Kamis, 26 Januari 2017

Sinopsis Chief Kim Episode 1 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
“Pada saat dinasti Joseen pada Periode Sukjong Period, ChoongChong banyak sekali perampol. Jo Jung  mencoba untuk melakukan perundingan yang terbaik dengan mereka tapi selalu dikalahkan. Suatu hari seorang pemain hanggar telihat dan pria itu benar-benar sesuatu”
Pria dengan wajah Kim Sung Ryong di zaman joseon terlihat melawan semua perampok.  Si pria akhirnya bisa memotong leher kelapa perampok  dan seharusnya mendapatkan penghargaan. Tiba-tiba terdengar teriakan untuk menghentikanya.
“Hei... Kim, kau mengatakan apa?” ucap Si pria, Seorang berteriak kalau seorang pendosa itu harus malu.  Pria itu terlihat binggung dan tak mengerti.
“Nomor satu, tidak bertanggung jawab dan inefisiensi adalah nasib kelompok.” Terlihat banyak orang yang sudah terbunuh

“Nomor dua, represi yang berlebihan kriminal.Nomor 3, menggertak lebih dari yang sebenarnya diperlukan.Tak satu pun dari ini benar. Jawaban yang benar adalah benar-benar”
“Nomor empat, ketidakadilan keuangan. Bagian Keuangan ada selama Dinasti Joseon dan ada penasihat keuangan selama waktu itu.Setelah Raja Sejong, ada metode pencatatan transaksi mengenai properti pribadi seseorang dari kedua belah pihak, tapi setelah dipermalukan, pria ini memutuskanuntuk hanya merekam pengeluaran dan penghasilannya.” Jelas Ketua Kim
Ia menjelaskan alasan Karena bahkan jika  melakukan penipuan, itu hampir tidak terlihat. Namun, pada akhirnya pria itu terkena dan dihukum dengan melihat barang-barang yang dikumpulkanya. 


Kim Sung Ryong menceritakan  Selama waktu itu, seseorang tidak bisa hanya pergi dengan melakukan penipuan terhadap pemerintah akhirnya Minum semangkuk racun sekaligus dan algojo akan memukul bagian belakang lehernya. Dua pria yang mendengar cerita Sung Ryong terlihat takjub dengan pria tersebut.
“Tapi apa yang kau lakukan untuk hidup dengan seperti pengetahuan kelas tinggi?” tanya si pria heran
“Aku hanya orang yang mencoba untuk hidup” ucap Sung Ryong. Pria itu mengetahui Sung Ryong yang mengaku sebagai seorang guru matematika. Terdengar teriakan nama Kim Sung Ryong di panggil menyuruhnya keluar. Dua pria melihat Sung Ryong itu sangat keren.

Sung Ryong keluar dari sel penjara, Polisi langsung menyuruh Sung Ryong segra keluar saja. Sung Ryong binggung karena polisi yang telah menangkap seseorang untuk penyelidikan dan lalu sekarang menyuruhnya keluar. Padahal sebelumnya sudah membawanya pergi dan  menangkap orang karena berpikir bahwa mereka sedang merencanakan serangan teroris.
“Kau bahkan tidak meminta maaf dan apa kau berpikir akau hanya akan meninggalkan?” kata Sung Ryong tak terima, Polisi pun akhirnya meminta maaf.
“Ini Jauh lebih baik. Aku bisa merasakan ikatan manusia. Semoga harimu menyenangkan.” Kata Sung Ryong mengambil yakult diatas meja dan pamit pada dua pria yang masih ada dalam sel.

Sung Ryong dengan gaya tengilnya keluar, terdengar ketua polisi yang melihat Sung Ryong datang ke kantor polisi untuk diselidiki. Polisi menjelaskan kalau Sung Ryong berjalan sembarangan. Saat itu Sung Ryong sedang sibuk membuat buku catatan keuangan.

“Aku yakin satu ton debu akan jatuh dari dia jika kau mengguncang dia. Bahkan jika kau sedang terburu-buru, itu semua kesalahan orang itu. Aku menangkapnya di muka dalam ketakutan bahwa ia akan menjalankan dengan catatan keuangan. Geesh!” kata Ketua polisi merasa tak rela Sung Ryong dilepaskan begitu saja. 

Terdengar teriakan seorang pria memanggil Kepala Kim, Seorang pria bertanya kenapa datang ke kantor polisi dan merasa kalau pasti sangat menderita dengan memberikan pukulanya merasa seharusnya polisi tak berani melakukanya ini pada Sung Ryong.
“Aku akan membantu mumendapatkan semua dari hatimu yang tulus, Ketua Kim.” Kata Si pria. Sung Ryong langsung meminta agar membuang botol yakultnya. Anak buah yang menerima terlihat kesal dan manggil polisi patroli agar membuang sampahnya. 

Mereka menyanyikan lagu fire dengan menari-nari dalam ruangan karaoke. Si pria merasa kesal karena polisi yang tiba-tiba datang untuk menangkap Kepala Kim. Sung Ryong pikir polisi  telah mempersiapkan benar-kali ini. Tetapi tetap saja mereka tidak tahu apa yang baik untuk melakukanya.
“Mereka tidak bisa menyingkirkan orang yang menyimpan pergi miliaran wons. Mereka mencoba untuk menyingkirkan orang-orang seperti kita yang menjalankan club dan toko.” Ucap Si pria merasa bisa mengalahkan polisi apabila menyuruhnya datang.
“Tapi kau tahu, kau lahir dengan grit. Aku tidak tahu apakah kau bisa mempelajarinya.” Kata Sung Ryong lalu tertawa bahagia sambil bersualng.
Sung Ryong pulang dengan menyapa “Hurra.” Pada bendera swiss, lalu membanting tubuhnya di tempat tidur dengan membawa sebuah tamborin.

Di tempat latihan memukul Baseball, Yoon Ha Kyung bisa terus memukul dan terlihat merasa sangat puas. Pukul 11 lewat 15 menit, dalam ruangan bawah tanah terlihat masih ada kesibukan kerja. Satu orang saja yang tertidur di bangku sambil mendengkur, Choo Nam Ho.
Ha Kyung membangunkan Manager Choo agar pulang kerumah saja dan tidur. Ia lalu bertanya pada Lee Jae Joon, apakah  sudah menyelesaikan total deposito dari kuartal ketiga dan keempat dari tahun lalu. Jae Joon si pria berkacamata mengatakan belum belum melakukanya.
Ia bertanya pada He Jin dan Gi Yook serta Sang Tae, Ketiganya juga mengatakan belum. Semua terlihat kesal mendengar jawaban Sang Tae. Ha Kyung mengatakan kalau tak ada yang mereka lakukan maka  akan tinggal di sini sepanjang malam sampai menyelesaikannya. Semua langsung mengeluh mendengarnya.
“Kepala saja mengambil liburan saat ini sibuk. Kami Tidak memiliki cukup banyak orang.” Keluh Hee Jin
“ Ini adalah pertama kalinya dalam 3 tahun bahwa ia mengambil liburan. Jadi Mari kita memaafkan dia, mengerti?” kata Ha Kyung
“Oh, apa yang salah? Karena kadar gulaku menurun terus berubah ke auto. Apa yang salah dengan kalkulatorku ? Aku ingin melipatgandakan tapi tetap pemisah. Apakah karena tingkat gulaku menurun?” kata Jae Joon.
Ha Kyung memanggil Sang Tae, si pria kacamata bertubuh kurus untuk pergi ke kantin membeli makanan, semua terlihat bahagia. Manager Choo seperti ingin mengeluarkan dompet tapi kesusahan. Ha Kyung hanya tersenyum memberikan uang pada Sang Tea, semua pun memesan makanan. Saat Sang Tae pergi, Manager Choo baru bisa mengeluarkan dompet ingin memesan Sup iga sapi. 

Seorang pria seperti ada di dekat danau dalam mobil memdengar pesan suara darai ponselnya, kalau banyak yang menelp tapi tak diangkat olehnya. Seorang pria memperingatkan kepala Lee agar bisa mendengarnyaanya.
Kepala Lee terlihat kebinggungan dan melihat foto bersama keluarganya. Seorang kakek sedang berjalan dan dikagetnya dengan melihat sosok pria gantung diri lalu berteriak meminta tolong. Ambulance pun membawa kepala Lee ke rumah sakit
Ha Kyung baru masuk kantor melihat berita Kepala Lee yang ditemukan masih bernapas dan telah dipindahkan ke rumah sakit serta masih pingsan. Dan Polisi menemukan catatan bunuh diri di dalam mobilnya tapi belum menemukan alasan melakukan hal itu. Manager Choo dan Ha Kyung terlihat benar-benar shock 

[Kantor Jaksa Seoul Central District Public ]
Semua terlihat sibuk dalam ruangan, seorang pria bertanya kapan orang itu  meninggalkan seoul. Anak buahnya memberitahu pada pukul 16:30. Pria  terlihat kesal karena sepakat untuk menghubungi satu sama lain di pagi hari tapi kejadian seperti ini.
“Aku yakin Ketua Park merasakan sesuatu dan melakukan sesuatu tentang hal itu.” Jelas Anak buahnya
“Jika Kepala Lee tidak bangun. Aku tidak akan tinggal diam” tegas Si pria 

Seorang pria turun dari mobil, Tuan Park Hyun Do  berjalan memasuki lobby. Jo Min Young berjalan mengikutinya meminta maaf karena merasa  tidak berpikir bahwa jaksa akan membuat pilihan itu. Tuan Park terlihat tak mengerti maksud ucapanya.
“Aku menyuruhnya untuk menyerahkan diri dan mengarahkan orang untuk mengendalikan perusahaan. Saya minta maaf, Ketua.” Jelas Ko Man Geun.
“Tidak masalah. Pada akhirnya, hal ternyata menjadi lebih baik. Perusahaan ini berkembang Itulah sebabnya kami berkorban untuk perusahaan dengan melakukan pekerjaan semacam itu. Kita semua keluarga.” Jelas ketua Park terlihat spanduk besar bertuliskan “TQRISM, kekeluargaan- Family First” 

Manager Cho merasa kalau seperti omela  omelan tidak masuk akal. Hee Jin juga tak percaya Kepala Lee bisa melakukan hal itu. Tapi Jae Joon pikir mereka tak mungkin bisa tahu niat Kepala Lee karena bahkan keluarganya saja tak tahu. Won Ki Ok kalau memikirkan kalau Ketua Lee menunjukan akan terjadi sesuatu aneh.
“Kau salah. Dia membeliku makanan banyak, dan selalu mengatakan hal-hal baik padaku.” Ucap Sang Tae membela. Jae Joon pikir bisa  membelai makanan dan mengatakan hal-hal baik.
“ Lee Jae Joon, Kau  berhutang budi kepada Kepala juga.” Kata Ha Kyung membela.

Manager Choo mengajak mereka berhenti dan kembali berkerja saja,  He Jin melihat berita dari ponselnya, semua pun langsung melihat kecuali Ha Kyung. “Kepala akuntansi yang mencoba bunuh diri, setelah diam-diam diselidiki, terkena karena menggelapkan dana pemerintah dan perjudian ilegal.”
Song Tae tak yakin kalau Kepala Lee tidak melakukan apa pun yang menempatkan dirinya pada kerugian pada perjudian. Jae Joon yakin kalau mereka itu tidak akan pernah tahu tentang niat seseorang. Manager Choo langsung memukul kepala Jae Joon merasa anak buahnya itu  yang memiliki tampilan paling menjijikkan. Ha Kyung terlihat benar-benar shock mendengar tuduhan pada Kepala Lee. 


Sung Ryong tersenyum bahagia mengemudikan motornya, sampai seseorang yang menghadang jalanya. Si pria meminta agar Sung Ryong bisa melihat berkasnya, Sung Ryong mengaku kalau harus pergi bekerja. Pria itu memohon dengan menawarkan makanan Lobster, Seafood, Soup pedas.
“Apa Aku seseorang yang terobsesi dengan makan?” keluh Sung Ryong kesal 

Tapi akhirnya Sung Ryong makan semangkuk sup iga, sambil menjelaskan apabila tidak ingin menjadi penjahat, maka harus memperbaiki masalah membayar karyawanya  terlalu sedikit. Si pria merasa kalau itu tak bisa karena tak ada sisa uang untuknya, tapi merasa kalau memberikan bonus lebih baik kepada dirinya kalau kinerja bangu.
“Mengapa kau harus mendapatkannya kembali? Dengan Hanya memberikannya kepada karyawan. Mereka bahkan tidak membuat banyak” jelas Sung Ryong, Pria itu meminta agar memberikan cara yang lain.
“Aku akan memikirkan sesuatu. Silakan kirim salinan laporan pengeluaran ke kantorku” ucap Sung Ryong. Pria itu terlihat senang.
Sung Ryong akan pergi setelah makan, dua pria lainya menahan karena ingin melihat berkas yang mereka bawa juga.  Sung Ryong pikir  harus pergi bekerja. Si pria mengaku kalau situasinya berantakan dengan menawarkan minuman soda. 

Jaksa Seo Yool makan dengan nikmat sepotong paha ayam, terlihat pria duduk diam dengan wajah ketakutan. Seo Yool pun menawarkan akan pria itu makan, awalnya si pria menolak tapi dengan disodorkan kemulutnya tak bisa menolaknya. Seo Yool pun menawarkan lobak, si pria langsung mengangguk.
“Kau tidak mengatakan sepatah kata pun sepanjang malam, tetapi kau mengangguk ketika ditanya tentang lobak. Aku harus memberi makanmu dan berpura-pura mendengaku” ucap Seo Yool marah
“Pilih salah satu. Lebih baik  memberi kau file pada saham atau hanya tinggal di sini dengan kau makan ayam goreng sampai  mengaku. Pergi dan memohon untuk melanggar hak asasi manusiamu. Aku akan memperlakukan museperti manusia ketika membuat pengakuan.” Ucap Seo Yool duduk diatas meja.
Terdengar bunyi ketukan pintu, Seo Yool berteriak marah bertanya siapa yang datang. Juniornya masuk memberikan senyuman. 

Seo Yool keluar ruangan langsung menanyakan kenapa datang menemuianya. Juniornya pikir tak ada salahnya kalau seorang junior pada menemui seniornya, dengan memberikan minumnya.
“ Kau s berbicara buruk tentangku memanggilku "bayam" dan "gila." Jika kau  menginginkan sesuatu, cepatlah dan pergi” kata Seo Yool, Juniornya mengelek kalau bukan seperti itu maksudnya.  Seo Yool akan pergi juniornya menahanya.
“Tunggu, tunggu ... TQ Grup ... kau harus merebut dan pencarian, kan? Di Korea yang terbaik ... Aku meminta jaksa akuntansi perusahaan yangterbaik.” Kata juniornya.
“Aku pikir kau tebang terlalu tinggi.  Kau harus terbang sedikit lebih rendah untuk menemukan agak tulus. Kau bilang TQ Group? Ketika Anda kehilangan informan, itu game over. Apa Sekarang, dia koma?” kata Seo Yool merasa terlalu jauh.
Juniornya pikir kalau berada dibawahnya apakah akan membiarkanya, Seo Yool pikir kalau ia tak akan menciptakan situasi seperti ini, merasa kalau juniornya banyak menonton film-film barat. Ia measa  Dalam bidang ini, yang pertama menarik adalah pemenangnya, jadi mereka tidak dapat mengeluh tentang hal itu setelah menggambar itu terlalu lambat lalu mengambil botol minum milik juniornya dan pergi. 

Sung Ryong melihat buku catatan keuangan club berkomentar kalau sedang dalam lomba menulis, merasa kalau sedang menulis fiksi dalam buku keuangan, bahkan bisa melihat pikiran gemeta dan penulisan Jumlahnya yang bergetar. Manager terlihat tak percaya Sung Ryong bisa melihat hanya dari tulisanya.
“Ini terlihat menunjukkan banyak sekali. Jika kau akan untuk memanipulasi bukumu, maka kau harus sudah diberikan semua  dan melakukan pekerjaan yang bersih.” Ucap Sung Ryong, Pria itu langsung berlutut meminta maaf mengaku kalau seperti dirasuki hantu.
“Manager... Apa yang kau pikirkan adalah fitur yang paling indah dalam hubungan manusia? Apakah itu Kepercayaan, harapan, cinta? Tidak.. bukan itu tapi Hubungan berbagi. Sebaliknya, bagaimana hubungan tidak begitu indah?” kata Sung Ryong. Manager menjawab itu sebuah hubungan yang tidak berbagi

“Betul. Apakah kau ingin memiliki hubungan yang indah dengan ku atau tidak begitu indah?” kata Sung Ryong, Manager mengaku kalau akan menyenangkan untuk memiliki hubungan yang indah.
Sung Ryong pikir Manager tak mendengar sama sekali dan lebih baik dapat makan daging di sebuah kuil Buddha. Manager pikir akan memilih Sebuah hubungan yang indah. Sung Ryong melihat bahwa bel sudah  berdering dengan menganggapnya berjalan diatas hamparan bunga.
Manager merasa bersalah kalau melakukan kecurangan ini. Sung Ryong pikir itu seperti sdang trend di korea kalau mereka mencegat uang di tengah dan menganggap sebagai Surga untuk berselingkuh. Si pria seperti mengerti dan langsung berpelukan. 


Ketua seperti baru saja selesai olah raga melihat wajah anak buahnya seperti ingin menyampaikan sesuatu.  Si anak buah merasa kalau Atasanya itu  harus melakukan sesuatu tentang Kepala Kim ke depanya. Ketua binggung melakukan apa.
“ Kejadian yang terakhir kali...  Jika kantor Jaksa benar-benar memutuskan untuk mengejarnya, dia akan menceritakan semuanya untuk menyelamatkan kulitnya. Jika itu terjadi.. maka kau dan aku...” ucap anak buahnya khawatir
“Hei kau. Sung Ryong dan aku adalah saudara sedarah. Apa maksudmu pengkhianatan?” jelas Ketua tak percaya.

“Bos,  kau tahu bahwa Kepala Kim mencegat uang di tengah-tengah terjadi di sekitar setiap toko, kan?
“Tentu saja aku tahu itu semua bersama. Tapi untuk Kepala Kim untuk bekerja pajak perusahaan kami seperti itu ...Apakah kau mengatakan ini mengetahui itu sepuluh kali lebih dari apa yang ia mengambil?” ucap si ketua
Anak buahnya menjelaskan kalau itu berada diluar pikiran bos-nya,  karena Manajer pemasaran sadar Kepala Kim lebih dari Bos-nya bahkan banyak manager yang dipegang kelemahanya oleh Kepala Kim, sementara Bos-nya hanya dianggap seperti bebek lumpuh karena Kepala Kim  yang bertanggung jawab. Ketua terlihat marah mendengar memperingatkan agar menjaga bicaranya. Tapi saat masuk ruang ganti seperti memikirkan ucapan anak buahnya. 


Kepala Kim melihat layar ponselnya,  melihat angka [ 237.120.341, 230.000.000 ]  dan merasa sangat marah lalu bertanya Apakah ada cara hanya untuk mendapatkan lebih cepat. Akhirnya ia membaringkan diri dengan kesal kalau tak ada cara lagi. 

Pihak kejaksaan masuk ke dalam gedung TQ mengambil semua berkas dan masukan ke dalam kardus. Berita tersebar  bahkan Tim Investigasi Khusus Kantor Jaksa Distrik Pusat Umum 'dalam Pembukuan melihat penipuan akuntansi dan penggelapan pajak.
“Mereka pergi ke pencarian dan penyitaan TQ Group. cPenyelidikan ini dimulai dari laporan dari informasn.  Sebagian besar informasi dikenal handal.  Karena penyelidikan ini, citra TQ Group menjadi perusahaan distribusi besar jatuh dan mereka harga saham menurun. “
Ha Kyung dkk terlihat hanya bisa menghela nafas dengan semua arsip dalam komputer diambil oleh pihak kejaksaan dan bagian divisi pembukuan dan accounting dipertemukan dengan menyerahkan selembar kertas. Jaksa mengucapkan terimakasih atas kerja sama mereka. 


Manager pembukuaan menyalahakan ketua Lee yang membuat situasi seperti ini. Manager Choo tak terima menyalahkan ketua Leekarena semua ini lebih dari penipuan akuntansi, penggelapan pajak dan hal-hal lainya. Manager Pembukan melihat kalau Orang etika adalah kepala divisi akuntansi tentu saja akan ada masalah dengan perusahaan .. ada?
“Bukankan itu terlalu kasar!!  Secara logis, kau tidak melakukan penipuan akuntansi, penggelapan pajak investigasi lebih manajer akuntansi bermasalah. Dan sesungguhnya, jika kita berbicara tentang penipuan akuntansi ...Bukankah pembukuan masalah pembagian?” ucap Ha Young, Manager Choo setuju dengan hal itu. Manager Pembukuan tak terima Ha Young begitu kasar tanpa sopan santun ...
“General Manager Lee, Apa kita memiliki liburan keluarga untuk berkumpul? Mengapa kau berbicara tentang sopan santun?” ucap Manager Choo membela. Manager pembukan memberitahu kalau yang dimaksud adalah sub divisi.
“Kauu selalu berbicara tentang sub-divisi dan Tidak ada bukti bahwa di dalam struktur perusahaan.” Ucap Ha Kyung tak terima
Manager Pembukukan makin marah, anak buahnya menahan agar bisa menahan emosi. Manager Choo malah memarahi Manager Park yang berani bicara. Manager Pembukukan makin menyindir kalau divisi akutansi tak perlu memamerkan kehadiran tapi lebih baik  Bekerja pada pertumbuhan potensial lalu keluar dengan anak buah lainya.
Manager Choo kesal ingin mencolok lubang hidungnya, Anak buahanya menahan agar Manager Choo tak melakukan tindakan anarkis. 


Sung Ryong berada didalam kantornya mengeluh si brengsek yang sudah merusak seluruh perusahaan. Oh Kwang Sook binggung kenapa seoranga informan dianggap pecundang menurutnya itu pemberani. Sung Ryong pikir kalau mereka tak ingin dipusingkan, maka perusahaan Korea tidak bisa menghasilkan uang.
“Dia dibayar gajinya maka Dia baru saja melepaskan. Tidak tahu bagaimana berkompromi.”komentar Sung Ryong melihat berita. Kwang Sook sebagai sekertaris menawarkan kopi pada atasanya.
“Dan Korea selalu berbicara tentang masyarakat adil dan apa pun ... Mereka semua mengatakan itu, tapi mereka label informas sebagai pengkhianat dan berbicara buruk tentang mereka. Orang yang berpaling mereka adalah kalah.”keluh Sung Ryong kesal
Kwang Sook merasa Ada sesuatu yang ingin ditanyakan, yaitu Apa yang harus dilakukan untuk menipu tanpa menciptakan masalah untuk nantinya.  Sung Ryong menjelaskan yang Pertama, prinsip dan sikap harus berdiri di tempat tepat, menurutnya "Kau menipu dari uang orang lain yang korupsi dan mengambil uang kotor saja." Jadi tak mungkin dilaporkan polisi.
“Dan sikapmuJangan malas, kau harus bekerja keras secara konsisten. Sementara kau selalu terlambat untuk bekerja dan bermain-main dengan teman-teman melakukan SNS sepanjang hari, maka kau tidak dapat mengambil uang siapa pun.” Jelas Sung Ryong, Kwang Soo mengerti. 


Manager Choo menemui istri Ketua Lee dengan tertunduk meminta maaf, istri Ketua Lee hanya bisa menangis dengan anak yang tertidur disampingnya. Manager Choo meminta maaf karena tidak membantu apapun dan tidak tahu apa yang sedang terjadi dengan Kepala. Istrinya yakin kalau suaminya itu membenci perjudian dan permainan pengelapan.
“Dan dikatakan penggelapan? Dia tidak mengambil sepeser pun uang perusahaan untuk diberikan.” Ucap istrinya yakin suaminya tak seperti itu
“Kita semua tahu tentang kepala Lee, tapi Apakah dia mengatakan sesuatu kepadamu?” ucap Ja Kyung
“Dia Hanya memberitahuku kalau ada seseorang yang menelp untuk perkerjaan dan tak ada lagi yang dikatakan” ucap Istri Kepala Lee sambil menangis. 

Ketua Park berbicara dengan Min Young di restoran memastikan kalau ini pertama kali bertemu dengan pria itu. Min Young membenarkan. Ketua Park pikir mereka akan menjadi keluarga nanti, maka dari itu harus menyapa lebih dulu. Seo Yool datang masuk ke dalam restoran
“Selama ini, semuanya berjalan lancar mendengarkan saranmu, Jaksa Seo. Hal yang sama harus terjadi saat ini, benarkan?” ucap Ketua Park
“Apakah lingkungan manajerdivisi akuntansi sudah membersihkan semuanya?” kata Seo Yool
“Iya nih. Rumahnya, kantor, meja. Kami membersihkan semuanya.” Kata Min Young, tapi Seo  Yool melihat pasti meninggalkan sesuatu di belakang.
“Jangan khawatir. Kami membuatnya menghapus semua bukti tepat sebelum bunuh diri.” Kata Min Young yakin

“Mengapa kau begitu polos? Kau terlihat begitu kuat di luar.” Ejek Seo Yool, Ketua Park bertanya apakah yakin kalau pasti meninggalkan sesuatu di belakang mereka.
Seo Yool yakin karena  Orang-orang seperti ini meninggalkan sesuatu di belakang 100 persen dari waktu menurutnya Min Young tertipu oleh kebohongan. Min Young hanya terdiam, tapi Seo Yool masih bisa bersyukur karena tidak ada yang ditemukan.
“Kecuali orang itu mengambil sendiri, itu biasanya tersembunyi di tempat orang lain tidak dapat menemukan. Jadi, dalam hal ini, itu lebih cepat untuk mendapatkan pengakuan dari orang yang menyembunyikannya daripada menemukan itu.” Kata Jaksa Seo
“Karena dia dalam keadaan koma, dia tidak akan dapat berbicara, kan? Apa mungkin, istri Ketua Lee ...” ucap Ketua Park. Jaksa Seo pikir kalau Ketua Lee melakukan maka sudah mengungkapkan hal itu. Ketua Park memerintahakan Min Young agar tak bersantai dan terus memeriksa semuanya.


Manager Choo keluar di lorong rumah sakit memikirkan anak Ketua Lee  Seung Won yang masih kecil. Ha Young bertanya pada Manager Choo, bertanya apakah ada sesuatu yang mereka tak ketahui. Manager Choo binggung dengan maksud ucapanya.
“Aku ppikir dia tidak berlibur, tapi mencoba untuk  Melarikan diri” kata Ha Kyung menduga-duga, Manager Cho merasa tak yakin
“Tidak peduli berapa banyak aku memikirkannya, perjudian dan penggelapan tidak masuk akal.” Ungkap Ha Kyung
Manager Choo berpikir kalau jalan cerita ini yang membuatnya, Ha Kyung tak bisa bicara. Manager Choo pikir lebih baik menerima saja karena agan bagus untuk mereka. 

Saatnya makan dessert, sebuah es krim diberikan pada ketiganya. Ketua Park bertanya  siapa yang harus mengambil alih beban kerja Manajer Lee, Min Young menjelaskan kalau bagian pembukuan yang akan menyelesaikan dan melanjutkanya. Seo Yool pikir mereka itu sedang berbanda dan meminta agar mereka memikirnya.
“Jika kau meninggalkan semua orang di departemen pembukuan dan satu memberikan keluar, semua orang akan dilepaskan.  Sama seperti akuntansi manajer departemen, kau membutuhkan seseorang dari luar untuk pengelolaan departemen pembukuan.” Jelas Jaksa Seo

“Aku tidak tahu itu akan menjadi, tapi berharap dia tidak memotong rantai dan menggigit pemiliknya saat ini.” Ucap Ketua Park
“Kemudian, aku akan mencari seorang manajer dari departemen lain.” Saran Min Young, Jaksa Seo menyuruh agar mereka mencari karyawan baru yang berpengalaman
Min Young pikir aka mengurus perekrutan. Ketua Park menanyakan siapa yang terbaik dalam posisi yang mengantikanya, Jaksa Seo merasa kalau Seseorang yang akan mematuhi apa pun dan memiliki nyali yaitu seorang pria yang tidak memiliki kepercayaan diri, bahkan kalau mereka mengunakan  tidak akan menjadi bumerang.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar