Jumat, 13 Januari 2017

Sinopsis Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 16 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC
[Pusat Pelatihan Nasional Taereung]
Bok Joo menerima telp Joon Hyun kalau kamarnya sudah mematikan lampunya, jadi sekarang sedang berada di tempat yang sepi. Joon Hyung seperti sudah mengantuk mendengarkan cerita pacarnya. Bok Joo menceritakan teman sekamarnya, yang bermain untuk Balai Kota Yeonnam, adalah orang yang sensitif saat tidur.
“Bagaimana latihanmu hari ini?” tanya Bok Joo
“Bagus. Aku berhasil memperpendek rekorku lagi sebanyak 0,2 detik. Aku mungkin bukan hanya akan bergabung denganmu disana, tapi jadi seorang bintang seperti Phelps.” Kata Joon Hyung bangga, Bok Joo senang mendengarnya, Joon Hyung pun ingin tahu keadan punggung Bok Joo.
“Ini tidak akan sembuh dalam waktu dekat, karena ini adalah penyakit yang kronis.” Ungkap Bok Joo
Bok Joo yakin kalau berat badan Joon Hyung itu turun lagi,  karena melihat foto yang dikirimkan kalau wajahnya jadi semakin kecil. Joon Hyung mengaku kalau ia hanya sedang merindukan pacarnya itu. Bok Joo akhirnya mengeluh kalau berat badanya itu tak ikut turun juga padahal merindukan Joon Hyung dan dua temanya serta merindukan ayam goreng buatan ayah dan pamannya.
“Ayahmu sering menghubungimu, kan?” kata Joon Hyung, Bok Joo memberitahu baru saja bicara dengan ayahnya tadi.
“Suaranya terdengar lemah. Mungkin ini karena aku tidak ada di sana.” Cerita Bok Joo khawatir
“Aku akan datang ke restorannya besok dan memeriksa keadaannya.” Ucap Joon Hyung .
Bok Joo mengucapkan terimakasih, lalu menceritakan karena Sekarang berada di Taereung,segala sesuatu yang terjadi di sekolah rasanya seperti mimpi dan sadar betapa bahagianya dan beruntungnya memiliki orang-orang baik yang ada di sekitarnya. Saat itu tak terdengar sahutan dari Joon Hyung, ternyata sang pacar sudah tertidur pulas dengan ponsel masih ada ditelinganya.
“Kau sudah tidur ternyata... Padahal Aku melawan rasa kantukku dan menunggu telpmu, tapi kau malah ketiduran. Kalau dipikir-pikir, sepertinya aku terlihat lebih menyukaimu daripada sebaliknya. Itu melukai harga diriku.” Keluh Bok Joo, saat itu penjaga asmara dengan sentre seperti sedang berpatroli dan menyoroti wajah Bok Joo. Bok Joo pun menerima hukuman karena berkeliaran dimalam hari dengan lompat kodok beberapa kali dengan berkata “aku harus mengikuti aturan.” 


[Episode Terakhir, Musim Semi, Masa Muda, dan Kita Lagi]

Joon Hyung langsung bergegas keluar dari tempat latihan, Tae Kwon langsung menahanya sebelum pergi karena sebelumnya akan pergi ke warnet karena sudah memijat tangannya. Joon Hyung mengaku kalau  pergi ke suatu tempat dan menemuinya nanti. Tae Kwon ingin tahu kemana temanya akan pergi. Joon Hyung memilih bergegas pergi dengan sepedanya.
Tae Kwon binggung melihat temanya yang pergi terburu-buru, Nan Hee dan Sun Ok datang memberitahu kalau akan pergi ke kantin dan memintanya agar bergabung. Tae Kwon setuju dan Sun Ok pun berjalan diantara Nan Hee dan Tae Kwon untuk pergi ke kantin bersama. 

Joon Hyung sampai didepan ayam Bok tapi terlihat pengumuman didepan pintu "Tutup sementara karena alasan pribadi pemilik restoran Jika ada sesuatu yang penting..." Joon Hyung berpikir ada sesuatu yang terjadi  dan harus bertanya.
Dae Ho menerima telp dari Joon Hyung di ruang rawat,  Joon Hyung dengan sopan memperkenalkan namanya lebih dulu. Dae Ho dengan bangga menyebut Joon Hyung sebagai calon suami masa depannya Bok Joo. Joon Hyung ingin tahu keadaan karena melihat Restorannya ditutup.

Joon Hyung sudah datang ke rumah sakit dengan wajah tertunduk, Tuan Kim dengan sinis menanyakan alasanya datang.  Joon Hyung menceritakan kalau mendengar Tuan Kim ada di rumah sakit, jadi harus segera datang dan menanyakan keadaan calon ayah mertuanya.
“Ya. Dia baik. Dia dirawat disini karena mereka harus mengobati penyakit maagnya dan meningkatkan kondisi tubuhnya sebelum dioperasi.” Jelas Dae Ho
“Aku pikir kau dan Bok Joo hanya sebatas teman. Kenapa kau sangat peduli kalau ayahnya temanmu sedang sakit?” keluh Tuan Kim sinis
“Kau harusnya berterima kasih karena dia sudah peduli. Kau benar-benar memiliki tempramen yang buruk.” Balas Dae Ho
Tuan Kim makin marah mendengar ejekan adiknya,  menurutnya Sudah sangat lama tak memukul adiknya.  Joon Hyung pun memberikan buah tangan untuk Tuan Kim, lalu bertanya Kapan akan menjalani operasi. Dae Ho mengatakan sudah memberitahu tanggalnya, tapi jadwalnya berbarengan dengan turnamen Bok Joo jadi khawatir kalau sampai Bok Joo mengetahuinya.
“Dengar. Aku mengatakan ini hanya untuk berjaga-jaga. Jangan beritahu Bok Joo tentang ini. Kau mendengarku? Dia akan segera melakukan pertandingan. Jika dia sampai tahu, maka dia tidak akan fokus pada latihannya. Dia bekerja sangat keras untuk bisa sampai menjadi tim nasional.” Pesan Tuan Kim, Joon Hyung mengerti akan berjanji
Saat itu ponsel Joon Hyung berdering, Bok Joo menelp dengan wajah gugup Joon Hyung mengaku sedang latihan sekarang, dan akan menelpnya setelah latihan nanti. 


Bok Joo heran dengan Joon Hyung karena semalam ketiduran dan sekarang seperti menolak telpnya padahal ingin mendengar suaranya. Dua seniornya yang sedang makan dengan Bok Jooo bertanya apakah kekasihnya itu  tidak mengangkat telepon atau mengangkatnya dan bergegas akan menelepon lagi nanti.
“Aku tidak tahu kau punya kekasih. Coba perlihatkan fotonya.” Ucap salah satu senior dengan kacamata, Bok Joo memperlihatkan foto Joon Hyung yang disimpan pada ponselnya dengan wajah yang tampan.
“ Hei. Apa kau benar-benar mengatakan kalau dia adalah kekasihmu? Jangan berbohong pada kami. Kau mendapatkan foto ini dari internet, kan?” komentar Seniornya melihat wajah Joon Hyung yang benar-benar tampan.
“Tidak. Dia satu sekolah denganku dan berada di tim renang.” Cerita Bok Joo,
“Dia sangat tampan dan junior kita ini seperti memenangkan lotre. Tapi akhir-akhir ini, dia tidak bisa menghubungi kekasih tampannya. Itu bukan pertanda baik. Aku pikir kalian berdua akan segera putus.” Komentar senior satunya, Bok Joo kaget mendengarnya.
“90 persen atlet yang memiliki kekasih pasti putus setelah datang kesini. Tapi ada tahapannya, Pada awalnya, semakin sulit untuk menghubunginya. Dia mengabaikan panggilanmu, atau dia bilang akan menghubungimu nanti. Lalu, suaranya akan terdengar bisik-bisik, dan jawabannya akan sangat singkat. Dan akhirnya, dia akan menjatuhkan bomnya. Dengan berkata "Maafkan aku. Sepertinya kita harus putus. Aku sudah bertemu orang lain."” Cerita seniornya yang duduk tepat didepan Bok Joo
Tapi Bok Joo yakin kalau Joon Hyung tak mungkin seperti itu,  karena tadi berkata kalau sedang latihan. Seniornya tahu kalau Joon Hyung tidak sedang latihan karena seekarang sedang waktunya makan siang karen pernah sekolah di universitas olahraga dan dengan wajah yang dimiliki kekasih Bok Joo, maka berani bertaruh kalau Bok Joo  hanya akan bertahan sampai sebulan paling lama karena Para wanita tidak akan pernah membiarkan Joon Hyung sendirian. Bok Joo terdiam seperti memikirkanya. 


Nan Hee datang membawa tiga hot dog untuk Tae Kwon dan Sun Ok yang duduk dibangku taman, lalu dengan wajah bahagia menurutnya makanan rasanya jauh lebih baik sekarang karena Tae Kwon mengisi posisi Bok Joo dan ingin merekrutnya sebagai anggota baru.  Tae Kwon dengan senang hati menerimanya, dan Sun Ok mengatakan kalau mereka  sekarang adalah trio baru.
Saat itu ponsel berdering dan Nan Hee memberitahu kalau itu dari member lama mereka. Bok Joo keluar dari kantin,  menanyakan kabar Nan Hee dan juga Sun Ok. Nan Hee memberitahu kalau sedang bersama Sun Ok, dengan makan makanan ringan. Lalu bertanya apakah Bok Joo sudah bicara dengan kekasihnya.
Bok Joo mengaku belum karena Joon Hyung  sedang latihan. Nan Hee kaget mendengarnya karena Tae Kwon sedang bersamanya, jadi tak mungkin Joon Hyung sedang latihan. 

Tae Kwon seperti disidang oleh dua teman Bok Joo, Sun Ok ingin tahu kemana perginya Joon Hyung setelah berbohong pada Bok Joo. Tae Kown tak tahu karena sebelumnya Joon Hyung hanya bilang  harus pergi ke suatu tempat. Nan Hee ingin tahu apa saja yang dilakukan Joon Hyung  akhir-akhir ini.
“Apa kau juga curiga kalau diabertemu dengan wanita lain?” ucap Tae Kwon merasa tak yakin
“Aku tidak ingin mencurigainya, tapi itulah firasat yang kudapatkan. Apa lagi kalau bukan wanita lain?” kata Sun Ok yakin
“Kalian harus dengar, Joon Hyung memiliki banyak wanita di sekelilingnya, tapi dia bukan tipe orang yang dengan mudah berkhianat.” Ucap Tae Kwon yakin,
Keduanya seperti tak percaya, Tae Kwon tahu kalau Sebagai seorang pria, tidak bisa menjamin itu. Keduanya merasa kalau butuh bukti untuk menangkapnya atau untuk meluruskan segala kesalah pahaman. Nan Hee pun merasa butuh kerja samaTae Kwon sekarang. 

Joon Hyung keluar dari kamar, Paman Bok Joo tetap memanggilnya  “Calon suami masa depan keponakan” lalu merasa kalau harus meminta tolong agar bisa datang selama dua jam besok , karena Kekasihnya sangat marah padanya. Joon Hyung dengan senang hati akan datang setelah latihan,  sambil berjabat tangan.
Dae Ho menerima telp dari pacarnya, terdengar teriakan  kalau sebelumnya menyuruhnya untuk datang dan bertanya keberadanya sekarang. Dae Ho mengeluh kalau pacarnya itu malah mengumpat, lalu memujinya terlihat sangat cantik ketika sedang menyumpahinya. Pacar Dae Ho seperti curiga Dae Ho seang bersama dengan perempuan lagi, sementara Dae Ho sedang memberi kode agar Joon Hyung segera pulang saja. 

Joon Hyung kembali ke asrama mencoba menelp Bok Joo tapi tak angkat berpikir kalau  sedang latihan. Ia sedikit mengeluh karena Bok Joo menelp saat sedang bersama ayahnya,  padahal sangat ingin mendengar suaranya.
Saat itu Si Ho baru datang menyapa Joon Hyung,  Joon Hyung pun menyapa Si Ho seperti sudah lama tak bertemu. Si Ho bertanya mau kemana sang mantan, Joon Hyung mengatakan akan pergi ke asrama. Si Ho mengatakan juga akan pergi kesana dan mengajaknya untuk pergi bersama.
Joon Hyung terlihat sedikit canggung menyuruh berjalan lebih dulu saja, tapi Si Ho mengajak agar bersama saja dan jangan banyak bercanda. 

Keduanya akhirnya berjalan bersama, Joon Hyung menanyakan sesi terapinya menurutnya kalau dokternya hebat. Si Ho membernakan karena  sudah merasa jauh lebih baik sejak melakukan terapi dan sedang belajar akhir-akhir ini.
“Aku sedang melakukan wawancara untuk posisi asisten pelatih.” Ucap Si Ho, Joon Hyung memuji Si Ho yang sudah bekerja keras.
“Kau juga terlihat jauh lebih baik.” Komentar Si Ho,
“Ngomong-ngomong, apa kau sering menghubungi Bok Joo? Bukankah itu sulit karena dia sekarang berada di Taereung?” ungkap Si Ho
“Aku sedang memulai agar bisa dikirim kembali ke tim nasional” kata Joon Hyung Yakin, Si Ho pun terlihat bahagia. 

[Universitas Olahraga Haneol]
Joon Hyung langsung bergegas pergi setelah menganti pakaianya, Tae Kwon melihat temanya yang buru-buru seperti curiga lalu mengeluarkan ponselnya. Saat itu Sun Ok sedang latihan terlihat kaget menerima telpa dari Tae Kwon dan memberitahu Nan Hee kalau mereka sudah dapat satu berita kalau  Joon Hyung pergi keluar lagi jadi harus pergi sekarang. Nan Hee pun sudah siap akan memberikan pelajaran pada Joon Hyung.
Sementara Joon Hyung sedang berjalan disamping lapangan, dan sisi lain bawah Nan Hee dkk mengikutinya sambil menutup wajah mereka. Nan Hee melihat Joon Hyung yang berjalan sangat cepat menurutnya pasti merasa sangat bersemangat. Tae Kwon berharap  Joon Hyung tidak akan bertemu dengan wanita lain kalau memang benar akan memukulnya.
“Pasti ada wanita lain. Aku yakin sekali.” Kata Nan Hee, Sun Ok pikir Joon Hyung  bisa lebih dipercaya dari itu.
“Aku bukan apa-apa tanpa kesetiaanku.” Ucap Tae Kwon, Nan Hee meminta agar tak berisik karena harus segera menangkapnya

Saat itu Joon Hyung seperti merasakan sesuatu dibelakangnya. Ketika berbalik ketiganya langsung duduk di pinggir lapangan. Tae Kwon mencari kesempatan dengan memeluk Sun Ok. Setelah Joon Hyung pergi, Sun Ok memberikan pukulan pada Tae Kwon karena berani menyentuhnya. 
Ketiganya mengikuti Joon Hyung sampai kerumah sakit, Joon Hyung terlihat gugup sebelum masuk ruangan. Sun Ok bertanya-tanya apakah Joon Hyung menemui seseorang di rumah sakit. Nan Hee pikir mungkin kalau wanitanya dirawat di rumah sakit. Tae Kwon menduga kalau wanita itu  seorang perawat. Setelah Joon Hyung masuk ruangan ketiganya berjalan ke depan ruangan.

“Kita tidak bisa masuk ke dalam ruangan seseorang di rumah sakit begitu saja. Tapi Kita harus bisa menangkapnya saat dia sedang selingkuh.” Kata Nan Hee.
“Namanya Kim Chang Gull? Namanya terdengar tidak asing. Apa kau kenal Kim Chang Gul?” kata Sun Ok melihat papan nama, Nan Hee merasa  Namanya sama dengan nama ayahnya Bok Joo.

Sun Ok pun membenarkan lalu keduanya saling menatap seperti memikirkan sesuatu hal yang sama, Tae Kwon binggung apa maksud keduanya. Saat membuka pintu Joon Hyung sedang mengupaskan jeruk untuk ayah mertuanya. Nan Hee dan Sun Ok terlihat sedih karena ternyata Joon Hyung sedang menemani ayah Bok Joo
“Nan Hee, Sun Ok... Bagaimana kalian tahu kalau aku ada disini?” ucap Tuan Kim kaget, Nan Hee dan Sun Ok memanggil ayah Bok Joo dengan wajah sedih. Joon Hyung juga kaget melihat Tae Kwon yang juga ikut-ikut bersama Nan Hee dan Sun Ok. 
Joon Hyung dkk kembali pulang ke asrama. Nan Hee, Sun Ok dan Tae Kwon tertunduk malu. Joon Hyung terlihat marah mengaku   tidak bisa percaya pada mereka dan terutama pada Tae Kwon, denga bertanya sebenarnya temannya atau dengan dua teman Bok Joo.
“Bagaimana bisa kau mencurigaiku dan memata-mataiku?” kata Joon Hyung marah, Tae Kwon mengaku  tidak punya pilihan.
“Dia tidak melakukan apapun. Kita saja yang berlebihan. Bok Joo sedih karena dia tidak bisa menghubungimu, jadi aku langsung emosi.” Ungkap Sun Ok
“Maafkan aku karena tidak berpikir panjang dan Ini karena kami temannya.” Kata Nan Hee,
“Aku mengerti. Pastikan saja kalian merahasiakan ini dari Bok Joo. Aku tidak yakin apakah aku melakukan hal yang benar, tapi ini adalah yang diinginkan ayahnya. Menghargai keinginannya adalah hal yang benar.” Tegas Joon Hyung,
Keduanya bisa mengerti tidak akan memberitahunya lalu bergegas pergi. Tae Kwon memegang lengan temanya untuk pergi, Joon Hyung menegaskan kalau Pertemanan mereka sudah selesai setelah tahun ini. Tae Kwon mengutarakan perasan sayangnya agar temanya bisa senang. 

Joon Hyung menelp Bok Joo, Bok Joo sedang latihan mengeluh karena sulit sekali menghubunginya. Joon Hyung meminta maaf karena  tidak pernah menemukan waktu yang tepat lalu bertanya keberadaanya, Bok Joo mengatakan sedang ada ditempat latihan.
“Apa kau ada di asrama? Apa kau jadwal latihanmu semakin banyak akhir-akhir ini? Kau terlihat lebih sibuk dari aku meskipun aku berada di Taereung.” Ungkap Bok Joo
“Aku sibuk dengan latihan. Akhir-akhir ini, aku disibukkan dengan banyak hal.” Ungkap Joon Hyung, Bok Joo ingin tahu banyak hal yang seperti apa.
“Aku hanya mengatakannya.... Ah... Kenapa aku harus sibuk?” ucap Joon Hyung kebinggungan menjelaskanya.
“Kau sangat plin-plan. Apa ini karena kau tidak menyukaiku?” ucap Bok Joo, saat itu terdengar suara senior yang memanggil nama Bok Joo.

Bok Joo pun menghentikan pembicaranya dengan Joon Hyung karena harus menemui seniornya, Joon Hyung menatap ponselnya yang harus di tutup dan masih menyimpan nama “gendut” pada layar ponselnya.
“Kita hanya bicara selama satu menit. Aku semakin merindukanmu setelah mendengar suaramu. Aku merindukanmu, Bok Joo. Aku rasanya hampir gila karena merindukanmu, Bok Joo.” Ungkap Joon Hyung menatap foto Bok Joo pada ponselnya. 


Bok Joo memegang punggungnya, masuk ke ruang latihan menyakinkan kalau harus bisa fokus,  karena Kompetisisi sudah di depan mata. Saat mencoba mengangkat besi, langsung mengaduh dan menjerit kesakitan. Pelatihnya langsung datang dengan wajah panik menanyakan keadaan punggungnya.
“Sepertinya aku melukai punggungku.” Ucap Bok Joo
“Punggungmu selalu seperti itu akhir-akhir ini.Pertandinganmu sudah di depan mata.” Kata Pelatihnya dengan melihat kedaaanya. Tapi Bok Joo merasa kalau bisa menahan rasa sakitnya.
“Tidak, ini tidak baik, Kau tidak bisa terus seperti ini. Lebih baik kau mendapatkan perawatan lebih dulu. Ada tempat namanya Rumah Sakit Dr. Park. Mereka adalah spesialis cedera pada atlet, jadi pergilah kesana. Setelah Istirahatlah di rumah, dan kembali lagi besok. Aku memberimu izin.” Ucap pelatihnya, Bok Joo tersenyum karena diberi izin oleh pelatihnya.
“Kau harus berubah dan memulihkan kondisimu. Kau tidak bisa bertanding dengan punggungmu yang seperti ini.” Jelas pelatihnya, Bok Joo mengucapkan terimakasih dan berjanji segera mendapatkan perawatannya.

Sun Ok sedang berlatih mengangkat besi dengan menonton video pada ponselnya, saat itu Tae Kwon menelp dengan nada seperti biasanya mengangkat telp dari teman Joon Hyung. Tae Kwon bertanya apa yang sedang dilakuan Sun Ok sekarang, Sun Ok mengatakan sedang menonton video kompetisi dan bertanya balik kenapa menelpnya.
“Aku tidak bekerja hari ini. Apa kau mau menoton film bersamaku?” kata Tae Kwon
“Menonton film kedengarannya bagus. Aku akan bertanya pada Nan Hee kapan dia akan kembali dari...” ucap Sun Ok langsung disela oleh Tae Kwon
“Jangan bertanya padanya. Ayo kita pergi saja berdua. Aku ingin pergi bersamamu.” Kata Tae Kwon, Sun Ok terdiam karena diajak pergi oleh pria. 

Keduanya berjalan dengan canggung keluar dari kampus, Tae Kwon bertanya apakah  Sun Ok terkejut karena mengajaknya menonton film. Sun Ok mengaku tidak tapi lebih terkejut karena bicara banmal padanya, Tae Kwon pikir mereka bisa kembali bicara sopan seperti dulu. Sun Ok menolaknya  menurutnya akan segera terbiasa.
Saat itu Tae Kwon melihat tangan Sun Ok dan mencoba mengenggamnya, Sun Ok terlihat kaget tiba-tiba Tae Kwon berani memegangnya. Nan Hee tiba-tiba datang, Sun Ok langsung mendorong Tae Kwon menjauh. Nan Hee langsung bertanya mau kemana mereka berdua, keduanya terlihat binggung, sampai akhirnya Sun Ok memberitahu kalau sedang menunggunya karena  akan pergi menonton film.
Tae Kwon pun mau tak mau membenarkanya, Nan Hee dengan bahagia  mengatakan suka film dan merasa sangat bersemangat karena mereka bisa jalan bertiga, lalu melihat ke ponselnya untuk memilih film. Tae Kwon dan Sun Ok terlihat pasrah karena mereka harus nonton bertiga. 

Bok Joo baru saja selesai terapi,  dengan senyuman merasa Dokter ini sangat bagus karena Punggungnyarasanya sudah lebih baik dan bebas dari rasa sakit sekarang lalu ingin tahu Apa Joon Hyung sudah selesai sekarang tapi menurutnya harus pulang ke rumah dulu dan harus menghubungi Ayah.
Dae Ho melihat ponsel kakaknya langsung mengangkat telp dari Bok Joo, Bok Joo bertanya keberadaan ayahnya. Dae Ho berbohong kalau Tuan Kim  di kamar mandi dan terkena diare. Bok Joo panik bertanya apa yang sebelumnya dimakan.
“Paman, aku dapat hari libur untuk mengobati punggungku. Jika aku naik taksi, akan segera sampai di rumah dalam 20 menit.” Ucap Bok Joo
“Apa kau bilang, Kau akan pulang ke rumah sekarang?!!!” kata Dae Hoo kaget, Tuan Kim yang baring pun ikut kaget, Dae Ho dengan panik ingin menutup telp beralasan lupa meninggalkan sesuatu di kompor.

Dae Ho panik dengan yang harus mereka lakukan karena  Bok Joo sedang dalam perjalanan ke rumah sekarang dan bisa melihat pengumumannya. Tuan Kim ingin melepaskan infusnya menurutnya  tidak punya pilihan karena harus pulang ke rumah sekarang. Dae Ho menahanya karena kakaknya pasti akan semakin sakit.
“Dia akan sampai dalam 20 menit. Kita akan membutuhkan waktu lebih dari satu jam.” Kata Dae Ho
“Apa yang harus kita lakukan, kalau begitu? Jika dia sampai tahu, dia akan menangis keras dan jadi gila.” Kata Tuan Kim panik
“Tunggu. Lebih baik kita tenang dan mencoba menyatukan pikitan kita... Kita harus mencegahnya supaya tidak pulang ke rumah, kan? Bagaimana dengan temannya?” kata Dae Ho akan meminta  untuk mengalihkannya

Tapi dua teman Bok Joo sedang sibuk menonton film, Nan Hee tertidur dibangku tengah sepertinya Tae Kwon dan Sun Ok tak begitu bersemangat menonton film, sampai akhirnya sama-sama mengambil popcorn yang dipegang oleh Nan Hee. Tangan mereka bersentuhan, Tae Kwon memberanikan diri memegang tangan Sun Ok kembali. Sun Ok terlihat kaget dan keduanya saling menatap sampai akhirnya Nan Hee terbangun membuat keduanya kembali melepaskan tangan mereka. 

Joon Hyung sedang melatih otot lenganya,Pamannya Bok Joo menanyakan keberdaaanya, Joon Hyung mengaku  sedang di tempat latihan sekarang lalu matanya melotot kaget mengetahui Bok Joo akan segera pulang ke rumah dalam waktu 30 menit.
Bok Joo terlihat bahagia kembali kerumah tercinta yaitu ayam Goreng Bok. Joon Hyung dengan terburu-buru mengayuh sepedanya bisa menghentikan pacarnya sebelum melihat pengumuman didepan rumah. Bok Joo binggung Joon Hyung bisa tahu keberadaanya, Joon Hyung mengaku kalau sengaja datang untuk makan ayam goreng dan melihatnya, menurutnya seperti telepati.
“Kita pasti memang sudah ditakdirkan bersama.” Ungkap Joon Hyung, Bok Joo mengajak untuk segera masuk.

“Hei.. Bok Joo.. Aku sangat merindukanmu.” Kata Joon Hyung mencoba mengalihkanya dengan memeluk erat pacarnya.
Bok Joo bingung dengan sikap Joon Hyung,  berpikir melakukan kesalahan jadi bersikap berlebihan seperti ini. Joon Hyung mengaku hanya sangat sangat merindukannya dan mengajak untuk pergi karena harus makan sesuatu yang enak dengan makan daging sapi. Bok Joo setuju dan akan masuk dulu dan mengucapkan salam pada ayahnya. Joon Hyung pikir Bok Joo bisa melakukan itu nanti dan mendorong Bok Joo dengan memeluknya dari belakang agar segera pergi. 


Semangkuk ayam goreng ada diatas meja, Bok Joo heran karena harus makan goreng direstoran lain. Joon Hyung menyuruh Bok Joo agar makan saja, karena melihat Sepertinya berat badannya turun. Bok Joo memberitahu kalau Berat badannya naik. Joon Hyung merasa sudah lama tidak bertemu dengan pacarnya dan ingin tahu keadaanya.
“Apa Kau baru bertanya itu sekarang? Aku baik-baik saja. Apa kita sudah baikan sekarang?” ucap Bok Joo kesal
“Apa kau harus bicara seperti itu? Kau sudah lama tidak bertemu dengan kesayanganmu ini” kata Joon Hyung, Bok Joo yang masih kesal seperti tak peduli.

“Hei, jujurlah padaku. Apa yang kau lakukan akhir-akhir ini? Apa kau selama ini berpesta dan bersenang-senang bersama gadis-gadis?” ucap Bok Joo curiga
“Apa kau pikir aku gila? Aku tahu kalau akan mati di tanganmu jika melakukan itu.” Kata Joon Hyung
Bok Joo pun menyakinkan kalau Joon Hyung tak melakukanya, Joon Hyung menyakinkan tak melakukanya, saat itu ponselnya berdering dan berpura-pura kalau harus ke kamar mandi. Bok Joo menatap curiga karena Joon Hyung tiba-tiba pergi meninggalkanya. 


Joon Hyung pergi ke sudut ruangan mempersilahkan Paman Bok Joo bicara, Dae Ho bertanya apakah sekarang sedang bersama Bok Joo,  Joon Hyung memastikan kalau Bok Joo tidak bisa pergi kemanapun jadi Jangan khawatir. Dae Ho mengucapkan terimakasih pada Joon Hyung yang bisa membantunya.
“Aku pikir kami akan segera sampai dalam 20 menit. Jadi Tahan dia selama 30 menit lagi, oke?” kata Dae Ho sudah ada ditaksi bersama kakaknya.
“Baiklah. Jangan khawatir. Aku akan melakukan yang terbaik supaya Bok Joo tetap berada di sini.” Kata Joon Hyung
Saat itu tiba-tiba Bok Joo sudah ada disamping Joon Hyung dengan mata sinisnya, Joon Hyung ketakutan melihat Bok Joo. Sementara Bok Joo menyindir Joon Hyung yang akan pergi ke kamar mandi tapi malah menelepon seseorang. Joon Hyung mengaku  merasa sedikit sesak di dalam, jadi ingin mencari udara segar lalu mengajaknya kembali ke meja. 

Bok Joo  ingin tahu siapa yang menghubunginya, Joon Hyung menjawab kalau Seseorang yang tidak dikenal. Bok Joo tetap penasaran ingin Joon Hyung memberitahukanya.
“Bukannya aku tidak bisa memberitahumu. Itu hanya orang yang tidak kau kenal.” Kata Joon Hyung
“Jadi siapa dia? Aku yakin orang itu punya nama. Beritahu aku.” Kata Bok Joo makin penasaran, Joon Hyung akhirnya mengaku kalau Namanya Seung Jin dari teman SMAnya.
Bok Joo tak percaya karena Joon Hyung bicara sesopan itu pada temannya dan pasti sangat menghargainya. Joon Hyung mengelak kalau Bok Joo pasti  salah dengar, lalu mengeluh Bok Joo yang mencoba memancing pertengkaran padahal mereka sudah lama tidak bertemu.
Bok Joo yakin itu bukan teman tapi  seorang wanita. Joon Hyung terlihat kesal karena karena Bok Joo yang  sangat curiga padanya. Bok Joo menegaskan alasanya adalah karena Joon Hyung yang bertingkah mencurigakan meminta agar memberikan ponselnya karena ingin tahu nama sebenarnya.
Joon Hyung langsung mengambil ponsel dari tangan Bok Joo, dengan mata melotot. Bok Joo merasa semakin melihat tingkah Joon Hyung semakin menambah kecurigaannya. Keduanya kejar-kejaran dan menjadi perhatian pelanggan lainya, Joon Hyung kesal merasa Bok Joo yang sudah melewati batas, Bok Joo akhirnya mengaku kalau  melewati batas.
“Aku sedang merasa sulit karena latihanku, Lebih baik kita tidak bertengkar.” Ucap Bok Joo, Keduanya pun duduk kembali Joon Hyung heran dengan Bok Joo yang merasa curiga padanya.

“Aku bahkan tidak menatap pada gadis lain, bahka Tidak pernah. Jadi Percayalah padaku.” Kata Joon Hyung, saat itu Bok Joo melirik ponsel yang ada diatas meja dan langsung mengambilnya.
Joon Hyung bisa merampasnya kembali, menegaskan kalau memang sedang berkencan tapi  harus menghargai privasi masing-masing menurutnya Memeriksa ponsel kekasih adalah hal yang tidak sopan dilakukan. Bok Joo tak percaya Joon Hyung mengatakan tentang Privasi dan Tidak sopan.
“Aku tidak tahu apa itu privasi atau sopan santun, jadi aku hanya akan meninggalkanmu sendiri.Bersenang-senanglah dengankekasih barumu. Selamat tinggal!” ucap Bok Joo marah lalu keluar dari restoran, Joon Hyung panik mengejar Bok Joo yang keluar restoran. 


Joon Hyung heran melihat tingkah Bok Joo menurutnya ini bukan sesuatu yang harus dipermasalahkan. Bok Joo meyindirnya kalau ia  marah karena hal yang tidak penting, bahka berlebihan, dan memiliki masalah kepercayaan.
“Katakan saja kalau ini semua salahku!” teriak Bok Joo kesal, Joon Hyung binggung Bok Joo malah berkata seperti itu.
“Kita sudah sangat lama tidak bertemu. Ayo kita baikan.”rayu Joon Hyung
“Benar. Aku tidak ingin seperti ini setelah kita tidak bertemu lama, tapi aku tidak bisa berhenti merasa marah. Punggungku rasanya sakit, tapi aku masih merasa sangat bersemangat... untuk melihatmu dan Ayah. Aku memang bodoh! Aku benar-benar tidak berpikir kalau kau akan melakukan ini padaku.” Ucap Bok Joo memilih untuk pergi. Joon Hyung hanya bisa menghela nafas panjang.
“Ah, aku bahkan tidak bisa mengatakan yang sejujurnya.” Kata Joon Hyung lalu melihat ponselnya apakah sudah 30 menit. 

Bok Joo mengumpa kesal, menurutnya Joon Hyung tidak mencintainya lagi, padahal sebelumnya bertingkah sangat manis padanya bahkan belum berpisah terlalu lama mungkin menurutnya Dunia ini luas, ada banyak wanita cantik. Saat masuk restoran memanggil ayahnya dengan wajah melonggo.
“Apa yang kau lakukan, Paman?” ucap Bok Joo dan ayahnya terlihat sedang sibuk membereskan meja, Tuan Kim menyapa Bok Joo yang sudah kembali.
“Apa punggungmu baik-baik saja sekarang? Apa Kau sudah mendapatkan perawatan?” tanya Tuan Kim.
“Aku pergi ke rumah sakit yang direkomendasikan pelatihku, jadi merasa lebih baik. Kenapa Ayah menggunakan masker? Apa Ayah terkena flu?” kata Bok Joo melihat ayahnya mengunakan masker.
“Aku mungkin menularkannya pada pelanggan. Ini hanya untuk pencegahan.” Ucap Tuan Kim memberikan alasan.

Bok Joo meminta  ayahnya bisa menjaga diri karena flu pada musim dingin ini sangat buruk, lalu heran melihat pamanya yang  sangat berkeringat,  berpikir pergi dari suatu tempat. Dae Ho mengaku mungkin karena kesehatanya jadi semakin buruk.Sepertinya menopause pria dimulai lebih cepat. Bok Joo menyuruh pamanya  harus segera menikah lalu dibuat heran dengan pamanya yang  membersihkan alat pemadam kebakaran. Pamanya beralasan Untuk mencegah kebakaran.
Dua temanya tiba-tiba datang dengan wajah panik memanggil Bok Joo dan bisa bernafas lega melihat Tuan Kim dan Dae Ho sudah ada direstoran. Bok Joo binggung temanya yang tahu keberadaanya, Sun Ok mengaku baru datang untuk makan ayam dan mendengar suaranya. Nan Hee merasa  mereka hanya punya hubungan telepati dan swag. Bok Joo bisa mengerti walaupun dibuat binggung karena akhir-akhir ini banyak yang mengatakan telepati, ketiganya pun saling berpelukan.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar