Minggu, 14 Februari 2016

Sinopsis Madame Antoine Episode 7 Part 2

Seung Chan kaget melihat tamu yang datang adalah Yoo Sun ke dalam klinik, Yoo Sun pun membawa kartu  nama ditanganya bertanya apakah benar itu klinik psikologi Madame Antoine, Seung Chan membenarkan. Yoo Su memberitahu kalau kartu nama itu adala dalam tasnya. Seung Chan melihat nama kakaknya sebagai profesor tertera disana. 

Yoo Sun kaget mengetahui dirinya pingsan, Soo Hyun membenarkan lalu bertanya apakah Yoo Sun tak mengingat apapun. Yoo Sun mengaku tidak terlalu berpikir jernih waktu itu, lalu bertanya apakah terjadi sesuatu saat Show.
Apakah Sang Wook... Maksudku.... Bukankah pesulap mengumumumkan sesuatu?” ucap Yoo Sun
Ya.. Dia bilang akan segera menikah. Apa Kau mengenalnya?” tanya Soo Hyun melihat Yoo Sun tertunduk menangis.

Kami pernah bertunangan, Tapi suatu hari, aku tiba-tiba tidak bisa menghubunginya. Jadi aku mencari, dan ternyata dia pergi ke London lalu aku mendengar dia akan menikah. Aku tidak percaya itu, jadi aku merasa harus memastikannya dengan mataku sendiri...Tapi aku terlalu takut untuk menemuinya. Jadi aku pergi ke shownya...” cerita Yoo Sun sambil menangis
Soo Hyun pun memberikan tissue agar Yoo Sun bisa menghapus air matanya, Yoo Sun mengambil tissue dan teru saja menangis. Soo Hyun bertanya apakah Emma mengetahui hal itu. Yoo Sun mengangkat wajahnya seperti tak percaya Soo Hyun sudah bertemu denganya. Soo Hyun membenarkan dan menceritkan Emma yang sangat membencinya.
Yoo Sun dengan wajah ketakutan merasa Soo Hyun sudah mengetahui keadaanya, Soo Hyun mengangguk dan mengetahui Yoo Sun pernah mendapat perawatan untuk DID sebelumnya,  Yoo Sun mengaku saat masih SMP dan menegaskan  tidak ingin menerima perawatan lagi, dan tujuan datang hanya ingin mengetahui apakah terjadi sesuatu saat pertunjukan sulap. Soo Hyun ingin tahu alasan Yoo Sun tak ingin menerima perawatan, Yoo Sun memilih untuk pergi dan akan membayar biaya konsultasi. Soo Hyun mengejarnya karena lebih ingin Yoo Sun memberitahunya, Yoo Sun memilih untuk keluar buru-buru. 

Yoo Rim baru pulang dengan sangat lelah membaringkan tubuhnya disofa, Pesan masuk ke dalam ponselnya “Nunna... Bisakah kamu menemuiku di tempat kita berciuman terakhir kali? Ada yang ingin aku tanyakan soal korelasi antara tindakan dan kata-kata” Yoo Rim pikir sudah gila apabila akan mendatangi Ji Ho setelah pertengkaran kemarin.
Ji Ho menunggu Yoo Rim sambil memainkan rubik, tiba-tiba dua anak SMA melihat Ji Ho yang berdiri sendirian menyuruh untuk pergi karena itu adalah tempat mereka. Ji Ho memberitahu kalau anak SMA itu tak boleh merokok, Anak SMA itu makin kesal dan memberika pilihan ingin dipukul atau pergi.
Dengan wajah polosnya, Ji Ho menolak karena sedang menunggu seseorang, pukulan dan tendangan langsung diterimanya dan membuatnya tersungkur. Teman yang lain menyuruh segera mengambil uang yang dimiliki Ji Ho, sementara ia akan berjaga-jaga.
Yoo Rim datang dan langsung dihalangi jalanya, Pria itu menyuruh Yoo Rim pergi karena mereka ada urusan ditempat itu. Terdengar teriakan Ji Ho yang kesakitan, Yoo Rim melihat Ji Ho tersungkur ditanah dan salah seorang pria mengambil uang dari saku Ji Ho. Dengan sedikit berteriak Yoo Rim langsung memelintir tangan pria yang tak mau pergi dan memberikan tendangan saat akan mengejarnya.
Setelah itu mendekati Ji Ho, dengan mudah membanting pria yang lainya. Ji Ho melotot kaget, Yoo Rim pun membangunkan Ji Ho yang tersungkur, Dua pria SMA pun bangun. Yoo Rim memasang posisi kuda-kuda mengatakan memegang sabuk hitam tingkat 3 di Hapkido dan Taekwondo, dua pria itu hanya diam. Tiba-tiba seorang paman lewat, Yoo Rim langsung berteriak kalau dua anak SMA berusaha memukul seseorang.  Paman itu pun langsung memarahinya, anak SMA itu pun akhirnya memilih untuk kabur. Yoo Rim kembali membantu Ji Ho untuk bangun dengan menanyakan keadaanya, 

Di sebuah apotik
Yoo Rim meminta dibawakan plester dan obat salep, lalu bertanya apakah Ji Ho juga mengingikan sesuatu yang menenangkan. Ji Ho dengan wajah cemberut mengatakan baik-baik saja dan tak membutuhkan obat itu. Yoo Rim kembali meminta petugas agar memberikan obat penenang juga.
Setelah itu menanyakan berapa semua obat yang dibelinya, Ji Ho dengan mudah melihat hara Salep, 3,500 won,Plester, 2,500 won. Obat penenang, 5,000 won, jadi Totalnya 11,000 won lalu dengan cepat memberika dua lembar uang pas dari dompet Yoo Rim.
“Apa Kau tidak bisa menyelesaikan matematika yang mudah?” ucap Ji Ho ketus

Kenapa kau sangat marah?” kata Yoo Rim binggung 

Ji Ho pun duduk dikursi mengaku sangat malu, karena tidak bisa melindungi seorang wanita, setidaknya menghindari terkena pukulan tadi. Yoo Rim sumringah karena Ji Ho mengangap dirinya seorang wanita. Ji Ho heran karena memang Yoo Rim itu wanita bukan pria.
Sejak kapan kau menganggapku wanita?” tanya Yoo Rim
“Nunna.... Apa kau benar–benar memiliki sabuk hitam tingkat 3 di hapkido dan taekwondo?” tanya Ji Ho
Tidak… Hanya Hapkido saja” akui Yoo Rim, Ji Ho memilih untuk pergi. Yoo Rim berteriak kemana Ji Ho akan pergi. Ji Ho mengatakan akan belajar  Hapkido

Soo Hyun duduk tegak diruanganya, melihat data didepan bernama Lee Yoo Sun, setelah itu menelpnya ingin berbicara dengan Yoo Sun. Terdengar suara ketus mengatakan kalau Yoo Sun tak ada, lalu menutup telpnya.  Dengan membuka jasnya lalu mondar-mandir dalam ruanganya, ia mencoba menelp kembali dan mendengar suara wanita yang ketus mengangkat telpnya.
“Ini Emma... aku butuh seseorang yang bisa bergaul dengan Emma. Seseorang yang tajam tapi bisa jadi sensitif.” Gumam So Hyun, teringat dengan Hye Rim yang bisa membuat orang bisa berteman.
Bila aku hanya mengajaknya, dia akan menolak.” Gumam Soo Hyun 

Soo Hyun pergi keruangan Prof Bae mengaku ponselnya mati jadi meminta untuk meminjamkanya, Prof Bae pun memperbolehkan dengan memberikan ponselnya. Hye Rim baru saja membawakan pesanan minuman untuk pelanggan, lalu mendengarkan ponselnya berbunyi ketika kembali ke meja kasir.
Aku harus bertemu klien di luar, tapi aku butuh bantuanmu. Bisakah kau ikut denganku? tulis Prof Bae
Hye Rim keluar dari cafe dan mencari-cari Prof Bae, terdengar bunyi klakson mobil, Soo Hyun menurunkan jendela mobil memberitahu akan bertemu dengan Prof Bae jadi menyuruhnya untuk masuk. Hye Rim heran karena Soo Hyun harus ikut juga, Soo Hyun mengaku karena itu klienya juga dan mengajaknya agar segera masuk. 

Diperjalanan.
Soo Hyun menerima telp dari Prof Bae, terlihat terkejut karena tak bisa ikut dan meyakinkan mereka berdua bisa menangani klienya kali ini. Setelah itu memberitahu Hye Rim kalau Prof Bae tak jadi ikut karena ada urusan penting. Hye Rim mengumpat Soo Hyun itu pembohong.
Kau berbohong dari awal, kan? Dia tidak datang dari awal,kan. Aku rasa kau menjebakku” Kata Hye Rim sinis
“Yah.. baiklah... kau bebas berpikir apapun itu” ucap Soo Hyun, Hye Rim meminta agar Soo Hyun menurunkanya sekarang.
Apa proyekmu berjalan baik? Aku juga ingin kontribusi agar terciptanya dunia yang damai.” Ucap Soo Hyun
Hye Rim yakin Soo Hyun sebenarnya sudah tahu, Soo Hyun pura-pura tak mengerti dan bertanya apakah ada yang disembunyikan darinya, Hye Rim hanya diam saja. Mobil Soo Hyun berbunyi kalau kekurangan bensin.  Soo Hyun piki karena Hye Rim sudah membantu pekerjaan jadi ingin membantunya, lalu bertanya apakah bayaran sehari untuk cafenya itu sudah cukup.

Dengan duduk bersandar, Hye Rim mengaku tak cukup jadi meminta bayaran double lalu bertanya siapa yang akan mereka temui, Soo Hyun memberitahu akan bertemu orang yang pingsan saat mereka menonton sulap. Hye Rim kaget kalau orang penderita DID itu akhirnya datang ke kantor.
Soo Hyun membenarkan Yoo Sun memang datang ke kliniknya tapi menolak untuk diberi pengobatan, menurutnya Yoo Sun tidak terlalu ingin mengendalikan Emma. Hye Rim menanyakan caranya apabaila bertemu dengan Emma nanti. Soo Hyun tahu Hye Rim itu bersembunyi di belakang Seung Chan saat pertunjukan sulap jadi pasti Emma tak melihat jelas wajahnya.
Hye Rim memincingkan matanya dan meminta bayaran 3 kali lipat karena harus meyakinkan seseorang yang ia sendiri tidak tahu apa itu Yoo Sun atau Emma, Soo Hyun memberhentikan sejenak karena mobilnya butuh bensin dan harus pergi ke pom bensin dulu. 


Setelah mengisi bensin, Soo Hyun menaruh lembaran kertas dibagian atas mobilnya, Hye Rim melihat lembaran kupon untuk car wash menurutnya 6000 won itu cukup, dan mengajaknya untuk mengunakanya. Soo Hyun mengaku tak bisa melakukanya sendiri jadi akan menyuruh Ji Ho nanti.
Hye Rim mengeluh Soo Hyun menganggap Ji Ho untuk budah dan sudah tak berlaku lagi kalau dipakai besok dan sangat menyedihkan kalau dibuang, tetap mengajak Soo Hyun untuk mengunakanya. Soo Hyun merasa mobilnya itu tak terlalu kotor.
Kau tidak lihat noda hujan di mobilmu? Jika kau punya tiket 6,000 won, maka kau bisa cuci mobil seharga 4,000 won dan bisa mengunakan vacum serta yang lainnya,  Cuci mobilmu dan ambil hal gratis lainnya! Hidup hemat sangat menyenangkan!” kata Hye Rim, Soo Hyun terdiam melihat Hye Rim berbicara. 

Air mulai membasahi mobil Soo Hyun, Hye Rim melihat Soo Hyun yang tertunduk seperti patung dengan tangan sedikit bergemetar, lalu bertanya apakah terjadi masalah. Soo Hyun hanya tertunduk dengan wajah cemberut. Hye Rim teringat saat tetesan es mengenai tangan Soo Hyun, lalu wine dan semuanya membuat Soo Hyun panik.  
Apa kau punya alergi tetesan air atau apapun itu?” tanya Hye Rim
Bukan alergi, tapi... Ketika aku mendapatkan banyak tetesan cairan, ini sangat menyakitkan.” Akui Soo Hyun
Tapi mereka tidak benar-benar jatuh padamu,  Mereka hanya turun di luar mobil, Apa ini berdampak juga?” kata Hye Rim, Soo Hyun merasakan juga dengan menahan rasa sesak didada.
Itu sebabnya kau menyuruh Ji Ho mencuci mobilmu...Maaf.... Aku sudah keras kepala, dan sekarang kau pasti tidak nyaman.” Ucap Hye Rim merasa bersalah

Tidak, Aku yang harus minta maaf.... Maaf.... aku dulu menyuruhmu berhenti untuk menjadi penasihat di kantorku. Kau pikir Kenapa... aku melakukannya?” kata Soo Hyun
Hye Rim menebak mulai tumbuh rasa suka Soo Hyun padanya dan ingin dirinya keluar dari kantor. Soo Hyun membenarkan, Hye Rim melotot kaget mendengarnya. Soo Hyun yakinkan kalau ucapanya itu jujur karena  Orang akan lebih jujur, saat merasa hidupnya terancam. Hye Rim pikir tak mungkin bisa memaafkan begitu saja.
Soo Hyun tak masalah Hye Rim mau memaafkanya atau tidak yang penting ia hanya ingin bilang soal perasaannya. Hye Rim melihat Soo Hyun yang menghembuskan nafasnya agar tenang, setelah mobil mereka keluar Soo Hyun pun langsung melajukan mobilnya seperti biasa seperti tidak terjadi apapun dan merasa sudah menyelesaikan untuk membuat pernyataan maaf yang sulit.


Hye Rim dan Soo Hyun berjalan di lorong apartement, Hye Rim panik dan bertanya-tanya siapa nanti yang akan muncul, Yoo Sun atau Emma. Soo Hyun pikir mungkin akan ada kepribadian lainya yang muncul. Hye Rim terlihat ketakutan, Soo Hyun meminta Hye Rim untuk tetap kuat dan berjanji akan memberikan bayaran yang lebih bahkan sampai 3 kali lipat dari pendapatan di cafe.
Akhirnya Hye Rim membunyikan bel dan langsung bersembunyi, Soo Hyun pun melihat penampilan Yoo Sun berbeda dengan yang ditemu di pertunjukan sulap. Emma langsung mengumpat melihat Soo Hyun datang kerumah, dengan mengancam mengunakan payung menduga pasti Yoo Sun yang memberitahu alamatnya.
Soo Hyun berusaha menenangkanya, Hye Rim langsung keluar berpura-pura dari perwakilan dari perusahaan kosmetik dan memuji kulit Emma sangat cantik tapi melihat ada beberapa freckles dan menawarkan produk untuk menutupi makan akan hilang sekejap. Emma menduga keduanya itu datang bersamaan, Hye Rim melirik lalu berpura-pura tak mengenalnya.
Jika dia orang bermasalah, aku akan menghubungi polisi untukmu? Kau tidak bisa membukakan pintu untuk orang seperti dia! Sesuatu buruk mungkin bisa terjadi!” bisik Hye Rim agar lebih meyakinkan, lalu mengajak Emma untuk melihat produk yang dibawanya dan tak perlu membelinya karena akan memberikan demo gratis lalu pergi.
Emma akhirnya membiarkan Hye Rim masuk dan mengusir Soo Hyun dengan payungnya agar segera pergi dari rumahnya. 

Hye Rim mengamati rumah Yoo Sun dari dapur, ruang tengah, setelah itu ke bagian kamar ada banyak lukisan serta sebuah lukisan yang mencolok seperti aliran air sungai dengan batu-batu yang  ada di pinggirnya, ia pun diam-diam mengambil gambar untuk Soo Hyun.
Emma melihat Hye Rim yang mengambil foto menanyakan apa yang akan dilakukanya. Hye Rim mengaku bukan apa-apa lalu kembali berpura-pura sudah menjual banyak produk jadi yang ada didalam tasnya tinggal sisanya dan mengajak Emma untu duduk bersama diatas tempat tidurnya.
Ia memulai dengan memberikan lipstik sambil memuji make up Emma sangat keren. Emma melihat produk itu sudah pernah digunakan, Hye Rim berdalih kalau itu hanya sebagai sampel, setelah itu mencoba mengajak Emma mengubah make upnya. Emma akhirnya duduk didepan meja rias.

Beberapa saat kemudian, Hye Rim bertanya apakah Emma menyukai make upnya sekarang seperti tak terlalu menakutkan, menurutnya sekarang lebih seorang rocker. Emma pun ingin memdandani Hye Rim juga. Akhirnya Hye Rim melihat matanya yang dibuat Gotik dengan menahan kesal mengungkapkan kalau itu sangat keren. Emma pun mengajak agar bicara informal saja karena umur mereka itu sama lalu mengajak Hye Rim untuk pergi berbelanja bersama-sama. Hye Rim pun dengan senang hati menerima tawaranya. 
Hye Rim menelp Soo Hyun dalam kamar ganti, memberitahu kalau sedang berbelanja dengan Emma dan menanyakan apa yang harus dilakukanya sekarang. Soo Hyun sedang menyetir mobil bertanya apakah ada sesuatu yang menarik dari rumah Yoo Sun, Hye Rim memberitahu ada banyak lukisan dan sudah mengambil beberapa foto. Soo Hyun meminta Hye Rim mengirimkan foto itu dan terus mencoba untuk dekati Emma, apabila masih ada waktu tanyakan hubungan dengan Yoo Sun. 

Akhirnya Hye Rim keluar dari kamar ganti, dengan pakaian serba hitam dan matanya yang dibuat gotik. Emma terlihat sangat sumringah, karena stlye pakaian mereka sangat mirip dan setelah itu akan membelika pakaia itu untuk Hye Rim dan pergi ke kasir.
“Apa Tidak apa-apa kau memakai semua uangmu?” tanya Hye Rim khawatir
“Ahh ini tak masalah, sebenarnya kartu temanku. Tapi uangku adalah miliknya, dan uangnya adalah milikku.” Kata Emma
Oh... Kau tinggal bersamanya?” tanya Hye Rim mencari tahu
Yeah... Wanita yang sangat pendiam, Yoo Sun. Sebenarnya, hanya aku saj  yang dia miliki sebagai teman. Jadi dia tidak bisa hidup tanpaku.” Cerita Emma dengan tawanya.
Hye Rim teringat perkataan Soo Hyun kalau Yoo Sun menolak untuk mendapatkan perawatan, menurutnya Yoo Sun tidak ingin mengendalikan Emma. Lalu bertanya apakah Teman Emma itu yang melukis lukisan di kamarnya. Emma pikir itu mungkin lalu mengajak Hye Rim pergi dan menghentikan obrolan yang membosankan. 

Sang Gook menceritakan bertemu dengan Yoo Sun  ketika menerbitkan buku 3 tahun lalu, Yoo Sun sebagai ilustratornya, dengan gambarnya sangat bagus jadi mereka mulai sering bertemu lalu berkencan. Soo Hyun mendengar keduanya itu saling mencintai dan bertanya alasan mereka putus.
Dia menemuiku dan tiba-tiba meminta putus” cerita Sang Gook
Flash Back
Yoo Sun dengan nada ketus mengatakan kalau ia tak menyukainya. Sang Gook binggung melihat Yoo Sun yang tiba-tiba berubah padahal sebelumnya hubungan mereka baik-baik saja. Yoo Sun mengaku tidak menyukai Sang Gook dan selama ini hanya bertahan saja, jadi meminta Sang Gook memahami dan menyuruhnya untuk pergi dari kehidupan lalu mengancam akan melapor pada polisi dan mengadukan Sang Goo sebagai seorang penguntit.
Sang Gook merasa tingkah pacarnya itu sangat aneh, karena tiba-tiba berubah dan berusaha untuk datang kerumah tapi Yoo Sun tak ingin menemuinya. Soo Hyun bergumam Itu Emma. Bukan Yoo Sun yang meminta putus, tapi Emma.
Jadi aku memutuskan untuk belajar di luar negeri. Sebenarnya rencananya aku pergi dengan Yoo Sun, tapi...” kata Sang Gook terlihat sedih menceritakanya, Soo Hyun pun menyandarkan tubuhnya dikursi. 

Hye Rim sambil membersihhkan wajahnya menceritakan Emma yang terlihat akrab dengan Yoo Sun, dengan melihat kasus itu maka Emma sengaja membuang pesulap atas dasar kecemburuan, karena tidak ingin kehilangan Yoo Sun.
Soo Hyun pikir seperti itu, lalu bertanya apakah Hye Rim bisa lebih dekat dengan Emma. Hye Rim setuju dan ketika ingin menceritakan sesuatu, terdengar ada bunyi telp masuk dan melihat nama Seung Chan. Dengan senyuman licik, Hye Rim sengaja membuat Soo Hyun cemburu dengan mengatakan akan mengangkat telp Seung Chan dan berbicara lagi dengan Soo Hyun nanti lagi. Soo Hyun mengerutkan dahinya karena telpnya tiba-tiba di tutup.  Hye Rim mengangkat telp Seung Chan dan bertanya alasan menelpnya. Seung Chan balik bertanya apakah Hye Rim bisa mengambar. 

Hye Rim pergi kesebuah lapangan, mengampiri Seung Chan dengan peralatanya. Seung Chan melihat Hye Rim sudah datang langsung memasangkan jas hujan dulu menceritakan Tempat itu murid-muridnya istirahat saat main baseball, tapi dindingnya terlalu kosong, Jadi ingin menggambar sesuatu yang indah bahkan dapat izin dari kepala sekolah. Hye Rim tak percaya Seung Chan ingin mengambar bersamanya. Seung Chan menganggukan kepala, Hye Rim mengaku tak bisa mengambar.
Sebuah lingkaran berwarna biru terlihat, Hye Rim mewarnai bagian tengah dengan pilox orange dan terlihat senang karena gambarnya sudah jadi. Seung Chan dengan jahilnya sengaja menyemprotkan pilox ke jas hujan yang dipakai Hye Rim. Akhirnya keduanya saling membalas dan saling berkejar-kejaran.

Keduanya berdiri disebuah gambar wanita dengan background bunga-bunga. Hye Rim berkomentar gambar didepanya sangat cantik, Seung Chan sangat yakin akan terlihat lebih keren saat siang hari. Hye Rim mengangguk setuju lalu melihat sesuatu didinding yang lain. Seung Chan tak tahu lalu berjalan melihat dinding yang ditunjuk Hye Rim.
Hye Rim membaca tulisan “Aku menyukaimu” lalu menatap Seung Chan yang berdiri disampingnya. Seung Chan pikir gambarnya bagus dan mengaku akan menggambar wajah Hye rim juga tapi karen takut muridnya akan bertingkah dengan mengejek Hye Rim seperti penyihir jadi enggan melakukanya. Hye Rim menatap Seung Chan merasa tak enak hati.
Seung Chan merasa Hye Rim tak perlu menjawabnya sekarang, karena ia hanya merasa tidak bisa menyimpannya di dalam hati saja jadi sengaja mengeluarkan sekarang, lalu mengajak Hye Rim pulang sekarang. Hye Rim pikir Seun Chan akan menghapusnya, Seung Chan merasa tulisan itu tak begitu penting.
Hye Rim yakin Seung Chan akan dapat masalah jika menulis hal yang tidak masuk akal di dinding sekolah. Seung Chan mengatakan itu masalah untuknya bukan untuk Hye Rim. Hye Rim khawatir Seung Chan akan dipecat, Seung Chan yakin siapa yang akan memecat "Rookie of The Year"


Beberapa anak murid SD melihat gambar Seung Chan dinding memuji itu sangat cantik. Dua pria datang didepan dinding, Soo Hyun dengan tatapan sinis membenarkan dugaan Ji Ho kalau Seung Chan  menulis  pernyataan cintanya dan menunjukan pada Hye Rim.
Ji Ho pun sangat yakin karena kemarin melihat Seung Chan yang membawa banyak botol cat semprot dan mengumpat kesal karena adik Soo Hyun selalu memanfaatkanya dan melakukan hal seperti sekarang ini. Soo Hyun merasa Taktik adiknya sangat tidak dewasa dengan mencoret-coret dinding, Ji Ho menyarankan mereka untuk menghapusnya saja. Soo Hyun bertanya dimana keberadaan adiknya. 

Seung Chan sambil mengambil minum dikulkas bertanya apakah cara itu tak diizinkan, padahal ia sudah mendapat izin dari kepala sekolah. Soo Hyun lalu bertanya apa jawaban dari Hye Rim. Seung Chan piki untuk apa memberitahu kakaknya karena mereka adalah saingan.
Aku meminta sebagai pengawas eksperimen. Apa yang dia katakan? Ya atau tidak?” tegas Soo Hyun dengan mata melotot
Hmm... untuk Sementara ini ya, Saat dia lihat tulisannya, dia tertawa dengan malu-malu. Ini sudah selesai ‘kan? Game, set.” Kata Seung Chan bahagia dan meninggalkan kakaknya dengan wajah cemberut. 

Soo Hyun dengan wajah cemberut turun kelantai dua, lalu bertanya pada pelayan lain keberadaan Hye Rim, Pelayan memberitahu Hye Rim keluar untuk bertemu seseorang dan menitipkan pesan yang ditulis Hye Rim pada kartu. Soo Hyun membaca tulisan Hye Rim “Aku ditelepon oleh Emma, Jadi aku bertemu dengannya. Ini kedua kalinya aku bertemu dia, jadi kau akan membayar kan?
Hye Rim sudah mengubah penampilanya dengan mengunakan anting pada hidung sama dengan yang dilakukan Emma. Dengan bahagia Emma akan memuji Hye Rim yang sangat keren karena mereka terlihat kembar. Hye Rim pun mengoda dengan mengajak mereka membuat grup band rock. Emma terlihat bahagia karena bisa menemukan teman baru karena selama ini hanya bertemu dengan Yoo Sun saja. Hye Rim mengungkapkan sangat menyukainya juga.
Tapi, soal temanmu, Yoo Sun... sepertinya dia sangat jago menggambar.” Kata Hye Rim
Yeah, dia seorang illustrator, tapi Dia sangat pendiam dan jarang keluar, hanya menggambar setiap hari.” Cerita Emma. 

Soo Hyun bertemu dengan guru disekolah, sang guru menceritakan Yoo Sun dulunya anak yang sangat pendiam dan tidak bicara banyak, bahkan sangat pemalu, menurutnya itu mungkin karena Yoo Sun pernah mengalami kecelakaan. Soo Hyun bertanya kecelakaan seperti apa.
Saat dia kelas 1, keluarganya pergi ke sungai tapi terjadi kecelakaan di sana..” Cerita gurunya.
Di tempat bermain arcade, Emma main mobil-mobil sambil menceritakan Yoo Sun tenggelam, dan ayahnya meninggal karena mencoba menyelamatkannya. Hye Rim menyimpulkan itu salah satu alasan Yoo Sun  melukis sungai.
Setelah itu mengirimkan pesan pada Soo Hyun Saat Yoo Sun masih kecil, kecelakaan berhubungan dengan air: ayahnya meninggal.
Soo Hyun sedang bertemu dengan guru SMP Yoo Sun bertanya apakah siapa meninggal. Gurunya bercerita kalau ibu dan ayah Yoo Sun meninggal. Soo Hyun kaget mengetahui ibunya juga meninggal. Gurunya bercerita kalau Ayahnya tersapu ombak dan ibunya mencoba menyelamatkan Yoo Sun tapi tidak punya kekuatan lagi, jadi akhirnya tenggelam.
Emma duduk didepan cermin dengan wajah tersenyum, melihat wajah yang mirip dirinya lalu memuji anaknya yang melakukanya sangat baik. Emma pun memanggil bayangan dicerminnya sebagai ibunya. 


Prof Bae melihat kasus DID kalau Yoo Sun itu hanya memiliki teman yang bernama Emma, menurutnya Berbeda dari kasus lain karena kepribadiannya hidup bersama dengan baik dan tidak akan mudah.
Bukankah Emma yang membuat Yoo Sun putus dengan pesulap itu? Apabila Yoo Sun tahu itu, akankah membuat hal menjadi berbeda?” kata Hye Rim
Kau harus melangkah dengan sangat hati-hati, karena Sekarang Yoo Sun memilih Emma menjadi sahabat dekatnya, tapi kerjamu sangat bagus” ucap Prof Bae.
“Ahh... tidak juga. Aku punya waktu yang baik dengan Emma, terimakasih.  Ini jam sibuk di kafe, jadi harus pergi.” Ucap Hye Rim ingin pamit pergi dan meminta agar memberitahu Soo Hyun tentang hal ini.

Prof Bae memanggil Hye Rim sebelum keluar teringat ucapan Seung Chan “ Sebenarnya, Hye Rim bagian dari eksperimen ini sekarang. Lalu bertanya pada Hye Rim apakah Soo Hyun memintanya untuk menjadi bagian dari eksperimen. Hye Rim membenarkan kalau itu tentang tipe ideal. Prof Bae bertanya apakah Hye Rim menyetujuinya.
Hye Rim menceritakan sudah menjadi bagian dari eksperiment itu lalu bertanya apakah Prof Bae mengetahui sesuatu. Prof Bae ingin memberitahu tapi Soo Hyun keburu masuk ke dalam ruanganya, Akhirnya Prof Bae mempersilahkan Hye Rim pergi dan akan memberitahu pada Soo Hyun tentang hasil pengamatanya. 


Hye Rim melihat Ji Ho duduk diruang tengah lalu menawarkan diri untuk mengajaknya pergi membeli baju, Ji Ho teringat saat Hye Rim berganti baju yang membuatnya melonggo karena kecantikan tubuh kakak dari Yoo Rim. Dengan senyuman sumringah langsung setuju akan menemani Hye Rim berbelanja baju.

Didepan kamar ganti, Hye Rim melihat dicermin lalu bertanya mana yang lebih cocok denganya. Ji Ho merasa keduanya sangat cocok dengan Hye Rim, Hye Rim pun akan mulai mencobanya dan masuk ke dalam kamar ganti. Ji Ho berusaha mengintip tapi buru-buru membalikan badannya ketika ada pegawai yang datang.

Hye Rim menyuapi toppoki pada Ji Ho, dengan wajah bahagia Ji Ho menerimanya lalu bertanya alasan Hye Rim itu sangat baik hari ini. Hye Rim pikir Ji Ho tak perlu memikirkannya karena tak ada alasan baginya untuk mengajak seorang jalan-jalan dan berbelanja dan kembali menyuapinya Sondae. 

Ji Ho langsung menghabiskan segelas bir sekali minum, Hye Rim pun memujinya kalau Ji Ho itu jago minum. Ji Ho mengaku pintar dalam segala hal yang tak berhubungan dengan fisik. Hye Rim pun mengajak Ji Ho untuk bermain games kejujuran. Ji Ho dengan senang hati menerima pertanyaan Hye Rim.
Berapa tinggimu?” tanya Hye Rim, Ji Ho dengan cepat menjawab 185 centimeter.
“Lalu Beratmu?” tanya Hye Rim, Ji Ho pun cepat menjawab  65 kilogram.
Warna favorit?” ucap Hye Rim, Ji Ho menyebut warna biru.
Jjajjangmyun atau jjamppong?” kata Hye Rim, Ji Ho memilih Jjamppong!
Musim favorit?” kata Hye Rim, Ji Ho memilih Musim gugur!

Nama eksperimen yang kau lakukan?” kata Hye Rim, Ji Ho langsung menjawab “Madame Antoine.


Ji Ho langsung menutup mulutnya karena keceplosan, Hye Rim tahu sebelumnya kalau eksperiment itu berdasarkan tipe ideal. Ji Ho mengaku itu hanya cara menyebutkan diantara orang psikologi, karena judul aslinya terlalu panjang. Hye Rim penasaran apakah judul yang panjang lainya, Ji Ho mengaku itu karena nama cafe dan klinik memiliki nama yang sama.
Jadi kau bilang nama eksperimennya Madame Antoine, huh? Dan apa detail eksperimennya?” ucap Hye Rim makin penasaran
Kau sudah tahu. Hubungan antara tipe idealmu dan sistem imun tubuhmu...” kata Ji Ho dan memilih untuk kabur dengan berpura-pura kekamar mandi dengan membawa tasnya.  Hye Rim pun berteriak memanggilnya. 

Hye Rim duduk diam di depan meja kasir, Soo Hyun turun ke lantai satu memanggilnya dan meminta agar memberitahukan keberuntunganya. Hye Rim dengan senyuman pun akan senang hati memberitahunya. Keduanya sudah duduk di dalam ruangan.
Soo Hyun memikirkan rasa cemburunya ketika melihat tulisan Seung Chan di dinding, Hye Rim dengan sinis mengingat Ji Ho yang memberitahu kalau nama eksperimenta itu Madame Antoine, lalu Prof Bae yang ingin memberitahu sesuatu tapi terpotong karena Soo Hyun keburu datang. Soo Hyun pun penasaran dengan kebenaran kalau Hye Rim itu menjawab Ya tentang pernyataan cintanya.
Jadi aku dengar Seung Chan mengakui perasaanya padamu.” Kata Soo Hyun
Mengakui perasaan? Entahlah. Apa itu termasuk hitungan? Aku tidak tahu. Tapi apa hubungannya denganmu?” ucap Hye Rim sinis
Apa jawabanmu?” tanya Soo Hyun, Hye Rim balik bertanya Apa yang Seung Chan katakan.
Dia bilang dia ditolak.” Kata Soo Hyun
Kenapa hanya kebohongan yang keluar dari mulutmu? Aku punya perasaan baik tentangnya dan tidak denganmu. Kau Puas?” keluh Hye Rim
Apa maksudmu kau lebih menyukai dia daripada aku?” ucap Soo Hyun tak terima

Hye Rim menegaskan kalau ia tak bisa melakukan apapun karena tak mempercayainya, Soo Hyun menegaskan kalau ia sudah meminta maaf, Hye Rim menegaskan kalau semua itu tak bisa membaik begitu saja dan menurutnya Semua kata dan perbuatannya selalu membuatcuriga. Soo Hyun menahan marah merasa Hye Rim itu punya persepsi supernatural dengan mengangkat tanganya menyuruh untuk men-scan tubuhnya dengan matanya bahkan mencari saja yang membuatnya curiga.
Dengan triknya, Hye Rim kembali berbicara bahasa prancis mengunakan kipasnya. Soo Hyun bertanya apa yang dikatakan Marie Antoinette katakan, berpikir wanit itu mmbawakan tissue toilet karena mendengar ucapan Hye Rim menyebut kata-kata itu.
Dia memberitahuku bahwa kau melakukan eksperimen yang disebut "Madame Antoine". Eksperimen dimana 3 pria dibuat untuk mendekati seorang wanita untuk melihat siapa yang akan dia cintai dan ini sekarang permulaan kedua dari eksperimen. Partisipannya adalah Seung Chan, Ji Ho, dan juga kau,  kau pengawas eksperimen yang juga mengambil bagian dalam ini. Menakjubkan, kan?” kata Hye Rim, Soo Hyun terlihat panik karena Hye Rim bisa mengetahuinya.
Tapi sepertinya kau berada dalam masalah, karena Kau sebenarnya mulai menyukaiku. Seorang pengawas seharusnya tidak boleh memihak Tapi itu tidak mungkin sekarang. Jadilah kau, Choi Soo Hyun, yang menjadi kebingungan dan bilang bahwa kau hanya melihatku dan bilang tidak akan melihatku Lalu kamu menyuruhku berhenti dari pekerjaan di kantor dan menarik kembali apa yang kau katakan. Kekacauan macam apa ini? Benarkan?” kata Hye Rim mulai menebak.

Soo Hyun makin kebinggungan karena semua yang dikatakan Hye Rim itu benar, keduanya saling menatap. Hye Rim bergumam dalam hati, berharap kalau semua yang dikatakanya itu tidak benar, kala Soo Hyun tidak berpura-pura menyukai karena eksperimen tapi memang benar-benar menyukainya. Soo Hyun tetap saja tertunduk diam seperti binggung membuat pembelaan.
Kau tidak bilang apapun.... Baiklah. Jangan pernah bicara padaku lagi.” Ucap Hye Rim akan keluar ruangan ramalnya
“Kau memang benar-benar seorang peramal hebat, Tapi kau hanya benar setengahnya.” Kata Soo Hyun, Hye Rim melirik berpikir Soo Hyun tidak melakukan eksperimen menakutkan padanya.
Soo Hyun meyangkalnya dan mengaku kalau ia menyukai Hye Rim, lalu menciumnya. Hye Rim sempat terkejut tapi mulai merangkul tanganya dileher Soo Hyun seperti menikmati ciuman yang diberikan Soo Hyun. 
Bersambung ke episode 8


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


3 komentar:

  1. Soo hyun so sweet jg ters lanjut mbak tetp semangt

    BalasHapus
  2. Soo hyun so sweet jg ters lanjut mbak tetp semangt

    BalasHapus