Jang tak yakin.
“Tidak lama lagi akan ada diskusi sebuah hal besar dengan Ketua Park” kata Yi Kyung. Moo Sam sedikit kaget lalu berusaha untuk tenang membenarkan perkataan Yi Kyung.
“Demi menghindari kesalahan seperti yang dilakukan oleh Baeksong Finans atau pengaliran dana keluar, Ketua Son sedang berusaha keras.” Jelas Yi Kyung, Ketua Son mengaku  tidak masalah jadi Tuan Jang tidak perlu khawatir.
“Sungguh kencang tiupan anginnya. Aku hampir saja kehilangan haluan karena tiupan angin.” Komentar Ketua Jang memberikan perumpaan.
“Semua masalah berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana. Kau hanya perlu melangkah maju selangkah demi selangkah.” Ucap Yi Kyung menyakinkan. 


Ketiganya keluar dari ruangan, Moo Sam penasaran dengan hal besar yang dibicarakan. Yi Kyung pikir lebih baik mereka bicara empat mata saja.  Tuan Son menyindir kalau mereka semua itu satu kubu sekarang menurutnya tak perlu bersikap membeda-bedakan. Yi Kyung menegaskan kalau mengetahuihal yang tidak perlu diketahui, akan membuat masalah menjadi semakin rumit. Tuan Son pun hanya bisa diam saja. 

Se Jin melihat Gun Woo yang datang tak percaya kalau masih ingat kodenya. Gun Woo heran karena Se Jin menyewa tempat yang cukup besar. Se Jin mengaku kalau mengikuti teman jadi  terdampar di Gangnam lalu menawarkan kopi. Gun Woo menolak dan mengajaknya untuk duduk.
“Rencana awalnya adalah untuk memperoleh hak pengelolaan bersama Tapi gagal. Sekarang aku bekerja dari ruang bawah tanah.” Cerita Gun Woo sedih, Se Jin berpikir kalau masalahnya akan lebih besar dari itu.
“Aku sekarang juga tidak punya apa-apa, Semuanya sudah kuserahkan kepada Direktur Seo” kata Se Jin dan kembali menawarkan kopi. 

Se Jin berdiri disamping Gun Woo menyarankan pertama-tama  selidiki dulu perusahaan yang pernah melakukan transaksi dengan Galeri, menurutnya Semua informasi ini ditemukan dari internet, jadi sangat terbatas tapi lama kelamaan pasti akan semakin banyak.
“Tapi pembagian kategorimu sangat rapi.” Puji Gun Woo melihat folder-folder dalam komputer dan mengajaknya untuk segera memulainya.
Se Jin menarik kursi untuk duduk disamping Gun Woo dan mulai berkerja dengan mencatat pada selembar kertas. 

Sek Kim membawakan secangkir Teh pada Yi Kyung dan melihat Yi Kyung yang tertidur lalu mencoba membangunkanya. Yi Kyung terbangun setelah di panggil beberapa kali. Se Kim pikir kalau Yi Kyung terlalu kelelahan, lebih baik pulang saja istirahat.
“Pekerjaan seperti ini biar Se Jin saja.” Kata Yi Kyung melihat Sek Kim yang membawakan teh,
Sek Kim terdiam karena sepertinya Yi Kyung lupa kalau Se Jin sudah tak berkerja dengan mereka. Yi Kyung akhirnya menyadarinya memilih untuk istirahat sebentar di dalam. Sek Kim pun pamit untuk pulang lebih dulu. 

Se Jin pulang diantar oleh Gun Woo dengan mobil, tanpa bicara. Gun Woo sempat melirik juga tak banyak bicara, sementara Tak melewati Sek Kim yang terlihat menahan amarah, Sek Kim langsung menyindir dengan seseorang yang tak memiliki perasaan dan hati nurani. Tak berhenti melangkah berpikir dirinya, Sek Kim menjelaskan maksud perkataanya itu untuk Se Jin.
“Sekalipun sudah pergi, setidaknya sesekali menanyakan kabar, telepon atau apapu itu” keluh Sek Kim
“Kalau kau memang merindukanya, kau saja yang teleponsendiri.” Kata Tak seperti juga tak peduli.
“Bukankah masalah yang menyangkut Se Jin itu adalah tugasmu?” ucap Sek Kim, Tak heran kenapa harus dirinya. Sek Kim meminta agar Tak mencaritahu disela kesibukanya. 

Yi Kyung berbicara ditelp merasa yakin  Pasti akan ada yang tidak setuju di dalam perusahaan dan menyuruh unuk menekan mereka satu persatu secara diam-diam. Lalu berkomentar pada Tak yang sanggup bertahan,  karena mengira mereka akan membangkang perintahknya dan mencari Se Jin. Tak menegaskan kalau tidak ada rencana seperti itu. Yi kyung mengartikan kalau ada perintah baru akan melakukanya.
Saat itu Tak melihat dari kaca spion kalau  Ada orang sedang membuntuti mobil mereka. Yi Kyun memerintahkan agar mencaritahu siapa orangnya dan segera loloskan diri darinya. Tak dengan kemampuanya menyetir sengaja pindah-pindah jalur agar mengetahui mobil mana saja yang mengikutinya.
Mobil Yi Kyung  akhirnya berhenti di lampu merah, saat lampu hijau menyapa Tak tak mengijak gasnya, hanya diam saja dengan melihat dari kaca spion. Bunyi klakson terdengar dari belakang, sampai akhirnya mobil dibelakangnya pun lebih dulu pergi tak bisa mengikutinya. 

Gi Tae menerima laporan dari anak buahnya, kalau mereka ketahuan sedang mengikuti jadi terpaksa dihentikan, Tuan Park mengumpat marah menurutnya mereka semua tak berguna.  Ia lalu berbicara pada ayahnya agar bisa mengirimkan anak buahnya sekali lagi.
“Kenapa tidak sekalian kau bikin pengumuman saja?” sindir Tuan Son kesal pada tindakan anaknya yang bodoh.
“Pada saat mendirikan asosiasi,  dia memperalat kita seenak jidatnya. Sekarang mereka menyembunyikan berbagai rahasia. Sepertinya mereka ingin menelan sendiri keuntungannya.” Ucap Ki Tae yakin
Selama dia manusia, pasti ada kelemahannya. Demikian juga dengan Seo Yi Kyung. Kita pasti akan bisa menemukan kelemahannya. Segera Hubungi mereka yang ada di Jepang! Kirim orang buat mengecek Seo Bong Soo.” Ucap Tuan Son, Ki Tae tahu kalau itu ayah dari Yi Kyung. 

Yi Kyung bertemu dengan Tuan Jang kembali diruanganya, sempat melirik sinis pada Sek Nam. Tuan Jang menyuruh Yi Kyung duduk karena ada  hal yang harus diselesaikan secepatnya. Keduanya duduk berhadapan, Tuan Jang ingin tahu dengan rencana penjualan Moojin Tech itu.
“Walaupun ada yang menentang dari dalam perusahaan,tapi ini adalah keputusan Ketua Park Moo Sam, Jadi tidak ada keberatan apapun.” Ucap Yi Kyung, Tuan Jang memujinya.
“Orang-orang yang ada di dalam organisasi, memang sudah sepantasnya mematuhi perintah dari atasan.” Kata Yi  Kyung. 

Gun Woo masuk ruangan pamanya melihat dua petinggi baru keluar dari ruangan, lalu memastikan kalau yang barusan datang adalah Ketua Choi dari Moojin Tech dan ingin tahu alasan pamanya yang mendadak mau menjual Moojin Tech
“Menjual perusahaan yang berpotensi seperti Moojin Tech, sudah pasti merupakan kerugian bagi grup kita.” Kata Gun Woo tak setuju
“Dari luar memang terlihat lancar-lancar saja. Tapi kenyataannya kerugian yang diderita dari segi operasional sudah bertahun-tahun.” Kata Moo Sam
“Itu dikarenakan rasio investasi dalam penelitian jauh lebih besar. Jadi wajar saja seperti ituTapi jika dilihat dari segi jangka panjang---.” Jelas Gun Woo, disela oleh pamanya.
Moo Sam mengingatkan kalau sekarang ada di ruang kerja ketua, dan Gun Woo sebagai karyawan meributkan hal itu setelah Keputusan yang diambil oleh perusahaa menurutnya tak akan ada orang yang sudi mendengar perintahnya, karena semua  sudah didiskusikan dengan para eksekutif senior jadi Gun Woo tak perlu membuat tenaganya.
“Apa Karena alasan itu aku mau dimutasi? Karena kau sudah berencana untuk menjual Moojin Tech, jadi aku disuruh ke sana. Degan Memberiku jabatan Direktur yang lamanya tidak lebih dari sebulan dan kau mendapat pujian.” Komentar Gun Woo, Moo Sam mengaku kalau itu hanya kebetulan saja.
“Perihal penjualan Moojin Tech, tolong dipertimbangkan lagi. Sekalipun ini demi perusahaan, tetap saja tidak seperti itu.” Kata Gun Woo menyarankan pada pamanya.
Moo Sam malah menyuruh Gun Woo keluar dari ruanganya,  karen masih ada kerjaan. Gun Woo hanya bisa diam menatap pamanya yang tak pernah peduli dengan ucapanya.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar