Rabu, 12 April 2017

Sinopsis Ms Perfect Episode 13 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS

Eun Hee pulang berolahraga terlihat sangat bahagia menekan nomor passwordnya  020.321. Lalu menghias dirinya sebelu mandi dan kaget melihat isi coklat yang diberikan Jung Hee hanya tinggal beberapa saja. Dengan wajah kesal keluar dari kamar. Che Ri turun dari tangga sambl memakan sisa cokelat. Eun Hee pun langsung bisa tahu kalau Che Ri itu mencuri dari kamarnya.
“Dimana itu? Dimana sisanya? Muntahkan. Sekarang juga.” Ucap Eun Hee yang menguncangkan tubuh Che Ri.
“Tapi itu sudah di mulutku” ucap Che Ri, Eun Hee tak peduli menyuruh Che Ri agar memuntahkan dengan mengucangkan tubuhnya. 

Saat itu Jae Bok dkk datang langsung menjauhkan keduanya. Jae Bok memegang Che Ri panik saat melihat Che Ri seperti langsung koleps dengan mata mendelik keatas. Won Jae yang melihat anaknya menjerit histeris, Eun Hee pun panik karena hanya mengucangkan tubuh Che Ri  membuat kejang. Won Jae pun menyuruh Hye Ran segera memanggil ambulance.
“Aku baik-baik saja.”kata Che Ri menyudahi aktingnya, Semua langsung bisa bernafas lega. Won Jae memarahi anaknya yang membuatnya shock dan bisa berakting sangat natural.
“Eun Hee  Apa yang terjadi? Kau tidak harus mengguncangku dengan keras.” Ucap Jae Bok. Won Jae ingin tahu alasan Eun Hee yang melakukan itu pada anak anak
“Aku akan melaporkanmu karena Kekerasan terhadap anak.”ucap Won Jae
“Aku akan melaporkan putrimu karena melakukan pencurian.” Kata Eun Hee tak takut. Won Jae pun bertanya pada Che Ri apa sebenarnya yang terjadi.
“Che Ri memakan Cokelat Ahjumma” ucap Jin Wook turun dari tanga. Hye Ran kaget berpikir kalau Eun Hee itu terobsesi dengan makanan. 


Semua pun membaringakan Che Ri dikamar, Hye Ran mengeluh pada Che Ri yang harus makan coklat itu. Jae Bok memeriks Che Ri yang tidak demam. Che Ri menegaskan kalau benar-benar baik-baik saja. Hye Ran mengomel pada Che Ri yang membuat takut orang dewasa lalu menanyakan keman perginya Won Jae. Jin Wook mengatakan kalau melihat Ibu Che Ri itu pergi. 

Eun Hee menatap sedih dengan sisa coklat dalam topless padahal itu hadiah yang diberikan Jung Hee padanya. Jae Bok masuk kamar Eun Hee yang duduk sedih menatap toples.
“Apa Jung Hee memberikan coklat itu?” ucap Jae Bok, Eun Hee membenarkan kalau itu hadiah dari Jung Hee.
“Bagaimana bisa kau marah karena seorang anak memakannya? Bagaimana kalau terjadi sesuatu?” ucap Jae Bok merasa itu bukan masalah yang besar.
“Ini masalah besar ... karena Jung Hee memberikannya kepadaku” ucap Eun Hee dengan melirik sinis
“Inilah sebabnya kenapa kau tidak memenuhi syarat untuk menjadi istrinya. Apakah Seorang istri hampir harus membunuh seorang anak karena coklat? pemahamanmu tentang istri sangat disalahartikan.” Tegas Jae Bok 

Won Jae datang dengan dua buah katung besar memanggil Eun Hee.  Jae Bok heran melihat temanya yang baru datang. Eun Hee pun ikut keluar dari kamar. Won Jae mengucapkan permintaan maafnya karena putrinya membuat Eun Hee sulit lalu memberikan dua kantung belanja dengan berbagai macam coklat.
“Aku tidak tahu mana cokelat yang kau suka, jadi aku membelinya semua. Nikmatilah. Aku tidak tahu kau kalau kau sangat terobsesi dengan cokelat. Bagaimana bisa kau melakukan itu karena seorang anak mengambilnya satu?” ucap Won Jae.
Che Ri turun menghampiri ibunya, Won Jae mengajak Che Ri pergi karena  tidak baik makan terlalu banyak cokelat. Jae Bok pun meminta agar Won Jae memabwa Ceh Ri ke dokter agar memastikan keadaanya. Che Ri lalum memanggil Eun Hee dengan panggilan “Ahjumaa "enyahlah" Hye Ran kaget dengan panggilan itu.

“Aku sudah lama ingin menanyakannya Apa itu 020.321? Bukan tanggal kencan kan?” ucap Che Ri, Jae Bok ingta itu sandi untuk gerbang depan
“Iya. Memang terdengar seperti tanggal kencan.” Kata Hye Ran, Won Jae pikir ada hubungannya dengan dia. Jae Bok pun tahu kalau itu  bukan ulang tahun Eun Hee.
“Apa ada hubungannya dengan Jung Hee?” kata Jae Bok curiga.Eun Hee pun mengelak
“Sudah lama aku memakai sandi itu Bagaimana bisa ada hubungannya dengan Jung Hee?” kata Eun Hee.
“Itu bisa saja... karena kau mungkin sudah mengenalnya sejak lama.” Ucap Hye Ran 
“Tolong pergilah.. Jangan lakukan ini diruang tamuku.” Ucap Eun Hee sinis. Hye Ran mengomel kalau memang harus lewat dari lantai dua. Won Jae tak ingin panjang lebar lagi mengajak mereka pergi saja. 


Jae Bok yang penasaran mencari tahu dengan melihat album foto milik suaminya. Dan ingat kalau tahun 2002 adalah waktu saat belum bertemu dengan suaminya. Ia pun melihat buku tahunan saat lulus kuliah yang lulus ditahun 2006 dan melihat sebuah foto konser dengan tanggal yang sama lalu bisa mengetahui maksudn dari tanggal itu Konser Jung Hee.
Sementara Eun Hee masuk ke sebuah ruangan dengan mengeluarkan sebuah kotak dengan selembaran “Sehyun University, Ringo Jiwa. Konser Pada 19:00 pada tanggal 21 Maret 2002” Eun Hee merasa pada hari itu adalah hari pertama Jung Hee mencuri hatinya. Saat masih kuliah Eun Hee menonton Jung Hee yang menyanyi diatas panggung, seperti hanya duduk sendirian.
“Bagaimana aku bisa melupakan hari itu? Hari ini ... Aku terlahir kembali.” Gumam Eun Hee. 

Jae Bok, Hye Ran dan Bong Goo duduk bersama. Bong Goo merasa tak yakin kalau istrinya Tuan Park akan muncul. Tapi Jae Bok yakin Karena Hye Ran  menghubunginya, jadi mungkin saja datang. Bong Goo mengejek keduanya seperti sudah dewasa bersama.  Saat itu Bong Hee datang menyapa ketiganya.
“Kakak Hyung Sun mungkin punya temperamen yang mengerikan, tapi dia cantik. Dia merayu ketua dan memiliki seorang putri darinya yaitu pemilik rumah itu. Lalu dia memiliki seorang putra. Ada rumor kalau dia tidur dengan pria itu dua kali Tapi itu hanya rumor, jadi abaikan saja” cerita Bong Hee
“Apa kau tahu sesuatu tentang putrinya? Apa dia punya masalah psikologis atau ...” tanya Jae Bok penasaran
“Ya, dia punya banyak masalah. Dia keluar masuk dari rumah sakit jiwa dan dirawat cukup lama.  Aku terakhir kali melihatnya, dan dia benar-benar merubah wajahnya. Bahkan Aku tidak mengenalinya di jalanan” cerita Bong Hee bisa mengetahui Eun Hee.
“Aku ingin tahu apa dia melakukan itu untuk menghapus masa lalunya.” Ucap Hye Ran.
“ Apa Anda pernah mendengar tentang pria yang di kencaninya?” tanya Bong Goo
“Bahkan.. Satu orang hampir mati karena dia.” Ungkap Bong Hee. Mereka pun saling berpandangan dengan wajah tegang. 


Jung Hee melihat berkas yang dibawakan Manager Cho dan mulai memarahinya seperti yang dilakukan oleh Manager Cho dengan ucapan yang sama saat masih menjadi bawahanya.
“Apakah ini semua yang bisa kau lakukan? Apa kau tahu apa yang terjadi ... Kalau kau terus disini, kan? Pergi dan mengemis atau apapun itu Aku tidak peduli. Lakukan sesuatu dan ubah nol jadi angka. Ubah nol jadi angka!” ucap Jung Hee berteriak menyuruh Manager Cho pergi.  Manager Cho akan pergi tapi Jung Hee kembali memanggilnya karena mengingat perkataan sebelumnya. 
“Apa itu benar? Kalau kau dan Na Mi berkencan” ucap Jung Hee. Manager Cho mengangguk ketakutan. Tapi Jung Hee berteriak penuh amarah kalau semuanya pasti bohong.


Bong Goo keluar dari cafe membahas kalau si pemilik rumah ounya banyak masalah bahkan sejak dulunya. Jae Bok pikir Orang yang diincar mungkin Jung Hee tapi heran karena mantan suaminya itu mengatakan tidak mengenalnya
“Pasti salah satunya.. Entah dia benar-benar tidak tahu atau dia berpura-pura tidak tahu.” Kata Bong Goo menduga-duga.
“Kenapa dia pura-pura tidak tahu? Lalu Apa kau mencaritahu foto itu? Eun Hee bilang itu diambil setelah Kyung Woo memukulnya.” Ucap Jae Bok.  Bong Goo memperlihatkan fotonya kalau ia sudah mencaritahu

Eun Hee masuk mobil menerima telp dari Sam Kyu yang memberitahu tentang foto. Sam Kyu memberitahu kalau Jae Bok punya foto itu dan yakin pasti mengambilnya, menurutnya Jae Bok itu  sangat cerdas jadi Eun Hee harus berhati-hati
“Diamlah.. lakukan saja pekerjaanmu” ucap Eun Hee ketus, saat itu Jae Bok masuk ruangan dan Sam Kyu buru-buru menutup ponselnya.
“Presdir.. Apakah Foto itu..sudah di analisis?” tanya Jae Bok, Sam Kyu mengaku sudah menyewa seseorang yang ahli di bidang tersebut. Jae Bok terlihat penasaran dengan hasilnya.
“Dia mengatakan kalau Eun Hee benar-benar disiksa.” Ucap Sam Kyu. Jae Bok seperti sangat percaya dan Bong Goo menatap rekan kerjanya yang  dan mengajaknya untuk bicara. 

Bong Goo sudah menunggu di luar ruangan, Sam Kyu pun datang mendeati rekan kerjanya. Bong Goo yakin Sam Kyu tahu kalau ia sangat menyukai rekan kerjanya, mengingat ketika tinggal sendirian di ruang bawah tanah tanpa orang tua, ibu Sam Kyubanyak membantunya. Sam Kyu mengeluh kalau ibunya pasti sangat menderita. Bong Goo mengejek kalau Sampai sekarang juga Ibu Sam Kyu masih menderita lalu memperlihatkan foto ditanganya.
“Dari mana kau mendapatkannya? Apa Jae Bok memberikannya kepadamu?” ucap Sam Kyu kaget.
“Foto ini... Sudah direkayasa. Kenapa kau berbohong?” ucap Bong Goo terlihat kecewa.
“Jadi kau juga menganalisanya, tapi.. Apa Shim Jae Bok juga tahu?” kata Sam Kyu. Bong Goo menganguk.
“Apa Eun Hee yang membayarmu? Apa kau dibelinya?” kata Bong Goo. Sam Kyu hanya bisa tertunduk malu. 

Jung Hee memberikan pidatonya pada rapat dengan memberikan fokus pada  merek bangunan apartemen  dan mengusulkan merek peluncuran acara  dan mempekerjakan desainer asing yang terkenal. Na Mi mengintip dari celah pintu saat Jung Hee dengan jasnya berbicara didepan semua petinggi dengan percaya diri, jabatanya sebagai Direktur.
Flash Back
Bong Goo bertanya pada Na Mi apakah mengetahui kalau Jung Hee itu  bertunangan. Na Mi kaget bertanya kapan dan dengan siapa Jung Hee bertunangan.  Bong Goo pikir Na Mi pasti tahu dengan siapa orangnya.

Jung Hee baru selesai rapat, Na Mi seperti dengan sengaja berjalan tapi mengacuhkanya. Jung Hee langsung menarik Na Mi ke tangga darurat. Na Mi menyuruh Jung Hee agar melepaskan karena nanti ada yang melihatnya.
“Apa hubungan mu dengan Bryan? Apa kalian berkencan?” ucap Jung Hee penuh nada cemburu. Na Mi pikir itu bukan urusan Jung Hee.
“Kau bahkan sudah bertunangan” ucap Na Mi sinis, Jung Hee mengingatkan kalau Na Mi  akan berakhir apabila dengannya, Na Mi merasa tak peduli.
“Lagipula Aku tergoda denganmu karena uang, Apa kau lupa?” ucap Na Mi dengan sinis akan pergi. Jung Hee langsung menariknya.
“Siapa yang mempekerjakanmu? Siapa Yang mempekerjakanmu untuk merayuku?” ucap Jung Hee dengan mata melotot. Na Mi menegaskan tidak bisa mengatakannya lalu keluar dengan dada terasa sesak karena berdegup dengan kencang. 

Eun Hee berdiri sendirin, Bryan datang langsung memeluk kakaknya dari belakang. Eun Hee terlihat bahagia menerima pelukan dari adik yang paling disayanginya. Bryan merasa kalau kakaknya itu kehilangan berat badan karena saat memeluknya terasa kurus.
“Kau bahkan tidak datang ke upacara pertunanganku” keluh Eun Hee, Bryan mengatakan kalau sudah melarangnya. Eun Hee seperti tak ingin membahasnya.
“Bukankah Selama aku ingin merasa senang, kan? Kau bilang apa yang ku inginkan itu lebih pentin.” Ucap Eun Hee dan berbalik ingin memeluk adiknya dari belakang.
“Aku bahkan tidak bisa menyentuh lenganku” kata Eun Hee memeluk erat adiknya dengan wajah bahagia.
“Dulu, kakak memelukku seperti ini untuk melindungiku” kata Bryan mengingat saat dipukuli oleh ibunya. Eun Hee yang memeluknya agar tak kena pukul oleh Nyonya Choi.
“Tapi.. kita masih selamat. Kita berhasil keluar dengan selamat, Benarkan?” ucap Eun Hee. Bryan pun merasa senang karena kakaknya sangat dekat denganya. 

Bong Goo berdiri dengan bersandar di dinding. Jung Hee melihat Bong Goo seperti sering datan ke kantornya. Bong Goo mengaku  akan menjalankan departemen hukum jadi melakukan sedikit pekerjaan padahal dirinya sedang sibuk tapi dipaksa untuk datang. Jung Hee ingin pergi karena ada rapat.
“Moon Eun Kyung... Apa kau benar- benar tidak ingat?” ucap Bong Goo sengaja mengungkitnya.
“Jae Bok bertanya terakhir kali. Apa yang kalian lakukan? Apa kau merencanakan sesuatu?” ucap Jung Hee sinis
“Bukankah itu yang kau dan Eun Hee lakukan.” Balas Bong Goo
“Kau sangat mencurigakan. Aku merasa seperti kau hanya pura-pura membantu Jae Bok. Apa aku salah Atau apa kau menyukainya?” kata Jung Hee. Bong Goo juga tak mengerti dan menyuruh Jung Hee memikirkan saja yang mana yang benar. 


Jae Bok menemui Bong Goo yang sudah menunggunya ditaman, keduanya pun minum bir bersama. Bong Goo ingin memberikan cumi kering dan melihat Jae Bok hanya diam sambil melamun. Jae Bok bertanya-tanya merasa tak tahu apa kesalahannya.
“Padahal aku sudah berusaha semampuku, Aku selalu melakukan yang terbaik Kenapa ini terjadi padaku? Aku tidak tahu apa kesalahan apa yang ku lakukan” ucap Jae Bok seperti mulai merasa tak tahan.
“Kau tidak melakukan kesalahan. Dunia ini menjijikkan dan keserakahan oranglah yang mengerikan. Kau sudah melakukannya dengan baik,  dan  juga kau sudah bertahan. kau melangkah kedepan selain itu kau punya aku. Itu sebabnya aku di sini.” Ucap Bong Goo seperti memberikan sinyal kalau Jae Bok punya tempat untuk bersandar dengan mengusap air mata dan menepuk pundaknya. 

Won Jae memberitahu Jae Bok kalau  menemukan cerita tentang Moon Eun Kyung. Jae Bok dan Bon Goo datang ke tempat Won Jae mengajar. Won Jae memperlihatkan sebuah koran kampus kalau Asistennya yang  mendapatkan diruang penyimpanan alumni dengan Eun Hee sebagai penulis artikel dan Jung Hee yang menyanyi diatas panggung.
“tapi wanita ini Eun Hee, kan? Aku merasa seperti mereka tidak kenal satu sama lain” ucap Won Jae. Jae Bok pikir itu wajah Eun Hee sebelum operasi.
“Sandinya tanggal konser, kan? Ini sudah kuduga memang Eun Hee. Dia pasti penggemar berat nya Koo Jung Hee” kata Bong Goo.
“Kau bilang kau menemukan seseorang yang tahu Moon Eun Kyung.” Kata Jae Bok, Won Jae mengataka kalau orang itu akan datang.  Saat itu pun pintu diketuk. 


Seorang wanita duduk memperkenalkan nama Choi Ji Eun yang ditelpon kemarin. Lalu ia menceritakan Moon Eun Kyung kuliah hanya satu semester dan bahkan hampir tidak pergi ke kelas, Ia mengenal Eun Kyung benar-benar mempunyai seorang pria bernama Koo Jung Hee. Jae Bok pun bertanya apakah keduanya berkencan.
“Tidak..  Dari apa yang saya tahu, dia menyukainya dan mengikutinya seperti orang gila, tapi Koo Jung Hee terus menolak dia, jadi dia mulai menguntit Koo Jung Hee. Orang-orang bilang itu mengerikan” cerita Nyonya Choi, Semua tak percaya mendengarnya. 

Jae Bok menemui ibu mertuanya, Ibu Jung Hee mengaku tak tahu  apa-apa tentang itu dan bertanya Siapa yang menguntit Jung Hee. Jae Bok heran ibu mertuanya itu tak mengetahuinya karena Jung Hee yang bahkan mengambil cuti dari kuliah setelah itu.
“Itu karena dia memerlukan uang” ucap Ibu Jung Hee ketus
“Ibu... Ada seorang gadis kaya yang ibu selalu membual tentangnya. Gadis yang menyukai Jung Hee. Bukankah itu dia? Benar kan Ibu?” kata Jae Bok. Ibu Jung Hee mengaku bukan dia dan tak tahu apapun dengan nada ketus

Jae Bok menelp Jung Hee mengajak agar bertemu di rumah Eun Hee untuk bicara denganya. Bong Goo datang dengan mobilnya, Jae Bok bingung kenapa Bong Goo datang. Bong Goo mengetahui Jae Bok yang akan  menghadapi Eun Hee dan mengaku sangat khawatir.
“Jangan khawatir... Aku akan baik-baik saja.” Ucap Jae Bok
“Apa kau ingin aku ikut denganmu?” kata Bong Goo, Jae Bok memberitahu kalau ayah dari anaknya akan datang jadi mereka akan membicarakannya.
“Aku akan berada disekitar sini, Kalau butuh sesuatu telpon aku,oke?” kata Bong Goo. Jae Bok mengaku kalau baik-baik saja. Bong Goo yakin kalau nanti Jae Bok akan  mengatakan tidak baik-baik saja.
“Koo Jung Hee itu sekarang tunangan pemilik rumah ini. Dia tidak di pihakmu lagi dan Aku akan di sisimu” kata Bong Goo yang siap menolak memberikan pukulan.
“Terima kasih karena berada di sisiku” ungkap Jae Bok lalu pamit pergi masuk lebih dulu. 

Jae Bok menelp Jung Hee lebih dulu bertanya keberadaannya, Jung Hee mengemudikan mobilnya sendirian mengatakan sedang dalam perjalanan. Eun Hee baru saja pulang melihat Jae Bok mondar mandir diruang tengah, Jae Bok menanyakan Nyonya Choi. Eun Hee tak tahu berpikir kalau ibunya keluar karena  ada janji. Jae Bok dengan wajah serius mengajak agar bicara bersama.

“Moon Eun Kyung.” Ucap Jae Bok . Eun Hee sedikit kaget dan meminta memanggil nama Eun Hee saja karena sudah mengubah nama lamanya.
“Kau mungkin mengubah namamu, tapi kau masih sama... Moon Eun Kyung. Itu nama sebelum kau diterima sebagai seorang anak Ketua Lee Tae Hwang. Kau menghadiri Sehyun Universitas selama satu semester, dan Mencintai pria yang bernama, Koo Jung Hee.” Ucap Jae Bk mengumpat Eun Hee itu gila dengan memperlihatkan koran kampus.
Eun Hee melihat artikelnya berjudul [Suaranya menghibur jiwaku. -Ditulis oleh Moon Eun Kyung]
“Kau mengubah nama dan wajahmu, sehingga Koo Jung Hee tidak mengenalimu. Apa yang akan terjadi jika dia menyadari bahwa kau yang menguntitnya?” kata Jae Bok mengancam. Eun Hee panik meminta agar Jae Bok tak melakukanya.
“Koo Jung Hee juga perlu tahu. Aku tidak bisa membiarkan ayah anak-anakku jatuh dari tebing.” Tegas Jae Bok. Eun Hee mengatakan kalau Jung Hee  tidak boleh tahu dengan memastikan kalau Jae Bok belum memberitahukanya.
“Aku harus memberitahunya sekarang. Kita bertiga harus bicara dan menyelesaikannya” kata Jae Bok
Saat itu Jung Hee menelp, Jae Bok bertanya apakah suda sampai dan memintanya agar segera masuk dan memberitahu Eun Hee kalau Jung Hee sudah sampai. Ia meminta agar Eun Hee jujur agar semuanya bisa berjalan dengan damai. Jung Hee terlihat sudah masuk pekarangan rumah. 

Eun Hee langsung menarik Jae Bok masuk ke dalam kamar langsung  meminta maaf sambil menangis. Jung Hee memanggil Jae Bok karena tak melihatnya. Jae Bok berada dikamar heran melihat tingkah Eun Hee yang berbeda
“Maafkan aku.. Aku akan melakukan apa yang kau minta. Apa pun itu,  Jangan katakan padanya.” Ucap Eun Hee berdiri dibalik pintu. Jae Bok tak peduli menyuruh Eun Hee menyingkir. Eun Hee langsung mendorong Jae Bok dan berlutut.  
“Jae Bok.... Apa kau di sana? Apa kau di dalam?” kata Jung Hee. Jae Bok membenarkan kalau ada didalam.
“Tolong bantu aku... Aku mohon” kata Eun Hee memeluk kaki Jae Bok. Jung Hee mencoba membuka pintu tapi ternyata dikunci. Jae Bok menatap Eun Hee yang menangis seperti tak percaya. Jung Hee dengan wajah tegang seperti bisa mendengarnya.
Bersambung ke episode 14


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted

Tidak ada komentar:

Posting Komentar