Minggu, 21 Februari 2016

Sinopsis Madame Antoine Episode 9 Part 2

Hye Rim menyuruh Soo Hyun makan yang banyak karena kali ini ia yang akan mentraktirnya. Soo Hyun memberikan senyuman manisnya dan bergumam dengan wajah sedih Maaf, Hye Rim. Aku akan membohongi untuk yang terakhir kalinya. Lalu menaruh sumpitnya diatas meja. Hye Rim binggung berpikir Soo Hyun kehilangan nafsu makanya.
Apa gunanya aku makan kalau aku hanya dapat nilai 6% dari tes fMRI?” keluh Soo Hyun dengan wajah cemberut
Kau masih bicara soal itu? Aku sudah bilang, ini karena aku sedang memikirkan yang lain.” Kata Hye Rim mencoba menjelaskan

Aku ini ilmuwan. Aku percaya perasaan orang yang paling akurat saat ditampilkan numerik. Bahkan jika kau berpikir sesuatu yang lain, maka aku tidak akan mendapat persentase rendah, apabila kau punya sedikit perasaanmu itu.” Kata Soo Hyun, Hye Rim merasa itu tak begitu penting karena mereka sekarang sudah berkencan.
Aku orang yang percaya bahwa perasaan orang terletak di otak Dan kau tidak bisa membohongi otak, tidak peduli seberapa keras kau berusaha. Tapi tetap, hanya 6 persen... apakah ini kenyataannya?” keluh Soo Hyun
Soo Hyun. Kau tahu aku lulusan teater kan? Jika aku memberikan perasaanku, sesuatu seperti itu mudah diatur olehku....” kata Hye Rim
Jika memang seperti itu, kenapa aku harus melakukan fMRIs.... Sudah...Lupakan soal 6 persen itu karena aku kalah.” Kata Soo Hyun dengan wajah kesal

Hye Rim merasa Soo Hyun memang aneh, karena hanya membuat suatu masalah yang kecil jadi besar. Soo Hyun pikir memang benar kalau hasil dari tesnya itu hanya 6% sambil makan dengan wajah cemberut. Hye Rim menghela nafas panjang, lalu memutuskan akan melakukan tes itu lagi.
Soo Hyun berusaha jual mahal mengatakan tak perlu karena sebelumnya Hye Rim sudah menolaknya, Hye Rim yakin itu semua akan jadi gangguan banyaknya, karena Soo Hyun menganggap akan tetap menunggu sap sampai datang kerumah. Soo Hyun pikir tak perlu menunggu sapi yang akan datang kerumahnya.
Hye Rim menjelaskan tes itu memang sedikit mengganggu tapi tetap ingin melakukanya untuk kali ini saja dan menegaskan akan menunjukan perasan yang sebenarnya. Soo Hyun pikir kalau memang Hye Rim merasa seperti itu maka tak bisa menolaknya lalu meminta pelayan membawakan toppoki lagi. 

Hye Rim sudah masuk ruangan, Soo Hyun pun akan memulai dari foto Ji Ho lebih dulu. Ji Ho sedih karena hasilnya hanya 21 % saja, Soo Hyun memberikan semangat kalau hasilnya itu naik 1 persen dibandin sebelumnya lalu melanjutkan pada Seung Chan.
Foto Seung Chan bermain baseball dipasang, Ji Ho berteriak tak percaya karena hasilnya 77 persen. Seung Chan berteriak bahagia karena hasilnya  Dua kali lebih tinggi sekarang, lalu mengoda kakaknya untuk memberikan komentar dengan hasilnya itu. Soo Hyun menepis tangan adiknya dengan wajah kesal.
Ji Ho melihat foto yang ditampilkan Soo Hyun berbeda dari sebelumnya, Seung Chan mengejek kakaknya yang bergaya seperti model, bahkan distudio serta memilik sedikit kepercayaan diri  yang tinggi. Soo Hyun menyuruh Ji Ho memberikan foto selanjutnya. Hye Rim menatap foto Soo Hyun dilayar, Soo Hyun terlihat tegang menunggu hasilnya.
Mata Ji Ho seperti ingin keluar melihat hasilnya 98%, Soo Hyun tersenyum dipaksa karena bisa menang dan Seung Chan tak percaya hasilnya berbeda dengan tes sebelumnya, Soo Hyun pun mengedipkan matanya mengoda adiknya karena bisa menang. 


Soo Hyun melihat hasil FMRI, dengan balik kedudukan dirinya teratas, Seung Chan dan Ji Ho. Dengan bangga memberitahu kesimpulan dengan Subjek : Go Hye Rim memilih Male Subject A, Choi Soo Hyun dengan jumlah menakjubkan 98 persen.
“Aku sebagai pengawas eksperimen dengan resmi mengumumkan akhir dari eksperimen "Madame Antoine."” Kata Soo Hyun memberikan tepuk tangan, Ji Ho dan Seung Chan hanya diam, Soo Hyun heran melihat keduanya tak tepuk tangan, Ji Ho pun akhirnya tepuk tangan walaupun terpaksa.
Soo Hyun pun memilih untuk pergi karena semuanya sudah selesai, Ji Ho berdiri memberitahu Soo Hyun masih harus melakukan bagian dua dari eksperimen. Soo Hyun mengertakan giginya karena harus membahas didepan adiknya, Seung Chan kaget karena ada bagian kedua. Ji Ho menjelaskan tujuanya adalah  untuk mengetahui berapa jauh subjek mencintai pria yang dipilihnya dan ingin menjelaskan tugas pertamanya.

Jadi sudah ada tugas? Hei.... Berapa jauh kau akan menyiksa dia?” kata Seung Chan dengan nada tinggi mendekati kakkanya.
Tenang dulu..... Bagian dua sangat mudah.” Ucap Soo Hyun
Walaupun begitu, kau masih menipunya!” teriak Seung Chan, Ji Ho juga setuju dengan hal itu.
Ini hal sama yang biasa pasangan kekasih lakukan. Kau beri pacarmu tugas, dan kau akan lihat berapa banyak mereka.....” jelas Soo Hyun yang langsung diberi umpatan pada dari adiknya dan ingin memukulnya, Soo Hyun bisa menghindar dengan cepat.
Aku akan memberitahu Go Hye Rim. Aku akan beritahu sekarang!” teriak Seung Chan ingin keluar dari ruangan, Soo Hyun menahanya.
Aku bilang padamu, ini bahkan tidak pantas disebut eksperimen! Ini hal kecil, seperti mengirim pesan video, dan...” ucap Soo Hyun tapi Seung Chan ingin pergi.
Soo Hyun bertanya kemana adiknya akan pergi, Seung Chan menyuruh Soo Hyun minggir karena sudah tahu apa yang akan dilakukanya. Soo Hyun meminta waktu untuk memikirkanya, Seung Chan menghitung satu sampai tiga, menurutnya itu sudah cukup. Soo Hyun menahannya kembali meminta waktu satu minggu, dengan begitu sudah cukup untuk memikirkan lanjut atau tidak.
Kenapa kau butuh 1 minggu? Lebih baik berhentilah sekarang!” kata Seung Chan
Tidak bisa! Ini eksperimen penting bagiku. Aku butuh paling tidak seminggu untuk memikirkannya. SeJujur, jika kau membuatku bicara tanpa berpikir, aku bisa berakhir dengan bohong padamu. Aku bisa bohong dan menghentikan eksperimen, sementara dibalik itu aku bisa bersekongkol dengan Ji Ho. Tapi, karena kita bekerja sama, aku tidak ingin melakukannya. Mengerti?” ucap Soo Hyun menyakinkan. Seung Chan memalingkan wajahnya.
“Aku beri waktu 3 hari, Pikirkan dalam 3 hari.” Tegas Seung Chan lalu keluar dari ruangan, Soo Hyun meluapkan amarahnya ingin memukul Ji Ho yang membuka mulut. 

Seung Chan menarik Ji Ho ke bagian dapur, bertanya apakah Ji Ho mempercayai kakaknya. Ji Ho juga tak tahu lalu bertanya balik alasan Seung Chan menanyakan hal itu. Seung Chan menegaskan sangat tidak mempercayai kakaknya.
Seminggu? Dia akan tetap seperti itu bahkan jika aku beri waktu sebulan. Pria yang terobsesi dengan eksperimen dan akan melakukannya sampai mati.” Kata Seung Chan yakin, Ji Ho setuju.
Kau ingin menemui Go Hye Rim dan melanjutkan untuk menipunya seperti ini?” tanya Seung Chan, Ji Ho mengelengkan kepalanya.
Jadi kita harus lakukan sesuatu! Kita harus menghentikan langkahnya dalam eksperimen!” tegas Seung Chan, Ji Ho menanyakan caranya.
Pertama, masukan virus di komputernya. Buatlah segalanya hilang saat dia menekan "menu." Lalu Hancurkan semua USB dan hard disk eskternalnya” jelas Seung Chan
Ji Ho menyimpulkan Seung Chan ingin menghancurkan semua rekaman. Seung Chan membenarkan, Ji Ho memberitahu bahwa  Soo Hyun sudah menyimpannya di cloud, dan Server dengan password, hanya Soo Hyun yang bisa mengaksesnya. Seung Chan mengumpat kakaknya itu memang benar-benar cepat melakukanya. Ji Ho pun memberitahu Soo Hyun yang meminta untuk meningkatkan keamanan setelah fMRI. Seung Chan pikir masih ada yang bisa mereka hancurkan.
Ji Ho tahu Soo Hyun masih menyimpan blue print dan yang lainya di tempat terpisah, Seung Chan pikir mereka masih bisa menyingkirkan hal itu. Ji Ho tahu Soo Hyun menaruhnya dibrangkas kantor tapi hanya Soo Hyun sendiri yang tahu passwordnya. Seung Chan hanya bisa menghela nafas karena gagal menemukan kelemahan kakaknya. 

Hye Rim menyetir mobil, Soo Hyun memberikan aba-aba untuk pindah jalur dan menyalakan lampu sen tanda untuk pindah ke jalur kiri, Hye Rim yang gugup sempat salah dengan menyalakan wiper. Soo Hyun dengan tenang meminta mematikan dan menyalakan lampu sen ke sebelah kiri, Hye Rim berhasil menyalakanya, Soo Hyun melihat kebelakang dan meminta Hye Rim pindah jalur sekarang, dengan mulus Hye Rim pun bisa pindah jalur.
Soo Hyun melihat Hye Rim sudah pindah dan meminta agar tetap jalan lurus saja sekarang, dengan melemaskan punggungnya dan bisa melihat kearah luar, karena sekarang sudah aman. Hye Rim terlihat agak tegang melirik keluar lalu sadar sudah cukup jauh mereka pergi lalu bertanya kemana mereka akan pergi.
“Ke Villla milik temanku. Aku ingin santai di tempat yang nyaman, jadi...” ucap Soo Hyun
Lalu, apakah kita... menginap semalaman di sini?” tanya Hye Rim
Well, emm.... bisa seperti itu, atau kita bisa balik malam ini.” kata Soo Hyun gugup, Hye Rim binggung karena tidak bawa apapun.
Soo Hyun pikir mereka bisa pulang malam hari saja, Hye Rim pikir tak perlu lalu dikagetkan dengan bunyi klakson truk, buru-buru ia memingir pindah ke ke jalur kiri. 

Seung Chan bertanya kemana kakaknya pergi hari ini, Ji Ho dengan wajah lemas tak tahu tapi Soo Hyun dari tadi pagi hanya bersiul saja, Seung Chan bertanya kemana Hye Rim, Ji Ho memberitahu ikut pergi dengan Soo Hyun bahkan melihat ada banyak barang yang dimasukan ke dalam mobil. Seung Chan penasaran kemana kakaknya akan pergi dengan membawa banyak barang.
Ji Ho mengelengkan kepala tak tahu, tapi menurutnya mereka akan menghabiskan waktu semalam diluar lalu meninggalkan Seung Chan dengan wajah lesu. Seung Chan menghela nafas panjang memikirkan tentang kakaknya yang akan membuat sesuatu pada Hye Rim. 

Hye Rim melihat tempat milik Soo Hyun dengan bahagia karena ruangan sangat bagus, Soo Hyun dengan helaan nafas melihat adiknya menelp. Seung Chan menegaskan tak akan bertanya kemana kakaknya pergi tapi ingin mengingatkan kalau ini adalah hari ketiga jadi Soo Hyun harus memutuskan untuk menyerah dan berkata jujur pada Hye Rim dan mengancamnya. Soo Hyun mengatakan akan mengurusnya lalu menutup telpnya.
Seung Chan akhirnya mengirimkan pesan pada Hye Rim Go Hye Rim. Kau telah ditipu. Pria di sebelahmu adalah Male Subject A!

Hye Rim dan Seung Chan pergi ke supermarket, Hye Rim pergi ke counter daging karena mereka akan makan daging panggang, lalu melihat Seung Chan yang mengirimkan pesan padanya. Soo Hyun tahu Hye Rim sudah menolaknya jadi tak ingin membacanya karena semuanya akan lebih baik ketika Hye Rim memutuskan komunikasi dan bertingkahlah dingin dengan adiknya, Hye Rim merasa tak enak hati.
Tiba-tiba terdengar dari sisi lain, seorang paman akan memberikan diskon pada semua bahan makanan. Naluri ibu-ibu Hye Rim langsung keluar karena banyak diskon jadi mengajak Soo Hyun mengantri bersama untuk mendapatkan bahan makanan. 

Hye Rim sudah menyiapkan salad di meja makan, Soo Hyun sibuk memasak didapur. Hye Rim sumringah melihat makanan yang dibuat pacarnya, Soo Hyun mengatakan itu belum matang, tapi Hye Rim tak peduli karena yang diambil itu sosis, lalu mulai mencobanya dan menyuapi Soo Hyun.
Tapi, um... Kenapa kau bersikap buruk pada Seung Chan?” tanya Hye Rim, Soo Hyun menegaskan mereka memang saling bertolak belakang.
Meski begitu, dia sangat ramah. Dia bahkan memanggilmu "Hyung" dan memelukmu.” Kata Hye Rim,
“ Itu Bukan berarti dia ramah, tapi Dia hanya tidak punya takut, bahkan Dia belum pernah bermasalah dengan orang, jadi dia pikir bisa bertingkah semaunya” tegas Soo Hyun dengan nada tinggi
Tapi tetap, bukankah menyenangkan didekati adikmu dengan ramah?” pikir Hye Rim
Soo Hyun menolak karena seperti merasakan sesuatu yang sangat asam dimulutnya, bahkan ingin sekali memukul adiknya dan menyadarkan adiknya kalau ada orang di dunia ini yang membencinya. Hye Rim bertanya Soo Hyun itu dibesarkan oleh ibu tirinya. Soo Hyun membenarkan. Hye Rim pikir semua karena itu.
Apa ibu tirimu hanya memperlakukan Seung Chan dengan baik?” tanya Hye Rim,
Tidak. Dia baik padaku juga. Tapi ada perasaan licik yang aku dapatkan, karena ada kita bertiga, dan mereka berdua akan berkelompok dan melawanku.” Cerita Soo Hyun
Hye Rim menatap sedih pada Soo Hyun, lalu bertanya apakah Soo Hyun berpikir tentang ibu kandungnya, selain insiden di taman rekreasi. Soo Hyun mengelengkan kepalanya lalu mengalihkan pembicaraanya dengan mengajak Hye Rim makan karena dagingnya sudah matang. Ponsel Hye Rim berdering, Soo Hyun melihat Hye Rim sibuk didapur dan langsung merejectnya. 

Seung Chan berlari bersama Prof Bae ke arah gunung, Prof Bae merasa tak enak hati karena mengajak Seung Chan disore hari dan berjanji akan mengatur waktu nanti. Seung Chan pikir ini waktu yang baik karena apabila melewati olahraga sehari saja maka akan  sulit untuk memulainya lagi.
Prof Bae pikir mereka bisa menghirup udara dalam yang segar, Seung Chan malah sibuk melihat ponselnya. Prof Bae bertanya apakah Seung Chan sedang menunggu telp dari seseorang. Seung Chan membenarkan kalau ia sudah beritahu Hye Rim soal eksperimen lewat pesan. Prof Bae bertanya apa yang dikatakan Hye Rim. Seung Chan menceritakan belum mendapatkan balasan dan tak tahu Hye Rim sudah membaca pesannya atau tidak.
Jika dia tahu soal eksperimen, dia mungkin akan membencimu. Apa kau akan baik-baik saja?” tanya Prof Bae khawatir.
Ini memang tidak bisa membantu. Aku lebih khawatir dia akan cemas dan merasakan sakit yang mendalam” kata Seung Chan, Prof Bae merasa Seung Chan pasti bisa menghiburnya.
Aku memang merencanakan itu, dengan tiket ice skating.  Tapi aku Rasanya seperti akan memakainya sebagai cara untuk menemui Hye Rim kembali. Jadi Aku akan membuangnya.” Kata Seung Chan
Prof Bae menahanya, berpikir lebih baik mengunakanya saja. Seung Chan bertanya apakah Prof Bae pintar bermain ice skating. Prof Bae mengaku lumayan bisa tapi mungkin akan belajar agar bisa melakukanya. Seung Chan pikir semua orang pasti sibuk lalu mengajak Prof Bae untuk pergi denganya saja. Prof Bae merasa memang menyenangkan pergi bersama, tapi kalau memang Seung Chan sibuk, pergi sendiri juga tak masalah untuknya. Seung Chan pikir lebih baik pergi bersama saja dan akan mengirimkan pesan lagi pada Hye Rim. 

Soo Hyun mencuci piring sementara Hye Rim merapihkan makanan sisa didalam kulkas. Ponsel Hye Rim berbunyi, Hye Rim teringat sebelumnya belum sempat membaca pesan dari Seung Chan. Soo Hyun meminta Hye Rim untuk membiarkan saja.
Hye Rim pikir mungkin saja pesan itu penting, Soo Hyun marah karena Hye Rim terus memberikan peluang jadi membuat adiknya berbuat seenaknya, jadi meminta agar menempatkan sang adik diposisi yang sebenarnya dan ingin menghapusnya. Hye Rim tetap ingin melihat isi pesan Seung Chan. Soo Hyun berteriak memanggilnya, Hye Rim melihat ponselnya tiba-tiba mati karena habis battery.
Soo Hyun dengan wajah cemberut kembali ke tempat cuci piring, mengosok pengorengan dengan kasar, Hye Rim mendekat merasa Soo Hyun marah karena ia tetap ingin membaca pesanya. Soo Hyun tak menjawab, tetap dengan kasar mengosok pengorengan dengan wajah cemberut, Hye Rim mengejek Soo Hyun itu kekanankan lalu memberika ciuman di pipinya. Soo Hyun pun tersenyum, Hye Rim akhirnya membantu Soo Hyun untuk membersihkan semua cucian piring. 

Seung Chan memegang kedua tangan Prof Bae untuk mengajarkan ice skating, Prof Bae merasa cukup sulit juga berjalan dengan diatas es, Seung Chan pikir Prof Bae sudah bagus melakukanya, lalu sambil bertanya bagaimana cara mengatasi apabila cinta bertepuk sebelah tangan.
“Hatimu itu sangat polos, Ini pertama kalinya aku mendapatkan pertanyaan itu, daripada "Bagaimana aku memutuskan dengan mereka?"” pikir Prof Bae
Aku pikir ini terlalu awal untuk menyerah begitu saja. Tapi aku tidak bisa melakukan sesuatu, Inilah masalah.” Jelas Seung Chan yang terus menuntun Prof Bae
Tentu. Itu hal bagus untuk ditanyakan. Aku adalah dokter dari cinta yang tak terbalas, jadi aku tahu banyak soal itu.” Kata Prof Bae, Seung Chan tersenyum bertanya bagaimana bisa Prof Bae menjadi dokter seperti itu.
Aku... menyukai seseorang juga.” Akui Prof Bae

Seung Chan tak percaya karena orang setua Prof Bae masih bisa merasakan hal seperti itu. Prof Bae mengatakan itu sudah pasti karena mereka perasaan itu tak akan berhenti saat menua. Seung Chan bertanya apa yang dilakukan Prof Bae dengan hal itu.
Aku hanya menguras energiku menyukainya. Saat aku melihat orang itu, otomatis aku tersenyum. Menurutku ini Berkah yang besar. Dan saat kau punya perasaan tak terbalas, maka yang satu akan terkejut dan satu lagi terbengkalai. Itu juga bisa menjadi kuat tergantung orang itu merefleksikan dirinya.  Jadi... Nikmati saja perasaan itu. Cinta tak terbalas itu tidak terhitung Dan juga, itu cinta paling tulus di dunia.” Jelas Prof Bae
Lalu perasaan ku ini tulus kan?” kata Seung Chan bangga, Prof Bae membenarkan ketika akan memberitahu sesuatu langkahnya malah terpeleset.
Seung Chan reflek memegang badan Prof Bae agar tak terjatuh, Prof Bae tersipu malu dengan wajah memerah merasa dirinya itu paling beruntung. Seung Chan tak mendengarnya bertanya apa yang dikatakan Prof Bae sebelumnya. Prof Bae mengelengkan kepalanya, Seung Chan pikir Prof Bae sudah lelah jadi bisa istirahat sejenak. Prof Bae mengaku tak lelah bahkan bisa melakukan 10 keliling lagi. Seung Chan pun menuntun Prof Bae akan menyeimbangkan langkahnya. 


Soo Hyun membiarkan Hye Rim  berbaring diatas lengannya dan Hye Rim pun memeluk erat Soo Hyun. Tangan Soo Hyun mengelus rambutnya dengan lembut, Hye Rim mengaku seperti mimpi bisa seperti sekarang bersama Soo Hyun. Soo Hyun mengatakan “aku juga” Hye Rim semakin erat memeluk Soo Hyun.
Aku akan menyiramimu dengan cinta mulai sekarang dan tidak peduli apa yang orang lain pikirkan, aku akan tetap mencintaimu. Menurutku ini Cukup sebagai ganti untuk cinta yang tidak kau terima dari ibumu.” Kata Hye Rim, Soo Hyun pun memberikan kecupan dikening Hye Rim.
Hye Rim menatap Soo Hyun sambil mengungkapkan perasaanya “aku mencintaimu... Soo Hyun” Soo Hyun pun mengatakan “aku juga” Hye Rim merengek Soo Hyun hanya bisa mengatakan “ aku juga”. Soo Hyun pun mencium Hye Rim sebagai tanda cintanya. 

Prof Bae berlatih piano sendirian dengan tingkatan paling dasar, guru piano memberitahu Prof Bae harus belajar 10 kali lagi seperti itu. Prof Bae mengerti lalu bertanya kapan bisa bermain Bach's Prelude. Guru pianonya meminta maaf karena Prof Bae masih jauh tahapanya untuk sampai memainkan musik itu. Prof Bae hanya bisa menarik nafas dalam-dalam dan mulai berlatih piano kembali. 

Hye Rim bisa mencharger ponselnya di minimarket, pesan Seung Chan pun bisa dibacanya Go Hye Rim, kau telah ditipu. Pria di sebelahmu adalah Male Subject A! Ada brangkas kecil di kantor di balik bingkai. Cari tahu kata sandi kakakku. Dan bukalah. Lalu, semuanya akan terungkap.Mata Hye Rim menatap curiga Soo Hyun yang sedang memilih minuman dingin.
Soo Hyun mengantar Hye Rim sampai ke cafe, lalu menyuruh untuk segera masuk dan istirahat karen nanti akan melakukan yang sama ketik sampai rumah. Hye Rim mengerti dan berpesan agar Soo Hyun juga hati-hati dijalan. Soo Hyun melambaikan tangan dan memutar balik mobilnya. 

Hye Rim buru-buru pergi ke lantai dua dan memastikan belum ada orang disana, lalu masuk ke ruangan Soo Hyun tapi semua sisi sudah dipasang CCTV. Beberapa saat kemudian, Hye Rim membawa balon gas dan sengaja menerbangkan untuk menutupi camer CCTV.
Dengan tatapan sinisnya, masuk ke ruang CCTV dengan percaya diri, lalu berjalan mendekati lukisan dan menurunkan, terlihat brangkas tersembunyi dibaliknya. Hye Rim berpikir passwordnya mungkin itu ulang tahun Soo Hyun, lalu menekan angka “0312” tapi ternyata salah, matanya lalu memikirkan sesuatu. 

Seung Chan kaget melihat Hye Rim sudah ada di ruang tengan menikmati kue dan juga kue untuk sarapan, Hye Rim menyapa Seung Chan walaupun terasa dingin. Seung Chan bertanya apakah Hye Rim baru saja pergi. Hye Rim pura-pura tak mengerti.
“Kau baru saja pergi dengan kakakku?” tanya Seung Chan, Hye Rim membenarkan sambil makan kuenya
“Apa Kau membaca pesanku?” tanya Seung Chan, Hye Rim mengangguk
“Jadi Kau baca pesanku dan kau acuh begitu saja?” kata Seung Chan tak percaya, Hye Rim kembali mengangguk karena merasa itu bukan sesuatu yang gila.
Apa kau... lihat brangkasnya?” tanya Seung Chan, Hye Rim mengelengkan kepala dan tidak akan mencarinya karena  tidak ingin meragukannya lagi. Seung Chan hanya diam dan memilih untuk pergi. 

Soo Hyun masuk ke dari cafe melihat Hye Rim sedang mencuci di dapur, Hye Rim dengan wajah sumringah bertanya apakah Soo Hyun beristirahat dengan baik, Soo Hyun mengangguk dan bertanya balik. Hye Rim mengaku istirahat dengan baik, lalu meminta tolong untuk membacakan pesan di ponselnya. Soo Hyun terlihat kaget.
Hye Rim mengangkat tanganya yang penuh dengan busa cuci piring, walaupun hanya pesan Spam tapi harus melihatnya, apabila hanya menyalakan saja maka bisa terbaca pesannya. Soo Hyun menyalakan ponsel Hye Rim tapi mengunakan password. Hye Rim mengatakan itu passwordnya ulang tahunya karena biasanya pasangan melakukan hal itu.
Lalu mengoda Soo Hyun dengan bertanya apakah pacarnya itu tak melakukanya dengan mengedipkan matanya. Soo Hyun terlihat tak enak hati sambil membuka password dengan ponsel mengunakan tanggal lahirnya, lalu memberitahu pesan dari departement store akan ada diskon. Hye Rim merasa itu hanya spam saja, Soo Hyun pun memilih untuk pergi ke lantai dua, Hye Rim melirik seperti menyembunyikan sesuatu. 

Malam harinya
Hye Rim membaca sebuah palu dan menuruni tangga ke cafe, lalu membuka kotak listrik dan dengan sengaja menurunkan tegangan. Semua lampu dan CCTV pun ikut mati, ia pergi ke lantai dua memastikan CCTV memang tak menyala dan berusaha masuk ke ruangan Soo Hyun, tapi terkunci. Dengan sekuat tenaga, Hye Rim membuka dengan palu, langsung terdengar bunyi alarm, Hye Rim panik dan langsung berlari ke lantai tiga.
Soo Hyun yang sudah tidur dibangunkan dengan bunyi ponselnya, tim keamanan menelp memberitahu kalau ada sesuatu yang mencurigakan dikliniknya, Soo Hyun pun langsung bangun. Polisi pun langsung datang ke tempat klinik Soo Hyun. 

Ji Ho memeriksa seluruh ruangan merasa tak ada yang hilang, Soo Hyun bertanya pada Hye Rim dengan berakting ketakutan, Hye Rim mengatakan kalau tak ada yang hilang dan mengaku mendengar pintu yang dirusak, lalu suara alarm berbunyi, lalu mengaku ketakutan karena ada orang yang datang ke klinik Soo Hyun.
Polisi menanyakan apakah mereka harus memberitahu pihak polisi, Soo Hyun pikir tak perlu lalu bertanya apakah pintu bisa terbuka sekarang, Pihak kemanan bisa membukanya tapi berpesan agar Soo Hyun  meningkatkan keamanan lebih tinggi sekarang dan juga harus memeriksa passwordnya, akan lebih baik untuk menganti sandinya.
Soo Hyun mengerti dan ingin memeriksa sesuatu dulu didalam, ia pun masuk sendiri ke dalam untuk memeriksa brangkasnya. Didalam masih ada amplop coklat dengan beberapa berkas didalamnya. Lalu menutup kembali karena tak ad yang hilang, teringat pesan petugas kalau untuk mengantik passwordnya agar lebih aman, dan teringat kembali Hye Rim mengatakan menganti password dengan ulang tahun pasangan seperti yang dilakukan pasangan lain ketika sedang berkencan. 

Soo Hyun pergi ke lantai satu mengajak Hye Rim bertemu di Cafe satu jam dari sekarang. Hye Rim mengerti lalu bertanya apakah Prof Bae sudah pulang , Soo Hyun memberitahu Prof Bae mungkin akan datang telat karena harus mengambil bahan materi, tapi menurutnya Prof Bae akan segera pulang. Hye Rim tahu Seung Chan dan Ji Ho sedang berkerja diluar jadi berpikir kalau akan malam sendirian. Soo Hyun tersenyum mengatakan dalam satu jam dari sekarang akan makan malam bersamanya. Hye Rim tersenyum sumringah lalu melirik ke lantai dua yang tak ada orang. 

Ji Ho minum segelas bir dengan sekali teguk, lalu meminta tambah lagi pada pelayan. Yoo Rim meminta Ji Ho untuk berhenti karena sudah minum banyak lalu meminta pelayan tak membawakan lagi.
Kau berkubang dalam kesedihanmu di udara malam yang dingin, bahkan  kau sulit karena kedinginan, lalu berlatih Hap Ki Do sambil mengatakan nama kakakku. Bukankah cukup?” kata Yoo Rim
Tidak, aku harus  melalui hal yang lebih sulit lagi, ah... aku pikir harus dipukuli!” kata Ji Ho merasa bersalah, memukul kepala sendiri. Yoo Rim menarik tangan Ji Ho.
Kalau kau memang benar-benar ingin dipukuli, aku akan memukulimu.”kata Yoo Rim, Ji Ho ketakutan karena tahu kekuatan Yoo Rim sangat kuat.
Aku tidak melakukan ini karena dicampakan.” Jelas Ji Ho, Yoo Rim pun bertanya alasan Ji Ho seperti orang yang frustasi seperti itu,
Aku melakukan sesuatu yang mengerikan padanya, jadi Aku layak dicampakan lebih dari seratus kali.” Kata Ji Ho, Yoo Rim makin binggung berpikir Ji Ho sudah mencuri pakaian dalam kakaknya.
Kalau sesuatu sesuatu seperti itu, aku akan mengaku dan menerima hukuman. Tapi aku...” kata Ji Ho binggung, Yoo Rim meminta Ji Ho cepat mengatakan padanya.
Ji Ho pikir Yoo Rim saja yang memberitahu pada Hye Rim atas nama dirinya, Yoo Rim makin penasaran apa sebenarnya yang ingin dikatakan Ji Ho. Akhirnya Ji Ho membahas tentang Hye Rim yang ikut dalam eksperiment kemarin. 

Hye Rim sengaja masuk kedalam ruangan Soo Hyun yang sudah gelap dan memastikan kalau balon-balon menutupi kamera lalu berjalan mendekati brangkas dengan senter.
Ji Ho menceritakan kalau sebenarnya eksperimen itu berhubungan dengan psikologis yang berkaitan dengan cinta. Yoo Rim masih tak mengerti maksud dari cintanya itu, Ji Ho menjelaskan Subjek utamanya adalah nona Hye Rim lalu Seung Chan, Soo Hyun dan ia sebagai objek, selain itu Soo Hyun  juga menjadi pengawas eksperimen. Yoo Rim merasa semua penjelasan Ji Ho sangat rumit jadi meminta untuk mengatakan yang simple dan jelas saja. Ji Ho memberitahu kalau tentang perasaan suka mereka bertiga pada Hye Rim itu hanya kebohongan belaka,Yoo Rim melonggo. 
Hye Rim menurunkan lukisan dan ingin menekan passwordnya. Ji Ho masih menceritakan perlahan mulai benar-benar menyukai Hye Rim tapi diawal bukan seperti itu dan juga dengan Eksperimen itu untuk melihat kepada siapa Hye Rim akan jatuh cinta, Yoo Rim menyimpulkan dengan perkataan Ji Ho bahwa mereka bertiga mendekati kakaknya  dengan berpura-pura, hanya untuk melakukan eksperiment.
Ji Ho dengan wajah tertunduk membenarkan, Yoo Rim bertanya apakah Seung Chan juga melakukan hal yang sama, Ji Ho mengangguk, Yoo Rim masih bertanya, Soo Hyun juga seperti itu. Ji Ho mengangguk, Yoo Rim pun kembali bertanya apakah Ji Ho juga, Ji Ho pun mengangguk mengakuinya. Yoo Rim langsung menyiram wajah Ji Ho dengan bir dan mengumpat, beberapa pengunjung lainnya langsung melihat kearah mereka. 


Soo Hyun berjalan ke arah cafe, Yoo Rim keluar dari cafe berusaha menelp kakaknya tapi tak diangkat, Sesampai didepan pintu cafe, Soo Hyun melihat penjual balon dan permen kapas dipinggir jalan.
Hye Rim masih ada didepan brangkas, teringat pancingan kalau ia mengunakan ulang tahun Soo Hyun sebagai passwordnya, lalu mengingat ulang tahunya itu tanggal 2 maret jadi kodenya 0302, lalu menekannya dan pintu brangkas terbuka, ia pun mengambil amplop coklat didalam brangkas.
Soo Hyun pergi ke penjual permen kapas untuk membelinya, karena teringat Hye Rim yang meminta ketika pergi kencan pertama kali. Hye Rim melihat berkas blue print yang disimpan Soo Hyun, dengan membaca cepat poin perpoin.
[Pendahuluan Tes 2: Menjadikan seorang wanita lajang di usia tiga puluhan didekati oleh tiga jenis laki-laki, dan melihat seberapa dalam cintanya kepada pilihannya. Menggunakan fMRI untuk mengukur perasaan si perempuan terhadap ke tiga laki-laki]
Hye Rim teringat mengikuti beberapa tes dengan gambar foto pria yang terlihat dilayar, Lalu melihat ke lembaran berikutnya, subjek pria C yaitu Woo Ji Ho, lembaran berikutnya  Subjek Pria B: Choi Seung Chan dan Subjek Pria A: Choi Soo Hyun dan Subjek utama: Go Hye Rim, dirinya sendiri. Hye Rim benar-benar tak percaya ternyata Soo Hyun masih mengunakan dirinya sebagai subjek penelitianya.
bersambung ke episode 10 
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar