Rabu, 03 Februari 2016

Sinopsis Cheese In The Trap Episode 9 Part 2

In Ha menghalangi Yoo Jung saat masuk apartement, karena berniat untuk menginap dirumahnya sementara, sambil menyindir sudah diusir dari apartmennya karena ulah seseorang dan mengancam akan memaksa untuk tinggal di rumah Tuan Kim. Yoo Jung mempersilahkan kalau memang In Ha mau ayahnya langsung membencinya.
Kau harusnya menggunakan uang itu untuk membeli rumah yang baru.” Kata Yoo Jung sinis
Apa kau tahu dia memberiku uang?” jerit In Ha tak percaya
Aku yang memintanya dan aku sudah tahu reaksimu akan seperti ini.” ungkap Yoo Jung sudah mengenal sifat In Ha
Jadi, kau sengaja melakukan ini agar ayahmu kesal padaku?” jerit In Ha
Akhirnya otakmu bisa berfungsi juga.” Sindir Yoo Jung, In Ha sempat ingin mengumpat tapi Yoo Jung langsung memalingkan wajahnya. 

In Ha mencari cara lain lagi, sambil mengangkat telpnya mengatakan Hong Sul menelpnya hari ini lalu mengaku penasaran karena namanya sangat familiar dan menduga kalau Hong Sul itu disukai oleh si pencundang “Young Gon
Aku sempat juga shock karena kupikir dia adalah pacarmu. Apa lagi rencanamu sekarang? Jika kau mau menyingkirkan wanita itu, kau bisa bilang saja. Menyingkirkan permen karet seperti dia adalah pekerjaan mudah bagiku. Jika kau membiarkanku menginap, akan ku bantu seperti yang dulu lagi.” Kata In Ha mengancam, Yoo Jung langsung mengambil ponselnya dari tangan In Ha
Kenapa kau mengambil ponselku?!” teriak In Ha, Yoo Jung menghalangi In Ha yang ingin mengambil ponselnya
Apa kau masih belum mengerti? Apa kau tak tahu siapa yang permen karet di sini?” tegas Yoo Jung denga mata mendelik marah
In Ha malah bertanya siapa orangnya, Yoo Jung menatap penuh amarah, In Ha menduga kalau yang dimaksud itu dirinya dan tak terima dirinya itu seperti permen karet. Yoo Jung menyuruh In Ha diam kalau memang sudah tahu. In Ha menolak dan tak terima dianggap sebagai permen karet, serta memperinngatkan Yoo Jung tak akan bisa menyingkirkannya.
Baiklah.....Semoga beruntung. Sekarang... aku sedang menahan emosiku setelah melihat masalah yang timbulkan hari ini. Sebaiknya jangan datang menemuiku lagi.” Tegas Yoo Jung mata benar-benar marah, lalu membuka pintu dengan kartu dan menutup dengan cepat.

In Ha berteriak sambil membawa kopernya, Yoo Jung tak peduli masuk ke dalam lift. In Ha terus berteriak mengedor pintu agar meminta dibuka dan merasa tak bersalah. 
Yoo Jung masuk ke dalam apartementnya sambil membaca pesan-pesan yang sudah dikirimkan In Ha selama ini pada Young Gon, membuat jadi masalah untuknya dengan Hong Sul.
Kau harus jujur dan mengakuinya Kenapa kau tak membelikannya hadiah??
Mungkin kau akan sulit menemuinya saat liburan. Kenapa tak masuk tempat lesnya saja?
Kau tahu kan wanita itu suka jual mahal. Hong Sul juga menyukaimu. Dia hanya jual mahal saja. Jangan menyerah. Kalian sangat serasi.
Yoo Jung menahan amarahnya sejenak sambil mengatur nafasnya, setelah itu langsung membuang ponselnya ke tempat cuci piring dan sengaja mengalirkan air diatasnya. 

Hong Sul sedang mengetik tugas-tugas dalam laptopnya, lalu terhenti sejenak karena sedang gundah memikirkan hubungannya dengan Yoo Jung.
Apa Yoo Jung-sunbae yang tahun lalu itu adalah wajahnya yang sebenarnya? Apa selama ini aku tertipu? Tapi, apa aku sungguh ingin putus dengannya? gumam Hong Sul galau.
Hong Sul melihat ponselnya kalau ujian tengah semester tinggal 1 hari lagi, kembali mensugesti dirinya untuk tetap kuat menghadapi semuanya lalu melanjutkan kembali mengerjakan tugasnya. 

Pagi hari, Yoo Jung mempersiapkan bajunya untuk berkerja, tiba-tiba terdiam memikirkan tentang hubungan dengan Hong Sul, ia pun mengambil ponselnya dan menuliskan pesannya.
[Aku rindu padamu. Soal yang kemarin...] tapi ia menghapusnya dan mengantinya [Tak usah marah lagi ya hari ini?] jarinya kembali menghapusnya, dengan helaan nafas kebinggungan.
Hong Sul baru saja keluar dari rumah dengan topinya, pesan masuk ke dalam ponselnya, Yoo Jung hanya menuliskan “Semangat untuk ujiannya.” Hong Sul seperti tak peduli memilih untuk berjalan pergi, In Ho sudah menunggu didepan rumah menyapa Hong Sul yang akan pergi ke kampus. Hong Sul bertanya kenapa In Ho ada didepan rumahnya pagi-pagi sekali. In Ho menyindir bukan hanya Hong Sul yang kuliah lalu mengajak untuk pergi bersama.
Kenapa wajahmu pucat begitu Ataukah memang seperti itu, ya?” ejek In Ho
Ya, wajahku memang sudah begini.” Kata Hong Sul tak bergairah untuk membalas candaan In Ho. Akhirnya In Ho memberikan sebotol minuman berenergi.

Ini adalah minuman yang manjur saat kau bertengkar dengan pacarmu.” Kata In Ho, Hong Sul berhenti berjalan karena In Ho bisa tahu tentang hubunganya.
“Jadi Kau melihat kami?” ucap Hong Sul berhenti berjalan, In Ho berpura-pura tebakannya benar lalu memuji dirinya seperti paranormal saja. Hong Sul memilih untuk lebih dulu berjalan dengan langkah cepat.
Sudah kubilang, 'kan, Kau bisa membuat sungai Han yang baru dengan tangisanmu itu. Karena Aku sangat mengenal Yoo Jung. Jika kau beritahu aku apa masalahmu.....” ucap In Ho terus mengoceh dan disela oleh Hong Sul
Aku sudah tahu apa yang akan kau katakan. Kau pasti bilang dia itu pria aneh dan Tegas In Ha kesal
In Ho membenarkan dan menganggap tak ada sisi baik dari pria seperti Yoo Jung, Hong Sul dengan nada kesal pasti tanggapan In Ho seperti itu lalu mengambil minuma dari tangan In Ho dan mengucapkan terimakasih atas minumanya, dengan cepat meminumnya sambil berjalan. In Ho mengejarnya ingin mengambil karena Hong Sul mengunakan bahasa Banmal padanya, mengatakan kalau minuman itu sudah diludahi. Hong Sul tak peduli mengatakan minumanya sangat enak, setelah itu mengembalikan bekas botolnya pada In Ho untuk membuangnya. 


Hong Sul masuk kelas, Young Gon duduk disamping Min Soo dengan lambaian tanganya mengoda Hong Sul dengan mengucapakan selamat ujian, Hong Sul tak mengubrisnya memilih bangku ujian dibagian belakang. Young Gon pun menurunkan tanganya merasa canggung karena Hong Sul tak membalas lambaian tanganya.
Dengan senyuman licik, Young Gon memainkan ponselnya. Hong Sul membaca pesan yang masuk ke dalam ponselnya  “Apa Kau sudah putus dengan Yoo Jung? tulis Young Gon. Hong Sul melirik sinis dan Young Gon mengangkat dua jarinya dengan wajah bahagia. Hong Sul memilih untuk membiarkan saja.
Young Gon kembali mengirimkan pesan, Hong Sul sempat membacanya “Sudah kubilang, hanya aku yang peduli padamu. Matanya melirik dan Young Gon memperlihatkan ponselnya yang berisi percakapanya dengan Yoo Jung. Hong Sul pun memilih untuk menaruh ponselnya didalam tas agar tak terganggu.
Akhirnya Young Gon memilih untuk mengajak bicara Min Soo yang belum meminta maaf pada Hong Sul tentang presentasi yang diambilnya. Min Soo pikir untuk apa ia duluan yang meminta maaf karena tak berniat untuk menjiplak dan juga menurutnya Hong Sul juga punya salah padanya. Young Gon kembali menghasut Min Soo kalau itu sikap yang membuatnya tak bisa menang sambil merangkulnya membisikan rencana bodohnya dengan memberitahu kelemahan Hong Sul itu tak mau jadi pusat perhatian.

In Ho kembali memainkan musiknya dengan asal-asalan, terikan Prof Shim membuatnya terkejut. In Ho mengaku hanya ingin bermain-main saja karena merasa bosan bermain musik Hanon terus menerus. Prof Shim berjalan mendekat dengan mata sinis, In Ho mengerti akan memainkan musik Hanon sampai mati.
Oh, bagaimana ini yah? Padahal aku mau bilang kau sudah bebas dari Hanon hari ini.” ejek Prof Shim membawakan buku note ditanganya, In Ho langsung mengambil dan memdekapnya didada.
“Musik ini Akan kumainkan, aku pasti akan berusaha dan bersungguh-sungguh.” Kata In Ho
Prof Shim mengejak In Ho tadi ingin memaikan musik Hanon saja, In Ho mengeleng lalu melihat buku Not yang diberikan Prof Shim berjudul “Fur Elise” dengan wajah kesal mengatakan kalau ia ingin memaikan musik yang sebenarnya. Prof Shim menegaskan kalau musik itu menyenangkan dan mengambil kembali buku Not-nya kalau memang In Ho tak ingin memaikanya.
In Ho langsung berlari mengejar Prof Shim yang akan keluar ruangan, dan mengambil kembali buku Not sambil mengumpat Prof Shim yang tua dan jahat, lalu mulai memaikan musi  Fur Elise yang bisa dimainkan oleh pemain piano pemula. 

Ujian pun selesai, Eun Taek mendatangi Bo Ra menanyakan ujianya, Bo Ra menceritakan Pertanyaannya susah sekali lalu bertanya balik. Eun Taek juga tak tahu hasilnya yang penting bisa menjawab semuanya. Min Soo tiba-tiba datang mendekati Hong Sul
“Hong Sul... Tentang presentase kemarin, aku minta maaf, Aku hanya takjub melihat hasil penelitianmu saja, jadi... Kau mau menerima permintaan maafku, 'kan?” kata Min Soo, Hong Sul melihat gantungan ponsel yang diberikan Yoo Jung dipasang pada tas Min Soo.
Entahlah... Aku bisa atau tidak memaafkan kau,  Karena bukan hanya presentasi itu saja.” Ucap Hong Sul sinis
Min Soo merasa tak memilik kesalahan yang lain, lalu mengadu pada Da Young kalau ia sudah meminta maaf dan mengejek Hong Sul pendendam sekali. Young Gon tersenyum puas membuat Hong Sul malu, Da Young membela Min Soo kalau temanya itu sudah cukup mempermalukannya kemarin dan Teman yang lainya juga mengejek Hong Sul ternyata wanita yang jahat bahkan berani menuduh meniru gaya anehnya.
Teman satunya juga merasa  kalau baju yang dipakain Hong Sul itu banyak dijual dipinggir jalan. Min Soo mengaku salah tentang presentasi tapi menurutnya mengenai pakaianya itu tak terima dengan tuduhan Hong Sul. Da Young merasa Min Soo tak perlu memikirkan dan meminta maaf, Hong Sul memilih untuk keluar kelas.
Bo Ra berteriak kalau permintaan maaf Min Soo itu tak tulus, menurutnya keduanya tak tahu malu. Eun Taek dan Hong Sul menarik Bo Ra agar tak adu mulut lagi. Da Young terlihat kesal lalu mengajak pacarnya untuk makan siang bersama, Young Gon meminta maaf dan buru-buru keluar seperti ingin mengejar Hong Sul kembali. 

Da Young kesal melihat Young Gon yang pergi begitu saja, Min Soo berkomentar Da Young pasti senang karena sudah memiliki pacar.  Da Young pikir Min Soo juga punya pacar yang tampan lalu bertanya apakah pria itu junior mereka. Min Soo nampak binggung sambil sama-sama berjalan keluar dari kelas.
Aku sudah melihatnya, foto pria yang jadi wallpaper ponselmu. Apa Dia bukan pacarmu?” tanya Da Young
Dia... Ya, dia pacarku.” Kata Min Soo kembali berbohong
Dua teman dibelakang terlihat tak percaya dan penasaran berapa umur dan bagaimana orangnya. Min Soo menceritakan pacarnya itu lebih muda darinya,  pria yang lucu yang pernah dikenalnya dan mengatakan sangat menyukainya, sikapnya pun sangat baik.
Temanya meminta Min Soo memperlihatkan fotonya, Min Soo menolak dan berjanji akan memperlihatkan nanti. Da Young memeluk Min Soo untuk berjalan lebih dulu, menurutnya Min Soo takut pria itu direbut jadi tak ingin memperlihatkanya, Min Soo menyangkalnya sambil tersenyum bahagai membiarkan Da Young dkk keluar gedung lebih dulu.
Yah~ aku tak berbohong sepenenuhnya, 'kan? Mungkin suatu saat nanti dia akan jadi pacarku.” Ucap Min Soo sambil menatap foto Hong Joon dalam wallpapernya. 

Hong Joon menendang pohon tanpa alasan, Ah Young menyuruh Hong Joon untuk kerja di restoran saja kalau memang bosan bukan selalu datang ke kampusnya. Hong Joon heran Ah Young mengatakan hal itu, seperti tak menyukainya kalau datang. Ah Young menjelaskan kalau Hong Joon sudah menganggu konsentasinya mengerjakan tugas jadi menyuruhnya pulang saja.
Hei, Tangerine. Apa aku pindah kuliah di kampus ini saja, yah.. Lalu kita bisa keluar jalan seperti waktu SMA lagi.” Kata Hong Joon duduk disamping Ah Young
Bukannya kau senang bias kuliah di luar negeri?” ejek Ah Young, Hong Joon mengaku karena sebelumnya selalu berpikir Amerika adalah menjadi tempat yang menyenangkan tapi kenyatanya tidak
“Selain itu aku terus merindukan seseorang yang ada di Korea. Saat aku kesepian, aku selalu memikirkanmu, Tangerine.” Goda Hong Joon
Berhenti memanggilku Tangerine. Kenapa aku jadi Tangerine?” keluh Ah Young,
Kau kan memang Tangerine. Dari dulu kau tak pernah berubah, masih pendek saja. Bukannya kau senang punya pacar yang memanggilmu dengan "panggilan sayang?"” goda Hong Joon, Ah Young tak membahasnya lagi.
Hong Joon pun ingin menelp kakaknya untuk mengajak double date dan minta Yoo Jung mentraktir mereka. Ah Young pikir kalau Hong Joon terus saja bercanda lebih baik pulang saja lalu membereskan buku-bukunya untuk pergi ke perpus. Hong Joon menarik Ah Young agar menemaninya saja, Ah Young menyuruh Hong Joon pulang saja, dengan senyumanya. 

Young Gon mengendap-ngendap melihat Hong Sul di sela-sela rak buku, Hong Sul sedang duduk sendirin belajar dalam perpustakaan. Young Gon sengaja menaruh buku dibawah lalu mengambil gambar Hong Sul sedang belajar, menurutnya Hong Sul memang wanita yang menarik dengan Wajahnya yang  kecil dan matanya sangat indah.
Hong Sul pergi mencari buku-buku lainya, Young Gon pun mengambil kesempatan dengan mencari-cari sesuatu diatas meja Hong Sul, lalu menemukan agenda dan sengaja mengambil foto jadwal kuliah Hong Sul disemester ini.
Tiba-tiba Hong Sul datang dengan suara berbisik menanyakan apa yang dilakukan Young Gon di mejanya. Young Gon berpura-pura tak mengetahui milik Hong Sul karena jatu dilantai. Hong Sul buru-buru memasukan semua barang-barangnya dan keluar perpus. Young Gon mengejarnya tak ingin subject kejahilannya pergi. 

Young Gon meminta Hong Sul mendengarkan perkataanya lebih dulu, Hong Sul dengan cepat berlari untuk menghindar. Young Gon akhirnya bisa menariknya, Hong Sul dengan cepat ingin melepaskanya. Dibalik semak-semak, Eun Taek dan Bo Ra sengaja merekam kejadian Young Gon yang selalu menganggu Hong Sul.
Aku sudah memberitahumu siapa Yoo Jung yang sebenarnya. Sekarang kau sudah tahu pria mana yang baik itu.” Jerit Young Gon, Eun Taek melihat rekaman Video yang dibuat Bo Ra meminta agar nanti dikirimkan padanya juga
Apa kau pria baiknya? Kau pasti sudah gila.” Ejek Hong Sul kesal
Aku sudah berubah. Sekarang Aku adalah pria populer di kampus dan Keluargaku juga kaya. Kau pasti mau jadi pacarku, 'kan?” goda Young Gon, In Ho datang melihat Bo Ra dan Eun Taek diam-diam merekam sesuatu, Eun Taek langsung menarik In Ho dan membekap mulutnya
Aku akan memutuskn Da Young, karena aku hanya memanfaatkannya agar orang-orang menyukaiku dan Aku akan memutuskannya demi kau.” Kata Young Gon
“Apa Kau tahu... Kau pria yang sangat menyedihkan di mataku sekarang. Kau itu menyedihkan. Aku belum pernah melihat pria paling menyedihkan seperti kau ini.” Sindir Hong Sul
Bo Ra yakin sebentar lagi mereka akan berhasil, karena tinggal menunggu Young Gon marah. Young Gon ingin memegang tangan Hong Sul tapi ditolaknya, amarahnya mulai naik dengan mengumpat Hong Sul rubah sialan. In Ho ingin marah tapi Eun Tak dan Bo Ra langsung menyuruh diam
Young Gon dengan percaya diri Hong Sul itu sebenarnya ingin meminta agar dipeluk olehnya, lalu memaksa Hong Sul agar mau dipeluknya. Hong Sul menjerit untuk melepaskanya. In Ho tak bisa lagi menahan amarahnya, langsung keluar dari semak-semak. Young Gon pun berlari ketakutan.
Hong Sul bertanya apakah Bo Ra sudah merekam semaunya, Eun Taek berteriak kesal karena In Ho sudah mengacaukan semuanya. In Ho melonggo binggung setelah kembali karena tak bisa mengejar Eun Taek. Bo Ra menyalahkan Eun Taek karena sudah mengacaukan semua rencana mereka. 

In Ho mengikuti Hong Sul di perpustakanya, merasa tak menyangka Hong Sul berani melakukan cara tadi, menurutnya Hong Sul sudah jadi pemberani sekarang. Hong Sul sedang membereskan buku di rak menyuruh In Ho diam saja karena mereka sedang diperspustakaan.
Apa Kau mau bukti? Lalu, kau mau dibuat apa bukti itu? Kau harusnya langsung membunuh pria macam itu, kau tahu itu’kan?” ejek In Ho, Hong Sul menyuruh In Ho diam saja karena harus segera belajar setelah menyusun buku-buku dan mengusirnya untuk pulang lebih dulu.
Tidak akan, bahaya jika wanita pulang sendirian. Mungkin saja si gila itu akan kembali lagi? Kenapa kau tak belajar bela diri saja?” kata In Ho tapi menurutnya tak mungkin karena bisa membuat tulang Hong Sul patah
In Ho menyuruh Hong Sul untuk membawa senjata sajan dan akan membelikanya. Hong Sul menegaskan bisa jaga diri dengan memukulnya dengan buku tebal yang dipeganganya. In Ho mengejek kalau itu hebat sekali, karena Young Gon pasti di bawa ke rumah sakit setelah itu.
Hong Sul sibuk mencari-cari rak buku dengan benar, In Ho membantu sambil mengutarakan niatnya untuk menemani Hong Sul sepanjang waktu  jadi membuatnya tak khawatir lagi. Hong Sul melihat In Ho yang menaruh buku disembarang tempat, dengan kesal mengambilnya kembali dan menyusun dengan benar. 

Keduanya berjalan bersama keluar dari kampus, Hong Sul mengatakan sudah memikirkan sesuatu, lalu menyarankan In Ho untuk ikut tes GED yang bisa membuatnya bisa lanjut kuliah, dengan begitu juga bisa bermain piano. In Ho langsung menolaknya, karena sudah tahu tak mungkin lulus dengan sifatnya tak pernah serius belajar.
Hong Sul tak banyak komentar, In Ho melihat wajah Hong Sul seperti banyak pertanyaan. Hong Sul memberanikan diri menanyakan tentang kakak In Ho.
Apa dia sangat dekat dengan Yoo Jung-sunbae?” tanya Hong Sul penasaran
Kenapa kau terus menghubungkan dia dengan kakakku? Kau aneh sekali.” Keluh In Ho kesal
Bukan begitu. Hanya saja, mereka mungkin pernah mempunyai hubungan serius.” Jelas Hong Sul
Mereka hanya dekat saja dan tidak akan pernah pacaran, jadi tak perlu khawatir. Hidup itu dipenuhi dengan orang-orang negative, Begitulah kehidupan.” Ungkap In Ho ingin membuat Hong Sul tenang

Kalian memang saudara yang mirip, bahkan  mirip sekali. Wajah yang cantik dan sikap blak-blakannya juga sama.” Komentar Hong Sul
In Ho menghentikan langkahnya, berusaha menyangkal mereka berdua itu tak mirip, menurutnya sang kaka adalah orang yang sangat menakutkan jadi memperingatkan Hong Sul harus jauh-jauh dari kakaknya, apabila bertemu dijalan maka harus cepat lari, kalau memang tak bisa lari maka Hong Sul harus menjambaknya  rambutnya, karena Orang yang menyerang pertama biasanya yang akan menang.
Kau harus melawan, jika tidak kau bisa mati.” Ungkap In Ho, memperingatinya. Hong Sul pikir In Ho hanya bercanda saja dan kembali berjalan, In Ho menegaskan dirinya tak bercanda lalu terhenti karena ada pesan yang masuk, Hong Sul melihat wajah In Ho berubah dan menghampirinya. 


In Ho langsung berlari setelah menelp dengan menanyakan keberadaanya, In Ha dengan kaca mata dan memagang kopi, terlihat sangat kedinginan mengaku sekarang sudah menjadi gembel. In Ho pikir tak ada hubungan denganya, In Ha meminta agar adiknya membawaakan koper kedalam rumahnya karena sudah lapar. In Ho memilih untuk masuk  ke dalam rumahnya. Sang kakak pun akhirnya membawa sendiri kopernya dengan badan gemetar karena kedinginan.
Di dalam rumah, In Ho akan membuatkan ramen kalau memang kakaknya ingin makan, In Ha membuka kacamatanya dengan merasakan mual mencium bau rumah adiknya, lalu melihat kamar adiknya yang kecil dan juga kamar mandi, lalu bertanya-tanya apakah ada kecoak didalam rumah adiknya. In Ho melirik sinis karena kakaknya masih saja mengejek padahal tak memiliki tempat tinggal.
Kenapa kau kalem sekali hari ini? Dan Tidak berteriak-teriak seperti biasanya?” ejek In Ho sambil membuatkan ramen untuk kakaknya.

Kau harus tahu, kita harus menjaga sikap untuk bertahan hidup. Tapi, aku tak bisa sesabar itu.” Ucap In Ha dengan melotot penuh dendam.
In Ho tahu sifat kakaknya yang benar-benar tak berubah, In Ha melihat ada buku piano diatas meja, In Ho mengambil buku dari tangan kakaknya meminta agar tak menyentuhnya. In Ha melihat adiknya kembali bermain piano lagi, In Ho memberikan mie instan untuk kakaknya. In Ha dengan sengaja menjatuhkan diatas buku piano adiknya dan berpura-pura tanganya keseleo, In Ho menjerit kesal.
Kakaknya mengaku tak bisa makan ramen, In Ho hanya bisa menahan amarah dengan mengambil tissue dan menyelamatkan buku yang ada dibawah tak terkena siraman kuah ramyon. In Ha menyadarkan adiknya yang masih menganggap dirinya jenius bahkan memiliki mimpi menjadi pianis terkenal di dunia sambi mengambil bir didalam kulkas
Kau tak akan menetap di sini, 'kan? Kenapa kau jadi seperti ini?” keluh In Ho
Entahlah kenapa aku jadi seperti ini sekarang? Masa lalu begitu indah dulunya.” Ungkap In Ha menikmati bir diatas meja makan. 


Flash Back
In Ho duduk diatas meja mengajak Yoo Jung untuk pergi bermain ski. Yoo Jung menolak karena harus menghafal pelajaran In Ho merasa Yoo Jung tak  perlu seserius itu. Dua orang pria datang mengaku Bolpoin yang dipinjamkan Yoo Jung  hilang dan hanya bisa mengembalikan tutupnya.
Hei, kau keterlaluan sekali.” Jerit In Ho tak terima, Yoo Jung dengan santai tak mempemasalhanya.
Apanya yang tak masalah? Bukannya bolpoin itu barang yang berharga untukmu? Cepat ganti.” Perintah In Ho tak terima.
Yoo Jung bilang kan tak apa, kenapa kau yang marah? Apa kau pikir bisa seenaknya karena kau sahabat Yoo Jung?” ejek si pria
Kau sendiri siapa bisa seenaknya? Apa karena kau punya antek-antek? Aku tak menyangka gengster bisa sekolah di sini.” Balas In Ho


Yoo Jung memberhentikan adu mulut dan bisa menerima kalau pulpenya hilang, Pria itu pun menyuruh In Ho diam saja karena Yoo Jung tak merah sambil mengebrak meja pamit pergi.
Kenapa kau mau seperti ini terus? Apa kau mau selalu mengalah? Dia pasti berbohong, dan mau menjualnya besok di internet. Apa kau tak marah?” keluh In Ho kesal melihat sikap Yoo Jung
Aneh saja jika harus bertengkar karena bolpoin. Apalagi itu hanyalah bolpoin biasa.” Kata Yoo Jung kembali duduk
Apanya yang aneh? Ini Tidak aneh sama sekali!! Tapi Merekalah yang aneh. Jika kejadian tadi terulang, kau tak perlu sabar dan hajar mereka. Aku tak akan memberitahu ayahmu, oke?” kata In Ho
“Jadi Kau ingin aku melawan?” ucap Yoo Jung
Tentu saja. Dia bukanlah apa-apa bagimu, lihatlah dirimu ini. Kau menyia-nyiakan kemampuanmu saja. Hajar mereka dan Tak perlu sabar lagi.” Tegas In Ho
Yoo Jung tiba-tiba menampar pipi In Ho dengan tangan kirinya lalu tertawa. In Ho heran Yoo Jung melakukan itu padanya, Yoo Jung mengatakan tadi In Ho menyuruh untuk menghajar. In Ho menjelaskan bukan dirinya tapi anak-anak yang selalu memanfaatkanya. Yoo Jung tertawa bahagia karena bisa merasakan untuk menampar orang, In Ho ikut tertawa tapi menyuruh Yoo Jung melakukan pada orang lain bukan temanya. 


Disebuah bukit, In Ha memainkan kembang api dan In Ho memegang kembang api yang tertembak diudara. Yoo Jung datang melihat keduanya yang sebelumnya sudah dicari-cari. In Ha merasa bahagia melihat Yoo Jung datang menemukan tempat mereka main kembang api. Yoo Jung memperingatkan keduanya kalau nanti ayahnya tahu.
In Ho mengejek Yoo Jung itu membosankan, padahal mereka sedang liburan dan sekarang waktunya tidak perlu belajar, Yoo Jung merasa keduanya beruntung sekali karena tak perlu melakukan hal apapun. In Ho mengajak Yoo Jung bergabung saja karena hidup itu singkat seperti kembang api dan menikmati hidup, lalu menunjuk kakaknya yang sudah gila karena kembang api.
Hei.... Apa rencanamu sepuluh tahun lagi?” tanya Yoo Jung
Mungkin bermain piano dan Kau mungkin akan meneruskan perusahaan ayahmu, lalu mungkin kita bias kabur dan bermain seperti ini. Tapi, Baek In Ha masalahnya. Dia tak memiliki masa depan.” Kata In Ho melihat kakaknya berputar-putar memainkan kembang api
Kenapa memangnya? Kita bahkan tak tahu tentang hari esoknya, 'kan? Tapi, apakah kita akan tetap bersama-sama begini?” kata In Ho lalu melihat kakaknya membuang sembarangan bekas kembang api.
In Ho mulai menanam kembang api lain dalam tanah, lalu bergantian dengan Yoo jung menyalakan kembang api dan terlihat ledakan kembang api yang sangat indah dilangit. Terlihat tawa bahagia mereka dimasa liburan sekolah walaupun hanya bermain kembang api. 

In Ha tertidur dengan kacamata yang masih dipakainya dan memegang ponslenya, In Ho membuka pintu melihat kakaknya tertidur pulas walaupun dikasur yang kecil dan kamar yang sumpek, Perlahan menarik selimutnya tapi melihat wajah kakaknya membuatnya langsung menutup sampai ke kepala.
Tapi ia pun tak tega dan kembali menurunkan selimutnya lalu membuka kacamata yang digunakan kakaknya, dan kembali menutup wajah kakaknya karena sangat kesal dan keluar dari kamar. 

Yoo Jung masuk rumah menyalakan lampu, lalu terdiam memikirkan masalahnya dengan Hong Sul dan mengingat kembali kata-kata terakhir saat bertemu dengan Hong Sul  “Aku sungguh tak mengerti.. Aku selalu ingin mendekatimu. Tapi, entah kenapa tak bisa. Mungkin kita perlu waktu.
Yoo Jung mematikan lampu lalu menyalakan kembali, berulang-ulang sambil bergumam Pada awalnya, aku menyukai kau karena kita itu mirip. Tapi, ternyata kita sangat berbeda.Akhirnya membiarkan lampu ruanganya tak menyala dan ia masih berdiri didepan pintu masuk. 

In Ha keluar dari kamar sambil menari-nari dan menyanyi mengambil kotak corn flake untuk sarapan. In Ho sedang makan pisang di meja makan heran melihat kakaknya berubah 180 derajat merasa ada sesuatu mencurigakan, berpikir sudah mendapatkan lotre.
Jika kau mau keluar, keluar saja sana, jangam rusak mood-ku.” Kata In Ha ketus
Tak usah bermalas-malasan, belajarlah di akademi. Kau harus lulus dan bisa cari pekerjaan serta uang.” Teriak In Ho
In Ha menyuruh adiknya diam saja dan pergi, In Ho menghabiskan pisang lalu berajak pergi dan menyuruh kakaknya untuk membersihkan bekas makan diatas tempat tidurnya.
Apa dia sudah tahu kesepakatanku dengan  Yoo Jung? Bagaimana dia bisa tahu  tentang uang itu? Kenapa dia pandai sekali membaca ekspresi orang? Begitulah akibatnya menjadi orang yang baik.” Jerit In Ha lalu melihat ponselnya dan mengatakan akan memulai rencananya hari ini untuk Jung dengan mencari nama Designer Peanut.

Jae Woo membeli sekotak minuman, In Ha datang membayar dengan uang yang sudah dibentuk seperti bunga, sengaja memberikan suprise dengan alasan janjinya akan mengembalikannya dan tak suka berhutang. Jae Woo menatap kebinggungan
Kenapa? Apa Kau tak suka? Kau makan di tempat lain?” ucap In Ha mengoda, Jae Woo merasa bukan seperti itu.  
Kenapa? Apa kau tak mau makan denganku ini?” kata In Ha. Jae Woo semakin gugup menjawabnya
In Ha pun langsung mengajak Jae Woo pergi dan menariknya keluar dari minimarket, lalu menanyakan apakah Jae Woo mengenal Young Gon dari jurusan yang sama. Jae Woo ingat kemarin In Ha mencari Yoo Jung, menurutnya In Ha itu memiliki banyak kenalan dijurusanya. In Ha mengaku kalau hanya tahu namanya dari teman dan hanya merasa penasaran.
Young Gon sudah punya pacar.” Kata Jae Woo
“Jadi Dia sudah punya pacar? Dia ada di mana? Apa Kau bisa menemaniku?” ucap In Ha mengebu-gebu
Aku tak dekat dengannya.” Kata Jae Woo, In Ha pikir Jae Woo bisa tahu tempat biasa Young Gon nongkrong, seperti Restoran favorit
Apa bias kita  tak membicarakan dia? Dan Aku tak akan terima ini, karena Perutku jadi sakit.” Ucap Jae Woo memulangkan minuman yang dibelikan In Ha dan melepaskan tanganya lalu pergi meninggalknya. In Ha berteriak meminta tolong supaya Jae Woo memberitahukanya. 

Young Gon sedang duduk bersama Da Young hanya memainkan bukunya, Da Young meminta pacarnya untuk berKonsentrasi karena mereka Besok ada ujian. Young Gon mengerti walaupun terlihat sangat malas, pesan masuk ke dalam ponselnya dan melihat bukan nomor yang dikenalnya.
Sudah lama, ya tak bertemu...Kau masih ingat aku? Pacar adalah Yoo Jung.
Pacar Yoo Jung kan Hong Sul” balas Young Gon heran
Aku adalah pacar sungguhannya, kau ingat nomor lama Jung? tulis In Ha
Young Gon tersenyum bahagia tak percaya kesempatan itu kembali padanya, Da Young merasa Young Gon itu senang membuatnya marah, dan meminta untuk memberikan ponselnya. Young Gon melarang wanita yang ikut campur masalah wanita. Da Young tak mau tahu dan mendekati Young Gon, disisi lain In Ha terlihat sinis bisa membuat Young Gon percaya.
Dia masih pecundang. Nah, karena ini masih tahap satu, kita mulai dengan ini saja. Dan Yoo Jung, kau pasti syok melihat caraku ini...Karena aku adalah Baek In Ha!!!” jerit In Ha dengan mata liciknya. 

Kyung Hwan melihat Hong Sul baru masuk kelas lalu menujuk bangku dibelakangnya. Hong Sul melihat ada Yoo Jung duduk disana, Akhirnya memilih untuk duduk didepan saja. Bo Ra heran kenapa mereka harus duduk didepan. Eun Taek mendorong Bo Ra untuk cepat duduk saja karena tak peka dengan situasinya.
Young Gon tersenyum puas karena bisa membuat keduanya bertengkar, Kyung Hwan bertanya apakah Yoo Jung sedang bertengkar dengan Hong Sul, Yoo Jung menyangkalnya. Do Hyun merasa keduanya itu sudah putus, Sang Chul pikir tak akan ada orang yang mau berpacaran dengan wanita seperti Hong Sul, menurutnya hanya Yoo Jung yang buta.
Apa kalian bertengkar?” tanya Bo Ra penasaran, Hong Sul pun menyangkalnya. Bo Ra yakin keduanya itu pasti sedang bertengkar.
Kau Diam saja.... Kenapa kau ini tak peka sekali?” bisik Eun Taek agar Bo Ra tak banyak tanya.
Aku mau beli kopi, Apa kalian mau juga?” ucap Hong Sul mencoba mengalihkan pembicaraan, Bo Ra menolak karena takut nanti ke kamar mandi saat ujian. Yoo Jung melihat Hong Sul yang pergi keluar ruangan. 

Hong Sul pun menikmati minuman sendirian, berpikir tak seharusnya menghindar dengan sikap seperti tadi. Akhirnya ia menghabiskan kopinya dan akan kembali ke kelas. Yoo Jung lewat dan keduanya berpapasan tapi tak menyapanya. Hong Sul melirik sinis karena Yoo Jung malah mendiamkan begitu saja.
Sebelum kekelas, Hong Sul mencuci tanganya  dengan wajah kesal karena Yoo Jung malah mengabaikanya. Ia pun akan kembali kekelas dan melihat Yoo Jung sedang menunggunya ditangga dan memberikan sekaleng minuman. Hong Sul menolak karena sudah minum, Yoo Jung menariknya ketika Hong Sul akan menuruni tangga lalu memeluknya dari belakang, seperti meluapkan rasa rindunya karena harus terpisah dengan pacarnya.
bersambung ke episode 10 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


6 komentar:

  1. Suka scene terakhir nya wkkkk
    Semangat mba dee
    Di tunggu kelanjutan nya
    Katanya minggu depan gk tayang yah waaahh bakal lama nunggu kelanjutan nya
    Gk pa2 ding tetap setia mnunggu hahaha

    BalasHapus
  2. Dah q tunggu2 mb dee...... semangat ya ditunggu eps 10
    Masa minggu depan ga tayang..... haduchhhh.... bakal kangen berat dong..

    BalasHapus
  3. Yoo jung sunbae sweet banget sih....... suka suka banget
    Palagi eps 11 ada bed kissnya makin ga sabar sebenere hehehe harus nunggu 2 minggu

    BalasHapus
  4. suka bgd sma sinopsisnya mba, makasih yaa udah di buatin.. aku tunggu looh kelanjutaannya ..
    makin penasaran sma hubungan mereka . heheheh

    BalasHapus
  5. Sukaaaa adegan terakhirnya. . ^_^

    BalasHapus