Kamis, 04 Februari 2016

Sinopsis Remember Episode 15 Part 1

Gyu Man memasukan narkoba ke dalam winenya, Pengacara Song langsung merekam dengan pulpen yang dibawanya, Polisi pun datang ke TKP dan In Ah dengan Manager Yoon mengawasi dari depan. Yeo Kyung masuk ke ruangan pesta memerintahkan untuk menangkap semua orang yang ada didalam ruangan.
Chul Joo menarik Gyu Man untuk pergi bersama, tapi Gyu Man yang licik memilih pergi sendiri dengan menaiki tangga, Pengacara Song terus mengikutinya, tapi kehilangan jejaknya. Gyu Man diruangan tersembunyi menelp untuk mempersiapkan mobil. 

Sek Ahn masuk kedapur yang cukup gelap sambil memanggil Gyu Man, dengan mata belim terbuka semuanya, Gyu Man menghampiri sambil mengomel Sek Ahn yang lamban sekali. Sek Ahn memberikan kunci mobil, Gyu Man pun meminta untuk bertukar jas dengan senyuman licik pun menyuruh untuk menyelesaikan masalahnya.
Diparkiran, Jin Woo  bisa melihat Gyu Man masuk ke dalam mobil dan langsung memerintahkan untuk mencegatnya sebelum meninggalkan TKP. Mobil Manager Yoon dan Polisi pun segera menghadangnya, Jin Woo kaget saat membuka pintu mobil ternyata yang keluar adalah Sek Ahn bukan Gyu Man sesuai dengan perkiraanya.
Kenapa... kau bisa ada di sini?” ucap Jin Woo begitu, begitu juga In Ah dkk karena sudah melihat dengan jelas saat Gyu Man masuk ke club.
Aku ke sini untuk minum-minum.” Akui Sek Ahn menutupi semua kejahatan yang dibuat Gyu Man. 

Gyu Man dengan sedikit sadar karena baru saja minum wine, mengendarai mobil lainya dan meninggalkan TKP dengan senyuman licik bisa terbebas dari tuduhan. Sesampai dirumah, ia berjalan sempoyongan karena pengaruh obat dan juga wine, Dong Ho melihat Gyu Man menyindir acara pestanya tadi sangat menyenangkan.
Oh, Pengacara Park.. Senang bertemu denganmu di sini. Sepertinya Sekretaris Ahn  sedang diinterogasi sekarang. Cepat ke sana dan laporkan padaku hasilnya nanti.” Perintah Gyu Man, Dong Ho hanya diam saja, Gyu Man mulai mengumpat menyuruh Dong Ho cepat pergi
Gyu Man!!! Kau harus memperbaiki hidupmu itu dan harus membayar apa yang telah kau lakukan selama ini... Kau mengerti?” teriak Dong Ho penuh amarah yang sudah di tahannya selama ini lalu meninggalkan rumahnya. Gyu Man hanya tersenyum tanpa rasa bersalah. 

Sek Ahn keluar dari kantor polisi sendirian, terdiam sejenak setelah menutupi semua tingkah Gyu Man. Jin Woo melihat Sek Ahn yang sengaja menutupi kejahatan Gyu Man sebagai atasanya.  Sek Ahn pergi minum sendirian dibar, Jin Woo datang dan langsung duduk disampingnya lalu menuangkan minuman.
“Ketika Nam Gyu Man membunuh Oh Jung Ah mungkin kejadianya seperti ini juga. Dia mungkin menelepomu hari itu juga untuk membereskan semua buktinya. Hidup Nam Gyu Man memang enak, ya?” sindir Jin Woo
Sepertinya kau salah orang, Aku adalah Sekretaris Umum di Il Ho, jadi tak akan terkecoh olehmu.” Tegas Sek Ahn
Kaulah satu-satunya orang yang tahu semuanya, tentang semua kejahatan Nam Gyu Man. Apa kau mau tahu, bagaimana nasibmu... di masa depan? Nam Gyu Man yang melakukan kesalahan, tapi, malah kau yang harus membereskannya.” Ucap Jin Woo berusaha menyadarkan Sek Ahn kalau tindakanya salah.

Di kantor Jin Woo
Pengacara Song merasa tak perlu khawatir walaupun Gyu Man masih bebas tapi ia sudah mendapatkan buktinya, lalu memutar rekaman video yang didapatnya.
Dalam rekaman Video. Chul Joo menceritakan  Si bocah brengsek Seo Jin Woo datang menemuiny dan  terus membahas tentang pembunuhan yang dilakukkan Gyu Man, Pengacara Song merasa bangga bisa  merekam moment yang bagus dan menurutnya mereka bisa menguploud sekarang di internet.
Jika kita meng-upload ini, pasti mereka akan dengan mudah memblokirnya. Lalu Mereka bisa menutup kasusnya dengan mengatakan bahwa ini rekaman palsu.” Kata Manager Yoon sudah mengerti keluarga Nam
Aku akan menyerahkan rekaman ini pada Jaksa Tak.” Kata Jin Woo, Pengacara Song binggung kenapa harus diberikan padanya.
Ya. Hanya dia yang bisa kita percaya sekarang.” Jelas In Ah yakin 


Yeo Kyung masuk kamar kakaknya dengan wajah penuh amarah, Gyu Man merasakan kepalanya terasa sakit setelah terbangun akibat bantingan pintu kamarnya, lalu berusaha bangun mengucapkan terimakasih pada adiknya atas pertolonganya tadi.
Aku beruntung bias punya adik seorang jaksa. Jangan bosan membantuku, oke?” kata Gyu Man tanpa ada rasa bersalah
Sampai kapan lagi kau mau aku terus menutupi kesalahanmu itu?” teriak Yeo Kyung
Menutupi kesalahanku? Aku punya ribuan kesalahan, kesalahan apa yang kau maksud?” ucap Gyu Man
Apa salah satu kesalahanmu itu adalah menjadi pembunuh mahasiswi Seocheon? Dan Karena itulah Seo Jin Woo  terus mengincarmu?” kata Yeo Kyung menuduh

Hei! Kau pikir kakakmu ini orang jahat?” ucap Gyu Man menyangkal, Yeo Kyung berteriak meminta kakaknya menjawab pertanyanya.
Ya, memang Aku yang membunuhnya. Aku membunuh si jalang Oh Jung Ah karena aku sangat kesal padanya. Ayah kan selalu bilang untuk menyingkirkan pengganggu Dan aku telah membunuh orang yang tak berguna itu.” Teriak Gyu Man penuh amarah karena adiknya berani memarahinya.
Yeo Kyung melotot kaget tak percaya kalau pembunuh sebenarnya adalah kakaknya sendiri. Gyu Man malah menyindir adiknya terlihat Shock padahla itu yang ingin didengarnya, lalu  menyuruh kembali kamarnya saja karena ia ingin tidur. Yeo Kyung keluar dengan wajah Shock dan Gyu Man tanpa punya rasa bersalah bisa tidur diatas sofa. 

 [Il Ho Grup]
Dong Ho bertanya pada Sang Ho apakah mereka sudah membereskanya  semuanya. Sang Ho dengan membawa kardus mengatakan sudah membereskan semuanya. Di lobby, untuk urusan hukum berpapasan dengan Jaksa Hong yang akan keluar.
Ketua sudah memberitahuku, sayang sekali yah... keputusanmu ? Tapi, meskipun begitu kau adalah pengacara terbaik dalam tim Il Ho.” Sindir Jaksa Hong
Aku harusnya lebih cepat mengundurkan diri” balas Dong Ho
Kau sudah tak punya kesetiaan, jadi jika kau terus di sini, kami pasti akan mendapat masalah. Aku jadi terharu mendengar alasan keluarmu ini.” komentar Jaksa Hong Sinis
Kau mungkin harus berurusan dengan ribuan masalah yang dihadapi Il Ho. Mungkin 24 jam itu tak akan pernah cukup bagimu, karena masalah yang dibuat oleh Nam Gyu Man terlalu banyak.” Jelas Dong Ho
Jaksa Hong pikir akan mengundurkan diri seperti Dong Ho apabila tak bisa menanganinya. Dong Ho mengejek Jaksa Hong memang anjing Ketua Nam yang paling setia dan berkata walaupun sudah keluar dari Il Ho masih tetap bisa bertemu lagi lalu berteriak memanggil Sang Ho untuk keluar dari gedung segera

Di dalam mobil
Pengacara Song memberitahu Pengacara Park Dong Ho sudah berhenti dari Il Ho. Jin Woo kaget mendengar berita Dong Ho tak menjadi membela Keluarga Nam lagi.
Apa menurutmu dia berhenti karena ingin menghancurkan Il Ho? Jika memang begitu, kita bias bekerja sama dengannya.” Kata pengacara Song, Jin Woo tak banyak komentar memilih untuk konsentrasi menyetir. 

Gyu Man melihat Sek Ahn sudah kembali lagi ke kantor setelah pergi ke kantor polisi. Sek Ahn mengatakan karena tak melakukan kejahatan apapun dan juga tak menggunakan narkoba di club jadi bisa bebas. Gyu Man merasa tersindir dengan kalimat Sek Ah "tak melakukan kejahatan apapun"
Kau terdengar seperti ingin memberitahu itu pada seseorang. Apa kau mau uang lagi, karena tak ada yang membelamu semalam?” kata Gyu Man mengeluarkan dompetnya.
Gyu Man, aku tak melakukannya demi uang.” Ucap Sek Ahn tertunduk ketakutan
Nah, ini uang untukmu,  Apa kau masih punya harga diri hingga berani berkata begitu? Apa kau tak suka uang? Aku ini  punya banyak uang, Karena itulah kau selalu bertahan diperlakukan seperti anjing.” Ejek Gyu Man dan menaruh lembaran uang dikantung Sek Ahn.
Kau tak perlu malu, dan ambil uang yang kuberikan ini Karena demi uang inilah kau rela menjadi anjing. Aku harap kau tak akan bosan membantuku, temanku.... Sekarang Kita harus menyuruh Chul Joo tutup mulut. Siapkan mobilnya.” Tegas Gyu Man
Sek Ahn terdiam sejenak menatap patung kuda yang ada diruangan, seperti ingin menyerahkan bukti kejahatan. Gyu Man menegur Sek Ahn yang diam saja, Sek Ahn pun langsung melakukan tugasnya. 

Jaksa Tak bertemu kembali dengan Dong Ho dan Detektif Bae, mengungkapkan mereka tak mungkin menang melawan Nam Il Ho tanpa memilki bukti yang kuat. Dong Ho penuh keyakinan merasa tak perlu khawatir lalu memberikan rekaman suara untuk menjadikan bukti yang kuat.
Kau pikir ini akan cukup? Kita juga memerlukan saksi.” Kata Jaksa Tak
Ya, aku juga sudah menemukan saksinya.” Ucap Dong Ho penuh percaya diri,Detektif Bae terkejut menanyakan keberadan saksinya.
Aku sudah melindunginya di tempat yang sangat aman.” Jawab Dong Ho dengan senyuman bahagia.

Sang Ho membawa Tuan  Ha kesebuah rumah meminta tak perlu khawatir dan tetap ada rumah, Tuan Ha terlihat ketakutan dengan melihat sekeliling sambil bertanya apakah tempat  persembunyianya itu aman. Sang Ho menyakinkan kallau tempat yang dipilih Dong Ho itu aman lalu mengajaknya masuk.
Didepan rumah terlihat ada orang yang menutup wajahnya dengan kain hitam mengamati, Sang Ho sedang membawa Tuan Ha untuk disembunyikan. 


Gyu Man menemui Chul Joo dalam penjara, Chul Joo yang mengunakan baju tahan tak percaya Gyu Man tega kabur sendirian. Gyu Man berdalih dirinya itu tak ingin kabur sendirian dan merasa sedih melihat Nasib Chul Joo yang jadi seperti sekarang.
Apa kau bisa meminta adikmu untuk membebaskanku dari sini?” kata Chul Joo memohon
Kau ini sungguh tak sabaran, sekarang Ayahku sedang mengurus masalah ini.” ucap Gyu Man, Chul Joo berkomentar temanya itu beruntung memiliki adik seorang jaksa.
“Tapi Kenapa kau datang? Apa kau datang karena takut aku akan buka mulut? Mereka memintaku untuk jujur siapa temanku malam itu. Jika aku buka mulut maka hukumanku akan berkurang. Apa kau tahu siapa yang ada dalam pikiranku saat itu?” Cerita Chul Joo dengan nada sedikit mengancam
Jika kau mau memberitahu mereka, silahkan saja.....jika kau mau membereskan masalah ini sendiri.”kata Gyu Man menantang, Chul Joo terlihat binggung. 
Jika kau membuku mulutmu sedikit saja, maka perusahaan ayahmu akan menjadi perusahaan kecil dalam sekejap.” Balas Gyu Man mengancam. Chul Joo tak bisa menahan amarahnya, lalu berdiri sambil mengumpat.
Kau bisa melakukannya asalkan kau rela menjadi pewaris perusahaan kecil. Apa kau sudah lupa? Kita ini tidaklah selevel” tegas Gyu Man meremehkan Chul Joo. 


Yeo Kyung melihat berita dalam laptopnya Ahli waris dari sebuah perusahaan besar telah tertangkap berpesta narkoba di salah satu club di Cheong Dam. Dia adalah Direktur Sewon Grup.Kepalanya lansung pening karena menutupi juga kejahatan kakaknya yang berada ditempat itu juga.  Jin Woo tiba-tiba datang keruangan Yeo Kyung dengan senyuman lalu membaca berkas diatas meja. [Terdakwa: Bae Chul Joo... Pekerjaan:. Direktur Sewon Grup]
Aku yang mengatur penggerebekan ini. Apa kau menyukainya?” ucap Jin Woo, Yeo Kyung kaget ternyata Jin Woo yang sudah merencanakanya.
Bukannya kita sebagai warga neegara harus melaporkan pesta narkoba seperti ini? Kenapa seorang jaksa bias lengah dalam bertugas begini? Dan Kenapa kau bisa membebaskan tersangka hanya karena dia itu kakakmu?” sindir Jin Woo

Apa yang sebenarnya yang ingin kau katakan?” kata Yeo Kyung dengan mata melotot
Menurutmu rekaman apa yang ada dalam bolpoin ini? No.1 : Saat kakakmu sedang bersenang-senag di pesta itu dan No.2 : Saat kau yang membiarkan dia lari karena dia adalah kakakmu lalu No. 3: Semua adegan itu. Sepertinya, kau telah menyalahgunakan posisimu, jadi Aku harus menyerahkan ini pada atasanmu.” Ucap Jin Woo membuat Yeo Kyung mulai panik, lalu keluar ruangan.


Jaksa Tak bersama In Ha dan Jin Woo menonton video bersama, terlihat dengan jelas Yeo Kyung yang membiarkan kakaknya untuk pergi dari TKP. Dengan waja geram Jaksa Tak mengungkapkan sudah meminta Yeo Kyung untuk mundur tapi tetap saja ingin pergi.
Nam Gyu Man berhasil lolos,  tapi temannya sudah tertangkap.” Jelas Jin Woo, Jaksa Tak bertanya siapa teman Gyu Man.
“Dia adalah Direktur Saewon Grup, Bae Chul Joo dan teman lama Nam Gyu Man.” Ucap Jin Woo, Jaksa Tak menyimpulkan ternyata seorang ahli waris lagi.
Kita akan membuat Bae Chul Joo membongkar kejahatan Nam Gyu Man.” Kata Jin Woo, In Ah mengatakan akan mengusahakan semuanya, jadi meminta tolong pada Jaksa Tak. 

Tuan Nam memuji Yeo Kyung sebagai anak yang baikbisa melindungi kakaknya. Gyu Man pun mengungkapkan merasa beruntung memiliki adik seorang jaksa, Tuan Nam berteriak menyuruh Gyu Man diam saja dan tak usah banyak omong.
Yeo Kyung, kau harus bersiap-siap untuk selalu melindungi keluargamu.” Pesan Tuan Nam, Yeo Kyung nampak binggung merasa tak bisa melakukanya. Tuan Nam menyuruh anak bungsunya masuk saja, Yeo Kyung pun menurut dengan kembali kekamar.

Hanya tinggal Gyu Man dengan ayahnya, Tuan Nam langsung menampar Gyu Man yang kembali membuat masalah.
Perusahaan yang telah kudirikan dengan susah payah, apa kau mau menghancurkannya dengan tindakan gilamu itu?” teriak Tuan Nam
Aku juga tak mau pergi, tapi dia terus memaksaku.” Kata Gyu Man denga memegang pipinya yang kesakitan
Hanya karena temanmu adalah sampah, kau juga mau jadikan keluargamu ini sampah. Pastikan kau membuatnya tutup mulut.” Tegas Tuan Nam, Gyu Man meminta maaf dan berjanji akan mengurusnya. Tuan Nam pun mengumpat anaknya yang memang brengsek!


Yeo Kyung sudah duduk dikamar kakaknya, Gyu Man masuk kamar langsung duduk didepan adiknya. Yeo Kyung menceritakan  Seo Jin Woo adalah orang yang  melaporkan kasus narkoba itu. Gyu Man nampak kaget mendengarnya.
Seo Jin Woo adalah orang yang melaporkan pesta narkoba  yang diadakan Chul Joo.” Kata Yeo Kyung agar kakaknya bisa mendengar dengan jelas, Gyu Man memperlihatkan senyuman liciknya karena ternyata Jin Woo sengaja menjebaknya.

In Ah sedang menunggu seseorang dipersimpangan jalan, Jin Woo baru menuruti tangga melihat In Ah ada diluar padahal udara sangat dingin. In Ah beralasan hanya ingin menghirup udara segar dan baru mau masuk kembali, Jin Woo pun berjalan lebih dulu dengan berbelok, In Ah terdiam melihat Jin Woo yang lupa denga jalan kekantor, Akhirnya dengan menarik tangan Jin Woo, In Ah mengajaknya ke arah yang benar.
“Sejak Kapan... kau tahu?” ucap Jin Woo merasakan In Ah mengetahui penyakit yang sama dengan ayahnya, In Ah berpura-pura tak mengerti
“Mengenai Sakitku... Ingatanku... perlahan mulai menghilang.” Ucap Jin Woo menatap In Ah
Apa kau pikir aku tak akan menyadarinya? Kau tak perlu menyembunyikannya.” Kata In Ah dengan mata-mata berkaca-kaca 


Keduanya duduk di ruangan, In Ah mengakui sudah lama mengetahui. Jin Woo menceritakan Karena  ketika masih muda, ingatannya sangatlah bagus dan bisa mengingat semuanya.
Bahkan kejadian yang menyedihkan, Aku bisa mengingatnya dengan jelas Dan rasanya sangat menyakitkan. Aku ingin melupakan semuanya. Tapi, ingatan itu terus menghantuiku.” Ucap Jin Woo dengan menahan air matanya, In Ah memegang tangan Jin Woo.

Tapi, sekarang... Jin Woo, kau adalah orang yang spesial. Kau hanyalah... sedikit berbeda dari orang kebanyakan, itu saja. Sakit juga kan bagian dari kehidupan manusia. Jin Woo, kau tetaplah Jin Woo.” Kata In Ah memberikan semangat.
Jin Woo menatap In Ah, dengan senyuman In Ah berjanji akan membantunya  dan apabila ada tak dingat Jin Woo maka ia  akan menjadi ingatannya itu. Jin Woo pun memegang erat tangan In Ah dengan mata berkaca-kaca. In Ah menyakinkan akan selalu berada di sisi Jin Woo dan meminta agar tak mengkhawatir karena pasti aka tetap baik-baik saja. Jin Woo pun memeluk In Ah dengan erat, In Ah pun memegang erat lengan Jin Woo dan menangis di pundaknya. 


Jaksa Tak melihat berkas Presdir Nam Il Ho - X File dan juga sebuah pulpen sebagai bukti tentang Yeo Kyung yang membiarkan kakaknya pergi. Teringat kembali ucapan Tuan Nam saat di restoran, yang menawarkan diri untuk  bekerja untuknya.
Jawabanmu bisa mengubah hidupmu menjadi seperti Pengacara Hong.” Kata Tuan Nam merayunya, Jaksa Tak bimbang menatap berkas ditanganya.

Tuan Nam mengaku sudah tahu bahwa Pengacara Park akan mengincarnya, Jaksa Tak yang duduk bersama mengungkapkan kalau Dong Ho itu orang yang sangat naif, menurutnya jika itu terjadi padanya mungkin tak akan melakukanya.
Pengacara Park masih punya sisi kemanusiaan. Jadi, apa alasanmu hingga harus jauh-jauh datang ke sini?” tanya Tuan Nam.
Ini adalah hadiah keduaku untuk anda, dalam boilpoin ini adalah rekaman Jaksa Yeo dan Presdir Nam yang harus dirahasiakan.” Kata Jaksa Tak menyerahkan pada Tuan Nam
Tuan Nam memberikan lembaran uang diatas pulpen sambil bertanya apakah itu sudah cukup.Jaksa Tak pikir Tuan Nam itu salah paha, karena tak datang untuk uang. Tuan Nam bertanya apakah Jaksa Tak menginginkan sesuatu yang lebih dari uang. Jaksa Tak to the point ingin dukungan solid dari Tuan Nam.
Dengan senyuman lembar, Tuan Nam menyakinkan Jaksa Tak tak akan menyesal dengan keputusanya, Jaksa Tak berjanji akan membebaskan kembali Presdir Suk secepatnya. 

Jaksa Hong keluar bersama dengan Jaksa Tak langsung bertanya Apa yang sebenarnya yang dipikirkan juniornya. Jaksa Tak menyindiri kalau kekuasaan itu bisa mengubah seseorang seperti yang dilakukan Jaksa Hong sekarang , menurutnya ini adalah ide yang bagus.
Seberapa tinggi aku bisa mendaki dengan bantuan Ketua Nam, lihat saja nanti.” Kata Jaksa Tak penuh arti. Jaksa Hong hanya bisa memandang sinis karena juniornya mengikuti jalanya. 

Pengacara Song masuk ke dalam ruangan, memberitahu pihak kejaksaan sudah mengeluarkan hasil tentang kasus narkoba itu tapi, Nam Gyu Man tidak ditangkap. Manager Yoon nampak binggung karena mereka sudah mengirimkan hasil rekaman pada Jaksa Tak, semua terlihat kebinggungan.
Apa Jaksa Tak telah mengkhianati kita?” dugaan Pengacara Song
Bukannya dia juga telah membantu kita dengan kasus korupsi Il Ho?” pikir In Ah tak yakin Jaksa Tak bisa mengkhianatinya.
Lalu, kenapa dia tak menggunakan bukti rekaman itu?” ucap Manager Yoon, Pengacara Song mengeluh karena sudah susah payah merekamnya lalu mengumpat kesal
Kita memang tak bisa mempercayai siapapun di dunia ini.” tegas Manager Yoon menaruh cangkirnya diatas meja dengan wajah kesal, Jin Woo terdiam menahan amarahnya karena salah memberika buktinya. 

Dong Ho masuk kedalam ruangan, dengan mata melotot karena Jaksa Tak bisa setega itu padanya. Jaksa Tak malah menyindir Dong Ho berani masuk seenaknya ke ruangan jaksa.
Kau lah yang membuatku jadi kurang ajar begini. Apa kau bergabung dengan mereka menggunakan bukti yang kuberikan?” teriak Dong Ho kesal
Kau membuatku ingin tertawa dengan kenaifanmu itu.” Ejek Jaksa Tak
Kupikir, selama aku hidup ini aku sudah bisa menilai wajah asli seseorang, tapi, sepertinya aku masih gagal.” Ungkap Dong Ho
Aku tak punya waktu untuk mengobrol denganmu, jadi, pulanglah.” Usir Jaksa Tak sombong , Dong Ho keluar dengan penuh amarah 

Jin Woo menemui Chul Joo dipenjara, Chul Joo sudah tahu Jin Woo yang merencakan pengerebakan diclubnya, teringat Saat mereka bertemu di parkiran itu, harusnya tahu akan terjadi hal yang seperti ini. Jin Woo hanya mengubarkan senyumanya.
Apa menurutmu, dunia ini tidak adil? Nam Gyu Man bisa lolos, dan kau malah dihukum sendirian di sini.” Kata Jin Woo, Chul Joo berteriak kesal maksud Jin Woo mengatakan hal itu padanya.
Masih belum terlambat. Jika kau menyebut nama Nam Gyu Man, Maka hukumanmu akan dikurangi.” Tegas Jin Woo dengan senyuman lebaranya.
Apa kau piker aku tak tahu itu? Kenapa kau jadi sok memerintah di sini, brengsek?!” teriak Chul Joo makin kesal
Ya, kau memang akan kalah banyak jika menyebut nama Nam Gyu Man. Apa kau mau aku membantumu?” kata Jin Woo memberikan tawaran.
Chul Joo meremehkan Jin Woo hingga bisa membantunya, Jin Woo menjelaskan jika ia bisa melibatkan nama Gyu Man  ke dalam kasus yang lebih besar, maka nama Chul Joo bisa segera tertutupi. Chul Joo menegaskan tak bisa mempercayai siapapun sekarang.

Jin Woo pikir sayang sekali, karena dengan begitu Chul Joo bisa mendekam dipejara sambil memikirkan pengkhiantan temannya, lalu memilih meninggalkanya. Chul Joo berteriak memanggilnya.
Tunggu. Aku memang tak bias mengatakan apa-apa, tapi Wanita itu adalah aktris  yang sangat berbakat. Seluruh hidupnya hancur setelah apa yang Gyu Man lakukan padanya. Sebuah kasus besar yang mungkin akan menutupi kasusku ini. Kau pasti akan terkejut. Kasus ini sangat mirip dengan kasus pembunuhan Oh Jung Ah. Nam Gyu Man mungkin tak akan menyangka kasus ini akan diangkat, 'kan? ” ucap Chul Joo dengan senyuman bahagia , Jin Woo menatap Chul Joo terlihat kaget. 
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar