Jumat, 19 Februari 2016

Sinopsis Remember Episode 19 Part 2

Gyu Man duduk didalam kamarnya, tersenyum mengingat rencana Jaksa Hong untuk menyelamataknya.
Flash Back
Gyu Man marah karena Jaksa Hong menyuruhnya untuk “mati”. Jaksa Hong meminta Gyu man tenang, karena yang dimaksud adalah pencucian identitas, pertama-tama adalah pergi ke cina,
Apa kau menyuruhku untuk menyelundup ke Cina?” kata Gyu Man
“ Anda akan menjadi seseorang yang sudah mati di atas kertas. Dan anda bisa mencuci identitas  dengan menjadi orang lain. Setelah beberapa waktu kemudian, Kau bisa kembali sebagai  orang baru dan memulai kembali semua bisnis anda. ” Jelas Jaksa Hong
Tapi, ada satu hal lagi. Aku harap proses ini tak berlangsung lama, karena Aku tak suka tinggal di luar negeri.” Ungkap Gyu Man
Anda sendiri pasti sudah tahu. Masyarakat pasti akan melupakan semuanya. Tentang Anda, Ketua Nam Dan juga Oh Jung Ah... akan segera dilupakan.” Kata Jaksa Hong menyakinkan.
Gyu Man menatap kearah depan dengan senyuman liciknya. 

Jin Woo melihat dirinya dicermin mengenakan pakaian rapih sebagai pengacara,
Flash Back
Jin Woo yang masih remaja meminta maaf pada ayahnya sambil menangis,  karena tak bisa tidur dengan nyenyak mengingat ayah harus tidur di penjara. Tuan Seo meminta Jin Woo tak seperi itu karena ia akan lebih bangga jika anaknya bisa hidup dengan baik di luar sana.
Aku ingin membebaskan ayah, tapi semuanya jadi seperti ini.” ucap Jin Woo
Apa kau tahu... apa yang paling membuatku menderita untuk tinggal di sini? Yang membuatku menderita adalah aku tak bisa melihatmu tumbuh besar. Itulah yang membuatku sedih. Aku hanya bisa membayangkan semuanya.” Cerita Tuan Seo
Aku sungguh ingin membuat banyak kenangan indah bersamamu. Dan aku sedih karena tak bisa melakukan itu, Jin Woo. Maafkan aku... karena aku tak bisa menemanimu.” Kata Tuan Seo menangis.

Jangan khawatir, aku sudah memiliki banyak kenangan indah bersama ayah. Kenangan itu sudah cukup bagiku. Ayah telah melakukan banyak hal saat aku masih kecil dulu.” Ucap Jin Woo
Tuan Seo khawatir kalau nanti  semua kenangan menghilang juga, Jin Woo mengatakan akan mengingatkan pada ayahnya dan  tetap mengingat selamanya, karena Semua kenangan itu akan hidup bersamanya.
Ayah...  Aku pasti akan berhasil.” Kata Jin Woo menyakinkan diri didepan cermin 


Jin Woo bertemu dengan In Ah dilorong pengadilan, senyuman keduanya sangat lebar. Jin Woo menghela nafas karena untuk kesekian kalinya akan sendirian di kursi persidangan ulang ini. In Ah yakin Jin Woo itu bisa melakukan tanpa dirinya, Jin Woo tersenyum lalu mengakui kalau semua itu tak bisa dilakukan tanpa bantuan dari In Ah.  In Ah memeluk Jin Woo seperti memberikan kekuatan, Dong Ho melihat bisa tersenyum karena melihat keduanya bisa bahagia. In Ah melepaskan pelukanya.

Pengacara Seo Jin Woo, ayahmu akan selalu mendampingimu. Beritahu semua orang tentang kebenaran yang harus mereka ketahui.” Kata In Ah, Jin Woo mengangguk dengan memberikan senyuman lebar.
Di dalam ruang sidang, Jin Woo duduk disamping kursi terdakwa, terlihat sedih karena kursi disampingnya kosong. Lalu melihat Dong Ho dibangku penonton dengan mengangkat tanganya memberikan semangat. Jin Woo pun tersenyum menerimanya. 

[Persidangan Ulang Kasus Pembunuhan Mahasiswa Seochon]
Hakim memerintahkan agar saksi dari pihak pembela masuk keruang sidang, Detektif Gwak dibawa polisi untuk duduk di ruang sidang. Jin Woo meminta Detektif Gwak memperkenalakan dirinya, Detektif Gwak memberitahu yang bertugas untuk menyelidiki kasus pembunuhan Seochon Mahasiswi 5 tahun yang lalu dan meminta Seo Jae Hyuk menulis surat pengakuan lalu memperkenalakan namanya. Jin Woo menanyakan isi  pengakuan itu?
Isinya menyatakan bahwa Seo Jae Hyuk yang membunuh Oh Jung Ah.” Kata Detektif Gwak
Dalam proses penulisan surat pengakuan terdakwa itu Apakah anda mengancam dia?” tanya Jin Woo, Detektif Gwak sempat terdiam, lalu menatap Jin Woo dan mengakuinya. Didalam ruangan pun langsung bergemuruh.

Seo Hyuk Jae bahkan tak mengetahui apa-apa tentang insiden ini. Saya memaksa dia membuat pengakuan yang palsu.” Ucap Detektif Gwak masih mengingat mengancam Tuan Seo dengan pistol dikepalanya.
Keberatan.... Apa yang saksi katakan sangat berlawanan dengan sidang sebelumnya.” Kata Jaksa, Hakim meminta Jin Woo untuk melanjutkan pertanyaan.
Saksi.... Apa anda tahu hukuman berat apa setelah anda melontarkan sumpah palsu?” kata Jin Woo, Detektif Gwak mengatakan sudah tahu itu.
Saya akan bertanya pada jaksa. Untuk apa saya di sini? Saya di sini untuk mendapat hukuman dan untuk... meminta pengampunan pada Seo Jae Hyuk dan Pengacara Seo.” Ucap Detektif Gwak pada Jaksa, Hakim menegur Detektif Gwak untuk menjawab pertanyaan yang diajukan saja.
Apa ada... bukti penting yang membuat Seo Jae Hyuk menjadi tersangka?” tanya Jin Woo
Ada sebuah pembuka botol wine yang merupakan senjata pembunuhan. Tapi, senjata itu tak memiliki sidik jari Seo Jae Hyuk.” Kata Detektif Gwak, Jaksa kembali mengakukan keberatan karena saksi mengatakan   hanya sebagai pendapatnya sendiri.
Saksi.. Apa ada alasan atas pernyataan anda itu?” tanya hakim, Jin Woo akhirnya yang menjawab pertanyaan hakim
“Ya..... Pembuka botol wine yang digunakan sebagai bukti di persidangan 5 tahun yang lalu adalah palsu. Saya akan menyerahkan pembuka botol wine sebenarnya yang digunakan saat pembunuhan sebagai bukti.” Kata Jin Woo membawakan pisau lipat pada hakim.
Jaksa kembali mengajukan keberatan, karena menurutny Bukti Pihak Pembela itu adalah palsu. Jin Woo juga akan menyerahkan hasil dari Layanan Forensik Nasional dan Hasil forensik menunjukkan bahwa darah dan daging Oh Jung Ah ditemukan.
Senjata pembunuhan yang dihadirkan sebelumnya tak menunjukkan sidik jari pembunuh. Tapi, pembuka botol yang ada sekarang terdapat sidik jari pembunuh.” Kata Jin Woo, Jaksa kembali berdiri karena Jin Woo menyebut pembunuh.
Pembunuhnya adalah... Presdir Il Ho Grup, Nam Gyu Man.” Ucap Jin Woo membuka mulutnya. Jaksa terlihat panik, Hakim menanyakan darimana Jin Woo mendapatkan bukti itu
Saya menerimanya dari seorang informan.” Kata Jin Woo, Jaksa mengatakan kalau asal bukti ini tak diketahui, jadi Senjata ini tak bisa diterima sebagai bukti.
Hakim bertanya siapa orang yang memberikan bukti itu, Jin Woo menjelaskan alasanya Karena pertimbangan keselamatannya, jadi tak bisa memberitahunya. Hakim menegaskan apabila Jin Woo tak memberitahukan asalnya maka buktinya akan ditolak. Jaksa mendelik sinis karena merasa bukti itu akan ditolak. 

Pintu ruang sidang terbuka, Sek Ahn melangkah masuk dan sempat melirik Dong Ho duduk dibangku penonton. Jin Woo mengatakan akan memanggil saksi, Jaksa kembali mengajukan keberatan, karena saksi belum terdaftar. Jin Woo memberitahu bahwa saksi yang dibawanya adalah orang yang memberikan bukti padanya.
Apa yang dikatakan Pihak Pembela itu benar?” tanya hakim, Sek Ahn membenarkan sudah memberikan bukti itu pada Jin Woo. Hakim pun memutuskan untu membiarkan Sek Ahn sebagai saksi persidangan.
Sek Ahn memulai dengan memperkenalakan diri sebagai  sekretaris Nam Gyu Man. Jin Woo meminta agar Sek Ahn menjelaskan kenapa bukti it bisa ada padanya.
Pada tanggal 2 November, 2011 saat pesta Presdir Nam Gyu Man yang diadakan di Seochon Villa. Oh Jung Ah juga ada di sana untuk bernyanyi.” Cerita Sek Ahn mengingat Gyu Man meminum wine menatap Jung Ah  menyanyi  untuk menghibur semua teman-temanya.

Saat pagi setelah pesta itu selesai, Saya pergi ke hutan setelah mendapat telepon dari Presdir Nam. Oh Jung Ah sudah meninggal saat saya sampai di sana dan Presedir Nam sedang mabuk akibat narkoba. Dia memintaku untuk menyingkirkan senjata untuk membunuh itu Lalu, dia meninggalkan TKP. Jadi, saya bisa... menyembunyikan senjata pembunuh yang sebenarnya ini.” Jelas Sek Ahn teringat saat Gyu Man menyuruhnya untuk membuang alat bukti yang digunakan untuk membunuh, lalu dia pergi ke dapur mencari pisau yang sama.
Jadi... senjata yang dihadirkan 5 tahun yang lalu, Apakah itu palsu?” tanya Jin Woo, Sek Ahn membenarkan. Jaksa menutup matanya karena membuat Gyu Man tak bisa lagi dibela.
Kenapa anda... menyembunyikan senjata yang asli ini?” tanya Jin Woo
Saya takut.” Kata Sek Ahn, Jin Woo menanyakan alasan Sek Ahn takut.
Presdir Nam... bisa saja menjebakku sebagai pembunuh dalam kasus ini. Saya ingin melindungi diriku sendiri.” Ucap Sek Ahn
Jadi...anda menyembunyikan senjata... untuk berjaga-jaga jika dia menjebak anda?” kata Jin Woo, Sek Ahn membenarkan. Suasana didalam ruang sidang terasa hening sejenak. 


Gyu Man sedang ada didalam mobil, Jaksa Hong memberitahu  Ahn Soo Beom hadir di persidangan. Gyu Man mengumpat karena mantan seketaris dan temanya itu benar-benar mengkhianatinya. Jaksa Hong mengatakan Polisi akan segera menemuinya jadi mereka harus cepat bergerak. Gyu Man memerintahkan Jaksa Hong untuk memastikan tak terjadi kesalahan apapun.

Hakim meminta Jin Woo memberikan pernyataan penutupnya. Jin Woo berdiri ditengah-tengah mengatakan sebagai pengacara dan juga  anak dari terdakwa Seo Jae Hyuk.
Seo Jae Hyuk adalah seorang ayah yang biasa saja. 5 tahun lalu, dia dijebak atas kejahatan yang tak dilakukannya. Dia meninggal beberapa waktu yang lalu Tanpa bisa... membersihkan namanya.” Jelas Jin Woo yang mengingat saat ayahnya meninggal
“Tujuan persidangan ulang ini, untuk membuktikan dia tak bersalah, Saya harus selalu bertahan. Selama ini...saat Il Ho Grup menghancurkan kehidupan Seo Jae Hyuk Dan Nam Gyu Man terus melanjutkan perbuatan jahatnya, Saya menyadari bahwa kebenaran tak akan bisa keluar dengan sendirinya.

Selama 5 tahun ini, saya berusaha sangat keras untuk tak melupakan kenangan yang ayahku telah dilupakannya. Karena... saya percaya hanya dengan cara itu saya bisa membersihkan nama ayah saya yang tak bersalah atas apapun.
Yang Mulia, Tolong berikan putusan tak bersalah pada Seo Jae Hyuk. Terdakwa tak lagi di sini, tapi tolong berikan keadilan untuk menunjukkan bahwa Dia tak bersalah...Tolong berikan putusan anda. Sekian... pernyataan penutup saya.” Ucap Jin Woo dengan mata berkaca-kaca 


Hakim membuka berkas lembaran putusan dan akan  mengumumkan putusan sidang.
Karena bukti yang menunjukkan bahwa Seo Jae Hyuk adalah pembunuh adalah palsu. Karena itu, saya akan menarik hukuman mati dalam sidang sebelumnya, Dan menyatakan bahwa Seo Jae Hyuk tidak bersalah.” Ucap Hakim dengan mengetuk palu tanda disahkan.
Dan juga, atas nama pengadilan, saya mengungkapkan penyesalan yang terdalam... Untuk mendiang Seo Jae Hyuk.
Tiga Hakim pun memberikan tundukan kepala sebagai tanpa permintaan maaf. Sang jaksa tak bisa berbuat apa-apa dan memilih keluar ruang sidang, Dong Ho melihat Jin Woo menangis setelah menerima putusan sidang yang membatalkan hukuman mati dan ayahnya tidak bersalah. Jin Woo menatap Dong Ho, anggukan Dong Ho seperti menandakan Jin Woo sudah berhasil melalui semuanya. 

Dong Ho bersandar di meja saksi, mengungkapkan Jin Woo sudah berhasil  dan Seluruh sudah dunia tahu bahwa ayahnya tak bersalah, lalu mengatakan Jin Woo tak akan pernah tahu siapa teman dan lawan jika belum akhirnya.
Kau dan aku... Aku tak tahu harus berkata apa lagi.” Ucap Jin Woo
Apa kau masih ragu? Aku tak memintamu memaafkanku, tapi sekarang aku merasa lebih baik, sekarang nama ayahmu telah bersih.” Kata Dong Ho
Kau juga harus menjalani hidupmu sendiri sekarang.” Ucap Jin Woo berdiri dari tempat duduknya.
Jin Woo.... inilah hidupku. Aku akan membayar semua kesalahan yang telah aku lakukan.” Tegas Dong Ho, Jin Woo memberikan sedikit senyuman lalu keluar dari ruang sidang. Dong Ho melihat seluruh ruang sidang yang siap ditinggalkanya.  

Jin Woo kembali ke rumah lamanya, lalu berbicara dengan menyapa keadaan ayahnya. Setelah itu mengambil kotak yang ada dibawah rak, ia membaca kembali surat yang ditulisakan ayahnya sebelum meninggal dan didalam penjara.
Jin Woo.... Walaupun jika semua kenanganku hilang, kau akan tetap... berada hatiku selamanya.
Maaf, karena telah membuat ayah menunggu lama.” Kata Jin Woo dengan air mata tergenang, lalu melihat fotonya saat masih SMA dan foto dengan ayahnya dengan senyuman bahagia. Jin Woo memberitahu ayahnya kalau namanya sudah bersih dan bukan sebagai pembunuh. 

Yeo Kyung masuk ke dalam kamar kakaknya, mencari-cari sesuatu didalam laci lalu pindah ke meja dekat tempat tidur, melihat ada sebuah paspor china dengan foto kakaknya tapi namanya berbeda karena ditulis dengan hurup china.
Gyu Man masuk ke dalam kamarnya, melihat sang adik menyembunyikan sesuatu dibalik badanya dan laci mejanya terbuka. Setelah itu mendekati adiknya bertanya apakah sedang mencari sesuatu. Yeo Kyung bertanya balik apa yang dilakukan kakaknya, karena apabila ayah mereka tahu....

Aku harus menyelamatkan diriku sekarang. Dan sisanya, bisa aku urus nantinya. Yeo Kyung..... Aku tak akan mungkin masuk penjara. Memikirkannya saja membuatku sakit kepala.”kata Gyu Man lalu mengambil paspornya dari tangan adiknya.
Yeo Kyung terdiam seperti patung, Gyu Man pikir adiknya sebaiknya menganggap tak tahu apa-apa. Yeo Kyung tak bisa berkata-kata karena kakaknya keluar dengan membaca paspor palsunya. 


In Ah masuk ke dalam ruang Gyu Man tapi kosong, ia pun memeritahkan anggotanya  untuk bersiaga dan melacak mobil Nam Gyu Man. Setelah itu menepl Jin Woo kalau Gyu Man sudah menghilang. Jin Woo melotot kaget.

Gyu Man sudah ada didalam mobil untuk segera kabur dari Korea, Polisi datang ke rumah dengan memperlihatkan surat perintah penangkapan Nam Gyu Man, jadi meminta kerjasamanya. Yeo Kyung yang bertemu polisi menanyakan keberadaan In Ah sekarang. 


In Ah sudah ada didalam mobil polisi sambil menelp Jin Woo, mengatakan sudah melacak mobil Nam Gyu Man, kalau sedang menuju ke dermaga. Jin Woo yang sedang menyetir mengerti dan akan segara pergi kesana. Polisi memblokir jalan dengan memeriksa setiap penumpang agar bisa menemukan Gyu Man.
Tuan Nam di ruanganya berbicara di telp, mengatakan sangat mengerti dan akan mengurusnya segera. 

Tuan Nam tahu ada yang membawa surat perintah penangkapan Gyu Man dan yakin anaknya pasti mencoba melarikan diri ke China, lalu bertanya apakah Jaksa Hong mengetahui tentang ini. Jaksa Hong berbohong tak mengetahuinya.
Aku hanya memberitahunya, jika dia menyerahkan diri, kita bisa membebaskannya dengan persyaratan khusus.” Jelas Jaksa Hong berbohong, Tuan Nam mulai mengumpat dan berteriak
“Jadi Dia mau menyelamatkan dirinya sendiri? Aku rela menerima penghinaan Dan menundukkan kepala hanya untuk menyelamatkan dia!” teriak Tuan Nam
Jaksa Hong terlihat ketakutan meminta agar tetap tenang, Tuan Nam mengumpat kalau anaknya sungguh tak berguna dan tak akan memaafkannya. Jaksa Hong mencoba menenangaknya, tapi Tuan Nam seperti sudah tak bisa menahan amarahnya terus berteriak dan mengumpat. 

Sebuah mobil sengaja menabrak pembatas yang sudah dibuat polisi saat pemeriksaan, polisi pun langsung mengejarnya karena pasti didalam ada Gyu Man. Mobil dibelakang lewat dengan cepat, Gyu Man ada didalamnya dengan mudah bisa mengelabuhi polisi dengan membuat mobil depan sebagai umpan, Gyu Man tertawa bahagia bisa kabur dari pengejaran.
Yeo Kyung langsung berdiri ketika In Ah datang kerumahnya. In Ah bertanya apa yang terjadi . Yeo Kyung memberitahu dugaanya kalau kakaknya itu mencoba melarikan diri ke China. In Ah kaget mendengarnya.
Dia telah membuat paspor dan ID Cina. Aku sangat yakin.” Kata Yeo Kyung
Kenapa kau memberitahuku?” tanya In Ah heran
Ini adalah terakhir kalinya... aku menjalankan tugas sebagai jaksa. Dan... sebagai permintaan maaf atas semua kesalahan keluargaku selama 5 tahun ini.” kata Yeo Kyung, In Ah pun mengucapakan terimakasih 

In Ah sudah kembali ke mobil, memberitahu Jin Woo dengan telp kalau  Nam Gyu Man sedang mencoba melarikan diri ke China. Jin Woo mengingat saat terakhir melihat anak buah Joo il yang kabur dengan mengunakan perahu karet menuju china dan langsung mengambil jalur cepat.
Dong Ho ada dibelakang sebuah mobil dan memeritahkan agar mengejarnya, Sang Ho pun menginjak gas dalam-dalam untuk  mengejarnya. In Ah didalam mobil polisi meminta untuk melajukan mobilnya lebih cepat lagi. Jin Woo menatap lurus kedepan agar bisa dengan cepat mengejar gyu Man. 

Mobil Gyu Man sampai didermaga, Sang Ho bisa menghalangi jalanya dengan berhenti didepan mobil. Dong Ho turun dari mobil dan langsung membuka pintu, yang terlihat hanya sopir tapi tak ada Gyu Man didalam mobil.
Beberapa mobil polisi datang dan siap menangkap Gyu Man, Dong Ho binggung kemana perginya Gyu Man sekarang kalau bukan ke dermaga. 


Gyu Man menyetir sendiri mobil lainya, sebuah helikopter sudah menunggu. Mobil Jin Woo datang tepat waktu dan Jin Woo turun dengan memanggil sangat sopan “Presdir Nam Gyu Man” lalu bertanya apakah ia ingin melakukan perjalanan bisnis. Gyu Man mengeluh si penganggu datang lagi.
Jin Woo menegaskan kalau Gyu Man sudah tamat, Gyu Man malah menantang Jin Woo untuk menankapnya saja sekarang, ketika akan naik helikopter, tiba-tiba helikopternya malah sudah pergi meninggalkanya. Gyu  Man berteriak histeris mengumpat kalau ia belum naik dan harus mengantarnya lalu menyuruh untuk kembali.

Mobil polisi datang dan In Ah pun turun tersenyum mendekati Jin Woo. Gyu Man masih berteriak menyuruh helikopter untuk putar balik, sampai akhirnya sadar dibelakanganya sudah banyak polisi.
bersambung ke episode 20 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


1 komentar: