Senin, 29 Februari 2016

Sinopsis Madame Antoine Episode 12 Part 1

Kau harus mengungkapkan perasaan kepadaku dengan bunga di rambutmu. Seperti wanita gila.” Ucap Hye Rim
Hah? Itu salah satu tugas di tahap dua.” Gumam Soo Hyun melotot kaget
Bisakah kau melakukannya untukku?” tanya Hye Rim mengoda
Bagaimana dia bisa tahu itu?Gumam Soo Hyun benar-benar tak percaya
Memakai bunga di rambutmu dan ungkapkan...seperti wanita gila. Kau bisa melakukannya, kan? Kau bisa melakukan itu untukku, kan?” ucap Hye Rim
Darimana kau mendapatkan ide seperti itu?” tanya Soo Hyun berusaha untuk tak terlihat panik.
Hye Rim berdiri tegak mengatakan kalau baru saja menonton "Selamat datang di Dongmakgol." Menurutnya akan menyenangkan jika Soo Hyun melakukan itu seperti karakter Kang Hye Jung di dalam film. Soo Hyun menolak tidak bisa melakukannya karena memiliki reputasi untuk dijaga.
Aku tidak memintamu untuk memutuskan sekarang. Aku hanya ingin melihat yang dirimu dari sisi yang berbeda, itu saja.” Ucap Hye Rim
Bukankah aku sudah kelihatan cukup keren?” kata Soo Hyun membanggakan dirinya yang dengan cara duduk saja sudah terlihat keren
Ya, tapi aku sedikit bosan dengan semuanya, jadi... aku ingin melihat sisi dirimu yang lucu juga.” Kata Hye Rim berusaha agar Soo Hyun melakukanya.
Soo Hyun ingin mencoba menolak, Hye Rim memilih untuk pergi saja tapi berbalik mengajak Soo Hyun pergi ke perpustakaan dan belajar sepanjang hari pada hari Jumat. Soo Hyun dengan semangat sangat menyukai kencan seperti itu. Hye Rim pun setuju dan keluar dari ruangan. Tiba-tiba pintu kembali terbuka membuat Soo Hyun benar-benar kaget.
Tapi jika kau tidak memakai bunga di rambut nanti, kencan itu dibatalkan.”kata Hye Rim mengancam, Soo Hyun hanya bisa melonggo. 

Ji Ho sedang menikmati kopi di cafe, Yoo Rim masuk ke dalam cafe dengan memakain gaun pengantin dan buket bunga ditanganya. Ji Ho kaget berjalan mendekat sambil bertanya kenapa Yoo Rim mengunakan pakaian itu. Yoo Rim memberitahu akan menikah dengan pria yang direkam.
Kau tidak boleh melakukannya! Kau baru merekamku belum lama ini!” ucap Ji Ho menolaknya.
Maaf, tapi aku tidak punya sedikit pun minat padamu.” Tegas Yoo Rim
Ji Ho berteriak memanggil Yoo Rim yang meninggalkanya. Hye Rim tiba-tiba menghadangnya, tak boleh melarangnya karena Ji Ho sudah menyatakan cinta padanya. Ji Ho mengaku tak lagi dan ingin mengataka kalau sekarang dengan Yoo Rim....
Terdengar suara riuh dilorong cafe, beberapa orang sudah melemparkan bunga pada Yoo Rim dan pasangan yang menikah. Ji Ho berteriak memanggil Yoo Rim tak ingin menikah dengan orang lain. Hye Rim terus menghalangi Ji Ho untuk mendekat dengan tawa bahagia. Yoo Rim tersenyum sinis melihat Ji Ho yang menjerit-jerit memanggilnya.
Ji Ho tertidur dikamarnya dengan kepala bergerak-gerak karena memimpikan Yoo Rim yang menikah dan meninggalkanya, lalu terbangun dengan wajah kaget menyebut nama Yoo Rim. 


Ji Ho menceritakan mimpinya pada Hye Rim diruang ramal kalau ia berusaha mencegah Yoo Rim menikah tetapi Hye Rim mencegahnya, lalu bertanya kenapa Hye Rim melakukan itu padanya. Hye Rim heran bagaimana ia  bisa tahu alasanya karena itu adalah mimpi Ji Ho bukan mimpinya. Ji Ho meminta untuk meramalnya.
Kupikir aku mendapat firasat dalam mimpi, jadi aku merasa sangat tidak nyaman.” Cerita Ji Ho
Apa  pikiran yang muncul ketika kau melihat Yoo Rim?” tanya Hye Rim
Hatiku rasanya menjadi aneh. Sebelumnya, ketika aku melihatmu, hatiku rasanya berdegup kencang. Tapi bukan hanya itu, hatiku terasa sakit ketika aku melihat Yoo Rim. Aku merasa ingin menculik dia dan ingin dia hanya memandangku! Menurutmu apa yang akan dikatakan Marie Antoinette tentang ini? Tolong, ramal aku!” cerita Ji Ho
Tidak perlu melakukan itu untuk masalah semacam ini.... Kau menyukai Yoo Rim.”kata Hye Rim sudah bisa mengetahui dari cerita Ji Ho
Benarkah? Tapi belum lama aku menyukaimu...” ucap Ji Ho tak percaya
Kenapa kau menyukaiku?” tanya Hye Rim
Aku melihatmu sedang berganti baju , dan...” akui Ji Ho dengan wajah tertunduk.

Hye Rim menjerit mengetahui Ji Ho yang melihat dirinya sedang berganti baju lalu bertanya kapan melihatnya dan mengumpat Ji Ho itu sebenarnya anak yang cukup nakal, Ji Ho hanya bisa tertunduk. Hye Rim melihat Ji Ho jatuh cinta kepadanya sangat dalam dan cepat, tapi tidak berlangsung terlalu lama. Sementara dengan Yoo Rim, kehadirannya tumbuh dalam hidupnya sampai memenuhi hatinya,
Ji Ho bertanya apakah itu bisa dianggap sebagai cinta. Hye Rim pikir itu memang cinta , jenis cinta yang berlangsung jauh lebih lama daripada jenis cinta pada pandangan pertama dan menyuruh Ji Ho untuk memberitahu Yoo Rim kalau ia menyukainya. Ji Ho terlihat binggung.
Tapi ketika kau mengungkapkan kepadanya, maka kau harus melakukannya dengan tulus. kau tidak bisa hanya menyemburkan kata-kata tanpa makna. Mengerti?” kata Hye Rim 

Ji Ho berlatih didepan cafe mengatakan “Yoo Rim, aku menyukaimu.” Lalu sambil mengenggam tanganya satu sama lain mengungkapa kalau ia menyukai Yoo Rim. Akhirnya Yoo Rim kembali kerumah setelah berkerja, Ji Ho langsung memanggilnya sebelum masuk cafe. Yoo Rim dengan wajah sinis bertanya ada apa anak nakal.
Aku... aku...” kata Ji Ho binggung karena tak bisa mengatakanya, Yoo Rim dengan kesal kenapa Ji Ho
Hah? Kenapa kata-kataku tidak keluar? Apakah aku mengalami masalah pencernaan?” ucap Ji Ho bingung sambil menepuk-nepuk dadanya.
Yoo Rim dengan kesal memilih untuk masuk dan menyuruh Ji Ho untuk minum obat, Ji Ho benar-benar binggung karena sebelumnya bisa lancar tapi ketika ada Yoo Rim didepanya kata-katanya tak keluar. Pesan dari Soo Hyun masuk Won Ji Ho. Datang ke kantorku sebentar.

Soo Hyun memincingkan matanya, mengingat kejadian sebelumnya Hye Rim meramal dengan membawa nama Marie Anntonie, kalau dirinya itu berbohong, lalu yang terakhir meminta untuk mengungkap perasaanya  dengan bunga di rambut seperti wanita gila, menurutnya Hye Rim itu tak mungkin bisa langsung tahu.
Ji Ho akhirnya masuk setelah Soo Hyun mengirimkannya pesan, Soo Hyun menyuruh Ji Ho duduk dan taruh telapak tangannya menghadap ke atas di lutut. Ji Ho binggung kenapa Soo Hyun tiba-tiba meminta untuk melakukan itu. Soo Hyun menegaskan agar Ji Ho mekakukan saja seperti yang dikatakan.
Seseorang yang menempatkan telapak tangan keatas berarti mereka mengungkapkan diri terdalam mereka.  Jika aku membuatnya melakukan ini, kemungkinan dia berbohong kepadaku akan berkurang. Gumam Soo Hyun
Go Hye Rim tahu tentang eksperimennya, kan?” kata Soo Hyun, Ji Ho menjawab tidak dengan jakun yang bergerak
Dia menelan ludah. Ada kemungkinan besar dia berbohong. Gumam Soo Hyun bisa melihat orang yang berbohong padanya.
Apa kau orang yang memberitahunya tentang eksperimen itu?” tanya Soo Hyun, Ji Ho kembali menjawab tidak
Ekspresinya tidak berubah sama sekali. Kupikir dia mengatakan yang sebenarnya. Gumam Soo Hyun benar-benar menatap Ji Ho dengan jeli.

Kalau begitu, apa kau mengatakan pada Yoo Rim tentang eksperimen itu?” tanya Soo Hyun, Ji Ho menjawab tidak sambil memegang kupingnya.
Oke. Jadi kau tidak ingin mendengar hal-hal seperti ini, kan?gumam Soo Hyun melihat refleks Ji Ho yang memegang tanganya.
Ia lalu menyuruh Ji Ho menurunkan tanganya  lalu kembali bertanya apakah Hye Rim tahu bahwa ada eksperimen fase dua. Ji Ho mengatakan tak tahu, Soo Hyun melihat kaki Ji Ho yang bergoyang-goyang di bawah meja dan bergumam “Sepertinya dia ingin lari sekarang.” Ji Ho melihat kearah belakang. Soo Hyun bertanya kenapa Ji Ho melihat kearah CCTV bagian belakanga, Ji Ho mengaku hanya ingin saja. 


Soo Hyun kembali memincingkan matanya melihat rekaman CCTV di ruanganya, lalu melihat ada keanehan karena balon-balon yang menutupi kamera CCTV. Tapi melihat sesuatu yang aneh dan mencoba mengulanginya dengan mata yang jeli, terlihat sosok Hye Rim disela-sela balon walaupun hanya selintas tapi bisa dengan jelas itu Hye Rim yang masuk keruanganya, mata Soo Hyun langsung melotot kaget. 

Hye Rim masuk keruangan melihat Soo Hyun yang duduk di kursi yang biasa melakukan konsultasi pada pasiennya, lalu bertanya apakah Soo Hyun sedang mencarinya. Soo Hyu menyuruh Hye Rim duduk mengatakan ada sesuatu yang ingin didiskusikan dengannya. Hye Rim bertanya apa yang ingin dikatakan Soo Hyun.
Kupikir bahwa subjek untuk eksperimenku telah mengetahuinya.” Cerita Soo Hyun dengan menatap Hye Rim
Benarkah? Aku bertanya-tanya bagaimana mereka bisa tahu?” komentar Hye Rim yang terlihat menutupi rasa gugupnya.  Soo Hyun bertanya apa yang harus dilakukanya sekarang.
Ini masih belum terlambat. Ceritakan saja kebenarannya dan memohon pengampunan adalah hal terbaik untuk dilakukan, bukankah begitu sebaiknya? Sama seperti yang kau lakukan kepadaku sebelumnya.” Kata Hye Rim, Soo Hyun masih belum yakin untuk melakukanya. Hye Rim menyakinkan untuk Soo Hyun segera melakukanya.
Tapi... ada satu masalah. Kupikir kalau wanita ini sudah menggeledah kantor ini.” cerita Soo Hyun dengan menatap Hye Rim tanpa berkedip.

Hye Rim sempat terdiam lalu berpura-pura kaget merasa apabila wanita itu sedang menjadi subjek eksperimen, menurutnya sedikit berlebihan, lalu bertanya bagaimana Soo Hyun bisa mengetahui hal itu. Soo Hyun mengatakan sudah melihat rekaman CCTV. Hye Rim membuka mulut kalau sudah menghalanginya dengan.... lalu merubah kalimatnya kalau wanita itu pasti telah memblokir semuanya jika akan mengeledah kantor Soo Hyun.
Dia memang melakukannya, tapi dia muncul saat sedang melakukannya.” Kata Soo Hyun, Hye Rim bisa mengerti dan sedikit panik karena wajahnya bisa terekam CCTV.
Haruskah aku laporkan ke polisi?” kata Soo Hyun sengaja mengancam.
Kau tidak perlu melakukan sampai sejauh itu! Kesalahannya sebagian juga karenamu, Soo Hyun. Menurutmu bagaimana perasaannya akibat perbuatanmu sampai dia merasa perlu untuk melakukan itu?” ucap Hye Rim sedikit gugup.
Apa itu sebabnya kau juga mencari sesuatu di kantor, Hye Rim?” kata Soo Hyun dengan mata dingin.
Hye Rim kembali terdiam, lalu tersenyum karena bisa ketahuan. Soo Hyun binggung melihat ekspresi Hye Rim seperti tak bersalah. Hye Rim mengakui memang itu dirinya dan menceritakan sekitar dua minggu yang lalu meletakkan balon di mana-mana untuk membuatkan sebuah pesta kejutan, jadi menduga balon-balon itu untuk memblokir CCTV.

Soo Hyun binggung kenapa Hye Rim membuat pesta kejutan, Hye Rim menceritakan sebelumnya memang akan melakukanya tapi kemudian berubah pikiran, karena Soo Hyun membuat rencana makan malam lalu kemudian membatalkannya, jadi menyingkirkan balon-balon itu, lalu mengingatkan tentang katanya yang mengejek Soo Hyun itu picik.
Jadi, apa kau menuduhku menggeledah kantormu hanya karena itu? Kenapa aku harus melakukannya, kalau eksperimennya sudah berakhir? Dan juga, kalau aku harus menggeledah, aku akan menggeledah kamarmu, bukan kantormu. Soo Hyun... apa kau menyembunyikan sesuatu yang penting di sini, atau apa?” ucap Hye Rim menyorocos, Soo Hyun memicingkan matanya saat mendengar suara Hye Rim.
Iya. Aku menyembunyikannya di sini.” Akui Soo Hyun dengan memberitahu disekeliling ruanganya.
Benarkah? Apa yang kau sembunyikan, di mana? Katakan saja!” kata Hye Rim berpura-pura mencari sekeliling
Aku akan memberitahumu nanti.” Tegas Soo Hyun, Hye Rim merengek ingin mengetahuinya sekarang lalu berdiri dari tempat duduknya.
Kau harus memberitahuku semuanya saat eksperimennya selesai, mengerti?” kata Hye Rim dan berjalan keluar ruangan tapi kembali terhenti
Oh ya. Kau harus bersiap-siap untuk menaruh bunga di rambutmu dan mengungkapkan perasaanmu!!!” ucap Hye Rim memperingatkan.
Soo Hyun ingin menjelaskan tapi Hye Rim buru-buru berlari keluar ruangan. Hye Rim menutup pintu sambil menghela nafas karena hampir saja mendapat masalah besar, sampai jantungnya berdegup kencang dan kembali ke lantai satu. 

Soo Hyun melihat jejeran bunga diatas mejanya, dari warna putih, orange, kuning, pink, merah. Lalu memilih bunga warna merah ditaruh di telinganya, dan melihat bayangan dirinya di layar komputernya, dengan wajah kesal  merasa semua ini menakutkan sekali.
Akhirnya ia mencoba lagi mengunakan bunga yang lain, menurutnya itu tak mungkin dilakukanya dan menaruhnya kembal. Soo Hyun menaruh mawar pink ditelinganya, kembali berteriak kalau dirinya itu sudah gila mau melakukan yang diminta Hye Rim dan membuang semua bunga ke tong sampah. 

Ponsel Soo Hyun berdering, seorang wanita bertanya apakah itu nomor telp milik Prof Choi Soo Hyun. Soo Hyun membenarkan, wanita itu terlihat senang karena akhirnya bisa menghubunginya dan memberitahu mereka dari Forum Mirae ingin membahas tentang Talkshow. Soo Hyun binggung mereka akan membahas talk show yang tak pernah dibicarkan sebelumnya.
Kurasa kau mempunyai dua ponsel yang berbeda.  Aku menelepon nomor yang kau berikan kepadaku, tapi tak seorang pun yang mengangkat. Jadi kami berpikir kalau mungkin kami mencatat nomor yang salah dan menelepon nomor ini sebagai gantinya. Maaf kalau itu kesalahan dari pihak kami.” Jelas Si wanita dari Forum Mirae
Kau mengatakan kalau aku memberimu nomorku?” tanya Soo Hyun semakin binggung
Ya... kau memberikannya kepadaku saat kau setuju untuk melakukan Talkshow. Apa Kau tidak ingat?” tanya si wanita
Apa kau yakin kau mencari psikolog Choi Soo Hyun?” tanya Soo Hyun heran
“ Ini aneh.  Apa Kau bukan Dokter Choi Soo Hyun?” balas si wanita yang binggung dengan pertanyaan Soo Hyun
Soo Hyun mengingat pertanyan Ji Ho, apakah ia berencana untuk menulis sebuah buku karena ada penerbit yang menelpnya, lalu pesan yang masuk ke dalam ponselnya Kami dari Koryo Times. Berapa lama lagi yang kau butuhkan untuk menulis artikel? Akhirnya ia mengaku  cukup pelupa akhir-akhir ini dan bertanya kapan dan dimana menyetujui untuk melakukan hal itu. 

Soo Hyun dan Ji Ho datang ke sebuah gedung, sudah banyak orang yang datang dan mengisi daftar isi. Ji Ho yang melihat semua poster menurutnya bukan sekedar mereka berdua memiliki nama yang sama bahkan hasil penelitianya juga sama. Soo Hyun mendekati petugas bertanya keberadaan Soo Hyun (palsu) sekarang.
Tae Hwa (Soo Hyun palsu) sedang menjelaskan tentang  Memiliki gangguan kepanikan berarti bahwa sistem alarm di otaknya  rusak dengan memberikan contoh, alarm keamanan seharusnya hanya terpicu jika ada pencuri yang mencoba untuk menerobos, tapi itu akan menyala bahkan jika seekor kucing kecil yang lewat. Jadi mereka harus minum obat dan menjalani terapi, semua kata-katanya diucapkan sama seperti yang dikatakan Soo Hyun.
Dua orang wanita yang melihat Tae Hwa terkesima lalu meminta untuk foto bersama. Tae Hwa mengaku tidak pernah mengedarkan foto dirinya, wanita itu berjanji akan menyimpanya dan memohon. Tae Hwa akhirnya mau foto selfie dengan pengemarnya.
Petugas masuk ruangan memberitahu ada orang yang ingin bertemu dengan Soo Hyun (palsu). Wanita yang mewawancari Tae Hwa bertanya siapa orangnya, Tae Hwa nampak panik. Petugas melihat seperti orang yang sangat mengenal Soo Hyun (palsu) jadi ingin bertemu sebentar. Tae Hwa mengaku karena waktunya sudah mepet dengan jadwal pemberian mata kuliahnya jadi tak bisa bertemu dengan orang. 

Petugas pun menemui Soo Hyun dilobby, memberitahu tak bisa bertemu dengan Soo Hyun (palsu) sebelum pemberian mata kuliah. Soo Hyun bertanya bagaimana mereka mengkonfirmasi bahwa  orang itu sebenarnya Choi Soo Hyun. Petugas itu terlihat binggung dengan pertanyaan yang diajukan Soo Hyun.
Aku hanya ingin tahu tentang bagaimana kau bisa menghubungi dia.” Kata Soo Hyun
Oh, dia menghubungi kami sendiri, lalu Dia mengatakan kalau dia merencanakan talkshow dan meminta bantuan kami.” Jelas Si petugas
Kau tidak mengkonfirmasi identitasnya dengan melihat fotonya?” tanya Soo Hyun, Petugas mengatakn tak bisa menemukan foto Soo Hyun  secara online,  tapi mereka bisa tahu setelah melihat piagam dari Stanford...
Carilah artikel berita dari akhir tahun lalu atau sampul Science terbitan 2014.” Perintah Soo Hyun
Petugas itu terlihat binggung karena Soo Hyun meminta untuk melakukanya sekarang juga, lalu mengeluarkan ponselnya. Matanya langsung melotot melihat Soo Hyun yang asli itu ada didepanya dan sama dengan yang ada dalam artikel. Soo Hyun pun bertanya apakah ia bisa melihat orang yang meniru semua berkas miliknya. 

Si wanita yang sedang berbicara dengan Tae Hwa menerima telp, seperti terkejut dan melirik Tae Hwa kalau itu Soo Hyun palsu. Tae Hwa melihat ada sesuatu yang aneh, Si wanita mengaku pihaknya  belum selesai mempersiapkan ruang kuliah jadi meminta untuk  menunggu sedikit lebih lama. Tae Hwa mengerti dan meminta izin untuk mendapatkan secangkir kopi, si wanita menghalanginya dan akan membuatkanya.
Tae Hwa menatap curiga dan kembali duduk dengan wajah gelisah. Soo Hyun dan Ji Ho berjalan masuk ke ruang tunggu pembicara. Si wanita terus menelp sambil membuat secangkir minuman, Tae Hwa meminum kopinya dengan gelisah, sampai akhirnya ponselnya berdering lalu berbicara dengan istrinya dan berjalan keluar dari ruang tunggu dengan cepat.
Si wanita mengejarnya, Tae Hwa keluar dan menuju pintu lainya. Ji Ho dan Soo Hyun baru saja sampai langsung ikut mengejarnya tapi tak melihat siapa pun diarea lift. 

Akhirnya si wanita melihat artikel Soo Hyun dan memastikan kalau yang didepanya itu adalah Soo Hyun yang asli, merasa tak percaya. Lalu menceritakan sebelumnya mereka itu percaya orang yang tadi bersamanya itu Soo Hyun yang asli. Soo Hyun bertanya ciri-ciri fisik yang mengaku sebagai dirinya.
Dia sedikit lebih pendek darimu, dan...” kata Si wanita sedikit lupa,
Lalu salah seorang wanita ingat sebelumnya foto bersama dengan Soo Hyun palsu dan menunjukannya. Soo Hyun melihat dengan jelas kalau itu adalah Tae Hwa yang mengaku-ngaku sebagai dirinya. 

Soo Hyun kembali menelp telpnya untuk memastikan apakah menerima kabar dari Tae Hwa karena tak bisa menelpnya. Temanya mengaku tak bisa menghubunginya, Soo Hyun pun meminta untuk memberikan kabar kalau mendapatkan informasi tentang Tae Hwa.
Ponselnya berdering, Seorang wanita mengaku dari radio dari TVC untuk memintanya tampil dalam program mereka. Soo Hyun terdengar sinis menyakinkan apakah mereka memang benar menelp Choi Soo Hyun yang sebenarnya. Si wanita membenarka kalau ia mendapatkan nomor teleponnya  melalui Asosiasi Psikologi dan meminta maaf kalau menganggunya.
Soo Hyun terlihat salah sangka karena mungkin ini ulah dari Tae Hwa lagi, lalu mengaku tidak biasa tampil dalam acara jadi meminta maaf harus menolaknya. Lalu ia mencari nama Kang Tae Hwa dalam ponselnya dan kembali menelpnya, ponselnya tetap berada diluar jangkauan tapi Soo Hyun memilih untuk meninggalkan pesan.
Tae Hwa.... Kau sedang mengalami masalah sekarang ini, kan? Aku baik-baik saja. Kau mungkin merasa seperti sedang dipojokan. Tapi itu tidak benar sama sekali. Yang harus kau lakukan adalah pulang ke tempatmu yang selayaknya dan membuat keputusan untuk melakukannya.” Pesan Soo Hyun pada temanya.
Mata Soo Hyun melihat kearah tong sampah masih ada bunga yang dibuangnya, lalu bergumam untuk dirinya sendiri “Baiklah.. Yang harus kau lakukan adalah membuat keputusan untuk melakukannya.

Hye Rim baru keluar dari dapur mendengar ponselnya berdering, Ji Ho memberitahu Soo Hyun sedang ada di radio TVC sekarang jadi meminta Hye Rim mendengarkanya sekarang. Hye Rim terlihat binggung dan menyalakan radio di dekat meja kasirnya, terdengar suara Soo Hyun ke seluruh cafe.
Elaine Hatfield mengklasifikasikan cinta dalam dua kategori yang berbeda. Yang pertama adalah cinta yang penuh gairah, dan yang kedua adalah cinta yang penuh kasih.  Mereka mengklasifikasikan jatuh cinta pada pandangan pertama sebagai jenis cinta yang penuh gairah tapi yang terpenting adalah gairah cinta tidak bertahan lama. Jika cinta seperti ini bertahan terlalu lama aku yakin orang akan sangat bosan sehingga mereka akan mati.” Jelas Soo Hyun mengunakan earphonenya.
Benarkah? Lalu, bagaimana mungkin jenis cinta seperti itu terus bertahan?” tanya Penyiar
Seseorang harus mengubahnya menjadi cinta penuh kasih. Pasangan harus mengatasi perselisihan di antara mereka beberapa kali dan mengembangkan keterikatan yang dating dari sudut terdalam hati seseorang.  Semua ini harus muncul dari sebuah jangka waktu yang panjang dan membawa cinta ini kepada pematangan agar bias dianggap cinta sejati.” Jelas Soo Hyun

Seung Chan mendengarkan siaran kakaknya di ruang tunggu lantai dua, pengunjung cafe juga mendengarnya dari speaker. Penyiar menceritakan bisa mendatangkan Dokter Choi dalam acara setelah membuat beberapa permintaan jadi mereka ingin tau alasan Soo Hyun akhirnya menyetujuinya.
Topik utama untuk hari ini adalah "cinta." Dan aku terlibat dalam cinta yang penuh gairah akhir-akhir ini jadi aku ingin berbagi dengan orang-orang yang merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan.”akui Soo Hyun
Oh! Kalau begitu, kau ingin mengatakan sesuatu kepada orang yang kau suka?” kata Si penyiar. Seung Chan semakin serius mendengar siaran kakaknya.
Soo Hyun meminta untuk menunggu sebentar dan mengeluarkan sesuatu dari jaketnya, Penyiar binggung melihat Soo Hyun yang menaruh bunga dikepalanya, Soo Hyun mengaku punya sebuah janji pada seseorang. Hye Rim melotot karena Soo Hyun memakain bunganya.
Go Hye Rim, pemilik kafe Madame Antoine... Aku mencintaimu.” Ucap Soo Hyun mengaku perasaanya disiaran radio dengan bunga dikepalanya.
Hye Rim, Seung Chan tak menyangka Soo Hyun bisa melakukan itu. Pengunjung cafe langsung memberikan tepuk tangan sebagai tanda ikut bahagia, Hye Rim terlihat malu-malu dan memberikan dua jarinya pada semua cafe tanda dirinya sangat bahagia. 


Ji Ho mengirimkan gambar saat Soo Hyun memakai bunga dikepalanya dalam ruang siaran. Hye Rim berkaca-kaca melihat Soo Hyun yang melakukan apa yang diinginkanya sebagai bukti pengakuan cintanya.
Soo Hyun kembali dengan menyetir mobillnya, Hye Rim tiba-tiba berlari keluar cafe dan langsung memeluknya, berteriak “Aku juga mencintaimu... Soo Hyun”. Soo Hyun sempat kaget bisa tersenyum dan memeluk erat Hye Rim.
Seung Chan baru keluar dari lantai dua terlihat sedih melihat keduanya berpelukan, tapi ketika melihat kembali senyumanya terlihat karena sang kakak bisa membuktikan ketulusannya pada Hye Rim. 

Hye Rim baru saja selesai mengantar tamunya datang untuk meramal, Seung Chan menelpnya, Hye Rim bertanya apakah Seung Chan sudah selesai melatih anak-anak SD. Seung Chan mengatakan sudah selesai dan meminta supaya Hye Rim untuk datang ke tempatnya. Hye Rim bertanya kemana.
Beberapa saat kemudian, Hye Rim masuk ke dalam cafe melihat Seung Chan duduk sendirian lalu bertanya apa yang dilakukan ada di cafe itu. Seung Chan mengaku sangat bosan dan mengajak untuk bermain monopoli. Hye Rim mengeluh Seung Chan yang disebut orang yang sibuk karena hal seperti ini menurutnya lebih baik memanggil Ji Ho saja.
Jika kau menang, aku akan bekerja di kafemu selama satu hari, Tanpa dibayar.” Kata Seung Chan, Hye Rim menyakinkanya menatap Seung Chan

Akhirnya keduanya main monopoli, Seung Chan bahagia bisa membeli negera paris dan Hye Rim menjerit karena harus kena denda. Keduanya main kartu apabila kartu sama harus berebut memencet bel. Seung Chan mengatakan Hye Rim yang sudah empat kali salah memencet bel jadi meminta kartunya. 
Keduanya bermain uno Stacko, perlahan-lahan Hye Rim memindahkan satu batang kayu ke bagian atas dan merengek meminta Seung Chan memberikan satu kesempatan lagi. Seung Chan pun akan mengajukan satu pertanyaan untuk dijawab
Aku memiliki 10 milyar won. Apa yang akan kau katakan ? Dan kakakku adalah orang miskin, lalu kau memiliki hutang yang sangat besar. Siapa yang akan kau pilih dalam skenario itu?” tanya Seung Chan, Hye Rim terdiam mendengarnya.
Jika kau memilihku, aku akan membiarkanmu melewatkan giliranku sekali.” Kata Seung Chan memberikan penawaran.  Hye Rim memilih untuk berusaha mengeluarkan balok kayu dan menaruhnya diatas. Seung Chan terlihat sedih, sementara Hye Rim bahagia karena tak membuat bangunan roboh.

Seung Chan dengan mudah memindahkan satu balok dan menaruh diatas dan menyuruh Hye Rim jalan sekarang. Hye Rim terlihat binggung karena harus mencari balok lain supaya tak roboh, terlihat ada keraguan bisa memindahkan balok. Seung Chan pun ingin mengajukan pertanyaan lagi.
“Kakakku adalah kepala keluarga, melakukan tujuh peringatan kematian dalam setahun dan memiliki lima saudara ipar. Tapi aku yatim piatu dan seorang miliarder. Siapa yang akan kau pilih?” tanya Seung Chan
Hye Rim memilih untuk jalan dan bisa menaruh balok kembali, Seung Chan dengan sengaja menarik balok semaunya, Hye Rim berteriak gembira bisa menang, Seung Chan pura-pura sedih karena bangunan hancur begitu juga hatinya yang hancur dengan kepala tertunduk di atas meja. Hye Rim terlihat sedih.
Seung Chan sudah tahu Hye Rim tetap memilih kakaknya walaupun itu miskin. Hye Rim meminta maaf, Seung Chan mengerti dan menegaskan  akan berhenti mulai sekarang, jadi  tidak akan mengganggunya lagi mengenai perasaan kalau ia menyukainya. Hye Rim mengatakan kalau itu tak menganggunya, tak malah bersyukur. Seung Chan mengodanya setelah Hye Rim mengatakan itu makan meminta uang jajan layaknya seperti kakak. Hye Rim tertawa mendengarnya dan mengajak Seung Chan main lagi. 


Soo Hyun terus menatap layar laptopnya dengan serius, ada lembaran biodata Hye Rim yang membuatnya jadi subjek eksperiment, tanganya menopang kepalanya seperti terlihat kebinggungan.
Pagi hari ketika Hye Rim sedang membuat kopi, Ketua Kim menelp memberitau Soo Hyun yang menghentikan eksperimentanya. Hye Rim tak percaya mendengarnya.

Prof Bae duduk dikursinya, bertanya apakah benar Soo Hyun menghentikan eksperimentnya. Soo Hyun membenarkan,selama ini masih memikirkan tentang hal itu, tapi ia merasa benar-benar buruk sudah menipu nona Hye Rim. Prof Bae merasa lega mendengarnya.
Tapi... apa kau akan baik-baik saja, Dokter Choi?  Ku pikir kau akan menulis esai untuk JPSP.” Kata Prof Bae khawatir. Soo Hyun dengan wajah tertunduk mengatakan tetap akan melakukanya.
Aku yakin kalau konsekuensinya akan besar kalau kau memutuskan untuk berhenti sekarang.” Ucap Prof Bae
“Dan  akan sulit mendapatkan dana untuk proyek-proyek masa depan.” Tambah Soo Hyun sudah tahu konsekuensinya.
Ya. Aku menentang eksperimen ini dari awal jadi kupikir ini adalah keputusan yang tepat untuk dibuat. Tapi... kau mempersiapkan diri atas konsekuensinya, kan?” tanya Prof Bae
Soo Hyun berdiri didepan jendela sambil minum kopinya, Aku masih percaya pada hipotesisku. Bahwa tidak ada hal seperti cinta sejati di dunia ini.” 

Ia berjalan kemeja kerjanya, melihat semua piagam yang sudah diterimanya selama ini. Namun, aku sedang bermain-main karena dopamine yang dihasilkan oleh Hye Rim Dan obat alami ini rasanya sangat manis.  Jika aku menjadi mabuk karena rasa manis ini, aku akan membuktikan hipotesisku sendiri ternyata salah.  Jika aku harus berusaha menahan hormon ini, dan melanjutkan Eksperimennya maka aku akan menemukan kebenaran tentang cinta yang belum ditemukan oleh orang lain sebelumnya
Soo Hyun terdiam berjalan ke sisi kanan mejanya, matanya terlihat memikirkan tentang berhenti memikirkan pemberhentian eksperimentnya.
Apa yang harus aku lakukan?  Apakah aku akan membuang hasil kerja selama tiga tahun hanya karena hormonku atau aku akan membuat penemuan yang luar biasa?
Ia duduk di meja kerja melihat bagian kolom catatan eksperiment, lalu mulai mengetik laporanya.
Tidak ada banyak waktu yang tersisa sampai akhir tahap dua.  Ayo kita mulai sekarang!

Soo Hyun keluar ruangan, Ji Ho menghampirinya memberikan sebuah amplop dari Hye Rim yang dititipkan padanya. Soo Hyun membukanya sebuah kartu warna hijau, bertuliska didalamnya Aku mengundangmu, Choi Soo Hyun, ke tempatku jam 7 malam” 

Soo Hyun terlihat gugup membawa sebotol wine lalu mengetuk pintu, Hye Rim berteriak meminta untuk menunggu sebentar, lalu membuka pintu dengan senyuman sumringah menyapa Soo Hyun yang datang ke rumahnya dan mempersilahkan masuk.
Tempatmu ada di tempat yang sama dengan pusat konsultasi, tapi ini pertama kalinya aku ke sini.” Kata Soo Hyun masuk ke dalam rumah, Hye Rim pikir seperti itu lalu menyuruh Soo Hyun duduk lebih dulu dan berlari ke dapur.
Apakah tempat ini kau selalu menonton film melodramatis?” tanya Soo Hyun melihat ruang TV didepanya.
Ah iya!... Tapi aku sudah berhenti menontonnya.” Kata Hye Rim berteriak dari dapur.
Soo Hyun tersenyum mendengarnya, lalu melihat kearah bagian tempat tidur ada sebuah bra hitam terselip di bagian selimut. Hye Rim mendengar bertanya apa yang sedang dilihat pacarnya. Soo Hyun terkejut dan terlihat binggung melihat kearah tempat tidur.
Hye Rim menyadari kalau branya tertinggal diatas tempat tidur, lalu buru-buru memasukan kedalam selimut dan mengaku kalau itu bukan miliknya. 

Keduanya pun duduk dimeja makan, Hye Rim menuangkan wine, Soo Hyun terlihat gugup dengan memegang jarinya diujung bibirnya sambil bergumam. Tenang, Choi Soo Hyun!  Semua benda itu hanyalah selembar kain, dengan dua bantalan dan banyak kait.  Ini hanya sepotong pakaian itu terbuat dari spandex dan renda!  Jadi berhenti memikirkan hal itu! Hapus dari pikiranmu!
Hye Rim melotot karena mata Soo Hyun yang terlihat masih mengingat kejadian tadi, lalu meminta maaf karena belum sempat membersihkan tempat tidurnya dan mengajak mereka bersulang saja. Keduanya bersulang dan Soo Hyun tak bisa meminum winenya, dengan suasana canggung mulai memakan steak buatan Hye Rim.
Tiba-tiba Hye Rim membahas tentang Bra... tapi akhirnya mengubah membahas tentang eksperimentnya yang benar-benar berakhir. Soo Hyun mengangguk walaupun masih terlihat canggung, Hye Rim bertanya Apa bagian yang paling sulit saat melakukan eksperimen, apakah seperti menipu subjek utama eksperimen. Soo Hyun mengangguk mengakuinya.
Kau pasti gugup saat mereka tidak sedang ditipu. Kapan saat yang paling sulit bagimu?” tanya Hye Rim, Soo Hyun menjawab dalam hati Sekarang, sejujurnya.
Itu semua sudah berakhir, jadi cepat dan beritahu aku!” rengek Hye Rim

Mari kita berhenti berbicara tentang eksperimen. Aku merasa seperti akan mendapatkan gangguan pencernaan, berbicara tentang pekerjaan saat makan malam.” Kata Soo Hyun
Itu hanya karena aku ingin tahu, kau mengatakan subjek laki-laki benar-benar jatuh cinta kepada subjek utama, bukan? Apa itu terjadi selama eksperimen atau setelah itu berakhir?” tanya Hye Rim
Kenapa dia terus bertanya kepadaku tentang hal-hal ini? Apa yang dia inginkan? gumam Soo Hyun binggung.
Hye Rim merengek meminta Soo Hyun memberitahunya, karena  eksperimennya sudah selesai sekarang. Soo Hyun menceritakan  Si pria mulai memiliki perasaan kepadanya selama eksperimen dan menyadari perasaannya sendiri saat hampir selesai. Hye Rim bisa mengerti tapi dalam hatinya bergumam Dia benar-benar tidak akan mengakui kalau dia bereksperimen kepadaku, ya?
Soo Hyun juga bergumam sambil mengunyah dagingnya Bagaimana caraku memunculkan  tugas lainnya dalam tahap dua? Hye Rim seperti membalas dalam hati Ya sudahlah, terserah, yang pentin Semuanya sudah berakhir sekarang. Dengan senyuman dan mengajak Soo Hyun kembali bersulang walaupun Soo Hyun tak meminumnya. 
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar