Jumat, 05 Februari 2016

Sinopsis Remember Episode 15 Part 2

Di sebuah jejeran club malam, In Ah menuruni tangga dengan wajah ketakutan. Club masih sepi dan In Ah bertemu dengan seorang wanita, bernama Song Ha Young,  yang pasti mengenal pria bernama  Nam Gyu Man.
Saat itu, tak ada yang mau mendengarku. Dia malah membuatku terlihat seperti wanita gila uang.” Ucap Ha Young terdengar masih kesal
Aku turut bersedih dengan apa yang terjadi padamu dulu. Tapi, apa kau tak berpikir ini sungguh tak adil bagimu?” kata In Ah
Ha Young meminta In Ah  tak mengganggunya karena  tak ingin menderita lagi lalu berdiri dari tempat duduknya. In Ah meminta maaf karena telah mengingatkan tentang masa lalunya, tapi menurutnya tak adil jika biarkan begitu saja. Ha Young menyuruh In Ah pulang saja karena Tak ada gunanya membahas masalah itu lagi.
Nam Gyu Man... Dia telah membunuh seseorang dengan kasus yang sama sepertimu.” Ucap In Ah sebelum Ha Young pergi, lalu memberikan kartu namanya, meminta untuk menghubunginya jika berubah pikiran. Ha Young terlihat shock karena Gyu Man melakukan yang tak diduga olehnya. 

Di kantor Jin Woo
Jin Woo membahas  kasus pemerkosaan, kesaksian dari kedua pihak, baik korban maupun pelaku akan sangat sulit dipercaya, jadi tergantung bagaimana dengan skenarionya.
Tak ada bukti yang kuat. Jaksa yang bertugas adalah Hong Moo Seok. Tapi ada nama Pengacara Park Dong Ho.” Kata In Ah melihat berkas ditanganya, Jin Woo binggung In Ah menyebut nama Dong Ho
Korban Song Ha Young, pelaku Nam Gyu Man, penuntutannya juga dibatalkan. Mereka mabuk dan berhubungan atas kemauan mereka, tapi dia tetap menuntut Gyu Man Dan dia menarik tuntuannya setelah dia menerima uang.” Cerita In Ah melihat berkas kasus
Dengan cara itu, dia akan dianggap wanita gila uang. Itu adalah skenario yang sempurna.” Kata Jin Woo mengerti kasus Ha Young. 

Ha Young sedang menemani pria paruh bayah, si pria dengan mudahnya meraba paha Ha Young yang terbungkus stocking. Ha Young berusaha melepaskanya, Si pria pun membuat berusaha memeluknya, Ha Young pun menolaknya, Si Pria naik pitam dan langsung menampar juga mengumpatnya.
Ingatan Ha Young kembali pada saat Gyu Man menyeratnya masuk ke dalam kamar, Ha Young berusaha melepaskanya tapi Gyu Man malah menamparnya sampai terjatuh ke kasur. Gyu Man menyuruh Ha Young untuk diam dan tak melawan, lalu membuka dasinya, Ha Young menangis ketakutan.
Ha Young mengingat kenangan buruknya dengan Gyu Man memilih untuk meninggalkan club dan tamunya. 

Joo Il keluar dari penjara dan langsung menemui Tuan Nam yang sedang berbincang dengan Jaksa Tak dan juga Jaksa Hong. Dengan senyuman sumringah mengucapkan terimakasih karena sudah menempati janjinya. Tuan Nam merasa Joo Il harus berterimakasih pada Jaksa Tak yang sudah membebaskanya.
Memang anda yang menangkapku, tapi aku akan melupakan hal itu. Mohon kerja sama anda.” Kata Joo Il memberikan hormat pada Jaksa Tak, Jaksa Tak pun akan meminta kerja samanya.
Aku tak menyangka kau akan menggunakan posisimu untuk kami.” Sindir Jaksa Hong
Bukannya tanah akan menjadi lebih padat setelah hujan?” balas Jaksa Tak 

Pengacara Song membahas kalau Pengacara Park lah yang paling tahu tentang kasus Song Ha Young, tapi sekarang sudah keluar dari Il Ho. Jin Woo berpikir sejenak, In Ah pikir akan sulit untuk Jin Woo bisa menemuinya.
Ya, lebih baik kita menjauh darinya jika tak ingin ada masalah lagi.”saran Manager Yoon
Tapi, tanpa dia. Kita akan kesulitan untuk memenangkan kasus Song Ha Young dan Hanya Park Dong Ho yang bisa membantu kita dalam kasus ini.” keluh Pengacara Song
Jin Woo memilih untuk masuk kamar rahasianya, In Ah melirik seperti mengkhawatirkan Jin Woo. 

Jaksa Chae menemui Dong Ho disebuah cafe, dengan wajah sinis menanyakan alasan menelpnya. Dong Ho to the point mengungkapkan ingin menangkap Gyu Man dan temanya itu seorang jaksa jadi meminta bantuanya. Jaksa Chae tertawa mengejek mendengarnya.
“Dasar Kau ini. Kau harus membayar bantuan yang telah kuberikan padamu.” Kata Dong Ho menagih, Jaksa Chae menegaskan kalau itu sudah lama.
Jika kau bisa menangkap Nam Il Ho yang ditakuti itu, kau akan menjadi jaksa terhebat yang bisa meruntuhkan perusahaan besar. Kasus ini akan menjadi tangga loncatanmu mencapai puncak.” Tegas Dong Ho meyakinkan.
Sepertinya kau sangat yakin bisa menangkapnya sekarang.” Kata Jaksa Chae
Karena aku memiliki bukti yang kuat.” Ucap Dong Ho dengan senyuman bahagia 

Joo Il duduk santai diruangan Dong Ho dan anak buahnya mengobrak-abrik berkas yang ada dilaci, meja, rak, seluruh ruangan hancur berantakan. Dong Ho datang langsung berteriak menyuruh berhenti sambil mengumpat, Joo IL pun menyuruh anak buahnya berhenti dan keluar dari ruangan.
Apa lagi maumu sekarang?” kata Dong Ho sambil mengambil buku yang berceceran di lantai
Bukannya kau sudah kuperingatkan? Kau sendiri yang memilihnya.” Ucap Joo Il
Berapa lama lagi kau akan terus menjadi anjing Nam Il Ho?” sindir Dong Ho, Joo Il mendekati Dong Ho sambil menepuk pundaknya. 

Dong Ho, kau hanya membahayakan dirimu saja.” Pesan Joo IL lalu menanyakan keberdaan Tuan Ha sekarang.
Sepertinya, tak akan mudah untuk membuatku membuka mulutku.” Tegas Dong Ho dengan mata sinis 

Gyu Man membahas tentang Bae Chul yang sedang dipenjara sekarang, Jaksa Hong tahu  Chul Joo adalah putra dari Saewon Grup. Gyu Man mengaku ingin bekerja sama dengannya, tapi  lebih baik melupakan saja.
Aku tak ingin menghancurkan perusahaan karena masalah kecil.” kata Gyu Man, Jaksa Hong pun mengerti dan akan mengurus masalah ini.
Terdengar ketukan pintu, Joo Il masuk meminta maaf karena datang terlambat, Gyu Man pun mengucapkan terimakasih pada Joo Il sudah berkerja sama denganya. Joo Il merasa kalau itu bebas karen bantuan Tuan Nam.
Presdir Seok Joo Il.  Apa "Terima Kasih"mu sudah cukup? Jika kau menerima bantuan Ketua Nam, kau harus membalasnya.” Sindir Jaksa Hong
Tak perlu kau beritahu, aku juga sudah mengetahuinya.” Tegas Joo Il
Saat Presdir Seok dipenjara, Seo Jin Woo membuat jebakan untukku. Kenapa kau tak mengurusnya kali ini? Tanpa kesalahan apapun.” Perintah Gyu Man, Joo Il mengerti dan akan segera mengurusnya lalu pamit pergi.
Dan oh ya, masih ada orang lain yang perlu kau temui.” Kata Gyu Man memberikan kode. Joo Il pun terdiam mendengar perintah Gyu Man 

Dong Ho datang ke kantor Jin Woo sendirian, Jin Woo dengan sinis menanyakan untuk apa Dong Ho datang ke tempatnya. Dong Ho menengaskan datang untuk membuat kesepakatan dengannya. Jin Woo tertawa mengejek mendengarnya.
Aku sudah keluar dari Il Ho  dan ingin menghancurkannya.” Tegas Joo Il, Jin Woo bertanya apa yang dinginkan Dong Ho sekarang, Dong Ho membuka koper dengan berkas dan bukti suara yang dimilikinya. Jin Woo melihat berkas Kasus Ledakan Seogwang Grup
Aku ingin menuntut mereka atas kasus pembunuhan ini.” jelas Dong Ho
Apa menurutmu tuntutan ini akan berhasil?” tanya Jin Woo kurang yakin
Ya, inilah alasanku datang ke sini... Jin Woo.... Apa kau ingin naik ke kapal yang sama denganku Untuk bersama-sama menghancurkan keluarga Nam? Aku telah bekerja untuk mereka selama 4 tahun. Aku yakin, kau membutuhkan informasiku.” Ucap Dong Ho
Syukurlah kau datang, aku juga ingin menanyakan sesuatu. Korban bernama Song Ha Young, kau masih ingat dia? Wanita yang diperkosa oleh Nam Gyu Man 5 bulan yang lalu.” Kata Jin Woo
Dong Ho pun menyakinkan Ha Young yang dimaksud itu dulu seorang aktris. Jin Woo mengingatkan kasus Ha Young yang selesai dengan kesepakatan sejumlah uang dan memberitahu akan  membawa kembali ke pengadilan. Dong Ho menegaskan bisa membantu karena mengetahui semuanya, menurutnya apabila mereka bsa berkerja sama maka akan bisa menghancurkan keluarga Nam.
Dan setelah itu, kau akan mengkhianatiku lagi seperti dulu?” sindir Jin Woo mengingat pengkhianatan Dong Ho
Kau boleh tak percaya kata-kataku Tapi, kau bisa percaya dengan apa yang akan aku lakukan. Aku akan memberitahu semua yang aku tahu tentang kasus ini. Dan juga, jika kau mau mengadilinya, kau perlu jaksa dan surat perintahnya, 'kan?” ucap Dong Ho, Jin Woo pun menatap Dong Ho seperti mencari keyakinan. 


Sang Ho tak melihat ramen dalam lemari didapur, Akhirnya ia pamit pada Tuan Ha untuk keluar membeli ramen dan memintanya untuk tak keluar rumah. Tuan Ha yang terlihat bosan menonton TV, menyuruh pergi saja. Datang seseorang masuk ke dalam rumah, Tuan Ha kaget melihat pria yang datang.
Beberapa saat kemudian, Sang Ho pulang tak melihat Tuan Ha sedang menonton TV, bahkan rumahnya berantakan. Dengan wajah panik Ia mengeluarkan ponsel berusaha melapor pada Dong Ho tapi tak menyambung. 

Joo Il membuat pesta dalam bar dengan anak buahnya, Dong Ho datang dengan Sang Ho menyindir Dong Ho yang telah sukses dan mengadakan acara sebesar itu sekarang. Joo Il menyuruh anak buahnya untuk minum dan makan saja.
Presdir Ha, kau menyembunyikannya di mana?” kata Dong Ho sudah menduga pelakunya adalah Joo il yang menculiknya.
Sepertinya kau salah orang kali ini.” balas Jo Il santai
Apa kau sudah lupa, bahwa kau ini sangat tak pintar berbohong?” ucap Dong Ho sinis
“Ahh... Begitu, ya? Tapi, kali ini kau salah orang. Aku tak tahu apa-apa, jadi pulanglah.” Komentar Joo Il menyuruh Dong Ho pergi
Apa... kau sungguh menyukai dunia itu?” ejek Dong Ho
Joo Il menegaskan apabila mereka tak bisa menyerah hanya karena jalan didepan tertutup. Dong Ho merasa tak bisa lagi memanggil, "Hyungnim". Joo Il melihat Dong Ho yang meninggalkan barnya.

Flash Back
Gyu Man membahas Dong Ho sedang menyelidiki masa lalu ayahnya, jadi tak mungkin membiarkan Dong Ho untuk terus menganggu ayahnya, karena ia adalah anak. Joo Il  menanyakan rencana Gyu Man dengan masalah itu
Park Dong Ho... bunuh dia. Dengan tanganmu sendiri.” Perintah Gyu Man,
Joo Il mengingat perintah Gyu Man terlihat geram dan bimbang karena harus membunuha Dong Ho yang sudah dianggap anaknya sendiri. 


Dong Ho dihalang-halangi pengawal ketika masuk rumah Tuan Nam, Tuan Nam sedang membaca diruanganya menyuruh pengawal membiarkan masuk. Dong Ho sempat melirik sinis pada Pegawal yang menghalangi jalanya. Tuan Nam dengan nada mengejek bertanya apakah rencana Dong Ho lancar.
Presdir Ha, di mana dia sekarang? Apa kau tak puas membunuh orang?” ejek Dong Ho
Apa kau pikir membunuh itu mudah?” balas Tuan Nam
Aku tahu, kau selalu membuat orang lain memilih mati atau menurutimu.” Tegasa Dong Ho
Kalau begitu, kau sudah tahu apa mauku dalam masalah ini.” ucap Tuan Nam
Dong Ho tak ingin berbelit-belit lagi menanyaka keberadaan Tuan Nam sekarang, Tuan Nam melirik keara luar, Detektif Bae berjalan didepan ruangan, Dong Ho tak percaya ternyata Detektif Bae sudah bergabung dengan Tuan Nam. 

Dong Ho langsung mencengkram baju Detektif Bae karena sudah menculikn Tuan Ha. Detektif Bae memberithu Tuan Ha tak terluka jadi tak perlu khawatir lagi, Dong Ho ters mencengkeram menanyakan keberadaan Tuan Ha sekarang. 
“Aku sudah mengirimnya ke luar negeri. Aku tak bisa membunuhnya,  karena aku adalah detektif.” Jelas Detektif Bae melepaskan cengkram tangan Dong Ho
Sejak kapan? Sejak kapan kau menjadi anjing Nam Il Ho?!” teriak Dong Ho geram
Pengacara Park, apa kau ingat hukumanku saat aku menyelidiki kasus ayahmu? Kau tak akan tahu, betapa menyesalnya aku dan Karena jadi sok pahlawan, hidupku hancur seperti ini.” kata Detektif Bae, Dong Ho ingat Detektif Bae yang ingin tahu kebenaran dari kasus itu
Kebenaran? Apa kebenaran itu bisa memberiku makanan? Bukannya yang diinginkan semua orang adalah uang? Kau juga tak pernah memberiku uang atau apapun itu.” Ejek Detektif Bae yang sudah dibutakan dengan uang.
Detektif Bae!!! Sadarlah, sebelum hidupmu juga hancur.” Teriak Dong Ho memperingatinya. 

In Ah sedang dalam kantor kaget melihat Ha Young datang menemuinya. Ha Young duduk dikursi, In Ah pun mengucapkan terimakasih atas kedatangan Ha Young ke kantornya. Ha Young menanyakan alasan In Ah yang tertarik dengan kasus yang pernah menimpanya. In Ah terlihat binggung menjawabnya.
Saat persidangan itu, tak ada satu pun yang percaya.” Kata Ha Young
“ Mulai dari Hukum dan semua media, Nam Gyu Man menutup mulut mereka semua. Semua jaksa dan juga pengacara setuju untuk menutup kasus itu Lalu, mereka membuatmu terlihat seperti wanita yang gila uang, dan mungkin akan terus mengawasimu. Aku hanya ingin semua orang tahu dosa yang diperbuat Nam Gyu Man.” Jelas In Ah
Ha Young seperti tak yakin In Ah bisa melakukan hal itu, In Ah menegaskan apabila Gyu Man tak dihukum, maka akan terus mengulanginya. Dan korban seperti Ha Young akan bertambah banyak lagi. Ha Young dengan mata berkaca-kaca menceritakan kejadian 5 bulan lalu.

Flash Back
Ha Young terdiam diatas tempat tidur seperti kehilangan seluruh raganya, wajahnya belepotan maskara akibat air matanya. Gyu Man sudah memakai bajunya sambil merapihkan didepan cermin, mengatakan kalau mereka melakukan itu karena Ha Young juga ingin melakukanya, lalu melempar selembar uang 1 juta won yang menurutnya itu cukup, dengan berjalan sempoyongan keluar dari kamar. Ha Young hanya bisa menangisi nasibnya yang sudah diperkosa oleh Gyu Man. 
Ha Young terus menangis mengingat kejadian lima bulan yang lalu membuat karirnya hancur. In Ah menatap Ha Young seperti merasakan penderitaanya. Ha Young mengeluarkan kartu nama dari dalam tasnya, kalau itu adalah Managernya dan karena orang itu bisa bertemu dengan Gyu Man, In Ah melihat nama Manajer Kim Chan dari IG Entertainment
Akan kupastikan Nam Gyu Man mendapat balasan atas perbuatannya. Aku akan memberikan keadilan itu padamu.” Ucap In Ah berjanji pada Ha Young. Ha Young mengangguk walaupun masih saja tak bisa menahan rasa sedihnya. 


Dong Ho menemui Jaksa Chae menceritakan Tuan Nam sudah menculik Tuan Ha yang selama ini disembunyikanya. Jaksca Chae melihat kasus yang sudah 17 tahun lalu, selain itu  Tuan Nam adalah pengusaha besar, menurutnya hanya dengan catatan kejahatan biasa maka tak akan menjatuhkannya begitu saja.
Jika aku tak bisa mengikat kaki dan tangan Nam Il Ho, setidaknya aku bisa mengikat kaki dan tangan Nam Gyu Man.” Ucap Dong Ho, Jaksa Chae heran Dong Ho menyebut nama Gyu Man
Jika aku mengikat tangan dan kaki Presedir Nam Gyu Man, maka Nam Il Ho pasti akan goyah.” Tegas Dong Ho
Informasi apa yang akan kau gunakan untuk mengikatnya?” tanya Jaksa Chae
Jin Woo sudah menyiapkan semuanya.” Ucap Dong Ho, Jaksa Chae terlihat kaget Dong Ho menyebut Jin Woo lalu merasa tak yakit bisa kuat mengingat Gyu Man, Dong Ho yakin Sangat kuat untuk bisa mengejutkannya. 

Jin Woo bertemu dengan seorang pria yang dulunya adalah Manager Ha Young, Manager Kim melihat dua orang yang mencarinya, mengaku dulu memang manager Ha Young. Jin Woo to the point ingin menanyakan beberapa hal padanya.
Song Ha Young adalah aktris yang baru saja akan debut, tapi sekarang dia menjadi wanita penghibur untuk kalangan atas, kenapa bisa seperti itu?” tanya Jin Woo mencari tahu
Untuk apa kau mengetahuinya? Seorang wanita cantik seperti dia hanya ingin mencari sponsor kaya. Hal seperti itu sudah sangat biasa di negera ini.” ucap Manager Kim merendahkan Ha Young
Anda juga bersaksi dalam persidangan pemerkosaan Song Ha Young, 'kan?” kata Jin Woo
“Benar...  Ha Young sangat menyukai uang. Seperti tikus, dia akan langsung mengejar makanannya.” Kata Manager Kim lalu memilih untuk meninggalkan keduanya karena sedang sibuk dan menerima telpnya. 

Jin Woo menemui Detektif Gwak di penjara, mencritakan masih belum berhasil membuat Nam Gyu Man duduk di sebelahnya, Detektif Gwak berkomentar sayang sekali, tapi menurutnya Jin Wo datang pasti tanpa hasil apapun ditanganya.
Apa ada informasi penting mengenai si bocah kaya itu?” tanya Detektif Gwak penasaran.
Apa kau mengenal Manager Kim Chan?” tanya Jin Woo mencari informasi
Si manager preman itu? Dia biasanya yang mengatur jadwal para aktor pemula, tapi Sekarang dia adalah CEO  dari sebuah rumah produksi. Selain itu dia juga germo yang menjual wanita ke pengusaha kaya raya.” Cerita Detektif Gwak, Jin Woo terdiam seperti bisa mengetahui informasi lebih tentang Manager Kim. 

Sek Ahn mondar mandir dalam ruangan Gyu Man dengan wajah binggung, ingatanya kembali dengan sikap semena-mena Gyu Man yang  menyuruhnya bungkuk 90 derajat seperti orang bawahan bukan teman. Lalu memuluknya sekuat tenaga karena hanya melakukan sedikit kesalahan yang diperbuatnya. Dan penghinaan terakhirnya adalah menyelipkan uang disaku jasnya dan mengganggapnya rela menjadi anjing  demi uang.
Matanya terpejam memikirkan sesuatu dengan semua amarah yan ditahanya selama ini, lalu dengan wajah serius menatap patung kepala kuda tempat menyimpan barang bukti yang digunakan Gyu Man untuk membunuh Jung Ah. 

Hakim Kang memeriksa berkas didalam ruanganya, Sek Ahn masuk dengan wajah terlihat sangat binggung. Hakim Kang melihat temanya datang, binggung karena datang pada tengah malam. Sek Ah memilih untuk duduk dikursi tanpa berbicara apapun, Hakim Kang pun mendekati temanya yang terlihat beda dari sebelumnya.
Suk Kyu, Kau pernah bilang.... kau tak ingin namaku dan juga Gyu Man berkaitan dengan pembunuhan Oh Jung Ah. Maaf, tapi ada yang ingin kuberitahu padamu.” Ucap Sek Ahn lalu memberikan pisau lipat yang digunakan Gyu Man untuk membunuh Jung Ah
Bagaimana bisa bukti ini ada padamu? Bukannya sudah disita?” tanya Hakim Kang tak percaya
Bukti yang dihadirkan dalam sidang Seo Jae Hyuk adalah palsu.” Kata Sek Ah mengakuinya. Hakim Kang makin kaget mendengarnya

Flash Back
Sek Ahn datang melihat Jung Ah sudah tak bernyawa, Gyu Man dengan darah yang masih menempel diwajahnya mengancam Sek Ahn untuk mengantikanya di penjara.
Kau tak mau, 'kan? Jadi, diam saja dan bersihkan ini, brengsek.” Perintah Gyu Man lalu menunjuk pisau lipat yang berada di tanah untuk membuangnya.
Sek Ahn benar-benar pusing melihat tingkah atasanya yang pergi begitu saja, ia pun pergi ke dapur villa mencari dibagian pisau dan menemukan bentuk pisau yang sama dengan yang digunakan Gyu Man.
Ini adalah bukti yang aslinya, dan Gyu Man adalah pembunuhnya. Siapa yang berani berbohong pada hakim sepertimu? Jadi, aku membawa bukti ini.” ucap Sek Ahn
Ya, kau membuat keputusan yang bagus Soo Bum dan Kau juga pasti sudah tertekan. Kau memang tak bisa menghindari hukuman, tapi bukti ini bisa meringankannya.” Ucap Hakim Kang, Sek Ahn pun mempercayakan semuaya pada temanya. 


Jaksa Chae datang ke kantor Jin Woo berkomnetar bagus dan nyaman. Dong Ho pun menyapa In Ha yang sudah lama tak bertemu. In Ah menegaskan tak menyangka bias bertemu dengan Dong Ho seperti ini. Dong Ho merasa memang inilah hidup yang akan terus berputar.
Kami ingin menyeret Nam Gyu Man ke pengadilan, tapi pengacara tak punya hak.” Ucap In Ah langsung ke inti masalah
Tapi, bahkan seorang jaksa tak bisa melakukannya tanpa sebuah bukti.” Kata Jaksa Chae, Jin Woo memberikan tumpakan berkas sebagai bukti.
Ini adalah berkas atas kasus pemerkosaan Song Ha Young” jelas Jin Woo, Dong Ho mengatakan telah menambahkan hasil dari penyelidikannya, Jaksa Chae membaca berkasnya.
Kita akan mendakwanya atas kasus pemerkosaan dan juga penggunaan narkoba dan akan mengungkapkan kejahatannya di pengadilan.” Ucap Jin Woo
Ya. Tapi, yang perlu kita lakukan pertama adalah menempatkannya di kursi terdakwa.” Kata Dong Ho, Jaksa Chae merasa informasi itu sudah cukup
In Ah sudah bisa menembak yang akan membela Gyu Man  nanti adalah Pengacara Hong. Jin Woo bertekad tak bisa membiarkan Ha Young mengalami nasib yang sama dengan Jung Ah. Jaksa Chae dan Dong Ho menatap Jin Woo yang masih penuh dendam dengan Gyu Man. 

Didepan gedung il Ho grup, Jaksa Chae dan polisi masuk kedalam gedung. Gyu Man sedang ada diruanganya menanyakangerak-gerik Seo Jin Woo, Jaksa Hong merasa Jin Woo sedang beristirahat. Jaksa Chae masuk ke dalam ruangan, Sek Ahn berusaha menahanya. Jaksa Hong kaget melihat Jaksa Chae tiba-tiba merobos masuk.
Atas tuduhan pemerkosaan Song Ha Young dan penggunaan narkoba secara ilegal, Aku membawa surat perintah penangkapan Presdir Nam Gyu Man.” Ucap Jaksa Chae memperlihatkan surat didepan mata Gyu Man
Jadi, kau membawa surat penangkapanku? Jaksa Chae, bukannya ini masih pagi untuk bercanda begini?” kata Gyu Man berdiri dari kursinya.
Banyak pasang mata di sini, jika anda bekerja sama, kami akan bertindak halus.” Tegas Jaksa Chae
“Kau bilang Bekerja sama? Apa kau serius tadi? Hei, aku adalah Nam Gyu Man. Kau tahu?” kata Gyu Man sombong

Jaksa Chae menyuruh polisi segera menangkap Gyu Man, tangan Gyu Man langsung diborgol dan berteriak meminta dilepaskan tapi polisi tetap membawanya keluar ruangan. Sek Ahn terdiam seperti dalam hatinya bahagia karena Gyu Man dibawa polisi.
Jaksa Chae, sebaiknya kau bersiap menerima tindakanmu ini.” kata Jaksa Hong memperingati, Jaksa Chae seperti tak peduli dengan lirikan sinis dan memberikan hormat, meninggalkan ruangan. 


Gyu Man seperti tak menyadari kesalahanya, dengan senyuman liciknya seperti bahagia dibawa oleh polisi dan lihat oleh seluruh karyawan. Tiba-tiba ia meminta berhenti untuk menghafal wajah orang-orang yang menangkapnya, Jaksa Chae memerintahkan untuk segera pergi.
Jin Woo dan In Ah datang, bisa melihat Gyu Man sudah diborgol dan siap dibawa ke kantor polisi. Gyu Man melihat Jin Woo dan In Ah sekarang bergantian dengan lirikan sinisnya, lalu tersenyum licik.
Apa kalian pikir bias menyentuh sehelai rambutku?” ejek Gyu Man merasa bisa lolos
Semua kejahatanmu akan terungkap satu-persatu di persidangan.” Tegas Jin Woo, Gyu Man mengangguk lalu dengan santai akan menunggunya, keduanya saling menatap seperti siap bertarung.
bersambung ke part 2  

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar