Senin, 23 Januari 2017

Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 23 Part 2

PS : All images credit and content copyright : SBS
Na Ri memilih duduk dibangku depan, Hwa Shin melihat Na Ri masih ada dirumahnya mendekat dengan menyuruh agar segera pulang. Na Ri tak peduli memilih untuk membaringkan dirinya, lalu memuji kalau Hwa Shin memang luar biasa karena harga dirinya begitu tinggi dengan mengangkat jempolnya.
Kau sungguh kejam dan Kau memang sesuatu. Aku sudah mencoba yang terbaik sampai saat ini. Jangan sampai kecewa. Aku Sudah cukup berusaha keras mempertahankanmu. Jangan bergosip di belakangku bahwa aku udah membuatmu terluka atau semacamnya. Jangan menyumpahiku. Baiklah. Kita akhiri sampai di sini.” kata Na Ri
Hwa Shin menyuruh Na Ri untuk pulang, Na Ri mengulang perkataan untuk mengakhiri semuanya sekarang.  Hwa Shin menyuruh Na Ri pulang karena bisa mati kedinginan, Na Ri pikir lebih baik mereka melupakan semuanya, lalu bertanya maukah Hwa Shin membuatkan ramyun terakhir untuknya. Hwa Shin tak percaya Na Ri mengatakan yang terakhir.

Na Ri membenarkan, Hwa Shin langsung menolaknya. Na Ri bertanya apakah  Hwa Shin itu tidak suka kata "terakhir", ramyun itu, atau tidur bersama. Hwa Shin hanya diam saja. Na Ri pun memilih tidur kembali memilih untuk tak membahasnya lagi. Hwa Shin berteriak menyuruh Na Ri untuk pulang.
Kita kan sudah putus. Jangan memedulikan aku dan masuk saja sana.” Ucap Na Ri kesal, Chi Yul baru pulang melihat kakaknya ada diseberang rumah. Bertanya Apa yang dilakukan di sana.
Kau sudah lihat, kan? Noona-mu menempel terus padaku. Jadi Singkirkan dia dariku.” Ucap Hwa Shin marah lalu masuk ke dalam rumah
“Hei... Beraninya kau mengatakan itu pada seorang wanita.” Teriak Chi Yeol seperti ingin melompat, Na Ri memarahi adiknya seperti tak ingin membuat hubungan makin kacau. 

Sung Sook dan Ja Young baru saja menuruni tangga, mulut Sung Sook langsung melongo melihat sosok orang yang ada didepanya. Kim Rak mengunakan setelan jas dan terlihat sangat tampan, lalu menyapa keduanya bertanya apakah mereka akan berkerja. Keduanya mengangguk.
“Apa Kau akan pergi ke suatu tempat?” tanya Sung Sook, Kim Rak membenarkan kalau Ada urusan bisnis.
Kita bertemu nanti malam di hotel.”ucap Kim Rak, Ja Young mengerti lalu Kim Rak pun pamit lebih dulu dengan menaiki mobilnya.

Setelah Kim Rak pergi Sung Sook bertanya  Apa yang akan keduanya lakukan di hotel. Ja Young pikir pergi lebih dulu untuk mengetahuinya. Sung Sook tak percaya keduanya sudah pergi ke hotel dan melakukan segalanya, lalu memperingatkan agar berhati-hati, jangan sampai gosip menyebar.
Kau hanya perlu menutup mulutmu. Sekarang Kau akan makan malam sendirian. Aku membuatkan sup kesukaanmu, dan meletakkannya di kulkas. Jangan makan sembarangan hanya karena kau sedang sendirian. Jadi Makanlah dengan baik. Kau bisa Panaskan supnya, mengerti? Kau tahu cara memanaskannya, kan?” ucap Ja Young
Tidak bisa! Aku tidak suka kau berkencan. Aku merasa bosan dan merasa seperti kehilangan kau karena Chef.” Teriak Sung Sook, Ja Young merasa Sung Sook sedang mengejeknya sekarang.
Aku tidak akan memanaskannya! Aku tidak tahu caranya!!! Aku tidak mau memakannya!!! Kenapa kau berubah drastis?!!”teriak Sung Sook lalu beranjak pergi, Ja Young heran melihat tingkah seniornya itu.
Hei Aku baru saja berkencan. Tidak bisakah kau membantuku saja?” keluh Ja Young

Hwa Shin dan Na Ri dipanggil oleh Direktur Oh diruangan. Direktur Oh memberitahu kalau mereka berdua  siaran bersama untuk slot pukul sembilan malam.  Hwa Shin kaget dan langsung menolak siaran dengan Na Ri, Direktur Oh memberitahu kalau ini perintah dari Presdir dan Hanya untuk satu minggu.
Sung Sook pasti akan mengamuk.” Ucap Hwa Shin
Presdir mengatakan bahwa jika kami ingin menggunakan pengganti sementara, maka kalian berdua yang harus melakukannya. Kalian berdua menjadi topik pembicaraan hangat seantero negeri, rating kemungkinan akan melonjak. Apa Kau mau aku menjelaskan lebih jauh?” ucap Direktur Oh, Hwa Shin tetap menolaknya.

Aku tidak sedang menawarkan, tapi memerintahkan. Dan, kenapa kau egois sekali? Ini kesempatan bagus untuk Na Ri dan cara yang bagus untuk memulihkan kredibilitasnya setelah insiden pemilihan walikota kemarin. Sung Sook pun menolak siaran bersamamu Jadi Dia akan cuti selama seminggu.”tegas Direktur Oh
Na Ri pun dengan membungkuk  berjanji pada Direktur Oh  akan melakukan yang terbaik dan Terima kasih untuk kesempatannya. Hwa Shin tetap tak mau melakukanya. Direktur Oh tak peduli menyuruh keduanya keluar saja. 


Keduanya pun keluar, Hwa Shin memperingatkan Na Ri kalau tidak akan pernah bisa menikah. Na Ri binggung kenapa tak bisa menikah. Hwa Shin menjelaskan  Jika Na Ri siaran slot tersebut bersamanya maka ,orang-orang yang sebelumnya tidak tahu pun akhirnya akan menyadarinya.
Perusahaan hanya menggunakan kita untuk menarik perhatian.” Kata Hwa Shin
“Apa Kau tidak menganggapku layak untuk posisi tersebut?” kata Na Ri
Aku akan melakukan yang terbaik meski hanya untuk seminggu.” Ucap Hwa Shin, Na Ri sudah mengetahuinya.
“Tapi Ini masih terlalu dini untukmu. Jika kau terlalu menonjol, maka  akan lebih banyak panah yang mengarah padamu. Hal itu bebahaya.” Kata Hwa Shin khawatir
Aku mencapai posisi saat ini susah payah jadi hal itu juga tidak membuatku takut.” Balas Na Ri
Hwa Shin menegaskan kalau ia sedang tak bercanda, Na Ri juga mengaku kalau bicara serius, dan Hwa Shin mengingatkan kalau mereka sudah putus. Na Ri pikir Hwa SHn  bersikap seolah peduli padanya dan  apakah itu sebabnya mengungkit tentang pernikahan lalu mundur dari kesempatan yang ditawarkan padanya, ia tak habis pikir Hwa Shin bisa sekejam itu padanya.
Aku mengidap kanker payudara, dan aku juga tak bisa memiliki anak,  Jangan lupakan itu. Apa kau bodoh? Jadi Pikirkanlah.” Kata Hwa Shin
Kau semakin ketertaluan saja. Ada apa dengan sikapmu ini?” ucap Na Ri heran 


Hye Won dkk datang menemui Na Ri, Soo Jung mengatakan  menolak menjadi pengganti dan penyiar lainya memberitahu kalau ia yang akan siaran berita pagi dan Na Ri tidak akan bisa mendapatkan posisi itu kembali, jadi tidak akan membiarkannya. Na Ri menatap Hye Won, Hye Won pun mengucapkan “Semoga berhasil.” Na Ri pun mengucapkan terimakasih pada semua teman sesama penyiar. 

Hwa Shin datang ke ruang siaran, mengejek Sung Sook yang terlihat sedih karena tak cocok denganya. Sung Sook bertanya apakah Hwa Shin tahu kenapa ia menolak siaran pukul sembilan malam bersamanya. Hwa Shin mengatakan kalau Sung Sook sudah mengenalnya saat ia masih remaja  jadi masih menganggapnya seperti itu. Sung Sook  membenarkan.
“Jadi Mana mungkin aku bisa siaran bersama seorang remaja?” kata Sung Sook lalu berdiri dari tempat duduknya, Hwa Shin melihat Sung Sook yang sedikit limbung lalu menyuruhnya agar Berdirilah dengan tegak.
Aku tahu isi kepalamu. Kau tidak akan membiarkan ini hanya berlangsung selama satu minggu. Kau ingin di posisi ini seterusnya, kan? Dan Kau menganggap ini sebagai kesempatanmu.” Ucap Sung Sook
Bukankah seharusnya begitu? Seorang bintang lahir dari situasi semacam ini.” ucap Hwa Shin, Sung Sook pun mengangguk mengerti.  

Ja Young dan Kim Rak pergi ke hotel bersama,  wajah Ja Young terlihat panik dan gelisah. Kim Rak meminta agar jangan takut karena kakaknya itu tidak akan bisa menentanganya, Ja Young menahan sebentar karena akan harus ke toilet. Ja Young pun mempersilahkan dan memilih untuk masuk lebih dulu. 

Ruangan siaran, Na Ri melepaskan otot di mulutnya agar tak salah baca berita, Direktur Oh memberitahu kalau ini siaran pertama mereka. Bumper berita malam SBC pun terlihat.  Dong Jin memberitahu 10 detik lagi siaran langsung.
Dunia tidak akan dapat mengubah berita, namun berita mampu mengubah dunia. Bersama dengan Berita Malam SBC, Saya Lee Hwa Shin.
Selamat malam, Saya Pyo Na Ri.
Sung Sook yang melihatnya merasa itu bagus dan tegas, Direktur Oh juga setuju. 

Nyonya Kim sudah duduk bersama adiknya bertanya seperti apa wanita itu dan apakah memang benar menyembuhkan aseksualitasnya, karena ia  sangat bersemangat sampai berlari datang dan ingin tahu apakah usianya masih muda. Kim Rak mengaku kalau masih muda.
Dia lebih muda darimu, Noona.”akui Kim Rak, Saat itu Ja Young datang menyapa seniornya, Nyonya Kim tersenyum menyapanya lalu bertanya apa yang lakukan di sini?
Sapalah dia.... Dia wanita terseksi bagiku.” Kata Kim Rak, Nyonya Kim melonggo tak percaya mendengar pengakuan adiknya. 

Mantan Presdir Grup D, Kang Yong Jae, dinyatakan bersalah dalam penimbunan pajak  dan tidak memberikan gaji terhadap karyawan. Gaji yang harus dia bayarkan untuk seorang karyawan sekitar 4,000,00 won.” Ucap Hwa Shin
Namun dia memotongnya dari 4,000,000 menjadi 3,800,000 won. Dia... “ kata Na Ri yang langsun dipotong oleh Hwa Shin
Apakah dia sedang menimbun berlian sekarang? Kami menemukan bahwa...” kata Hwa Shin sengaja membuka semuanya
Dong Jin panik begitu juga Direktur Oh karena dilur dari naskah berita, Hwa Shin berkomentar kalau Tuan Kang menjadikan Akhir pekan dan hari libur nasional dimasukkan dalam hari kerja dan menyindir seperti  kerja rodi. Dong Jin berteriak agar Na Ri bisa memotongnya.
“Pekerja kontrak dibayar 100,000 won. Membutuhkan waktu sangat lama bagi mereka untuk mendapatkan pembayaran yang layak.” Ucap Na Ri tapi Hwa Shin kembali bicara, Na Ri ingin menyenggolnya tapi tanganya tak sampai.

Presdir Kang semestinya...  diperiksa atas. pembelanjaan tas mewah... Saya rasa dinas pajak harus menghitungnya juga.  Demikian berita malam SBC.” Ucap Hwa Shin menyelesaikan tugasnya.
Kenapa dia harus melakukan ini padaku?  Kau bisa melakukan ini pada PD lain.” Teriak Dong Jin kesal
Na Ri pun mengucapkan Kerja bagus. Hwa Shin bertanya apakah pendapat Na Ri dirinya itu masih tetap kejam. Sung Sook mendekati Hwa Shin berkomentar berita tadi  bagus dan mengesankan, tapi jangan melewati batas.
Kalau kau terlalu ngotot, kau hanya akan berakhir bersimbah darah [hancur].” Kata Sung Sook memperingatinya
“Hei... Kau akan kehilangan seluruh iklan dari Grup D. Apa Kau mencoba untuk dipecat di hari pertama bekerja?” ucap Direktur Oh
Kalau memang harus begitu, biar saja aku dipecat.” Kata Hwa Shin seolah tak peduli. Direktur Oh pun memilih untuk meninggalkan saja. 


Na Ri keluar dari tempat laundry membawa selimut, si paan heran karena Selimut ini masih baru. Tapi Na Ri pikir selimut baru harus dicuci sebelum dipakai lalu kelua dari melihat Hwa Shin baru pulang. Hwa Shin kesal Na Ri yang mengikutinya, Na Ri dengan wajah ketus pun berjalan didepa karena tak mengikutiya, tapi keduanya akhirnya ada didepan rumah Hwa Shin.
Ini penanak nasi untuk kita gunakan bersama. Setrika yang kubeli kemarin, untuk menyetrika pakaianmu. Lalu Ini selimut kita. Masih baru, tapi aku sudah mencucikannya di binatu, jadi bisa langsung kau gunakan.” Ucap Na Ri memperlihatkan barang yang dibawanya.
Kau bilang akan mengakhiri segalanya. Lalu apa semua ini?” ucap Hwa Shin, Na Ri tak ingin membahas karena akan pamit pergi.
Bukankah penanak nasi baru itu untukmu?” ucap Hwa Shin, Na Ri mengatakan bukan karena Ibunya sempat menggunakannya, jadi tidak mungkin untuk dijual, jadi akan menggunakannya untuk 10 tahun ke depan.
Ayo kita putus. “ ucap Hwa Shin tetap mengajak mereka untuk putus.

Kau tidak memiliki barang-barang ini sama sekali. Kau bahkan tidak punya selimut. Jadi b isa Gunakan selama kita tinggal bersama. Ini semua hadiah pernikahan yang bisa kuberikan padamu.” Kata Na Ri
Aku tidak akan menikahimu.” Tegas Hwa Shin
Na Ri tak percaya Hwa Shin tak mau menikah, lalu meminta agar lupakan segalanya dan pamit pergi. Hwa Shin pun bertanya apa yang akan dilakukan dengan barang-barang itu. Na Ri mengatakan kalau akan memasak untuk Hwa Shin   dengan penanak nasi itu, menyetrika pakaiannya,dan tidur bersama di bawah selimut itu.
Hwa Shin kesa karena Na Ri itu seperti pembantu rumah tangga, Na Ri mengingatkan kalau kalau ia adalah seseorang yang memiliki cinta sepihak padamu selama tiga tahun lalu setelah itu mereka saling menyukai dan dan membicarakan pernikahan, kemudian mendadak, dicampakkan. Menurutnya, butuh waktu 30 tahun untuk mereka bisa putus.
Aku akan putus dengamu setelah 30 tahun berlalu, oke?” ucap Na Ri, Hwa Shin kesal sendiri karena Na Ri itu bodoh. 


Presdir Grup Buyoo Group, Choi Jang Goo, ditahan atas berbagai tuduhan kriminal... . Grup Buyoo memecat cukup banyak karyawan tetap mereka tahun lalu, kemudian mempekerjakan pegawai kontrak, dengan menggunakan alasan pendapatan yang menurun ucap Na Ri membaca berita dan disela oleh Hwa Shin
Sampai saat itu... perasan tulus dari hati yang terdalam untuk negeri ini, Grup Buyoo akan bekerja lebih keras.Berseberangan dengan yang kita pikirkan saya rasa, Presdir Grup Buyoo harus dilindungi.” Kata Hwa Shin
Dong Jin berteriak panik karena Hwa Shin kembali berulah dan meminta agar menghentikanya, berita malam pun selesai. Dong Jin menghela nafas kalau Hwa Shin  membuat siaran berita lebih menarik untuk disaksikan, tapi mempertaruhkan dirinya sendiri dalam bahaya.
Apakah menurutmu aku masih kejam?” kata Hwa Shin
Bagaimana bisa kau memotong bagianku seperti itu? Setidaknya, beri aku isyarat dulu dan Kau bisa membuatku terkena serangan jantung.” Keluh Na Ri, Direktur Oh langsung mendekati Hwa Shin dengan membanting naskah

Hei...  Bukankah perusahaan itu melakukan korupsi? Sudah kukatakan padamu sebelum kita siaran, kan? Saat kau membicarakan tentang Presdir Grup Buyoo, Presdir Choi, maka aku menyuruhmu memberikan ekspresi dingin. Bukankah aku sudah mengatakan padamu untuk menyiarkan kebenaran saja?” tegas Direktur Oh
Hwa Shin tak terima di minta untuk Ekspresi dingin dan merasa dirinya itu dianggap seperti pengering mesin cuci, lalu diminta Tanpa emosi dan memberitahu kalau ia bukan robot dan ia pun tak harus asal membaca naskahnya, menurutnya Direktur Oh seharusnya mengijinkan pembaca berita mengatakan apa pun  yang diinginkan, Direktur Oh bisa mengerti.
Sikap Presdir Choi tidak mungkin ditanggapi dengan ekspresi dingin. Bagaimana aku bisa mengabaikan fakta begitu saja? Direktur tidak memberiku posisi ini  hanya agar aku menjadi juru bicara yang manis.” Ucap Hwa Shin protes
Aku tidak menyuruhmu menjadi juru bicara semacam itu. Aku memintamuberhenti menusukkan garpu ke tenggorokanku[kiasan untuk berhenti membuat orang lain kehabisan kata-kata karena frustasi] dan Akan kurobek mulutmu jika kau terus seperti ini. Apakah itu yang kau inginkan?A Apa Kau pikir ratingnya akan naik?” kata Direktur Oh.
Na Ri hanya bisa diam mendengar atasanya yang marah, Direktur Oh pun memberitahu kalau perusahan itu akan memindahkan iklan ke siaran berita pagi, Jika Hwa Shin terus.... lalu akhirnya memohon sambil mengumpat kesal. Hwa Shin melepaskan earphonenya diatas meja. 


Hwa Shin pun berkerja melihat Pyo Bum sedang makan bakpao, lalu mengatakan ingin mencoba sedikit. Tapi Pyo Bum menjauhkan tak ingin memberikan pada Hwa Shin untuk mencobanya. Hwa Shin mengumpat Pyo Bum itu pelit lalu pergi ke dalam minimarket,
“Hei.... Adik ipar.....” ucap Hwa Shin, Pyo Bum langsung menengok, Hwa Shin terlihat kaget.
Adik ipar, boleh aku minta sedikit?” kata Hwa Shim, Pyo Bum langsung menyodorkn bakpaonya, Hwa Shin pun duduk disamping Pyo Bum mengigit bakpao, tak lupa mengucapkan terimakasih. 

Na Ri datang, melihat keduanya terlihat akrab lalu memanggil Pyo Bum karena tidak akan menyapanya. Pyo Bum hanya diam saja, Na Ri pun duduk disamping adiknya bertanya pada Hwa Shin karena benar-benar penasaran
emana kau pergi selama seminggu kemarin? Di mana kau berada dan apa yang kau makan? Apakah kau hanya bertindak serampangan?” kata Na Ri benar-benar penasaran, Hwa Shin menatapnya. 

Flash Back
Hwa Shin pergi ke makan kakaknya Lee Joong Shin, lalu memberikan soju dan esok harinya terbangun di dalam mobil membersihkan makan kakaknya. Ia juga makan kimbap didalam mobil, setelah itu berbaring didepan makam kakaknya dengan menatap langit.
Saat itu seseorang datang, Hwa Shin kaget melihat Jung Won yang datang menemuinya. Keduanya pun minum bersama didepan makam. Hwa Shin bertanya bagaimana Jung Won bisa tahu keberadaanya. Jung Won mengaku Tidak sengaja, dan mencarinya kemana-mana tapi secara tidak sengaja menemukan ditempat kakaknya. 
 Kurasa, aku lebih menyukaimu dibanding menyukai Na Ri.” Akui Jung Won
Apakah kau sedang menyatakan cinta padaku?” ejek Hwa Shin
Aku...mengira bahwa diriku yang paling kesepian di dunia ini, tapi saat aku melihat kau meninggalkan stasiun tv pada hari itu, kurasa kau lebih kesepian dibanding diriku. Kau bukan lagi orang yang ku kenal. Aku menyaksikan betapa besar dan tulus, cinta yang kau miliki untuknya. Kau... membuatku menyerah. Aku akan memperlakukanmu sebagai seorang teman baru mulai saat ini. Apakah tidak masalah?.” kata Jung Won 


Hwa Shin mengaku bermain dengan Joong Shin dan seorang teman. Na Ri binggung siapa yang dimaksud temanya Hwa Shin mengatakan seorang teman baru, Na Ri merasa merkeatidak pernah menghabiskan waktu bersama sejak siaran  untuk slot pukul sembilan malam dan mengajak mereka berkencan dan hanya mereka berdua saja.
Bukankah kita sudah putus?” kata Hwa Shin
Ya, mari kita kencan sebagai rekan kerja. Harmonisasi kita buruk karena tidak pernah menghabiskan waktu bersama.” Ucap Na Ri, Pyo Bum berada ditengah-tengah melihat bergantian pada Hwa Shin dan Na Ri yang adu mulut.
Siapa yang bilang begitu?” kata Hwa Shin, Na Ri menjawab itu dirinya.
Aku memiliki amarah yang meletup terhadapmu. Ayo kita makan bersama. Kau belum makan, kan? Ikut aku agar aku bisa memasak.” Kata Na Ri
Hwa Shin menolaknya dan akan pergi, Na Ri mengambil bungkusan yang dibawa oleh Hwa Shin yang membeli beberapa botol bir. 


Di ruangan Direktur Departemen Berita, telp terus berdering. Direktur Oh baru masuk  bersama dengan Sung Sook, lalu memberitahu kalau itu Predir yang menelp dan meminta agar Sung Sook menjauh tapi Sung Sook dengan sengaja menekan loud speaker.
Apa yang sedang kau lakukan? Apa Kau tahu berapa banyak iklan yang mundur gara-gara Lee Hwa Shin? Singkirkan dia dari siaran berita, mutasi dia sebagai koresponden.” Teriak Presdir, Direktur Oh dan Sung Sook saling berpandangan dengan wajah terkejut. Saat itu spanduk besar Hwa Shin pun diturun dari depan gedung. 

Na Ri membuatkan sup lalu mengajak Hwa Shin untuk makan, Hwa Shin mencobanya dan memuji rasanya itu enak. Na Ri tak percaya lalu ikut mencobanya, menurutnya Terasa hambar tapi Hwa Shin menyukaina jadi akan membuatnya seperti ini mulai sekarang.
Kita tidak perlu memiliki anak, Apa kau tahu? Kita sudah punya satu. Na Ri akan menjaga Hwa Shin.” Ucap Na Ri, Hwa Shin menyuruh Na Ri agar segera menutup mulutnya.
Bagaimana kau bisa makan kalau menutup mulut?” keluh Na Ri, Hwa shin menyuruh Na Ri membuka mulut hanya saat makan saja
Apakah kita benar-benar sudah berakhir?” tanya Na Ri, Hwa Shin membenarkan, Na Ri menyayangkan.
“Oh.. Yah. jaga ekspresi wajahmu selagi siaran berita. Jangan memikirkan aku terus.” Ucap Hwa Shin
“Tapi, kau membuatku memikirkan dirimu dan kau Berhenti membuat komentar kontroversial. Apa kau tidak dengar bahwa iklan dari pusat perbelanjaan lepas? Jika terus begini, maka kau juga bisa kehilangan pekerjaan.” Balas Na Ri,

Hwa Shin yang kesal membanting sendoknya, Na Ri bersikap baik mengajak makan dulu, setelah itu membahas soal pekerjaan setelah itu. Hwa Shin meminta Na Ri mengingat perkataan kalau  Seorang pembaca berita hanya perlu peduli tentang penonton. Jika memedulikan hal lain, aka akan kehilangan kepercayaan penonton. Saat itu terjadi, maka Na Ri akan kehilangan segalanya sebagai seorang pembaca berita.
Menjengkelkan sekali.  Apa kau harus membahasnya selagi makan malam?” keluh Na Ri yang ganti membanting sendoknya.
Kau terpesona padaku saat aku mengatakan hal seperti itu.” ucap Hwa Shin, Na Ri seperti tak menyadarinya.
“Aku Belum selesai. Seluruh wajahmu mengisyaratkan bahwa kau begitu menyukaiku. Tapi apa Sekarang kau merasa terganggu denganku?” ucap Hwa Shin Sinis
Na Ri pikir dirinya itu tak sebuta itu, lalu negaskan kalau Hwa Shin tidak ingin mendengar ia yang mengatakan bahwa Hwa Shin mengganggu sekali meski mereka sudah berpisah. Hwa Shin memilih untuk minum soju, Na Ri memberikan ikan teri pada mulut pacarnya, Hwa Shin mengeluh karena  paling benci ikan teri. Na Ri menyuruh Hwa Shin memakanya karena bagus untuk kesehatan dadanya.

Hwa Shin menolak dengan membuangnya,  Na Ri kesa Hwa Shin yang tidak pernah mendengarkannya, Hwa Shin pikir untuk apa harus mendengarkan Na Ri karena ia bahkan tidak pernah mendengarkan Ibunya. Na Ri meminta agar mulai sekarang mendengarkan mereka berdua. Hwa Shin terlihat kaget.
Bahkan saat kau siaran berita. Setiap kali aku hendak membuat sebuah komentar, maka kau menyela. Apa kau tahu betapa malunya aku setiap kali kau melakukannya? Apakah kau pengemudi ugal-ugalan? Apa Kau baru belajar mengemudi?” ucap Na Ri menyindir
Kau yang baru belajar mengemudi dan Aku yang ugal-ugalan.” Balas Hwa Shin
Keduanya sama berbahaya. Kau akan mendapat masalah jika menjadi terlalu arogan. Seseorang yang baru belajar mengemudi lebih baik, karena mereka berhati-hati, sehingga tidak menimbulkan kecelakaan besar. Di saat seperti ini,  kau tampak lebih buruk dari Reporter Park.” Kata Na Ri

Beraninya kau membandingkan aku dengan bajingan itu. Apa Aku lebih buruk darinya? Bagaimana bisa? Dari sisi mana? Tidak masuk akal.” Ucap Hwa Shin tak terima
Dia memang tidak menghargai rekannya, tapi dia tidak pernah menginterupsi saat aku mencoba bicara. Setiap aku akan siaran denganmu, maka aku sangat gugup. Jantungku seolah akan berhenti berdetak dan Kau akan membuatku terkena serangan jantung.” Akui Na Ri
Itu sebabnya aku menyuruhmu tidak menerima posisi itu! Kau tidak akan bisa mengatasinya. Bukankah aku sudah mengatakannya padamu?” kata Hwa Shin
Na Ri menanyakan alasannya ia  yang harus mundur, menurutnya Hwa Shin yang harus berusaha bekerja sama dengan baik bersama rekan kerjanya, dan mengejek kalau Hwa Shin itu dictator. Hwa Shin menyuruh Na Ri menutup mulutnya, Na Ri terus mengejek Hwa Shin itu seperti  seorang tiran [penguasa kejam] Hwa Shin berteriak  menyuruh Na Ri diam dan menutup mulutnya. 

“Apa Kau pikir itu membuatmu terlihat keren?” teriak Na Ri marah, Hwa Shin tak tahan langsung mencium Na Ri.
Saat itu terdengar suara Chi Yul memangil kakaknya, Na Ri panik karena adiknya itu datang karena tahu Hwa Shin tahu takut pada menyuruhnya agar bersembunyi. Hwa Shin malah binggung kenapa ia harus bersembunyi. Na Ri menarik Hwa Shin agar berbaring diatas tempat tidur dengan menarik selimutnya.
Chi Yul terlihat masih kesusahan membuka pintu yang macet, Na Ri siap-siap duduk dengan menyembunyikan gelas dibawah meja. Chi Yul akhirnya bisa masuk rumha lalu melihat kakaknya dan bertanya apakah minum sendirian, Na Ri membenarkan.
Bukankah kau pergi ke perpustakaan dengan Dae Goo?” kata Na Ri melihat adiknya masuk rumah dan menyembunyikan mangkuk nasi.
Aku lupa membawa kunci.” Ucap Chi Yul lalu menyuruh kakaknya untuk tidur setelah mengambil kunci dari kamarnya. Hwa Shin mendengarkan dari balik selimut.
Aku suka sendirian dan sudah melewati hari-hari yang berat belakangan ini.” ungkap Na Ri, Chi Yul memakai sepatunya kembali dan melihat sepatu pria didepan rumah, dengan wajah sinis menutup pintu lalu pamit pergi.

Na Ri langsung mendekati Hwa Shin meminta maaf dan menanyakan keadaanya dengan merapihkan rambutnya. Sebelum Hwa Shin turun Na Ri menahanya meminta agar menatapnya, lalu menanyakan alasan Hwa Shin tadi menciumnya, Hwa Shin mengaku Na Ri itu membuatnya frustasi, jadi melakukan itu hanya ingin membungkam mulutnya.
Apakah pasangan yang sudah berpisah tetap boleh berciuman?” tanya Na Ri, Hwa Shin menjawab tak tahu. 
“Apa Kau mau tidur denganku?” kata Na Ri, Hwa Shin hanya menatapnya. Na Ri akhirnya meminta agar Hwa Shin bisa tidur denganya.
Benarkah? Apakah tidak masalah?” ucap Hwa Shin tak percaya, Na Ri pikir sudah mengatakan beberapa kali.
Apakah tidak masalah kalau aku tak bisa memilih anak?” ucap Hwan Shin, Na Ri menegaskan kalau tak masalah.
Hwa Shin tak percaya akan turun dari tempat tidur, Na Ri mendorongnya meminta agar Hwa Shin percaya padanya. Tapi Hwa Shin tetap tak percaya ingin menolaknya. Na Ri berjanji akan mulai akan menjaganya. Hwa Shin tetap menolaknya, Na Ri heran Hwa Shin terus menolak dan mulai membuka mantelnya, lalu meminta tolong Hwa Shin karena tak bisa mengeluarkan kepalanya. 
Kenapa kau selalu saja mengenakan pakaian yang terlalu ketat?” keluh Hwa Shin membantu Na Ri membuka bajunya.

Na Ri pun hanya mengunakan pakaian dalamnya, Hwa Shin mulai mengelus rambut Na Ri, tapi merasa tidak bisa melakukannya. Na Ri kembali mendorong Hwa Shin memperingatkan agar  Berhenti bicara seperti itu, lalu memberikan ciuman di pipinya. Hwa  Shin bertanya apakah Na Ri pikir ia sungguh mampu membuatnya bahagia. Na Ri meminta Hwa Shin tak perlu jual mahal lagi dan memberikan ciuman pada pipi kanan.
Hwa Shin tetap mengatakan tak akan menikahi Na Ri, Na Ri tersenyum lalu meminta agar mengangkat tanganya, Hwa Shin mengangkat tanganya. Na Ri menarikan kerah mantel Hwa Shin sampai ke mulut dan mencoba menariknya. Hwa Shin menegaskan tak akan menikahinya, Na Ri tak peduli dan berusaha membuka baju Hwa Shin.   Akhirnya Hwa Shin pasrah membiarkan agar membuka bajunya sendiri. Na Ri sempat memalingkan wajah malu saat Hwa Shin bertelanjang dada. 

Na Ri buru-buru menutup dengan selimut karena malu dan berbaring bersama Hwa Shin diatas tempat tidurnya. Hwa Shin meminta agar Na Ri jangan mengunakan kaos yang berkerah panjang dan ia juga tak akan memakainya lagi karena sulit melepaskanya. Na Ri hanya bisa tersenyum.
“Apa Kau yang menang atau aku yang kalah?” ucap Hwa Shin
Kita sudah menyatu” kata Na Ri, Hwa Shin pun mulai menciumnya
Jangan menghilang sendirian lagi.” Ucap Na Ri, Hwa Shin menjawabnya dengan ciuman
Kau harus makan ikan teri.” Kata Na Ri, Hwa Shin tertawa lalu menganguk dan kembali menciumnya

Na Ri meminta agar Hwa Shin juga harus tidur dengan baik. Hwa Shin pun mencium Na Ri dengan segenap rasa cintanya dan terlihat celananya pun jatuh dari atas tempat tidur. 
bersambung ke episode 24 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted       

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar