Senin, 30 Januari 2017

Sinopsis Night Light Episode 17 Part 2

 PS : All images credit and content copyright :MBC

Ketua Son memberitahu kalau Chunha Finance akhirnya akan bergabung dengan bank amal. Se Jin pikir Ketua Son akan memenuhi janjinya dengan CEO Seo. Ketua Son pikir Se Jin tak perlu tahu alasannya,
“Jika itu untuk mengelola dana tertentu, masalah besar bisa terjadi nanti.” Tegas Se Jin, Ketua Son memberikan perumpanna kalau tak mungkin ulat pohon pinus makan apapun kecuali daun pinus?
“Pekerjaan yang aku lakukan, selalu seperti itu. Untuk menyelamatkan aku dari rumah sakit, maka aku akan menemukan cara untuk melakukannya.” Tegas Ketua Son, Se Jin seperti masih tak percaya kalau Ketua Son memutuskan tak sesuai harapanya. 

Se Jin keluar dari gedung dengan wajah melas lalu melihat Tak sudah menunggu didepan gedung, akhirnya keduanya pun bertemu. Ia mengatakan pada tak kalau Sekarang tidak perlu melakukan pengintaian dan memeritahu CEO Seo, bahwa itu akan sama seperti yang direncanakan.
“Jangan memintamu untuk menyelidiki atau menindaklanjuti.” Tegas Se Jin, Tak menanyakan keadaan Se Jin terlihat khawatir
“Aku tidak sedikitpun sedang dalam keadaan baik. Jadi jangan bertanya.” Tegas Se Jin terlihat kecewa lalu pergi meninggalkan Tak. 

Yi Kyung melakukan rapat, Sung Mo melaporkan sudah mengumpulkan semua info dari perusahaan dan Tidak ada yang jelas tentang CEO penggantinya. Sek Kim mendengar  Ada kabar bahwa salah satu pejabat mungkin akan menggantikannya, untuk tujuan stabilitas.
“tapi karena dia tidak berpengalaman, maka dia bisa menyerahkannya ke orang yang bodoh juga!” ucap Sek Kim
“Kita perlu tahu sebelum menetapkan waktu untuk penjualan. Pikirkan setiap cara yang mungkin “ tegas Yi Kyung, keduanya pun mengerti.
“Aku merasa tidak ada masalah untuk tak melibatkan Se Jin lagi. Chunha Finance sepertinya menutup diri. Dia tampaknya memiliki beberapa masalah dengan Gun Woo setelah penyelidikan itu juga. Setelah berangkat dari kantor Kejaksaan, tampaknya Gun Woo tidak pergi ke kantornya.” Ucap Tak, Yi Kyung hanya berkomentar kalau sudah mengerti.
“Tapi, tetap awasi Se Jin.” Perintah Yi Kyung, Tak seperti merasa tak enak harus  mengikutinya. Yi Kyung menegaskan kalau hanya meminta untuk mengikutinya. Tak pun tak bisa menolaknya. 

Gun Woo dan Jae Hyun bertemu di bawah jembatan sungai Han.  Jae Hyun merasa seperti ini pekerjaan 'agen 007' dan kebinggungan dengan yang  harus melakukan semua ini
“Kau sudah bertemu CEO Seo berkali-kalidan tahu untuk tidak meremehkannya.Jika dia mengatur penjualan itu,maka apapun yang terjadi dia akan tetap maju.” Ungkap Gun Woo
“Aku sudah bilang bahwa tidak akanmengabulkan permintaannya mengenai perusahaan.” Tegas Jae Hyun, Gun Woo ingin tahu siapa penganti CEO, Jae Hyun terdiam seperti enggan memberitahu
“Jika kau tidak percaya padaku, kita tidak bisa berdialog.” Tegas Gun Woo menyakinkan.
“Di Silicon Valley, Aku punya kantor cabang.Ada seorang peneliti yang menjadi direktur disana.Dia memiliki visi, dan keterampilan manajemen. Seseorang yang luar biasa.” Jelas Jae Hyun
Gun Woo bertanya kapan pengantinya itu akan kembali,  Jae Hyun pikir Sepertinya bulan depan. Gun Woo merasa kalau lebih baik Menundanya sebisa mungkin, sampai mengumumkan pecalonannya kalau bisa tiba pada hari yang sama. Ia pikir Kalau pengantinya itu tiba lebih awal, maka CEO Seo akan mendapatkan bisa dengan bicara manis atau ancaman. Jae Hyun bisa menembak kalau Yi Kyung akan mengatakan "Menyerah dengan posisi pengganti, tapi mendapatkanperusahaan itu sendiri melalui penjualan" Gun Woo meminta Jae Hyun Jangan menganggapnya sepele lalu keluar dari mobil. 


Se Jin sedang sibuk memeriksa berkas, ponselnya berdering wajahnya terlihat malas mengangkat telpnya. Sek Nam tahu kalau  Ketua Son pindah ke sisi CEO Seo dengan nada mengejak kalau Sangat disesalkan. Se Jin membenarkan, Sek Nam mengaku ingin bertemu dengannya sekali.
“Penyelidikanku saat ini fokus pada Collin Company.Ini agak aneh untuk berbicara denganmu ketikaaku menyelidiki titik lemah Tetua, Kepala Direktur.” Tegas Se Jin lalu menutup telpnya.
Di layar monitor, Se Jin sedang melihat Profil Jung Mi Yun, lalu melihat nama Jung Su Yun berumur 33 tahun berada di Hyeonseon Resort. 

Gun Woo menatap pamannya seperti pucat pasih memastikan kalau  Grup mereka yang mengakuisisi Korea Works. Moo Sam memberitau kalau sudah mengambil begitu banyak omong kosong untuk menjual MujinTech, jadi itu melakukan negosiasi dengan CEO Seo.
‘Bagi Mujin Group untuk mengakuisisi Korea Works.tabelnya akan ditetapkan oleh CEO Seo.Kita hanya perlu mengatakan "lezat" dan memakannya!” kata Moo Sam, Gun Woo makin tak percaya, Moo Sam meminta keponakan jangan takut dan Tersenyum saja.
“Proyek kota baru sudah kembali ke jalurnya.Setelah kita mendapatkan Korea Works,bukankah saatnya mengadakan perayaan di Grup?” kata Moo Sam percaya diri. 


Yi Kyung kembali bertemu dengan Tuan Jang dan Jae Hyun memberitahu untuk promosi partai baru, mereka akan membentuksebuah komite ad-hoc akhir pekan ini dan berdua perlu mengambil bagian, menyambut komite ad-hoc untuk  meningkatkan rating. Jae Hyun pikir Tuan Jang  harus melakukannya dalam gaya apapun, jika i ngin meninggalkan kesan baik.
“Dengan donasi yang sedikit, bagaimana itu bisa?” kata Tuan Jang merasa tak yakin
“Ketua Son sedang melakukan persiapan sekarang.” Kata Yi Kyung yakin, Jae Hyun pun dengan bangga  mengatakan kalau Yi Kyung itu  luar biasa?
“Kemarin musuh, dan sekarang menjadi teman. Itu membutuhkan keterampilan yang hebat.Ini adalah seni! “ kata Jae Hyun bangga, Tuan Jang seperti menahan amarahnya. 

Keduanya keluar ruangan, Yi Kyung memberitahu kalau dirinya sebenarnya terkejut karena Pengganti CEO telah menyembunyikannya dengan sangat baik. Jae Hyun dengan sedikit mengejek kalau yakin  Sulit untuk mendapatkan itu.
“ Demi Pemilu ini, penjualan adalah rencana terbaik.” Ucap Yi Kyung menyakinkan.
“Apa ada aturan bahwa kau bisa menang, CEO Seo? Kehilangan satu waktu yang baik, untuk melihat manusia seperti kita! Aku akan mengambil cutiku.” Kata Jae Hyun lalu bergegas pergi

Ma Ri tiba-tiba datang ke ruangan ayahnya karena mendengar sesuatu yang luar biasa dari Paman Dr. Nun kalau Ayah yang memaksanya dan menguncinya saat Kakeknya di rawat inap. Gi Tae terlihat kaget dan tak bisa berkata apa-apa. Ma Ri mengartikan kalau memang benar yang dilakukan ayahnya merasa kalau itu  tak tahu malu?
“Dari mana kau mendengar omong kosong seperti itu? Katakan sesuatu yang masuk akal.” Ucap Gi Tae berusaha menyangkalnya.
“Ayah, apa kau benar-benar menguncinya di rumah sakit?” ucap Ma Ri memastikannya, Tuan Son masuk memberitahu kalau Itu semua desas-desus palsu lalu ketiganya duduk bersama.
“Ini adalah rumor yang sengaja disebar untuk membuat jarak antara kita berdua. Ayahmu, walupun seorang pengacau,tidak akan membuat kakekmu menjadi tahanan rumahan.Siapa di dunia ini yang akan melakukan perbuatan tidak etis seperti itu?”jelas Ketua Son menutupi tingkah anaknya.
Gi Tae hanya bisa tertunduk tak bisa menatap ayahnya. Ketua Son meminta agar Ma Ri jangan membiarkan rumor tersebut mempengaruhinya. Ma Ri merasa keduanya menganggap dirinya bodoh karena tahu Ketua Son yang tiba-tiba mengganti rumah sakit lalu Se Jin meminta untuk menjaga rahasia dari Ayah, setelah memikirkanya menurutnya  semakin aneh. Gi Tae ingin menjelaskan tapi Ma Ri sudah lebih dulu marah memilih keluar dari ruangan. 
Ketua Son menasehati anaknya kalau memang tidak bisa menjadi anak yang berbakti, setidaknya jadilah ayah yang baik. Gi Tae yakin kalau ayahnya sudah tahu bahwa Ma Ri itu tak seperti anak biasa. Ketua Son menghela nafas lalu menyuruh anaknya agar menjalakan bank amal. Gi Tae terlihat sangat kaget mendengar keputusan ayahnya.
Ponsel Ma Ri bergetar dengan ketuas mengatakan  Jika bukan hal yang menyenangkan, maka akan menutup telepon, karena suasana hatinya mengerikan sekarang. Se Jin mengajak untuk bermain sky untuk mendapatkan udara segar. Ma Ri langsung setuju dan terlihat bersemangat. 


Yi Kyung kembali ke rumah menanyakan Korea Works. Sek Kim memberitahu  Setelah kebocoran teknologi sebelumnya, mereka memperkuat firewall maka tidak akan mudahmelakukan hack. Sung Moo  mendengar dari ahli berita industri, tapi untuk CEO penggantinya, semua informasi beragam. Yi Kyung menerima telp dari Tak.
“Se Jin sedang di jalan tol bersama Son Ma Ri. Sepertinya mereka pergi ke suatu tempat untuk bersenang-senang.” Ucap Tak yang mengikuti Se Jin. Yi Kyung menyuruh agar mengikuti dari belakang. 

Se Jin pergi kebagian informasi mennayakan Apa ada yang bernama Nyonya Jung  Su Yeon dari divisi penerimaan. Pegawai memberitahu kalau Ketua Jung Hari ini adalah hari istirahatnya. Se Jin ingin tahu cara  agar bisa menghubunginya. Pegawai ingin tahu keperluan apa bertemu dengan Ketua Jung.
“Kakak perempuannya... Ahh... Aku punya sesuatu untuk ditanyakan padanya.” Ucap Se Jin, Pegawai itu meminta agar Se Jin menuliskan nomor telp dan akan menyampaikan pada Ketua Jung.
Ma Ri datang mengaja mereka pergi ke toko penyewaan. Se Jin mengaku tidak bisa bermain ski dan hanya akan melihat pemandangan. Ma Ri mengeluh kalau mereka sudah datang jauh-jauh. Se Jin langsung mengarjak Ma Ri buru-buru keluar.
Keduanya berjalan di bagian orang-orang yang melakuan olahraga diatas salju, Ma Ri mengajak bermain dengan mendorong Se Jin, Se Jin pun jatuh diatas salju dengan tawanya. Dari belakang Tak terus memperhatikan keduanya seperti ingin tahu apa sedang dilakukan Se Jin. 
Se Jin membawa secangkir kopi untuk minum bersama, lalu meminta maaf Karena tiba-tiba meminta untuk pergi. Ma Ri pikir  merasa senang untuk mendapatkan udara segar tapi tetap marah dan menjadi gila lalu meminta Se Jin lebih baik mengatakannya padanya. Se Jin binggung apa yang dimaksud.
“Pemindahan rumah sakit. Bagaimana itu bisa terjadi?” tanya Ma Ri penasaran, Se Jin sempat kebingungan lalu ingin tahu apa yang dikatakan Ketua Son mengenai hal itu.
“Dia mengatakan itu semua rumor palsu.” Ucap Ma Ri, Se Jin pun menutupinya dengan mengataka kalau yang dikatakan kakeknya itu benar.
“Aku tidak percaya siapapun, tapi kau. Aku akan percaya” ungkap Ma Ri dan Se Jin pun menyakinkan agar Ma Ri mempercayai saja. Ma Ri tiba-tiba merengek lapar dan ingin makan kue.

Yi Kyung bertemu dengan Gun Woo lalu berkomentar sins kalau terlihat baik menurutnya jaksa tidak keras padanya. Gun Woo meminta agar Yi Kyung duduk dan  Jangan memulai pertengkaran saat baru datang.  Akhirnya Yi Kyung pun duduk didepan Gun Woo.
“Aku dengar, kau mau menjual Korea Works?” kata Gun Woo membashanya.
“Dia tidak bisa melanjutkan pemilu dengan nama CEO pada dirinya.” Tegas Yi Kyung
“Tapi CEO Kang bilang dia tidak akan menjualnya.” Kata Gun Woo, Yi Kyung yakin kalau Ini hanya masalah waktu dan Pada akhirnya, itu akan dijual.
“Pengganti CEO. Apa kau tahu siapa itu?” tanya Gun Woo ingin memancingnya.
“Aku tidak tahu tujuan di balik pertanyaan ini.” Komentar Yi Kyung
Gun Woo pikir Yi Kyung perlu tahu penggantinya, agar bisa masuk ke bisnis yang di lakukan. Yi Kyung pikir Bisa dibilang begitu tapi masih belum mendengar alasan Gun Woo ingin bertemu sekarang. Gun Woo mengatakan kalau orangnyaa adalah kepala kantor cabang di Silicon Valley.
“Kau bisa menangani sisanya, dan memastikan penjualan berhasil dilakukan.” Ucap Gun Woo membuka kartu yang dimilikinya.
“Gun Woo Akhirnya, kau terlihat seperti manusia. Jika itu bermanfaat untuk grup-mu, maka kau bisa melakukan apa saja.” Komentar Yi Kyung
“Lupakan... Ini akan menjadi yang pertama dan terakhir kalinya.” Balas Gun Woo
“Jangan malu dengan keserakahanmu.” Ungkap Yi Kyung yang bisa melihat sikap Gun Woo 


Se Jin berdiri menatap bukti salju didepanya, lalu melihat ditangga Tak yang sedang menaikinya. Akhirnya Ia berjalan mendekati Tak,  dengan wajah kesal karena sduah mengatakan untuk tidak perlu membuntutinya lagi. Tak menegaskan kalau ini perintah CEO.
“Mengenai Collin Perusahaan, ini adalah petunjuk terakhir, tapi ini tidak mudah. Aku rasa dia tidak akan berbicara tentang adiknya.” Jelas Se Jin seperti kebinggungan mencari akal.
“Se Jin... Jangan menyimpan perasaan yang tidak jelas sekarang. Semuanya sudah berakhir. CEO dan kau... tidak lagi perlu terikat.” Kata Tak, Se Jin tahu
“Apapun simpulnya, CEO akan memotongnya dengan pisau. Tapi aku ingin melihat apa aku akan pergi dengan pisau seperti itu.” Kata Se Jin tak mau menyerah, Tak seperti sangat khawatir. Se Jin hanya meminta agar Tak mengemudi dengan hati - hati.

Se Jin kembali dengan mengemudikan mobil dan Ma Ri tertidur disampingna. Tak menemui Yi Kyung mengaku merasa tidak nyaman dan takut Se Jin akan mengalami kecelakaan. Yi Kyung bisa mengerti lalu menyuruhnya pergi/
“Mungkin kau bisa bertemu Se Jin dan mencoba berbicara tentang itu.” Ucap Tak seperti berharap. Yi Kyung bertanya membicarakan tentang apa.
“Untuk memberikan peringatan, atau saran padanya. Dia akan mendengarkanmu.” Jelas Tak
“Jika dia seperti itu, maka dia tidak akan meninggalkan Galeri.” Komentar Yi Kyung 

Se Jin duduk diam dalam ruangan mengingat perkataan pada Yi Kyung “ Sekarang semuanya jadi jelas, bahwa apa yang bisa kau lakukan, CEO, itu juga apa yang bisa aku lakukan.” Lalu mengambil ponsel menghubungi seseorang. 

Ketua Park mengaku walaupun ada dalam tahanan,  masih bisa mendengar semuanya kalau Yi Kyung  menyematkan tuduhan pada Gun Woo.  Gun Woo pikir ini tidak diketahui dengan pasti. Ketua Park pikir karena nasib jahat antara ayah, maka nasibnya ternyata seperti ini dan itu cukup menyedihkan.
“Tapi orang-orang harus memiliki beberapa batasan, lalu Kau hanya tinggal diam. Kemudian aku yang akan menemukan cara agar dia tidak melarikan diri dengan mudah.” Ucap Tuan Park kesal
“Bagaimanapun juga, Dia mungkin akhirnya membantu Grup juga, karena Korea Works. Tidak lama lagi, kita akan mengambilnya. Berkat CEO Seo.” Kata Gun Woo, Tuan Park tak percaya mendengarnya.
“Selama itu menguntungkan bagi perusahaan, maka kita juga harus memanfaatkan CEO Seo.” Ucap Gun Woo
Tuan Park pikir Yi Kyung  menyelesaikan semuanya dan tampaknya sudah memulai partai politik baru. Gun Woo rasa ini saatnya tidak bisa dipertahankan terlalu lama lagi

Rapat Pelantikan Promosi Komite untuk menentukan Masa Depan Partai Demokrasi. Jae Hyun mendapatkan banyak ucapan Selamat dari sesama anggota partai dan koleganya. Saat itu Sung Moo datang memberikan selamat, lalu melirik ke arah belakang. Terlihat Yi Kyung sudah menunggu dibalik dinding tanpa terlihat oleh wartawan. Tuan Jang sempat melihat ke arah Tuan Jang terlihat terpaksa melakukanya. 

Keduanya bertemu di sebuah ruangan, Jae Hyun terlihat sangat marah menegaskan tidak menjual perusahaan. Yi Kyung pikir Setelah ini ada konferensi pers dan akan baik-baik saja mengumumkan penjualan di sana. Jae Hyun berteriak tak bisa menahan amarahnya.
“Kepala kantor cabang US-mu Ju Yeong Seok, dia adalah pengganti CEO. Kau harus mengetahui bagaimana aku melakukan bisnis ini. Aku akan memobilisasi setiap trik, untuk menghentikan penunjukan pengganti CEO.” Ungkap Yi Kyung, Jae Hyun tak percaya kalau Yi Kyung bisa mengetahuinya.
“CEO, apa yang kau lakukan sekarang, itu yang paling penting. Jadi Silahkan... memutuskan penjualan.” Tegas Yi Kyung, Jae Hyun seperti dibuat kebingungan. 


Se Jin berjalan sendirian seperti merasakan Tak yang terus mengikutinya dari belakang. Saat itu tiba-tiba seorang wanita datang menghampiri Tak aga bisa menjawab survei opini. Tak menolak  tapi wanita itu memaksa kalau hanya butuh waktu 3 menit saja dan akan memberikan hadiah gratis juga.
Saat itu Tak sadar kalau tak bisa melihat Se Jin, lalu bergegar pergi mencarinya, tiba-tiba terlihat Se Jin yang ditarik oleh dua orang pengawal lalu dimasukan ke dalam mobil. Tak tak bisa mengejarnya karena Se Jin sudah dibawa pergi dengan mobil.
Akhirnya Tak menelp Sek Kim untuk mencari plat nomor mobil karena  Se Jin diculik. 

Yi Kyung keluar dari ruangan, memberitahu Jae Hyun kalau Hari ini kesempatan untuknya jadi memintanya agar bisa tersenyum. Jae Hyun sempat melirik sinis dan berusaha tersenyum menyapa parlemen lainya. Sung Woo menerima sebuah telp lalu memberikan pada Yi Kyung.
“Se Jin diculik, CEO... Aku minta maaf. Dalam hitungan detik saat aku tidak mengawasinya..” ucap Tak panik
“Tetap tenang, lalu dimana posisi kendaraan?” tanya Yi Kyung, Tak mengatakan kalau Sek Kim  berusaha untuk menemukannya.
Yi Kyung meminta agar Tak Pergi ke Galeri dulu dan ia akan... saat itu telpnya berdering dan mengembalikan ponsel milik Sung Moo. Sek Nam dengan nada menyindir bertanya Apa acara peresmian Partai berjalan lancar. Yi Kyung mengaku kalau berjalan lancar.
“Aku menyesal tidak berada di sana pada hari perayaan. Meskipun tidak secara langsung, tapi dalam pikiranku aku masih melayani Tetua.” Komentar Sek Nam
“Kau harus mengatakan itu kepadanya secara pribadi.” Balas Yi Kyung, Sek Nam mengaku kalau  sudah sibuk dengan beberapa hal.

“Tetua menderita sakit kepala, itu sudah sampai pada sarafnya.” Kata Sek Nam ingin memberitahu, Yi Kyung pikir Sek Nam bisa menelp Tuan Jang dan mencari tahu sendiri.
“Aku hanya akan membiarkanmu mengkonfirmasinya sendiri.” Kata Sek Nam lalu memberikan ponselnya pada Se Jin.
Yi Kyung bertanya Apa yang terjadi. Se Jin dengan wajah panik mengaku kalau tidak tahu karena tiba-tiba dijemput padahal tidak melakukan apapun. Sek Nam mengambil ponsel dari tangan Se Jin mengatakan kalau sampai titik ini akan setia pada Tuan Jung jadi meminta agar menyerahkan  Informasi Collin Perusahaan.
“Karena kau sangat terampil dalam membuat penawaran, akutidak bisa memberikanmu waktu untuk berpikir lagi.” Sindir Yi Kyung
“Berikan informasi itu dalam waktu 2 jamKau akan diberitahu lokasinya dan hanya perlu untuk datang sendiri.” Perintah Sek Nam lalu menutup telp. Yi Kyung melirik sinis pada Tuan Jang yang akan masuk ruangan rapat.

“Apa kau pikir dia menghasut dengan ini?” tanya Sung Moo, Yi Kyung pikir bukan  seperti itu.
“Selanjutnya, setelah kita mendapatkan lokasi, mari kita kirim Tak dan...” kata Sung Moo,
“Maka Se Jin akan berada dalam bahaya nantinya.” Ucap Yi Kyung sudah mengetahuinya. Sung Moo tak percaya kalau Yi Kyung akan pergi ke sana sendirian. 
Se Jin duduk dalam sebuah ruangan galeri, Sek Nam memastikan  Yi kyung akan benar-benar datang seorang diri. Se Jin yakin Yi kyung juga akan membawa dokumen-dokumen itu. Sek Nam melihat Yi Kyung itu sangat percaya pada Yi Kyung,
“Aku terus menyelidiki Collin Company dan CEO Seo juga tahu itu. Lalu Tak telah melihatku di culik.” Ucap Se Jin
“Dia pasti akan percaya bahwa kau telah menculikku. Tapi aku tidak tahu bahwa kau akan secara sukarela untuk menjadi umpan.” Komentar Sek Nam
“Aku tidak punya alternatif lain” kata Se Jin sengaja melakukan hal ini.
Sek Nam mengaku kalau dirinya  melakukan ini hanya untuk menjaga titik lemah Tuan Jang dan ingin tahu apa yang didapatkan Se Jin dari hal ini. Se Jin pikir kalau Yi Kyung  menjauh dari Seongbuk-dong, maka Rencana CEO Seo juga akan gagal dan menurutnya itu sudah cukup.




 Tak seperti khawatir kalau Yi Kyung pergi sendiri, Yi Kyung memerintaha Tak agar pergi ke Galeri dengan Sung Moo lalu masuk mobil mengemudikan mobilnya sendiri. Tak tetap ingin mengikutinya dan pergi ke tempat Se Jin diculik.
Sung Moo melarang mengingatkan kalau Ini adalah perintah CEO jadi lebih baik hanya mengikutinya. Yi Kyung menerima telp dari Sek Nam ingin tahu tempat pertemuan mereka. 
Se Jin terlihat gugup berada dalam galeri, Yi Kyung datang langsung menemui Se Jin menanyakan keadaaannya. Sek Nam mengaku  menyesal telah mengejutkannya, tapi meminta dimengerti kalau semua ini sebagai loyalitasnya dan menanyakan keberadaan dokumen itu.
“Aku tidak pernah membawanya.” Ucap Yi Kyung. Sek Nam pikir  File Collin Company  adalah kesepakatan mereka.
“Dalam penculikan palsu, apa dibutuhkan kesepakatan?” ucap Yi Kyung sudah bisa menebaknya. Sek Nam pura-pura tak mengerti.
“Rencana ini dibuat oleh Se Jin, kan? Sek Nam, kau panik juga berada dalam pertarungan.”ejek Yi Kyung, Sek Nam terlihat marah karena Yi Kyung datang dengan tangan kosong
Yi Kyung mengeluh Sek Nam karena sangat mengganggu mengajukan pertanyaan yang sama beberapa kali. Akhirnya Sek Nam pergi meninggalkan keduanya. 

Yi Kyung bertanya apakan Se Jin berpikir dirinya akan pergi untuk melakukan kesepakatan.Se Jin menganguk dan terlihat masih shock. Yi Kyung pun ingin tahu pendapat Se Jin sekarang. Se Jin pikir merasa kalau kelelamahany maka Yi Kyung....
“Aku suka kau sudah mencobanya dan Aku memujimu.” Komentar Yi Kyung
“Jika kau tahu bahwa ini adalah jebakan, kenapa kau masih datang? Apa itu untuk mengejekku? Aku tidak bisa melakukan hal yang benar... apa kau datang untuk mengejekku?” ucap Se Jin kesal
“Jika aku tidak datang, maka kau bisa berada dalam bahaya. Kepalsuan... bisa juga berubah menjadi perangkap yang nyata.” Tegas Yi Kyung

“Saat aku melakukan ini, Aku benar-benar ingin mendapatkan dokumen itu.” Akui Sek Nam lalu meminta agar menelp galeri.
Se Jin tak percaya Sek Nam akan melakukan itu. Sek Nam mengaku  ini semua demi Tuan Jang dan Tidak ada yang bisa dilakukan untuk itu. Yi Kyung pikir Se Jin  Jangan merasa terlalu kecewa karena Setiap orang akan berusaha habis-habisan karena ini berlaku bagi mereka dan juga Sek Nam. 

Tak terlihat panik karena Sek Kim tidak bisa melacak mobil CEO Seo, Sek Nim menegaskan dirinya bukan penyihir. Tak Yakin CEO Seo dan Se Jin bisa berasa dalam bahaya. Sek Kim menekannkan kalau sudah mengetahuinya.
“Tenanglah, kalian berdua! Dia pasti sudah memperhitungkannya saat memutuskan untuk pergi. Jadi lebih baik Tunggu dan lihat saja, karena CEO akan bisa melaluinya.” Ucap Sung Moo yakin dengan CEO Seo. 

Se Jin dan Yi Kyung akhirnya dikurung dalam ruangan. Se Jin akhirnya meminta maaf,  karenas dauh mengacaukan semuanya. Ia merasa tidak pernah membayangkan bahwa ini akan terjadi dan tidak bisa menjadi cerminnya serta tidak bisa melakukannya seperti Yi Kyung.
“Tapi sekarang aku mengerti... dimana batasanku.” Ucap Se Jin merasa bersalah
“Mari kita berhenti saja, Kita perlu menyerahkan file dan keluar dari sini.” Ucap Yi Kyung, Se Jin pikir lebih baik Yi Kyung tak melakukanya.
“Kau bisa bernegosiasi, tapi tidak bisa berkompromi.katamu."Membuat pihak lain berlutut, tapi aku tidak boleh berlutut", Jadi CEO, jangan kau memohon seperti itu.” Ucap Se Jin
“Aku datang dengan membawa rencana untuk keluar, File Collin Company berada di mobilku. File yang bermaterai adalah file yang benar, tapi aku tidak peduli apa itu akan diserahkan atau tidak. Aku... hanya ingin mendengar jawabanmu. Jadi... Aku benar-benar datang untuk membawamu keluar.”tegas Yi Kyung, Se Jin terdiam mendengar tujuan atasanya.
Bersambung ke episode 18

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar