Sabtu, 21 Januari 2017

Sinopsis Goblin Episode 14 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN

Siaran memberitahu Suhu sekarang ini turun sampai 22°C dan cuaca semakin dingin dan berpesan agar semua pendengar Jangan sampai kedinginan dan demam. Diluar terlihat banyak salju, Eun Tak masuk ruangan, dua juniornya kebingungan karena penyiar harusnya mengatakan 2°C. Eun Tak pikir dirinya yang salah karena salah menuliskanya.
Dua juniornya panik saat melihat kepala produser datang keruangan , Eun Tak pikir keduanya tak perlu khawatir karena akan tanggung jawab.

Kepala PD langsung memarahi siaran  yang "Suhu turun menjadi 22°C dan cuaca semakin dingin." Menurutnya itu tak masuk akal. Eun Tak hanya bsia tertunduk meminta maaf. Kepala PD menduga Eun Tak itu sedang berkencan.
“Apa kau pikir ini musim semi Dan pikiranmu bunga bermekaran?” ucap Kepala PD terus memarahinya, Eun Tak hanya bisa meminta maaf. Tiba-tiba juniornya menjerit saat melihat ponselnya.
“Daebak! Apa ini?Ji PD-nim, apa kau itusemacam penyihir?Semuanya ada dimedia sosial. Di luar gedung kantor kita, Suhunya tepat 22°C...Dan bunga bermekaran di musim salju.” Ucap Juniornya. Eun Tak benar-benar kaget bisa berubah secepat itu. 

Eun Tak keluar dari kantornya dan melihat banyak orang yang sedang selfie karena terlihat bunga sakura yang bermekaran. Di depanya terlihat Kim Shin sedang berdiri menatapnya, Kim Shin tak mendekat memilih untuk pergi meninggalkanya setelah saling menatap.
Berita di TV disiarakan “ Hari ini suhu di Sangam-dong mencapai 22°C.<Perubahan cuaca seperti ini pernah terjadisebelumnya pada sembilan tahun lalu... dan para pejalan kaki meluangkanwaktu sejenak untuk menatap bunga tersebut.”

Eun Tak duduk di cafe sambil menelp membahas tentan  jumlah pendengar makin merosot. Jadi harus cara agar pendengartetap menikmati acara mereka. 
Seorang pelayan membawakan lilin untuk tiap meja, Eun Tak langsung meniupnya lalu teringat dengan pria yang berdiri didepan gedung sambil menatapnya, bertanya-tanya Siapa sebenarnya pria itu. Saat akan mengambil minumnya, seseorang mendekatkan pada tanganya. Kim Shin sudah duduk didepan Eun Tak.
“Kenapa kau duduk di sana?” ucap Eun Tak binggung. Kim Shin menjawab kalau itu karena  ada seseorang memanggilnya untuk datang.
“Berarti, itu masalahmu. Aku tidak ingin kau di sini. Apa orang itu... tidak datang kesini.” Kata Eun Tak yang tak mengenal Kim Shin
“Dia ada disini. Dia datang, tapi dia tidak mengenaliku.” Ucap Kim Shin menatanya, Eun Tak bisa mengerti
“Aku merasa kasihan padamu..., tapi aku sudah janji ketemu orang disini. Pacarku sebentar lagi datang.” Ungkap Eun Tak tak ingin diganggu.

Kim Shin seperti tahu kalau Eun Tak  tidak punya pacar. Eun Tak memilih sibuk untuk memeriksa emailnya, karena ketahuan berbohong. Ia pun teringat dengan Kim Shin yang sudah potong rambut ternyata dan hampir tidak mengenalinya, Kim Shin pikir Eun Tak masih tidak mengenalinya.
“ Aku mengenalimu. Tapi... Kau tadi ada disana sebelumnya, 'kan?” ucap Eun Tak mengingat Kim Shin yang berdiri didepan gedung radionya.
“Aku memang selalu ada kapanpun dan dimanapun.” Kata Kim Shin, Eun Tak membahas tenang di luar gedung saat suhunya 22°C.
“Aku kesana buat melihat seseorang. Aku Sangat merindukannya.... Kalau aku melihatnya, kukira dia akan berlari ke dalam pelukanku.Tapi karena aku tahuitu tidak akan terjadi..., maka hatiku terasa sakit.” Ungkap Kim Shin.
Eun Tak heran kenapa Kim Shin malah menceritakan itu padanya. Kim Shin beralasan kalau sebelumnya Eun Tak yang bertanya. Eun Tak pun bertanya balik apakah Kim Shin tak memesan minuman. 


Kim Shin pun menerima segelas minuman,  Eun Tak yang ada disampingnya mengeluh Kim Shin yang bahkan tidak punya uang 5000 won dan harusa ada di kafe. Kim Shin mengaku kalau dompetnya itu tertinggal di jaketnya dan karena terburu-buru jadi tertingga. Eun Tak tetap saja terlihat kesal.
“Maaf, dan terima kasih minumannya. Nanti kutraktir kau di kafe ini...” ucap Kim Shin
“Aku tidak akan bertemu denganmu lagi. Lalu Kau pulang lewat mana?” kata Eun Tak, Kim Shin menunjuk ka arah kanan, Eun Tak langsung bergegas pergi ke arah kiri tanpa pamit. Kim Shin menghela nafas karena seharusnya Eun Tak bisa lebih lama denganya. 

Kim Shin buru-buru datang ke tempat Wang Yeo meminjam uang  5000 won dan akan dikembalikan. Wang Yeo sempat kaget tanpa banyak bicara memberikan uang pada Kim Shin agar segera pergi. Kim Shin pun keluar membawa uangnya, Wang Yeo berteriak karena Kim Shin lupa menutup kedai tehnya.
Esoknya, Kim Shin kembali datang meminta uang 10ribu won karena membutuhkan untuk membeli buku. Wang Yeo pun memberikannya dan masih sibuk dengan barang yang belum bisa di perbaikia padahal sudah memanggil tukang servis. 

Kim Shin akhirnya kembali datang meminta uang 100ribu won untuk membeli daging. Wang Yeo tak bisa lagi menahan amarahnya, menurutanya Pasti ada alasan kenapa dewa tidak menghapus ingatanya. Kim Shin merasa sedih karena Wang Yeo berkata seperti itu karena terpaksa mengambil pilihan terakhirnya.
“Kau tidak boleh lagi mengumpulkan emas batangan seperti yang dulu kau lakukan. Emas batangan itu punya nomor seri dan tidak dapat diperdagangkan.” Tegas Wang Yeo
“ Aku bingung sekali. Apa cuma itu yang bisa kulakukan?” kata Kim Shin memikirkannya lalu seperti menemukan sesuatu. 

Duk Hwa ketakutan diri dibalik Sek Kim, kebinggungan karena rumahnya ini sangat aman dan dijaga dengan sistem keamanan yang tinggi dan bertanya pada Kim Shin  bisa masuk. Sek Kim bertanya siapa pria itu yang datang menemuinya.
“Aku...air dan api..., terang dan gelap. Aku ini Yu Shin Jae, bagimu. Dan aku Kim Shin, bagimu.”ucap Kim Shin
“Apa kau itu paman yang diceritakan kakekku?” kata Duk Hwa
“Dia rupanya orang yang tertulis dalam wasiat mendiang Ketua.” Ucap Sek Kim, Duk Hwa kaget kakeknya memiliki surat wasiat.
“Bukan hanya wasiatnya saja tapi juga wasiat-wasiat dari leluhur-leluhurnya.” Jelas Sek Kim
Flash Back
Sek Kim membaca surat yang ditinggalkan oleh Tuan Yu “Jika ada seseorang yang nama keluarganya Kim dan nama belakangnya Shin menemuimu lalu berkata dia kemari untuk mengambil harta bendanya.. berikanlah harta benda itu padanya. Semua harta benda yang kutinggalkan di dunia ini adalah miliknya. Dia akan menemuimu di saat hujan dan pergi sebagai api biru.<Pada saat itulah, kau pasti tahu dialah si Kim Shin itu.”
Keduanya kebinggungan melihat kaca jendela basah karena hujan yang turun. Kim Shin mengaku sangat merindukan Ketua malam ini. Ia berkata tidak ingin perusahaan menurutnya Keluarga Yu yang mendirikan perusahaan itu jadi sekarang perusahaan milik Duk Hwa

“Semua yang kubutuhkan adalah rumahku, identitasku, kartu kredit, dan keponakan.” Kata Kim Shin dengan mengeluarkan api dari tubuhnya. Keduanya makin binggung melihat Kim Shin.
“Aku akan menghormati keinginan ketua. Aku akan memberikanmu sebuah rumah, identitas, dan kartu kredit.” Ucap Sek Kim, Kim Shin pun menegaskan kalau Duk Hwa adalah keponakannya.
“Jadi begini... Tak apa kalau kau tak tahu.” Kata Duk Hwa, Kim Shin bertanya apa yang tak diketahuinya. Duk Hwa seperti tak bisa memberitahukanya. 

Eun Tak kena marah lagi oleh Ketua PD dengan ucapanya  ditelp, karena hal itu membuat website mereka dibanjiri keluhan. Eun Tak merasa sudah mengirim satu set pisau dapur tapi malah terus menelepon meminta sertifikat hadiahnya membuat Para penulis tidak bisa fokus melakukan pekerjaan mereka.
“Terus masalah ini bagaimana?Apa Kau pikir kami membayarmu dengan uang yang kami gali? Perusahaan pisau dan perusahaan pakaian ingin... menarik iklan mereka dari radio kita. Bagaimana Kau mau tanggung jawab? Cari perusahaan apapun sebisamu... untuk mensponsori dan memasang iklan di acaramu. Kalau kau tidak bisa, kau kupecat.” Ucap Ketua PD. Eun Tak seperti tak bisa menahan amarahnya memanggil Ketua PD.
“Saya akan melakukannya. Walau ini tidak mudah, akan saya usahakan.” Kata Eun Tak akhirnya merendam amarah dengan akan mencari seponsor. 

Eun Tak bersandar ditoko buku melihat proposal pengajuan sponsor, saat itu Kim Shin sedang mengambil sebuah buku dan tersenyum ketika Eun Tak bisa mengetahui keberadaanya. Keduanya pun keluar dari toko buku, beberapa anak remaja sedang membahas pria-pria yang menganjak berkencan.
“Mereka pasti senang sekali.” Komentar Eun Tak, Kim Shin hanya menahan tawanya. Eun Tak binggung kenapa Kim Shin malah tertawa.
“Karena lucu.” Ucap Kim Shin, Eun Tak tahu kalau remaja itu lucu. Kim Shin menjelaskan bukan pelajar itu

“Tapi..., bukannya kau harus mengembalikan 5000 won-ku?” kata Eun Tak
“Kalau aku tak mengembalikannya, apa kita bertemu lagi? Apa kau mau menemuiku buat mengambil uangnya?” ucap Kim Shin, Eun Tak membenarkann
“Kau tahu apa maksudku, 'kan?” kata Eun Tak, Kim Shin mengaku tak tahu
“Maksudku aku akan melaporkanmu pada polisi kalau hal ini terjadi lagi. Aku tidak tahu kenapa kita selalu bertemu.”ungkap Eun Tak, Kim Shin hanya tersenyum karena Eun Tak benar-benar tak mengingatnya dan berbeda sikapnya dengan yang dulu.
Eun Tak binggung kenapa Kim Shin tersenyum lagi, Kim Shin mengaku karena dirinya senang dan momen yang luar biasa, serta semuanya sempurna. Eun Tak binggung merasa kalau menghindarinya hal yang paling menguntungkan lalu bertanya akan pulang lewat mana.

Kim Shin seperti tak ingin Eun Tak akan pergi lagi, lalu mengaku sebagai pengemar berat dan suka mendengarkan siaran radionya. Eun Tak dibuat binggung karena darimana Kim Shin mengetahui kalau ia kerja diradio.
“Kau mencurigakan sekali sekarang.Kukira kau itu aktor sebelumnya. Apa Kau bukan aktor ternyata? Lalu apa pekerjaanmu?” ucap Eun Tak heran
“Jadi... Aku bekerja di sana.” Ucap Kim Shin menunjuk sebuah gedung yang ada dekatnya. Eun Tak inin tahu apa tugasnya
Kim Shin mengaku sebagai atasan dan sebelumnya melihat Eun Tak memegang berkas, meminta agar diberikan padanya karena itu pasti mengenai sponsor dan akan membuktikan kalau dirinya atasan di perusahan itu. 



Eun Tak bertemu dengan Sek Kim dalam ruangan. Sek Kim mengaku  Sebenarnya staf yang biasanya menandatangani ini. tapi presdir secara khusus memintanya agar menandatanganinya. Eun Tak kaget mengetahui Kim Shin itu adalah Presdir lalu bertanya Apa dia bekerja di kantor pusat.
“Dia tidak datang untuk bekerja.” Kata Sek Kim
“Jadi bagaimana aku harus menunjukkan rasa terima kasihku? Sejujurnya aku saja tidak tahu nomor teleponnya.” Ungkap Eun Tak merasa tak enak hati.
“Tapi, kenapa dia memintaku harus menandatangani dokumen-dokumen ini?” ucap Sek Kim heran, Eun Tak juga tak mengerti. Sek Kim berpikir kalau Eun Tak bisa memberikan nomor kontak agar Kim Shin bisa menghubunginya.
Eun Tak menanyakan nama pria yang sering ditemuinya, Sek Kim dibuat binggung merasa kalau orang terlihat aneh bertemu dengan Kim Shin, llau menyebut nama Yu Shin Jae. Eun Tak pun mengucapkan terimakasih. 

Eun Tak masuk ke dalam ruangan, Semua juniornya memberikan tepuk tangan karena Eun Tak berhasil mendapatkan sponsor.  Eun Tak merasa seperti mendapatkan keajaiban yang tak bisa menjelaskannya. Penulis pun senang karena acara mereka akan bertahan. Semua memuji Eun Tak yang sangat hebat. Penulis pun mengajak mereka menyelesaikan proyek mereka.
Eun Tak melihat berkas topik acara yang tujuanya menemukan seseorang yang dicari dngan mengirimkan cerita pada mereka menurutnya itu bagus. Rekan kerja pikir mereka bisa mencari Foto di ponsel dengan mengantur ceritanya dengan menceritakan sebuah ketulusan.
Eun Tak diam-diam melirik ponselnya terus menerus, Penulis Oh bertanya Eun Tak sedang menunggu telp dari siapa. Eun Tak sedih karena Kim Shin tidak menelepon.

Eun Tak dan Pengacara Kim minum bersama, Pengacara Kim pikir juga harus memulai pencarian cintanya begitu jug Eun Tak  harus mencari orang yang bernama Kim Shin. Eun Tak seperti masih ragu apakah ia harus melakkanya. Pengacara Kim masih tak yakin kalau tulisan itu dari tangan Eun Tak.
Eun Tak pikir kalau merasa itu tulisan yang aneh, Pengacara Kim memastikankalau itu bukan ulah hantu karena waktu sekolah bisa melihatnya. Eun Tak mengaku sudah tak bisa melihat hantu selama 9 atau 10 tahun lalu mengoda temanya kalau dibelakangnya ada hantu. Pengacara Kim menjerit ketakutan. 

Eun Tak membaca kembali tulisanya [Kau harus ingat bahwa Kau pengantinnya.] Ia bertanya-tanya siapa sebenarnya orang itu dan kenapa harus ia jadi pengantinya.
 Duk Hwa datang kerumah memberitahu Wang Yeo  kalau ada Surat datang ke bangunan kecil miliknya dan tak mengerti dengan  alfabet Inggris.Keduanya melihat surat yang datang, Duk Hwa memberitahu dulu gedung itu restoran ayam jadi tidak bisa membuang surat itu begitu saja.
Kim Shin terdiam teringat saat Eun Tak mengatakan ada urusan dan tak tahu kapan akan kembali ke kanada jadi meminta agar Kim Shin menunggunya. Wang Yeo memberitahu kalau Kim Shin bisa membuang surat itu. Duk Hwa pikir nama pamanya itu Ji Eun Tak merasa heran karena namanya banyak sekali.
“Kau saja yang antar surat itu padanya.” Ucap Kim Shim pada Wang Yeo.
“Kalau aku yang memberikan surat itu padanya, aku harus bicara apa ke dia?” kata Wang Yeo binggung,Duk Hwa mengangkat tangan akan memberikanya.

“Kalau begitu, berikan ke Sunny saja dan minta dia menitipkan surat ini ke Eun Tak. Lagipula, mereka tinggal di apartemen yang sama dan tetanggaan sekarang.” Saran Kim Shin
“Itu tak ada pengaruhnya, tapi Malah nanti tambah mencurigakan.” Ucap Wang Yeo, Duk Hwa kembali mengangkat tangan menurutnya hanya dia yang tidak aneh karena pemilik bangunan.
“Karena ini sudah terlanjur aneh, sebaiknya kau saja yang menyerahkan surat itu karena kau orang yang paling aneh.” Kata Wang Yeo, Duk Hwa tetap mengajukan dirinya karena menurutnya pemilik restoran ayam itu sangat cantik.
Keduanya tetap tak mengubris Duk Hwa yang mengantarnya. Kim Shin memberitahu kalau Setelah sembilan tahun, Wang Yeo akhirnya punya alasan untuk bertemu dengannya. Duk Hwa memanggil dua pamannya yang tak mendengar ucapanya. Wang Yeo hanya diam memikirkan perintah Kim Shin


Wang Yeo akhirnya datang ke restoran tempat Kim Sun, seorang pelayan datang menyapanya. Wang Yeo menanyakan keberadaan bosnya. Pelayan itu memberitahu kalau tak datang hari ini. Wang Yeo kembali datang ke esokan harinya menanyakan keberdaan Kim Sun.
Pelayan memberitahu kalau hari ini juga tidak akan datang dan menanyakan keperluanya. Wang Yeo memilih untuk diam. Esok harinya lagi, Wang Yeo kembai datang menanyakan Kim Sun, Pelayan kembali memberitahu Kim Sun yang tidak datang hari ini dan ingin tahu namanya atau menyarankan akan menelp bosnya.  Wang Yeo pikir tak perlu dan memberikan surat untuk Eun Tak pada pelayan.

Wang Yeo berjalan sedih karena tak bisa bertemu dengan Kim Sun, lalu berjalan ke arah jembatan melihat sosok Kim Sun yang berjalan didepanya, lalu memanggil temanya dan berjalan pergi. Seperti Kim Sun tak mengenalinya.
Ia pun melihat Kim Sun yang berjalan didepanya dengan membawa bonek, matanya juga melihat Kim Sun yang sedang berjualan boneka. Saat itu pun tersadar kalau ternyata karena kerinduanya melihat semua orang seperti wajah Kim Sun.
Tiba-tiba Kim Sun yang sebenarnya lewat disamping Wang Yeo, Kim Sun sempat berhenti dan saling menatap dengan Wang Yeo tapi karena tak kenal memilih untuk pergi, Wang Yeo pun hanya bisa menangis sedih. 

Kim Sun datang ke kantor Eun Tak memberikan suratnya, Eun Tak binggung apa yang dibawanya. Kim Sun menceritakan  kalau Surat itu tidak datang ke tempat resto yang baru, tapi ke tempat yang lama Dan ternyata pemilik bangunan itu menitipkannya pada pria tampan lalu  membawakan itu ke restorannya, karena sudah memeriksa CCTV.
“Kau bilang Tempat resto yang lama? Dimana itu?” tanya Eun Tak binggung
“Itulah anehnya Tapi ini surat internasional, Kau saja tak pernah ke restoran lama itu bahkan Dia juga sangat tampan, dan itu malah tambah aneh.” Ungkap Kim Sun seperti mulai jatuh cinta kembali dengan Wang Yeo. Eun Tak masih binggung tapi di bagian depan surat memang itu  tulisan tangannya

Eun Tak membaca surat yang dikirimkanya dari kanada untuk ibunya.
“Halo...Ibu.. Ibuku yang cantik yang selalu khawatir padaku. Bagaimana rasanya di surga? Apa sama seperti dunia ini? Aku sekarang ada di Kanada dan menulis surat buat Ibu. Kalau Ibu tahu bagaimana aku bisa datang kesini..., pasti Ibu sangat kaget. Hanya dengan membuka satu pintu saja..., maka aku bisa masuk ke tempat seperti surga ini. Asalkan aku bersama Ahjussi.”
“Akhirnya ada orang yang menanyai kabarku.Ibu mungkin khawatir dan merasa kasihan padak kalau aku melihat sesuatu yang harusnya tak kulihat..., tapi Ibu tak usah khawatir sekarang Karena hal itulah yang membuatku istimewa bagi seseorang. Aku baik-baik saja. Dan semuanya akan membaik. Aku akan menjalani kehidupan yang baik dan lebih bahagia daripada orang lain. Kita harus bertemu lagi suatu hari nanti, ya. Aku mencintaimu, Ibu. -Dari Kanada, putri Ibu, Eun Tak.-
Eun Tak binggung karena dirinya juga tidak punya paspor dan surat itu dikirm dari Kanada, menurutnya semua ini terlalu menakutkan. Lalu ia teringat dengan bukunya dan membandingkan kembali tulisan yang harus mengingat nama Kim Shin.
“Apa Ahjussi itu...Kim Shin? Apa sebenarnya yang terjadi 9 tahun lalu? Siapa sebenarnya yang kulupakan?” ucap Eun Tak bertanya-tanya mencari Kim Shin dengan tubuh yang tinggi. 

Saat itu ponselnya berdering dari nomor yang tak dikenal. Eun Tak mengangkatnya dan Kim Shin menyebutkan namanya Yu Shin Jae. Eun Tak tak percaya orang yang ditunggunya akhirnya menelp dan meniup lebih dulu lilin yang dinyalakan pada meja kerjanya. Kim Shin terlihat sudah pindah ke bagian ruang depan sempat kebingungan dan melihat Eun Tak duduk membelakanginya.
“Apa mungkin, kau menunggu telepon dariku?” goda Kim Shin yang bisa melihat Eun Tak terlihat senang menerima telpnya.
“Aku sibuk.. jadi lupa kalau memberikan nomorku padamu.” Kata Eun Tak jual mahal padahal terlihat senyuman bahagia menerima telp Kim Shin lalu mengucapkan terimakasih atas bantuanya.
“Kalau begitu, apa kau mau jalan-jalan denganku? waktu itu kau bilang tinggal dimana?” kata Kim Shin sedikit panik meliha Eun Tak yang berdiri  dan buru-buru bersembunyi dibalik dinding.
“Aku tidak pernah memberitahumu tempat tinggalku dimana.” Ucap Eun Tak.
Kim Shin pun ingin tahu tempat tinggalnya, Eun Tak mengaku tinggal di dekat Incheon Art Platform. Kim Shin pura-pura tak tahu keberadaan  Art Platform. Eun Tak merasa Kondisi kehidupannya cukup rumit dan ingin tahu keberadaan Kim Shin sekarang. Kim Shin dengan senyumanya mengatakan  Akan berada di dekat Art Platform sekitar setengah jam lagi.
“Apa kau sekarang mengajakku berkencan?” ucap Eun Tak, Kim Shin membenarkan.
“Aku sudah memutuskan... untuk mengencanimu.” Kata Kim Shin blak-blakan, Eun Tak pun meminta Kim Shin menelpnya kalau memang sudah dekat.  Kim Shin memberitahu kalau akan datang Sekitar setengah jam dari sekarang, Eun Tak tak sadar kalau selama ini hanya menelp dengan dinding pembatas ruangan dan mempersiapkan diri menyemprotkan parfum pada badanya. 


Keduanya akhirnya berjalan bersama, Kim Shin berkomentar kalau menyukai aroma parfum yang digunakan Eun Tak. Eun Tak pikir  aroma ini yang disukai wanita dan merasa kalau Kim Shin pasti tahu banyak soal parfum wanita.
“Apa kau tidak suka kalau aku tahu banyak soal parfum wanita?” tanya Kim Shin, Eun Tak pikir tak berhak menilai Kim Shin karena ia bukan siapa-siapa.
“Hanya kau wanita yang tahu nomor teleponku” akui Kim Shin, Eun Tak tak percaya mendengarnya menurutnya itu Aneh.
“Tidak ada yang aneh soal itu. Kita saja baru berbicara di telp tadi, Karena biasanya aku tak butuh telepon. Aku dulu berada di tempat yang tak ada ponsel, Yang ada hanya salju yang banyak.” Cerita Kim Shin,
Terdengar seperti bunyi alarm dari ponsel Eun Tak, Ia berhenti sebentar mengeluarkan obat dan meminumnya, karena selalu lupa jadi harus teratur meminumnya. Kim Shin binggung bertanya untuk apa obat itu. Eun Tak pikir bisa disebut obat untuk perasaannya. Kim Shin dengan wajah khawatir bertanya  Sudah berapa lama dan ingin tahu kenapa Eun Tak harus meminum obat.

“Sejujurnya, aku tidak tahu, kenapa sakit ini bisa bermula. Kau boleh lari saja, dan tak usah bertemu aku lagi. Aku jujur padamu, agar aku bisa memberimu kesempatan. Aku ini aneh, kan?” kata Eun Tak seperti tahu jarang ada pria yang menyukai keanehanya.
“Akan kutunjukkan padamu kalau aku orang yang lebih aneh.” Ucap Kim Shin dengan senyumanya.
“Aku sebentar lagi mau berlibur. Aku bilang terlebih dulu padamu siapa tahu kau besok-besok mau ke dekat Art Platform” jelas Eun Tak
Kim Shin bertanya mau kemana Eun Tak pergi, Eun Tak memberitahu kan pergi Ke luar negeri dan untuk pertama kalinya, jadi  sangat gugup. Kim Shin tersenyum menyarankan kalau Eun Tak tidak akan gugup walauppun ini kali pertamanya, menurutnya Eun Tak pasti akan terbiasa seolah-olah sudah pernah datang kesana dan yakin pasti akan bersikap seperti orang yang memang tinggal disana. Eun Tak merasa kalau Kim Shin itu belum mengenal baik tentangnya, Kim Shin meminta agar Eun Tak percaya padanya saja. 

Eun Tak pun mengambil foto lebih dulu sebagai visa, lalu ia pun mengirimkan surat cuti pada kantornya. Setelah itu Eun Tak duduk bersama Kim Sun sambil makan buah jeruk. Eun Tak merasa seperti ada hal di sana yang ingin dilihat. Kim Sun bertanya memangnya apa yang ada disana. Eun Tak pikir karena tak mengetahuinya,  jadi akan pergi kesana. Kim Sun mengerti kalau Eun Tak tak tahu maka harus mendatanginya untuk mencari tahu.
“Kau tahu 'kan...,kalau kau pakai jaket yang ada tudungnya bisa bermasalah dengan hukum internasional? Ini perjalanan pertamamu ke luar negeri. Kita harus membuatmu trendi.”kata Kim Sun, Eun Tak menyetujuinya.
“Tapi...,uangmu banyak karena bisnismu sukses. kenapa kau tidak pindah?” tanya Eun Tak binggung, Kim Sun pikir Eun Tak belum mengetahuina.
“Aku yang punya bangunan ini dan sudah membelinya.” Ucap Kim Sun, Eun Tak pikir tak mungkin mengetahuinya karena Kim Sun sudah mengatakan  100 kali.
“Aku bertanya kenapa kau tidak pindah.” Jelas Eun Tak, Kim Sun merasa repotkan untuk pindah dan juga punya fobia terhadap rumah baru. Eun Tak pikir bukan itu alasan sebenarnya. 

Sebelum pergi Eun Tak pergi berbelanja lebih dulu, sesampaikan dikanada langsung menuju hotel dan kebagian receptionist, dengan membawa suratnya memberitahu telah menerima surat yang dikirimkan dari hotel itu.
Pegawai itu memberitahu kalau itu memang dari hotel mereka melihat alamat bagian depan. Eun Tak yang sedikit fasih mendengar wanita itu bicara bahasa korea cukup senang mendengarnya. Pegawai itu memberitahu kalau Pemilik hotel adalah orang Korea.
“Kami sudah memperbaiki kotak surat di setiap lanta dan menemukan beberapa surat. Tapi kami belum pernah menemukan satu surat yang dari 10 tahun lalu.”jelas Si pegawai membawa Eun Tak kebagian kotak surat hotel
“Darimana kau tahu kalau surat ini dari 10 tahun lalu?” tanya Eun Tak binggung
“Desain amplop surat itu memang desain amplop 10 tahun lalu. Pasti itu surat yang memiliki kenangan berhargaMaaf karena suratnya sampai terlalu lama.” Jelas Si pegawai
“Tak apa. Pasti ada alasan kenapa surat ini lama terkirim. Dewa punya alasan bagi setiap tindakan. Bukankah ada orang yang bilang begitu? Tapi aku juga tidak ingat pernah dengar itu dari siapa.” Ucap Eun Tak juga merasa binggung.

Eun  Tak pun akhirnya masuk kamar dan melonggo melihat kamar hotelnya yang terlihat sangat nyaman, lalu pergi berjalan-jalan menikmati kota kanada yang cerah. Sementara Wang Yeo berdiri diatas jembatan seperti ingin mengingat pertemuanya dengan Kim Sun. Kim Sun duduk sendirian dalam restoran minum Soju.  Eun Tak melewati sebuah jalan lalu berjalan mundur melihat sebuah pintu seperti merasakan sesuatu tapi tak mengingatnya. 

Tiba-tiba Kim Shin keluar dari pintu Hari ini aneh sekali. Kim Shin gugup melihat Eun Tak ada didepanya dan tak bisa kembali lagi. Eun Tak mengeluh merasa kalau harinya aneh lalu bertanya kenapa merkea bisa bertemu lagi sekarang. Kim Shin mengaku kalau sedang dalam perjalanan bisnis.
“Aku datang buat mencari referensi untuk desain perabotan kami.” Ucap Kim Shin mencari alasan. Eun Tak tahu kalau Kim Shin hanya bicara omong kosong saja. Kim Shin akhirnya menanyakan kabar Eun Tak lebih dulu
“Apa mungkin...kau mengikutiku?” tanya Eun Tak
“Kalau benar, apa aku akan ditangkap polisi?” ucap Kim Shin panik, Eun Tak benar-benar binggung dengan tingkah Kim Shin
“Aku ini bukan orang jahat.” Ucap Kim Shin menyakinkan.

Eun Tak pikir tak mungkin bisa mengetahuinya,  Kim Shin pikir Eun Tak akan tahu tentang kalau mereka pergi bersama. Eun Tak pikir tidak punya alasan  pergi bersamanya. Kim Shin mengingatkan kalau perusahaanya  mensponsori acara radio Eun Tak dan mengatakan waktu itu akan mentraktirnya.
“Presdir, apa ini pertama kalinya kau di Kanada? Kalau begitu, kita lewat sini.” Ucap Eun Tak dengan senyuman menunjuk jalan. 
bersambung ke episode 15

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar