Jumat, 27 Januari 2017

Sinopsis Missing Nine Episode 3 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC
Bong Hee menahan darah Ji Ah agar tak banyak keluar, Ji Ah pikir tak perlu melakukan karena terlihat seperti pasien sungguhan. Bong Hee pikir tak ada yang salah kalau memang menderita sakit tapi tapi menutupinya itu salah.
Di depan Joon Oh meminta agar Lee Yeol terus bicara. Lee Yeol menceritakan  Saat masih kecil,terluka saat mendaki gunung dengan neneknya, lalu neneknya menghentikan pendarahan itu dengan semacam rumput. Joon Oh ingin tahu rumput jenis apa.
“Aku tidak tahu namanya, tapi akan tahu saat melihatnya.” Ucap Lee Yeol. Joon Oh menduga-duga rumput itu ada di hutan ini. Lee Yeol merasa kalau ada rumput semacam itu.
“Kita harus mencarinya dan harus berusaha.” Kata Joon Oh, Bong Hee yang mendengar keduanya mengatakan kalau akan ikut dengan mereka. 

Joon Oh melihat ke arah So Hee yang duduk sendirian seperti tak memiliki harapan hirup, lalu mencoba bicara tentang situasinya sekarang jadi harus masuk ke hutan maka hanya berdua dengan Ji Ah jadi harus merawatnya. So Hee memilih untuk mengabaikanya.
“Lihat aku, So Hee... Lihat dan jawab aku. Jawab aku!” teriak Joon Oh
So Hee melirik pada Joon Oh ingatanya kembali saat peti Jae Hyun ingin dikremasi dan berteriak histeris tak rela melepaskanya. Joon Oh datang ingin melihatnya. Ia berteriak menyalahkan Joon Oh yang sudah membunuh Jae Hyun.
“Apa Kau kira hanya kau korbannya? Ini juga berat bagiku dan juga sulit bagiku.Dia terluka saat berusaha menyelamatkanmu tadi. Kau bertanggung jawab atas lukanya. Bagaimana jika dia terus berdarah?” ucap Jooh Oh meminta agar So Hee menatap dan bicara padanya. Bong Hee meminta Joon Oh menjauh karena akan bicara dengan So Hee.
“So Hee, kau mengerti situasi ini jadi Kami harus masuk ke hutan,mencari obat untuk menghentikan pendarahan Ji Ah.Sementara kami mencarinya, kau harus merawat Ji Ah. Bisakah kau melakukannya?Jika kita tidak berusaha, Ji Ah akan mati. Kau tidak mau dia mati,kan?” ucap Bong Hee memberikan perngertian
“Bagaimanapun juga,kita semua akan mati di sini.Kita di pulau tidak berpenghuni.” Ucap So Hee benar-benar putus harapan
“Kau benar... Mungkin saja kita mati di sini tanpa pernah diselamatkan.Tapi,aku akan melakukan apa pun demi bertahan hidup.Aku tidak akan putus asa atau melarikan diri karena takut dan akan bertahan hidup.Aku akan mencoba apa saja demi bertahan hidup.Jika tidak bisa, maka aku akan mati.Jadi, So Hee, jangan menyerah dan berusahalah bertahansampai saat itu tiba.” Jelas Bong Hee menyakinkan.
So Hee menatapnya, Bong Hee mengajak So Hee agar  saling percaya dan melindungi.


Saat itu Bong Hee sudah duduk didalam mobil dengan Jaksa Cho dan temanya seperti pergi kesuatu tempat, saat ada di pinggir danau melihat seorang pria masuk dan Jaksa Cho serta sopir keluar. Bong Hee bertanya siapa pria itu dan dimana pimpinan.
“Dia tidak akan datang... Aku Jaksa Yoon Tae Young dan juga kakak Yoon So Hee.”ucap Tae Young memberikan kartu namanya, Bong Hee terdiam seperti ingatanya kembali terulang.
Flash Back
So Hee  bertanya apakah Bong Hee memercayai orang lain. Bong Hee mengaku harus percaya Atau akan kesepian. So Hee pun menyuruh Bong Hee pergi ke hutan. Bong Hee mengucapkan terimakasih dan meminta agar menjaga Ji Ah. Sebelum pergi So Hee memanggil Bong Hee.

Bong Hee seperti tak percaya didepanya adalah kakak So Hee dan menanyakan alasan menemuinya. Tae Young dengan berat hati memberitahu kalau adiknya itu sudah mati dan Lebih tepatnya, dia dibunuh di pulau itu. Bong Hee kaget mengingat kembali saat bertemu bersama So Hee.
Flash Back
So Hee menceritakan kalau kakaknya pernah memberikan sebuah kalung dan membelikan dengan gaji pertamanya tapi menghilangkannya di hutan. Jadi kalau memang menemukannya, meminta agar So Hee membawakan untuknya.  Bong Hee berjanji akan membawa kalau menemukanya.

Tae Young memberitahu kalau Kalung yang dikenakan Bong Hee adalah hadiah yang diberikan kepada adiknya, jadi memakai kalung milik So Hee menurutnya keduanya cukup dekat di pulau itu.
“Apa Kau tahu siapa pembunuh adikku? Apa Kau ingat siapa pembunuh adikku? Dia satu-satunya adikku. Sebagai seorang kakak, aku tidak berbuat banyak untuknya. Aku ingin melakukan banyak hal untuknya. Dia sangat istimewa bagiku.” Ucap Tae Young, Bong Hee terlihat masih shock.
“Dengar, Bong Hee... Aku tahu ini sulit mengingatnya. Akan tetapi, bisakah kau memercayai dan menurutiku?  Aku akan membantumu mengingatnya.” Kata Tae Young, Bong Hee terdiam. 


So Hee masih menekan bagian luka Ji Ah agar tak banyak mengeluarkan pendarahan. Bong Hee dkk mencoba mencari daun yang dicari Lee Yeol tapi tak menemukanya, Joon Oh ingin tahu bentuknya, Lee Yeol memberitahu warna merah dan tinggi, tak ada buah berinya serta panjang serta tajam. Joon Oh binggung tumbuhan apa yang bentuknya panjang dan tajam, Lee Yeol menambahkan kalau Bentuknya seperti gergaji.
Sementara Ki Joon bersama dengan Presdir Hwang serta Ho Hang berjalan di hutan agar menemukan korban lainya. Mereka terus berjalan menyakian kalau jalan mereka sudah benar. 


Tiba-tiba awan berubah menjadi menghitam, So Hee sempat panik melihatnya lalu hujan semakin deras. Joon Oh masih terus mencari measa kalau penjelasn belum cukup jadi meminta Lee Yeol mengambarnya. Lee Yeol mengambar di atas tanah yang belum basah berntuk daun  bergerigi seperti gergaji.
“Aku tidak yakin itu buah atau bunga, tapi itu seperti urochordata.” Ucap Lee Yeol, keduanya binggung menyebut nama yang asing,
Akhirnya mereka berpencar agar bisa mencarinya. Joon Oh merasa hanya Bong Hee yang mengerti bentuk bunganya. Bong Hee pikir cari saja  sesuatu yang mirip "urochordata" dan gergaji.  Ki Joon yang khawatir berteriak memanggil Ji Ah dan Joon Oh.
Ho Hang yang ketakutan merasa mereka sudah jatuh berjalan,  lebih baik kembali mencari setelah hujan reda. Ki Joon merasa kalau belum terlalu jauh berjalan menyuruh mereka pergi saja karena  akan terus mencari. Keduanya merasa kalau akan mati kalau sampai tersesat di hutan tanpa makanan dan kembali ke tempat Tae Oh. 
Angin semakin bertiup kencang seperti hujan disertai badai, kayu yang dibangun Bong Hee mulai jatuh.  So Hee tak bisa bertahan memilih untuk meninggalkan Ji Ah dengan membawa ikan dan juga botol air minum. Ki Joon dengan kopernya berteriak memanggil Ji Ah dan masuk seperti dalam perkebunan.
Lee Yeol akhirnya menemukan tanaman yang dicarinya lalu berterikan memanggil Joon Oh dan Bong Hee,kalau tanaman itu ada didekat batu  sambil berlari ingin menemui keduanya tapi malah membuatnya terjatuh dalam jebakan.

Joon Oh pun berlari lalu menemukan tanaman dekat batu, tiba-tiba kakinya terdiam merasakan kalau menginjak sesuatu dan melihat kalau itu Ranjau darat. Bong Hee akhirnya datang bertanya apakah sudah menemukanya karena  harus cepat kembali.
“Aku menemukan rumputnya, tapi...” ucap Joon Oh panik, Bong Hee tak ingin banyak omong kosong meminta agar menunjukan tanamanya karena harus menemukannya dan segera kembali.
“Aku menemukannya, tapi aku menginjak ranjau darat.” Kata Joon Oh, Bong Hee berpikir kalau Joon Oh itu menginjak lipan (dalam bahasa korea pengucapan terdengar sama)
Joon Oh menegaskan kaalu Aku menginjak ranjau darat, bukan lipan. Tapi Bong Hee masih berpikir kalau binatang itu pasti hidup dihutan,  Joon Oh berteriak kalau menginjak ranjau darat yaitu Benda yang bisa meledak itu. Bong  Hee melonggo mendengarnya lalu meminta agar mengeser kakinya. Joon Oh panik karena Bong Hee tidak bisa menjinakkannya.


Presdir Hwang akan kembali ke pantai tapi seperti tak yakin kalau itu jalan yang benar. Ho Hang merasa yakin dan meminta agar percaya mengikutinya.  Presdir Hwang merasa tidak melihat dahan-dahan ini tadi. Ho Hang yakin kalau arahnya sudah benar jadi lebih baik ikut saja denganya karena pandai mencari arah. Tiba-tiba Presdir Hwang panik melihat ular dibelakang Ho Hang.
Ho Hang berpikir kalau Presdir Hwang itu lapar lagi,  jadi mereka akan kembali untuk makan daging jadi meminta untuk jangan banyak mengeluh. Presdir Hwang memberitahu kalau ada ular dipundak Ho Hang, Ho Hang pun tersadar melihat bagian pundaknya sudah ada ular seperti siap mengigitnya.

Joon Oh masih menginjak ranjau lalu menyuruh Bong Hee pergi, Tapi Bong Hee pikir tidak bisa membiarkan sendirian.  Joon Oh menujuk tanaman di ujung jalan menyuruh agar Bong Hee mengambil dan merawat Ji Ah, karena tujuany pergi ke hutan untuk mencari tanaman itu. Bong Hee masih mengkhawatirkan Joon Oh.
“Bantulah Ji Ah dahulu. Aku akan menyelesaikan ini. Cepat pergi.” Ucap Joon Oh,  Bong Hee mengambil beberapa tanaman untuk mengobati Ji Ah

“Aku tidak pernah menyangka ini terjadi kepadaku dan tidak bisa mengangkat kakiku sendiri” keluh Joon Oh.
Bong Hee akan pergi berjanji akan segera kembali, Joon Oh menarik Bong Hee dan menyuruhnya lekas pergi, Bong Hee akan pergi dan kembali ditarik Joon Oh untuk menyuruhnya cepat pergi. Akhirnya Bong Hee benar-benar pergi meninggalkanya. Joon Oh tak percaya Bong Hee cepat pergi padahal berpikir kalau akan selama 10 detik, ia pun hanya berteriak putus asa karena membuat keadaanya seperti ini. 

Ki Joon masih terus berteriak mencari Ji Ah dan Joon Ah tanpa sadar melewati lubang yang didalamnya ada Lee Yeol yang tak sadarkan diri. Terpal yang menjadi atap di pinggir pantai akhirnya terbang terbawa angin. Sementara Bong Hee masih terus berusaha kembali.
Presdir Hwang yang ada di hutan panik melihat Ho Hang terkena patukan ular, Ho Hang pikir tidak akan selamat jadi menyuruh Presdir Lee pergi karena kalau mengikuti jalan maka  akan melihat pohon itu. Presdir menegaskan aklau akan menyelamatkan nyawa sebagaimana kakak Ho Hang  menyelamatkannya. 
Bong Hee terdiam melihat dua pria yang ada didepanya seperti mengingat keduanya adalah Presdir dan assitantnya. Presdir Hwang tak mengenal Bong Hee bertanya apakah tinggal di hutan, Bong Hee terlihat masih shock karen amemukan korban selamat. Presdir Hwang senang karena berpikir ini bukan pulau tidak berpenghuni tapi bertemu dengan manusia lain lalu mengajak Ho Hang pergi bersama.
“Nona, temanku ini...Ular.... berbisa...” ucap Presdir Hwang mengunakan bahasa isyarat karena merasa Bong Hee adalah penduduk sekitar.
“Ya. Seekor ular mematuknya dan bisa-nya telah menyebar.” Kata Bong Hee, Presdir Hwang senang karena Bong Hee bisa mengerti ucapanya lalu tersadar kalau Bong Hee bisa bahasa Korea berpikir kalau sekolah dalam hutan.
“Halo, Presdir Hwang... Aku adalah Stylist baru Joon Oh, Ra Bong Hee.” Ucap Bong Hee, Presdir Hwang melonggo. 


Joon Oh yang terjebak dalam ranjau darat ingin buang air besar dan ingin berjongkok tanpa mengerakan kakinya, saat membungkuk dan melihat kearah belakang seperti sosok orang yang berjalan dibelakangnya. Ki Joon sudah lewat dan kembali langsung berlari memeluk Joon Oh karena berhasil menemukanya.
Sementara Joon Oh yang menginjak ranjau berusaha untuk mendorongnya agar menjauh tapi Ki Joon yang bahagia ingin memeluk Joon Oh yang masih hidup.  Joon Oh memberitahu kalau sedang menginjak ranjau darat. Ki Joon yang bahagia berkomentar itu bagus. Joon Oh kembali mengulangi ucapanya kalau menginjak ranjau darat.
Ki Joon mulai panik, Joon Oh memohon agar bisa mengantikanya karena kakinya terasa sakit dan ingin buang air besar. Ki Joon melihat dibagian bawah kaki Joon Oh agar membereskanya, lalu memastikannya kalau memang itu ranjau darah. Joon Oh kesal sendiri karena sudah berkali-kali mengatakanya. Ki Joon menyuruh Joon Oh agar tak bergerak, Joon Oh pikir sedari tadi hanya diam lalu panik karena Ki Joon mengeser batu.  Ki Joon kembali memberitahu kalau itu memang ranjau darat. Joon Oh makin frustasi mendengarnya. 

Bong Hee dan Presdir Hwang memapah Ho Hang meminta agar bertahan karena sudah dekat dengan tempat berteduh. Presdir Hwang bertanya apakah akan bisa mendapatkan solusi setibanya di sana. Bong Hee pikir bisa menyayat kulit di sekitar gigitan ular untuk membuang bisa dan membakar lukanya agar berhenti berdarah.
Presdir Hwang mendengarnya tak yakin Bong Hee itu seorang stylish karena bicara tentang menyayat dan membakar kulit semudah itu. Ho Hang yang pesimis merasa tidak akan berguna karena gigitan Bisanya akan cepat menyebar karena dekat dengan jantungnya jadi lebih baik mereka saja yang pergi dan meninggalkanya.
Presdir Hwang menyuruh Ho Han diam karena sekarang masih bisa bertahan. Ho Hang tetap merasa tidak akan selamat.

Ki Joon menceritakan Dahulu petugas medis di militer, jadi, tahu banyak soal  dan melihat ini ranjau darat yang sangat tua jadi Mungkin sudah lebih dari 80 tahun terkubur. Joon Oh pikir sudah siap mental mendengarkanya, Ki Joon meminta Joon Oh mengangkat kakinya karena kemungkinan besar tidak akan meledak.
“Apa Kau sudah gila? Bisa-bisanya kau menyuruhku mengangkat kakiku dari ranjau darat?” teriak Joon Oh kesal
“Aku tahu karena petugas medis sewaktu wajib militer dahulu.” Ucap Ki Joon meyakinkan, Joon Oh malah heran karena petugas medis yang mengetahui tentang ranjau darat.
“Peluangnya untuk tidak meledak sekurangnya 70 persen.” Kata Ki Joon, Joon Oh ingin tahu apabila nanti meledak.
“Jika meledak, kau akan cedera dan juga akan mengalami pendarahan.” Jelas Ki Joon.
Joon Oh sudah bisa menduganya, lalu meminta agar Ki Joon  menjinakkannya. Ki Joon pikir tak mungkin  mantan petugas medis menjinakkan ranjau darat. Joon Oh kesal karena dulu sebagai anggota drumben militer, tapi pernah melakukan semuanya bahkan bisa membangun barak. Ki Joon pun akan menghitung sampai tiga agar Joon Oh mengangkat kakinya.
Keduanya yang sama-sama panik, malah saling menyalahkan karena Joon Oh akan mengangkat kaki dihitungan ketiga. Ki Joon membungkung bersauah mengangkat kaki Joon Oh, saat itu Joon Oh melihat isi tas Ki Joon membawa shampo, Ki Joon heran melihat Joon Oh dalam keadaan genting dan juga hujan masih bisa melihat botol shampo.
Joon Oh melihat sebuah botol obat,  lalu memastikan kalau itu adalah obat Ji Ah. Ia pikir tidak seharusnyamembantunya, menunjuk jalan untuk luru akan melihat pantai dan mencari bagian yang dibentuk seperti pondok. Ki Joon langsung berlari tanpa pamit. Joon Oh berteriak agar Ki Joon segera memberikan obat padanya. 


Salah satu bagian kayu akan jatuh mengenai Ji Ah, So Hee yang sebelumnya kabur akhirnya kembali menahan kayu sebelum jatuh menimpa Ji Ah. Bong Hee datang langsung membantu menanhanya dan berteriak pada Presdir Hwang agar menolong, Ho Hang yang lemas pun dibiarkan di pinggir pantai.
Bong Hee mencoba menyadarkan Ji Ah, lalu meminta Presdir Hwang menolong Ho Hang yang terkapar di pinggir pantai. Presdir Hwang sadar kalau membiarkan Ho Hang dan menariknya ke bagian dalam seperti gua.
Sementara Ki Joon memanggil Ji Ah harus terjebak dan tertimpa pohon kelapa yang terkena petir, bahkan terbakar. Obat yang dibawa Ji Ah pun sempat terkena api, tapi dipadamkan dengan pohon kelapa lain yang jatuh.  Saat itu Tae Oh datang melihat Ki Joon yang terkapar, Ki Joon memberitahu  Joon Oh dan Ji Ah masih hidup.

So Hee yang menahan kayu dibagian depan malah tertimpa kayu lainya, semua pun mengotong So He untuk masuk ke dalam gua. Saat itu Ki Joon dan Tae Ho akhirnya datang dan langsung menolong So Hee. Ki Joon berlari melihat keadaan Ji Ah yang sudah mengunakan tanaman untuk menahan darahnya.
Tae Ho menanyakan keadaan So Hee, So Hee menatap Tae Ho seperti mengingatkan saat di hutan Tae Ho yang sengaja mencekik seseorang agar bisa bertahan hidup. Akhirnya Tae Ho melihat So Hee baik-baik saja melihat keadaan Ji Ah seperti semakin lemah.
Ki Joon mengeluarkan perban dan membalut luka yang sudah mengunakan tanaman, lalu memberikan obat serta suntikan agar Ji Ah bisa meminumnya. Bong Hee pun diminta agar menemani So Hee yang duduk sendirian, So Hee terlihat ketakutan karena melihat Tae Ho sebagai pembunuh ada didekatnya.

Bong Hee melihat hujan yang semakin kencang, lalu teringat saat Joon Oh menyelamatkan dari rawa. Lalu keduanya berjalan pulang dengan  Joon Oh mengatakan agar tak melupakan kalau sudah menolong Bong Hee dan akan melakukan hal yang sama untuknya.  Bong Hee akhirnya pamit pergi, Presdir Hwang berteriak mau kemana Bong Hee pergi.  Keadaan seperti prorak poranda oleh angin di pinggir pantai. 

Bong Hee melihat ibunya, Joon Hee dan lainya seperti mengunakan pakaian putih memberikan senyuman lebar padanya. Lalu mengatakan kalung itu milik.... tiba-tiba tanganya seperti di pegang oleh seseorang dan melihat sosok So Hee dengan pakaian berwarna ungu dengan darah ditangan dan kepalanya.
Bong Hee seperti baru tersadar setelah di hipnotis, Penyidik Oh memegang pundaknya memberitahu kalau pulau tempat So Hee terdampar sudah ditemukan. Bong Hee melotot kaget mendengarnya.
bersambung ke episode 4
 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar: