Jumat, 26 Februari 2016

Sinopsis Descendants of the Sun Episode 2 Part 2

Mo Yun turun dari mobilnya dan terdiam ketika melihat Shi Jin sudah menunggu didepan rumahnya. Shi Jin menatap Mo Yun seperti merasa bersalah dengan kejadian terakhir kali yang harus meninggalkanya. Keduanya duduk dicafe hanya duduk diam tanpa menatap. Shi Jin akhirnya memulai pembicaran dengan meminta maaf dan merasa menyesel karena meninggalkanya saat terakhir kali.
Yang ingin kudengarkan...adalah penjelasan, dan bukannya permintaan maaf. Kau pergi ke mana kemarin? Apa kau naik helikopter lagi?” ucap Mo Yun, Shi Jin mengatakan tidak naik helikopter karena tak pergi jauh.
Aku dilarang untuk memberitahu orang lain.” Ucap Shi Jin, Mo Yun bisa mengerti dan meyakinkan kalau ia bukan mata-mata.

Hariku sungguh berat hari ini. Tapi, sekarang dan mungkin nanti... aku hanya akan memikirkanmu. "Ke mana pria yang kusuka ini pergi?" "Apa yang sedang dia lakukan?" Tapi, setelah kita bertemu. Kau tak bisa... mengatakan apa-apa, karena kau dilarang.” Ungkap Mo Yun, Shi Jin hanya bisa mengatakan maaf.
Apa kau ini Pasukan Khusus?” tanya Mo Yun, Shi Jin pun menjawab semacan itu.
Kau bilang, kau melakukan pekerjaan buruh. Tapi, kau juga memiliki luka tembak... itu artinya kau sudah tertembak. Jadi, apa kau juga melakukan penembakan? Dan juga itu artinya... Kau bisa membunuh... ataupun terbunuh. Seperti itu pekerjaanmu, 'kan?” ucap Mo Yun, Shi Jin terdiam dengan menatap Mo Yun
Apa kau hanya akan melawan orang-orang yang jahat? Aku menghabiskan 12 jam sehari untuk berjuang menyelamatkan orang. Itulah yang aku lakukan. Aku berjuang untuk kehidupan. Tapi, yang kau lakukan itu... adalah melindungi orang lain melalui kematian orang lain juga.” Kata Mo Yun, Shi Jin mengangguk-angguk mengerti. 
Aku adalah seorang tentara dan Tentara harus mengikuti perintah. Terkadang apa yang aku anggap baik itu tak dianggap baik oleh orang lain. Meskipun begitu, aku harus tetap menjalankan perintah. Selama ini... aku sudah kehilangan 3 kawan selama menjalankan perintah.” Cerita Shi Jin mengingat saat kehilangan teman pada saat akan masuk ke dalam helikopter.
Alasan kami melakukan apa yang harus dilakukan... karena itu adalah kewajiban. Aku dan juga keluargaku, Kau dan juga keluargamu Dan semua orang yang kita sayangi. Aku percaya bahwa aku berjuang untuk perdamaian dan kebebasan tanah air kita.” Cerita Shi Jin mengingat penyerbuan pada tentara taliban dan korea utara.
Aku adalah seorang dokter. Aku percaya kehidupan itu suci, dan tak ada hal yang bisa menggoyahkannya.” Kata Mo Yun, Shi Jin mengangguk mengerti.
Mo Yun meminta maaf, menurutnya hubungan mereka tak bisa berjalan lancar. Shi Jin dengan mata memerah bisa mengerti dengan keputusan Mo Yun. Akhirnya Mo Yun pun pamit pergi lebih dulu, Shi Jin mengatakan senang bisa mengenalnya dan supaya menjaga dirinya baik-baik. Mo Yun keluar dari cafe tanpa menengok sedikitpun meninggalkan Shi Jin yang duduk sendirian dicafe


Shi Jin membiarkan dirinya tersiram air yang keluar dari shower, ada bekas luka dibagian pundak, lengan dan ditempat lainya. Pelahan membersihkan kaca yang terkena uap panas, lalu menatap dirinya yang putus hubungan dengan Mo Yon sangat cepat.
Dae Young datang dengan membawa kotak sabunya, Shi Jin bertanya apakah Dae Young sudah pulang kerumah. Dae Young malah bertanya balik kenapa Shi Jin sudah ada di pos lebih dulu. Shi Jin bertanya apakah Dae Young tak menemui Myung Ju, karena mereka  tak akan bertemu selama 8 bulan. Dae Young bertanya apakah Shi Jin sudah bertemu dengan dokter.
Shi Jin hanya diam dan meminta untuk meminjam pisau cukur, Dae Young memberikanya lalu mendapat berita dari Sersan Gong bahwa wanita Urk itu cantik-cantik, seperti seorang artis dan juga penyanyi. Shi Jin hanya tersenyum sambil mengoleskan foam diwajahnya. 

Shi Jin sebagai komandan, berlari dengan anak buahnya yang bertelanjang dada sambil bernyanyi Pria... Tampan... Ada di mana-mana... Tapi, akulah pria sejati yang sesungguhnya. Pria yang sangat hebat. Kami tak pernah kalah. Dengan penuh kebanggan Dan juga cinta... Akulah pria sejati yang sesungguhnya. Pria yang sangat hebat.
Ada sebuah bendera korea diatas kubah dengan bentuk salib, dan pagar berduri yang membentengi tempat Shi Jin.
 [8 bulan kemudian]
Para tentara dengan alat berat dan juga pemindai besi menyusuri bukti, beberapa anak-anak kecil dengan bahagia bermain dengan mobil tank yang asing bagian mereka. Shi Jin memejamkan matanya didalam mobil, Dae Young menghampirinya bertanya apakah Shi Jin sedang tidur.
Aku sedang merasa bangga bahwa kita adalah pasukan penjaga perdamaian.” Ucap Shi Jin masih menutup matanya, Dae Young menawarkan kopi sudah dingin di botol minumnya. Shi Jin menolak ingin minum air putih miliknya saja. Keduanya cheers bersama, terdenga suara Piccolo melapor. Kami sudah menemukan bahan peledak.” 

Dua orang dengan baju penjinak bom memberitahu benda yang ditemukan adlalah rudal 82mm. Dae Young tahu rudal itu  milik Rusak yang ditembakkan ke Utara Urk selama perang perbatasan. Shi Jin bertanya apakah skringnya masih hidup.
Kita harus berhati-hati, karena Jangkauan ledakannya sangat besar.” Ucap Dae Young, Shi Jin melihat sekeliling ada banyak anak-anak yang melihat perkerjaan mereka.
Kami sudah melakukan persiapan. Apa yang harus kita lakukan? Jika kita melaporkannya, Kita akan diminta mundur sampai pasukan AS sampai di sini.” Ucap sipenjinak bom
Staf Sersan Choi, Apa Kau ingat mottoku?” ucap Shi Jin, Choi Woo Geun sebagai penjinak bom tersenyum mengatakan "Santai saja, karena semuanya akan baik-baik saja. Tak usah stres." Dua junior yang ada diatas mengangguk angguk mengerti
Staf Sersan Lim. Seperti apa stres itu?” tanya Shi Jin, Lim Kwang Nam pun menjawab dengan lantang.
Satu, mengirim memorandum (Surat persetujuan). Dua, mengirim memorandum. Tiga, mengirim memorandum.” Ucap Kwang Nam, Chul Ho menganguk mengerti
Tentara AS mempunyai tugas untuk perdamaian dunia Dan ini adalah tugas kita. Komandan yang akan bertanggung jawab penuh Dan komandannya adalah aku.” Tegas Shi Jin dengan bangga 

[Corps Taebaek]
Park Byung Soo berteriak menanyakan  pada Shi Jin dan Dae Young, siapa yang melakukanya, dengan menghela nafas mengatakn Hanya karena mereka ada di lokasi tapi bukan berarti bias mengabaikan instruksi pusat dan sebelumm sudah dikatakn untuk menyerahkan bom itu pada EOD (penjinak bom)
Siapa diantara kalian yang telah menimbulkan kekacauan ini?” teriak Byung Soo
Wakil Komandan... tidak menghentikanku.” Ucap Shi Jin dengan posisi siap, Dae Young melirik karena Shi Jin menyalahkanya.

Kenapa kau tak menghentikanku? Bukannya kau tahu aku paling suka menulis memorandum? Ahh... Dasar...” keluh Shi Jin menyalahkan wakilnya.
Sepertinya memorandum sedang dalam proses.” Ucap Shi Jin melapor pada Byung Soo
Lalu memberikan alasan dengan bangga mengatakan  Dae Young si wakil komandan,  yang jago sekali menulis surat, dengan julukan “Tolstoy... Master Seo Dae Young.” Byung Soo terlihat binggung melihat Shi Jin seperti mempermainkan dirinya akhirnya berteriak menyuruh keduanya berdiri tegap. 


Shi Jin dan Dae Young berlari dengan membawa tas dan juga senapan sambil bernyanyi Kami dilahirkan sebagai pelindung tanah air kita. Kami akan berjuang sebagai penerus bangsa. Anak buah Shi Jin melihat komandanya yang sedang dihukum langsung berdiri tegap dan dari belakang mengejek karena dihukum.
Wajah Shi Jin terlihat sangat bahagia walaupun kena hukuman, lalu bertanya apakah Dae Young tak suka mendapatkan hukuman itu. Dae Young heran Shi Jin itu bisa menyukai hukuman seperti ini. Shi Jin tersenyum dan kembali berlari sambil menyanyi penuh semangat. 

Lampu dinyalakan pada studio TV, wajah Mo Yun terlihat sangat cantik duduk didepan meja. Pembawa acara berkomentar Mo Yun seperti biasanya sangatlah elegan.
“Apa Cara terbaik untuk menghindarinya adalah check up secara teratur?” tanya si pembawa acara
Ya... Saat anda melakukan check up, sebaiknya and meminta hasil USG.”ucap Mo Yun seperti sudah sering masuk TV untuk mempromosikan rumah sakit.
Ketika berjalan masuk kerumah sakit sudah banyak standing banner dengan model dirinya, beberapa orang pun mengambil gambar dari ponselnya. Ketika melewati Lobby sebuah spanduk besar tergantung dengan wajah Mo Yun sebagai icon dari rumah sakit. 

Mo Yun memakain jas dokternya, Perawat memberitahu  Ketua Sungjin Group akhirnya bisa memakan bubur dan makan dengan sangat lahap lalu Ny. Yooseong Electronics kembali datang. Mo Yun bingguk karena kemarin pasiennya itu sudah check out kemarin. 
Istri pertama pulang dan mengusirnya.” Ucap Perawat, Mo Yun mengeluh kalau rumah sakit itu dianggap hotel oleh pasiennya.
Baiklah, kita harus menemui semua pasien VIP kita yang "baik" itu.” Kata Mo Yun dengan senyuman lebar. Perawatnya pun tersenyum. 

Seorang pria tua berjalan dari tempat tidurnya menceritakan Tim hukumnya  sedang menyelesaikan kasus dan semua masalah itu membuat tubuhnya jadi sakit semuanya, maka dari itu ia memerlukan bantuan dengan menunjuk kebagian daerah vitalnya, lalu duduk didepan laptopnya.  Mo Yun hanya tersenyum.
Pacar baruku... Cukup muda. Aku tak tahu harus bagaimana.” Ucap Si pria
Kalau begitu cari yang lebih tua.”saran Mo Yun
Untuk apa aku punya uang banyak?” keluh Si pria, Mo Yun hanya manyun mendengar permintaan pasien VIPnya.

Seorang pria tua dengan tangan di infus menanyakan tentang permintaannya, Mo Yun mengerti lalu memberikan lembaran kertas yang dibawa perawatnya, kalau itu adalah cucunya. Si pria itu mengangguk-angguk mengerti, lalu mengulurkan sesuatu dari tanganya untuk mengetesnya. Mo Yun melihat ada lembaran rambut didalam plastik dengan tersenyum menerimanya. 


Mo Yun pergi ke toko sandwich memesan Sandwich.daging ham, kalkun dan serta chocolate chip cookie. Pelayan menanyakan apakah ada yang ingin tak dimasukan, Mo Yun mengatakan tidak  dan meminta Tambahkan madu pada roti gandumnya. Si pelayan memuji Mo Yun yang terlihat cantik aslinya, Mo Yun pun tersenyum. Si pelayan bertanya apakah Mo Yun ingin sandwich yang masih panas. Mo Yun mengangguk. 

Sang Hyun terlihat sumringah melihat Mo Yun yang datang, yaitu Dokter dari bangsal VIP yang hampir tak pernah datang ke lantai itu. Mo Yun meminta maaf karena merepotkan semuanya dan memberikan bonus sekotak sandwich besar untuk semuanya. Dua perawat pun terlihat sangat bahagai saat membuka kotaknya.
Bumi memang selalu berputar. Kau mungkin tak akan seperti ini jika kau jadi ahli bedah, menukar pisau bedah dengan mic. Kau adalah dokter idola, bahkan Title-mu bahkan lebih panjang,” ungkap Sang Hyun bangga dengan mengambil sandwich ham miliknya.
Aku juga terkejut. Tapi, siapa yang tahu bahwa hidupku bisa berubah lagi dalam sekejap.” Kata Mo Yun tak percaya, Eun Ji datang dengan melirik sinis pada Mo Yun yang lebih terkenal dibanding diirnya.
Aku memeriksa website program-mu. Dan ada yang menulis, kau secantik host-nya. Kau yang menuliskanya ‘kan” tuduh Sang Hyun
Mo Yun menyangkalnya, Sang Hyun bertanya-tanya apakah Mo Yun tak penasaran siapa yang menulisnya dan memberitahu ID-nya "Kukuruyuk Song". Mo Yun pun mengerti itu nama dari dokter Song yaitu seniornya sendiri, lalu dengan bangga memberikan semua sandwich itu untuk Sang Hyun.

Kau harusnya malu...Kau pasti memberitahu semua orang bahwa kau ini doker.” sindir Eun Ji semua langsung terdiam melihat Eun Ji menyindir Mo Yun, Mo Yun pun melirik sinis karena Eun Ji kembali mencari gara-gara
Kau lihat apa?” ucap Eun Ji menantang, Mo Yun dengan lantang mengatakan melihat Eun Ji dengan mata melotot.
Kau juga bukanlah seorang dokter, Kau hanya putri dari ayahmu.” Tegas Mo Yun
Yang namanya dokter itu harusnya ada di ruang operasi. Bukannya di ruang make up.”ejek Eun Ji, Mo Yun membalas Eun Ji yang  tak masuk ruang operasi juga
Karena aku terlalu sibuk,  jadi kau tidak berguna.” Ejek Mo yun, Eun Ji menyuruh Mo Yun menutup mulutnya karena baginya Mo Yun hanya pengganti darinya.
Kau kehilangan posisi ini karena aku menjadikan penggantimu.” Sindir Mo Yun, Eun Jii membalas kalau Mo Yun itu bukan  ratu yang menguasai dunia.
“Hei... Memangnya siapa yang bisa menguasai dunia?. Aku hanya mengambil kembali posisi yang kau rebut. Jadi, tak usah ikut campur dan kerja kerjaanmu saja.” Tegas Mo Yun lalu pamit pergi dengan Sang Hyun dkk. Eun Ji ingin mengejarnya, Sang Hyun langsung menghalanginya. 


Mo Yun berjalan diatap rumah sakit, tempat landasan untuk helikopter yang akan mendarat. Teringat kembali saat Shi Jin berlari masuk kedalam helikopter, memberitahu kalau lukanya pasti akan sembuh dan mengajaknya untuk nonton film bersama, lalu meminta jawaban secepatnya karena sudah tak memiliki waktu yang banyak, Shi Jin menatapnya lebih dulu sebelum naik ke dalam helikopter.
Flash Back
Shi Jin bertanya apakah Mo Yun merindukanya. Mo Yun mengaku sangat merindukan lalu bertanya balik sambil menyalakan lilin.  Shi Ji mengaku selalu memikirkannya karena ia adalah pria sejati.
Aku ingin kencan pertama kita menjadi kencan yang romantic, jadi Aku akan menaruhnya di sini.” Ucap Mo Yun, Shi Jin melarang Mo Yun untuk tak menaruhnya diatas meja. Mo Yun langsung menghalangi Shi Jin sebelum memindahkan lilinnya.
Wanita itu harus menyiapkan pencahayaan dan Cahaya api ini akan membuatku terlihat cantik. Jadi kau Jangan bergerak. Aku sudah memperkirakan sudut pandangmu sebelum aku memasangnya.” Ucap Mo Yun dengan menopang kepalanya diatas kursi. Shi Jin tertawa mendengarnya.
Apa kau terluka lagi? Apa kau melakukan kerja buruh lagi?”tanya Mo Yun. Shi Jin pun ikut menopang kepalanya diatas meja
Apa mungkin jika melakukan pekerjaan itu bisa melukai wajah?” balas Shi Jin
Mo Yun merasa tebakannya itu salah,  Shi Jin mengaku sengaja melukainya lalu keduanya sama-sama tersenyum. Shi Jin bertanya apakah sesibuk itu Mo Yun sampai tak punya waktu untuk keramas.  Mo Yun menceritakan selalu berada di ruang operasi, dengan bangga kalau ia  sangat seksi saat memakai pakaian bedah.

Memang hanya bagian ini yang kau lihat, tapi aku terlihat seksi.” Cerita Mo Yun dengan menutup bagian wajahnya apabila sedang operasi
Aku sungguh ingin punya pacar yang seperti itu. Apa dia sedang tak bertugas?” goda Shi Jin. Mo Yun kesal dengan godaan Shi Jin
Mo Yun masih terdiam di atap, mengingat kenangan dengan Shi Jin yang hanya sebentar tapi membekas dihati, lalu mengatakan dirinya itu  tak punya waktu untuk menjadi seksi lagi.

Shi Jin sedang melihat seseorang yang mengali tahan dengan sekop lalu bertanya apa yang sedang dilakukanya. Pria muda memberikan hormat memperkenalkan dirinya Kopral Kim Gi Bum dan sedang menggali saluran pembuangan. Shi Jin mengatakan sudah tahu lalu membuka baju tentaranya, menyuruh Gi Bum minggir.
Pekerjaanmu tak akan selesai jika kau menyekopnya seperti ini. Perhatikan baik-baik.” Kata Shi Jin memberitahu cara memegang sekop yang benar, tapi baru saja melakukan tenyata sekopnya patah.
Karena itulah aku tadi pelan-pelan.” Ucap Gi Bum menahan tawa lalu melihat tangan Shi Jin yang berdarah.
Jadi, aku bisa terluka bahkan jika aku bekerja buruh begini.” Keluh Shi Jin.
Gi Bum meminta Shi Jin tak banyak bergerak karena membutuhkan pertolongan pertama. Shi Jin melihat Gi Bum menuliskan sesuatu ditannganya, Gi Bum terdiam setelah menuliskan [Terluka karena menyekop tanah.] seperti saat Shi Jin membantunya saat jatuh dari motor akibat mencuri.

Shi Jin pun menghukum dengan menyuruh posisi siap lalu istirahat berulang-ulang. Dae Young datang bertanya apa yang terjadi. Shi Jin mengomel karena Dae Young memerintahkan Gi Bum yang  tak berguna. Dae Young mengatakan itu karena menyukainya, lalu bertanya apa yang dibutuhknya.
Gi Bum mengatakan butuh Wine dan whipe cream, Dae Young memberitahu  Hari ini Sersan Gong Chul Ho ulang tahun, jadi Mereka akan memanggang steak dan Gi Bum adalah juru masak yang hebat. Shi Jin dengan senyuman penuh arti akan bertugas untuk bagian wine

Disebuah bar, wanita bule dengan baju sexynya datang membawa sebotol wine, sambil memeluk Dae Young dan Shi Jin memberitahu Whipe cream sudah siap jadi meminta untuk menunggu. Shi Jin membuka matanya lebar-lebar akan menunggunya dan mendapatkan kedipan mata dari si bule.
Karena itu aku mau ke sini.” Bisik Shi Jin terpana dengan kecantikan si wanita.
Aku yang dirayunya, Jadi, jangan salah paham.” Kata Dae Young dengan mata terus tertuju pada sibule yang berjalan masuk ke kounter. 

Seorang wanita bernama Ri Ye Hwa bertanya apakah wanita itu sudah mendapatkan apa yang dipesannya. Si wanita bule pun memberikan sebuah pistol berpesan untuk mengunakan dengan hati-hati. Shi Jin melihat pistol yang bisa didapat dengan mudah. Ye Hwa memegang pistol merasa senjata itu berat dan bertanya bagaimana cara mengunakanya, tiba-tiba langsung mengarahkan pada Shi Jin dan Dae Young.
Keduanya langsung refleks tertunduk, Ye Hwa mengodanya untuk menembaknya saja karena pistol itu berfungsi. Shi Jin dengan mudah bisa mengambil dengan cepat dan membalik keadaan dengan menodongkan pistolnya, Ye Hwa sekarang yang mengangkat tangan ketakutan. Shi Jin pun bisa tahu Ye Hwan itu orang korea karena sebelumnya mengunakan bahasa korea.
“Orang yang Berbahasa Korea belum tentu orang Korea. CepatKembalikan padaku!” kata Ye Hwa ingin mengambil dari tangan Shi Jin, tapi Shi Jin berhasil mengkokangnya agar peluru masuk dan kembali menodongnya.

Senjata itu tak seperti anjing, dia tak mengenali pemiliknya. Jika aku menarik pelatuknya, maka kau akan tertembak. Untuk apa kau membelinya, padahal kau tak bisa menggunakannya?” kata Shi Jin melepaskan peluru dari pistol dan menaruh diatas meja.
Aku tak membelinya untuk membunuh seseorang, tapi Aku membelinya untuk melindungi diri.”kata Ye Hwa lalu mengambil pistolnya sambil mengumpat dan pergi
Apa kita biarkan saja dia pergi dengan pistol itu?” kata Dae Young khawatir,  Shi Jin mengatakn Itu adalah haknya lalu bertanya pada si bule siapa wanita itu menurutnya itu bukan turun dan wajahnya baru dilihat.
Hanya ada dua hal yang tidak kami jual di sini. Perempuan dan informasi.” Ucap si wanita bule dan memberikan pesanan  whipe cream 


Min Ji mendengar nama negara Urk dan bertanya  Di mana tempat ini, Jae Ae menemberitahu Urk adalah negara yang terletak di ujung Semenanjung Balkan dan RS. Haesung akan membangun pembangkit listrik ramah lingkungan di sana. Sang Hyun tahu akan ada sukarelawan dan sangat yakin orang yang tak punya uang dan koneksi yang akan dikirim ke tempat itu.
Setelah kupikir-pikir, mereka pasti akan mengirimku. Aku tak punya uang, koneksi, keberuntungan, atau berkah. Ini Menyebalkan.” Keluh Sang Hyu
Tapi kau punya hati dan Kau juga tampan.” Komentar Jae Ae mengoda, Semua langsung memberikan suara gemuruh, Sang Hyun tersipu malu.
Aku yang akan pergi, karena Hee Eun juga sudah mengijinkaku. ” Kata Choi Hoon, Mo Yun langsung memukulnya.

Hei, Hee Eun sudah hampr melahirkan, kau mau ke mana lagi?” Kata Mo Yun
Jika dia sungguhan mencintaimu, maka dia pasti akan melarangmu.” Komentar Sang Hyun
Aku tak bisa pergi setelah anak kami lahir, jadi dia menginjinkanku sekarang.” Ucap Choi Hoon bangga
Mo Yun mengejek Choi Hoon si bocah kaya belagak jadi Albert Schweitzer dan menyuruhnnya untuk jadi Bill Gates saja. Suara seseorang memanggil Mo Yun, semua langsung berdiri melihat siapa yang datang. Han Suk Won dengan pakaian jasnya, meminta Mo Yun mengosongkan waktunya untuk makan malam denganya lalu pergi.
Apa Ketua baru saja mengajakku berkencan?”kata Mo Yun, Min Ji langsung menjerit panik, Mo Yun pun langsung bertanya apa yang harus dilakukanya.
Jadi, apa yang dibutuhkan idola Kang Mo Yeon sekarang?” ucap Sang Hyun, Choi Hoon mengatakan Fan club, Sang Hyun mengumpat Choi Hoon itu masih seperti anak kecil
Dia membutuhkan pernikahan politik.” Kata Sang Hyun, Mo Yun merasa dirinya seperti orang penting saja. Choi Hoon duduk mengaku tak menyetujuinya karena Ketua Han itu duda dan Mo Yun itu lebih hebat
Apa maksudmu Ketua tidak hebat? Apa teman kita ini masih muda? Apa keluarganya kaya? Duda itu adalah kekuatan dan bukannya kelemahan. Dia akan sangat berguna untukmu.” ucap Sang Hyun
“Ahh.. Seperti itu, jadi Apa sekarang aku harus mulai bergerak naik?”kata Mo Yun


Mo Yun diam didepan pintu, Ketua Han menyuruh Mo Yun duduk bukan hanya diam saja sambil membuka jaketnya. Mo Yun bertanya apakah mereka akan makan ditempat itu, Ketua Han menegaskan mereka tak hanya makan diapatermentnya. Mo Yun pikir mereka akan makan di sky lounge?
Di sini kan ada sky (langit) dan juga lounge (kursi) Semuanya ada, kau butuh sesuatu lagi?” kata Ketua Han
Sopan santun? Aku mungkin akan terdengar konyol, tapi... memang nuansa romantisnya?” kata Mo Yun, Ketua Han pikir itu yang disukai Mo Yun
Dan apa ini yang kau suka, Ketua?” balas Mo Yun sinis
Kau pasti tahu, aku ini tidak sabaran, 'kan? Aku akan memesan makanan, jadi kau bisa mandi sambil menunggunya. Jika tidak, aku yang duluan mandi.” Kata Ketua Ha membuka rompinya.
Mo Yun tersenyum lalu berjalan mendekat, Ketua Han memuji Keputusan yang bagus dibuat oleh Mo Yun dan meminta untuk lebih mendekat, dengan membentangkan tanganya. Mo Yun tersenyum dan langsung mengangkat tasnya untuk memukul.
Ketua Han kaget bertanya apa yang dilakukanya, dengan percaya diri bertanya apakah Mo Yun mau memukulnya. Mo Yun membenarkan dan langsung memukul Ketua Han sampai jatuh. 

Mo Yun menopang kepalanya dengan wajah sedih, Ji Soo tak percaya Mo Yun itu memukul Ketua Han. Mo Yun menceritakan  hampir membunuhnya dan menanyakan pendapat temannya apakah Ketua Han akan memecatnya, tapi dirinya sebagai  ambasadaor dari rumah sakit.
Ji Soo mengingatkan Han Suk Won adalah ketua dirumah sakit. Mo Yun pun menjerit binggung karena harus ikut rapat dan bagaimana harus menemui Ketua Han nanti. Ji So menyarankan Mo Yun  harus menatapnya, tatap dengan tatap pembunuh, menurutnya dengan tatapan itu sangatlah menyakitkan. Mo Yun mengkhawatirkan kalau nanti Ketua Han malah pingsan karena itu yang ditakutkan.

Ketua Han berdiri didepan podium memberitahu masalah mereka selanjutnya tentang tim relawan Urk, dan ia ingin mengirim orang yang ada dalam daftar relawan dan akan mengirim tim ahli medis terbaik ke sana
Aku sudah memutuskan untuk mengirim idola rumah sakit kita, Kang Mo Yun... sebagai Ketua Tim relawan Urk.” Ucap Ketua Han, Mo Yun melotot kaget.
Mungkin tidak ada hotel, tapi, kami sedang membangun penginapan bersih di sana. Aku yakin, kau akan setuju, Dr. Kang.” Kata Ketua Han, Mo Yun melonggo menerima tugas tiba-tiba
Ketua Han langsung bertepuk tangan dan diikuti semua dokter didalam ruangan, Sang Hyun berbisik  Hidup ini memang penuh kejutan. Mo Yun melirik sinis karena diberi tugas yang tak disangka-sangka. 

Sebuah helikopter membawa kontainer dengan lambang rumah sakit, Shi Jin bersandar disisi lain. Dae Young datang bertanya apakah Shi Jin sudah melihat  daftar relawan medis. Shi Jin mengatakan sudah melihatnya. Dae Young melihat nama ketuanya itu adalah dokter yang pernah dekat dengan temanya. Shi Jin membenarkan.
Apa dia tahu kau ada di sini?” tanya Dae Young, Shi Jin pikir Mo Yun tak mengetahuinya.
Sepertinya, kalian memang ditakdirkan untuk bertemu.” Komentar Dae Young
Ataukah nasib yang kau maksud itu salah alamat.” Ucap Shi Jin dengan senyuman

[Internasional Airport, Urk]
Mo Yun dan tim terlihat kepanasan dilandasan udara tanpa ada tempat berteduh, Sang Hyun meminum air minum dalam botol tak menyangka harus datang ke tempat yang sangat panas.  Moo Yun merasa PBB seharusnya mengirimkan pesawat dan beberapa orang jadi menyuruh mereka menunggu.
Kami memang sedang menunggu ini. Kita menunggu di tempat yang super panas ini.” keluh Sang Hyun dengan mulut menganga karena terbuka lebar. Jae Ae mengejek Hidup ini memang penuh kejutan.
Ponsel Sang Hyun berdering, lalu bertanya siapa yang menelpnya. Sang Hyun bertanya siapa yang dimaksud ketua dan kembali bertanya “Han siapa” dengan wajah kesal karena kepanasan. Lalu tersadar kalau itu Han Suk Won, ketua rumah sakit. Buru-buru menurunkan suaranya beralasan kalau ponselnya error.
Sang Hyun memberitahu baru saja tiba di Internasional Airport Urk da n akan memberikan Ponselnya pada Dr. Kang dan mengomel karena Mo Yun  tak mengangkat teleponnya. Mo Yun dengan malas mengambil ponselnya. 

Ketua Han duduk santai didalam apartementnya, menyindir Mo Yun itu pasti kepanasan, dan melihat Mo Yun masih bisa berubah pikiran, padahal ia punya sejuta alas an untuk menariknya kembali ke Korea. Mo Yun langsung menolak dengan tegas.
Aku jadi tak begitu menghormatimu saat kau mengajakku ke hotel, tapi, aku tak menyangka kau akan serendah ini, Ketua. Han. Aku sudah berani mengatakan ini, karena aku juga sudah mendapatkan koneksi VIP selama jadi idola. Mungkin sudah waktunya aku membuka klinik sendiri. Setelah tugas ini selesai, aku akan mengundurkan diri, tunggu saja aku. Kau mengerti?” ucap Mo Yun blak-blakan semua anggota tim medis terkejut mendengarnya, Sang Hyun berdeham.
Kalian mendengarnya, kan? Inilah alasan kenapa aku di sini.” Kata Mo Yun dengan senyuman lalu melihat ada helikopter yang datang. 

Semua melihat helikopter yang bisa membuat hembusan angin yang sangat besar sampai membuat koper berjalan sendiri karena tak dipegang. Syal yang dipakai Mo Yun sampai terlepas dari kepalanya dan terbang mengikuti Helikopter yang akan mendarat.
Mo Yun berlari untuk mengambilnya, tapi syalnya malah pergi menjauh kebelakang. Pintu helikopter terbuka beberapa pria dengan pakaian tentara korea turun dengan gagah berani. Dae Young berjalan paling depan dengan tiga anak buah dibelakang, paling belakang seseorang mengunakan kacamatanya.
Shi Jin berjalan melalui anak buahnya ke paling depan, Mo Yun menatap pria yang pernah dikenalinya, teringat tatapan pertama kali diruang emergency untuk mengambil ponsel Dae Young, langkah para tentara semakin mendekat. Shi Jin terlihat seperti komandan dengan wakil dan anak buahnya untuk menjemput tim medis.
Saat melihat Mo Yun menjadi ketua tim medis, teringat saat pertama  kali melihat di ruang emegency membantu Gi Bum yang patah tulang. Mo Yun terus menatap pria yang selama ini membuatnya selalu teringat. Shi Jin berjalan lurus dan berlalu begitu saja dari Mo Yun. Mo Yun menatap Shi Jin yang berjalan begitu saja.
Sepertinya... takdir pertemuan itu telah salah menghampiri kita.” Gumam Shi Jin 
bersambung ke episode 3

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

7 komentar:

  1. aowhg.. daebak uri oppa...
    ga' sia2 menanti hampir 3 thn lebih di mulai dr wamil ckckckc
    gumapta mba sinopnya, ga' sabar nunggu minggu depan next episodenya..

    BalasHapus
  2. woaaa.... keren! keren! keren! gomapta eonni sinopsisnya. ditungu kelanjutannya, fighting!!

    BalasHapus
  3. Wah senyumnya song jong ki gak nguwatin, terakhir lihat di nice guy

    BalasHapus
  4. haduh cool bgd nih cowok ...
    best perfect

    BalasHapus
  5. Jongki oppa memang selalu keren acting nya. Terimakasih resensi nya. Ditunggu resensi selanjutnya yaa. Pliiiiiiiiiiis

    BalasHapus