Kamis, 25 Februari 2016

Sinopsis Come Back Mister Episode 1 Part 2



Da Hye membawakan tas yang berisi kue beras dan berpesan pada suaminya agar menyampaikan pada Manager Ma sebelum kuenya itu menjadi keras. Young Soo ingin berbicara, Da Hye menyela meminta maaf karena mengambil kue beras sembarangan dan mengaku sangat ceroboh. Young Soo merasa dirinya lah yang salah.
“ Tapi... Tentang makan malam nanti.” Ucap Young Soo gugup, Da Hye menduga suaminya itu akan ada rapat penting lagi.
Aku benar-benar minta maaf. Tapi... Aku tahu ini berat, tapi tunggulah sebentar lagi. Kau akan mendapatkan hadiah yang setimpal, Aku mohon Kali ini saja. Dan kita pergi liburan tahun depan. Saat ulang tahun pernikahan kita. Aku janji” kata Young Soo sambil mengaitkan jarinya untuk melakukan sumpah dengan istrinya. Da Hye melepaskan tanganya.
Aku mau kerumah sakit.” Kata Da Hye, Young Soo panik berpikir istrinya itu yang sakit.
Bagaimana bisa kalau Cuma aku sendiri yang datang? Kau sangat tidak peduli dan selalu pulang terlambat. Saat ada kesempatan pulang lebih awal, kau menyia-nyiakannya.” Keluh Da Hye
Aku tidak pernah bilang apa-apa, tapi Han Na saja sudah cukup. Kenapa kau ingin anak lagi?” kata Young Soo

“Lalu Bagimu... aku ini apa?” ucap Da Hye menahan kesal, Young Soo menyadari dan berjanji lain kali.
Lain kali...! Lain kali... Berhentilah berjanji. Aku muak dengan permintaan maafmu.” Teriak Da Hye meluapkan amarahnya. Young Soo heran melihat sikap istrinya tak seperti biasanya.
Aku ingin berhenti menunggu dan mengerti sendirian.” Kata Da Hye
Kita adalah keluarga dan Keluarga harus saling mengerti, aku juga tidak bersenang-senang, Aku juga lelah. Lalu Untuk siapa aku melakukan ini?” kata Young Soo meminta pengertian istrinya.
Da Hye bertanya balik untuk siapa suaminya melakukan perkerjaan itu, dan meminta tidak mengatakan untuk keluarganya. Keduanya sama-sama menghela nafas, Young Soo meminta mereka untuk berbicara lagi dirumah saja. Da Hye bertanya apakah Presdir tahu kalau Young Soo hidup seperti sekarang ini. Young Soo meminta Da Hye tak membahasnya lagi.
Kau menelantarkan keluargamu, dan memberikan hidupmu pada perusahaan.” Teriak Da Hye merasa suaminya tak adil
Sudah cukup!” teriak Young Soo sudah mengangkat tanganya dan siap untuk memukul istrinya.
Da Hye melotot kaget sang suami berani untuk memukulnya, Young Soo menurunkan tanganya memegang kepalanya seperti menyadari sudah melakukan kesalahan. Ia akhirnya mendorong kursi dan berteriak meminta istrinya menghentikan semuanya, karena istrinya itu tak tahu masalah bisnis sambil menendang pot besar didepanya. Da Hye kaget melihat suamianya benar-benar meluapkan amarahnya.
Young Soo terus berteriak tak menyangka Da Hye bisa melakukan itu padanya dan bertanya kesalahan yang sudah diperbuatnya selama ini. Da Hye dengan mata berkaca-kaca, apakah hanya karena ini saja maka Young Soo mengajaknya menikah. Young Soo berteriak frustasi sementara Da Hye hanya bisa menangis. 


Seorang pria terlihat ketakutan disebuat tempat dan bertanya siapa pria yang datang menemuinya. Gi Tak menatap si pria dan langsung memberikan tinjuanya, tapi pukulanya mengenai tembok dibelakanganya, sampai semuanya jatuh berantakan.
Tidak ada yang lebih baik daripada memukuli pembohong. Kenapa? Apa Kau tidak suka?” kata Gi Tak siap memberikan pukulan pada badan si pria 

Direktur Cha memegang ponsel dengan gantungan kunci Lala, Seketarisnya memberitahu Artikel tentang penyuapannya sudah dihentikan tapi menurutnya memang  pihak Concomour, menyebabkan sedikit masalah dan dengan Satu kesalahan saja, media pasti akan melebih-lebihkannya. Direktur Cha tertawa mendengarnya, sambil mengunting-gunting nori.
Intinya, Sek Ko ini....  sudah membereskan masalah yang kalian perbuat. Jadi!” teriak Direktur Cha yang membuat petinggi lain ketakutan karena gunting yang dipeganga pada Direktur Cha.
Kalau ada yang membuat saham perusahaanku turun maka Dia akan kehilangan kepalanya. Jadi pastikan, untuk memotong ekormu.” Kata Direktur Cha sambil memasukan ponsel ke dalam wine.
Sek Ko berbisik pada Direktur Cha, terlihat Direktur Cha tersenyum licik mendengarnya. 

Gi Tak memberikan pilihan pada pria itu, mengatakan kebenaran dan boleh menyimpannya, karena ia sudah muak memberikan uang pada orang itu. Dan juga tidak bisa mengontrol diriya ketika marah. Si Pria terlihat ketakutan karena seluruh badanya diikat.
Apa yang akan terjadi saat petinju yang lepas kendali, lalu menghajar seseorang dengan dendam?” ucap Gi Tak mengancam memperlihatka kepalan tanganya.
Jangan bunuh aku.” Kata Si pria memohon
Gi Tak pikir sudah pasti tak akan membunuhnya, karena wajahnya yang tampan adalah kehidupan untuk pria itu. 

Young Soo dengan penuh semangat memulai pesta dengan mencampur bir dan Soju dalam gelas, semua wanita dan pria yang ada diruang bertepuk tanganya, lalu memberikan pada Direktur Lucia. Tapi sang Direktur Lucia memilih untuk minum air putih.
Direktur tidak bisa minum juga tidak suka wanita.” Bisik sekertaris pada Manager Ma
Kenapa dia tidak suka wanita?” bisik Manager Ma binggung
Direktur Lucia membersihkan bajunya seperti tak ingin tersentuh oleh wanita-wanita yang ada disampingnya. Young Soo pun panik karena tak bisa  mengambil hati Direktur Lucia. 

Manager Ma pun memanggil Direktur Choi yang keluar dengan wajah kesal, karena tak ingin pergi begitu saja. Direktur Choi mengaku sangat berharap pada Sunjiin tapi menurutnya harapanya itu terlalu besar. Manager Ma pikir itu tidak benar.
Direktur Choi tak peduli memilih masuk kedalam mobilnya bersama sekertarisnya. Manager Ma dan Young Soo mencoba menghentikan Direktur Choi tapi tetap saja mobilnya dengan cepat pergi. Manager Ma langsung memarahi Young Soo yang tak pernah melakukan sesuatu dengan benar dan langsung kembali ke tempat karaoke. 

Young Soo menghela nafas panjang, Kim Han Na mengirimkan pesan  pada ayahnya Kembalilah hidup-hidup. Ayah, semangat!tanganya mengenggam ponselnya erat-erat seperti merasakan semangat yang diberikan anaknya. Lalu berlari sekuat tenaga berlari mengejar mobil Direktur Choi.
Flash Back
Han Na berbicara di telp memberitahu tentang Cara untuk mengakhirinya dengan 3 senjata mematikan, yaitu mengembungkan wajahnya sampai bulat, lalu bergaya kelinci dan merengek.  Young Soo tersenyu melihat ananya yang memberikan tips.

Young Soo terus berlari bahkan dipertigaan sempat terserempet mobil, wajahnya sudah sangat basah dengan keringat sampai ke rambut-rambut. Teringat kembali janji pada istrinya yang akan mengajak liburan pada hari pernikahan tahun depan, tapi sang istri sangat marah dan tak ingin Young Soo berjanji karena ingin berhenti menunggu dan mengerti, sendirian.
Dengan kecepatan penuh, Young Soo menambah kecepatan kakinya. Lampu merah menyala, membuat mobil Direktur Choi berhenti. Young Soo dengan nada terengah-engah berdiri didepan mobil agar tak jalan. Direktur Choi melonggokan kepalanya berteriak menanyakan apa yang dilakukan Young Soo.
“Direktur..... tolonglah... Beri kami satu kesempatan. Kami akan menyiapkan ruang pameran yang mewah.” Kata Young Soo berbicar didepan jendela, Direktur Choi menyuruh sopirnya untuk jalan. Young Soo memasukan tangannya kedalam jendela.
“Tunggu sebentar.. Hari ini adalah ulang tahun pernikahanku. Aku bahkan sudah membatalkan janji dengan istriku, dan datang pada pertemuan ini. Meski mengecewakan keluargaku, aku datang kemari.” Cerita Young Soo, Direktur Choi pun menurunkan jendela mobilnya.
Ini kesempatan terakhirku, Direktur.  Tolong beri kesempatan Atau, ada ruangan lain...” kata Young Soo tiba-tiba langsung jatuh lemas

Sekertaris dan Direktur Choi akhirnya keluar dari mobil untuk menolongnya, Young Soo mengatakan kalau ia baik-baik saja dan langsung memeluk kaki Direktur Choi memohon untuk memberikan kesempata sekali lagi dan berjanji akan melakukan apapun untuk Lucia. Direktur Choi mengerti dengan menepuk punggung Young Soo.
Young Soo berjanji akan melakukan yang terbaik untuk Lucia, jadi memohon untuk memberikan kesempatan. Direktur Choi pun berjongkok mengatakan setuju dengan tawaran Young Soo dan mengajak untuk melakukan pertemuan sekali lagi. Young Soo pun tersenyum dengan mengucapkan terimakasih.
Direktur Choi bertanya apakah Young Soo bisa bangun sekarang, Young Soo mengaku bisa bangun tapi kakinya seperti tak bisa menopang badanya. Direktur Choi pikir Young Soo perlu ke rumah sakit. 

Gi Tak bertemu dengan Yi Yeon dipinggir sungai Han memberikan USB yang berisi video pernyataan dari model dan akan mau memberikannya pada notaries, menurutnya  Semuanya sudah berakhir, Gosip tentang skandal Yi Yeon Dan mantan suaminya. Yi Yeon berterimakasih dengan memegang USB di tanganya.
Dan, kita... tidak perlu bertemu lagi Jangan lagi menemuiku.” Tegas Gi Tak, Yi Yeon sadar dengan hal itu.
Aku tidak membencimu, Tidak akan pernah. Jadi hiduplah dengan tenang. Dan tolong, jangan menemuiku lagi Karena nanti aku akan membencimu.” Ucap Gi Tak akan berjalan pergi.
Yi Yeon menahan tangan Gi Tak untuk tak pergi, dan mengucapakan permintaan maafnya. Tangan Gi Tak mengepal seperti menahan amarahnya. Yi Yeon ingin mengakui sesuatu, tapi Gi Tak langsung berpesan agar Yi Yeon bisa hidup dengan bahagia. Yi Yeon tetap menahan Gi Tak untuk tak pergi.
Gi Tak akhirnya membalikan badanya melihat Yi Yeon menangis, dengan sedikit mengumpat akhirnya memeluk sang cinta pertamanya. Yi Yeon pun menumpahkan rasa sedihnya di pelukan Gi Tak. Tiba-tiba lampu blitz yang menyilaukan dirasakan keduanya, Yi Yeon berteriak kalau ada paparazi. Gi Tak langsung masuk dalam mobil mengejar si paparazi.


Dengan kecepatan penuh Gi Tak terus mengikuti mobil yang mengambil gambarnya, Seung Jae menelp menanyakan apa sebenarnya yang terjadi, Gi Tak yang ingin menutup telp karena akan memberitahu binggung dengan pertanyaan anak buahnya.
Seung Jae memberitahu ada polisi yang datang ke restoran mereka. Gi Tak kaget, Seung Jae mendengar tuduhannya adalah Gi Tak yang memukuli orang dan bertanya apa yang terjadi sebenarnya. Gi Tak langsung membuang hands freenya dengan sepenuh jiwa raga mengejar mobil paparazi.
Yi Yeon pulang dengan naik taksi dan melewati layar lebar yang biasa menampilkan berita gossip. Kali ini beritanya membuat melonggo  Pacar Song Yi Yeon diancam dan dipukuli oleh preman. Dengan si model yang tak dikenalnya dengan wajah babak belur.
Gi Tak sempat berada sejajar dengan mobil tapi tak bisa melihat karena kaca mobil terlalu hitam. Mobilnya sempat oleng ketika harus menghindari mobil dipertigaan. Kejar-kejaran masih saja terus berlangsung. 

Young Soo terlihat setengah sadar didalam taksi, berita radio memberitahu karena festival kembang api internasional 2016 Lalu lintas diprediksi akan padat dan akan segera dimulai. Tiba-tiba taksi berhenti dan Young Soo langsung turun lalu muntah dan langsung jatuh berbaring ditengah-tengah trotoar.
Matanya langsung melihat kerlap kerlip kembang api dilangit, wajahnya terlihat sangat pucat tapi masih bisa berkata kembang apinya sangat cantik. Ponselnya berbunyi, Han Na sang anak menelpnya.
Ayah, dimana sekarang? Katanya ibu sendirian. Apa Ayah membatalkan janji lagi? Aku bisa gila!!!! Ayah Dimana? Apa Ayah minum lagi?” ucap Han Na
Tidak, ayah tidak minum, bahkan Tidak sedikitpun.” ucap Young Soo masih berbaring di trotoar
Han Na tak percaya dan mengancam ayahanya akan mendapatkan masalah karena Yoo Jae Seok pun tidak akan bisa lolos dan kakeknya akan mencari perlindungan temannya, jadi meminta sang ayah berhenti minum dan cepat pulang. Young Soo mengerti mengaku sedang dalam perjalanan dan sebentar lagi sampai.
Dengan kekuatanya, Young Soo bangun dan melihat ujung spanduk yang lepas di bagian atas mall

Mobil Young Tak melayang mengejar si paparazi. Young Soo sudah melepaskan sepatunya dan berjalan merayap dan melihat kebawah, dengan jarak yang cukup tinggi, dengan keberanianya salah satu tanganya ingin meraih kain spanduk yang lepas, tapi buru-buru memegang tembok tangan hampir jatuh.
Teringat kembali ucapan Manager Ma yang menganggap tak ada yang benar bisa dilakukanya, Young Soo kembali mencoba meraih kain spanduk yang lepas, saat itu ingatnya kembali dengan istrinya yang mengatakan hanya dengan semua ini membuatnya mengajak menikah. Mata Young Soo terlihat buram dan ledakan kembang api semakin meriah.  
Gi Tak masuk terus mengejar si paparazi, mobil depanya berhenti mendadak. Gi Tak membanting stirnya melaju ke jalur kanan, terlihat ada bagian jalan yang sedang diperbiaki. Mobil Gi Tak menabrak alat berat dan akhirnya terbalik, terseret beberapa meter.

Kembang api terus menyala, Kaki Young Soo lemas dan akhirnya jatuh seperti kembang api yang surut. Da Hye masih menunggu dicafe untuk merayakan ulang tahun pernikahan sambil melihat kembang api. Gi Tak masi bisa berpegangan pada dinding untuk bertahan, seorang penjaga sedang patroli bertanya apakah ada orang, Young Soo tak bisa mengeluarkan suara karena sudah sangat lelah dan tanganya pun terlepas.
Akhirnya ia melayang jatuh ke bawah, kepala Gi Tak berdarah posisinya masih terbalik. Tanganya masih bergerak dan bisa melihat ada yang mendekat,. Young Soo melayan diudara melihat burung merpati yang berterbangan dan tubuhnya terhempas kebawah, saat itu juga sebuah truk langsung menghantam mobil Gi Tak, membuat mobil berguling-guling. 

Seperti disebuah stasiun, beberapa orang menangis karena tak ingin pergi dan meminta untuk kembali. Dua buah karcis diberikan dua cap yang berbeda, beberapa orang mulai mengantri. Young Soo lebih dulu menerima karcisnya, lalu Gi Tak menerima karcisnya.
Young Soo melotot kaget melihat karcisnya bertulisan tujuanya “Neraka” Gi Tak binggung melihat karcisnya itu tujuannya “Surga”. Keduanya berbarengan kembali ke loket karcis. 

Gi Tak merasa ada yang salah dengan tujuanya, Young Soo juga berpikir karcisnya juga salah. Ma Ya si penjaga loket melihat catatanya, dan memanggil Gi Tak untuk pergi ke surga, memberitahu memang selama ini berbuat kesalahan tapi disaat-saat terakhir hidupnya sudah menebusnya.
Aku menebusnya? Apa Kau yakin?” tanya Gi Tak tak percaya.
Neraka ada bukan untuk semua orang, Itu seperti penjara di dunia.” Jelas Ma Ya
Lalu kenapa aku ke Neraka? Aku tidak pernah dipenjara, menaati lalu lintas, dan menjaga tingkah laku.” Kata Young Soo, Ma Ya melihat catatanya.
“Tuan Kim Young Soo, Anda melakukan bunuh diri dan Bunuh diri itu buruk.”jelas Ma Ya, Young Soo berteriak kalau tak mungkin 

Di pintu masuk, Gi Tak memberikan karcisnya untuk diperiksa oleh Ma Ya sambil bertanya siapa yang berani membunuhnya.  Ma Ya mengatakan tidak bisa mengatakannya. Dengan mata sinis, Gi Tak mengartikan itu bukan sebuah kecelakaan. Ma Ya mengatakan kembali tak bisa mengatakanya.
“Ahhh.... Aku selalu ingin mengatakan kalimat itu. Bukankah aku terdengar seperti Al Pacino?” kata Gi Tak bangga. 

Si pria tua mengatakan kalau  sudah dipastikan bunuh diri. Young Soo mengaku hanya ingin membetulkan spanduk, Si pria tua bertanya alasan Young Soo  melakukannya sendiri dan mengejak kalau ia bukan superman. Young Soo mengaku karena  terpaksa.
Kau sudah lama merencanakan kematianmu.” Kata si pria itu, Young Soo binggung
Dari tanggal 3 sampai 5 desember. Kau hanya tidur 2 jam dan makan 2x sehari, Kau makan mie instan, kimbab, dan burger dan juga meminum minuman bersoda. Bukankah kau berencana bunuh diri dengan menelantarkan tubuhmu?”jelas si pria menjelaskan
Tidak, itu karena aku sibuk menyiapkan penjualan.” Kata Young Joo membela diri
Tanggal 4 januari kau minum banyak obat. Apa kau kecanduan?”kata si pria tua

Tidak, itu... Pil diet, karena Istriku selalu mengomel tentang perutku.” Jelas Young Soo sambil berdiri.
Si pria tua tahu Young Soo sudah mendaftar fitness, Young Soo menghitung hanya dua kali saja.  Pria itu mengingatkan mulai 4 sampai 12 januari, setiap hari Young Soo minum. Young Soo mengatakan kalau itu karena ada tamu. Si pria tua berteriak Young Soo hanya menyari-nyari alasan.
Kim Young Soo, jumlah alkohol yang kau minum, terdiri dari 45.800 gelas koktil dan 2.353 anggur Kalau ditambah soju, bir dan minuman lainnya. jumlahnya sama dengan 1/30.000 lautan pasifik! Ini lebih serius daripada pemanasan global.” Tegas si pria
Apa hubungannya dengan pemanasan global?” tanya Young Soo binggung
Kau menderita stroke, serangan jantung, dan sirosis hati. Belum termasuk darah tinggi, kolesterol, dan wasir. Ada 15 macam penyakit dan kau tidak pernah menghiraukannya. Itu namanya bunuh diri! Dan ini Sudah diputuskan!” tegas Si pria itu
Young Soo menangis tak bisa menerimanya, lalu berlutut didepan pria tua mengakui itu semua salahnya, kacamatanya dilepas sambil menceritakan melakukannya semua hanya bekerja keras tapi ternyata hidupnya malah tak sehat. Sambil tertunduk menangis meminta maaf karena semua ini adalah kesalahanya.
Air mata Young Soo jatuh ke atas karcis dan berubah tujuannya jadi kesurga, Si pria tua pun bisa mengerti dengan pengakuannya, Young Soo membuka matanya dan menyadari tujuannya berubah, lalu menatap si pria tua dengan melonggo.

Si pria tua menyuruh Young Soo untuk pergi karena kereta akan segera tiba dan mengatakan alasannya meninggal karena pendarahan otak. Young Soo pun tersenyum dan mengucapkan terimasih beberapa kali, lalu berdiri pergi ke melalui pintu.
Tapi... apa keluargaku berpikir, aku melakukan bunuh diri?” tanya Young Soo didepan pintu
Serahkan urusan duniawi pada yang masih hidup.” Kata si pria tua, Young Soo binggung dan ingin bertanya tapi pintu langsung tertutup dengan cepat. 

Asap dari kereta uap pun siap melaju, beberapa orang berjalan mengantri untuk masuk ke dalam gerbong. Salju turun dengan deras, Gi Tak masuk lebih dulu tapi sebelum naik menatap kearah luar seperti masih belum bisa meninggalkan dunia, tapi dengan percaya diri masuk ke dalam kereta.  Young Soo giliran masuk, sempat melakukan hal yang sama dengan Gi Tak, lalu menaiki keretanya.
Si pria tua lambaikan benderanya seperti tanda aman, roda kereta mulai berjalan, si pria tua dan Maya pun melambaikan tangan pada orang-orang yang akan pergi ke surga. 

Asap mengelup keudara, didalam gebong, Gi Tak melihat Young Soo duduk disampingnya mengatakan mereka sekarang jadi rekan di akhirat dan mengajak untuk saling mengenal.
Aku Han Gi Tak yang mati belum waktunya.” Ucap Gi Tak mengulurkan tanganya.
Aku Kim Young soo yang mati karena pendarahan otak.”kata Young Soo menjabat tanganya.
Gi Tak pikir dirinya itu  tidak akan sendirian nanti di Surga. Young Soo merasa bukan saat yang tepat untuk dikatakan tapi cukup senang juga bertemu dengan Gi Tak. Keduanya pun tertawa bersama.
Kereta masuk terowongan dan seluruhnya ruangan gelap gulita, keluar dari terowongan salju yang menempel dikaca berubah jadi lembaran bunga berwarna pink. Semua melihat pemandangan yang sangat indah layaknya sebuah surga yang diceritakan orang-orang.
Gi Tak seperti melihat Yi Yeo sedang berlari-lari dibukit dengan wajah gembira, teringat kembali saat melihat video Yi Yeon si TV sebelum tidur dikamarnya dan mengkhayal bisa memegang rambutnya.  

Young Soo menatap jendelanya seperti melihat kenangan saat istrinya membersihkan rumah dan mengodanya dengan bersikap khayang diatas sofa. Han Na melompat ke atas tubuh ayahnya, Young Soo pun dengan mengajak bercanda anaknya. Ayahnya yang sangat mirip pun dengan, sambil makan dan mengaruk badanya dengan anjing kesayangan. Young Soo menangis mengingatnya.

Gi Tak bisa mengingat saat masih remaja bermain bersama Yi Yeon dipantai sambil berkejar-kejaran. Tangan mengepal seperti menahan amarahnya, Young Soo masih saja menangis mengingat semua kenangan. Air matanya sampai membuat hujan diperjalan keretanya.
Young Soo melihat istrinya yang menemani Han Na bermain piano dengan wajah bahagia. Ia mengetuk jendela memanggil istrinya tapi tak terdengar suaranya, foto kebersamaan keluarganya terlihat berjejer dengan rapih,bahkan bisa mengoda Han Na yang sudah buang air besar, mengoda sang istri, mendapatkan ciuman dari anaknya.
Foto Han Na pun berjejer dari balita dan berjalan mundur sampa foto usgnya dengan tulisan Young Soo Anakku.. Bagaimana kabarmu disana? Kalau ada yang ingin kau makan, bilang saja pada ibu. Aku ingin menemuimu. Ngomong-ngomong, Aku adalah ayahmu.
Young Soo terus saja menangis, tiba-tiba lampu kereta kedap kedip dan berjalan tersedat-sendat, semua penumpang terlihat panik. Jalur dibagian depan tak ada sambungan, perlahan seperti pesawat menuju ke atas menembus awan. Young Soo melihat ke bawah, tak bisa menerimanya.
Hentikan! Hentikan! Hentikan! Hentikan keretanya! Aku mau turun. ” teriak Young Soo membuat kegaduhan.
Kau pikir ini taksi?” kata Gi Tak yang duduk memeluk seorang anka.
Ada yang harus aku lakukan.” Teriak Young Soo 


Petugas datang bertanya apakah ia ingin membatalkan tiket menuju surga, Young Soo mengatakan kalau mati sekarang, tak tahu nanti nasib putrinya, karena masih berumur 9 tahun dan bagaiman juga dengan keluarga tanpa dirinya, jadi harus kembali karena Banyak yang harus dilakukan, seperti  harus menghapus video pornonya. Si petugas pun meminta Young Soo mengikutinya.
Tunggu... Biarkan aku pergi.... Aku meminjam uang tanpa sepengetahuan istriku dan Aku bukan ayah yang baik, selain itu Aku berjanji pada istriku untuk berlibur, saat ulang tahun pernikahan kami berikutnya. Jadi Aku harus memenuhi janjiku karena sebelumnya aku tidak pernah menepatinya. Aku tidak bisa pergi.” Jelas Young Soo, Petugas ingin menarik Young Soo untuk tak bicara di kereta. Gi Tak tiba-tiba ikut berteriak
Aku tidak bisa tinggal diam... ketika melihat ketidakadilan ini. Aku tidak pantas memakan makanan yang sudah disiapkan anakku, Kalau aku diam saja.”kata Gi Tak sudah dengan gaya kuda-kudanya.
Tangan langsung memukul bagian wajah dan perut, tapi petugas hanya diam tanpa merasakan apapun. Gi Tak binggung dan kembali memukulnya, tapi tetap saja tak ada perubahan. Petugas pun akhirnya meminta bantuan untuk datang ke gerbong 14 karena ada yang membuat keonaran.

Gi Tak tak terima dibilang membuat onar dan kembali mengeluarkan jurusnya, beberapa saat kemudian petugas lain datang. Gi Tak langsung mengajak Young Soo untuk kabur ke gerbong belakang. Kejar-kejaran pun terjadi, keduanya berusaha dengan berlari cepat. Saat digerbong bagian belakang, melihat sekeliling mereka itu awan.
Young Soo sudah siap melompat, Gi Tak menahannya, Young Soo mengatakan pasrah kalau memang mati melompat dari kereta itu, lalu membuang karcisnya dan melompat. Gi Tak pun akhirnya tak peduli surga atau neraka ikut lompat dan berpikir ta mungkin bisa mati kedua kalinya. Keduanya berteriak menembus awan kalau akan kembali ke dunia. 

Seorang pria mengangkat telpnya, ada wajah Ma Ya bertanya “Apakah Anda sampai dengan selamat?” si pria terlihat mengenalnya dan binggung suaranya itu berubah dan bertanya siapa dirinya. Mata seorang wanita melotot melihat jarinya yang diberi cat warna.
Pria bernama Lee Hae Joon, memegang wajahnya di kaca. Wanita bernama Han Hong Nan pun kaget melihat dirinya. Keduanya berdiri tanpa mengunakan sehelai pakaian pun dengan wajah melonggo.
bersambung ke episode 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



3 komentar:

  1. EP,2 nya dong tetap semangat...

    BalasHapus
  2. Udah liat video tapi msih ttp baca sinopsis hihi
    Ini cerita ngajari ngehargai hidup kyk drama 49days

    Salam kenal kk"

    BalasHapus