Sabtu, 13 Februari 2016

Sinopsis Madame Antoine Episode 7 Part 1

Prof Jo dan Hye Rim sedang ada dipelataran toko, Soo Hyun yang datang tiba-tiba membuat Hye Rim ketakutan. Prof Jo pun memegang tangan Hye Rim untuk melindunginya, bertanya siapa orang itu.
Lepaskan tangan itu sekarang juga!” teriak Soo Hyun dengan mata melotot setelah membuka kacamatanya.
Hye Rim kaget ternyata pria yan dicurigainya itu adalah Soo Hyun begitu juga Prof Jo. Soo Hyun menarik Hye Rim untuk pergi, Prof Jo memanggil Soo Hyun, Hye Rim terhenti. Prof Jo bertanya apa yang sedang dilakukan Soo Hyun sekarang. Hye Rim kaget keduanya saling mengenal, Soo Hyun binggung karena penelitianya bisa terbongkar. 

Di cafe dengan meja cukup panjang
Hye Rim bertanya bagaimana bisa Soo Hyun mengenal Prof Jo, Soo Hyun mengaku hanya kenal saja dan Prof Jo lebih tertarik dengan ramalan keberuntungan, jadi itu salah satu alasan mengenalkan Hye Rim.
“ Jadi Yang kau lakukan hanya mengenalkan dia kepadaku Lalu mengapa dia mengajakku kencan?” ucap Hye Rim tak percaya
Bagaimana aku bisa tahu tentang itu ? Aku rasa tipe wanita idealnya itu peramal.” Kata Soo Hyun dengan sikap meremehkan
Lalu, kenapa kau mengejar kita berdua?” tanya Hye Rim memancing
Aku takut kau mungkin jatuh cinta pada Professor Jo, karena dia tampan dan sangat sopan, kau memutuskan kencan bersamanya kurang  dari sehari bertemu dia, Bagaimana bisa kau... plin plan seperti ini?” ejek Soo Hyun dengan melipat tanganya didada.
“Memangnya Kenapa? Kenapa aku tidak boleh melihat pria lain? Apakah kita sedang menjalin hubungan? Apa kita pernah berkencan atau yang lainya? kita tidak seperti itu! Jadi apa urusanmu?” kata Hye Rim mengomel
Soo Hyun mengingatkan kalau sebelumnya pernah menyatakan perasaanya, Hye Rim mengingat kalau sebelumnya Soo Hyun pernah mengirimkannya bunga, dan tidak menyadari kalau itu sebenarnya pernyataan yang sesunguhnya karena dalam pikirannya Soo Hyun hanya mempermainkanya saja.

Siapa yang mau bermain dengan hal seperti itu?” ucap Soo Hyun dengan wajah cemberut
Oh, benarkah? Aku akan menjelaskannya sekarang. Jawabanku adalah "tidak." Ini Bukan karena aku marah atau karena kecemburuanmu, atau karena aku menyerah ini adalah jawaban yang tulus yaitu "tidak." Aku tidak punya perasaan apapun padamu.” Tegas Hye Rim menolak perasan Soo Hyun
Hye Rim.... Ada waktu dimana manusia tidak menyadari perasaan mereka yang sebenarnya. Dari pandanganku, kau itu....” kata Soo Hyun yang langsung disela oleh Hye Rim.
Hye Rim mengaku banyak perkerjaan dan cukup sibuk, Soo Hyun bertanya pekerjaan apa, berpikir ada beberapa proyek,  Hye Rim mengaku ditugaskan dengan menjadi bagian suatu upaya meningkatkan hubungan internasional dengan China dan itu Sama seperti penyatuan Korea Utara dan Korea Selatan  meraih perdamaian dunia.
Soo Hyun bertanya dengan begitu, perwakilan dari semua negara ini akan bertemu di satu tempat. Hye Rim pikir itu bukan urusan Soo Hyun dan karena kesibukanya nanti, maka tak akan bisa melihat wajahnya lagi, setelah itu berdiri dan pamit pergi. Soo Hyun dengan wajah cemberut memakai kacamatanya meminta bill pada pelayan. 

Hye Rim kembali berbicara dengan bahasa prancis menutup mulutnya mengunakan kipas. Wanita dengan rumah yang cukup luas dan prabotan mahal menatap Hye Rim dengan wajah serius. Hye Rim tiba-tiba mengeluarkan nada marah, Wanita itu mulai panik bertanya apakah terjadi sesuatu yang buruk. Hye Rim mengaku bukan itu juga dan merasa sulit menjelaskanya.
Aku akan memberimu sedikit tambahan, jadi tolong yakinkan wanita Perancis itu!” ucap Si wanita mengeluarkan lembaran uang 50ribu won diatas meja.
50,000 won.... Uang ini sama dengan 4 jam kerja paruh waktu dan bisa untuk membayar 3 botol sirup ! gumam Hye Rim melirik uang di atas meja.
Apa itu tidak cukup? Kau mau tambah lagi?” kata si wanita yang melihat Hye Rim hanya diam.
Um... ini bukan sesuatu yang bisa diselesaikan untuk mencoba meyakinkan dia. Yang dia lakukan adalah memberitahu apa yang akan terjadi di masa depan. Dia bilang itu penting untuk menghargai pendapat anakmu. Kau bisa lihat Marie Antoinette melewati sesuatu yang mirip. Dia tidak ingin menikah tapi ibunya memaksa untuk menikahkan dia dengan pewaris Perancis. Dan pada akhirnya, menyebabkan dia pada kematian.” Kata Hye Rim dengan penuh keyakinan
Ya... Aku memaksa anakku untuk ambil jurusan dalam pengobatan padahal mereka tidak mau.” Ucap Si wanita merasa menyesal.
“Kau Lihat ‘kan? nilainya tidak sebagus itu. Ini hidupnya, jadi Tolong hargai pendapatnya.” Saran Hye Rim
Si wanita mengangguk mengerti lalu bertanya berapa biasa jasanya, Hye Rim menyebut biaya ramalnya 50,000 won dan biaya perjalanan 50,000 won, jadi Totalnya 100,000 won.

Soo Hyun berbicara di telp mengaku  Ada sedikit masalah dalam waktu  itu jadi ingin minta maaf. Prof Jo bertanya apa yang menjadi masalahnya, Soo Hyun mengaku rahasia jadi tidak bisa memberi tahu.
Kenapa kau bilang, "lepaskan tangannya" saat kau muncul tiba-tiba? Itu perkataan Sangat kasar” kata Prof Jo
Eksperimenku tidak mengizinkan subjek untuk saling bersentuhan. Aku tahu kau melakukan manuver bertahan untuk melindungi Ny. Go Hye Rim,  jadi aku harus menghentikan secepat mungkin, melalui cara apapun. Dan maaf karena aku bicara denganmu tanpa rasa hormat.” Jelas Soo Hyun dengan wajah mengejek
Sepertinya pengetahuan tentang budaya cukup sulit. Natural sains jauh lebih mudah, dengan segalanya bisa dihitung.” Keluh Prof Jo
Soo Hyun bertanya apakah Prof Jo mendengar sesuatu dari Hye Rim, Prof Jo mengaku baru saja menerima pesan dari Hye Rim dan meminta untuk bertemu sejak pagi  tadi. Soo Hyun yakin Hye Rim mencoba untuk memastikan kecurigaannya karena mereka berdua saling mengenal, lalu berpesan agar memberitahu Hye Rim saat mereka bertemu. 

Prof Jo masuk ke cafe dan melihat Hye Rim sudah menunggu, Hye Rim langsung to the point, menanyakan Hubungan dengan Soo Hyun. Prof Jo mengaku hanya saling mengenal saja dan juga alasan bertemu dengan Hye Rim adaalah karena menanyakan Soo Hyun tentang rekomendasi mengenai peramal
Aku dengar kau Profesor bidang Mesin. Aku tidak tahu orang sains percaya pada ramalan.” Kata Hye Rim curiga
Itu hanya berdasarkan referensiku saja. Tapi, kenapa kau pergi dengan Dr. Choi hari itu?” tanya Prof Jo, Hye Rim terdiam
Soo Hyun memberitahu Prof Jo agar menyerang pertanyaan Hye Rim alasanya pergi dengannya,
Aku yang memintamu untuk bertemu. Apa kencan kita tidak berarti apa-apa untukmu?” tanya Prof Jo serius
Itu karena aku harus bicara pada Soo Hyun tentang sesuatu...” ucap Hye Rim mencari alasan
Prof Jo pikir Hye Rim bisa menyelesaikan itu nanti. Hye Rim mengaku ada sesuatu yang penting harus dibicarakan, Prof Jo mengungkapkan rasa kecewa, karena tidak pernah menyangka Hye Rim menjadi orang seperti itu. Hye Rim dengan wajah serius pun meminta maaf dan kembali bertanya  bagaimana Prof Jo mengenal  Soo Hyun. Prof Jo pikir sudah bilang sebelumya kalau sedang mengambil sebuah proyek yang berhubungan dengan psikologi.
Hye Rim menyela karena mengetahui Soo Hyun dari Univ. Stanford dan Prof Jo sendiri dari Univ. Dong Ah, menurutnya itu tak mungkin. Prof Jo berusaha menyakinkan mereka berdua bekerja sama pada sebuah proyek. Hye Rim ingin tahu objek dari proyek itu.
Untuk mengetahui lebih banyak soal cara berpikir wanita. Professor Choi mengawasi dan berpartisipasi di dalam sebuah eksperimen berkaitan dengan psikologi wanita, jadi...” jelas Prof Jo
Sebuah eksperimen tentang psikologi wanita? Dia mengawasi dan bahkan berpartisipasi dalam sebuah eksperimen?” kata Hye Rim dengan mata melotot
Aneh.... Apa yang harus aku lakukan untuk menerima ini? Aku yang terbodohi olehmu, jadi kenapa kau memperlakukanku seperti ini? Aku tidak mengerti.” Keluh Prof Jo lalu memilih untuk pamit pergi lebih dulu. Hye Rim berpikir keras kalau Soo Hyun itu mengawasi dan berpartisipasi dalam percobaan


Soo Hyun kembali mengetik laporanya, Sekarang, eksperimen ini berada dalam kawasan yang cukup berbahaya. Berdasarkan Subject A, dimana aku, telah bertingkah kurang ajar. Objek, Go Hye Rim, mendeklarasikan perpisahan. Jika hal terus seperti ini, hipotesisku tidak akan terbukti benar.
Ia berhenti sejenak dengan menundukan kepala dan menutup wajahnya dengan tangan lalu menghela nafas panjang, setelah beberapa detik kembali mengetik dengan wajah serius.
Ini kebanyakan mengatakan kata "tidak" milik wanita mirip dengan kata "ya" dalam hatinya. Bagaimanapun, itu sepenuhnya salah. Seseorang harus mengukur arti sebenarnya dibalik perkataan wanita. Selama mengambil keadaan masuk dalam hatinya. Jika itu kasusnya, apa situasi yang dimiliki Go Hye Rim?
Soo Hyun mengingat ucapan Hye Rim, “Ini bukan karena aku marah, atau kecemburuanmu, atau karena aku menyerah  tapi Ini  tulus  aku katakan "tidak."
Fakta bahwa dia bilang sesuatu seperti itu adalah tanda yang signifikan. Dalam realita, dia bisa bilang tidak karena dia marah dan ingin membuat cemburu untuk mengetesku. Karena itu, daripada membuat langkah yang tidak terhitung, banyak koleksi data dari subjek mengambil hak tinggi dalam poin ini.

Yoo Rim sedang mengedit dikantor menerima telp dari Soo Hyun, karena Ada sesuatu yang ingin ditanyakan. Soo Hyun melihat Hye Rim sedang sibu dan bertanya apakah ada sesuatu yang terjadi. Yoo Rim terlihat binggung menjelaskanya.
Jika ini sesuatu yang sulit, kau tidak perlu memberitahuku.Tapi kita adalah tetangga.” Kata Soo Hyun
Dia hanya sibuk dengan pekerjaannya, dan Tidak mudah untuk membayar uang sekolah anak.”cerita Yoo Rim
Lalu ia teringat Soo Hyun yang dulu juga belajar di luar negeri,dan bertanaya Berapa biaya untuk siswa SMA belajar di London. Soo Hyun tahun biayanya lebih mahal di london dan mungkin sekitar 2 juta won perbulan belum termasuk dengan uang sekolah, lalu bertanya kenapa Yoo Rim menanyakan hal itu. Yoo Rim mengatakan bukan apa-apa hanya ingin tahu saja.
Setelah menutup telp Soo Hyun berpikir Yoo Rim yang menanyakan tentang biaya belajar di londong, menurutnya Hye Rim itu sedang berhemat untuk biaya sekolah Do Kyung di London. 

Hye Rim baru saja mengantar pelanggannya yang keluar dari cafe, dikagetkan dengan Soo Hyun turun dari lantai dua. Soo Hyun bertanya berapa biaya untuk menyewa cafe itu dimalam hari, Hye Rim dengan sinis bertanya untuk acara apa.
Soo Hyun mengatakan ingin mengundang beberapa temanya untuk makan dicafe, dan melihat tempat Hye Rim cukup bagus. Hye Rim dengan cepat menolak dan menyuruh Soo Hyun mencari tempat lain saja. Soo Hyun memberitahu akan membuat pesta cocktail dan akan membayar 3 juta won semuanya.
“Dia membayar 3 juta won? Tidak... bahkan 2 juta won jauh lebih cukup.Gumam Hye Rim menjerit dalam hati
Soo Hyun melihat Hye Rim hanya diam saja berpikir tawaranya kurang dan menambah menjadi 3,5 juta won, Hye Rim dengan sinis mengatakan sangat memilih pelanggan dan tamu Soo Hyun tidak diterima di cafenya. Soo Hyun memberikan tawaran karena itu temanya jadi akan membayar 4 juta won.
Sebanyak itu, aku bisa membayar 2 bulan kehidupan Do Kyung di London.... Ahhh... Tidak. Jika aku terlalu serakah, maka karma akan datang.Jerit Hye Rim dalam hati
Hye Rim pura-pura jual mahal, karena melihat Soo Hyun terlihat putus asa jadi memberikan tawaran harga 2,5 juta won. Soo Hyun memberitahu Hye Rim harus menyiapkan canapes dan sampanye, jadi pasti butuh lebih. Hye Rim merasa tak perlu menyiapkan ikan telur yang mahal jadi  2.5 juta  won sudah lebih dari cukup. Soo Hyu pun memutuskan akan menyerahkan semuanya dan pestanya akan dimulai jam 7 malam ini juga.
Sebelum pergi, Soo Hyun menceritakan Banyak temannya  yang tertarik pada ramalan jadi ingin  mengetahui keberuntungannya. Hye Rim malah dengan senang hati menerimanya. 

Hye Rim mulai menyiapkan sendok garpu piring dan serbet diatas meja, tak lupa dua gelas wine dengan bentuk yang berbeda. Makanan pembuka sudah mulai disiapkan lalu beberapa tamu mulai datang, beberapa orang pun masuk ke ruangan Hye Rim untuk mengetahui keberuntunganya.
Ini penting untuk memiliki sikap "Aku bisa mengatasi segalanya." Kau itu dan Kuat pasti akan melewati ini.” kata Hye Rim memberikan pesan pada pelangganya yang mengunakan jasa ramalnya.
Dua lembar 20rb won pun diterima Hye Rim untuk biaya jasa ramalnya, tamu yang lain pun datang ingin juga diramal. Hye Rim langsung melakukan triknya berbicara dengan bahasa prancsi dibalik kipasnya. Tamu-tamu mulai berkumpul diruang tengah. Soo Hyun membunyikan suara untuk meminta perhatian.
Ada seseorang yang ingin ku kenalkan pada kalian semua,” ucap Soo Hyun lalu meminta Hye Rim untuk mendekatinya. Hye Rim mendekat walaupun denga wajah binggung.
Dia pemilik kafe dan konsultan kantor ini. Tolong beri sambutan hangat untuk Go Hye Rim!”kata Soo Hyun, semua pun memberikan appluse. Hye Rim melirik dengan wajah binggung dengan tujuan Soo Hyun memperkenalkan pada teman-temanya. 

Hye Rim membawakan gelas wine, beberapa orang meminta agar dibawakan makanan pembuka lainya. Hye Rim pun dengan senang hati akan membawakanya, Soo Hyun melihat Hye Rim mulai sibuk dengan tamu-tamunya yang datang. Karena tak melihat, kaki Hye Rim tersandung dan semua gelas dan piring pun pecah. Seorang tamu ingin menolong Hye Rim tapi Soo Hyun langsung mendorongnya, dengan wajah panik bertanya apakah tangan Hye Rim sakit
Aku baik-baik saja. Jangan bertingkah seolah kau menolongku, dan mengobrol saja dengan tamumu.” Ucap Hye Rim sinis
Tidak, istirahatlah. Aku akan membersihkannya.” Kata Soo Hyun sambil membereskan pecahan kaca. Hye Rim makin binggung karena Soo Hyun yang menyuruhnya malah membantunya.

Soo Hyun melihat Hye Rim yang mencuci piring didapur bukan mengobrol dengan para tamu, Hye Rim dengan sinis merasa sudah menyapa semuanya sambil mencoba menarik lengan bajunya agar tak basah.
Dia masih sedikit marah. Apa aku harus menggunakan trik ini?” gumam Soo Hyun
Soo Hyun melipat lengan baju Hye Rim sambil mengucapkan terimakasih karena sudah berkerja keras hari ini, tiba-tiba tak sengaja lengan Hye Rim mengenai dada Soo Hyun. Wajah Soo Hyun langsung terlihat tegang dan buru-buru pergi agar Hye Rim melanjutkan pekerjaanya. Hye Rim binggung melihat sikap Soo Hyun benar-benar aneh.
Trikku akan ketahuan dan aku akan jatuh cinta padanya. Aku tidak bisa membiarkan diriku goyah, karena Aku belum selesai dengan rencanaku.Gumam Soo Hyun panik didepan meja kasir melirik Hye Rim sedang mencuci piring. 

Soo Hyun pun mengantar para tamunya pulang, Yoo Rim melihat Soo Hyun menyapanya bertanya apakah terjadi sesuatu di cafe. Soo Hyun menceritakan baru selesaia acara dan sudah menyewa untuk malam hari, menurutnya baik itu Hye Rim mendapatkan pelanggan dalam waktu yang bersamaan. Yoo Rim memuji Soo Hyun sangat perhatian, Soo Hyun merendah hati  dengan mengatakan karena mereka itu bertetangga.
Hye Rim baru saja membersihkan wajahnya kaget mengetahui Soo Hyun yang sengaja melakukanya, Yoo Rim merasa Soo Hyun melakukannya demi kebaikan kakaknya, jadi kakaknya harusnya bersyukur. Hye Rim tak tahu harus bersyukur atau lebih curiga.

Prof Bae mulai ikut fitnes dengan melatih otot lenganya, tapi sepertinyar sang trainer kurang bisa membuatnya senang, pandanganya terus menoleh kebelakang. Sampai Seung Chan datang membuat wajahnya langsung sumringah. Seung Chan meminta maaf datang terlambat karena banyak berkas yang harus dirapihnya.
Dengan senyumanya Prof Bae merasa  tak masalah malah bertanya apakah Seung Chan masih memiliki waktu. Seung Chan merasa tak mungkin ingkar karena sudah berjanji lalu bertanya alat mana yang ingin dicoba oleh Prof Bae, setelah itu akan membantu untuk melatihnya. Prof Bae menunjuk salah satu alat yang ingin dicobanya. 

Prof Bae berlari diatas treadmiil, Seung Cha memberitahu hanya waktunya tinggal lima menit lagi, tapi Prof Bae yang sudah tua merasa kalau sudah tak kuat lagi dengan keringat yang sudah bercucuran dan akan memilih alat lainya.
Sepeda statis dipilih oleh Prof Bae, Seung Chan meminta Prof Bae agar lebih cepat lagi karena nanti hasilnya akan bagus. Prof Bae kembali kelelahan merasa tidak bisa melakukannya dan kakinya merasa gemetaran dan merasa seperti akan jatuh. Seung Chan menawarkan agar mereka makan dulu. Prof Bae mengangguk setuju. 

Semangkuk mie instant, Seung Chan langsung membukanya setelah diseduh selama 3 menit, lalu memberitah Prof Bae untuk menaruh kimbap juga diatas mie instant karena rasanya pasti sangat enak. Prof Bae terlihat takjub dan mengaku baru pertama kali makan di minimarket.
Jika anda terus mengikutiku, anda akan punya banyak pengalaman menarik.” Kata Seung Chan bangga
Yeah... menyenangkan. Rasanya aku jadi muda lagi!”ucap Prof Bae
Tapi, Prof... Anda tidak pernah olahraga sebelumnya, kan? Yang anda lakukan hanya belajar kan?” kata Seung Chan sambil makan mie instant, Prof Bae membenarkan.
Jangan begitu! Jika anda ingin panjang umur, anda harus olahraga.” Pesan Seung Chan 
Ah ya, tentu. Aku akan panjang umur. Jadi, ajari aku beberapa gerakan mudah, oke?”kata Prof Bae yakin seakan lupa dengan penyakitnya.

Seung Chan pun bertanya apakah Prof Bae mau olahraga bersamanya setiap hari. Prof Bae terlihat sedikit kaget, Seung Chan pun menentukan mereka akan pergi Hiking besok jam 7 pagi. Prof Bae pun setuju lalu balik bertanya apa yang dinginkan Seung Chan untuk membalasnya. Seung Chan memikirkan sesuatu yang diinginkan.
Lalu tiba-tiba menyebut nama Prof Bae yang dinginkanya, Prof Bae kaget mengetahui Seung Chan itu ingin memilikinya. Seung Chan meminta agar Prof Bae sebagai mentornya, Prof Bae tertawa mendengarnya. Seung Chan menceritakan Kedua orang tuanya tinggal di luar negeri dan ia berhenti di baseball, jadi tidak punya seseorang yang bisa diajak ngobrol, selain itu kakaknya juga memiliki kepribadian dingin padanya.
Aku tidak tahu kalau kau sangat kesepian.” Kata Prof Bae, Seung Cha mengaku bukan kesepian tapi memang terasa sedikit saja.
Bila ada yang kau cemaskan, beritahu aku. Apa kau punya ada waktu sulit?”ucap Prof Bae
Apa yang anda pikirkan soal eksperimen psikologi, Prof Bae?” tanya Seung Chan, Prof Bae merasa itu penting jika untuk kebaikan penelitian lalu menanyakan alasan Seung Chan menanyakan hal itu. Seung Chan  menceritakan kalau Hye Rim bagian dari eksperimen psikologi sekarang. Prof Bae kaget mendengar pengakuan Seung Chan. 


Prof Bae gelisah didepan jendela ruanganya, lalu keluar dari ruangan dan pergi ke ruangan Soo Hyun, tapi ruanganya kosong. Ketika keluar Hye Rim memanggilnya ingin menawarkan kue yang baru dibuatnya, Prof Bae terlihat binggung menatap Hye Rim karena merasa kasihan sebagai objek dari penelitian. Hye Rim menatap Prof Bae yang hanya diam saja. Prof Bae lalu bertanya keberadaan Soo Hyun sekarang. 

Soo Hyun duduk dengan memegang bibirnya, Prof Bae tak percaya Soo Hyun membuat Go Hye Rim bagian dari eksperimennya, Soo Hyun menjelaskan Ini percobaan yang dijelaskan oleh IRB, dan itu bukan hal sebenarnya tapi hanya eksperimen pendahuluan. Prof Bae tak bisa terima karena Soo Hyun bisa menipu seseorang dengan hal itu.
“Prof.... Apa anda ingat apa yang saya tanyakan beberapa sebelum lulus? Anda bilang hatimu adalah otakmu tapi cinta adalah emosi yang menakjubkan dan indah yang melampaui ilmu sains. Dan saya bilang tidak mempercayainya, melainkan hasil tambahan dari aktivitas  saraf dalam otak seseorang.” Jelas Soo Hyun, Prof Bae mengaku sangat mengingatnya, bahka Soo Hyun terus berdebat sampai kelas usai.
Itu dasar fundamental eksperimenku. Aku masih yakin kalau cinta itu tidak lebih dari sebuah tipe aktivitas tidak rata dari saraf. Tapi... Aku masih berpikir kalau bukan hanya itu. Dan yang telah aku kerjakan dari eksperimen lain, aku terus penasaran soal ini.” jelas Soo Hyun, Prof Bae mendengarkan dengan helaan nafas.

Apa cinta bisa menjadi pembentuk kegilaan Atau hadiah entitas ilahi untuk kemanusiaan? Cinta adalah sesuatu yang ingin aku pelajari selamanya, sebagai seorang psikolog Dan eksperimen ini seperti garis awal. Tolong mengertilah darimana aku berasal sebagai sesama ilmuwan, Prof Bae.” Kata Soo Hyun
Prof Bae bertanya apakah ada cara lainnya, Soo Hyun menjelaskan kalau Ini eksperimen yang menghabiskan waktu lama untuk mengembangkannya. Prof Bae menghela nafas menanyakan hipotesanya, Soo Hyun menjelaskan Tidak ada faktor yang lebih baik mempengaruhi cinta wanita daripada materi dengan demikian, banyak wanita tidak benar-benar jatuh cinta.
“Jadi Itu hipotesismu? Itu caranya kamu melihat cinta wanita?” kata Prof Bae seperti tak setuju.
Berdasarkan pengalamanku  yang dulu dan hasilnya, seperti itu.” Ucap Soo Hyun
Apa kau ingin saran dariku? Ini sesuatu yang selalu aku pikirkan tapi aku pikir kau kekurangan sesuatu. Dan wanita entah bagaimana berhubungan dengan itu... Apa kau penasaran?” kata Prof Bae, Soo Hyun pun tak bisa menjawab. 


Seung Chan kaget mengetahui kakaknya ingin kembali menjadi subjek A lagi, Ji Ho pikir Mungkin karena istirahat tapi sepertinya sekarang benar-benar maksimal, lalu bertanya apa yang harus mereka lakukan sekarang. Seung Chan merasa itu tak bisa terima begitu saja dan tidak bisa membiarkannya memiliki Hye Rim.
Ji Ho mengangguk setuju, Seung Chan menyuruh Ji Ho untuk pergi memastikan agar Soo Hyun tidak menghubungi Go Hye Rim dan akan memulai rencananya. Ji Ho dengan senyuman bahagia setuju. 

Hye Rim baru selesai mengantar pelanggan melihat Seung Chan duduk dikasir berpikir ingn minum kopi, Seung Chan memperlihatkan karcis ditanganya, dua tiket nonton pertunjukan sulap. Ji Ho turun dari lantai dua dengan bahagia karena sudah berhasil mengambil ponsel Soo Hyun.
Tapi wajahnya langsung cemberut melihat Seung Chan mencuri start mengajak Hye Rim menonton sulap. Hye Rim ingin sekali pergi tapi karena sibuk jadi mungkin tak akan bisa datang. Seung Chan menyakinkan akan membantunya agar Hye Rim bisa pergi bersama. Ji Ho tetap menatap sinis melihat Seung Chan membantu Hye Rim demi bisa mengajaknya pergi bersama. 

Ji Ho kembali keruangan Soo Hyun untuk mengembalikan ponsel yang sudah diambilnya, Soo Hyun binggung kenapa ponselnya ada pada asistenya. Ji Ho menceritaka Seung Chan yang akan pergi dengan Hye Rim, menurutnya sekarang benar-benar maksimal usahanya. Soo Hyun melotot dengan wajah panik kembali bertanya kemana keduanya akan pergi menonton sulap

Seung Chan dan Hye Rim masuk bersama ke dalam gedung pertunjukan, Hye Rim mengaku sangat ingin menonton sulap jadi sangat berterimkasih pada Seung Chan, menurutnya adik Soo Hyun itu selalu memperhatikan dan membantunya, lalu bertanya apakah mengingat pertama kali bertemu denganya. Seung Chan terlihat binggung.
Dalam pikiran pertama kali saat melihat profile Hye Rim dalam komputernya, lalu menemuinya ketika didepan kamar mandi, memperkenalkan diri sebagai pegawai baru dipusat konsultasi. Seung Chan mengaku masih mengetahuinya.
Kau juga membantuku laundry, pergi ke supermarket bersamaku, dan membantuku urusan cafe Dan bahkan membantuku hari ini. Aku rasa hanya kau yang selalu datang saat aku butuh bantuan. Aku sangat bersyukur, Seung Chan.” Kata Hye Rim,
Tidak masalah...  Aku tidak berpikir ini pertunjukan sulap normal yang aku dengar mereka melakukan sesuatu yang spesial. Bahkan ada rumor kalau ini akan lebih spesial.” Kata Seung Chan
“Ah... Lebih Keren bila 50,000 won jatuh dari mana atau apa.” Ucap Hye Rim membayangkanya.
Seung Can tertawa, lalu mengajak Hye Rim untuk menjadi relawan apabila pesulap meminta untuk maju ke depan. Hye Rim takut kalau nanti badanya dimasukan ke dalam kotak lalu dipotong setengah. Seung Chan pikir apabila seperti itu lebih baik ia saja yang masuk, lalu terdiam melihat seseorang yang datang.
Soo Hyun duduk disamping Hye Rim, Hye Rim kaget melihat Soo Hyun duduk disampingnya. Seung Chan heran kakaknya bisa tahu mereka akan menonton sulap, Soo Hyun mengaku cukup suka magic menurutnya itu Lucu melihat orang-orang terhibur dengan trik seperti itu dan bisa melihat Psikolog di balik orang menikmati ditipu cukup menarik.
Seung Chan langsung mengajak Hye Rim bertukar tempat duduk, Hye Rim setuju, Soo Hyun langsung menahan tangan Hye Rim untuk tak pindah, mengatakan kalau itu kursinya dan berdalih sebagai warga yang taat aturan, maka harus..... Hye Rim tak peduli memilih untuk bertukar tempat. Seung Chan dengan bangga menyapa kakaknya bahkan ingin mengandeng tangan untuk menonton bersama.

Akhirnya Soo Hyun pun pasrah membalikan badanya, tak sengaja melihat wanita yang duduk disampingnya menjatuhkan ponselnya. Tapi tangan si wanita terlihat bergetar ketika akan mengambilnya. Soo Hyun pun membantu mengambilnya dan menanyakan keadaaanya. Si wanita mengaku baik –baik saja. Hye Rim melirik melihat Soo Hyun berbicara dengan seorang wanita, Soo Hyun ingin mengantar wanita itu yang terlihat tak sehat, tapi wanita itu mengaku baik-baik saja dengan seluruh tubuh bergetar. 
Lampu mulai dipadamkan, pesulap pun mulai terlihat ditengah panggung. Hye Rim dan Seung Chan terlihat bahagia melihatnya, Si wanita terlihat tertunduk gemetaran. Seorang wanita membantunya si pesulap masuk ke dalam kotak, setelah itu kotak tiba-tiba melayang kekanan dan kiri.
Hye Rim dan Seung Chan terlihat takjub, Soo Hyun melirik seperti mengetahui triknya. Si pesulap kembali keluar dari kotak, lalu pindah ke balik kain hitam dan berganti dengan jas warna putih. Hye Rim dan Seung Chan memberikan tepuk tangan meriah.
Soo Hyun berbisik agar tak terlalu kaget karena semua hanya trik, dan memberitahu Rahasianya ada di pabrik dan Sekali mengangkatnya, maka..... Seung Cahn dengan sinis mengatakan tak meminta penjelasan dari kakaknya. Pesulap pun mulai memperkenalkan namanya, Lee Sang Gook.
Banyak orang hadir di sini hari ini. Apa nama pertunjukanku?” ucap Sang Gook, Si wanita yang duduk disamping Soo Hyun terlihat benar-benar gelisah. Semua penonton menjawab “Loveholic!
Ya, ini "Loveholic." Sejujur, hari ini spesial bagiku. Aku akan segera menikah.” Kata Sang Gook,
Wanita itu tiba-tiba langsung memegang tangan Soo Hyun, Soo Hyun pun menanyakan keadaanya. Sang Gook ingin memperkenalkan tunangan yaitu asistenya, si wanita melihatnya dan langsung jatuh pingsan. Seung Chan yang melihatnya ikut panik tiba-tiba wanita itu pingsan. 


Petugas membawa ke sebuah gudang peralatan, Soo Hyun meminta agar menaruh diatas meja saja karena harus mengecek nafasnya dan segera menghubungi ambulance. Tiba-tiba wanita itu bangun dengan sinis bertanya untuk apa Soo Hyun memegangnya.
Tiba-tiba si wanita kesal karena gadis itu memakai pakaian ketat, lalu bertanya dimana mereka sekarang. Soo Hyun terus menatapnya, lalu memberitahu sedang ada di pertunjukan sulap lalu menanyakan keadaanya. Si wanita mulai mengumpat si gadis yang selalu datang dan membuatnya menyedihkan lalu mengambil tasnya. Seung Chan binggung berbisik pada Hye Rim kalau wanita itu gila.
“Nona Yoo Sun... Apa kau ingat aku yang mengambil teleponmu sebelumnya?” kata Soo Hyun
Yoo Sun, pantatku... Aku ini Emma dan Aku baik-baik saja, jadi urusi bisnismu.” Kata Emma Ketus. Hye Rim yang ketakutan memilih untuk bersembunyi dibalik Seung Chan.
Emma ingin keluar, Soo Hyun menahan dengan memanggil Yoo Sun lalu mengubahnya dengan panggilan Emma, bertanya apakah keadaan itu sering terjadi, dan mengajaknya berbicara apabila ada waktu. Emma dengan tatapan sinis bertanya siapa Soo Hyun dan apa yang akan dilakukanya. Soo Hyun menjelaskan akan mencoba membantunya.

Jangan main-main denganku! Kau mencoba mengendalikanku.” Teriak Emma.
Tidak, aku tidak seperti itu, Aku ingin kau dan Yoo Sun bisa hidup bersama dalam damai...” kata Soo Hyun
Sudahlah, lebih baik kau mundurlah selama aku masih berbicara sopan, mengerti?” ucap Emma sinis
Soo Hyun memasukan sesuatu di dalam tas Emma dengan berpura-pura menanyakan keadaanya, Emma kembali berteriak mengatakan baik-baik saja, lalu keluar ruangan. Seung Chan dan Hye Rim kebinggungan melihat Emma yang tiba-tiba marah pada Soo Hyun. Hye Rim bertanya ada apa dengan wanita itu berpikir wanita itu gila.
Kita harus melakukan tes mendetail supaya yakin tapi aku rasa itu DID (dissociative identity disorder -Kepribadian Ganda)” kata Soo Hyun, Seun Chan tak percaya ternyata kasus seperti itu memang ada
Bukankah itu sangat serius? Apa baik-baik saja membiarkan dia pergi begitu saja?” kata Hye Rim khawatir
Tidak ada yang bisa kita lakukan sekarang. Kepribadian lainnya sedang mendominasi sekarang. Jadi, dia akan berpikir kita mencoba mengendalikannya tidak peduli apa yang kita katakan.” Jelas Soo Hyun
Hye Rim menanyakan apa yang harus dilakukan setelah membiarkan Yoo Sun pergi, Soo Hyun pikir harus menunggu apabila mereka beruntung ketika Yoo Sun bangun dan melihat kartu nama yang diselipkan maka akan menemuinya, tapi apabila tidak.... Soo Hyun hanya bisa menghela nafasnya. 


Disebuah jalan, Ji Ho dan Yoo Rim berciuman cukup lama dan dalam. Ji Ho bertanya apakah itu cukup baik. Yoo Rim dengan sumringah mengatakan itu sempurna dan Ji Ho melakukannya dengan bagus. Ji Ho pikir itu bagus jadi Hye Rim bisa menyukai ciumanya nanti.
“Jadi Kau... masih menyukai kakakku?” ucap Yoo Rim sedih, Ji Ho mengangguk
Lalu aku ini apa bagimu? Kau bahkan menciumku bukan dia!” teriak Yoo Rim, Ji Ho pikir mereka lakukan karena Yoo Rim setuju mengajarinya ciuman, Yoo Rim langsung menamparnya.
kau tahu arti kecupan dan ciuman berbeda,! Sebuah ciuman sama seperti kita bilang, "Aku menyukaimua dan ayo kita berkencan!"” teriak Yoo Rim
“Jadi Maksudmu ciuman ini sama dengan kata-kata tadi?” kata Ji Ho polos
Kau belajar psikologi, tapi kau tidak tahu apa2 soal hati orang...” ucap Yoo Rim kesal dan meninggalkan Ji Ho sendirian. Ji Ho tertunduk kebingungan dengan tangan yang memegang pipinya. 

Tuan Kim datang berkunjuk ke pusat konseling, Soo Hyun menyambutnya dengan mengatakan Tuan Kim yang baru pertama  kali ke kantornya, Tuan Kim merasa baru sadar harus memastikan semuanya berjalan dengan baik. Soo Hyun mengajak keruangan, mengatakan kalau Tuan Kim menyerahkannya pada seorang ahli, jadi harusnya lebih yakin. Tuan Kim tahu tapi sebelumnya aku sudah sering dikhianati
Oh, ya.... Wanita yang tidak mau mendengarmu... apa yang dia lakukan jika ada klien? Apa kau menguncinya atau apapun itu?” tanya Tuan Kim
Ada sebuah gua gelap di basement bangunan ini. Aku merantainya di sana dan hanya memberi minum Dan kadang aku memukulnya dengan cambuk.” Kata Soo Hyun menjawab dengan wajah serius
“Ahh... Orang lain pasti berpikir kau serius! Jadi Berapa banyak orang yang sudah kau perbaiki dengan konsultasi?” ucap Tuan Kim dengan tawanya duduk disofa.
Orang bukan mesin dan Kau tidak perlu memperbaiki mereka. Yang aku lakukan adalah membantu orang yang hidupnya berantakan untuk bisa hidup seperti kebanyakan orang biasanya.” Kata Soo Hyun

Kau menjawab pertanyaan mudah dengan jawaban yang sulit. Tapi, kau sudah memperbaiki pada akhirnya... Maksudku, kau sudah membantu orang untuk "hidup normal," kan?” ucap Tuan Kim
Aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Tidak ada orang normal yang sempurna di dunia ini...” kata Soo Hyun yang dipotong oleh Tuan Kim
Tapi ada beberapa gejala yang mereka punya. Aku menanyakan, ada berapa gejala orang yang lebih baik saat mereka meninggalkan tempat ini. Apa terlalu sulit untuk dipahami?” kata Tuan Kim
Aku tidak tahu, Tapi aku cukup cepat dalam mendiagnosa. Aku melihat beberapa gejala padamu sekarang. Kau menampilkan free-flowing anxiety, (aliran bebas kecemasan) agitation, and hints of anxiety disorder (petunjuk gangguan kecemasan) Dan sepertinya kau memiliki  hypochondriasis (kemurungan) Dan tentunya, kau pasti memiliki narcissistic personality traits (kepribadian yang narsis.) Aku juga lihat beberapa mood yang labil darimu.” Kata Soo Hyun dengan memicingkan matanya, Tuan Kim tertawa mendengarnya.
Dengan semua bahasa teori sulit yang kau lempar padaku, kau terlihat seperti professor. Hati orang-orang sangat licik kan?” kata Tuan Kim mengejeknya.
Jika kau penasaran soal pekerjaanku, kenapa tidak coba konsultasi?” ucap Soo Hyun menahan amarahnya.

Tuan Kim pun bertanya tentang kepribadian ganda, Apakah sulit untuk bertingkah normal. Soo Hyun bertanya balik alasan Tuan Kim yang tiba-tiba penasaran dengan hal itu. Tuan Kim mengaku ipar temanya yang sangat pedui jadi penasaran.
Ada banyak jenis berbeda dari kepribadian ganda. Tipe kehilangan sebagian ingatan, tipe melarikan diri, tipe mood yang sering berubah...” jelas Soo Hyun, Tuan Kim bertanya apakah keadaan itu sangat serius.
Tergantung situasinya, tapi itu kondisi yang serius. Semua itu terjadi akibat sesuatu yang dapat berkembang untuk melarikan diri rasa sakit yang kejam, saat realita terlalu ditahan.” Jelas Soo Hyun, Tuan Kim terlihat khawatir kalau itu adalah sakit parah 
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


2 komentar: