Kamis, 25 Februari 2016

Sinopsis Come Back Mister Episode 1 Part 1

Daun marple mulai menguning, kupu-kupu terbang dan berputar-putar diatas wajah Kim Young Soo sedang tidur dengan suara dengkuran yang sangat keras dan hinggap diatas jaketnya. Matanya tiba-tiba terbuka kupu-kupu pun pergi meninggalkanya.
Ia terbangun sambil bergumam kalau ia kebanyakan minum semalam, tapi teringat kalau ia tak  minum, lalu mencari-cari ponsel  dan juga dompetnya dan tak menemukanya, dalam pikiran pasti dirampok dan istrinya pasti akan marah besar apabila mengetahuinya. Young Soo berdiri sambil bersihkan celananya.
Aku dalam masalah sekarang, Akan ada acara diskon di Mall. Aku tak boleh telat. Tapi... dimana ini?” ucap Young Soo binggung melihat berada didepan rel kereta api dan ada pohon marple.
Ia pun melihat Cuaca yang bagus karena terlihat sangat cerah, tapi teringat sesuatu kalau seharusnya hari ini turun salju. Terdengar bunyi orang batuk-batuk disisi lainnya.

Young Soo menghampiri melihat seseorang sedang tertelungkup ditanah dan mencoba membalikan badanya. Dia adalah pria yang bernama Han Gi Tak  Young Soo yang panik mencoba menekan dada Gi Tak agar bisa kembali bernafas, tapi tetap saja Gi Tak belum sadar juga. Akhirnya dengan mulut yang dimonyongkan ingin memberikan nafas buatan agar Gi Tak sadar. Tepat saat itu juga mata Gi Tak terbuka dan langsung bertanya siapa pria yang ada diatas badanya, memberikan jurus Yudonya dengan memiting tangan Young Soo. 


Young Soo menjerit kesakitan, Gi Tak mengumpat menanyakan dimana dirinya sekarang dan menuduh Young Soo itu mengikutinya. Young Soo menepuk kaki Gi Tak agar melepaskanya.
Siapa yang menyuruhmu? Kenapa aku ada disini?” teriak Gi Tak
Aku juga ingin tahu dan Aku tidak tahu dimana ini, Tolong lepaskan, ini sakit.” Kata Young Soo dengan nafas setengahnya.
Terdengar klakson suara kereta yang akan datang, Gi Tak pun melepaskan pitingan kakinya. Young Soo pun bangun sambil memegang lehernya yang sakit. Seorang pria tua seperti penjaga pintu perlintasan kereta membawa bendera, Young Soo yang melihatnya menghampiri pria itu bertanya mereka ada dimana.
Si pria tua hanya menunjuk kearah belakang dengan jarinya, Young Soo benar-benar binggung sebenarnya mereka ada dimana, melihat kearah lalu terlihat melonggo. 

Gi Tak berjalan mendekati Young Soo, ada papan besar tertulis  (Akhirat, Kehidupan, Kematian) lalu bertanya-tanya sebenarnya dirinya itu ada dimana sambil menoleh ke depan. Young Soo memberitahu kalau mereka itu sudah mati.
Didepanya terlihat papan petunjuk, Surga ke kiri dan Neraka dikanan. Young Soo mengatakan kalau mereka itu sudah mati, teringat kembali tanganya yang terlepas dari dinding akhirnya jatuh melayang dari atas gedung dengan gemerlapan kembang api di langit.
Gi Tak seperti tak percaya, tapi ingatan kembali ketika mobilnya terbalik dan kepalanya sudah berdarah, lalu ditabrak oleh truk, membuatnya meninggal.
Keduanya saling menatap kaget, lalu terdengar bunyi suara kereta semakin mendekat dengan hembusan angin yang keras, membuat rambut mereka kearah belakang semuanya.
25 Januari, 2016... Aku benar-benar... sudah mati. Gumam Young Soo 

Suasana di Seoul seperti berjalan mundur, dari malam ke pagi, orang yang kelua dari subway kembali kedalam kereta. Di sebuah mall, seorang anak tak sengaja melepaskan balon ditanganya. Young Soo dengan sikap mengambilnya dan mengembalikan pada si anak.
Nama yang tertulis di name tagnya [Asisten manajer, Kim Young Soo] dengan pin smile yang tersenyum lebar.
[2 hari sebelum kematian]
Young Soo berjalan memeriksa semua pegawai, agar berdiri dengan baik, memakai name tag yang benar dan memberitahu kalau lipstiknya berantakan dengan sigap pegawainya pun merapihkan make up dengan kaca yang dibawanya. Young Soo dengan bangga berjalan sebagai Asisten Manager dengan merapihkan dasinya.
Tiba-tiba ia melihat ada tissue yang tergelatak dilantai, ketika ingin menegur, terdengar suara jeritan dari pelanggan.
Bukan begini cara melayani pembeli. Berapa kali aku minta ganti rugi? Bicara dan lihat mataku.  Siapa namamu?” teriak si pelanggan, si pegawai melirik pada Young Soo seperti meminta bantuan. 

Young Soo pun hanya bisa diam ketika si ibu-ibu yang marah padanya dengan menyodorkan bajunya.
Cuma kupakai sekali,  sudah seperti ini. Kalau tahu mudah kotor begini takkan kubeli.” Teriak si pelanggan komplain
Maaf atas ketidaknyamanan anda. Tapi kami tak bisa mengganti  barang yang sudah rusak.” Kata Young Soo berusaha tenang
“Apa kau bilang, Tidak bisa? Apa kau tuli? Ganti rugi! Kembalikan uangku!” teriak si pelanggan
Young Soo tetap mengatakan tidak bisa dengan senyuman dipaksa, Si pelanggan malah semakin marah melihat Young Soo tersenyum, akhirnya sudah tak tahan lagi dengan keadannya menarik rambut Young Soo untuk melampiaskan amarahnya. Young Soo meminta tetap tenang dengan senyuman karena mengunkan pin smile. 

Pria berdandan rapi bernama Cha Jae Wook bertemu dengan Ketua Sunjin Grup yang sedang memakan bakpao dan juga memegang kacang ditanganya. Ketua Sunjin terlihat menahan amarahnya tanpa mau berbicara, akhirnya sang Sekertaris berbicara pada Jae Wook.
"Penjualan hancur! Tapi kau mau mengucurkan dana, untuk memperbaiki bangunan? Kau pikir Mall ini cuma mainan?" Begitulah kata beliau.” Teriak Sekertaris yang bisa mengetahui hanya dari mimik wajahnya.
Aku sudah berusaha...” ucap Jae Wook dan langsung mendapat lembaran bakpao yang mengenai wajahnya. Sek Jae Woo ingin mengelap wajahnya tapi Jae Woo menghempaskan tanganya.
Maksud beliau, "Tunjukkan dengan tindakan, jangan kata-kata."” Ucap Sekertaris yang bisa mengetahuinya. 

Young Soo berjalan bersama teman satu kantornya, bernama Jung Ji Hoon sambil bertanya bagaimana dengan penjualanya. Ji Hoon melihat penjualanya kurang baik. Young Soo dengan yakin kalau itu hanya permulaan saja, matanya langsung melotot tajam ketika melihat wanita cantik yang berjalan didepanya.
Ji Hoon menegur agar Young Soo tak bersikap begitu, karena terlihat seperti penyakit saja. Young Soo mengaku Bagian tas mewah selalu  membuatnya stress, jadi matanya langsung tertarik pada wanita yang memakai tas itu.
Kalau begitu, bagaimana dengan wanita itu?” kata Ji Hoon menunjuk satu wanita dari belakang sedang melihat pakaian.
Young Soo melihat dari bagian atas jaketnya dianggap tak layak, tasnya pun kalau bukan mengunakan tas mereka barang tiruan, tapi hanya tas biasa, bahkan sepatunya kurang terlihat sexy dipakai oleh seorang wanita. Tiba-tiba seorang anak terlihat sambil menarik ibunya, Young Soo melotot melihat si wanita dan anaknya berjalan-jalan dimall dengan membawa tissue toilet. Ji Ho hanya bisa mengeleng-gelengkan kepalanya karena Young Soo tak mengenali istrinya. 

Young Soo menghampiri keduanya, Sang anak langsung memanggil ayahnya. Young Soo langsung menutup mulut anaknya agar tak terdengar oleh pegawai lainnya dan meminta untuk tetap jalan. Lalu bertanya alasan istrinya datang ke tempat kerjanya. Istrinya ingin berbicara tapi Young Soo malah mengomle
“Apa Kau sengaja kemari untuk tisu toilet? Sudah kubilang jangan lakukan ini.” kata Young Soo panik
Aku takkan bilang kalau  aku ini istrimu, sudahlah kembali kerja sana. Aku cuma ingin  lihat barang diskon.” Kata Shin Da Hye sebagai istri Young Soo
Nanti orang mengira aku yang  menyuruhmu kemari supaya dapat tisu.” Bisik Young Soo
Aku sudah niat pergi sebelum ketahuan oleh dirimu.” Kata Da Hye, Young Soo pun mendorong keduanya untuk cepat pergi. Ji Hoon tersenyum melihat keluarga Young Soo. 

Didepan toko, Da Hye merasa dengan sikap Seperti ini justru membuat  orang curiga. Kim Han Na menyuruh ayahnya berhenti bicara karena mungkin takkan ada yang menyangka orang  jelek seperti ayahnya adalah suami ibunya. Young So merasa Han Na itu bukan anaknya karena mejelekan ayahnya sendiri.
Han Na hanya memalingkan wajah cemberut, Young Soo menyuruh keduanya pulang saja karena harus kembali berkerja, lalu mengomentari baju yang dipakai istrinya karena terlihat lusuh sambil menengok kebelakang takut ada yang melihatnya. 


Tiba-tiba kaki Young Soo menginjak sesuatu dan langsung meminta maaf, tapi betapa terkejutnya ternyata menginjak sepatu Direktur Cha Jae Kook. Ia langsung membungkuk meminta maaf dan memberikan kode pada istrinya untuk segera pergi.
Jae Kook melihat Young Soo yang membungkuk didepannya, mengatakan kalau itu hanya kesalahan kecil, lalu mengelap sepatunya pada celana Young Soo, setelah bersih menepuk pundak Young Soo lalu pergi. Dibarisan belakang ada Ma Sang Shik yang memarahi Young Soo karena membuat ulah pada direktur. Young Soo tetap saja membungkuk sampai semua petinggi pergi dari hadapanya. 

Young Soo mencoba tersenyum dan melihat anak serta istrinya belum jauh, Han Na mengedipkan matanya seperti memberikan semangat pada ayahnya. Young Soo pun memberikan senyuman yang lebar dan penuh semangat dan melambikan tangannya agar mereka cepat pergi.
Da Hye mengajak anaknya untuk segera pulang, Young Soo melihat menjadi sedih karena melihat dirinya harus menunduk pada atasanya, seperti tak punya jabatan tinggi untuk dihormati.

Young Soo menjerit histeris, Ji Hoon melihat kalender tertulis ditanggal 24 Ulang tahun pernikahan - Aku harus bertahan!” kembali tersenyum. Young Soo menduga istrinya sengaja datang karena alasan itu dan kembali menjerit apa yang harus dilakukanya sekarang.
Aku juga lupa melakukan  reservasi di restoran. Apa beli Samgyeopsal saja?” kata Young Soo panik
Dari pada itu, lebih baik kutunjukkan restoran yang keren saja.” Kata Ji Hoon

 [Restoran Han Gi Tak]
Dengan motto “Hidup taat hukum” Seorang chef mengasah pisau didapurnya, tangan terlihat bertatto dengan cepat mengiris bawang bombay. Name tagnya tertulis “Chef Han Gi Tak” yang lainnya pun memilki tatto dibagian tanganya mulai dari mickey mouse sampai tatto yang menyeramkan.
Gi Tak meracik makana didapurnya dan sepiring spaghetti hitam siap dihidangkan pada pelanggan. Pelayan bernama Choi Seung Jae memberitahu komplain dari pelanggan kalau steaknya keras. Gi Tak meminta agar pelangganya untuk mengunyahnya lebih lama lagi.
Waiter lain pun memberitahu kalau pelanggan memberitahu kaldunya terlalu panas. Gi Tak dengan penuh semangat menyuruh pelangganya untuk meniupnya. Pelayan yang lain datang, Gi Tak kesal sambil memotong ikanya mengunakan pisau besar. Pelayan dengan terbata-bata memberitahu kalau pelanggan mengatakan makanan sangat enak. Gi Tak pun berteriak pada semua yang ada didapur dan bertepuk tangan. 


Young Soo melihat kalung yang ada didalam kotak sebagai hadiah untuk istrinya, lalu memanggil pelayan yang bernama Jegal Gil untuk membantunya, mewujudkan sebuah permintaannya.
Gi Tak masih sibuk didapur, Jegal Gil mengeluh kalau meja nomor 7 itu  bikin repot saja karena minta ini disajikan bersama makanan penutup Padahal mereka tak punya makanan penutup. Gi Tak melihat sebuah kalung ditangan pelayanya. Jegal Gi pikir mereka lebih baik digoreng atau dikukus. Gi Tak memanggil nama Jegil.
Jegal Gil memberitahu nama yang benar dan tak suka dengan nama panggilnya. Gi Tak hanya melirik sinis yang membuat Jegal Gil terdiam, lalu menyuruh untuk merebusnya saja agar bisa keras, lalu tertawa keras bersama dengan chef lainya. 

Gi Tak melihat ke meja 7 sudah ada sepasang wanita dan pria disana. Da Hye tersenyum melihat restoran untuk merayakan hari penikahnya, Young Soo pun mengoda dengan kedipan mata. Tiba-tiba Young Soo menjerit melihat makanan diatas meja.
Makanan kecil begini  harga mahal sekali, Sekali telan juga habis.” Keluh Young Soo  melihat hanya ada dua potong daging steak diatas meja.
“Yah...Begitulah, uangnya bisa untuk beli Samgyeopsal satu keluarga.”ejek Da Hye
Kau benar. Dengan uang segini, Beli daging yang paling mahal pun bisa. Pasti mereka pakai daging impor, Sampai kena pajak segala, bahkan Ada biaya penyajian juga. Kita pesan air yang banyak biar tidak rugi.” Kata Young Soo, Da Hye tersenyum sambil menaruh gelasnya. Young Soo pikir istrinya itu ingin nambah air lagi.
Kau sangat berbakat. Saat aku bersamamu, Meski makan siput laut di Paris rasanya seperti makan siput di lantai.” Kata Da Hye
Young Soo tersenyum lalu mengajak istrinya lain kali makan Samgyeopsal saja dan mengungkapkan istrinya satu-satunya yang paling berarti untuknya. Keduanya pun mulai makan bersama. Terdengar suara pesan masuk kedalam ponsel Young Soo, hanya membacanya tapi tak dibalas.
Da Hye ingin makan tapi bunyi telp Young Soo menghentikanya, Young Soo menyuruh istrinya makan saja sambil memberitahu kalau mall tak bisa jalan tanpa ada dirinya, lalu keluar dari restoran untuk menerima telp. 

Gi Tak masih ada didapur, melihat pesan yang masuk ke dalam ponselnya Oppa, ini aku, Song Yi Yeon. Tolong angkat telponmu.  Lalu membalikan ponselnya dan kembali berkerja.  Da Hye melihat suaminya membungkuk-bungkuk didepan restoran sambil menerim telp.
Young Soo kembali kerestoran, Da Hye menanyakan apakah Manager Ma itu menyuruhnya untuk jadi sopir lagi, Young Soo memberitahu ada yang meninggal bibi dari istrinya Park Han Chol, dan meminta istrinya tak perlu memikirkan.
Mana mungkin aku  pergi kerumah duka disaat seperti ini?”kata Young Soo lalu dengan senyuman lebar meminta sang istri menikmati makananya.
Da Hye ingin memotong steaknya, tapi meja didepan bergoyang dan terlihat kaki Young Soo terus bergetar dan terlihat sangat gelisah. Akhirnya dengan wajah kesal membanting garpu dan pisaunya, Young Soo bertanya ada apa dengan istrinya. 

Dirumah duka, sangat banyak orang yang datang dan Young Soo berjongkok menyusun semua sepatu agar berjajar dengan rapih. Manager Ma datang memarahi Young Soo karena salah menyusun sepatu Direktur Cha yang mahal sembarangan.
Young Soo pun memegang sepatu milik Direktur Cha, Manager Ma menunjuk salah satu sepatu dan memberitahu kalau itu sepatu milik istrinya. Lalu menunjuk sepatu yang menurutnya sangat stylist kalau itu milknya. Young Soo pun berjanji akan berusaha menjaganya.  Manager Ma menegaskan kalau Young Soo harus melakukan yang terbaik bukan hanya berusaha saja.
Ji Hoon datang, Manager Ma dengan ramah menyuruhnya untuk masuk. Ji Ho melihat Young Soo memegang sepatu bertanya apa sebenarnya yang dilakukanya. Young Soo dengan senyuman memegang dua sepatu ditanganya. Ji Hoon hanya bisa menghela nafas lalu melihat Da Hye yang melayani pelayat yang datang dengan membawakan makanan. Young Soo hanya bisa tersenyum karena itulah yang terjadi sekarang pada perayaan ulang tahun pernikahanya. 

Gi Tak bertanya pada anak buahnya, apakah mereka sudah belajar untuk ujian. Semua menjawab sudah belajar, Gi Tak menegaskan mereka Kalau kali ini pasti lulus dan harus kuliah, lalu meminta tak perlu memikirkan biayanya. Jegal Gi kaget mendengarnya.
Aku akan mendukung pendidikan kalian, karena Aku tak punya keluarga untuk diurus. Jadi Kalian ini anak-anakku. Itu artinya... kalian berkewajiban... mengurusku kalau aku sudah tua. Buatlah acara pemakaman ketika aku mati Dan hidangkan sup yang hangat. Jangan lupa dagingnya.” Pesan Gi Tak dengan tertawa bersama anak buahnya. 

Seorang wanita dengan syal menutupi kepala dan juga kacamata hitam masuk ke dalam restoran, Gi Tak memberitahu restoranya sudah tutup. Matanya langsung melotot melihat wanita yang datang ke restoranya.
Keduanya pindah keruangan Gi Tak, sang wanita membuka syal dan juga kacamatanya, dia adalah Song Yi Yeon. Keduanya sama-sama menatap tanpa berbicara, ada senyuman tipis yang diperlihat Yi Yeon.
Dilayar besar terlihat berita [Artis remaja Song Yi Yeon muncul dengan skandal setelah  10 tahun pension - Dia bercerai dengan Cha Jae Gook  setelah 3 bulan menikah.]
Direktur Cha yang ada didalam mobil melihat berita tentang dirinya yang bercerai hanya dalam waktu 3 bulan setelah menikah. 

Gi Tak memberikan segelas teh, Yi Yeon melihat Gi Tak tidak berubah sama sekali sambil memegang wajahnya kalau mungki ia yang sudah banyak berubah. Gi Tak berbicara formal kalau ia masih bisa mengenali Yi Yeon. Yi Yeon merasa sangat canggung dan meminta Gi Tak bicara dengan bahasa informal saja. Gi Tak menegaskan mereka tidak sedekat itu untuk berbicara informal. Senyuman di wajah Yi Yeon pun hilang.

Salah seorang pelayat mengucapkan terimakasih pada Da Hye yang sudah membantu, lalu mendengar bertemu dengan suaminya di tempat kerja. Salah seorang mengenal Da Hye itu dibagian informasih Mall dan menjuluki keduanya sebagai pasangan si cantik dan si buruk rupa dan banyak pria yang menangis.
Young Soo mendengar ejekan para pelayat yang membuatnya sedih, Da Hye pun memilih untuk meninggalkan meja. Manager Ma memanggil Da Hye, meminta untuk diambilkan daging dan soju. Ji Hoon menatap Manager Ma karena Da Hye sudah tak berkejar lagi di mall. Manager Ma meminta maaf karena kebiasaan lamanya.
Da Hye menatap suami yang ada didepanya, Young Soo sedih karena istrinya dianggap seperti pelayan di rumah duka. Da Hye dengan wajah cemberut memilih untuk pergi mengambil makanan untuk pelayat yang datang. 


Yi Yeon menceritakan ada pria yang mengaku sebagai selingkuhannya padahal namanya saja tak tahu, dan pria itu berbohong karena dibayar mantan suaminya, karena sang suami ingin menghancurnya dan membuatnya untuk meninggalkan korea. Gi Tak melihat tangan Yi Yeon yang bergetar memegang cangkir tehnya.
Tapi lucunya... aku tak yakin ada orang  yang percaya padaku, kecuali seseorang. Tolong aku.... Oppa.” Kata Yi Yeon memohon dengan menatap Gi Tak yang pasti mempercayainya. Gi Tak memalingkan wajah tak ingin menatap Yi Yeon.
Aku tak tahu bagaimana  cara membantumu. Apa kau menyuruhku... untuk mengurus model itu?” ucap Gi Tak

Flash Back
Gi Tak terlihat sudah babak belur memukul orang digudang, Yi Yeon menangis di sisi lainya, Gi Tak pun menyuruh Yi Yeon pergi walaupun tubuhnya dipukul dengan kayu dan melawan dua orang. Akhirnya Yi Yeon pun pergi dari gudang.
Pagi harinya, Gi Tak dibawa oleh polisi dari rumahnya. Sang Ibu histeris memanggil anaknya oleh polisi memohon untuk tak pergi. Gi Tak melihat ibunya yang menangisinya. Sebuah mobil lewat, terlihat Yi Yeon ada didalam mobil seperti tak memperdulikanya. 



Gi Tak bertanya apa cuma itu saja yang diminta Yi Yeon darinya, Yi Yeon tahu Gi Tak benci padanya dan memperbolehkan untuk memanggilnya  wanita tak tahu malu dan meminta maaf dengan penuh rasa penyesalan.
Kalau kau merasa menyesal, harusnya kau tidak kemari. Aku tak ingin menghabiskan  hidupku dipenjara..... Pergilah.” Tegas Gi Tak dengan membalikan badannya. 

Gi Tak menikmati bir diatap restorannya, teringat kembali kejadian sebelumnya
Flash Back
Yi Yeon berbicara dengan anaknya, menanyakan apakah ia sudah makan, Gi Tak melihat wajah Yi Yeon yang tersenyum berbicara pada anaknya. Yi Yeon mengaku sedang berkerja jadi meminta anaknya tidur lebih dulu. Gi Tak kembali membalikan badanyak seolah-olah tak peduli
Aku tak peduli ucapan orang. Tapi Young Chan-ku... Tanpa anakku, aku bisa mati. Kalau aku diam saja, maka aku akan kehilangan hak asuh.” Ucap Yi Yeon

Gi Tak mengehela nafas panjang memikirkanya, Seung Jae duduk disamping Gi Tak membawakan semangkuk ikan asin dan diberikan pada bosnya untuk teman minum birnya. Gi Tak menerimanya sambil bertanya kenapa Seung Jae tak bertanya padanya. Seung Jae terlihat binggung.
Kau ingin tahu apa yang kubicarakan dengan Yi Yeon, kan?” kata Gi Tak
Itu urusan pribadi dan Aku selalu mendukungmu. Cinta itu cuma masalah  waktu yang tepat. Dia cinta pertamamu...” ucap Seung Jae terdiam karena Gi Tak meliriknya bertanya siapa yang mengatakan itu.
Tidak ada, tapi kami semua tahu.  Bagi kami, bos adalah legenda.” Tegas Seung Jae 

Gi Tak tertawa lalu membaringkan kepalanya diatas pahan Seung Jae, lalu bertanya apakah ia merindukan ibunya yang telah membuangnya. Seung Jae mengaku tak tahu akan hal itu. Gi Tak memandang langit yakin ibu Seung Jae itu pasti merindukanya, lalu berbicara kalau ia saaaangggaatt merindukan ibunya.

Da Hye membanting mangkuk sarapan pada suaminya, Young Soo bersemangat karena hari ini sarapan kare makanan kesukaanya.  Da Hye meminta maaf pada Tuan Kim karena masak kare kebanyakan. Tuan Kim mengatakan kalau ia suka makan kare dan melirik anaknya karena uangnya dikit jadi hanya bisa makan kare.
Bagaimana kalau minggu besok, kita ke taman hiburan? Lalu kita makan direstoran.” Kata Young Soo mengajak keluarganya pergi. Ketiganya langsung melirik sinis.
Kenapa tidak senang? Jarang-jarang aku bisa libur.” Ucap Young Soo binggung
“baguslah kalau begitu, karena minggu Besok, peringatan kematian ibu.” Kata Da Hye sinis
Tuan Kim memuji masakan karen buatan Da Hye sangat enak, Young Soo pun memilih untuk makan tapi memisahkan wortel dari nasinya. Dae Hye melotot agar suaminya bisa memakanya, tapi Young Soo tak peduli sambil memakan karenya mengaku masakan buatan istrinya sangat enak. 


Didalam mobil
Young Soo mengantar anaknya kesekolah, bertanya sampai kapan, apakah enam bulan atau satu tahun. Han Na mengelengkan kepala. Young Soo ingin tahu jadi sampai kapan. Han Na memberikan tanda pada lehernya, yang artinya tak ada harapan lagi.
Hei, ibumu yang mengajak kesana.... Aku serius” kata Young Soo
Jadi ayah mau bilang kalau ayah benar?” ucap Han Na, Young Soo mengatakn bukan itu maksudnya.
Sungguh keajaiban aku bisa lahir. Pokoknya... lakukan kegiatan ayah. Jangan pulang kerumah. Setiap kali ayah pulang, pasti berisik.” Keluh Han Na
Young Soo mengejek anaknya, sambil memegang tanganya supaya sang anak membantunya. Han Na langsung melepaskan tanganya karena melihat seseorang yang dikaguminya berjalan ditrotoar dan meminta sang ayah menurunkanya. Young Soo meminggirkan mobilnya tepat didepan sekolah, dan meminta ongkos mengantar yaitu ciuman.
Han Na mendorong mulut ayahnya yang ingin menciumnya, sambil mengejek wajah ayahnya mirip cumi-cumi lalu turun dari mobil. Young Soo mengeluh anaknya yang tega meninggalkanya karena seorang pria. Han Na meminta ayahnya janga banyak komentar lalu pergi menghampiri pria yang disukainya.
Young Soo menatap anaknya masuk sekolah dengan mata berkaca-kaca, pesan masuk ke dalam ponselnya “Mau kubantu meringankan hukuman?” 


Di kantor
Seorang wanita menyiram Young Soo dengan alat pemadam ketika baru sampai di mall. Ji Hoon pun berteriak menghentikanya. Wanita itu langsung mencengkram baju Young Soo merasa kalau itu benar-benar tega untuknya. Young Soo binggung tiba-tiba wanita itu marah-marah padanya.
Kenapa jadi begini? Baru kemarin, kau bilang  toko kami yang terbaik! Teganya kau!!!” teriak si wanita histeris
Ji Ho berusaha untuk melepaskan tangan si wanita, petugas pun datang membawa si wanita keluar dari gedung. Young Soo masih binggung dan medengar jeritan dari siwanita itu lalu berlari ke sudut ruangan, ada papan nama baru digantung.

Dengan wajah binggung bertanya apa sebenarnya yang terjadi, Ji Hoon memberitahu Manager Ma  menyuruh Concomour pindah ke tengah. Young Soo kaget, Ji Hoon binggung karena Young Soo tak tahu mengenai hal itu. Seorang pria yang ada didalam memberikan anggukan sebagai tanda hormat pada Young Soo. 


Di tangga darurat
Young Soo meminta pria itu memberitahu pada siapa melapornya karena ia yang bertanggung jawab. Pria itu pikir Young Soo belum mendengarnya, kalau mereka sudah melakukan  perpanjangan kontrak. Young Soo menegaskan kalau ia baru mendengarnya sekarang.
“Yang aku tahu, mall ini ingin  menyudahi Concomour, jadi cepat bereskan.” Kata Young Soo ingin pergi, si pria menahan Young So.
“Tuan Kim... Anda tak boleh seperti ini.” bisik Si pria lalu memberi kode dengan bunyi dari mulutnya “tok” 

Flash Back
Di dalam taksi, Young Soo bertanya pada istrinya apa yang dibawa didalam kantung. Da Hye dengan sinis memberitahu Ada yang memberikan ini padanya sambil menyindir lebih baik karena mendapatkan Tteok  (kue beras) untuk  hadiah ulang tahun pernikahan.
Young Soo menelp istrinya menanyakan dimana menyimpan kue berasnya yang didapat saat pemakaman kemarin. Da Hye mengingat sudah menyimpan dalam kulkas. Young Soo mengomel istrinya itu malah menerimanya, Da Young binggung. Young Soo memberitahu kalau itu bukan untuk mereka tapi untuk Manager Ma dan meminta agar cepat membawakan ke kantor.
Si wanita yang tadi marah-marah, diam-diam merekam pembicaraan Young Soo dan menyimpanya, lalu menelp seseorang untuk memberitahu tentang skandal Mall Sunjin.

Seung Jae memanggil Gi Tak yang melamun, Gi Tak tetap diam padahal air terus mengucur saat mencuci paprika. Seung Jae kembal  memanggilnya sambil mematikan keranya. Gi Taek melepaskan celemeknya, memberitahu kalau mungkin akan datang telat, jadi meminta untuk tolong urus semuanya. Seung Jae menahan Gi Tak sebelum pergi.  Gi Tak menepuk pundak Seung Jae meminta untuk tak perlu khawatir, lalu meninggalkan restoran. 

Manager Ma memanggil Young Soo baru masuk ke ruangan dengan wajah bahagia, menceritakan Orang dari Lucia mau menemuinya. Young Soo mengatakan sudah memilik rencana. Manager Ma bertanya apakah itu  rencana penting. Manager Ma mengatakan punya janji dengan istrinya.
Kau tidak tahu siapa itu Lucia?” sindir Manager Ma, Young Soo mengaku sudah mengetahuinya.
“ Jadi tak ada alasan Pesanlah ruang VIP.” Ucap Manager Ma tak peduli
Ada yang ingin kubicarakan dengan anda. Kalau anda minta, maka Saya akan minum alcohol dari asbak. Tapi untuk Tteok... Saya tidak bisa memakannya.” Tegas Young Soo tak ingin mendapatkan suap.
Manager Ma pura-pura tak mengerti, lalu berjalan mendekati Young Soo supaya tak didengar pegawai lainya. Young Soo menegaskan akan mengembalikanya. Manager Ma memperingatkan kalau tak ada yang berubah walaupun Young Soo yang berbicara
Gunakanlah otakmu.. Jangan berpikir untuk mendorong seseorang. Tapi pikirkan bagaimana membawa seseorang kemari. Kalau ini sukses.. Kita akan memenuhi target penjualan.” Ucap Manager Ma, Young Soo ingin membela diri tapi manager Ma lebih dulu bicara.
Tidakkah kau tahu kenapa kau tidak pernah naik jabatan?” ejek Manager Ma lalu memberitahu akan bertemu sendiri dengan Tuan Jung.  Young Soo menahan tangan Manager Ma, bertanya kapan acaranya dimulai.
bersambung ke part 2  

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



1 komentar:

  1. Efek baca tengah malam sayanya ga nyambung 😅, tapi cara penulisan sinopsis nya enak dibaca. Nambah lagi dah blog sinopsis yang saya suka

    BalasHapus