Sabtu, 21 Januari 2017

Sinopsis Goblin Episode 14 Part 1

PS : All images credit and content copyright : TVN
Saat Kim Shin pergi menjadi abu, tiba-tiba terlihat petir besar menyambar. Duk Hwa, Kim Sun, Sek Kim terdiam. Semua tulisan yang dituliskan Kim Shin menghilang dibagian depan tertulis [Dia cinta pertamaku] terlihat seperti terbakar.
Kenangan Kim Shin seperti hilang dalam ingatan Eun Tak, Eun Tak buru-buru mengambil bukunya menuliskan kalau harus mengingat “Nama orang itu... Kim Shin. Dia tinggi dan kelihatan sedih saat tersenyum. Dia akan datang sebagai hujan. Dia akan datang sebagai salju pertama. Dia akan menepati janjinya.Orang itu...Akulah pengantinnya.”Eun Tak terus menangisi kepergiaan Kim Shin yang mungkin tak akan kembali lagi. 

Seekor kupu-kupu hinggal di batang potong yang ada di atas hamparan salju. Kim Shin seperti berjalan dengan pakaian panglima di jaman Joseon.
“Dewa berkata... Dirimu dan semua hal yangterjadi telah terhapus dalam ingatan setiaporang yang mengenalmu. Semua itu demi kenyamanan mereka... dan itu jugalahanugerah dariku. Dan juga... hukumanmu telah berakhir. Kini, kau bisa melupakan segalanya dan... tidur dalam kedamaianNamun...di dalam mata goblin...mterdapat penuh air mata.”
“Kini, aku mengerti... keputusan apa yang kubuat. Jadi inilah keputusan yang kubuat.” Gumam Kim Shin dengan mengingat saat makan di restoran, Eun Tak yang duduk menunggu dan memanggilnya Presdir.
“Di tempat inilah aku akan tinggal disini. Aku akan tinggal disini dan pergi sebagai hujan. Aku akan menjadi angin. Aku akan menjadi salju pertama. Hanya satu hal itu...Aku memohon permohonan pada dewa.” gumam Kim Shin dengan berlutut
“Memang keputusan bodoh yang dibuatnya. Aku selalu mendukungmu selama hidupmu. Namun, di tempat ini..., aku pun... tidak ada disini.” Ucap Dewa. 

“Dan seperti itulah...goblin kesepian itu, dia terjebak di tempat antara kehidupan ini dan akhirat..., terjebak di antara cahaya dan kegelapan..., dan di tempat dimana dewa telah pergi. Dia terjebak disana untuk selamanya.” Cerita nenek yang menyamar jadi dewa. 
Seorang pria yang mendengar ceritanya penasaran dengan nasib Goblin. Si nenek juga tidak tahu karena Kenangannya akan segera dilupakan dan hanya kesia-siaan yang akan bertahan dan Dalam kesia-siaan itu Goblin berjalan dan terus berjalan.
“Selama dia berjalan... apa yang akan terjadi? Sampai dimanakah tujuan dia? “ cerita nenek, Pria itu melihat kalau Itu memang kisah sedih lalu menanyakan harga jepitan rambut yang akan dibeli olehnya.

[9 Tahun Kemudian]
Seorang penyiar seperti sedang berlatih dalam ruangan, waktunya 10 menit sebelum waktu pertunjukan. Seorang wanita memberikan berkas pada PD, terlihat ID Card nama [Ji Eun Tak, Produser]. Eun Tak melihat berkas didepan meja kerjanya. Rekan kerjanya memberitahu di luar hujan makin deras berpikir mereka itu berada di Asia Tenggara, padahal sebelumnya ramalan cuaca mengatakan akan cerah hari ini.
“Makanya Aku juga tidak bawa payung pula.” Komentar Eun Tak tetap menatap berkasnya.
“Bukan itu yang jadi masalah. Bagian Opening ini bagaimana nasibnya?” ucap Anak buahnya.
“Kita tidak bisa menghentikan hujannya, jadi kita harus menulis ulang opening-nya. Kita bisa pakai naskah opening hari ini buat di hari yang cerah saja Untuk saat ini, pakai saja lagu pertamanya. Alangkah bagusnya memulai hariyang suram dengan lagu yang ceria.Jangan dipakai kalimat yang tidak sesuai dengan cuaca dan masalah hari ini.” Ucap Eun Tak dan melihat juniornya sudah menulis ulang lagi naskahnya.
Eun Tak melihat ponselnya pesan dari Kyung Mi “Pinjami aku 300 ribu won. Penting. Balas SMS-ku ini.” Ia memilih tak mengubisnya dan akan memilih lagu untuk siaran yang cocok di hari turun hujan. 

Eun Tak melihat hujan yang makin turun deras di depan kantor radionya, seperti ia ikut menangis pula. Setelah itu ia pergi ke cafe tanpa menyadari dibelakanganya ada Wang Yeo yang mengantri tapi seperti tak saling mengenal.
Keduanya duduk saling membelakangi menatap keluar jendela karena hujan yang semakin deras. Eun Tak pulang ke rumah, lalu mengingat kejadian saat masih kecil yang bisa melihat malaikat kematian dengan menunjuk dan bertanya “Ahjussi, kau siapa?”  dan menyadari saat di cafe berpapasan dengan Wang Yeo.
“Apa aku salah lihat? Ah... Lagipula, itu sudah 20 tahun yang lalu.” Ucap Eun Tak mencoba melupakanya.

Eun Tak duduk diatas tempat tidurnya memegang kalung bertanya-tanya Apa kalung ini kepunyaan Ibunya, dan Sejak kapan memiliki kalung itu. Kim Shin terlihat sedang berusaha berjalan dan Eun Tak menulis dalam bukunya.
"Dalam padang gurun itu..., dia sangat kesepian sampai dia terkadang berjalan mundur. Untuk melihat jejak kaki di depannya."
Seperti tulisan Eun Tak seperti yang digambarkan keadaan Kim Shin, lalu Eun Tak melihat bagian depan buku dan bertanya-tanya kembali Kenapa.. terbakarnya cuma di bagian depan saja

Kim Sun menyapa pelanggan yang datang ke restoranya, Eun Tak masuk melihat bosnya dengan memuji selalu cantik seperti biasa dan memesan sebotol Soju. Kim Sun heran melihat Eun Tak yang bermuka sedih padahal Acara radiomu hari ini bagus, lalu berpikir kalau Kepala Produser memarahinya lagi.
“Apa gunanya kalau acaranya bagus?  Aku hampir dipecat karena tidak ada iklan yang masuk. Dan tiba-tiba hujan, jadi kami sangat panik tadi.” Keluh Eun Tak menambah pesanan ayam setengah pedas dan original.
Kim Sun pun akan mengambilkan ayamnya, lalu menyuruh Eun Tak mengambil sendiri Sojunya. Eun Tak mengeluh kalau ia sebagai pelanggannya. Saat itu Teman Eun Tak masuk, Eun Tak menyapa sebagai ketua kelas dan menyuruhnya duduk. Teman Eun Tak mengeluh Eun Tak yang terus memanggilnya ketua kelas
“Pengacara Kim, selamat datang, Ji PD sudah memesan makanannya.” Sapa Kim Sun, Pengacara Kim pun memesan sebotol bir.


Eun Tak membawakan sebotol bir dan juga soju dengan bertanya pada temanya apakah memenangkan perkara hukum kali ini. Pengacara Kim pikir tak mungkind datang kalau  kalah di persidangan lalu menawarkan Eun Tak agar ikut kencan buta.  Eun Tak menolak karena tidak suka pengacara.
“Kali ini, aku akan mengenalkanmu pada koki. Dia sering muncul di acara memasak dan dia seperti anak anjing kalau tersenyum. Dia imut.” Cerita Pengacara Kim dengan wajah berbinar-binar.
“Dia itu seleramu, kenapa aku harus kencan buta?” keluh Eun Tak
“Dia itu penggemar acara programmu, jadi kenapa harus aku yang kencan dengannya? Dia selalu mendengar programmu di jam makan siangnya.” Cerita Pengacara Kim
Eun Tak mengeluh merasa kalau hanya dirinya sebagai teman yang bisa dijual, Kim Sun ikut duduk menyuruh Eun Tak pergi saja selagi ada orang yang mau menjualnya, dengan memberikan contoh pada dirinya.
“Menjadi cinta pertamanya seseorang adalah hal paling 'termudah' buatku. Sekarang tidak ada orang yang mengajakku minum kopi.” Cerita Kim Sun kesepian.
“Ya. Kau jangan sampai seperti dia.” Ucap Pengacara Kim. Kim Sun merasa tersindir mendengarnya
“Menurutku kau itu bisa jadi contoh yang sempurna buat Eun Tak mengerti, kenapa?”jelas Pengacara Kim, Kim Sun kesal bertanya pada Eun Tak apakah hanya pengacara ini sebagai temanya.
Eun Tak terlihat banyak pikiran memilih untuk minum soju dengan menatap keluar jendela yang masih turun hujan, lalu berkomentar Hujan turun dan alkoholnya pahit, serta ada dua teman yang mengkhawatirkan dirinya menurutnya Hari ini hari yang baik.


Eun Tak berjalan pulang dengan payung dan mendengarkan musik, dua hantu mengenali Eun Tak sebagai Pengantin Goblin, tapi salah satunya heran karena Eun Tak itu tidak bisa melihat mereka sebagai hantu. Hantu rambut panjang menceritakan dulu Eun Tak Pengantin Goblin.
“Dia sekarang berumur 29 tahun, dan karena goblin belum muncul. Jadi, sejujurnya, dia sama saja seperti janda. Dulu juga, dia bisa melihatku sebelumnya.” Cerita Si hantu yang sebelumnya sering mengajak bicara Eun Tak.
Eun Tak berbaring ditempat tidur menangis sesunggukan, tapi terlihat kebinggungan karena dirinya seperti itu seperti merasa sedih tanpa alasan. Kim Shin terjatuh seperti sudah tak sanggup berjalan dan surat perjanjian dengan Eun Tak terbang melayang dibawa oleh angin tanpa bisa diraihnya kembali. 

Sepasang pria dan wanita dibuat binggung dengan melihat salju pertama yang sudah turun di awal tahun ini, tapi menurut mereka tetap indah. Eun Tak keluar dari rumah pun dibuat bingung dengan melihat salju yang turun. Kim Shin terlihat menangis dengan terbaring diatas salju.  Eun Tak duduk diatap dengan memegang cake dan lilin sambil bergumam.
“Apa yang telah ku lupakan? Siapa... yang telah kulupakan? Wajah siapa yang telah kulupakan? Janji apa yang telah kulupakan... sampai aku sedih seperti ini? Seseorang... Siapa saja, kumohon... Selamatkan aku.” Ucap Eun Tak lalu meniupkan lilinya.
Saat itu Kim Shin melihat asap yang keluar dari tanganya, Eun Tak dibuat kaget melihat sosok Kim Shin dengan pakaian panglima berambut panjang didepanya. Saat itu seperti pertemuan mereka di pinggir pantai.
Kenangan keduanya kembali terulang saat terakhir kali Eun Tak menangis agar Kim Shin tak pergi dan mengutarakan perasaan kalau sangat mencintainya. Kim Shin langsung berlari memeluk Eun Tak yang sudah tak ditemuinya selama 9 tahun.  Eun Tak pun menangis di pelukan Kim Shin seperti merasakan perasaan rindu yang mendalam. 

Tiba-tiba Eun Tak melepaskan pelukan Kim Shin meminta maaf karena sangat terbawa perasaan sekali, lalu seperti berusaha menyadarkan diri dengan yang dilakukanya seperti merasa tak perlu meminta maaf. Dan bertanya pada Kim Shin apa yang dilakukan tadi.
“Kenapa kau memelukku? Apa Kau kenal aku? kau siapa?” tanya Eun Tak. Kim Shin mengataka kalau ia yang ada dalam perjanjian.
“Memangnya ini perjanjian apa? Apa mungkin kau itu aktor?” kata Eun Tak melihat pakaian Kim Shin seperti kostum jaman joseon.
“Apa impianmu menjadi kenyataan?Aku bangga padamu.” Kata Kim Shin melihat Eun Tak yang sudah menjadi PD

Eun Tak mengucapkan terimakasih dan ingin tahu alasan  Kim Shin memeluknya dan juga kenapa terus mengunakan bahasa banmal. Kim Shin terdiam mengingat ucapan dewa kalau semua telah terhapus dalam ingatan orang yang mengenalnya Semua itu demi kenyamanan mereka dan anugerah.
“Asalkan kau nyaman, aku baik-baik saja. Itu cukup bagiku.”ucap Kim Shun terdengar seperti berbicara sesuai naskah
“Apa kau sedang akting atau apa? Gedung pembuatan drama bukan disini. Tapi di gedung berikutnya.” Kata Eun Tak dan berjalan pergi, tapi sebelum itu ia kembali membalikan badanya.
“Tapi, kenapa kau bisa di sini tanpa tanda pengenal?” tanya Eun Tak
“Karena seseorang memanggilku.” Kata Kim Shin menatap Eun Tak yang memanggilnya tanpa disadarinya, Eun Tak tak mengubrisnya memilih masuk ke dalam gedung. 


Duk Hwa mengikuti Sek Kim yang berjalan dengan Sek Kim bersama dengan petinggi lainya. Sek Kim memberitahu dirinya sekarang sebagai Presdir dan Duk Hwa hanyalah team leader jadi meminta Bersikaplah sesuai posisinya. Duk Hwa pikir dirinya bersikap seperti biasa saja.
Tiba-tiba Kim Shin memanggil Duk Hwa, Dua pengawal melihatnya langsung menarik Kim Shin karena tak boleh ada dalam gedung tersebut.  Duk Hwa binggung karena pria yang tak dikenalnya itu memanggil namanya.  Sek Kim dengan bijak meminta agar mereka mendengar dulu penjelasannya.
“Kukira aku tidak akan pernah bertemu denganmu lagi. Senang sekali aku bertemu denganmu seperti ini.” Ucap Kim Shin ingin berjalan mendekati Duk Hwa, Duk Hwa ketakuta meminta agar mereka berjauhan saja saat bicara.
“Kau siapa? Apa Kau kenal aku?” tanya Duk Hwa binggung. Kim Shin mengaku dulu sebagai paman, kakaknya.
Duk Hwa merasa Kim Shin itu gila, Kim Shin menegaskan kalau dirinya bukan orang gila. Duk Hwa tak mengubrisnya memilih untuk pergi karena lapar. Sek Kim mengatakan sudah pesan tempat di resto yang disukai Duk Hwa. Kim Shin terlihat sedih karena Duk Hwa pun tak mengingat tentang dirinya. 

Duk Hwa duduk terdiam dengan memikirkan berkali-kali kalau kejadian tadi sangat aneh, karena pria tadi mengatakan sebagai pamanya, menurutnya  Identitas paman itu rahasia besar dari Chunwoo Group dan Di Korea, cuma ia dan kakeknya  yang tahu itu.
“Berarti, tadi ada satu orang lagi yang tahu.” Kata Sek Kim santai dengan makan lebih dulu. Duk Hwa panik bertanya siapa yang dimaksud.
“Apa mungkin nama pamanmu Kim Shin?” kata Sek Kim.
“CEO Kim. Kenapa pamanku namanya Kim? Harusnya Yu. Dan Memang siapa Kim Shin?” ungkap Duk Hwa heran, Sek Kim tak ingin membahasnya mengajak Duk Hwa makan saja.
“Rahasia keluarga. Setiap ahli waris perusahaan pasti memiliki kisah sedih seperti itu. Jangan khawatir. Bagaimana aku selama ini bekerja mulai dari bawah? Aku selama bertahun-tahun makan seollongtang. (sup tulang sapi) Setelah makan ini, aku akan melindungi perusahaanku. Seperti layaknya chaebol.” Ungkap Duk Hwa bangga
“Duk Hwa. Ini bukan "perusahaanku"..., tetapi milik semua karyawan perusahaan. Karena aku yang melindungi semua karyawan itu..., jadi kau jangan terlalu berlebihan.” Pesan Sek Kim lalu akan pergi karena Waktu makan siang sudah selesai. Duk  Hwa akhirnya buru-buru mengikuti Sek Kim dan hanya bisa menyeruput sup karena terlalu banyak bicara. 

Kim Shin pergi melihat adiknya yang sedang berkerja direstoran, Kim Sun melihat sosok pria mengunakan pakaian zaman joseon dibuat binggung, sampai akhirnya pelanggan yang memanggilnya. Ketika Kim Sun melihat ke tempat Kim Shin berdiri sudah menghilang dihadapanya.
Wang Yeo sedang membersihkan cangkir tehnya, lalu melihat sosok Kim Shin didepanya. Kim Shin berjalan dibalik dinding bisa melihat kedai teh tersembunyi milik Wang Yeo. Ia bisa mengingat kenanganya dengan Wang Yeo yang mengetahui kalau dendamnya pada seseorang dan terus mencarinya, tenyata ada orang itu ada didekatnya.
“Itulah tujuan dan.. maksud pedang ini. Untuk menyerang Park Joong Hun.” Ucap Kim Shin sebelum pergi.
Setelah bisa melenyapkan PM Park dengan bertupu pada pedangnya meminta maaf pada Wang Yeo kalau akhirnya bisa memberitakan... kabar kematian terhormatku pada raja. Wang Yeo terlihat benar-benar sedih kehilangan orang yang selama ini selalu menemaninya.
“Topi yang kau pakai itu masih saja vulgar sampai sekarang.” Komentar Kim Shin
“Apa kau itu goblin yang dikabarkan telah kembali dari kehampaan?” kata Wang Yeo
“Semua rumor tentangku itu kebanyakan tidak benar adanya.” Ucap Kim Shin
“Sepertinya kau tidak kembali ke abu atau tersebar dalam angin atau hujan.Tentu saj, .kau memang tidak kembali dari kehampaan” komentar Wang Yeo, Kim Shin binggung karena Wang Yeo bisa mengenalinya. 


Kim Shin akhirnya duduk didalam kedai bertanya apa sebenarnya yang terjadi karena mengira Wnag Yeo  takkan mengingatnya dan Semuanya seharusnya kembali dari kehampan. Wang Yeo tahu kalau Semua orang seperti itu tapi ia masih ingat tapi memiliki sebuah dugaan.

 Flash Back
Duk Hwa mengangkat tanganya sebagai sumpah sampai akhir akan berpihak pada Paman Penyewa yaitu Wang Yeo. Saat itu Duk Hwa bertemu dengan Dewa disebuah cafe, mengaku kalau saat itu sebagai kelemahanya.

“Kalau kau mau berpihak padanya..., jangan kauhapus ingatannya Yeo.” Ucap Nenek Dewa,  Duk Hwa binggung.
“Sungguh malang bagi Shin dan Eun Tak. Seluruh dunia tertutupi dan tak bisa dimasuki oleh mereka. Menurutku aku merasa orang lain selain kita harusnya ingat sejarah cinta mereka.” Ucap Nenek Dewa.
“Tapi kau tahu..., Kenapa aku merasa seperti... akulah yang menemukan suatu pintu yang akan terbuka ke dunia tertutup itu? Apa aku memang tidak menutup dunia itu?” ungkap Duk Hwa. 

Wang Yeo menanyakan apa yang terjadi pada Kim Shin dan bisa kembali lagi. Kim Shin mengatakan alasan karena sebuah perjanjian.  Wang Yeo mengaku sangat senang Kim Shin bisa kembali lagi. Kim Shin pun juga Senang rasanya ada orang yang menyambutnya.
“Sepenuh hatiku senang. Walaupun ini sudah terlalu terlambat sangat, sangat terlambat.cAku harusnya sudah melakukannya sembilan tahun yang lalu. Aku harusnya sudah melakukannya 900 tahun yang lalu. Kata yang akan kuucapkan sekarang... Kuharap kau akan memaafkanku.” Ucap Wang Yeo
“Kau, yang telah melindungi kekasihku dan yang melindungi Goryeo-ku. ampunilah dosaku karena tidakmampu melindungimu.Aku telah menerima kasih sayang..., tapi karena dosaku aku tidak mencintai mereka. Ampunilah aku.” Kata wang Yeo dengan air mata mengalir mengajak Kim Shin agar memotong rambutnya lebih dulu. 

Kim Shin sudah memotong rambut dan berganti pakaian, keduanya duduk diruang tengah sambl meminum soju. Kim Shin merasa bahagai akhirnya pulang ke rumahnya. Wang Yeo memberitahu kalau ini rumahnya dengan  Sisa sewa kontraknya masih 10 tahun lagi.
“Bagaimana dengan adikku?” tanya Kim Shin, Wang Yeo mengaku  tidak menemuinya, menurutanya Merindukannya telah menjadi hukuman selama sembilan tahun terakhir.
“Intinya, aku selamanya akan menjadi pendosa. Bagaimana dengan Jiwa yang Hilang? Apa Kau sudah menemuinya?”kata Wang Yeo, Kim Shin mengaku sudah
“Dia tidak ingat, 'kan?” kata Wang Yeo, Kim Shin membenarkan menceritakan Eun Tak yang sudah jadi Radio PD.
Wang Yeo mengaku kadang mendengarkan acara radionya. Kim Shin meminta Wang Yeo memberitahu kalau mendengarkan siaranya karena ingin mendengarnya juga.  Tiba-tiba terdenga bunyi suara password pintu, Wang Yeo panik kalau itu Duk Hwa yang datang lalu menyuruh Kim Shin segera sembunyi. Kim Shin ikut panik langsung bersembunyi di balik sofa. 

Duk Hwa menyapa Wang Yeo dengan panggilan Paman Penyewa. Menceritakan kalau bertemu orang aneh di kantor hari ini dan agak bingung. Jadi ingin melihat keadaannya. Wang Yeo mencoba untuk tetap tenang agar tak terlihat panik.
“Tapi Paman Penyewa, Jika kau pamanku, kau itu harusnya 'paman'.Tapi kenapa Paman, jadi paman penyewa?Kalau dipikir-pikir, kapanPaman Penyewa tinggal disini?” ucap Duk Hwa yang tak mengingatnya.
“Kau tahu sendiri isi kontrak sewa rumah ini...” ucap Wang Yeo berusah menjelaskan dengan gugup, Duk Hwa melihat ada dua botol bir berpikir kalau ada tamu yang datang.
“Aku memang suka minum 2 bir di tangan sekaligus.” Kata Wang Yeo berdalih meminum dua botol bir.
“Lalu ... kaki apa itu yang ada di belakang sofa?” tanya Duk Hwa yang bisa melihat seseorang yang bersembunyi. 

Akhirnya Kim Shin pun keluar dari persembunyian dengan seolah-olah baru melihat sofa yang bagus. Duk Hwa kaget melihat orang aneh yang tadi dan sadar kalau sudah potong rambut. Kim Shin mengaku kalau menyukai rambutnya, juga tujuanya dan sebagai teman Wang Yeo, Wang Yeo langsung menyela kalau Kim Shin akan segera pergi.
Kim Shin melirik sinis, Wang Yeo melambaikan tangan mengaku merasa senag karena temanya sudah datang lalu menyuruhnya pergi.  Kim Shin pun akhirnya pamit pergi keluar dari rumah. Duk Hwa bertanya-tanya apakah  Paman Penyewa bagian dari rahasia kelahirannya.
Lalu terdengar suara bantingan pintu dilantai atas, Duk Hwa bisa mendengar dengan jelas dibuat binggung karena Kim Shin keluar dari pintu depan.  Wang Yeo mengaku tak mendengarnya tapi Duk Hwa yakin baru saja mendengarnya. Wang Yeo akhirnya meminta agar Duk Hwa menatap matanya.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar