Kamis, 26 Januari 2017

Sinopsis Chief Kim Episode 1 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS
Sung Ryong mengeluh banyak sekali pekerjanya karena ingin pulang dan menyebut kata menjengkelkan dalam bahasa denmark. Kwang Sook yang mendengarnya ingin tahu alasan Sung Ryong belajar bahasa Denmark. Sung Ryong beralasan agar bisa berimigrasi ke sana. Kwang Sook mendekat kalau suli untuk menyesuaikan kalau ke sana.
“Nah, hukum telah berubah di sana-sini. Kau tidak bisa pergi kecuali jika memiliki uang dan  harus memiliki minimal 3 untuk 400.000.000.Tetapi jika kauingin menjadi stabil untuk bekerja dan mendapatkan kartu hijau, maka kau memerlukan setidaknya 1 miliar won.” Jelas Sung Ryong, Kwang Sook bisa tahu alasan Sung Ryong berkerja sangat keras.
“Aku masih kurang meskipun s telah mengambil begitu banyak.” Keluh Sung Ryong, Kwang Sook ingin tahu  Seberapa banyak atasan itu mencuri sejauh ini. Sung Ryong merahasianya.
Kwang Sook sempat merengek ingin tahu akhirnya memilih bertanya kenapa Sung Ryong memilik denmark dari sekian banyak negara.  Sung Ryong memberitahu kalau Denmark itu negara dengan tingkat korupsi paling rendah jadi mereka tidak akan ditipu di sana. Kwang Sook terpana mengetahuinya. 
Ketua datang mengunjungi Sung Ryong, lalu menanyakan pada Kwang Sook dengan pekerjaanya. Kwang Sook mengaku kalau Kepala Kim  mengajari banyak hal. Ketua pikir kalau Kwang Sook itu . Lebih baik lulus SMA karena Setidaknya diperlakukan seperti manusia sekarang. Sung Ryong pikir ketua bisa menelpnya kalau memang ada yang ingin disampaikan.
“Apa Kamu punya file uang jasa kita bulan lalu?” tanya Ketua. Sung Ryong pikir sudah pasti dan bertanya apakah ingin memeriksa sesuatu
“Tidak. Aku Hanya tidak pernah melihat buku lagi. Aku takut mulai mengalami kemunduran. Maksudku, aku pengusaha.” Jelas Ketua seperti curiga. Sung Ryong hanya terdiam mendengarnya. 

Ha Kyung berjalan dengan anak buahnya meminta agar mereka mengujungi Kepala Lee walaupun sibuk. Saat itu dari Tim Pembukuan meminta agar bisa saling menyapa. Tim Akutansi pun menyapa Kepala Lee dari bagian Tim pembukuan. Ha Kyung mengaku tidak melihat kedatangannya.
“Jika kau buruk dalam pekerjaanmu, setidaknya perhatikan orang agar bisa menyapanya.” Sindir Kepala Lee
“ Kalau begitu, pekerjakanlah orang Mongolia. Mereka orang-orang dengan mata setajam elang.” Balas Ha Kyung
“ Aku selalu mengomelimu, tapi kau tidak tahu kapan harus berhenti.” Kata Kepala Lee,
“Jika Anda tidak mengusikku, maka aku akan langsung berhenti.” Ucap Ha Kyung tak mau kalah.

Kepala Lee mencoba untuk tetap tersenyum merasa omelan sederhana tidak cukup kali ini. Anak buah Kepala Lee meminta agar Ha Kyung meminta maaf. He Jin melihat Nona  Kang itu tak ada hak ikut campur.  Nona Kang makin marah, Kepala Lee pikir lebih baik membiarka mereka karena  semua dilahirkan tanpa sopan santun.
“Oh.. Yah.. Aku dengar kalian mempekerjakan seorang kepala baru. Awasi dia agar tidak mempermalukan perusahaan ini. Aku menyukai tatapanmu. Teruskan saja.” Ucap Kepala Lee melihat tatapan Ha Kyung yang sinis. Semua tim divisi mengumpat Kepala Lee dan timnya menyebalkan sekali.

Jae Joon heran perusahan yang mempekerjakan pegawai baru karena Seharusnya mempromosikan Ha Kyung. He Jin tahu kalau  Alasan yang sebenarnya adalah karena Jae Joon ingin dipromosikan. Jae Joon mengelak, lalu membahas tentang Nona Kang luar biasa dan itu masuk di tahun yang sama dengan He Jin.
“Kurasa melihat temanmu sukses akan membangkitkan semangatmu.” Ejek Jae Joon, He Jin pikir Jae Joon tidak perlu mengatakan itu. Ha Kyung mengajak mereka makan saja dan Berhentilah membuat rekannya kesal.

“Bukankah perusahaan ini kejam sekali? Mereka benar-benar tidak memedulikan bagian kita, bahkan Tidak ada persyaratannya. Anjing, sapi, domba, kuda, dan ayam... Mereka semua bisa mendaftarkan diri.” Keluh Ki Ok
“Benar... Ada banyak persyaratan saat kita mendaftar.” Kata Sang Tae.
“ Kita akan mendapatkan seseorang yang kompeten. Orang itu mungkin bisa melakukan apa yang tidak bisa kita lakukan.” Ungkap Ha Kyung yakin. 


Sung Ryong mencoba menelp tapi tak diangkat, lalu mendatangi  club mengomel pada Manager yang tak mengangkat telpnya dan tidak mengirim uang padahal sudah setuju berada dalam satu tim. Manager terlihat gugup menjelaskanya dan harus tenang
“Bukankah ini masih terlalu pagi untuk mencuri uang dari orang lain?” sinis anak buah si ketua genk. Sung Ryung bertanya kenapa anak buahnya itu datang.
“Aku tidak bisa membiarkanmu mencuri dari bosku,kan?” ucap si anaka buah, Sung Ryong pikir ketua sudah tahu mengetahuinya dan menyuruhnya pergi saja.
“Mungkin dia akan berpura-pura tidak tahu, tapi aku tidak bisa melakukan itu lagi.”teriak Si anak buah. Sung Ryong kesal mendengar si anak buah malah berteriak marah padanya.
“Lebih baik kau berhenti saja, kalau kau Ambil satu sen lagi dari bos kami maka aku akan membunuhmu.” Ancam Si anak buah.
Sung Ryung menantang si anak buah untuk berkelahi saja, saat itu seorang pria tinggi besar langsung mencengkram bajunya dan membuat kakinya melayang.  Ia pikir kalau Jika Bos mendengar melakukan ini padanya pasti akan menghajarnya. Si anak buah yakin tak mungkin karena  bos mereka itu  yang memberi perintah.

Ketua sedang membuat mainan lego, terlihat santai membenarkan  kalau ia yang memberi perintah dan menerima banyak keluhan karena memberi Sung Ryong perlakuan istimewa. Jadi meminta agar memikirkanya karena sudah lama berpura-pura tidak tahu. Sung Ryong pun akhirnya menyetujuinya.
“Tapi kenapa mendadak sekali?” kata Sung Ryong binggung
“Mulai sekarang, rekeningku akan dicatat oleh seorang akuntan di Seoul.” Kata Ketua. Sung Ryong kaget mendengarnya.
“Warga Seoul lebih pandai melakukan itu daripada kita. Aku memilih seseorang yang cukup pandai.” Ucap ketua.
“Kenapa Anda melakukan ini kepadaku? Apakah aku melakukan kesalahan besar?” keluh Sung Ryong

Ketua mengaku ingin Sung Ryongmenjalani kehidupan yang jujur. Sung Ryong mendengar "Kehidupan yang jujur" tak ada gunanya karena  sudah kacau sepanjang hidupnya.  Ketua pikir Sung Ryong tahu tentang alasan orang yang selalu jujur adalah  Karena mereka tidak pernah mencuri.
“Pencuri tanpa kesempatan untuk mencuri, mengira dia jujur.” Ucap Ketua, Sung Ryong tak percaya ketua ingin menjadikannya pria yang jujur
“Cobalah untuk menabung sebagian upahmu.” Kata Ketua, Sung Ryong hanya bisa menghela nafas panjang. 

Sung Ryong kembali ke kantor meminta Kwang Sook mengirimkan salinan Buku besar untuk klub dan perusahaan konstruksi. Kwang Sook bertanya untuk apa. Sung Ryong meminta Kwang Sook tak banyak omong dan lakukan saja dengan cepat. Kwang Sook bergegas mengejakan perintahnya. 

Ha Kyung duduk di depan meja kerjanya melihat berita yang beredar dan melihat bangku kepala Lee Eun Suk yang kosong. Akhirnya ia pindah duduk didepan komputer Kepala Lee melihat filenya, tapi dibuat heran karena semua file kerjanya hilang
Akhirnya Ha Kyung pergi ke bagian rumah sakit ke tempat "Area Peristirahatan" Istri kepala Lee sedang berbaring dikursi menunggu suaminya lalu ia duduk sedih melihat kenangan bersama semua Tim Divisi akutansi yang sangat kompak. 

Kwang Sook melihat "Lowongan Kerja Grup TQ" sebagai Manajer utama. Sung Ryong tiba-tiba ada dibelang bertanya apakah Kwang Sook sedang  Mencari pekerjaan.  Kwang Sook kaget mengeluh Sung Ryong yang datang tanpa suara. Sung Ryong pikir dengan dengan suara, Kwang Sook langsung mengalihkan dengan menawarinya jeruk
“Aku tidak memenuhi syarat untuk mendaftar dan hanya iseng mencari informasi.” Ucap Kwang Sook
“Sesuatu yang berawal dari iseng bisa berakhir dengan mengisi formulir pendaftaran.” Ucap Sung Ryong, Kwang Sook pikir Sung Ryong bisa melihat di layar.
“Grup TQ membuka lowongan kepala Bagian Operasional Bisnis. Kenapa kau tidak mendaftar saja?” saran Kwang Sook.
Sung Ryong merasa Itu bukan batu loncatan tapi salah satu perusahaan terbesar di Korea ,serta hanya memilih pegawai terbaik. Kwang Sook memberitahu kalau kali ini mereka tidak memperdulikan latar belakang dan hanya ujian praktik dan wawancara dengan memperlihatkan  hasil nilai adalah "Kompetensi praktis 40 persen dan wawancara 60 persen.". Sung Ryong pikir lebih baik jangan bermimpi karena TQ tidak akan mempekerjakan sembarang orang lalu keluar dari ruangan.

Sung Ryong melihat ponselnya didepan gedung "Deokpo Enterprise" tak percaya kalau TQ mencari pegawai tanpa banyak syarat, bisa membayangkan kalau akan berkerja di TQ
“Grup TQ memiliki TQ Retail, TQ Delivery, TQ Express, TQ Shopping, dan lain sebagainya. Itu perusahaan raksasa dengan 11 anak perusahaan. Nilai pasar grup ini pada tahun 2016 adalah 6,4 miliar dolar. Perusahaan itu mempekerjakan 23.000 pegawai, rasio utang saat ini stabil di angka 102 persen, dan sahamnya pun stabil. Jika aku mendapatkan pekerjaan itu dan bisa mengendalikan Bagian Operasional Bisnis, maka aku akan kaya dalam sekejap.”
Sung Ryong dengan bahagia menari-nari diatas kapal. Kwang Sook melihatnya binggung karena atasanya malah menari-nari diluar. 


Sung Ryong kembali ke kamarnya karena akan mengikuti ujian harus belajar dan akan mengambil buku dibagian bawah, ketika menariknya membuat semua buku dibagian atas terjatuh. Saat itu melihat sebuah kaset video yang ada di lantai dan menontonya.
Video saat Acara Kuis Anak-anak, menemukan Anak Genius  dan pemenang Master mental aritmetika adalahKim Sung Ryong. Ayahnya langsung memeluk Sung Ryong dengan memenangkan hadiah uang sebesar 1.000 dolar, dan menginap tiga hari di resor di Gunung Seorak.

Ha Kyung menerima pesan dari " Penyihir Jahat" [Seorang atasan melaporkanmu atas tuduhan ketidaksopanan, Menghadaplah ke Bagian Manajemen Etika, segera setelah menerima pesan ini.]
“Apa-apaan ini? Aku sibuk!” teriak Ha Kyung membuat semua yang ada disekitarnya kaget. Manager Choo bertanya kenapa Ha Kyung berteriak
“Penyihir Jahat menghubungi.” Ucap Ha Kyung lalu keluar ruangan dengan wajah kesal 

Na Hee Young mengeluh kalau  mereka harus bertemu lagi ,menurutnya ini masalah dari karakter pribadi Ha Kyung dan memerintahkan agar  Minta maaf kepada Manajer Utama Lee dan serahkan permintaan maaf resminya. Ha Kyung kesal karena bahkan tidak pernah menulis itu di sekolah.
“Sekarang adalah waktu yang tepat untuk menulisnya.” Ucap Hee Yong.  Ha Kyung bertanya Bagaimana jika menolaknya
“Aku akan menahan sepertiga gajimu selama sebulan, dan kau harus melakukan pelayanan masyarakat selama 30 jam di tempat yang ditentukan oleh perusahaan. Jangan berpura-pura lebih kesal.” Ucap Hee Yoon. 

Sung Ryong melakukan ujian "Evaluasi Praktis, Tahap Ketiga" terlihat dengan mudah mengejarkanya semuanya mengunakan kalkulator lalu berdiri dari tempat duduknya. Pengawas ujian memberitahu  Toiletnya di ujung koridor. Sung Ryong pikir tidak perlu ke sana karena ingin mengumpulkan lembaran jawaban yang sudah diselesaikanya.
“Aku sudah mengirim fileku ke alamat email.” Kata Sung Ryong, Pengawas kaget Sung Ryong benar-benar sudah selesai.
“Kau pikir aku datang jauh-jauh ke sini untuk memeriksa kekuatan sinyal wifi-mu?” kata Sung Ryong berjalan keluar, Pengawal meminta agar  Sung Ryong Jangan terlambat untuk wawancara.

Anak buah Ketua menemui atasanya mengaku  ada sesuatu yang mengganggunya, terkait dengan Sung Ryong. Ketua pikir Sung Ryong  sudah tenang dan tidak menyentuh uangnya. Anak buahnya sudah tahu tapi  buku besar yang asli. Ketua bertanya ada apa dengan itu.
“Dia menyerahkannya ke akuntan di Seoul. Jika dia menyimpan salinannya, maka dia bisa menggunakan itu untuk menaklukkan Anda.” Kata anak buahnya. 
“Di mana dia sekarang?” tanya Ketua mulai panik. Anak buahnya juga  Sudah lama tidak melihatnya.
“Aku dengar di pergi ke Seoul memakai setelan jas hari ini dan Aku tidak tahu apa yang dia rencanakan.” Jelas Anak buahnya, Ketua terlihat mulai kesal memukul samsak tinju yang ada didepanya. 

Ha Kyung mengambil semangku mie dan juga kimbap sambil mengumpat kalau Lee Kang Sik memang brengsek, karena meminta agar Permintaan maaf tertulis dan Di usiaku sekarang, menurutnya  Ini sangat memalukan. Pesan dari "Dari Penyihir Jahat" [Panjang permintaan maaf itu harus lima halaman, Times New Roman ukuran 11, lebar garis 170 persen. Serahkan sebelum tenggang waktu” Ia benar-benar tak percaya membawa pesan dari Hee Yong  merasa membutuhkan bantuan.
Saat itu disisi samping, Sang Ryung duduk sambil makan hotdog merasa ujian terlalu mudah dan Semuanya tergantung pada wawancara. Jadi lebih baik Selesaikan itu dan semuanya akan mulus. Ketika akan melempar bekas Hotdognya malah makan masuk ke dalam mangkuk ramen milik Ha Kyung.
“Maafkan aku. Aku tidak sengaja.” Ucap Sung Ryong. Ha Kyung makin kesal melihat ramyun yang akan dimakan malah ada tusuk sate.
“Maaf. Kurasa aku terlalu keras menggoyangkan pergelangan tanganku. Ini makanan pertamaku hari ini... Dan tusukan sateku masuk ke dalamnya.” Jelas Sung Ryong melemaskan bagian tanganya.
“Dengar. Kenapa kau melakukan ini? Kau pasti melihatku duduk di sini. Kenapa kau membuang tusuk sate ini? Kau bisa memasukkannya ke tempat sampah.” Ucap Ha Kyung yang merasa kesal melampiaskan amarahnya.
Sung Ryong pikir  itu bukan masalah besar dan bisa membelikan makanan yang baru. Ha Kyung menolak menyuruh Sung Ryong membuang saja mangkuk mie yang belum dimakanya karena Lagi pula waktu makan siangnya sudah selesai. 


Kim Sung Ryong melakukan sesi wawancara, salah menanyakan Apa dinamai mengikuti Jackie Chan. Kim Sung mengaku bukan itu tapi  dinamai mengikuti Ryu Sung Ryong, seorang pejabat dan pria berintegritas tinggi di era Joseon. Man Geun melihat Sung Ryong melewati jalur yang berat iatu SMA komersial lalu sekolah malam.
“Aku ingin belajar tentang dunia yang luas ini, tapi aku harus mengurus nenekku yang sakit. Aku juga harus bekerja paruh waktu.” Jelas Sung Ryong, petinggi lain menanyakan  Deokpo Enterprise itu perusahaan apa
“Itu perusahaan kecil, tapi stabil yang mengelola klub dan perusahaan konstruksi di Gunsan.” Jelas Sung Ryong
“Kami mengatakan akan mengabaikan latar belakang pendaftar. Tapi kami tidak bisa menerima seseorang yang terlalu berbeda. Aku tidak yakin bagaimana kinerjamu saat ujian. Tapi terlepas dari itu...” kata Man Geun dan tiba-tiba Sung Ryong langsung naik ke atas meja dan berlutut, semua orang binggung.

“ Aku tahu memiliki banyak kekurangan. Tapi alasanku mendaftarkan diri ke Grup TQ adalah karena tempat ini hidupku. Sebagai tentara, aku menyimpan foto model perusahaanmu di lemariku. Hadiah pertama yang diberikan oleh cinta sejatiku dikirim oleh TQ Delivery. Makanan terakhir yang ayahku makan sebelum meninggal adalah gimbap segitiga yang aku beli dari salah satu toserba kalian. Perusahaan kalian berperan penting dalam kenangan terbaikku. Aku ingin mengorbankan semua milikku untuk membayar utangku.” Ucap Sung Ryong
Ia meminta agar mereka mengatakan yang dinginkan,  maka ia akan mengerahkan segenap kemampuan untuk melakukannya. Kalau memang tak berguna maka bisa memecatnya dan apabila tidak memercayainya maka akan menandatangani dokumen dengan darahnya. Maen Geun langsung menghalangi Sung Ryong yang ingin mengigit jari mengeluarkan darahnya merasa mereka sudah mengerti, serta meminta duduk kembali.
“Ayah... Akhirnya aku berada di kantor pusat TQ. Jika aku tidak mendapatkan pekerjaan ini...” ucap Sung Ryong sambil menangis memanggil ayahnya, saat keluar dari ruang wawancara senyumanya terlihat bangga karena membuat Akting yang luar biasa dan Air mata yang mengagumkan.


Min Young sengaja membuat mencium wewangian seperti ingin menenangkan dirinya, Maen Geun bertanya apakah  Ada kandidat final yang disukai dan memberitahu Kim Sung Ryong memiliki latar belakang paling lemah dari semua kandidat, tapi yang unggul dalam ujian praktik. Akhirnya Min Young memilih kandidat lainya selain Sung Ryong.
Seo Yool melihat berkas penganti Kepala Lee,  melihat resume Kim Sung Ryong dengan memiliki "Sertifikat Akuntansi" dan "Penghindaran Pajak, Dibebaskan" lalu melihat foto-foto Sung Ryong bersama orang-orang yanga ada diclub. 


Sung Ryong berdoa dalam kamarnya sambil menyalakan lilin,  mengaku belum pernah berdoa sejak berusia sembilan tahun tapi memohon agar mengizinkan masuk ke Grup TQ.
“Biarkan mereka menjadi korban terakhirku. Lalu aku berjanji akan hidup dengan jujur.” Ucap Sung Ryong. 


Junior Seo Yeol duduk sendiran minum bir, Seo Yool datang merasa heran melihat Juniornya itu minum sendirian. Si junior menceritakan kalau  datang dengan surat perintah penggeledahan, tapi keluar tanpa membawa apa-apa, dan dimarahi oleh atasanya serta diminta menulis laporan seputar kesalahannya. Menurutnya tak ada lagi yang bisa dilakukan selain minum.
“Seharusnya kau mendengarkan aku.” Ungkap Seo Yool
“Kau sangat sombong dan arogan.Kenapa itu tidak terlihat buruk?Aku memperhitungkan peluang kemenanganku. Kita bukan pengacara tapi tidak bisa fokus pada kemenangan.”keluh Juniornya
“Coba Tebak, apa bagian terburuk dari kekalahan berkesinambungan? Yaitu Terbiasa kalah jadi Biasakan dirimu dengan hal itu dan kau lupa cara meraih kemenangan. Itu bagian yang paling memalukan.” Jelas Seo Yool
Seo Yool menasehati Dong Hoon menurutnya sudah cukup lama bekerja jadi saatnya menjadi dewasa lalu pamit pergi lebih dulu. 


Sun Ryong terbangun dari tidurnya menerima telp dari Kwang Sook yang memintanya agar Jangan masuk kerja. Sung Ryong binggung menanyakan alasanya, Terdengar teriakan pria yang ingin tahu keberadan Kwang Sook. Sementara Kwang Sook sedang bersembunyi dibalik tangga.
“Tukang pukul bos kita yang jelek menggeledah kantor untuk mencari buku besar. Kau harus menghilang Setelah mereka selesai di sini,mereka akan menuju tempatmu. Keluar dari sana.” Ucap Kwang Sook
Sung Ryong menyuruh Kwang Sook segera keluar tapi algojo Ketua sudah menemukan Kwang Sook, Kwang Sook mengeluarkan seperti suara laki-laki karena Berani sekali menyentuhnya. Ponsel Kwang Sook pun terputus. 

Sung Ryong berjalan di rel sambil menerima telp menyindir  kalau pasti bangga dengan pekerjaannya. Anak Buah Ketua meminta agar  Berhentilah meracau dan membuang-buang waktunya dan meminta uang salinan, Sung Ryong memberitahu kalau  Tidak ada salinan.
“Aku memeriksa tempat sampah di tempat fotokopi. Ada halaman-halaman longgar karena tertekan mesin itu.” Ucap anak Buah Ketua
“Ternyata kau menggunakan matamu.” Komentar Sung Ryong bisa melihat dengan jeli
“Serahkan salinan itu ke Flower Wagon sekarang. Jika tidak, Nona Keriting...Kwang Sook akan kehilangan sejumlah anggota tubuhnya.” Ucap anak buah mengancam.
Sung Ryong berjalan mengendap-ngendap ke bagian depan kantor dan melihat didalam kantor sudah diobrak abrik lalu menemukan buah jeruk dan mulai memakan sambil memainkan pertanyaan “ haruskan menyelamatkanya atau tidak” hasilnya tidak perlu menyelamatkan sampai buahnya habis, tapi akhirnya memakan semua buah jeruk memutuskan untuk menyelamatkanya. 

Sung Ryong masuk ke club menyeret tas besar yang dibawanya dan melihat ketua sedang mengendong seekor kucing. Ketua menyapa Sung Ryong dengan anak buah yang sudah siap dengan tongkat kayu. Sung Ryong merasa meringis. dan sangat memalukan merasa seperti akhir dari film liburan yang buruk.
“Hidup bagaikan film yang buruk. Apa itu salinannya? Banyak sekali kertasnya.” Ucap ketua, Sung Ryong meminta agar melepaskan Kwang Sook lebih dulu.
“Kamu harus memperlihatkan bawaanmu dahulu.” Ucap Ketua, Sung Ryong mengeluh kalau Ketua mempersulit seperti ini.
Anak buah Ketua mengeluh membenci Sung Ryong bicara dan meminta agar segera memperlihatkanya. Sung Ryong kesal pada anak buah Ketua  yang bersikap seakan-akan lebih rendah darinya, lalu memperlihatkan isinya adalah sebuah gas helium dan juga mengeluarkan korek api. Ketua sampai kaget membuat kucingnya kabur masuk ke dalam.
“Ini hari yang indah untuk melakukan sesuatu yang dahsyat.” Ucap Sung Ryong mengancam.
“Tidak perlu bersikap agresif dan Jaga sikapmu.” Kata Ketua panik, Sung Ryong pikir sudah menjaga sikap dan meminta agar melepaskan Kwang Sook.
Akhirnya Ketua melepaskan Kwang Sook, Sung Ryong langsung menyuruh Kwang Sook keluar dari club sekarang, Kwang Sook tak lupa memberikan pujian pada atasanya yang luar biasa. Ketua meminta agar memberikan salinan buku besarnya. 
“Untuk apa? Agar kalian bisa menguburku?” Ucap Sung Ryong, Ketua merasa kalau Sung Ryong bukan harta karun jadi lebih baik akhiri saja. Saat itu Sung Ryong membuka keran gasnya
“Apa kau sudah bergabung dengan kelompok teroris? Apa kau pelaku bom bunuh diri?” ucap Ketua makin panik karena Sung Ryong masih memainkan koreknya.
“Aku tidak ingin melakukan ini Jangan mengikuti aku. Jangan berani-berani membuntuti aku dan Tetap di sini.” Kata Sung Ryong tapi yang terjadi malah membuat koreknya terlempar. 


Saat itu juga ketua langsung menyuruh anak buahnya menangkap Sung Ryong, Sung Ryong berusaha melawan dengan melempar gas tabungnya serta menghindari semua pukulan dari anak buah ketua. Saat itu anak buah ketua melihat isi tas ternyata kosong.
Ketua berteriak menanyakan salinanya, tapi suara seperti chipmunk,lalu melihat kalau yang dibawa Sung Ryong adalah gas helium yang tak bisa meledek. Semua berusaha menangkap Sung Ryong dan saat itu pesan masuk ke dalam ponselnya.
"Selamat, Anda diterima Kami akan menghubungi Anda melalui email Selamat" Sung Ryong tersenyum sumringah membawa pesannya dan akhirnya membiarkan dirinya dipukul wajahnya bahagia karena bisa diterima di TQ.
bersambung ke part 2 
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar