Jumat, 12 Februari 2016

Sinopsis Remember Episode 17 Part 2

Seorang wanita bernama Min Hee sedang menyemprot bunga-bunga, mendengar bunyi suara lonceng pintu berbunyi membuatnya dengan sopan menyapa pelanggan yang datang. Matanya langsung melotot ketakutan melihat Gyu Man dan Sek Ahn yang datang ke toko bunga, bahkan botol penyemprotnya sampai jatuh. Gyu Man menyapa dengan senyuman licik karena sudah lama tak bertemu.
Bagaimana kabarmu? Kau pasti rindu padaku, 'kan?” ucap Gyu Man mengoda, Min Hee hanya tertunduk diam dengan wajah ketakutan
Kenapa kau diam saja?” kata Gyu Man, Min Hee memohon agar Gyu Man keluar dari toko bunganya sekarang.
Saat kau berbicara pada seseorang, kau harus melihat mereka.” Kata Gyu Man memegang wajah Min Hee
Min Hee tetap saja tertunduk, sampai akhirnya Gyu Man berteriak agar Min Hee bisa menatapnya. Min Hee akhirnya mengangkat wajahnya, Gyu Man menegaskan kalau itu adalah cara yang sopan untuk berbicara, dan merasa dianggap gelandangan. Min Hee mengelengkan kepalanya. Gyu Man tahu seorang jaksa pasti sudah datang ke tempat itu, Min Hee menegaskan tak akan memberikan kesaksian, Gyu Man meminta Min Hee untuk datang dan memberikan kesaksian saja, dengan membelai rambut Min Hee merasa berterimakasih karena sudah membuatnya senang jadi ingin memberikan imbalan.
Sek Ahn pun memberikan amplop dalam saku jasnya, Gyu Man merasa Min Hee tak perlu menjadi lalat dalam toko bunga itu, jadi memintanya agar datang ke pengadilan dan berjanji akan memberikan uang lebih. Air mata Min Hee tergenang dimatanya, lalu mengalir di pipinya. Gyu Man semakin berteriak melihat Min Hee yang menangis dan menyuruh untuk segera mengambilnya.
Lihat aku sekarang..... Kau terlihat menyedihkan. Pakai uang ini untuk ke salon dan beli baju yang cantik-cantik. Mengerti?” ucap Gyu Man lalu mengambil satu bunga mawar dan menciumnya lalu berkomentar baunya sangat harum. 

In Ah melihat berkas ditanganya memastikan kalau orang yang akan mereka temui adalah teman dari Ha Young, Pengacara Song yakin orang itu teman Ha Young dan sangat sulit menemukan alamatnya,
Jika dia ingin bersaksi, kita bisa memenangkan sidang ini.” kata In Ah yakin
Tapi... apa menurutmu dia akan bersaksi?” ucap Pengacara Song merasa kurang yakin
Bagaimanapun caranya, aku akan menyakinkan dia.” Kata In Ah melihat foto Min Hee yang akan menjadi saksi pada persidangan. 

Min Hee duduk lemas dengan mata memerah, In Ah masuk ke toko bunga melihat Min Hee yang duduk lemas, Min Hee pun buru-buru bangun membiarkan amplop tergeletak. In Ah mendekatinya bertanya wanita yang berdiri didepanya adalah Park Min Hee. Min Hee bertanya siapa keduanya.
In Ah mengeluarkan kartu namanya, dan mengatakan Min Hee mengenal Ha Young. Min Hee langsung menyuruh In Ah untuk segera keluar, karena tak ada yang ingin dikatakan saat sidang jadi tak akan bersaksi. In Ah hanya bisa diam mendapat penolakan langsung dari In Ah. 

Dong Ho melihat Jin Woo yang menemuinya, Jin Woo ingin mengutarakan satu pertanyaan, apakah Dong Ho memang mencoba membunuh Joo Il. Dong Ho tertunduk lalu menatap Jin Woo seperti memohon untuk mempercayainya. Jin Woo menegaskan kalau itu pertanyaan yang dilontarkan pada ayahnya ketika bertemu pertama kali di penjara
Flash back
Dong Ho dengan santai mengajukan pertanyaan kalau Tuan Seo memang membunuh Jung Ah, Tuan Seo dan Jin Woo kaget mendengarnya.
Jika kau ingin berpura-pura tak ingat setelah kau membunuhnya sebaiknya kau harus memberitahu pengacaramu Aku sudah menghadapi kasus seperti ini ribuan kali, jadi jujur saja padaku.” Ucap Dong Ho seperti tak percaya Tuan Seo bukan pelakunya.
Dong Ho yakin Jin Woo juga masih ingat dengan kata-kata ayahnya, Aku tidak membunuhnya. Jika anda tak percaya padaku, anda tak perlu membelaku. Dan Dong Ho mengulanginya. Jin Woo menegaskan masih belum mempercayai Dong Ho sepenuhnya. Dong Ho merasa tak masalah dan Jin Woo tak harus membelanya.
Kau pernah bertanya padaku. Jika seorang pembunuh dating ke rumah sakit karena luka tusukan, apa yang akan aku lakukan jika aku adalah dokternya? Kau bilang, pengacara juga begitu. Bukan kita yang menentukan kebenaran. Tapi, itu adalah tugas hakim.” Kata Jin Woo, Dong Ho mengatakan mengingatnya.
Tapi, aku tak seperti itu, Katakan yang sebenarnya.” Pinta Jin Woo
Bukan aku pelakunya, Aku tak ingin membunuh Joo-hyungnim.” Ucap Dong Ho berusaha menyakinkan Jin Woo
Dengarkan aku baik-baik. Aku tak melakukan ini demi kau. Aku hanya ingin... Nam Il Ho dan Nam Gyu Man mendapatkan hukumannya. Kebenaran tak akan bias keluar dengan sendirinya. Jadi, aku akan membelamu untuk itu.” Tegas Jin Woo 


Pengacara Song yang mendengar keputusan Jin Woo merasa atasanya itu sudah gila, Jin Woo mengatakan juga sudah memikirkannya, menurutnya Kasus itu sangat mencurigakan.
Kau telah memutuskannya, jadi aku tak bisa berkata apa-apa. Tapi, apa kau akan baik-baik saja?” kata Manager Yoon
Sebagai seorang pengacara, aku akan menganggapnya sebagai klienku. Jangan khawatir.” Ucap Jin Woo lalu melirik In Ah yang memberikan senyuman padanya. 

Jin Woo menemui Detektif Bae di kantor polisi, Detektif Bae menceritakan ketika tiba di TKP korban sudah tak sadarkan diri, lalu memeriksa black box mobil dan Park Dong Ho terekam di dalamnya. Jadi, ia ditangkap karena menjadi tersangka utama.
Bukannya kau juga di sana saat kami menemukan senjatanya?” kata Detektif Bae yang mengenali Jin Woo saat datang ke kantor Dong Ho
Kudengar, kau dan Park Dong Ho sudah saling mengenal.” Ucap Jin Woo, Detektif Bae membenarkan.
Aku membantunya dengan kasus yang sedang dia selidiki, tapi Aku tak menyangka dia bias melakukan kejahatan seperti ini.” ungkap Detektif Bae
Sebagai detektif kasus ini, apa kau melihat ada sesuatu yang mencurigakan?” tanya Jin Woo, Detektif Bae mengaku tak sama sekali ada yang mencurigakan.
Karena tersangka kasus pembunuhan dan juga kasus percobaan pembunuhan biasanya berasal dari seseorang didekat kita.” Kata Detektif Bae, Jin Woo mengerti dan berterimakasih atas waktu yang diberikan detektif, lalu keduanya berjabat tangan. Setelah Jin Woo pergi, Detektif Bae langsung menelp untuk melapor. 

Jaksa Hong memberitahu Gyu Man bahwa Jin Woo akan menjadi pengacara Dong Ho, Gyu Man sedang meminum tehnya sedikit terkejut. Jaksa Hong mengaku tidak mengerti denga keputusan Jin Woo, Gyu Man mengumpat Jin Woo sudah gila bahkan tak bisa menebak apa yang akan dilakukan Jin Woo.
Dia ingin menyelamatkan orang yang telah membunuh ayahnya? Padahal Dia seharusnya membunuh Park Dong Ho.”kata Gyu Man binggung. Jaksa Hong pun juga berpikiran begitu.
Aku tahu... Mereka pasti sudah merencanakan sesuatu. Karena tak mungkin, dia mau membelanya.” Ucap Gyu Man
Kita tahu bahwa Seo Jin Woo memang seperti itu.” Kata Jaksa Hong
Gyu Man mulai mengumpat Jin Woo, si bocah miskin, menurutnya mereka semua hanyalah gelandangan dan harus membunuh mereka semua.

Jaksa Hong bertanya pada Jaksa Tak kalau  Il Ho Grup tak akan terganggu oleh pemeriksaan pajak itu, Jaksa Tak melihat Jaksa Hong bisa mengatasi masalah Perusahaan kertas di Hong Kong, Pabrik di California, dan semua masalah perusahaan lainnya, jadi membuatnya kagum. Jaksa Hong mengungkapkan tak mungkin hidup seenak sekarang hanya dengan semalam.
Menarik sekali.... Aku tak menyangka kalian berdua akan seakrab ini. Mungkin karena kalian punya atasan yang sama.” Sindir Jaksa Chae yang tiba-tiba lewat didepan keduanya.
Tak ada yang berlangsung selamanya di dunia ini.” ungkap Jaksa Tak
Sepertinya selama ini aku telah salah menilaimu.” Balas Jaksa Chae
Ketua Nam Il Ho sangat menyukaimu. Kau mengkhianatinya dan membuatnya terlihat seperti orang bodoh.” Kata Jaksa Hong
Sebagai jaksa, aku akan melawan kejahatan dan mengabdikan diri untuk keadilan.” Tegas Jaksa Chae, Jaksa Hong merasa sidang  kali ini tak akan mudah, jadi memperingatkanya harus bersiap-siap. Jaksa Chae pun pergi meninggalkan keduanya lebih dulu 

Gyu Man menyuruh Sek Ahn untuk membacakan jadwalnya, Sek Ahn membaca agenda memberitahu akan rapat direktur pada jam 9 pagi lalu makan siang dengan Tn. Jung Ho Min, setelah itu jam 2 siang… Gyu Man langsung membatalkan makan siang dengan anggota DPR. Sek Ahn memberitahu sudah dijadwalkan  sejak 3 bulan lalu. Gyu Man melirik sinis, Sek Ahn pun memutuskan untuk membatalkanya
“Coba kulihat.... Kenapa jadwalku banyak sekali? Apa aku sendiri yang menyusunnya?” keluh Gyu Man melihat susunan jadwal dalam sehari, Sek Ahn hanya bisa mengucapkan permintan maafnya.

Ponselnya bergetar, lalu membaca pesan dari Hakim Kang “ Aku akan memberikan bukti ini kepada orang yang paling membutuhkannya.” Gyu Man mengintip mengintip ada kata “bukti ini”. Sek Ahn kaget dan langsung memasukan kembali ponselnya
Gyu Man bertanya bukti apa, karena Sek Ahn terlihat sangat gugup. Sek Ahn menutupi kalau itu SMS dari pacarnya, Gyu Man tak percaya Sek Ahn sudah punya pacar. Sek Ahn meyakinkan kalau ia memang sudah memiliki pacar. Gyu Man pun memujinya hebat juga, lalu memerintahkan agar Tak usah membuat jadwal makan siang karena  Nafsu makannya jadi hilang.Sek Ahn mengerti, Gyu Man bertanya berapa umur pacar Sek Ahn itu. Sek Ahn berbohong kalau umurnya masih 21 tahun. 


Hakim Kang memberikan pisau  lipat yang berasal dari Sek Ahn, pada Jin Woo dan In Ah memberitahu itu adalah bukti asli dalam pembunuhan mahasiswi Seochon. Jin Woo kaget dengan pengakuan Hakim Kang bahwa itu bukti asli.
Bukti yang dihadirkan dalam sidang saat itu adalah palsu Dan sidik jarinya tak ditemukan dalam senjata ini. Tapi Sidik jari Gyu Man dan juga darah korban Oh Jung Ah sangat jelas di senjata ini. Dan juga... ini adalah hasil laporan forensiknya.” Jelas Hakim Kang memberikan berkas hasil forensik.
Bagaimana kau bisa mendapatkan bukti ini?” tanya In Ah
“Ahn Soo Beom yang memberikannya padaku. Aku memberikannya padamu karena kaulah yang paling membutuhkannya.” Jelas Hakim Kang
Jin Woo melihat berkas NFS kalau dinyatakan  DNA cocok, dengan gugup merasa Hakim Kang memiliki keputusan yang berat untuk mengambil langkah ini dan mengucapkan Terima kasih banyak. Hakim Kang merasa itu sudah tugasnya, Gyu Man memang temannya Tapi, sebagai hakim, ia harus memberikan bukti itu. Jin Woo akan memastikan bukti itu bisa menyelamatkannya, In Ah merasa  kebenaran sudah semakin dekat.
Kalau begitu, apa kau akan mengajukan pengadilan ulang lagi?” tanya Hakim Kang
Ya.. Aku akan mengajukannya.. dan mengungkapkan semua kejahatan yang dilakukan Nam Gyu Man. Masalah ini akan berakhir... saat Nam Gyu Man duduk di pengadilan ulang itu.” Tegas Jin Woo 

Ruang pengadilan Sidang kedua penggunaan narkoba dan pemerkosaan oleh Nam Gyu Man
Jaksa Hong berdiri ingin mengajukan saksi. Hakim pun mempersilahkan agar saksi masuk. Min Hee masuk ke ruang sidang, Ha Young menatap Min Hee yang bersaksi untuk Gyu Man. Jaksa Hong bertanya apakah Min Hee itu 3 bulan yang lalu sebagai trainee IG Ent. Min Hee membenarkan.
“Jelaskan hubungan anda dengan Song Ha Young.” Kata Jaksa Hong, Min Hee mengaku kalau mereka adalah teman.
Apa anda tahu hubungan antara Song Ha Young dan terdakwa?” tanya Jaksa Hong, Min Hee mengatakan mengetahuinya.
Apakah Song Ha Young... sering memberitahu anda betapa dia menyukai Nam Gyu Man?” kata Jaksa Hong
Keberatan! Pihak Pembela hanya mengajukan pertanyaan yang dia inginkan saja.” Ucap Jaksa Chae berdiri

Jaksa Hong mengatakan kalau itu  adalah pertanyaan penting untuk mengetahui apakah kasus ini adalah pemerkosaan, ataukah hubungan atas persetujuan kedua pihak. Hakim memutuskan agar Jaksa Hong melanjutkan.
Song Ha Young pernah mengatakan bahwa dia ingin menjadi kekasih Nam Gyu Man. Apa itu benar?” ucap Jaksa Hong, Min Hee melirik Gyu Man, Jaksa Hong meminta saksi untuk menjawab pertanyaanya.
Ha Young... tak pernah mengatakan itu.” Ucap Min Hee, Jaksa Hong melotot kaget karena jawaban tak sesuai dengan yang dinginkan. Gyu Man menatap Min Hee yang berani berkata sebaliknya 

Flash Back
Min Hee marah karena sudah berkali memberitahu kalau tak akan bersaksi saat In Ah kembali datang ke toko bunga. Ha Young menampakan diri setelah berdiri dibelakang In Ah, Min Hee kaget melihat Ha Young datang juga. In Ah mendekatinya, mengatakan kalau Gyu Man pasti sudah datang ke toko itu. Min Hee menyangkal dan menyuruh In Ah pergi saja.
Dia pasti mengancammu untuk memberikan kesaksian palsu, 'kan? Aku mengerti dengan keadaanmu ini, Min Hee. Tapi, kau tak perlu menurut pada Nam Gyu Man lagi.” Kata In Ah
Bagaimana mungkin aku bias melawan seseorang seperti Nam Gyu Man? Aku ingin hidup dengan damai dan tidak ingin menderita lagi.” Tegas Min Hee
Kami memerlukan keberanianmu agar tak ada lagi korban lainnya. Jika korban sebelum kalian berani bertindak, maka kalian juga tak akan menjadi korbannya.” Jelas In Ah
Min Hee.... Awalnya, aku juga sangat takut. Tapi, ketakutanku menghilang sejak persidangan itu. Apa kau mau ikut denganku? Kita selalu bersama-sama saat trainee dulu, benarkan?” kata Ha Young memohon, Min Hee hanya tertunduk dengan mata berkaca-kaca
Min Hee.... Aku memang seorang pengacara di sini, tapi aku tetap seorang wanita. Apa kau percaya padaku?” kata In Ah meyakinkan. 

Saya juga telah diperkosa oleh Nam Gyu Man, seperti Ha Young, dan mencoba melarikan diri, tapi dia terus memaksaku.” Akui Min Hee mengeluarkan semua kesaksian yang selama ini dipendamnya.
Yang Mulia, ini hanya argumen sepihak dari saksi.” Ucap Jaksa Hong panik, tapi Hakim meminta agar Saksi melanjutkan ucapanya.
Dan Nam Gyu Man... mencoba menyuap saya dengan uang.” Kata Min Hee, Jaksa Hong berteriaka agar Min Hee menjaga sikapnya. Min Hee berani menatap Gyu Man yang terus menatapnya, lalu mengeluarka amplop dari saku jaketnya.
Aku tak membutuhkan uang ini. Apa kau pikir uang bias menyelesaikan segalanya?” teriak Min Hee. Jaksa Hong menatap Gyu Man, Hakim pun meminta agar Min Hee tenang karena masih berada diruang sidang. Min Hee mencoba menenangkan dirinya.
Saya akan membuat surat dakwaan tambahan atas percobaan penghancuran bukti oleh Nam Gyu Man.” Kata Jaksa Chae. Gyu Man melirik sinis dan Jaksa Hong binggung karena saksi yang dibawanya malah memberatkan Gyu Man. Ha Young menangis harus mendengar kesaksian Min Hee.
[Percobaan penghancuran bukti adalah tindakan untuk meminta seseorang untuk menghancurkan bukti kejahatan.]

Didepan ruang sidang
Ha Young memegang tangan Min Hee mengucapkan Terima kasih atas keberaniannya,  Min Hee mengaku sangat khawatir pada Ha Young karena pasti sangat menderita. Ha Young tertunduk diam, Min Hee berjanji mulai saat ini akan membantu apapun yang ia bisa. Keduanya pun sama-sama tersenyum, In Ah pun ikut tersenyum akhirnya bisa membuat Min Hee membuka suara untuk kebenaran. 

Jin Woo datang ke TKP tempat Joo Il ditikam dan masih ada garis polisi, Ia mengambil foto bercak darah di kursi dan melihat black box masih berada didepan kaca spion, lalu melihat kebagian samping ada jejak kaki yang mengara kedepan karena terdapat ceceran minyak oli, dan melihat ada jejak kaki kearah belakang.
Dalam pikirannya seperti membayangkan seorang pria yang datang dari belakang dan langsung menikam Joo Il didalam mobil, lalu menuruni mobil dan kembali pergi ke arah belakang.
Jin Woo pergi ke NFS, dokter memberitahu  sudah memeriksa lukanya untuk menemukan posisi penyerang dan gerakannya. Jin Wo bertanya di mana posisi penyerang itu saat kejadian, dengan melihat bukti yang ada. Dokter merasa Kemungkinan penyerang duduk di kursi penumpang.
Apa ada hal yang mencurigakan dalam luka ini?” tanya Jin Woo
Aku melihat adanya luka akibat pertahanan diri saat korban diserang.” Jelas Dokter
Kalau begitu, penyerang mungkin memiliki luka akibat perlawanan dari korban.” Ucap Jin Woo menyimpulkan, Dokter pikir itu kemungkinannya sangat tinggi.

Jin Woo melihat jari-jari Joo Il saat ditemukan diTKP dan hasil dari NFS, lalu melihat black box saat Dong Ho datang dan masuk ke mobil Joo Il, setelah itu terlihat Dong Ho pergi dan terekam kalau didalam mobil sedang ada guncangan. 


Il Ho sedang menonton berita anaknya dengan Jaksa Hong, wajah Gyu Man sengaja dibuat blur saat keluar dari kantor kejaksaan.
Nam Gyu Man dari Il Ho Grup saat ini dicurigai telah memperkosa Song Ha Young, trainee 24 tahun setelah memberikan trainee itu narkoba dan alkohol.Il Ho langsung mematikan tvnya, Gyu Man datang menemuinya ayahnya.
Apa saja yang kau lakukan untuk persidangan itu?” teriak Tuan Nam marah,
Ini bukan salahku. Aku sudah mempercayakan ini pada Pengacara Hong, tapi, sepertinya dia telah salah langkah.”kata Gyu Man melepaskan tanggung jawabnya.
Kau sudah terlalu tua untuk menyalahkan orang lain. Apa kau pikir hidupmu itu adalah Pengacara Hong juga?” ucap Tuan Nam, Gyu Man pun tertunduk meminta maaf pada ayahnya.
“Tapi Ayah, Sidang ini masih belum selesai. Aku akan menyuap media itu, dan memenangkan sidang ini.”kata Gyu Man
Aku tak bisa lagi memberikan perusahaanku ini padamu dan Diamlah sampai sidangmu selesai.” Tegas Tuan Nam, Gyu Man ingin membela diri tapi Tuan Nam tak peduli menyuruh anaknya segera pergi dari hadapanya. Gyu Man melirik Jaksa Hong seperti menyalahkan yang tak becus membelanya.  

Jin Woo membuat rekaman tentang dirinya dalam tabnya, Ayah... Aku akan menangani kasus Park Dong Ho. Maaf....” setelah itu duduk di dalam ruang sidang yang kosong untuk merenung, tanganya diremas seperti masih merasa gundah dengan pilihanya dan menatap kursinya sebagai pengacara.
Dong Ho dibawa oleh polisi untuk masuk keruang sidang, ketika masuk sempat terdiam melihat Ji Woo sudah duduk sebagai pembelanya. In Ah dan Sang Ho duduk dibangku penonton untuk menghadiri sidang.

Kau mungkin telah mengkhianatiku sebagai pengacara 4 tahun yang lalu, Tapi, aku akan... tetap membelamu sampai akhir” tegas Jin Woo, Dong Ho menatap Jin Woo yang sekarang duduk sebagai pengacaranya.
Karena aku adalah seorang pengacara, Sebagai pengacaramu.” Tegas Jin Woo menatap Dong Ho, Sang Ho tak bisa menahan tangisnya melihat Dong Ho duduk dikursi terdakwa.
Semua pun diminta berdiri karena Hakim akan masuk ke dalam ruang sidang, Jin Woo dan Hakim Kang saling menatap seperti ada keraguan. Sidang Percobaan Pembunuhan Seok Joo Il, Hakim Kang pun akan  memulai sidangnya sekarang dan dimulai dari Jaksa Penuntut.

Kami menuntut, terdakwa Park Dong Ho atas percobaan pembunuhan Seok Joo Il.” Ucap Jaksa Ko, Hakim Kang bertanya apakah Pihak pembela menerima tuduhan itu. Jin Woo berdiri mengatakan tidak menerimanya.
Jaksa Ko memperlihatkan rekaman CCTV, terlihat Dong Ho keluar dari mobil pada pukul 21.10, dan memberitahu telah menghadirkan laporan polisi kalau Waktu saat Park Dong Ho terekam dalam video sama dengan waktu saat korban diserang. Hakim Kang pun bertanya pada Jin Woo apakah ingin membantahnya.
Pihak Penuntut... mendakwa klien saya hanya berdasarkan keberadaannya di TKP.” Kata Jin Woo
Laporan menyatakan bahwa tak ada orang lain di TKP selain terdakwa.” Kata Jaksa Ko
Kenapa anda berpikiran seperti itu? Apakah anda juga berada di TKP, Jaksa?” ucap Jin Woo
Semua keterangannya lengkap di laporan itu. Pihak polisi telah melakukan penyelidikan TKP berdasarkan hukum.” Kata Jaksa Ko

Bagaimana jika penyelidikan polisi tersebut tak sesuai dengan hukum? Ini adalah foto-foto... dari TKP yang telah saya kumpulkan sendiri. Seperti yang anda lihat, Terdapat bukti bahwa ada pihak ketiga yang memasuki TKP. Tapi Pihak Penuntut menolak bahwa adanya kemungkinan pihak ketiga.” Kata Jin Woo memperlihatkan hasil foto, Jaksa Ko keberatan  karena menurutnya hanyalah spekulasi Pihak Pembela.
Anda dapat melihat jejak kaki itu mengarah ke TKP. Dan masuk ke kursi penumpang mobil.” Kata Jin Woo membedakan bagian merah dan biru
Jejak itu mungkin adalah jejak kaki dari terdakwa.” Ucap Jaksa Ko
Ada dua pasang jejak kaki yang ditemukan di sisi penumpang mobil. Jejak pertama berukuran 290cm Dan yang satunya berukuran 275cm. Ukuran kaki terdakwa adalah 290cm. Oleh karena itu, sudah terbukti ada pihak ketiga yang datang ke TKP.” Jelas Jin Woo mengakhiri pembelaanya. Haki kembali meminta Jaksa penuntut untuk menyerahkan bukti

Darah dan kulit korban ditemukan pada senjata. Senjata itu ditemukan di kantor terdakwa, Park Dong Ho.” Kata Jaksa Ko
Apakah sidik jari terdakwa ditemukan di senjata itu?” tanya Jin Woo, Jaksa Ko mengelengkan kepala  karena Tak ada sidik jari terdakwa, tapi hal ini mungkin  terjadi karena terdakwa mengenakan sarung tangan lalu menyerahkan foto bukti.
 “Laporan forensik menunjukkan jejak yang ditemukan pada gagang pisau.” Kata Jaksa Ko
Jika sidik jari terdakwa tak ditemukan pada senjata bukti ini tak bisa dihadirkan. Sidik jari terdakwa...” ucap Jin Woo terdiam dan mengingat pada ucapan Hakim Kang kalau itu adalah bukti asli dalam pembunuhan mahasiswi Seochon, dan Bukti yang dihadirkan dalam sidang saat itu adalah palsu, serta sidik jarinya tak ditemukan dalam senjata
Bukti itu adalah bukti palsu, Dan juga tak ditemukan sidik jadi terdakwa.” Ucap Jin Woo, Jaksa Ko marah karena menganggap bukti yang dibawanya itu palsu., karen Hasil laporannya berasal dari Layanan Forensik Nasional!

Pihak Pembela, ini adalah laporan dari LFS. Apa anda memiliki bukti atas pernyataan anda?” kata Hakim Kang
Jin Woo terlihat gugup mengatakan kalau tentang sidik jari, Jaksa Ko menyuruh Jin Woo tak usah mengulang perkataan dengan menyindir tak mengingat yang dikatakan sebelumnya. Jin Woo mendengar suara bergema, In Ah menatap Jin Woo terlihat kebinggugan. Jin Woo mengatakan Terdakwa...menderita Alzheimer.
Dong Ho melirik binggung, Hakim Kang menanyakan apa yang dikatakan Jin Woo. Dalam pikiran Jin Woo teringat ucapan Hakim Hong empat tahun lalu, Anda pasti bahagia tak bias mengingat saat-saat yang mengerikan. Apa anda.. ingin terus berpura-pura tidak mengingatnya begini? Apa anda yakin tak mengingat bahwa anda telah membunuhnya?
Sang Ayah mengatakan kalau ia tak membunuhnya, Hakim Hong mengatakan Tuan Seo yang tak ingat dengan kejadian tapi sangat yakin bukan pembunuhnya, Tuan Seo terlihat kebingungan. Hakim Hong pun menyindir Tuan Seo yang tak bisa menjawabnya.
Terdakwa... tidak membunuh... Oh Jung Ah.” Ucap Jin Woo lalu melihat kesekeliling ruang sidang, In Ah menangis mendengar ucapan Jin Woo karena ingatannya kembali hilang. 
Bersambung ke episode 18


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


2 komentar:

  1. Cheese in the trapnya mana eonni.

    BalasHapus
  2. Mbak Dee, koreksi 290 cm itu bukannya 2,9 meter? Aku cuman liat di sini: https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20121020173135AAqg8fC

    BalasHapus