Sabtu, 01 April 2017

Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 11 Part 1

PS : All images credit and content copyright : JBTC
Nyonya Hwang langsung bertanya pada anaknya alasan Menantu Ahn datang. Bong Soon yang masih kaget mengatakan kalau ingin sendirian. Nyonya Hwang penasaan alasan Menantu Ahn tiba-tiba datang ke rumah. Bong Soon mengaku tak tahu dan meminta agar  berhenti memanggilnya "Menantu."
“Dia akan menganggapku apa kalau Ibu memanggilnya seperti itu? Memalukan sekali!” keluh Bong Soon pada ibunya.
“Bong Soon. Aku ingin periksa apa kalian pasangan yang cocok apa tidak. Jadi Bisa tanyakan kapan tanggal dan waktu lahirnya?” ucap Nyonya Hwang, Bong Soon merengek kesal pada ibunya.
“ Berapa usia Menantu Ahn?” tanya Nyonya Hwang, Bong Soon mengaku tak tahu
Nyonya Hwang pikir kalau bertanya  nanti bisa dibilang kasar. Bong Soon meminta agar ibunya jangan melakukan itu dan nanti akan mearah, lalu menyuruh ibunya agar bisa masuk ke kamar dan tidur saja. Nyonya Hwang tetap ingin Bong Soon agar menanyakan umurnya.
Bong Soon mendorong ibunya agar cepat masuk, lalu memgang dadanya kebingungan karena tiba-tiba berdebar kencang. Nyonya Hwang tetap penasaran kembali datang ingin tahu tanggal lahir dan umur Min Hyuk. Bong Soon mengaku tak tahu meminta agar Ibunya masuk kamar saja.



Min Hyuk mengingat saat mengungkapkan perasaanya “Sepertinya...Aku menyukaimu.” Bong Soon pun melonggo kaget karena tiba-tiba Min Hyuk menyatakan perasaanya.
Flash Back
“Kau orang pertama yang mengatakan suka padaku. Jadi Tolong beri aku waktu untuk berpikir.” Ucap Bong Soon.
“Bagaimana dan apa yang akan kau pikirkan?” tanya Min Hyuk
“Aku memerlukan waktu untuk mengatur pikiranku dan mencari tahu bagaimana perasaanku.” Kata Bong Soon dan pamit untuk masuk ke dalam rumah.
Min Hyuk tersenyum mengingat ucapan Bong Soon, lalu memikirkan caranya sambil berdiri didepan kaca bertanya apakah Bong Soon sudah tidur, lalu membuat tanda love dari embun. 


Bong Soon terbangun dari tidurnya terlihat gelisah, merasa jantuhnya terus berdebar kencang. Teringat kembali perkatanya pada Min Hyuk “Aku memerlukan waktu untuk mengatur pikiranku dan mencari tahu bagaimana perasaanku.”
Flash Back
“Tapi aku tidak bisa memberikan banyak waktu. Cepat lakukan. Dan kau hanya boleh menatapku.” Ucap Min Hyuk
Bong Soon memikirkanya dan memilih untuk segera tidur saja tapi saat itu ponselnya berdering. Gook Doo dan Min Hyuk mengirimkan pesan yang sama “Ayo kita pergi nonton film besok.” Bong Soon makin binggung karena ada dua pria yang mengajaknya kencan disaat yang bersamaan. 

Khayalanya pun kembali datang, Min Hyuk dan Bong Soon saling memanggil Romeo & Juliet. Tiba-tiba Gook Doo datang dengan menaiki balkon berteriak marah kalau dirinya sebagai Romeo. Min Hyuk meminta buktinya
“Bukti pertama. Keluarganya dan keluargaku musuhan. Lalu Bukti kedua. Aku yang sebenarnya ia cintai.” Ucap Gook Doo
Keduanya akhirnya saling berembut siapa yang akan menjadi romeo, Bong Soon pun kebingungan memilih yang mana romeo sebenarnya. Tiba-tiba Tuan Do datang melihat Gook Doo yang mengunakan syal di lehernya, lalu menarik rambut Ji Soo agar melepaskan tanganya dari Min Hyuk dengan mengancam akan melaporkannya ke polisi.

Bong Soon bertemu dengan Tuan Do diruanganya. Tuan Do ingin meminta penjelesan karena telah banyak berpikir tapi masih saja menganggunya. Bong Soon pikir tak ada yang perlu dijelaskanya. Tuan Do mengingat saat di ruang rapat dan meja besar measa yakin kalau Bong Soon tidak mendorong meja itu dan berpikir kalau benar-benar gempa bumi. Bong Soon hanya berpura-pura tidak tahu.
“Kau sangat menakutkan dan aneh sekali. Kau membuatku terjebak di sana dan kabur! Aku benci gadis-gadis sepertimu.” Keluh Tuan Do sinis
“Anda harus berhenti menggangguku.” Pinta Bong Soon, Tuan Do langsung menolaknya.
“Aku akan mengganggumu dengan segenap jiwa dan kekuatanku, Karena kau jelek.” Ucap Tuan Do
“Sunbae-nim, Anda harusnya bersikap baik padaku.” Pinta Bong Soon
“Tidak ada sesuatu yang membuatku ingin bersikap baik padamu.” Tegas Tuan Do menyuruh Bong Soon membuatkan kopi yang sangat manis untuknya.
Bong Soon kesal menatap dengan penuh dendam, Tuan Do pun berdiri dengan bertolak pinggang menyuruh agar Bong Soon menurunkan matanya, Bong Soon pun hanya bisa tertunduk mengikuti perintah Tuan Do agar membuat kopi rasa Manis. 


Bong Soo membuat kopi dengan cemberut karena tahu Tuan Do yang tak suka gula merah dan akhirnya dengan sengaja memasukan banyak gula di kopi buatanya. Lalu Ia memberikan pada Tuan Do diruangan, Tuan Do menyuruh Bong Soon yang mencoba dulu. Bong Soon menolak karean  tidak suka kopi manis.
“Apa Kau tidak meludah ke kopinya?” ucap Tuan Do curiga, Bong Soon meminumnya dan mengaku kalau itu rasanya sangat manis
“Rasanya sangat sempurna.” Kata Tuan Do, Bong Soon pun bisa mengucap syukur. Tuan Do dengan sinisnya menyuruh Bong Soon agar Jangan terlalu bersemangat. Bong Soon pun akan pamit pergi
“Berhenti... Serahkan laporanmu sampai besok.” Kata Tuan Do, Bong Soon pikir Seharusnya bilang dari awal.
“Kenapa malah membantahku? Itu terserah padaku dan pergi ke Ruang barang, bawakan 10 kardus kertas A4. Jangan berani-beraninya bilang kau lemah.” Ucap Tuan Do
“Katanya, Anda ingin aku untuk menyerahkan laporan besok. Jika Anda tidak memerlukan kertas A4 sekarang, besok saja.” Kata Bong Soon.
Tuan Do mulai memarahinya, kalau ia yang memutuskan semuanya. Bong Soon pun mengangguk mengerti 


Tuan Do sedang menelp dalam ruangan kaget melihat Bong Soon bisa mengangkat semua kotak kertas sekali jalan dan menaruhnya didalam ruangan, lalu pamit pergi. Tuan Do benar-benar melonggo kaget lalu mencoba mengangkat kertas tak kuat mengangkat semuanya. 

Bong Soon masuk ke ruangan, Min Hyuk belum datang. Sek Gong masuk memberitahu Presdir Ahn harus menghadiri seminar jadai harus pergi menjemputnya dan mengantarnya ke seminar dan akan terlambat. Bong Soon mengangguk mengerti.
“Dan ada presentasi game baru siang ini. Dia ingin kau untuk ikut, juga.” Kata Sek Gong, Bong Soon tak percaya dan terlihat bersemangat dan mengucapkan Terima kasih. Sek Gong pun memberikan jempolnya sebagai pujian. 

Bong Soon duduk di meja bertanya-tanya apa yang harus dikatakan saat bertemu Min Hyuk nanti.
“Haruskah aku berpura-pura seperti tidak ada yang terjadi, dan tersenyum sumringah?” gumam Bong Soon, tapi menurutnya itu tak mungkin karean Itu bukan gayanya.
Ponselnya kembali berbunyi, Min Hyuk dan Gook Doo sama-sama menuliskan pesan “Kenapa tidak membalas pesanku?” Bong Soon heran dengag keduanya seperti belahan jiwa dan mencoba untuk menipunya.
“Mengapa mereka melakukan ini padaku?” keluh Bong Soon dibuat kebingungan dengan keadaanya.

Baek Tak seperti bermimpi buruk dengan toples wine kotoran sudah mulai berkurang, lalu terbangun kalau  melihat tumpahan air di dalam mimpinya. Saat bangun merasa tubuhnya lebih enak bisa mengerakan tubuhnya, lalu memegang wajahnya yang sudah tak membengkak, saat melihat dicermin wajahnya sudah kembali seperti dulu hanya tinggal matanya saja. Akhirnya ia menatap di toples
[Wine Kotoran: Efek Wine kotoran tidak diketahui. Bisa saja efeknyaberbeda pada setiap orang. Hasilnya dipertanyakan].
Kwang Bok yang melihatnya tahu kalau Baek Tak itu meminumnya dengan tubuh yang masih digantung seperti mumi. 

Min Hyuk dalam mobil mengatakaan tidak ingin pergi. Sek Gong mengatakan kalau Min Hyuk harus pergi ke pertemuan-pertemuan ini supaya bisa mengenal orang-orang dan mendapatkan informasi baru. Min Hyuk mengaku benci pergi ke pertemuan seperti itu.
“Namanya saja "Rapat Pengusaha Muda Abad 21.Malam Pendukung Pengusaha Kreatif Abad 21." Kenapa selalu pakai perkataan "Abad 21"? Semua yang mereka bicarakan hanya barang-barang abad ke-20.” Kata Min Hyuk mengeluh 

Pesan Bong Soon masuk ke dalam ponsel Min Hyuk “Aku sedang banyak pekerjaan. Sepertinya, aku tidak bisa menonton film. Maaf” Min Hyuk binggung tiba-tiba Bong Soon yang bicara informal padanya.
Sementaar Gook Doo baru masuk mobil menerima pesan yang sama, tapi binggung karena Bong Soon menuliskan bahasa formal padanya bukan seperti biasanya. 

Sementara Min Hyuk berpikir kalau Bong Soon itu ingin lebih dekat dengannya karena mengunakan bahasa banmal, yang membuat  jantungnya berdebar. Sek Gong yang duduk disampingnya bertanya apa yang dikatakan Bossnya itu
“Padahal dia selalu berbicara sopan padaku sampai sekarang. Tiba-tiba dia berbicara santai. Ini semakin membuatku bersemangat dan Sangat menarik.” Ucap Min Hyuk sambi tersenyum
“Apa Anda suka jika orang-orang berbicara informal padamu? Kau seharusnya bilang.” Ucap Sek Gong
Min Hyuk kembali membaca pesan yang dikirimkan Bong Soon merasa dirinya semakin bersemangat saja. 

Bong Soon melihat berkas proposa dan heran karena ditolak padanya  ide yang segar dan brilian, lalu melihat berkas yang lainya tentang pemainan Babi Katsu, menurutnya  Ada orang yang mengajukan proposal payah seperti itu tapi berada dalam Tim dan kenapa ia masih magang.
“Game-ku, "Super Bong Soon" lebih baik dari itu dan Seperti 1.000x lebih baik.” Ungkap Bong Soon dengan membuka laptopnya.
Saat itu Bong Soon dikagetkan dengan wallpaper laptopnya wajah Min Hyuk yang memberikan gambar cinta dan bertingkah lucu. Ia langsung berdiri dari tempat duduknya dan menjauh
“Aku sudah gila..Aku harus menemukan Kim Jang Hyun juga. Tapi Min Hyuk berjanji akan membantuku mengendalikan kekuatanku. Tapi kenapa dia selalu membuatku berada di sisi kantornya” keluh Bong Soon mengingat saat Min Hyuk menyelamatkan dari tusukan.
“Apa dia gugup setelah tertusuk?” ungkap Bong Soon, lalu berpikir kalau tidak bisa melakukan ini karena Min Hyuk akan terluka. Jika dia terus berada di sisinya.
“Aku terlalu berbahaya untuk tetap dekat dengannya. Haruskah aku hanya fokus pada pengembangan game?” ucap Bong Soon.  
Tapi Bong Soon pikir harus menangkap Kim Jang Hyun dulu dan berpikir untuk mengambil libur, Tapi sebelumnya Min Hyuk menyatakan perasasan padanya jadi lebih baik harus mengurus itu dulu, tapi ia binggung memilih apa yang harus diurus lebih dulu dan sikapnya nanti pada Gook Doo.


Bong Ki membuka perban wajah Kwang Bok melihat kalau Wajahnya baik-baik saja dan meminta agar membuka mulut. Ia melihat Tulang pipi Kwang Bok masih rusak jadi tidak boleh tertawa terlalu keras. Hyun Do mengeluh karena berpikir kalau ketuanya itu bodoh
“Lihatlah wajahnya. Mana bisa dia tertawa dalam situasi ini? Aku memberimu peringatan.” Kata Hyu Do marah dan meminta agar Kwang Bok tak tertawa
.
“Apa Anda sudah buang air besar?”tanya Bong Ki pada Agari, Agari mengaku kesulitan seperti tersumbat. Bong Ki menyarankan untuk melakukan enema.
“Aku tidak ingin melukai harga diriku dan akan mengurus sendiri.” Ucap Agari
Bong Ki akan keluar dari ruangan dan melihat topless tinggal setengah,  lau bertanya kemana Baek Tak pergi. Agari memberitahu Baek Tak yang pergi keluar untuk berjalan-jalan. Bong Ki berpikir kalau Apa botol itu bocor, Kwang Bok yang tak bicara kalau dengan bahasa tak jelas mengatakan kalau Baek Tak meminumnya.


Gook Doo mengirimkan pesan bertanya apa yang sedang dilakukanya, Bong Soon pun baru sadar kalau salah kirim. Sementara Gook Doo pergi ke toko perhiasan dan melihat sebuah kalung. Pegawai memberitahu arti kalung itu adalah "Berharap pada Bulan."
Gook Doo melihat kalung itu terlihat kecil tapi pegawai melihat kalau kalung itu ukuran yang sempurna. Gong Dgoo memberitahu ingin memberikan pada gadis yang sangat imut dan bertanya-tanya apakah ini cocok untuknya. Pegawai itu yakin kalau  akan terlihat cocok. Akhirnya Gook Doo memutuskan untuk  membelinya. 

Gook Doo menelp Bong Soon dengan hadiahnya bertanya apakah sedang sibuk,  Bong Soo mengaku kalau dipindahkan ke Tim Perencanaan dan Pengembangan jadi agak sibuk. Gook Doo mengaku sengaja ambil hari libur untuk bertemu dengan Bong Soon.
“Jika hari ini kau tidak bisa nonton film, boleh aku mampir untuk menemuimu?” kata Gook Doo
“Aku harus berada di sini sampai larut malam.” Kata Bong Soon. Gook Doo mengatakan akan pergi ke kantornya. Bong Soon pun tak bisa mneolak
“Bong Soon.. Jangan temui Presdir Ahn di luar perusahaan. Kau berada di Tim Perencanaan dan Pengembangan. Kau bukan pengawalnya lagi. Dan dia juga sudah dipulangkan dari RS. Kau tidak perlu menjaganya sekarang.” Ucap Gook Doo, Bong Soon membenarkan.
“Aku hanya memberikan beberapa saran sebagai teman. Dan...Hari ini jadi hari yang terakhir. aku memberikan saran hanya sebagai teman.” Ucap Gook Doo memberikan kode lalu berjanji akan menelp kembali kalau sudah sampai. 

Ketua Yook mengintai sendirian melihat dari kejauhan Tuan Kim yang berjalan keluar dari rumah lalu mengikuti kemana perginya Hee Jin sampai ke dalam tempat latihan cello. Ketua Yook dengan sengaja melihatnya dengan berpura-pura minum kopi di seberang jalan, Tuan Kim pun meminum kopi dan melihat Hee Ji sebagai target berikutnya. 

Tuan Do berjalan melihat sebuah karangan bunga dengan wajah Baek Tak, lalu memanggil Bong Soon yang ada di pantry, lalu bertanya apakah Baek Tak pacarnya. Bong Soon mengelengkan kepala dan melonggo melihat tulisanya "Berharap yang terbaik untuk masa depan Bong Soon!"
“Jika dia bukan pacarmu, kenapa juga dia mengirim karangan bunga dengan kutipan seperti itu? Apa Kau wanita yang murahan?”tanya Tuan Do Sinis,
“Kenapa Anda benci sekali padaku?” keluh Bong Soon kesal. Tuan Do pun ingin tahu cara Bong Soon membawa kardus itu bahkan melihat dengan matany sendiri dan ingin tahu siapa sebenarnya juniornya itu.
“Aku.. Do Bong Soon yang tinggal di Dobong-gu, Dobong-dong.” Ucap Bong Soon, Tuan Do benar-benar tak mengerti karena Bong Soon itu  yang mendorong meja itu.
“Sejujurnya... aku alien.” Bisik Bong Soon sengaja berbicara di telinga Tuan Do.


Di toilet
Dua pekerja membahas tentang yang sedang dibahas dalam social media, kalau Presdir Ahn "coming out " seseorang yg LGBT berubah jadi normal di seminar itu. Si perempuan satu memberitahu kalau Min Hyuk  bukan sebagai gay dansecara resmi mengumumkan bahwa pria yang menyukai wanita.
Bong Soon masuk untuk mencuci tangan, mendengar pembicaraan keduanya kalau Min Hyuk mengaku  menyukai salah satu karyawan di perusahaan,  mereka merasa menyesa kalau tahu Min Hyuk menyukai wanita pati  membuat gerakan dan sudah kehilangan kesempatannya. Perempuan lain pun melihat kalau . para karyawan wanita nya semakin bersikap baik padanya. Mereka pun bertanya-tanya siapa wanita yang disukai Min Hyuk itu. 

Bong Soon keluar melihat Min Hyuk yang selesai seminar berjalan dengan kemeja lalu mengunkan jasnya, dimatanya seperti ada sinar yang terang seperti saat melihat Gook Doo. Min Hyuk mendekat melihat Bong Soon seperti terkesiam dengan mengandeng tangan mengajak Bong Soon pergi.
Sek Gong melonggo begitu juga dua pegawai lainya, Bong Soon piki min Hyuk harus melepaskan tangannya. Min Hyuk mengatakan Tidak mau. Bong Soon ingin menarik tanganya agar Min Hyuk jangan melakukan  di tempat kerja. Min Hyuk menegaskan kalau tak mau,  dan menyuruhnya agar ikut denganya, Bong Soon berusaha menariknya tapi Min Hyuk tetap mengengamnya dengan erat. Semua pegawai pun mulai membicarakan kalau Bong Soon adalah wanita yang disukai oleh Min Hyuk. 

Min Hyuk melihat games yang dibuat oleh Bong Soon dalam laptopnya, lalu menyuruh agar terus mengejarkan bersamanya. Bong Soon pikir Min Hyuk sedang bercada. Min Hyuk menegaskan  tidak bercanda.
“Kenapa juga aku bercanda? Kau sungguh harus melakukan pekerjaan yang bagus untuk ini. Supaya kau dapat melakukan apapun semaumu dalam Tim Perencanaan dan Pengembangan. Kau harus makan siang, dan pastikan menghadiri pertemuan tim. Perhatikan bagaimana cara mereka melakukan presentasi. Kau mungkin mendapatkan kesempatan untuk menyajikan game ini di depan mereka suatu hari nanti.” Ucap Mi Hyuk mengajak makan siang dulu.
“Presdir Ahn. Katanya, kau hanya makan sehari sekali” kata Bong Soon, Min Hyuk mengaku sekarang  tidak seperti itu lagi. Bong Soon binggung menanyakan alasanya.
“Karena kau makan tiga kali sehari. Aku seharusnya jangan hanya makan sekali sehari.” Kata Min Hyuk, Bong Soon tersenyum bahagia.  Kepala Yook berusaha untuk melihat isi tempat mobil bekas dari balik dinding.


Hee Jin menelp Bong Ki untuk berkencan di  Daehak Street, karena restoran India yang terkenal jadi mereka bisa bertemu disana nanti Jam 6 sore. Bong Ki mengatakan akan menjemputnya, Bong Ki pun bertanya keberadan Hee Ji sekarang. Hee Ji mengatakan ada Di ruang latihan.
Si pelaku yang sudah menaruh alat sadap dalam tas Hee Jin bisa mengetahui yang akan dilakukan Hee Ji. 

Bong Soon duduk berhadapan dengan Min Hyuk terus menatapnya, Min Hyuk melihat Bong Soon hanya menatapnya menyuruh agar segera mengaduk nasinya, Bong Soon pun menganguk. Saat itu Sek Gong dan Tuan Do datang dengan makanan mereka untuk bergabung
“Apa rasanya enak?”kata Sek Gong dengan bahasa banmal. Bong Soon pikir Sek Gong bicara denganya. Sek Gong mengaku itu pada Min Hyuk semua melonggo mendengarnya.
“Tadi katanya kau lapar saat di dalam mobil. Apa rasanya enak?” ucap Sek Gong, Min Hyuk pun mengatakan kalau rasanya enak.
“Apa Kau sudah gila, Sekretaris Gong? Kenapa malah bicara informal ke Presdir Ahn?” ucap Tuan Do
“Presdir Ahn bilang, katanya dia suka jika orang bicara informal padanya.” Kata Sek Gong
“Aku tidak suka kauberbicara informal padaku. Jangan lakukan itu.” Tegas Min Hyuk dengan mata melotot. Sek Gong pun hanya bisa meminta maaf.
“Presdir.. Ada sesuatu yang ingin aku katakan. Kalian harus tahu identitas Bong Soon yang sebenarnya. Dia adalah wanita yang sangat menakutkan. Dia membawa 10 kardus kertas A4, Sekaligus. Dia yang mengunciku di kantor” ucap Tuan Do dengan mengebu-gebu
Min Hyuk seperti tak peduli terus makan, Tuan Do pun memberitahu kalau Bong Soon mengakui dirinya adalah alien. Min Hyuk menaruh lauk di sendok Bong Soon sebagai makanan favoritnya.  Tuan Do menjerit kesal karean tak ada yang mendengarnya kalau Bong Soon itu alien dan sangat kuat. Bong Soon tersenyum menerima makanan dari Min Hyuk. 



Mereka selesai makan, Bong Soon memanggil Tuan Do kalau  punya hadiah sebuah Accessories. Tuan Do mengejek kalau Bong Soon itu tak tahu  tentang aksesori, Bong Soon meminta agar Tuan Do mengulurkan  pergelangan tangannya.
Tuan Do memberikan tanganya, saat itu Bong Soon membuat besi dijadikan sebagai gelang. Tuan Do melonggo. Bong Soon mengatakan akan memberikan kalung juga. Tuan Do akhirnya jatuh pingsan tak percaya dengan kekuatan Bong Soon.

Bong Soon masuk ruangan terkesima dengan Min Hyuk yang duduk dengan gayanya setlan kemeja sibuk menatap komputer. Ia mengintip melihat saat Min Hyuk bicara dengan presdir, gayanya seperti petinggi perusahaan yang sangat bertanggung jawab, beda saat diawal mengenalinya. 

Tuan Do menangis mengetahui Min Hyuk yang menyukai wanita karena sangat mencintainya dan Sek Gong pasti  tahu tentang ini. Sek Gong mengaku tak tahu karena Min Hyuk hanya membiarkan rumor itu menyebar. Jadi mengir kira rumor itu benar.
“Sepertinya dia menyukai Do Bong Soon. Kau akan menemukan seseorang yang pria yang baik.” Kata Sek Gong
Tuan Do menangis di dada Sek Gong seperti sepasang kekasih, Sek Gong panik meminta agar jangan melakukan hal itu. Dua pegawai wanita masuk kaget melihat keduanya sedang berpelukan, Sek Gong langsung mendorong Tuan Do agar menjauh darinya.

Kumpulan anak SMA berkumpul di warnet membahas Bong Soon yang  berperang melawan 30 gangster serta Seluruh anggota geng berada di Rumah Sakit Hansae. Ketua Genk terlihat marah, karena itu alasanya tidak bisa menghubungi Bong Soon. Teman mereka pikir tak perlu ikut campur.
“Aku tidak bisa memaafkan mereka. Haruskah kita memberikan mereka pelajaran?” ketua Genk mereka pun bersiap-siap untuk membalas dendam.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar