Kamis, 18 Februari 2016

Sinopsis Cheese In The Trap Episode 12 Part 2

In Ho memarahi kakaknya hanya karena barang-barang belanjannya itu membuatnya jadi menuruti Yoo Jung, menurutnya itu tak memiliki harga diri, lalu menendang barang belanjaan. In Ha berteriak kakaknya sudah gila, In Ho mengumpat itu sangat menyedihkan.
“Kau bilang Harga diri? Apa bisa kenyang dengan harga diri? Kenapa sok peduli padaku? Apa hakmu berbicara seperti itu? Bagiku, kau sama jahatnya dengan  Yoo Jung. Apa Kau tahu? Semua ini barang mahal!” jerit In Ha kesal lalu memilih masuk ke dalam kamar. 

Flash Back
In Ho menjahili Yoo Jung yang sedang berjalan, Yoo Jung sempat marh, In Ho tertawa lalu memperlihatkan sebuah brosur ditanganya. Yoo Jung membaca nama yang tertulis Daniel Redkovich, kalau itu adalah pianis yang dibicarakan selama ini. In Ho membenarkan.
Aku pikir aku takkan pernah melihat konsernya Tapi dia datang ke Korea. Sekarang akan kucari lembar musik hasil aransemennya di internet. Kuminta dia menandatanganinya dan kusimpan selamanya.” Kata In Ho
“Ini Harinya sama dengan lombamu, kan?” ucap Yoo Jung,
Iya, aku tak ikut lombanya, Sayang sekali harinya bentrok.” Kata In Ho memutuskan
Yoo Jung melarang In Ho tak melakukanya karena ayahnya akan datang, In Ho tetap ingin pergi ke konser karena tak tahu kapan pemain piano yang disukainya datang lagi. Yoo Jung menghela nafas kalau tak ikut campur dan menyuruh untuk mencoba menyakinkan ayahnya kalau memang tak ingin pergi.
Dasar tak berperasaan. Namamu memang Yoo Jung [kasih sayang] tapi Aslinya tak berperasaan.” Ejek In Ho, Yoo Jung tertawa, In Ho tersenyum karena leluconya itu lucu lalu mengajak untuk main piano saja.
Yoo Jung pikir untuk apa ikut kesana, In Ho menarik Yoo Jung untuk menemaninya karena akan bosan. 

Ketika masuk ke dalam ruang latihan ada murid lain, Yoo Jung mengenal namanya adalah Yong Soo, bertanya apakah ia ikut juga lombar. Yong Soo sumringah karena Yoo Jung mengetahuinya. In Ho tahu Yong Soo itu murid yang dibantu keluarga Yoo Jung, dengan sombong menyuruh  Berusaha lebih keras karena mungkin tak pernah menang.
Setelah itu melihat buku Note yang digunakan untuk belajar, In Ho berkomentar karena buku itu membuatnya tak bisa bagus saat memainkanya serta tak memiliki jiwa, lalu menyuruh pergi saja dan tidak usah latihan lagi. Yong Soo pergi dengan wajah kesal, Yoo Jung hanya bisa tersenyum melihat tingkah In Ho.
Yoo Jung memperingatkan In Ho untuk hati-hati dalam bicara, In Ho merasa tak bersalah karena seperti itu begitu untuk kebaikannya dan ia pun tidak ikut kompetisi kali ini. Yoo Jung memperingatkan In Ho untuk tak melakukanya. In Ho merasa tak salah kalau hanya kali ini tak ikut kompetisi itu, menurutnya lebih baik libur setelah itu menang lagi. 

In Ho akhirnya mengikuti kompetisi, In Ha memejamkan matanya seperti mengantuk mendengar permaianan adiknya, sementara Tuan Yoo sangat menikmati dengan senyuman. Setelah selesai, In Ho mendapatakan tepuk tangan meriah dari peserta.
Bukannya Jung datang bersamamu, dimana dia?” tanya Tuan Yoo,
Katanya dia ada urusan dan akan datang sebelum acara selesai.” Ucap In Ha
Seperti tidak ada hari lain saja. Tidak ada masalah di sekolah, kan?” tanya Tuan Yoo
In Ha pikir kalau memang ada pasti sudah melaporkanya, setelah itu dengan gaya genitnya menanyakan kemana mereka akan makan, karena ada restoran yang enak didekat situ. Tuan Yoo memutuskan untuk pergi kesana karena Ada sesuatu juga yang ingin dibicarakan. In Ha menjerit bahagia karena bisa makan enak, lalu menutup mulutnya masih ada diruang pertunjukan. 

Di restoran
In Ho melonggo dengan menjatuhkan garpunya, mengetahui kalau akan diadopsi. Tuan Yoo tertawa melihat semuanya terkejut karena mereka sudah cukup lama tinggal bersama seperti keluarga dan meinginkan keduanya untuk menjadi saudara Yoo Jung dimasa depan.
Jadi sebelum terlambat, aku ingin mengadopsi kalian. Menurut kalian bagaimana?” tanya Tuan Yoo, Yoo Jung terdiam melihat ayahnya yang memutuskan untuk mengadopsi In Ha dan In Ho.
Tidak perlu memutuskannya sekarang, Pikirkan saja pelan-pelan.” Kata Tuan Yoo, In Ho terlihat binggung menatap kakaknya lalu mencoba tersenyum ketika melihat Yoo Jung, Yoo Jung pun memberikan senyumannya. 

In Ha berteriak menolak untuk diadopsi, In Ho menyuruh kakaknya diam saja, lalu bertanya apakah ia tak ingin menjadi keluarga sungguhan. In Ha mengumpat keluarga seperti apa maksudnya, karena ia ingin menikah dengan Yoo Jung jadi tak mungkin diadopsi.
“Kau Masih saja bilang begituKau pikir dia bakalan mau kalau kau memintanya?” ejek In Ho, In Ha mengumpat ingin membunuh adiknya.
Hentikan omong kosongmu, dan lakukan saja yang Ahjussi mau.” Kata In Ho
Aku yakin  Yoo Jung juga tidak mau” ucap In Ha dengan wajah cemberut

“Apa yang kau katakan? Yoo Jung hanya terkejut, sama seperti kita. Ekspresinya tidak menunjukkan kalau dia tidak suka.” Komentar In Ho
Kau pikir itu perasaannya yang sesungguhnya? Kau masih tidak mengenal Jung? Aku mengenalnya lebih baik darimu.” Kata In Ha, In Ho yakin dirinya itu yang lebih mengenal Yoo Jung dibanding kakaknya. 


In Ho masuk keruang latihan, melihat Yong Soo ada didalam memegang sebuah CD dan melihat apa yang ada ditanganya. Sebuah CDDaniel Redkovich dengan tanda tangan. Yong Soo meminta In Ho mengembalikan karena CD itu miliknya. In Ho  bertanya darimana Yong Soo mendapatkanya, Yong Soo memilih untuk pamit pergi pada Yoo Jung. In Ho mengejarnya ingin tahu siapa yang memberikanya.

Yoo Jung memanggilnya kalau CD itu darinya, In Ho kaget kalau itu dari teman terdekatnya. Yoo Jung menceritakan datang ke konser, In Ho masuk ke dalam ruangan binggung karena Yoo Jung tak datang saat kompetisi tapi malah menonton konser David.
“Tapi Kenapa kau berikan padanya?” tanya In Ho binggun
Itu akan membantu Yong Soo.” Kata Yoo Jung santai
Hei, kau marah padaku?” ucap In Ho, Yoo Jung mengelengkan kepalanya.
In Ho mengumpat Yoo Jung bodoh karena bisa melihat dari sikapnya kalau temanya itu sedang marah, lalu menduga kalau itu tentang ayahnya yang ingin mengadopsi. Yoo Jung pikir itu keputusan ayahnya. In Ho menanyakan perasaan Yoo Jung bukan tentang ayahnya, menurutnya kalau memang tak suka bilang saja.
Yoo Jung pikir tak ada beda untuknya, In Ho heran karena menurunya pasti ada bedanya antara suka atau tidak, Yoo Jung menyakinkan kalau menurutnya tidak ada bedanya, lalu memberikan senyuman dan keluar ruang latihan. In Ho binggung sikap Yoo Jung yang berubah.


Di kantin
Yong Soo makan bersama menanyakan apakah yang dilakukan Yoo Jung sat liburan nanti. Yoo Jung pikir hanya diam dirumah saja, lalu bertanya apa yang akan dilakukan Yong Soo. In Ho melirik karena sikap Yoo Jung benar-benar berubah. Yong Soo memberitahu kalau liburan nanti Belajar atau jalan-jalan, mungkin Memancing, lalu bertanya apakah pernah memancing.
Yoo Jung mengaku tidak pernah memancing. In Ha memberikan kode pada adiknya, melihat sikap Yoo Jung yang aneh. In Ho menyuruh kakaknya diam saja. Yong Soo menyuruh Yoo Jung untuk mencoba memancing karena sangat menyenangkan, dengan bangga kalau kemarin baru saja menangkap ikan panjangnya 30cm.
In Ho menatap Yoo Jung dengan tatapan sinis mengeluh makanan tak enak, In Ho juga merasa nafsu makanya hilang dan akan makan jeruk saja. Yoo Jung memberikan senyuman sambil memakan nasinya. In Ho benar-benar menahan kesal melihat sikap Yoo Jung. 

In Ho masuk ke dalam ruang latihan, melihat Yoo Jung sudah ada disana dengan Yong Soo yang memainkan piano. Melihat In Ho yang datang, Yoo Jung meminta untuk diam karena Yong Soo sedang latihan. In Ho terdiam karena Yoo Jung seperti mengambaikan dirinya karena Yong Soo. Yong Soo memberikan senyuman karena bisa dekat dengan Yoo Jung. In Ho terus menatap Yoo Jung, awalnya Yoo Jung tersenyum lalu berubah menjadi dingin menatap In Ho. 

Di basement
Temannya memberitahu kalau mereka sudah menyiapkan wanita yang luar biasa untuknya, dan memberitahu tentang tempat bernama "Remember" jadm 8 malam karena akan menunggunya. Yoo Jung berjalan bertemu dengan Yong Soo
Yong Soo bertanya apakah Yoo Jung akan datang ke tempat itu, karena “remember” itu tempat yang cukup berbahaya. Yoo Jung pikir mereka tidak buruk kalau Yong Soo sudah mengenalnya, lalu bertanya apakah Yong Soo ingin ikut. Yong Soo tersenyum karena diajak dan setuju akan ikut.
Hei, kenapa kau tidak latihan saja daripada pergi kesana?” ucap In Ho mendatangi keduanya.
Baek In Ho, kau juga mau ikut?” kata Yoo Jung mengajaknya.
Lupakan! Mau ngapain juga disana. Sekarang kau... harusnya  hati-hati. Jangan melakukan hal aneh. Jangan sampai ayahmu tahu.” Ucap In Ho memperingati temanya.
Kalau tidak ada yang bilang, mana mungkin ayahku tahu?” balas Yoo Jung seperti tetap ingin datang, dengan mata melotot. In Ho tak membalasnya malah berbicara dengan Yong Soo
Kudengar kau ikut kompetisi lagi Seharusnya kau latihan saja dari pada kesana Keuanganmu masih dibantu. Bagaimana kalau kau tidak lolos babak penyisihan?” kata In Ho ketus. Yong Soo memilih untuk pergi menahan kesalnya. 

Di remember
Beberapa anak-anak mulai bersulang, seorang wanita mengejek semuanya cupu dan meminta untuk wiski sebagai minumanya. Yong Soo datang dengan kebinggungan, si pria nakal heran melihat Yong Soo datang ke tempat mereka. Yoo Jung melihat tak ada Yoo Jung disana. Si pria nakal tertawa Yoo Jung mengatakan kalau akan datang. Tiba-tiba polisi datang mengerebek tempat itu.
Lima anak laki-laki pun berdiri didepan ruang guru, karena berani minum dengan perempuan dan membuat mencoreng nama sekolah karena tertangkap polisi. Yong Soo hanya bisa tertunduk, sang guru pun tak percaya Yong Soo ikut-ikutan.
Apa benar saya tidak bisa ikut kompetisi?” tanya Yong Soo ketakutan
Kau itu lucu sekali, Sekarang Kau ikut tertangkap, tapi tak mau dihukum? Siapa yang menyuruhmu berteman dengan mereka?” kata gurunya lalu menyuruh untuk push up. 

Si anak nakal bertanya siapa yang berani melaporkan mereka pada polisi, karena tak yang tahu selain mereka semua. Yong Soo teringat sebelum pergi, ada In Ho yang menyuruhnya untuk latihan saja dari pada pergi.
Keuanganmu masih dibantu. Bagaimana kalau kau tidak lolos babak penyisihan?” ucap In Ho ketus.
Yong Soo mengaku tahu siapa orangnya yang melaporkan mereka pada polisi, Semua langsung berlari dan terlihat Yoo Jung sedang bersadar di dinding, In Ho langsung digeret karena sudah melaporkan pada polisi, lalu mendapatkan pukulan berkali-kali.
Bahkan walaupun sudah terjatuh tetap ditarik untuk bangun dan menerima kembali pukulan. In Ho bisa membalas dan berteriak kalau bukan ia yang melakukanya, semua tak peduli dan langsung menendang In Ho yang kembali terjatuh. Yoo Jung hanya diam melihat In Ho kena tendangan, In Ho berteriak meminta untuk berhenti.

Yong Soo berteriak kalau semua itu salah In Ho dan langsung memukul tangan kiri In Ho dengan pemukul baseball. In Ho menjerit kesakitan. Semua pun berhenti menendang In Ho, Yoo Jung melihat In Ho yang terkapar dengan memegang tanganya. In Ho melihat Yoo Jung dengan tatapan dingin bukan membantunya dan pergi meninggalkanya.
Dirumah sakit, In Ho sudah tertidur dengan badan miring, wajahnya masih memar dan tanganya pun di gips. Tuan Yoo meminta maaf karena tujuannya hanya ingin membuat mereka jadi saudara untuk Yoo Jung, tapi malah membuatnya tak nyaman. In Ho marah melepaskan infusnya dan memilih untuk keluar dari ruang rawatnya. 

In Ho masuk kamar Yoo Jung, bertanya bukan dia ‘kan pelakunya, Yoo Jung bertanya apa yang ingin dikatakan supaya In Ho tenang. In Ho tetap bertanya apakah memang benar Yoo Jung penyebabnya. Yoo Jung menyangkalnya, karena In Ho sendiri yang menyebabkan itu terjadi jadi menyuruhnya untuk memikirkan hal itu. Tangan In Ho langsung mencerngkram baju Yoo Jung dan mengumpatnya, lalu bertanya alasan Yoo Jung melakukan hal ini padanya,
Kenapa ada orang yang menginginkan sesuatu yang bukan miliknya? Mereka salah mengira sesuatu yang bukan milik mereka dan akhirnya mereka akan kehilangan semuanya.” Ucap Yoo Jung dingin
“Jadi Kau melakukan ini padaku, karena kau tidak suka kami diadopsi? Hanya karena itu?!” teriak In Ho, Yoo Jung berdiri melepaskan cengkraman bajunya. 
Berpikirlah sesukamu.” Ucap Yoo Jung dingin lalu meninggalkan kamarnya, In Ho menangis histeris karena akibat Yoo Jung tanganya menjadi patah. 

In Ho keluar rumah dipagi buta, In Ha berteriak memanggilnya bertanya kemana adiknya akan pergi. In Ho mengaku tak tahu dan meminta kakaknya tak perlu menunggunya. In Ho pun menyuruh adiknya pergi saja, karena sudah tahu sikapnya pasti seperti ini.
Aku pasti sudah lupa. Kau itu orang yang bisa meninggalkanku Semaumu, jadi Pergilah. Jangan pernah kembali lagi. Aku akan hidup sendiri, Jangan berani kembali! Aku tidak akan tinggal diam.” Tegas In Ha lalu kembali masuk ke dalam rumah.  In Ho pun memilih untuk meninggalkan rumah Yoo Jung. In Ha sempat melihat kakaknya yang memang benar-benar pergi.
In Ho yang mengingat semua kenangan buruknya dengan Yoo Jung memilih untuk pergi keluar rumah. 

Yoo Jung mengantar Hong Sul sampai depan rumah, Hong Sul membuka sabuk pengamannya mengucapkan terimakasih karena sudah mengantarnya. Yoo Jung menahannya, tapi Hong Sul memilih untuk segera pamit pergi dan turun dari mobil. Yoo Jung menatap sedih karena membiarkan Hong Sul pergi.
Pesan dari In Ho masuk Dimana kau? Temui aku. Matanya mendelik melihat Hong Sul karena semua ini karena In Ho. 

In Ho sudah menunggu ditaman bermain, melihat Yoo Jung datang langsung mencengkramnya bertanya apa yang telah dilakukanya pada kakaknya, Yoo Jung tahu In Ha telah buka mulut dan bertingkah setelah mendapatkan yang dinginkanya, lalu melepaskan tangan In Ho mengaku sangat muak, In Ho mulai mengumpat
Sampai kapan kau mau mendekati Hong Sul? Sepertinya kau melakukannya untuk membuatku marah. Tapi itu juga membuatmu sedih, kan? Cepatlah sadar dan pikirkan masa depanmu!” ucap Yoo Jung dengan mata melotot
Aku... Aku punya permintaan padamu. Biarkan aku memukulmu kali ini saja. Aku benar-benar ingin memukulmu, kita Satu lawan satu. Bagaimana?” kata In Ho memberikan tawaran
Yoo Jung setuju, In Ho pun memukul lebih dulu, Yoo Jung bisa membalasnya, lalu keduanya sama-sama menendang dan jatuh. In Ho pun mengajak mereka saling membunuh sekarang, karen malam ini sungguh waktu yang tepat, Yoo Jung memukul lebih dulu sebelum In Ho memberikan pukulan untuknya.

In Ho mendorong Yoo Jung dan keduanya sama-sama jatuh bergulingan, Yoo Jung pun bisa membuat In Ho diam dengan menahan lehernya karena selama ini sudah menahanya, In Ho melotot dengan umpatan kasarnya dan mendorong Yoo Jung untuk melepaskanya. Yoo Jung bisa menarik kaki In Ho saat akan menendangnya, lalu menariknya untuk bangun, kaki In Ho menendang ada Yoo Jung sampai terjatuh.
“Wow.... Padahal kau bisa memukuli orang bagaimana kau bisa menahannya selama ini? Seharusnya tunjukkan wajah aslimu lebih cepat, brengsek! Jadi, pertemanan kita tidak akan menjadi seburuk ini.” teriak In Ho
“Kau Menyalahkan aku lagi? Bertingkah seperti korban saat mengambil milik orang lain.” Balas Yoo Jung dengan mata dinginnya.
Lalu kau sendiri? Durimu berdiri seperti landak, ketika di hasut orang lain. Kaulah yang mengirim penguntit itu, dan sekarang kau gunakan orang lain untuk menyingkirkannya. Begitukah caramu melindungi si rambut anjing?” teriak In Ho tak terima Yoo Jung berdiri menyuruh In Ho diam saja karena akan mengurusnya.
Tetap saja! Kupikir perasaanmu pada rambut anjing benar-benar tulus. Apa kau bahkan tahu apa artinya menyukai seseorang, brengsek?!” teriak In Ho mulai berdiri
Yoo Jung mencerngkram baju In Ho berteriak kalau itu bukan urusan In Ho, keduanya sama-sama terengah-engah setelah berkelahi. In Ho mengakui kalau menyukai Hong Sul, jadi itu menjadi urusanya. Yoo Jung mengerti karena memang ini adalah keahilan In Ho, berlagak seperti teman tapi menusuknya dari belakang dan kembali memberikan pukulanya.
In Ho tertawa menurutnya bukan ia yang menusuk dari belakang, tapi Yoo Jung yang lebih dulu menusuknya, lalu memperlihatkan tanganya kalau itu tak dihitung akibat perbuatan Yoo Jung. Keduanya kembali saling memukul, Yoo Jung bisa memitingnya dari belakang, memperingatkan agar tak mendekati Hong Sul, In Ho tak terima karena Yoo Jung bukan siapa-siapa lalu meyengkal kaki Yoo Jung dan keduanya jatuh bersamaan.
Memang apa yang bisa kau lakukan untuk Hong Sul?! Hidupmu sendiri saja berantakan.” Teriak Yoo Jung

Kalau begitu katakan padaku, brengsek! Yang kau lakukan kepadaku, apa kau bisa jamin tidak akan terjadi pada rambut anjing? Apa kau bisa menjaminnya, brengsek? Orang brengsek sepertimu, Akan menunjukkan sifat aslinya nanti.  Orang sepertiku saja tahu. Kau pikir rambut anjing tidak? Sembunyikan yang memang harus disembunyikan, brengsek! Kaulah penyebab hidup semua orang berantakan. Orang yang seharusnya menjauh dari rambut anjing, bukan aku, tapi kau, brengsek!” teriak In Ho sambil menendang, Yoo Jung pun membalas dengan tendangan,
In Ho pun berada diatas tubuh Yoo Jung mencengkramnya, supaya Yoo Jung sadar kalau yang harus menjauh itu bukan dirinya, keduanya saling berguling-guling ditaman 

Hong Sul duduk merenung dalam kamarnya, sampai mendengar ada pesan masuk ke dalam ponselnya. Yoo Jung mengirimkan pesan “Hong Sul aku ada di depan, bisakah kau keluar sebentar?” Hong Sul binggung karena Yoo Jung masih ada didepan rumahnya.
Ketika keluar melihat Yoo Jung menunggu didepan mobil, Hong Sul berlari dengan melotot kaget karena wajah Yoo Jung sudah babak belur. Dengan wajah panik menanyakan kenapa wajah pacarnya bisa seperti itu dan bertanya siapa yang melakukanya. Yoo Jung terlihat lemas menjatuhkan badanya dan memeluk Hong Sul seperti membutuhkan kekuatan. 

Hong Sul mengoleskan salep pada luka memar, Yoo Jung menghindar karena sangat perih. Hong Sul meminta Yoo Jung diam agar bisa mengoleskan dengan benar, Yoo Jung menahan rasa sakit dengan mengernyitkan wajahnya. Hong Sul tahu itu sakit lalu melihat pipi sebelah kirinya, bertanya ada apa dengan wajah Yoo Jung karena besok juga harus pergi kekantor jadi tak mungkin dengan wajah seperti itu.
Yoo Jung hanya diam, Hong Sul bisa menebak pacarnya itu baru saja berkelahi dengan In Ho, Yoo Jung mengaku In Ho yang memulainya lebih dulu. Hong Sul sambil mengoleskan salep dibagian tangan, mengejek Yoo Jung yang menangapinya untuk berkelahi. Yoo Jung membenarkanya. Hong Sul pikir lebih baik mereka bertengkar dengan mulut saja bukan tinju,

Kenapa? apa yang terjadi? Katakanlah ini tentang tangannya Baek In Ho, tapi kenapa sunbae melakukannya?” ucap Hong Sul sambil memasang plester, Yoo Jung mengucapkan kata maaf.
“Ini pasti masih bertengkar tentang yang terjadi di SMA, Aku benar-benar tidak mengerti. Kau bukan tipe orang yang suka berkelahi. Kenapa sunbae sangat membenci Baek In Ho?” tanya Hong Sul 

Flash Back
In Ho selesai bermain piano untuk kompetisi dengan di tonton oleh Tuan Yoo dan adiknya. Sementara Yoo Jung menonton Konser David, pemain piano yang disukai In Ho. Di ruang make up, Yoo Jung meminta tanda tangan di CD, lalu meminta satu lagi dengan mengaku   lebih menyukai yang ini dari pada aslinya. Mr David melihat ibu buku not yang sudah di aransemen, lalu betanya siapa nama fansnya. Yoo Jung mengaku namanya In Ho agar bisa memberikan tanda tangan dibuku not itu.
Sementara In Ho berjalan kebelakang panggung bertemu dengan Yong Soo yang akan bersiap-siap naik keatas panggung, lalu dengan bangga karena moodnya sedang bagus maka permainnya membuat semua penonton terharu mendengarnya. Yong Soo melihat ada ayah Yoo Jung disana, In Ho dengan bangga kalau Ayah Yoo Jung sengaja datang untuk melihatnya walaupun sudah dilarang.

Tapi... bagaimana kau bisa dekat dengan Yoo Jung?” tanya Yong Soo
Kenapa? Kau ingin jadi temannya juga? Apa Karena ahjussi donaturmu?” kata In Ho sinis, Yoo Jung baru datang dengan wajah bahagia karena bisa memberikan tandatangan David pada In Ho, lalu terhenti mendengar In Ho sedang berbicara dengan Yong Soo
“Sudalah, kau hanya bermimpi saja. Mungkin saja dia tersenyum, tapi sebenarnya dia membenci orang sepertimu.Yoo Jung berasal dari keluarga kaya dan dia populer di kalangan murid cewek. Semua orang iri padanya. Dan Itu karena kau tidak berteman dengannya, padahal Hidupnya sangat menyedihkan.” Ucap In Ho memadang remeh Yoo Jung, Sementara Yoo Jung yang mendengarnya langsung bersembunyi dibalik tembok
Apa bagusnya keluargamu kaya? Yoo Jung tidak punya mimpi dan tidak bisa melakukan apapun yang dia inginkan. Karena itulah segalanya dia anggap enteng. Dan Mungkin cuma aku yang mengerti dia. Dia benar-benar kasihan.” Kata In Ho tanpa rasa bersalah lalu berpesan agar Yong Soo tak gugup dan melakukan dengan baik. Mata Yoo Jung langsung berubah dingin karena orang yang selama ini dianggap teman malah menjelekan dari belakang. 

Selesai kompetisi, In Ho melonggo mendengar Tuan Yoo yang ingin mengadposi mereka berdua, Tuan Yoo melihat mereka sudah seperti keluarga jadi ingin menjadikan saudara untuk Yoo Jung, sebelum terlambat. Yoo Jung menatap dingin ayahnya karena membuat keputusan tanpa bertanya dulu, lalu melirik kearah In Ho. Terlihat In Ho yang memberikan senyuman sumringah, Yoo Jung pun berpura-pura memberikan senyuman padahal dalam hatinya sangat sakit mengetahui In Ho menjelekan dibelakanganya. 

Yoo Jung masuk ke dalam ruang kerja ayahnya, mendengar sang ayah sedang berbicara di telp kalau ingin mengadopsi Baek bersaudara, dengan berbicara pada Prof Baek kakek dari keduanya. Tapi sepertinya Prof Baek tak setuju karena keduanya masih memiliki kakek. Yoo Jung menguping pembicaraan ayahnya dengan kakek In Ha dan In Ho.
Kenapa anda bilang begitu? Kenapa seseorang yang telah menelantarkan mereka bilang begitu? Yoo Jung tidak akan menolaknya dan Tidak ada alasan baginya untuk menolak.” Ucap Tuan Yoo yakin. Yoo Jung terus mendengarnya dari balik dinding.
“Apa? Mengawasi mereka? Bagaimana mungkin itu dianggap sebagai mengawasi mereka? Kau tahu Yoo Jung itu seperti apa. Dia bukannya aneh, tapi kalau dia dibiarkan sendiri, maka dia akan mendapat masalah dengan hubungan sosialnya. Kalau tidak ada orang disampingnya, Dia tidak akan bisa hidup sendiri, Karena itulah dia butuh saudara.” Jelas Tuan Yoo
Dan juga, keputusanku ini demi kebaikan Yoo Jung. Sekarang Akan kuurus proses pengadopsiannya, jadi jangan mengkhawatirkan masalah ini lagi.” Kata Tuan Yoo, Yoo Jung berkaca-kaca mendengar ayahnya membahas tentang didirnya yang membua keputusan demi dirinya yang memiliki masalah dengan hubungan sosial. 

Yoo Jung mengaku sejak saat itu membencinya, bukan karena membenci pengadopsiannya, tapi hanya kaget dan bisa menerima semuanya. Ada satu hal yang membuatnya sakit hati adalah orang yang dipikir adalah teman, ternyata hanya bertugas untuk mengawasinya dan sulit menerima hal itu.
Ayah tahu semuanya, Meski begitu... dia hanya mengawasi kami. Dia selalu bilang padaku, "Yang lembut atau "Jangan serakah, Pikirkan orang lain." Seolah aku telah melakukan suatu kesalahan. Apa aku seaneh itu? Apa aku benar-benar aneh?” ucap Yoo Jung menatap pacarnya, Hong Sul memberikan pelukannya.

Sunbae... Awalnya kita tidak dekat, kan? Kita saling membenci dan diperlakukan seperti orang aneh. Tapi kupikir-pikir, kita tidak aneh, kita hanya berbeda. Sunbae seperti itu dan aku seperti ini. Kita Hanyalah... orang yang berbeda.” Kata Hong Sul dengan bersandar dibahu Yoo Jung
Aku sering mendengar bahwa aku sensitif dan menjengkelkan. Jadi aku jadi kepikiran. Tapi pada akhirnya, aku hanya berkata dalam hati "Seperti itulah aku." Mungkin aku tidak yakin, tapi sunbae... tidak punya banyak kesempatan untuk dapat jujur pada orang lain. Semua itu pasti membuatmu kesepian.” Ucap Hong Sul mengerti, Yoo Jung terdiam seperti membenarkan semua perkataan Hong Sul
Mulai sekarang jangan dipendam sendiri. Kita akan melaluinya bersama. Aku benar-benar ingin mengenal sunbae.” Ujar Hong Sul sambil mengelus lengannya dan menyadarkan kepalanya.

Aku takut Kau akan meninggalkanku kalau tahu aku yang sebenarnya.” Ungkap Yoo Jung melirik kearah Hong Sul
Hong Sul melepaskan pelukanya, menatap dalam Yoo Jung lalu memegang tanganya, mengungkapkan kalau ia  sangat menyukai Yoo Jung lebih dari sebelumnya. Yoo Jung menatap tangan Hong Sul yang memegangnya, lalu menaruh tangan kanan diatasnya, merasa Hong Sul memang berbeda dari orang lain, karena selalu mengamatinya dan  dan selalu bilang kapanpun apabila tidak menyukai sesuatu, mungkin terdengar lucu tapi semua itu bisa membantunya.
Seberapa kecilnya mereka tampak olehmu, Mungkin karena kau takut padaku, Takut nanti aku marah. Aku tidak suka itu. Tapi sekarang berbeda. Sekarang, Aku takut kau akan meninggalkanku dan Aku juga sangat menyukaimu....Sangat... Sangat Menyukaimu.” Ungkap Yoo Jung

Hong Sul tersenyum dengan mata berkaca-kaca, lalu memeluk Yoo Jung. Yoo Jung pun memberikan pelukan erat pada Hong Sul. Didepan restoran, In Ho melihat mobil Yoo Jung sudah ada didepan restoran, matanya terlihat bengkak karena pukulan Yoo Jung, dengan wajah tertunduk seperti merelakan Yoo Jung dengan Hong Sul dan pergi meninggalkan restoran sambil merintih kesakitan dan merasakan udara yang semakin dingin. 
bersambung ke episode 13 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



3 komentar:

  1. jd baperšŸ˜£ salut sm seol mau merima jung apa ada nya
    makin seruh berharp ending nya seol sm jung#teamJung

    BalasHapus
  2. Huweeeee in ho gak ada yg meluk sini bang aku peluk *pletak
    Akhirnya jung mau jujur juga sma sul yeeyy
    Mkasih mba dee :)

    BalasHapus
  3. Akhirnya bisa tahu kenapa Yoo jung bisa benci dgn In Ho,, ternyata in ho dulu memang sombong ya,, hehe
    seneng banget liat Yoo Jung jujur ke Hong Sul, dan Hong Sul mau terima apa adanya Yoo Jung. . ^_^

    BalasHapus