Rabu, 17 Februari 2016

Sinopsis Cheese In The Trap Episode 11 Part 2

Hong Sul berjalan menuju lorong apartement, sempat diam didepan pintu rumah sebelum menekan password. Ketika masuk dalam hatinya bergumam Ku akhiri pelarianku, dan pulang kerumah.Ibunya yang sedang mencuci piring langsung memukul anaknya yang menginap diluar,
Ibu memukulku lagi dan lagi. Gumam Hong Sul memegang lenganya sakit. Ayahnya melihat anaknya sudah pulang menyuruh untuk istirahat Dan ayah... dia kelihatan diam, tapi tidak kelihatan marah.
Hong Jun terlihat bahagia melihat kakaknya yang sudah pulang lalu mengajaknya duduk, kalau tahu pasti sulit tidur diluar rumah. Jun mencoba menghiburku. Adiknya memperbolehkan kakaknya untuk memukulnya saja, Hong Sul pikir kalau memang adiknya mengaku salah, maka harus bersikap lebih baik demi ayah dan ibunya.
Kau tak perlu khawatir aku.... Ibu dan ayah sangat khawatir. Mereka bahkan tak buka restoran sampai kau menelpon.” Bisik Hong Jun
Jun, siap-siap di restoran sana.” Perintah Ibu Hong Sul, Hong Jun mengerti dan keluar rumah.
Ibu Hong Sul pun menyuruh Hong Sul untuk makan, Hong Sul merasa ibunya untuk ke restoran saja, karena bisa mengambil sendiri. Ibu Hong Sul dengan membalikan badanya meminta maaf pada sang anak, Hong Sul terdiam menatap ibunya yang membalikan badanya.
Kemarin ibu ingin menghubungi temanmu yang lain. Tapi ibu tak tahu satupun nomornya.” Kata Ibu Hong Sul lalu menyuruh anaknya duduk dimeja makan.
Tetap saja kau tak boleh bermalam diluar tanpa memberitahu. Kalau Bo Ra tak menelpon... maka Ibu bakal telpon polisi. Kau tahu itu?” kata Ibu Hong Sul dengan nada marah
Aku juga minta maaf.” Kata Hong Sul
Tuan Hong keluar kamar, istrinya mengomel sang suami yang akan pergi lagi. Tuan Hong menyuruh Hong Sul untuk makan saja, lalu keluar dari rumah. Hong Sul merasa keduanya bertengkar karena dirinya, Ibunya menyangkal, lalu mengomel suaminya yang  tak peduli sama sekali dengan restoran dan berpikir untuk menyuruh suaminya mencari pekerjaan lain saja. Lalu menyuruh Hong Sul makan karena sudah lelah mengomel pada suaminya. 


In Ho duduk diam lalu menghampiri Hong Jun akan masuk restoran, Hong Jun heran melihat In Ho sudah ada datang padahal ibu mereka menyuruh untuk datang siang.  In Ho bertanya apakah kakaknya sudah pulang, Hong Jun menganguk kalau kakaknya baru saja pulang dari rumah Bo Ra. In Ho hanya mengucap syukur. Hong Jun pikir In Ho  tak pulang dari semalam dan mencari kakaknya. In Ho menyangkal dan pamit pergi. Hong Jun mengajak In Ho masuk tapi In Ho memilih untuk pergi karena ada urusan. 

In Ho duduk melamun sambil mengingat kejadian semalam, Hong Sul menangis dipelukan Yoo Jung, menuruntnya keduanya menghabiskan malam bersama. Tepukan di punggung In Ho membuyarkan lamunanya. Tuan Hong datang menyuruh In Ho menyebarkan brosurnya, bukan melamun. In Ho membahas tentang gambar.
Kenapa pakai foto ini? Seperti orang bodoh, Aku tak mau menyebarnya.” Ucap In Ho
Fotonya bagus, Kau kelihatan tampan kalau senyum.” Kata Tuan Hong, In Ha menolak meminta untuk memakai foto yang lain.
Dulu kau yang sangat bersemangat ingin pakai foto ini. Sudahlah  pakai ini saja. Aku sudah membayarmu sebagai model, jadi aku punya hak memakai foto ini.” tegas Tuan Hong
In Ho tak terima karena hanya dibayar dengan jjajangmyun. Tuan Hong berdalih sudah menawariny tangsuyuk. In Ho mengeluh saat akan memesannya mata Tuan Hong malah melotot, Tuan Hong pun akhirnya berjanji apabila In Ho menyebarkan brosur itu akan ditraktir makanan yang dinginkan In Ho. Akhirnya In Ho setuju dan melihat foto dirinya dalam brosur dengan tulisan  [Orang ganteng pun suka mie Hong] menurutnya wajahnya itu Kelihatan bodoh.

Yoo Jung sedang berkerja menerima pesan dari Hong Sul Ibu memukulku habis-habisan. Yoo Jung membalas Kau pantas mendapatkannya. Hong Sul dengan kesal menuliskan Sunbae juga berkomplot denganku. Dengan senyuman.
Oh, kau benar. Apa perlu aku menyerahkan diri dan bilang kalau kau bermalam denganku? balas Yoo Jung
Tidak! Maafkan aku. Apa Pekerjaanmu lancar? Padahal akhir pekan, ini keterlaluan. Tulis Hong Sul 

Senior Yoo Jung datang menanyakan keadaanya lalu memberikan segelas kopi, Yoo Jung meminta maaf karena datang terlambat, lalu memberitahu Laporannya hampir selesai, jadi bisa diperiksa setelah itu. Seniornya menepuk lengan Yoo Jung merasa tak perlu memeriksanya karena yakin   Yoo Jung mampu melakukanya. Yoo Jung menahan kesal karena kopinya tumpah ditangan.
Bagaimana rencana bisnis yang kuberikan waktu itu? Waktunya tidak banyak.” Bisik Seniornya.
Saya mendapatkan ide yang bagus dan ingin tambahkan ide itu. Besok sudah selesai.” Ucap Yoo Jung dengan senyuman
Wow, Yoo Jung. Aku hanya mengajari 1 hal, tapi kau belajar 10 hal. Akan bagus jika semua orang sepertimu.” Ungkap Seniornya bangga 

Young Gon mencoba kembali menelp In Ha yang dianggap sebagai selingkuhan Yoo Jung, tapi tak diangkat. Dengan gigih akan terus menelpnya dan akan tahu siapa yang bakal menang. Lalu menatap wajahnya dicermin masih ada bekas memar, dengan mengumpat kesal karena In Ha tak juga mengangkat telpnya.
Tak mau kalah begitu saja, Young Gon akan menuliskan postingan yang bagus seperti yang dilakukan sebelumnya. Tapi melihat di forum ada yang banyak mengomentari, yang membuat postinganya nanti tak akan terlihat. Ia melihat salah satunya ada fotonya dari belakang saat melihat Hong Seol di perpus, lalu ketika masuk kampus.
Seseorang berkomentar”Orang cabul ini suka memfoto kaki wanita itu.” Yang lainya juga berkomentar “Dia mengikuti wanita itu? Itu tindak kejahatan.” Dibawahnya pun tertulis “Tunjukkan wajahmu.” Yang lain juga menuliskan “Young Gon sudah gila. Kenapa dia hidup seperti itu? Orang seperti tak boleh hidup.
Young Gon mengumpat itu gila dan menuliskan komentar Itu bukan aku. Jangan menjebakku, kunyuk gila. Akan kulaporkan polisi karena menyebarkan berita palsu. Dibawahnya dari Angry 12 Postinganmu selama ini juga palsu. Young Gon panik merasa itu yang menulis Yoo Jung tapi menurutnya tak mungkin karena Yoo Jung  sedang magang sekarang dan akhirnya berteriak mengumpat menanyakan siapa yang menuliskanya. 

Young Gon menutupi wajahnya dengan daun, meyakinkan dirinya tak ada yang  tahu tentang foto yang disebar pada forum kampus karena wajahnya tak terlihat dari depan. Sang Chul sedang duduk dibawah tangga melihat Young Gon akan menaik tangga dan mencoba menghindar.
Sang Chul tersenyum melihat Young Gon karena mendengar berita juniornya itu baru saja dihajar oleh Da Young dan  si wanita seksi, sambil memeluk Young Gon, mengejeknya sekarang menjadi sangat populer dan sangat Beda dengan orang miskin seperti dirinya. Young Gon membela diri kalau itu semua  hanya salah paham.
Hei, apa ada yang mengambil fotomu diam-diam? Ada foto dari orang gila di situs yang aku lihat, Bagaimanapun kulihat, orang itu seperti dirimu dari belakang.” Ucap Sang Chul memperlihatkan foto dan badan Young Gon dari tampak belakang.
Young Gon menyangkal dengan melihat foto dirinya, menurutnya itu bukan dirinya dan hanya orang gila yang melakukan itu pada Hong Sul. Lalu mengejek Sang Chul sudah tahu keempat tapi masih melihat foto semacam itu, dan meminta agar tak menganggunya karena moodnya sedang tak baik.

Sang Chul yakin kalau itu Young Gon dalam fotonya sambil melihat bagian belakang Juniornya yang pergi meninggalkanya. Young Gon mengumpat Sang Chul itu terlalu ingin tahu sekali. Sang Chul melihat dari belakang, mulai dari Pundak, bokong, tas yang benar-benar mirip.
Siapa yang melakukannya?! Apa Yoo Jung?” ucap Young Gon penasaran, Sang Chul terus mengikuti Young Gon menyamakan foto dan bagian belakang Young Gon.
“Ahh.... Tidak mungkin, Yoo Jung tidak ke kampus. Apa ini Baek In Ha? Ahh.... Baek In Ha bodoh, pasti bukan dia.” Kata Young Gon menebak-nebak, Sang Chul merasa Young Gon itu sedang berusaha untuk melarikan diri dan kembali menyamakan cara berdiri Young Gon sama dengan yang ada di foto.
Young Gon teringat dengan In Ho yang mengejarnya ketika ada perpus untuk mendekati Hong Sul, dalam pikirannya si bajingan itu pasti yang melakukanya. Sang Chul masih melihat kalau itu memang benar Young Gon, lalu pergi meninggalkanya. Young Gon dengan wajah kesal sangat yakin pasti si preman In Ho yang menyebarkan fotonya. 

Hong Sul sedang duduk di taman, Young Gon ingin mendekat. Eun Taek dan Bo Ra lebih dulu datang dan berpura-pura mengusir burung yang mendekat. Young Gon pun kabur dengan berpura-pura sibuk menelp. Bo Ra membereskan barang-barang Hong Sul mengajak pergi dengan alasan udara ditempat itu kurang bagus. Hong Sul pikir sengaja duduk diluar karena igin mendapatkan udara yang bagus.
Eun Taek dan Bo Ra langsung mengandeng Hong Sul untuk pergi agar terhindar dari Young Gon. Hong Sul bertanya mau kemana mereka sekarang, Bo Ra menyuruh Hong Sul mengikutinya saja. Eun Taek bersiaga agar Young Gon tak mengikuti mereka. Young Gon melihat Hong Sul dkk sudah menjauh dan akhirnya mengirimkan pesan.
Hong Sul berhenti sejenak membaca pesan dari Young Gon Sepertinya preman itu memposting tentangku di internet. Bilang padanya untuk berhenti. Kalau tidak, akan kutuntut dia. Bo Ra mengumpat Young Gon itu  tetap tidak berubah. Eun Taek melihat Young Gon masih berdiri didekat mereka, Young Gon mengumpat karena Bo Ra tak membalas pesannya. 

Bo Ra kembali berjalan mengandeng Hong Sul bertanya apa sebenarnya yang terjadi kemarin, kalau Yoo Jung menelpnya dan membuatnya sangat kaget lalu betapa takutnya saat harus menelp ke rumah temannya itu, kalau nanti ibu Hong Sul bertanya-tanya tentang yang lainnya.
Hong Sul hanya mengucapkan kata maaf, Bo Ra menebak kalau Hong Sul memang benar semalam dengan Yoo Jung, Hong Sul mengaku kejadian itu terjadi begitu saja. Eun Taek bertanya apakah mereka tidur seranjang, Bo Ra bahagia mendengar temanya sudah tidur bersama dengan Yoo Jung. Hong Sul menyangkal berusaha memberitahu mereka berdua hanya tidur dan tak melakukan apapun, Eun Taek mengejek  Yoo Jung sudah rusak. Hong Sul meyakinkan mereka itu hanya tidur saja.
Eun Taek masih kurang yakin mereka berdua itu hanya tidur bersama saja. Hong Sul menegaskan memang hanya tidur saja lalu bertanya memang kenapa. Eun Taek pikir Yoo Jung  perlu kerumah sakit karena artinya tidak normal. Hong Sul meminta pembelaan dari Bo Ra tapi Bo Ra pura-pura tak mengerti dan pergi. Eun Taek pikir keduanya Diranjang yang sama, pasti pegangan tangan, setelah itu berpelukan dan... 

In Ho masuk ke perpus melihat Hong Sul sedang belajar dengan serius, sampai tak menyadari kalau ia sudah duduk disampingnya. Tanganya mengetuk meja untuk memberitahu kalau ia sudah datang. Hong Sul pun  melihat In Ho yang datang, lalu menyuruh In Ho untuk duduk disampingnya bukan disela satu kursi jaraknya. In Ho yang terlihat gugup hanya diam saja.
Hong Sul akhirnya bergeser, In Ho malah mendorong kursinya lebih jauh. Hong Sul heran In Ho menjauh padahal harus memeriksa hasil tesnya jadi mereka harus dekat. In Ho sedikit mendekat tapi jaraknya cukup jauh untuk melihat bukunya, Hong Sul mengatakan tak akan memarahi karena  tugas In Ho yang belum selesai.
In Ho langsung menjauh saat Hong Sul ingin menariknya agar lebih dekat, Hong Sul pikir kalau memang tidak mau yah sudah lebih baik pulang saja dan tak perlu belajar kalau memang belum siap. In Ho akhirnya mendekati, Hong Sul pun bisa menariknya dan berhasil membuat In Ho berada disampingnya.

Hong Sul pikir In Ho malu kalau nilainya jelek dan mulai memeriksa. Hong Sul pun terlihat gugup sambil mengangkat  kepalanya, Hong Sul ingin menjelaskan tentang soal nomor 3 yang tak begitu sulit, In Ho malah menatap bukan mendengarnya. Hong Sul sadar In Ho tak mendengarnya lalu bertanya sebenarnya pikiranya ada dimana.
In Ho meminta maaf karena tak mendengar penjelasanya, Hong Sul binggung kenapa In Ho hari ini sangat aneh sekali. In Ho mengaku tak bisa tidur semalam. Hong Sul memberitahu kalau dalam hal ini seharusnya In Ho harus fokus dan kembali menjelaskan. In Ho memilih untuk tak usah belajar hari ini dan pulang. Hong Sul pikir tak akan ada kemajuan nanti karena mereka harus cepat belajar. In Ho buru-buru membereskan bukunya dan pergi. 


Dalam kereta, keduanya berdiri memisah didepan pintu. Hong Sul menceritakan adiknya yang berhenti kuliah tanpa bilang, menurutnya itu pasti sulit dan ia tidak tahu apa yang terjadi, karena adiknya selalu tersenyum. In Ho pikir Hong Jung itu tidak bodoh karena saat kabur kemarin mencari kakaknya, Hong Sul pun tersenyum mendengar ternyata ada yang peduli padanya juga.
Apa kau itu anak kecil? Kenapa pakai lari dari rumah segala? Sekarang akan kuberikan nasehat sebagai orang yang pernah melakukannya, Jangan lakukan lagi, itu tidak menyenangkan.” Kata In Ho
Jadi maksudmu sekarang kau sudah dewasa?” ejek Hong Sul
Hei, aku itu memang lebih tua darimu. Tapi kau bersikap seperti kita seumuran, kau memanggilku dengan “kau” seenaknya saja ” Tegas In Ho

Lalu apa aku harus panggil oppa?” goda Hong Sul
In Ho terdiam sejenak, dengan nada marah menyuruh Hong Sul tak perlu memanggil Oppa karena tak ada yang meminta. Hong Sul mendekat mengodanya dengan memanggil Oppa, menurutnya itu bagus. In Ho tersenyum mendengarnya, lalu mengajak si rambut anjing untuk pergi kesuatu tempat.
Hong Sul bertanya mau kemana mereka, In Ho menyuruh Hong Sul ikut saja dengan perkataan “oppa” nya. Hong Sul kembali berdiri menjauh, In Ho menyuruh Hong Sul bersiap-siap untuk turun distasiun berikutnya. Hong Sul mengerti. 


Hong Sul mengeluh mereka itu mau pergi kemana, In Ho  menyuruh Hong Sul mengikutinya saja daripada terus mengeluh. Hong Sul merengek dengan memanggilnya “Oppa” bertanya kemana mereka akan pergi. In Ho berteriak menyuruh Hong Sul tak perlu memanggilnya “Oppa” dan merengek.
Apa yang kau rencanakan?” ucap Hong Sul, In Ho pun menarik Hong Sul untuk lebih cepet jalanya.
Didepan mereka terlihat, Tuan Hong membagikan brosur restoran Mie Hong pada orang yang jalan didepanya, ada beberapa yang menerimanya ada yang menolak begitu saja. Hong Sul melonggo melihat ayahnya yang membagikan brosur walaupun udara sangat dingin. In Ho menceritakan baru saja mengetahuinya, karena Tuan Hong selalu saja datang sendirian ke tempat itu.
Jadi, Karena inilah ayah tidak pernah ke restoran? Aku sama sekali tidak tahu. Tentang ayah ataupun Jun, Kupikir selama ini hanya aku yang menderita.” Ucap Hong Sul menyesal
Ah, seharusnya aku tidak memberitahumu. Tanggung jawab kalau aku ketahuan.” Kata In Ho ingin mendekati Tuan Hong, Hong Sul menahan untuk tak pergi. 



Beberapa saat kemudian, Hong Sul dan adiknya sudah mengeret ibu mereka untuk pergi bersama. Sang Ibu heran kemana mereka akan pergi padahal didekat rumah banyak sekali restoran, bahkan ia juga harus menyiapkan bahan-bahan untuk direstoran.
Hong Jun menyakinkan kakaknya itu akan mentraktir mereka, jadi mereka makan daging Hanwoo. Ibunya tahu Hong Sul melakukan itu untuk menebus kesalahanya karena sudah kabur dari rumah semalam dan memilih untuk kembali ke restoran saja. Hong Sul dan adiknya tetap memaksa agar ibunya mengikutinya. Hong Jun kaget melihat ayah dan In Ho ada didepan mereka sedang membagikan brosur.
Ketiganya pun mendekati In Ho dan Tuan Hong, Tuan Hong menutup wajahnya, Hong Jun melihat brosur yang dibagian ayahnya. In Ho menceritakan hanya ingin membantunya sedikit  Tapi ayahnya malah mengambil foto dirinya dan ditaruh pada brosur. Hong Jung dan kakaknya tertawa karena tulisan slogannya “Orang gantengpun suka dengan Mie Hong.
Siapa yang menyuruhmu melakukan ini? Disini dingin, Berpakaianlah yang benar! Para tetangga akan melihatnya. Ini Memalukan. Kalau kau berkeliaran seperti ini, mereka akan mengejekku.” Ucap Ibu Hong Sul dengan nada tinggi
“Aku lakukan kau marah, tidak kulakukan juga marah. Berterima kasihlah padaku karena pelanggannya bertambah.” Kata Tuan Hong kesal

Ibu Hong Sul ingin memberikan syalnya, tapi Tuan Hong menolak. Ibu Hong Sul pun ingin suaminya kedinginan langsung memakainya, sambil mengumpat suaminya yang keras kepala. Hong Sul pun tersenyum melihat keduanya orang tuanya masih sangat perhatian walaupun sedang bertengkar.
Tuan Hong bertanya bagaimana istrinya bisa tahu tempatnya menyebar brosur, In Ho pura-pura menatap ke atas. Tuan Hong langsung memukulnya karena pasti In Ho yang memberitahu padahal sudah memperingatkan agar diam saja, In Ho merasa yang dilakukan Tuan Hong bukan suatu kejahatan jadi tak perlu disembunyikan. Ibu Hong Sul memberitahu Hong Sul ingin mentraktir mereka makan setelah kemarin kabur dari rumah.
Hong Sul pun mengajak makan bersama, Tuan Hong menolak karena mereka harus cepat kembali ke restoran, In Ho menyuruh Tuan Hong cepat pergi saja karena sang anak ingin mentraktirnya makan. Hong Sul binggung In Ho tak ikut juga, In Ho rasa tak mungkin ikut karena itu adalah makan malam keluarga, Tuan Hong dan istrinya tetap mengajak In Ho untuk makan bersama dengan mereka juga. 

Sesampai direstoran, Tuan Hong bertanya mereka akan makan apa, Hong Jun langsung meminta makan daging Hanwoo. Ibunya langsung marah karena harganya sangat mahal. In Ho duduk ditengah-tengah antara Hong Sul dan adiknya, Hong Sul lalu mengajak In Ho untuk bertukar tempat duduk, Ibunya binggung Hong Sul meminta bertukar tempat duduk.
Dia Ambidextrous, tapi makan pakai tangan kiri.” Jelas Hong Sul, Hong Jun tak percaya kalau In Ho itu ternyata jenius.
“Ahhh.... Karena itulah saat makan mie dengan tangan kiri, Jadi kau juga menulis pakai tangan kiri?” tanya Ibu Hong Sul, In Ho membenarkan kalau dari kecil selalu mengunakan tangan kiri.
Hong Jun merasa In Ho bermain piano dengan tangan kirinya juga, In Ho mengumpat Hong Jun bodoh karena bermain piano dengan dua tangan. Tuan Hong pun ikut mengejek anak bungsunya itu bodoh, lalu memulai memesan tangsuyuk dan berteriak memesan Samgyeopsal untuk 4 orang, In Ho mengejek tuan Hong itu Tidak punya malu. Tuan Hong sadar memang tak punya malu dan meminta untuk 5 orang, In Ho meminta untuk menambahkan keju. Tuan Hong berteriak kalau itu tidak dipesan. 

Ibu Hong Sul membakar daging dan memberikan diatas mangkuk In Ho untuk makan, karena pasti sangat sulit berkerja dan juga harus berlatih piano. In Ho terdiam menerima perhatian yang tak pernah diterimanya selama ini. Hong Jun pun menyuruh In Ho makan yang banyak saja.
Selama ini hyung pasti kesulitan mempelajari buku SMAku.” Ucap Hong Jun, In Ho marah karena Hong Jun membahas hal itu. Ibu Hong Sul binggung kenapa In Ho belajar dari buku Hong Jun.
Dia belajar untuk ujian paket C.” Kata Hong Jun, Ibu Hong Sul tahu itu ujian untuk orang yang tak lulus SMA.
Iya, saya tidak lulus SMA, Jadi sekarang sedang belajar.” Akui In Ho
Ibu Hong Sul makin peduli menambahkan daging kembali karena In Ho juga perlu belajar dan meminta Hong Sul membantu In Ho belajar juga. Hong Sul mengaku sudah membantunya dan memperingatakan agar In Ho tak malas ketika berusaha untuk mengajarnya. Tuan Hong pun dengan baik hati menyuapi bungkusan daging agar In Ho memakanya.
Hong Jun meminta agar ayahnya memberikan juga, Tuan Hong mengejek anak bungsunya yang belum melakukan apapun untuk hidupnya, bahkan tidak tahu apakah ia bisa makan daging yang belikan Hong Jung sebelum mati. Hong Jun merasa ayahnya sudah bisa makan daging sekarang dan menuangkan soju sebagai tanda hormat. In Ho tersenyum melihat kedekatan dengan keluarga Hong, bahkan bisa melihat perhatian In Ha pada anaknya. 

In Ho kembali berlatih piano, Prof Shim masuk sambil menepuk pundak In Ho berkomentar kemarin terdengar sedih dan kesepian dan Sekarang, matahari telah bersinar, bertanya-tanya kenapa In Ho sekarang jadi penuh dengan emosi dan menganggakp kalau Beetovhen tetaplah Beethoven. In Ho hanya tersenyum mendengarnya.
“Apa Kau tetap tidak mau menemui Prof. Noh? Nanti kau akan menemuinya, kan?” ucap Prof Shim, In Ho menatap gurunya mengatakan tak akan menemuinya. Prof Shim menanyakan alasanya.
Yah... Aku tidak percaya diri.” Akui In Ho sambil menekan pianoya.
Prof Shim mengajak In Ho makan saja, In Ho bingung menanyakan pelajaran main pianonya. Prof Shim mengatakan sudah selesai karen lapar jadi akan mentraktirnya. In Ho heran tiba-tiba Prof Shim yang mengajaknya makan. 

Hong Sul mengikuti kelas sendirian, dosenya memberitahu mereka akan membahas tentang pendapatan deviden dan deviden saham, dipertemukan berikutnya dan menyudahi kelasnya. Young Gon buru-buru membereskan buku-bukunya dan akan menghampiri Hong Sul.
Bo Ra dan Eun Taek sudah lebih dulu masuk menghampiri Hong Sul untuk mengajaknya makan, Young Gon kesal tak berhasil mendekati Hong Sul dan memilih untuk pergi. Bo Ra pun mengusulkan untuk makan udon karena udara diluar sangat dingin.
Hong Sul menerima pesan dari ponselnya, Yoo Jung mengirimkan pesan Dimana? Aku mampir ke kampus. Ayo makan bersama.Dengan senyuman bahagia meminta izin untuk pergi lebih dulu. Bo Ra binggung karena Hong Su malah meninggalkan mereka, Hong Sul memberitahu kalau Yoo Jung datang ke kampus dan buru-buru keluar dari kelas. 

Bo Ra kesal Hong Sul pergi begitu saja padahal mereka berdua sudah buru-buru datang ke kelasnya, dan terlihat sangat bersemangat kalau akan bertemu Yoo Jung. Eun Taek mengejek Bo Ra yang iri melihat Hong Sul memiliki pacar. Bo Ra melirik ke arah Eun Taek.  Eun Taek merasa itu normal dan bertanya sampai kapan dirinya itu jadi pesuruhnya. Bo Ra dengan ketus tak mengerti dengan ucapanya. Eun Taek menarik Bo Ra untuk duduk disampingnya.
“Nuunna.... Apa aku ini cuma pesuruhmu?” ucap Eun Taek dengan mata serius.
Kau gila? Kenapa tiba-tiba tidak pakai bahasa banmal padaku” umpat Bo Ra kesal lalu mengajak Eun Taek makan saja. Eun Taek hanya bisa menghela nafas, Bo Ra melihat Eun Taek hanya diam saja, Eun Taek pun mengikuti Bo Ra untuk makan bersama. 

Hong Sul pergi keluar gedung dengan wajah bahagia, lalu menjerit memanggil Yoo Jung yang sudah menunggunya. Yoo Jung tersenyum melihat Hong Sul terlihat sangat senang sekali. Hong Sul dengan senyuman lebar berpikir Yoo Jung sudah menunggu ditaman ternyata tepat didepan gedungnya, lalu bertanya apakah tak masalah datang siang hari ke kampus.
“Memangnya Kenapa? Kalau aku mau menemuimu, Mereka mau apa yang akan mereka lakukan kalau aku ingin bersamamu?” kata Yoo Jung, Hong Sul yang mendengarnya tersipu malu.
“ Ini masih jam makan siang, kan? Mau makan di kantin?” ajak Yoo Jung terlihat sangat bahagia. Hong Sul langsung mengangguk.
Yoo Jung mengulurkan tanganya untuk mengajak Hong Sul bergandengan tangan. Hong Sul pun menyambutnya, keduanya pun bergandengan tangan, Yoo Jung juga memeluknya ketika mereka berjalan menuju kantin. 

Yoo Jung mengaku sudah lama tak pergi ke kantin, dalam ingatan terakhir kali pergi kekantin ketika Hong Sul meninggalkanya untuk kencan buta. Hong Sul terlihat tak enak hati karena itu sudah lama sekali, Yoo Jung tersenyum bisa mengoda pacarnya. Hong Sul pun memulai untuk makan siang lebih dulu.
Bagaimana pekerjaannya? Apakah sangat Sibuk?” tanya Hong Sul, Yoo Jung mengaku sangat sibuk dan melelahkan tapi menurutnya memang seperti itu lalu bertanya balik pada Hong Sul
Apa ada yang terjadi?” tanya Yoo Jung, Hong Sul ingin menceritakan tapi terdiam dan hanya bergumam dalam hati. Hampir saja aku bilang tentang Oh Young Gon.
Tidak ada yang terjadi padaku.” Kata Hong Sul sambil berjanji dalam hati Akan kukatakan suatu saat nanti, Tapi bukan saat seperti ini.
Bagaimana kuliahmu?” tanya Yoo Jung, Hong Sul menjawab kalau sama seperti biasa saja dan dalam hatinya bergumam Seharusnya aku bilang kalau membantu Baek In Ho belajar, kan? Dan itu cuma belajar saja”
Hong Sul ingin memberitahu tapi Yoo Jung menatap ke arah lain dan terlihat dingin. In Ho berjalan dengan Prof Shim mengeluh padahal gurunya itu punya uang banyak tapi malah memilih untuk makan dikantin. Prof Shim berdalih kalau makan dikantin murah dan juga enak, lalu tersadar kalau bertemu kembali dengan Hong Sul. Hong Sul pun berdiri menyapa Prof Shim. 

In Ho dan Yoo Jung saling melirik sinis, seperti musuh yang tak mungkin bisa berdamai. Prof Shim pun mengajak In Ho untuk duduk didekat Hong Sul saja, Prof Shim heran melihat In Ho ikut duduk disampingnya, In Ho mengaku supaya makanya lebih nyaman.
Kenapa dulu aku memberikan kartu nama dan membuat masalah dalam hidupku?” keluh Prof Shim, In Ho juga merasa seperti itu
Apa kau sudah berterima kasih padanya?” ejek Prof Shim, In Ho pun mengucapakan  “Terima kasih, berkatmu aku begini.” Dengan nada mengejek
Anak ini seharusnya belajar lagi dan kembali ke sekolah.” Kata Prof Shim
Belajar bukanlah hal yang sulit. Iya, kan rambut anjing? Aku belajar dengan baik...” kata In Ho yang membuat Hong Sul langsung terbatuk-batuk karena tersedak
Aku belum memberitahu tentang membantunya belajar. Jerit Hong Sul panik didalam hati.
Yoo Jung pun menanyakan keadaan Hong Sul yang terbatuk-batuk, Hong Sul mengatakan baik-baik saja. Prof Shim bertanya pada Yoo Jung apakah ia adalah teman In Ho. Yoo Jung menatap In Ho, dengan sinis In Ho mengatakan Yoo Jung itu bukan temanya. Yoo Jung mengakui In Ho sebagai teman dan memperkenalakan diri sebagai mahasiswa jurusan bisnis manajemen tahun keempat.
Apa permainan piano In Ho semakin baik?” tanya Yoo Jung, Prof Shi mengangguk, tapi In Ho dengan kasar mengumpat dan menyuruh Yoo Jung makan saja.
Kenapa gampang sekali marah. Awalnya amarahnya sangat mengganggu. Tapi akhir-akhir ini dia bermain menggunakan emosinya.” Cerita Prof Shim, In Ho merasa memang ia seperti itu.

Prof Shim pikir In Ho tak seperti itu, lalu menduga anak muridnya itu sudah memiliki pacar. In Ho terbatuk bahkan sampai memuntahkan makannnya dan kembali mengomel. Prof Shim melihat d dari pandangannya kalau In Ho itu memiliki seorang pacar. In Ho berteriak kesal menyuruh Prof Shim makan saja daripada membahas hal itu. Yoo Jung terus menatap In Ho dengan dingin karena mengetahui selama ini yang menjaga Hong Sul dikampus adalah In Ho.
In Ho sadar sedari tadi Yoo Jung menatap dingin padanya, Yoo Jung memalingkan wajahnya lalu memegang tangan Hong Sul membersihkan nasi yang menempel dijaketnya. Prof Shim mengaku senang melihat perhatian Yoo Jung pada pacarnya, In Ho terdiam wajahnya langsung kesal. Prof Shim pun menyudahi makanya, In Ho juga mengatakan sudah selesai tapi ponselnya juga berdering.
Hong Jun menelp menanyakan tentang mangkok besar yang ada di dapur, karena ibunya ingin meminta tolong memberikan mangkuk itu dan juga handuk untuk didapur, In Ho mengerti lalu bertanya dimana harus membelinya.
Hei, rambut anjing.... Ibumu menyuruh kita beli mangkuk. Dimana membelinya ?” tanya In Ho, Hong Sul mengatakan kalau tak perlu membelinya.
Hei, Hong Jun… Beritahu ibu. Aku melihatnya di TV, mangkuk itu mengandung carcinogen. Kita tidak boleh membeli yang merk itu. Kau paham?” teriak Hong Sul berbicara di telp.
Yoo Jung melihat In Ho dan Hong Sul terlihat sangat dekat, In Ho kembali berbicara di telp supaya Hong Jun memberitahu ibunya untuk membeli yang lain nanti bisa kena kanker. Yoo Jung terus mendengar pembicaran dan mengamatinya. In Ho terdiam sejenak mengetahui ayah dan ibu Hong Sul sedang keluar bersama, lalu tersenyum dan menutup telpnya karena keduanya sudah baikan.

Hong Sul terlihat semangat bertanya apakah kedua orang tuanya pergi bersama. In Ho memberitahu kalau keduanya pergi ke acara alumni, menurutnya traktiran makan kemarin itu sangat berhasil. Hong Sul ingin membahasnya dengan pacarnya, tapi Yoo Jung terdiam dengan mata berkaca-kaca. 
Flash Back
Yoo Jung baru saja pulang sekolah, mendengar diruang tengah In Ha sedang membahas adiknya yang sangat menyukai seorang wanita pada sang ayah, dengan nada tinggi In Ha mengejek wanita yang disukai adiknya itu mirip dengan ubi yang baru matang.
Kau punya kakak cantik sepertiku, seharusnya seleramu lebih tinggi.” Keluh In Ha
Dia lebih cantik darimu, Paman kau tahu, Hari ini In Ha membuat masalah.” Ucap In Ha bercerita pada Tuan Yoo
Yoo Jung menyapa ayahnya, tapi sang ayah hanya sedikit tersenyum dan kembali mendenga cerita In Ha dan In Ho dengan senyuman, Yoo Jung memilih naik ke kamarnya karena seperti tak dianggap didalam rumah. 

Hong Sul melihat wajah Yoo Jung yang berubah, Yoo Jung memilih untuk pergi saja sambil membawa nampanya. Hong Sul dan In Ho binggung karena Yoo Jung tiba-tiba pergi. Hong Sul memilih untuk buru-buru membawa nampanya untuk mengejar Yoo Jung. In Ho mengeluh Hong Sul selalu saja mengikuti Yoo Jung kemana mereka pergi.
Sunbae, kenapa tiba-tiba begini?” ucap Hong Sul menahan Yoo Jung yang sudah diluar kantin
Sepertinya kau sangat dekat dengan Baek In Ho.” Kata Yoo Jung marah
Itu... Itu... Aku membantunya belajar dan dia bekerja di restoran...”akui Hong Sul, Yoo Jung memilih untuk pergi, Hong Sul memegang tangan Yoo Jung untuk tak pergi, Yoo Jung melepaskan tangan Hong Sul meminta maaf karena harus pergi. Hong Sul menatap sedih Yoo Jung yang pergi meninggalkan padahal mereka baru saja berbaikan.
bersambung ke episode 12  

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



2 komentar:

  1. Suka banget sama persahabatan hong sul, bora dan eun taek :D
    Semangat mba dee
    Di tunggu sinopsis episode slanjutnya

    BalasHapus
  2. Kasihan yoo jung tak dianggap dirumahnya sendiri. . -_-

    BalasHapus