Minggu, 02 April 2017

Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 12 Part 1

PS : All images credit and content copyright : JBTC

Bong Soon dan Min Hyuk makan Mie bersama, Min Hyuk menatap Bong Soon yang sedang makan lalu menukar mangkuk miliknya yang belum dimakan dan menyuruh Bong Soon memakannya. Bong Soon mengejak Min Hyuk yang sudah banyak berkencan dengan seorang gadis karena ahli sekali mengoda.
“Aku belum pernah tukaran semangkuk mie dengan siapa pun. Kau yang pertama.” Ucap Min Hyuk, Bong Soon menukar kembali mangkuk mereka
“Berhenti berbohong.” Ejek Bong Soon
“Aku belum pernah berkencan dengan seseorang yang memakan mie. Aku mengencani gadis yang bukan orang Asia... Secara global...” ucap Min Hyuk bangga
“Katanya, kau tidak punya waktu untuk berkencan  karena terlalu sibuk memperluas bisnismu?”Sindir Bong Soon, Min Hyuk membenarkan  tidak punya waktu untuk berkencan.
“Aku mendengar semuanya dari Ayahmu. Katanya, kau punya banyak hubungan rumit saat kau masih belajar di luar negeri. Kau sudah ahli berkencan sejak masa mudamu.” Ejek Bong Soon
Min Hyuk memberitahu pergi ke Amerika untuk belajar sejak remaja lalu kembali saat SMA, dengan alasan Gadis-gadis di Amerika  tidak pernah meninggalkan sendirinya dan berpikir akan mati di Hyde Park karena kecemburuan dan keinginan gadis-gadis itu. Bong Soon berpura-pura mengerti dengan nada mengejek
“Aku tahu kau tidak akan paham.”balas Min Hyuk, Bong Soon melihat Min Hyuk itu  bocah yang bermuka tebal.
“Tidak, aku bocah yang menarik.” Kata Min Hyuk bangga, Bong Soon memanggil Min Hyuk dengan panggilan “Presdir Ahn...
“Kenapa terus memanggilku "Presdir Ahn"? Kurasa kita harus memutuskan, bagaimana cara memanggil satu sama lain.” Ucap Min Hyuk
“Kenapa harus seperti itu? Yang pasti , kita tidak sedang berkencan atau semacamnya.” Ucap Bong Soon
Min Hyuk melotot kaget dan berkata kalau  mereka  sudah melakukan semuanya sama-sama da nYang belum pernah dlakukan hanya beberapa hal saja. Bong Soon panik takut kalau beberapa pengunjung di restoran berpikiran aneh.
“Lalu kita sedang apa sekarang kalau bukan "berkencan,"? Sepertinya kita punya prespektif yang berbeda tentang 'kencan.' Dan kau akan sangat terbuka saat menjalin hubungan.”GoDa Min Hyuk, Keduanya langsung menutup mulut
“Orang lain akan salah paham. Kau ingin bicara apa sebenarnya?” ucap Bong Soon, Min Hyuk pikir kalau Bong Soon ingin menukar makanaya lagi, Bong Soon menolak menyuruh makan saja. Keduanya makan mie dengan lahap di hari kencan pertama mereka. 



Nyonya Hwang menghitung uang mengetahui pelakunya sudah tertangkap tapi entah kenapa masih merasa cemas. Tuan Do meminta agar istrinya itu menelp Telpon Bong Soon. Nyonya Hwang pikir tidak perlu mengkhawatirkan Bong Soon karena lebih khawatir tentang lingkungan rumah.
“Kenapa tidak perlu khawatir? Dia adalah gadisku yang berharga. Untukku, dia adalah segalanya.” Kata tuan Do
“Omong-omong, kenapa uangnya...” ucap Nyonya Hwang membalikan badan dan melihat buku berjudul [Hormon di Kamar Tidur.]
“Kenapa kau membaca buku seperti ini?” kata Nyonya Hwang marah
“Ini adalah buku yang canggih yang membahas tentang kesepian orang-orang modern. Rasanya, aku seperti tokoh utama dalam buku itu. Kau tidak akan pernah memahaminya.” Ucap Tuan Do memeluk buku kesayanganya.
Nyonya Cha terlihat marah ingin mengejar suaminya dalam toko pie kenari. 



Tuan Kim melihat Kyung Shim yang baru menuruni bus berjalan masuk ke jalan rumahnya sambil menarik kopernya, diam-diam ia mengikutinya dari belakang dengan kepala di tutup Hoodie. Saat disebuah gank kecil, Kyung Shim berjalan dan kaget melihat Tuan Kim sudah ada didepanya dengan tatapan pembunuh berdarah dingin. 

Gook Doo berlari dengan cepat saat itu Hee Ji yang ikut berlari pun kaget sampai terjatuh dan pria yang sebelumnya mengikutinya berbelok. Detektif Kim datang mencari orang yang dicurigainya tapi tak terlihat, Gook Doo pun membantu Hee Ji berdiri dengan memberikan buku not yang terjatuh dan menanyakan keadaanya.
“Kau pasti kaget sekali.”ucap Gook Doo, Hee Ji masih terlihat panik masih mengaku baik-baik saja.
“Sepertinya dia tidak akan datang lagi hari ini Dan kami akan melindungimu. Jangan khawatir. Sekarang Aku akan mengantarmu pulang.” Ucap Gook Doo pamit lebih dulu pada dua detektif.
Dua detektif binggung karena tak berhasil menangkap si pelaku padahal  sudah membuntutinya.

Saat itu Tuan Kim sudah membawa Kyung Shim dengan menjatuhkan gelang dan koper begitu saja.  Bong Soon dan Min Hyuk berjalan pulang saat itu sebuah mobil polisi dengan bunyi sirene terdengar. Min Hyuk mengaku  saat mendengar sirene di lingkungan rumah merasa tidak tenang.
“Bong Soon Meskipun kau kuat dan punya kemampuan khusus. Bagiku, kau adalah seseorang yang harus aku lindungi. Melindungi seseorang adalah keahlianku.” Ucap Min Hyuk, Bong Soon tersenyum mendengarnya lalu menyuruh Min Hyuk cepat pergi saja.
Min Hyuk mengeluh Kenapa menyuruhnya pulang dan ingin tahu apa yang akan dilakukanya setelah pulang. Bong Soon mengatakan taka melakukan apapun dan menyuruhnya segera pulang saja. Min Hyuk mengatakan kalau akan pergi setelah Bong Soon masuk karena Sirene itu sangat mengganggu. Bong Soon akhirnya pamit pergi dengan senyuman menuruni tangga. 


Ketua Yook masuk ruangan tak percaya kalau mereka sampai kehilangan bajingan itu lagi kalau pelaku itu mempermainkan mereka.  Semua polisi terlihat frustasi. Detektif Kim membahas kalau Jo Hee Ji mantan pacarnya. Gook Doo membenarkan.
“Apa-apaan ini? Dia tahu dia mantan pacarmu... Apa Dia melakukan ini dengan sengaja? Jadi dia melakukan pemeriksaan latar belakang pada Gook Doo dan datang ke Hannam-dong Bukan Dobong-dong?” ucap Ketua Yook marah sambil mengumpat. Gook Doo terlihat sangat marah mengebrak lemari.
“Ketua Tim Yook, menurutku kita jangan terus di kantor seperti ini.” Ucap Detektif Kim, Ketua Yook melihat Gook Doo agar tetap tenang.

“Tersangka yang salah tangkap oleh Tim Investigasi Khusus... Katamu, mereka mendapat surat perintah?” ucap Ketua Yook, Detektif lain mengangguk. Ketua Yook langsung menyuruh anaknya agar segera mengikutinya. 
“Eh, Knock Boy kau urus kasus Mangwon-dong dengan Kaca Pembesar ,a Lalu  Urus kasus penculikan Banghak-dong sampai akhir hari ini. Dan Clumsypants. Kirim pemberitahuan penyelidikan saksi untuk semua kasus percobaan lainnya. Dan Gook Doo.. Kau harus tenang..” ucap Ketua Yook membagi tugas lalu keluar dari kantor. 


Sementara si pelaku mengemudikan dengan topi, Kyung Shim dibelakang sudah ada di belakang dengan tangan terikat. Ia mendengarkan suara dari radio tentang yang terjadi dalam kantor polisi, bisa mendengar yang terjadi.
“Berat badan korban lebih dari 80kg. Bukankah itu dia? Kita harus melakukan penyelidikan. Itu satu-satunya cara untuk menangkap dia.”
“Kim Jang Hyuk, bajingan itu. Bukankah dia seperti mendengarkan apa yang kita katakan? Bagaimana dia bisa tahu kalau kita mengawal Jo Hee Ji?”
Semua yang ada dalam ruangan merasa kalau Tuan Km itu  menyaksikan apapun yang dilakukan, Mereka merasa Aneh sekali dan Pasti ada yang tidak beres. Gook Doo mengingat saat datang ke tempat Tuan Kim sedang membokar kamera CCTV. 

Ketua Yook pergi ke tempat mobil berkas merasa Tuan Kim belum datang, lalu ingin tahu si karyawan hubungan dengan Tuan Kim dan Juniornya bertanya apakah pegawai benar-benar tidak ada hubungannya dengan kasus ini. Ketua Yook pikir  kalau karyawan nya itu tahu sesuatu dan  Ingin tahu apakah sudah menandakan karyawan di GPS ponselnya.
“Dia mungkin menggunakan ponsel kloning dan Ponselnya dimatikan. Aku tidak bisa melacaknya.” Ucap Detektif, Ketua Yook mengumpat marah kemana sebenarnya. 

Sementara Pelaku membawa Kyung Shim ke tempat persembuyianya dan membuka penutup matanya. Kyung Shim mencoba merayap untuk kabur, tapi saat itu Tuan Kim mengetahui nama Bong Soon dan mengejek kalau kali ini temanya itu akan menolongnya.
Tuan Kim berusaha mendekat, Beberapa korbanya berterika dan Tuan Kim langsung berteriak menyuruh mereka diam. Kyung Shim menangis, Tuan Kim membuka ikatan tangan lalu menegaskan kalau akan melepaskan ikatan tangan bukan untuk membuatnya pergi, Tapi memohon.
“Aku membuka ikatan tanganmu supaya kau bisa memohon padaku yang keras.” Teriak Tuan Kim, Kyung Shim pun memohon sambil menangis ketakutan. 

Bong Soon sedang dikamar terlihat bahagia lalu mengirimkan pesan untuk temanya “Kyung Shim, sedang apa? Kapan kau datang lagi ke Seoul? Ada sesuatu yang ingin aku katakan. Presdir bilang, dia suka padaku.” Ponsel Kyung Shim ada ditangan si pelaku
“Wah, sungguh? Itu Bagus sekali. Aku selalu iri dengan kekuatanmu.” Balas Tuan Kim. Bong Soon bingung melihat balasan dari temanya.
“Apa maksudmu iri? Apa Kau tidak ingat? Aku sangat takut setelah meninju wali kelas 4-4 secara tak sengaja. Bahkan Kau sangat khawatir. Aku merasa sangat resah sepanjang waktu. Aku takut, mungkin akan menyakiti seseorang. Karena ada kutukan bahwa aku akan kehilangan kekuatanku jika aku menyakiti orang yang tidak bersalah...Aku berpikir untuk seperti itu, agar berhenti merasa cemas.” Balas Bong Soon,Tuan Kim membaca dengan senyuman.
“Jadi Maksudmu kau akan kehilangan kekuatanmu jika menyakiti orang tidak bersalah?” ucap Tuan Kim, Bong Soon heran dengan Kyung Shim membiarkan saja.
Sementara di koper dan gelang yang dipakai Kyung Shim sudah dibawa oleh gelandangan. 
Deketif Kim melihat Gook Doo yang sibuk sendiri,  bertanya apa yang dilakukan junironya itu. Gook Doo pikir ada alasan Saksi datang   secara sukarela untuk memberikan kesaksian dan ia yakin kalau ada Alat Penyadap Atau kamera tersembunyi.
“Bagaimana jika... Jika kita jadi dia, kira-kira di mana kita akan menginstal mereka?” ucap Detektif Kim lalu mencari ke seluruh ruangan.
“Tempat yang bisa melihat kita dengan sangat jelas dan...” kata Gook Doo lalu bisa melihat sesuatu dibawah TV kamera yang sangat kecil.
Tuan Kim melihat di layar satu kamera sudah tak terlihat dengan senyuman bahagia karena polisi akhirnya tahu dan mengejeknya mereka semua itu bodoh. 

Si pegawai masuk ke ruangan, Tuan Kim tahu kalau  sudah saatnya untuk memberikan biaya rumah sakit Ibunya, lalu memberikan uang dan juga beberapa jarum suntik.  Tuan Kim mengatakan kalau harus membuat lapar para gadis-gadis itu mulai besok.
“Mereka tidak berolahraga, jadi tubuh mereka tidak terbentuk. Dan Apa Kau tahu gadis yang baru itu? Dia tidak boleh makan selama seminggu. Dia terlalu gemuk.” Ucap Si Tuan Kim
Tuan Kim pikir karena Polisi sudah tahu ia sebagai pelakunya maka Sekarang, permainan dimulai. Si pria keluar dari ruangan membuka semua suntikan dan sengaja memasukan semua ke dalam tubuhnya. 


Bong Soon naik ke tempat tidur kembali mengirimkan pesan pada Kyung Shim bertanya apakah sudah tidur. Pesan dari Min Hyuk masuk dengan aplikasi mengunakan gaya cute bertanya apa yang sedang dilakukanya. Bong Soon membalas kalau akan tidur.
“Kau tidur. Jangan berkeliaran seperti waktu itu.” Balas Min Hyuk. Bong Soon mengerti.
“Selamat malam, Bong Bong.” Balas Min Hyuk kembali memberikan gambar wajah yang cute. Bong Soon pun membalasnya
“Selamat malam, Mim Mim.” Dengan  Emoticon love. Min Hyuk melihatnya langsung sumringah dan terlihat bahagia karena mendapatkan panggilan sayang Mim Mim. Dengan perasaan tak biasa merasa kaau Bong Soon itu hampir membunuhnya dengan ekspresi cutenya.
Min Hyuk terus tersenyum bahagia sambl berbaring, tapi memberitahu kalau  harus cepat tidur supaya bisa bertemu Bong Bong dalam mimpi dan kembali melihat gambar Bong Soon yang memanggilnya Mim Mim.

Bong Soon berbaring dikamar tiba-tiba seorang masuk dengan mencekik lehernya, Bong Sook seperti tak bisa melawan tapi Min Hyuk menyuruh Bong Soon agar mengunakan kekuatannya. Bong Soon meminta tolong apda Mim Mim agar membantunya.  Min Hyuk terbangun seperti baru saja mimpi buruk. 
Di layar terlihat gambar karakter games wanita, Bong Soon tak percaya kalau itu Bongssuni. Min Hyuk dengan bangga kalau itu terlihat sama persis, Sek Gong pikir tak ada yang sama. Min Hyuk bertanya apakah Bong Soon menyukainya.
“Yang kau gambar terlihat seperti Super Mario jika ada kumisnya. Dia memiliki tiga rasio dan mengenakan pakaian kerja.” Ucap Min Hyuk, Bong Soo memberitahu kalau  itu jumpsuit.
“Meskipun begitu, kita tidak boleh ambil yang itu. Dia seperti gadis kampungan yang sedang tamasya.” Kata Min Hyuk. Bong Soon menegaskan kalau itu konsepnya yaitu Imut dan polos.

“Dia tidak terlihat polos sama sekali. Jika kau tidak suka ini, kita simpan saja.” Kata Min Hyuk dengan kesal, Bong Soon mengatakan bukan kesal
“Aku hanya berpikir matanya sedikit terlalu besar.”Kata Sek Gong
“Tapi matamu memang besar dengan itu lebih cantik dari dia. Aku ahli dalam segala hal, tapi keterampilan menggambarku tidak terlalu bagus.” Kata Min Hyuk
Bong Soon merasa kalau yang digambar Min Hyuk memang mirip denganya,  Sek Gong mengejek Bagian gambar yang mana yang mirip. Min Hyuk tak mendengarnya menyuruh agar mengirim gambar itu ke tim grafis. Bong Soon pikir kalau kaki dari karakternya itu harus memperpendeknya. Sek Gong kembali berkomentar agar memendekan sangat banyak, Min Hyuk pun setuju lalu memberitahu ingin ke perpustakaan dan meminta agar Bong Soon segera menyiapkan berkas.
Bong Soon melirik sinis pada Sek Gong yang membahas tentang kakinya. Sek Gong ketakutan langsung meminta maaf lalu keluar ruangan. Bong Soon heran Sek Gong harus membahas hal itu. 


Baek Tak duduk di bus sambil makan telur rebus, pesan dari Agari masuk ponselnya “Ada anak SMA yang datang untuk bertemu dengan Anda di rumah sakit.  Katanya, mereka ingin balas dendam. Aku memberi mereka nomor Anda. Mereka membuat onar di rumah sakit. Aku tidak punya pilihan.” Ia mengumpat kesal karena menjengkelkan, lalu melepaskan batterynya.
Tapi beberapa saat kemudian, Ia memasangnya kembali.  Ponsel pun langsung berdering. Si Ketua Genk menelp Baek Tak mengajak bertemu langsung. Baek Tak ingin tahu siapa yang menelpnya Setelah itu akan di putuskan ingin bertemu atau tidak.
“Kudengar kau menganggu Nunim kami, Bong Soon.” Kata Ketua Genk, Baek Tak mengatakan kalau  sudah berbicara tentang itu dengan Bong Soon jadi  Tak ada yang harus dikatakan dan akan menutup telpnya.
“Kita harus berkelahi.” Ucap ketua Genk, Baek Tak pun ingin tahu umur dari mereka. Ketua Genk tetap ingin berkelahi. Baek Tak memilih untuk menutupnya. Ketua Genk tak mau menyerah walaupun menutupnya bisa menelponnya lagi.

Bus berhenti di halte, dan hampir semua turun dari bus. Baek Tak mengangkat telp dan terdenagar teriakan memanggilnya “Pigsy.” Dan melihat Ketua Genk yang ada didepanya membawa “Wine Kotoran” mengajaknya agar berkelahi.
“Siapa si pria berpakaian putih itu? Kenapa tidak turun?” tanya Ketua Genk kembali menelp karena Baek Tak menutupnya.
Ketua Genk berteriak, sementara Baek Tak berpura-pura berkata  tidak akan membeli obat itu jadi ia saja yang beli dan menutup telpnya Mereka binggung Baek Tak yang menutupnya dan ingin mencoba menep kembali. Baek Tak menghentikan bus beralasan kalau harus ke toilet.

Bong Soon kembali ke ruangan dikagetkan dengan Tuan Do yang tiba-tiba sudah ada didepanya, Tuan Do keluar dari persembunyianya, membahas tentang Bong Soon yang akan melakukan presentasi untuk Game payah ini. Bong Soon membenarkan dan mengucapkan Terima kasih.
“Sepertinya ini saat-saat di mana aku benar-benar membutuhkan bantuan dari Anda.” Ucap Bong Soon, Tuan Do mengeluh Bong Soon yang berani membujuknya.
“Aku sudah mengatakan padamu. Kau tidak akan pernah bisa membuat game ini. Siapa juga yang akan memainkan Game kuno dan kampungan begitu?” ejek Tuan Do sinis
“Jangan begitu. Tren Game akan Berputar dan bisa terulang kembali.” Ucap Bong Soon
“ Aku lebih cantik dan lebih tinggi. Aku sangat sempurna. Lalu Di rekening tabunganmu ada uang berapa?” ucap Tuan Do sinis.
“Aku hanya punya satu kartu kredit.” Ucap Bong Soon, Tuan Do makin kesa karena Min Hyuk lebih suka pada Bong Soon.
“Sunbae-nim, kenapa Anda datang ke sini? Apa Anda ke sini untuk melihatku?” tanya Bong Soon dengan ramah,
“Aku memerlukan persetujuan Presdir Ahn.”ucap Tuan Do, Bong Soon pun mengerti dan Tuan Do menyuruh Bong Soon agar membuatkan kopi untuknya.
“Anda harus membuat kopi sendiri. Tidak kelihatan bagus jika Anda menyuruh pegawai junior yang melakukan segalanya untukmu Jika Anda ingin aku untuk membuatkan kopi... lalu Haruskah kita membicarakan lagi tentang meeting waktu itu?” ucap Bong Soon, Tuan Do mengeluh Bong Soon itu gadis picik yang membuatnya sesak. 

Sek Gong masuk ruangan melihat Tuan Do yang sudah kembali, Tuan Do mengeluh kesal karena  semua pria suka wanita yang muda dan mengoda Sek Gong dengan menepuk bokongnya, Sek Gong berteriak kesal
“Aku khawatir ia memukulmu dan kau akan menghajarnya juga.” Ucap Sek Gong
“Aku sudah banyak berpikir... Tapi sikapnya persis seperti dia. Sama persis. Apa Kau yakin dia tidak punya saudara kembar yang hilang saat kecil?” ucap Bong Soon yang melihat Tuan Do itu mirip dengan Kwang Bok
“Tidak ada yang seperti itu. Kedua orang tuanya adalah guru. Dia hidup terlindung jadi tidak tahu cara kerja dunia. Ia lahir pada tahun 1980.” Kata Sek Gong. Bong Soon tak percaya mendengarnya.
“Dia lahir saat hari Valentine tangga lahirnya 1980/02/14. Katanya, dia sangat membenci hari ulang tahunnya. Dia selalu merasa kesepian.” Cerita Sek Gong 

Kepala Lee tak percaya dengan kejadian pada Tim ketua Yook karena Jika detektif di kantor lain tahu maka mereka akan sangat malu. Ketua Yook meminta maaf. Kepala Yook pin bertanya Apa ada bukti kalau saksi memasang kamera tersembunyi. Ketua Yook pikir kalau  Yang penting sekarang bukan bagaimana mereka harus menutup kasus ini.
“Kita harus menangkap pelaku yang sebenarnya.” Ucap Ketua Yook
“Apa kau tahu betapa tentramnya keadaan di Dobong-dong sekarang? Mereka pikir, kita menangkap pelakunya.” Kata Kepala Lee.
“Tersangka itu bukan pelaku yang sesungguhnya.” Kata Ketua Yook
“Tingginya sama dengan orang yang menyamar sebagai dokter. Dan jejaknya juga cocok.” Ucap Kepala Lee yakin
“Menurut Anda bukti itu saja sudah cukup?” keluh Ketua Yook , Kepala Lee piki tak ada lagi bukti yang lebih baik
“Jika begitu cara Anda untuk menutup kasus ini, maka Aku akan melakukan sesuai perintah. Aku akan menutup kasus ini.” Kata Ketua Yook
“Ketua Tim Yook... Kau harus dipromosikan Jangan menimbulkan masalah jadi Tetap tenang.” Ucap Kepala Lee lalu meninggalkan ruangan, Ketua Yook terlihat menahan amarah. 

Baek Tak pergi ke kuil memberikan salam pada gurunya yang ada diatas pohon, Agari dan Hyun Do melihat sosok pria yang mengunakan pakain putih seperti tak yakin itu adalah Baek Tak karena penampilan berbeda. Mereka pun memanggil Presdir Baek, Baek Tak menengok kaget melihat dua anak buahnya datang.
Semua anak remaja berusaha masuk kuil, beberapa orang merasa tak yakin bisa masuk tapi Ketua Genk memberitahu kalau Siapapun boleh masuk ke kuil, gedungnya milik publik. Salah satu remaja mengartinya, biksu adalah seorang perwira publik. Ketua Genk tak ingin membahasnya mengajak mereka segera masuk saja. 

Baek Tak duduk didepan kuil melihat keduanya sudah keluar dengan wajah masih membiru dan mengunakan perban. Agari mengaku kalau sedang kabur dan pasti tahu kalau tidak pernah peduli dengan aturan dan prosedur. Baek Tak pikir mereka jangan hidup seperti itu lagi, harus jujur dan tulus.
“Bagaimana kita bisa hidup seperti itu? Anda tahu, tidak bisa melarang anjing untuk berhenti makan kotoran.” Ucap Hyuk Do, Baek Tak merasa muak mendengar kata kotoran meminta agar jangan mengatakan kata itu.
“Omong-omong, tempat apa ini?” tanya Agari, Baek Tak mengatakan kalau itu kuil. Agari pikir itu candi dengan nada tinggi.
“Diamlah dan Jangan berisik. Tidak ada yang tahu tentang tempat ini. Ada biksu imigran ilegal yang datang ke sini untuk menghindari peraturan pemerintah India dan tirani agama. Dia sedang bertapa.” Ucap Baek Tak menujuk pria yang sebelumnya disapa
“Itu biksu palsu... Apa Biksu itu orang India?” ucap Agari, Baek Tak membenarrkan tapi Hyun Do pikir orang itu  tidak terlihat seperti orang India.
“Namanya... Nijamuttin. Kalian pasti akan mengerti. Yang kalian lihat bukanlah keseluruhannya.” Ucap Baek Tak kembali menyapa “Namaste.”
Tiba-tiba semua anak genk remaja datang siap untuk berkelahi, Baek Tak dkk sempat kaget melihat mereka yang datang. 


Bong Soon selesia mengerjakan gamesnya, lalu melihat Min Hyuk yang belum datang berpikir masih di perpustakaan. Ia pergi menemui Sek Gong, Sek Gong memberitahu Tim Grafis mengirimkan sketsa karakter mereka dan menawarkan Bong Soon untuk melihatnya. Bong Soon menolaknya karena ingin melihat dengan Min Hyuk lalu bertanya Apa Presdir Ahn pergi ke suatu tempat. Sek Gong memberitahu Min Hyuk  berkeliling ke sekitar perusahaan dan para karyawan selalu di buat resah.
“Dia tidak bermaksud begitu, tapi itu jadi salah satu "taktik" nya.” Kata Sek Gong, Bong Soon pun mengucapkan terimakasih dan segera keluar dari ruangan. 

Baek Tak dan anak genk remaja pun saling berhadapan, Baek Tak melihat toples yang dibawa mereka memberitahu kalau itu adalah hal yang berharga dan ingin tahu yang diinginkan mereka. Ketua Genk bertanya  Kenapa mereka menganggu Nunim Bong Soon. Baek Tak menyentuh baik selangkangan.
Si kepala Genk langsung mundur ketakutan,  Baek Tak mengejek mereka yang masih bocah dan akan menjawab pertanyaannya nanti dan mengeluh bicara formal padahal mereka masih sekolah. Ketua Genk mengatakan  sudah jadi anak SMA selama enam tahun. Agari pikir akan mengurus mereka dengan memperlihatkan gaya bela dirinya, tapi yang terjadi malah kena pukul dan akhirnya mereka pun berkelahi.
“Berkelahi adalah hal yang tidak terpuji. Jangan berkelahi.” Teriak Biksu
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar