Jumat, 12 Februari 2016

Sinopsis Remember Episode 17 Part 1

Dong Ho sedang ada di kantor memeriksa berkas, Sang Ho menelp denga wajah panik memberitahu sesuatu yang gawat, Dong Ho melotot kaget dan langsung keluar dari ruangan.
Ketika Dong Ho meninggalkan kantornya, seorang pria dengan mengunakan masker dan topi masuk ke dalam kantor, ada sebuah pisau yang digunakan  untuk membunuh Joo Il dan sengaja ditaruh dalam ruangan Dong Ho. 

Dong Ho menyetir dengan wajah tegang mendengar suara Sang Ho yang menangis memberitahu Joo Il ditikam dan sekarang masih belum sadar. Ia mengatakan akan pergi ke rumah sakit sekarang dan berpesan agar Sang Ho tak meninggalkanya.
Sesampai dirumah sakit, Joo Il sudah tak sadarkan diri dengan selang yang masuk ke dalam mulutnya. Sang Ho tak bisa menahan tangisnya, Dong Ho menatap Joo Il yang sudah dianggap ayahnya terdiam diatas tempat tidurnya.
Maaf.... Hyung-nim.... Aku minta maaf.” Ucap Dong Ho tak bisa lagi menahan tangisnya menatap Joo Il.
Sang Ho. Sepertinya... aku harus bermain darah lagi. Masalah ini sudah keterlaluan. Aku tak bisa mundur lagi sekarang.” Tegas Dong Ho sudah tak bisa lagi menahan amarah dengan sikap il Ho pada Joo Il 

Pengacara Song masuk ke dalam kantor sambil berteriak memanggil Jin Woo, dengan nafas terengah-engah memberitahu sedang ada masalah tentang Joo Il.
Di ruangan Dong Ho, Detektif Bae memperlihatkan surat perintah penangkapan, atas percobaan pembunuhan Seok Joo Il. Jin Woo melotot kaget, Detektif Bae langsung memborgol tangan Dong Ho, dengan mata sinis Dong Ho menyuruh Detektif Bae untuk menyingkirkan borgol ini dari tanganya. Detektif Bae tak menghiraukan, malah menyuruh anak buahnya untuk mengeledah ruangan.
Salah seorang polisi membawa pisau dengan bercak darah, melaporkan kalau senjata untuk membunuh sudah ditemukan. Detektif Bae mengatakan Dong Ho sudah tak bisa menyangkal karena barang bukti untuk membunuh sudah ditemukan lalu menyuruh anak buahnya agar membawa Dong Ho sekarang.
Jin Woo terdiam seperti tak percaya, Sang Ho ingin menahan Dong Ho karena menurutnya semua ini hanya salah paham. Polisi mendorong Sang Ho agar tak usah ikut campur dan membawa Dong Ho ke kantor polisi. 

In Ah kaget mengetahui Dong Ho yang ditangkap atas tuduhan pembunuhan. Pengacara Song sadar Dong Ho  terlihat seperti gangster, tapi  menurutnya tak mungkin membunuh seseorang. Manager Yoon juga tahu Dong Ho sudah menganggap Joo Il seperti ayahnya sendiri menurutnya mencurigakan sekali.
Sepertinya... Park Dong Ho telah dijebak.” Ucap Jin Woo sambil melihat berita online yang berjudul [Pengacara Park dari Tim Hukum Il Ho ditangkap karena percobaan pembunuhan Presdir Seok.]

Gyu Man bertanya apa sebenarnya yang terjadi, apakah benar Pengacara Park menikam Presedir Seok, karena menurutnya keduanya sudah seperti ayah dan anak tapi sekarang malah Dong Ho menikam Joo Il sekarang.
Gangster ternyata tak seloyal yang kelihatannya.” Komentar Gyu Man meremehkan Joo Il dkk
Loyalitas mereka sangat sedikit, jadi, mereka bisa saling menikam untuk bisa selamat.” Balas Jaksa Hong
Pengacara Park memang menakutkan, aku harus berhati-hati padanya.” Kata Gyu Man dengan senyuman liciknya.
“Dong Ho seharusnya mendukung Jin Woo dalam sidang ini. Tapi, sekarang dia malah duduk sebagai terdakwa. Sayap mereka telah patah.” Jelas Jaksa Hong
Gyu Man merasa keadaan ini sangat menguntungkan bagi mereka, Jaksa Hong meyakinkan akan menghilangkan sayap Pengacara Seo dalam sidang nanti.

Sang Ho datang menemui Dong Ho dipenjara. Dong Ho yang mengunakan pakaian tahanan bertanya keadaan Joo Il. Sang Ho memberitahu Joo Il  masih belum sadarkan diri. Dong Ho bertanya tentang gengnya, apakah anak buahnya masih bertahan. Sang Ho menceritakan  Banyak yang sudah kabur dan sekarang Hanya tinggal beberapa saja.
Sang Ho... Sepertinya Nam Il Ho sedang mengincarku sekarang. Aku bisa tahu itu karena... Detektif Bae, anjing Ketua Nam itu yang datang menangkapku.” uca Dong Ho
Jadi, Joo-hyungnim ingin mencoba untuk melindungimu.” Kata Sang Ho, Dong Ho langsung memukul meja meluapkan amarahnya dan berpesan agar menjaga Joo Il 
Tapi... Siapa yang akan menjadi pengacaramu?” tanya Sang Ho khawatir, Dong Ho meminta Sang Ho tak perlu khawatir, tugasnya memastikan agar Joo Il tetap selamat. 

Jaksa Tak memberikan laporan Direktur Pelayanan Pajak telah diganti, jadi akan ada pemeriksaan besar untuk 10 perusahaan terbesar di negara ini. Il Ho mengeluh ketua pajak yang selalu melakukan hal yang sama.
Aku akan menciptakan masalah yang baru agar bisa mengalihkan perhatian mereka.” Kata Jaksa Tak
Berkat kau, kita bias menghadapi masalah itu sekarang. Kau bisa pulang sekarang.” Ungkap il Ho bangga
Jaksa Tak pun pamit pergi saat itu berpapasan dengan Jaksa Hong, sempat memberikan senyuma tapi Jaksa Hong terlihat sinis dengan Jaksa Tak yang bisa menyaingi posisinya dalam Il Ho. 

Jaksa Hong memberikan hormat lebih dulu, Tuan Nam meminta Jaksa Hong melaporkan semuanya. Jaksa Hong menceritakan Geng Seok Joo Il datang merengek pada mereka karena bosnya sedang terluka. Tuan Nam menanyakan apa yang sudah harus dilakukanya.
Mereka hanyalah gengster kecil. Hanya dengan uang sedikit, loyalitas mereka akan runtuh.” Kata Jaksa Hong
Pastikan untuk tidak meninggalkan jejak apapun.”  Pesan Tuan Nam, Jaksa Hong mengerti karena Pelaku sebenarnya sudah disembunyikan.
Sepertinya, Gyu Man tak tahu jika aku yang melakukannya.” Kata Tuan Nam, Jaksa Hong membenarka.
Tuan Nam pun bertanya siapa yang menjadi jaksa pada sidang itu, Jaksa Hong memberitahu jaksanya adalah juniornya, jadi Tuan Nam tak perlu mengkhawatirkan itu. Tuan Nam mengangguk mengerti. 

Sang Ho mendatangi Jin Woo di kantornya, untuk membela Dong Ho di persidangan karena yakin bosnya itu sudah dijebak, In Ah dan yang lainnya melihat kedatangan Sang Ho yang meminta pembelaan dengan wajah kaget.
Kau pasti tahu, bahwa dia tak mungkin membunuh Joo-hyungnim.” Ucap Sang Ho yakin
Masalah mereka berdua bukanlah masalah bagiku.” Kata Jin Woo tak peduli.
Jin Woo... Aku mohon.... Kau adalah harapan terakhir kami.” Ucap Sang Ho memohon
Apa kau ingat, aku kehilangan ayahku karena Pengacara Park? Menurutmu, apa aku akan membantunya?” tegas Jin Woo, Sang Ho tetap memohon untuk membantunya.
Kau sungguh tak tahu malu. Apa dia yang memintamu ke sini Agar Jin Woo mau membelanya?” sindir Manager Yoon
Sang Ho menegaskan bukan Dong Ho yang meminta datang tapi ia sendiri yang datang dengan kemauanya sendiri, Pengacara Song sedikit berteriak memberitau Sang Ho, kalau Jin Woo tak akan menjadi pengacara Dong Ho jadi menyuruhnya pulang saja. Sang Ho tetap memohon karena hanya Jin Woo yang bisa membersihkan nama Dong Ho.
Jin Woo memalingkan wajahnya, In Ah meminta dengan sopan Sang Ho meninggalkan kantor karena sudah tahu hasil permintaannya akan sia-sia saja. Sang Ho menatap Jin Woo yang tertunduk seperti masih memohon agar membela Dong Ho. 

Dong Ho duduk sendirian dalam sel tahanan, teringat kembali saat bertanya perasaan Joo Il setelah berkerja sebagai anjing Nam Il Ho. Joo Il tertawa karena mereka berdua sekarang adalah anjing dari Il Ho.
Tapi tetap saja, aku telah menjadi CEO sebuah perusahaan, Dan kau menjadi pengacara paling mahal di negeri ini.” kata Joo Il bangga
Dong Ho kembali marah karena harus mengikuti ucapan Joo Il yang membuat keadaanya seperti sekarang, bantalnya dilempar begitu saja untuk melampiaskan amarahnya. 

Jaksa Hong bertemu dengan Detektif Bae denga menanyakan keadaan ayah dari Detektif Bae. Detektif Bae menceritakan Kesehatannya sudah semakin membaik dan menurutnya Itu semua berkat bantuan Ketua Nam.
Bagaimana dengan permintaan kami?” tanya Jaksa Hong, Detektif Bae mengatakan sudah melakukannya kemarin,
Detektif Bae, kau juga membantu kami untuk mengurus Presdir Ha. Jika kau tak melakukan kesalahan apapun, hidupmu akan menjadi surga.” Kata Jaksa Hong
Aku bersumpah untuk selalu setia, pada anda, Pengacara Hong dan Ketua Nam.” Ungkap Detektif Bae 

Hakim Kang sedang menerima hasil sidik jari dari NFS, Yeo Kyung melihat dari kejauhan dengan wajah penasaran, memanggilnya. Akhirnya keduanya bertemu diruang tunggu kejaksaan.
Yeo Kyung.... Sepertinya... kasus Gyu Man tak akan selesai dengan mudah seperti sebelumnya.” Kata Hakim Kang, Yeo Kyung tak mengerti
Yang aku maksudkan adalah kejahatannya yang lain.” Jelas Hakim Kang
Apa yang kau maksudkan adalah kasus pembunuhan Oh Jung Ah itu?” tanya Yeo Kyung khawatir
Aku masih belum bisa memberitahumu. Karena sekarang... aku ingin mendengar keterangan dari Gyu Man.” Ucap Hakim Kang 

Tuan Nam melihat berkas Kasus Pembunuhan Mahasiswi Seochon dengan mata melotot, Yeo Kyung merasa masih bisa  memaafkan kasus narkobanya, tapi tak bisa memaafkan kasus pembunuhan. Tuan Nam berpura-pura tak mengerti dengan ucapan anaknya.
Aku sudah tahu, bahwa Gyu Man-oppa... adalah pelaku yang sebenarnya. Ayah, tolong hentikan untuk terus menutupi kejatahannya. Itu tak akan membantu dia, aku akan......” ucap Yeo Kyung dan langsung mendapat tamparan dari ayahnya.
Gyu Man adalah pewaris dari Il Ho Grup. Kau harus melindungi dan membantu kakakmu, Bukannya melempar kotoran seperti ini.” tegas Tuan Nam
Yeo Kyung memegang pipinya sambil menangis tapi percaya ayahnya bisa menamparnya, Tuan Ham  tak mau mendengarnya lagi dan menyuruhnya  segera keluar. 

Gyu Man membuka lemari simpanan winenya sambil mengeluh keadaan yang sangat menyebalkan sekali, karena Akan sulit untuk mendapatkan kepercayaan ayah lagi, selain itu adiknya yang seorang jaksa pun  tak akan banyak membantu, setelah itu meminum wine dengan merasakan nikmatnya dunia. Sek Ahn tak banyak komentar dan hanya bisa diam.
Hei.... Apa kau lupa mengurus si Song Ha Young itu? Aku mendapat masalah seperti ini karena mulut dia.” Kata Gyu Man sinis, Sek Ahn pun mengatakan akan mengurusnya. Gyu Man pun memberikan senyumanya liciknya. 

Gyu Man sudah ada diruang pertemuan penjara, terlihat merasa jijik dengan ruangan itu. Dong Ho keluar menemui Gyu Man yang ingin bertemu denganya. Gyu Man tersenyum mengejek menurutnya baju Tawanan no. 2113 sangat cocok dengan Dong Ho
Apa kau tak tahu, aku paling cocok dengan setelah jas? Gyu Man...” kata Dong Ho dengan senyuman.
Aku hanya tak percaya. Kenapa kau menikam orang yang sudah kau anggap ayahmu sendiri? Aku sungguh tak percaya.” Komentar Gyu Man
Apa kau sungguh tak tahu Ataukan hanya berpura-pura saja? Apa kau tak tahu, jika ayahmu lah dalang dibalik masalah ini? Sepertinya kau tak begitu mengenal ayahmu, 'kan? Ayahmu adalah iblis. Dia akan menyingkirkan orang-orang yang sudah tak berguna baginya. Dan aturan itu juga berlaku untukmu. Beritahu ayahmu untuk berhati-hati dalam melangkah.” Ucap Dong Ho yang membuat Gyu Man menundukan kepalanya, menahan amarah
Hei.... Khawatirkan dirimu sendiri, Kau akan membusuk dipenjara ini.” kata Gyu Man
Entahlah, tapi... sepertinya, kau akan menemaniku di sini sebentar lagi.” Balas Dong Ho yakin
Dari mana kau dapatkan kepercayaan diri yang tinggi itu?” ejek Gyu Man
Dong Ho menegaskan sesuai dengan pepatah akan menuai seperti yang akan ditanam, dan Gyu Man akan mengetahuinya nanti jadi selalu ingat kata-katanya, lalu mendekat membisikan “Jin Woo...akan membunuhmu.” Setelah itu meningalkan ruangan lebih dulu.
Gyu Man tersenyum melihat Dong Ho pergi meninggalkanya, setelah itu tak bisa lagi menahan amarahnya dengan berteriak mengumpat, menegaskan dirinya yang akan lebih dulu membunuh Jin Woo, sambil naik diatas meja menegaskan tak akan mungkin masuk ke dalam penjara dan menendang kursi dengan penuh amarah kesetanan.
Setelah keluar dengan menelp Jaksa Hong, bertanya siapa pengacara yang akan membela Dong Ho nanti, Jaksa Hong seperti mengatakan tak tahu, dengan berteriak menyuruh Jaksa Hong mencari tahu sekarang juga sambil mengumpat kerjaan Jaksa Hong yang sangat lambat. 


Hakim bertemu dengan Jaksa Chae dan Jaksa Hong, memberitahu kalau sudah memeriksa keaslian dari video yang dikirimkan, dan akan menggunakannya dalam membuat putusan akhir. Jaksa Hong hanya bisa tertunduk diam karena mungkin persidanganya akan kalah.
Masih banyak wanita yang menjadi korban pelampiasan napsu Gyu Man.” Kata Jaksa Chae
Aku akan menjadikan kesaksian wanita dalam video sebagai pertimbangan.” Kata Hakim, Jaksa Hong hanya bisa melirik. 

Setelah keluar ruangan, Jaksa Chae menelp In Ha untuk memberitau Ha Young supaya  mencari saksi lainnya. Sementara Jaksa Hong menelp Gyu Man untuk menanyakan keberadaanya, apakah sedang ada dikantor.
Apa ada korban lain selain Ha Young?” tanya Jaksa Hong sudah bertemu Gyu Man diruanganya.
Bagaimana aku bisa ingat?” kata Gyu Man sombong
Jika kita ingin menang, kita harus menemukannya sebelum mereka. Jadi, tolong beritahu aku.” Ucap Jaksa Hong
Apa kau sedang menginterogasiku?” keluh Gyu Man
Untuk bisa menang dalam sidang, saksi itu harus berada dalam pihak kita.” Jelas Jaksa Hong, Gyu Man mulai berpikir korban lainya, selain Ha Young. 

In Ah memberitahu Ha Young bahwa Hakim mengatakan akan membuat putusan jika korban Gyu Man yang lain bisa bersaksi, lalu bertanya apakah Ha Young tahu siapa korban lainya.
Ya, namanya adalah Min Hee. Kami bertemu saat kami masih trainee. Tapi, aku sudah tak berhubungan lagi dengannya setelah kejadian itu, bahkan tidak tahu di mana dia tinggal.” Cerita Ha Young

Sang Ho menunggu didepan kantor dengan menahan dingin dan langsung menghampiri Jin Woo ketika baru datang, Jin Woo langsung menyuruh Sang Ho pulang saja karena jawabanya tak akan berubah. Sang Ho memegang tangan Jin Woo untuk mohon tapi Jin Woo tetap tak berubah dengan jawabanya menyuruh Sang Ho segera pulang.
Dia tak bersalah.... Kau pasti tahu itu. Nam Il Ho yang menjebaknya.” Kata Sang Ho, Jin Woo tak peduli memilih untuk pergi.
Dong Ho-hyungnim ingin menunjukkan video pengakuan Gyu Man dalam persidangan ulang itu. Tapi, gagal karena Joo-hyungnim datang untuk menghentikannya.” Cerita Sang Ho, Jin Woo pun membalikan badanya.
Dia telah membuang segalanya hanya untuk menyelamatkanmu. Aku tak berbohong. Aku juga tahu bahwa kesalahannya padamu sudah tak bisa dimaafkan. Tapi Jin Woo, aku mohon... Selamatkan Dong Ho-hyungnim... Sekali ini saja.” Kata Sang Ho dengan mata berkaca-kaca, Jin Woo milih untuk segera masuk ke dalam kantornya. 

Dalam ruang rahasia, Jin Woo melihat artikel dan foto Dong Ho sebagai orang yang harus dijebloskan kedalam penjara, teringat kembali ucapan Dong Ho “dalang dari kecelakaan mobil adalah Nam Il Ho.Karena dia, Aku kehilangan ayahku... Dan kau kehilangan kakak dan juga ibumu.
Ketika bertemu dipengadilan, Jin Woo dengan sinis bertanya apa mau Dong Ho sekarang. Dong Ho menjawab Hanya ada satu hal yang aku inginkan. Aku ingin membersihkan nama ayahmu.
Jin Woo berusaha menjernihkan kepalanya sambil menatap senyuman Dong Ho saat menjadi pengacara terkenal akibat bergabung dengan il Ho grup. 

Gyu Man bertanya pada Jaksa Hong apakah ia tahu Detektif Gwak itu  berkhianat. Jaksa Hong mengatakan sudah tahu, Gyu Man meminta Jaksa Hong  Jangan hanya bilang, "Aku tahu." Tapi yang dinginkan adalah Jaksa Hong membuat rencana yang sempurna, karena Hidup mereka berdua bergantung pada sidang ini.. Jaksa Hong terlihat gugup hanya bisa meminum air didepanya.
Siapa yang akan membela Pengacara Park?” tanya Gyu Man
Belum ada. Dia akan kesulitan untuk mencari pengacaranya.” ucap Jaksa Hong
Memangnya siapa yang akan membela preman?... Ahh.... Tunggu... Dia kan pengacara? Jadi Dia bisa membela dirinya sendiri.” Kata Gyu Man lalu tertawa mengejek, Jaksa Hong pun mengikutinya walaupun terlihat kaku. 

Seorang pria berkacamata masuk, Jaska Hong memperkenalkan pria itu  Jaksa Ko Kwang Il dari Kejaksaan Agung. Gyu Man pun memperkenalkan namanya, jaksa Hong pun meminta Jaksa Ko untuk duduk disampingnya.
Pengacara Hong sering bercerita tentangmu. Dia bilang kau sangat pintar dan juga terampil.” Kata Gyu Man, Jaksa Ko merasa itu  berlebihan sekali.
Jaksa Ko.. Apa yang akan terjadi jika korban Park Dong Ho meninggal?” tanya Gyu Man
Putusannya akan menjadi kasus pembunuhan.” Kata Jaksa Ko
“ Jadi "Kita semua akan mati." Dan sepertinya inilah waktu baginya.” Ucap Gyu Man dengan senyuman liciknya. 

Ha Young baru pulang kerja, dikagetkan dengan beberapa orang preman yang sudah menunggu didepan pintu. Dengan wajah ketakutan akhirnya menelp seseorang untuk meminta bantuan.
Di cafe, In Ah sudah tahu Gyu Man akan terus memaksanya agar menyerah. Ha Young tertunduk ketakutan, In Ah pun menyarankan Ha Young untuk tinggal dirumahnya sementara sampai sidang selesai. Ha Young menatap tak percaya, In Ah yakin keluarganya pasti akan setuju, jadi In Ah tak perlu merasa sungkan. Ha Young tertunduk ragu.
Kami sedang mempersiapkan sidang untuk Nam Gyu Man. Bukan hanya dalam kasusmu, tapi semua kasus yang sebelumnya, termasuk kasus pembunuhan mahasiswi Seochon.” Jelas In Ah
Apa kalian bisa mengalahkannya?” tanya Ha Young tak yakin
Mungkin tak akan mudah, tapi berkat kau, kami bisa melangkah sejauh ini.” ucap In Ah merasa bersyukur Ha Young mau melakukan sidang kembali. 

In Ah pulang membawa Ha Young pada ayah dan ibunya, Ha Young dengan sopan memperkenalkan namanya. Tuan Lee sudah mengetahui cerita dari anaknya kalau Ha Young tinggal sendirian, Ibu In Ah merasa bangga Ha Young bisa melalui semua keadaanya selama ini hanya sendirian. Ha Young merasa rendah hati tak merasa seperti itu.
Kau bisa tinggal di sini untuk sementara waktu, anggap rumahmu sendiri.” Kata In Ah baik hati
Tapi, apa tidak masalah jika aku tinggal di sini?” ucap Ha Young masih tak enak hati
Aku hanya ingin berterima kasih karena kau mau percaya padaku.” Kata In Ah, dua orang tuanya pun memberikan senyuman pada Ha Young. 

Jaksa Hong berkunjung ke penjara, Detektif Gwak datang dengan memanggil nama “Bapa” sambil bernyanyi dan ditanganya memegang alkitab. Jaksa Hong mengejek Detektif Gwak sekarang jadi seperti pendeta. Detektif Gwak mengucapkan satu kalimat dengan bijaksana
Maafkan kami atas segala kesalahan kami. sama seperti kami memaafkan orang-orang yang bersalah pada kami."”ucap Detektif Gwak seperti mengikutinya kalimat dalam alkitab.
Detektif Gwak. Apa kau sudah gila sekarang?” ejek Jaksa Hong
Apa kau tak lihat aku sedang mencoba untuk bertaubat? Apa maumu sekarang?” tanya Detektif Gwak
Kau mungkin lupa, bahwa Presdir Nam juga punya kekuasaan di penjara ini. Jika sikapmu tidak baik, hukumanmu akan diperpanjang.” Kata Jaksa Hong memperingati
Detektif Gwak merasa Jaksa Hong sedang mengancamnya, Jaksa Hong memperingatkan pikirkan Detektif Gwak salah kalau masih merasa aman didalam penjara. Detektif Gwak hanya mengucapkan kata “amin” seperti tak peduli. 

Hakim Kang melihat berkas persidangan Kasus percobaan pembunuhan Seok Joo Il dengan Terdakwa: Park Dong Ho, tiba-tiba mata melotot tajam seperti merasakan sesuatu yang mencurigakan.
Sek Ahn datang dengan terburu-buru, Gyu Man langsung menyuruh Sek Ahn duduk lebih dulu sebelum menyampaikan beritanya. Sek Ahn memberitahu yang menjadi Hakim dalam sidang Dong Ho adalah Hakim Kang, teman mereka.
Park Dong Ho, Kang Suk Kyu, Orang-orang yang aku benci sekarang berkumpul. Hebat sekali.” Kata Gyu Man kesal
Suk Kyu terkenal sebagai hakim yang adil.” Ucap Sek Ahn sedikit tersenyum bangga. Gyu Man bertanya maksud ucapan Sek Ahn mengatakan hal itu. Sek Ahn hanya bisa diam. 

In Ah dan Jin Woo sedang berada diruangan rahasia, In Ah memberitahu  Hakim Kang yang akan menjadi hakim untuk sidang Park Dong Ho, jadi pasti akan memberi putusan yang adil. Jin Woo mengangguk tapi terlihat tatapan seperti merasa gundah , In Ah melihat Jin Woo lalu dengan senyuman bahagia mengajak Jin Woo pergi kesuatu tempat. 

Taman bunga yang dipenuhi lampu-lampu terlihat sangat indah, In Ah menceritakan selalu datang ke tempat itu jika pikirannya  sedang kacau balau. Jin Woo mengangguk dengan senyuman, walaupun masih terlihat raut saja sedih
Jin Woo... Kami semua akan melakukan yang terbaik untuk periapan sidang Nam Gyu Man, jadi jangan khawatir. Dan... Mengenai sidang Park Dong Ho...” kata In Ah berbicara berhati-hati
Apa ini yang namanya takdir? Kecelakaan mobil ayah Park Dong Ho, dan juga sidang ayahku, lalu sekarang, sidang Park Dong Ho. Kenapa hidupku selalu terikat dengannya? Aku sungguh tak mengerti.” Kata Jin Woo lalu berhenti berjalan. 

Apa menurutmu... keputusanku sudah benar untuk tidak membela Park Dong Ho?” tanya Jin Woo terlihat ragu
Kau pasti seharian ini terus memikirkan masalah ini. Menurutmu kenapa? Itu karena kau percaya bahwa dia tidak bersalah dan Itulah kenapa kau terus memikirkannya seharian ini.” jelas In Ah
Jin Woo terlihat masih ragu, In Ah tahu Jin Woo tak ingin ada korban lain seperti ayah Jin Woo, jadi memberikan kepercayaan sepenuhnya pada Jin Woo karena pasti akan membuat keputusan yang benar. Jin Woo tersenyum melihat In Ah yang memberikan senyuman padanya, tapi dari sorot matanya masih ada keraguan. 

Sang Ho mengeluh tak bisa hidup jika  terjadi sesuatu pada Joo Il, karena merasa tak bisa hidup tanpanya. Sek Ahn memberikan semangata agar Sang Ho tak perlu ikut mati juga karena ia harus tetap bertahan.
Hidup ini memang tak bisa diprediksi, ini Sungguh berat.” Keluh Sang Ho
Hidup tidaklah berat... Tapi, hidup di negara dengan penguasa brengseklah yang berat. Karena aku tak mau menjadi seperti itu, aku akan keluar negeri saja.” Kata Sek Ahn sambil meminum birnya.
Kenapa? Apa Nam Gyu Man membuat kesalahan lagi?” tanya Sang Ho
Tidak, hanya saja aku merasa sebentar lagi dia akan membunuh lagi.” Kata Sek Ahn
Sang Ho kaget bertanya siapa yang akan dibunuh Gyu Man, Sek Ahn menunjuk dirinya, Keduanya langsung tertawa menganggap semua hanya bercandaan. Sek Ahn merasa apabil Gyu Man mengetahui apa yang dilakukanya pasti tak akan bisa dimaafkan, lalu mengatakan kalau ucapanya tadi hanya bercanda dan mengajak Sang Ho kembali minum. 

Dong Ho melamun dalam penjara, teringat saat terakhir kali bertemu Joo Il meminta agar memanggilnya Hyung-nim seperti biasanya. Dong Ho menolak, Joo Il tetap meminta Dong Ho kembali memanggilnya, Dong Ho hanya menatap Joo Il lalu menghela nafas.
Kau sudah besar..... Syukurlah.... Malam ini sangat dingin, pulanglah.” Ucap Joo Il dengan senyuman dan mata berkaca-kaca
Dong Ho tertunduk merasakan penyesalan yang teramat dalam, karena tak bisa membuat permintaan Joo Il terkabul.
bersambung ke part 2 
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar