Jumat, 07 April 2017

Sinopsis Queen Of Mystery Episode 1 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS

Seol Ok melihat ponselnya berdering, Ibu Mertuanya menel bertanya masih di tempat makan siang. Seol Ok mengaku masih ditempat Kyung Mi jadi akan mampir dengan yang lain saat akan pulang. Seo Ol binggung dan tak sengaja melihat ibunya ada didepan cafe dan langsung merunduk berjalan ke bagian belakang cafe.
“Geng dan obat-obatan. Itu masuk akal.” Ucap Joon Oh, lalu dibuat binggung karena tak melihat Seo Ok. Saat itu ibu-ibu membalikan badan melihat sosok  Joon Oh dan langsung menyapa dengan senyuman sumringah melihat polisi tampan. Seol Ok berlari keluar dari cafe bagian belakang. 


Joon Oh akhirnya keluar dari cafe berpikir mereka datang untuk makan. Si ibu bertopi mengaku mereka hanya jalan-jalan. Nyonya Park pun menyakinkan semua temanya kalau Joon Oh sendirian. Joon oh mengaku Senang melihat mereka semua akur. Saat itu si topi mengeluh kakinya sakit.
“Di mana rumahmu? Aku akan memberikan tumpangan.” Kata Joon Oh, Nyonya Park dengan sinis langsung menolaknya karena Joon Oh pasti sibuk, Joon Oh mengaku tidak.
Seol Oh pun berjalan ke pinggir jalan dan dibuat kaget dengan melhat ibu dengan teman-temannya sudah naik mobil polisi dengan Joon Oh. Ia pun berusaha berlari dengan jalan memotong agar bisa sampai lebih dulu. Tapi kakinya sempat tersandung dan jatuh. 
Mereka semua sampai di restoran Dorsirak Dong Ho. Kyung Mi kaget melihat Nyonya Park yang datang lalu bertanya apakah itu teman-temanya. Nyonya park pun memberitahu teman-temanya kalau Kyung Mi teman menantunya dan pemilik restoran. Salah seorang ibu mengetahui dari Nyonya Park kalau Kyung Min bercerai. Nyonya Park langsung menyela menanyakan keberadan Seol Ok karena tidak melihatnya ketika lewat tadi.
“Dia di dapur. Itulah mengapa kau tidak melihatnya.” Ucap Kyung Mi mencari alasan
“Apa ada dapur didalam?” ucap Nyonya Park curiga, Kyung Mi pikir sudah pasti karena Tidak mungkin diluar.

Nyonya Park ingin masuk tapi Kyung Mi menahanya dengan memeluk ibu mertua Seol Ok dengan erat dengan alasan kalau diluar dingin jadi mencoba memberikan kehangatan.
Nyonya Park tak peduli segera masuk ke dapur belakang, Kyung Mi terus mengalangi semampunya. Nyonya Park akhirnya tak bisa melihat Seol Ok ada disana. Kyung Mi melihat Seol Ok yang baru datang. Seol Ok melihat ibunya sudah datang bergegas membuka jaket sambil berjongkok menyalakan kompor.
“Ibu... Kau di sini...” ucap Seol Ok langsung mencoba memasukan ikan dan bawang ke dalam pengorengan seperti seorang chef.
“Seseorang memberiku tumpangan.” Ucap Nyonya Park, Seol Ok bertanya dengan teman-teman ibu mertuanya. Nyonya Park mengatakan mereka di luar lalu berjalan pergi karena hanya datang ingin melihat menantunya. 
“Apa kau tidak ingin mencicipi ikannya? Ini ikan besar.” Ucap Seol Ok mencoba ramah, Nyonya Park menolak dan langsung pergi.

“Kau goreng ikan untuk sashimi.” Ucap Kyung Mi dengan helaan nafas dan menyuruh agar segera mengangkatnya. Seol Ok jatuh lemas karena bisa selamat dari ibu mertuanya. 


Keduanya duduk bersama, Kyung Mi memberitahu kalau membayar 200 dolar untuk ikan laut dan Seol Ok minum minuman kerasnya bahkan tidak menuang segelaspun untuknya. Seo Ok mencoba memakan ikan sasimi denga bagian yang gosong dan minum soju. Kyung Mi mengeluh ibu mertua Seol Ok itu selalu memperhatikanydan ikut campur.
“Mengapa dia tidak bisa meninggalkanmu sendirian?” keluh Kyung Mi
“Karena anaknya seorang jaksa.” Kata Seol Ok, Kyung Mi mengeluh memangnya Berapa banyak yang dilakukan, apakah Lebih banyak dari SeolOk 
“Tentu saja tidak. Aku membayar sekolah iparku.” Kata Seol Ok
“Dia tidak akan menjadi Jaksa tanpamu.”kata Kyung Mi, Seol Ok membela karena suaminya maka ia jadi istri seorang jaksa.
“Berkat dia kau tidak bisa kuliah dan Ibu mertua meremehkanmu.” Ejek Kyung Min. Seol Ok pikir Nyonya Park tak meremehkannya

“Aku bisa tahu dari melihatnya saja. Ini sangat tidak adil. Walaupun begitu, jangan bercerai.” Ucap Kyung Mi, Seo binggung kenapa tak boleh padahal melihat keadaaanya itu menyedihkan.
“Pokoknya jangan.. Lakukan apapun yang kau bisa di sana.”ucap Kyung Mi
Seol Ok melihat temanya itu menyesal bercerai. Kyung Mi mengaku benar-benar bebas sekarang yaitu bebas dari mertua dan keluarga yang menendangnya keluar dan bahkan selam ini tidak pernah bebas seperti ini tapi meminta agar temanya jangan pernah bercerai.
“Apa Kau menikmati kebebasan untuk diri sendiri?” ejek Seol Ok dan akan membereskan semuanya karena harus pergi. Kyung Min menahanya.
“Biarkan aku, si jiwa kesepian, merawat diri sendiri.” Kata Kyung Min lalu memberitahu kalau Seol Ok mendapatan paket. 


Seol Ok melihat isinya buku sebagai Tugas Polisi dengan penuh semangat memberitahu temanya kalau akan mulai belajar besok. Lalu masuk ke dalam kamar. Sementara Kyung Min sedih melihat ikan sashimi dan meminta maaf atas pada ikan laut lalu menanyakan alasan Seol Ok belajar padahal tidak bekerja. Seol Ok mengaku kalau ini akan membuatnya lega.
“Kau boleh begitu jika mau ujian... harus belajar supaya lulus.” Ucap Kyung Mi
“Kau tak pernah tahu. Mungkin aku bisa ikut ujian tahun ini.” Kaya Seol Ok
“Bagaimana jika kau lulus ujian? Apa kau pikir dia akan mengatakan "ya"?” ucap Kyung Mi
“Aku melihat yakbab di sini. Bisa aku bawa? Ibu mertuaku sangat menyukainya. Dia pikir aku akan berhasil. Dia bilang tidak suka apa yang aku lakukan, tapi dia bersamaku karena yakbab ini.” Ucap Seol Ok menatap foto bersama ayahnya.

Kyung Mi tidak percaya temanya ada dipihak mertuanya, Nyonya pak sangat sempurna, tapi hanya nenek tua renta. Seol Ok pikir Nyonya park Harus sehat jika lulus ujian. Kyung Mi pikie Seol Ok  takut akan melewatkannya. Seol Ok tahu Tahun ini akan menjadi yang terakhir jadi meminta bantuan dari temanya, Kyung Mi dengan membawa Yakbab. Karena membuatnya untuk ibu mertuanya dan berharap tidak bercerai. Seol Ok pun memberikan tanda cinta untuk temanya. 
Seol Ok berjalan tak sengaja bertabrakan dengan Wan Seung yang sedang berjalan ke warung tenda. Seol Ok panik dengan Yakbab yang dibawanya. Wan Seoung seolah tak peduli berjalan ke warung tenda dengan makan kue ikan. Seol Ok kembali berjalan dengan memeluk Yakbab agar tak jatuh. 


[Kantor Polisi Baebang 2]
Polisi junior sedang menatap ke arah jendela, Polisi senior mendekati bertanya apa yang sedang dilakukanya. Polisi Junior melihat Joon Oh berpikir sesuatu terjadi padanya karena sedari tadi hanya menatap ponselnya seperti menunggu telp dari seseorang. Polisi Senior yakin kalau Joon Oh pasti berkelahi dengan pacarnya.
“Apa Dia punya pacar?” ucap Polisi Junior tak percaya, Polisi senior merasa kalau ia memilikinya
Keduanya pun akhirnya masuk ke dalam kantor, saat itu juga ponsel Joon Oh berdering. Dengan penuh semangat Joon Oh mengangkatnya lalu mengatakan akan pergi ke Pasar Bangtan Hari ini, mengenai kasus Loker.  Dua anak buahnya pun mendengar pembicaraan Joon Oh.

“Ketua. Apa yang terjadi dengan kasus loker?” tanya si polisi junior. Joon Oh yakin itu harus diselesaikan.
“Petugas Hong memecahkan setiap kasusnya.” Komentar Polisi junior
“Ini lebih rumit dari yang aku pikirkan.” Ucap Joon Oh
“Kenapa ribut, padahal cuma pencurian biasa.” Ejek si polisi senior.  Tapi Joon Oh yakin Ini bukan pencurian biasa.
“Detektif sudah mengatakan... anak-anak yang melakukannya untuk bersenang-senang. Mereka tidak ingin kau berlebihan dengan kasus ini.” Kata Polisi senior
“Ini kasus narkoba anggota geng, Tapi Itu baru perkiraan.” Ucap Joon Oh, Keduanya sempat kaget tapi Detektif Senior tertawa mengejek meminta agar Joon Oh Jangan terlalu serius, karena mengkhawatirkanya. Saat itu ponsel Joon Oh berdering. 


Joon Oh pun mengangkat telp di luar, Seo Ok meminta maaf menghilang kemarin. Joon Oh tahu kalau Ok pasti punya alasan. Jadi tidak perlu menjelaskan. Seol Ok pun mengucapkan terimakasih.
“Mereka menggantikan  loker hari ini. Para pedagang mengeluh itu merusak pemandangan.” Cerita  Joon Oh, Seol Ok kaget dan ingin tahu isinya?
“Itu masalahnya. Kita tidak bisa menjaganya sampai pemilik muncul. Orang-orang mengklaim apa yang ada di barisan atas. Aku khawatir tentang sisanya. Aku pikir mereka akan dibuang.” Kata Joon Oh
“Aku pikir kita bisa mengetahui siapa yang melakukannya.” Kata Seol Ok yakin dan kaget melihat ibu mertua sudah ada didepanya.

Nyonya Park mengajak Seol Ok agar mencuci, saat itu pun telp terputus. Joon Oh melihat ponselnya kalau Seol Oh yang mengunakan private number dan berharap bisa memberinya nomor teleponnya. Nyonya Park mendekat bertaya telp rahasia mengenai apa. Seol Ok mengaku hanya teman.
“Teman atau Pacar? Semua wanita Gangnam punya selingkuhan sekarang.” Ucap Nyonya Park curiga.
“Bukankah kita mau menyuci?” kata Seol Ok sengaja mengalihkanya, Nyonya Park membenarkan.
“Semuanya terasa lembab. Ayo kita cuci selagi cuaca bagus.” Kata Nyonya Park
Seol Ok melonggo kaget melihat semua selimut yang didepannya, Nyonya Park pikir ini bukan masalah untuk dua ibu rumah tangga lalu merasa lelah dan berbaring di sofa. Seol Ok mengaalikan agarbeli bahan makanan karena Tidak ada yang bisa dimakan lagi. Nyonya Park pikir Buat saja bibimbap dengan sisa-sisa makanan dan Jangan buang-buang siang hari yang berharga jadi lebih baik mencuci selimut. Seol Oh pun tak membantah.

“Ibu, apa kau tidak ke toilet?” tanya Seol Ok, Nyonya Park dengan sinis menduga Seol Ok Agar  bisa menghubungi temannya lagi
“Aku sepertinya sembelit jadi akan lama di toilet. Apa kau ingin duluan saja?” kata Seol Ok, Nyonya Park mengaku kalau  makan sedikit jadi tidak perlu.
“Ketika aku buang air besar dan seseorang mengetuk, Itu akan membuat makin lama.” Ucap Seol Ok, Nyonya Park pun menyuruh menantunya agar ke toilet saja.
“Tunggu... Bau kamar mandi tidak enak jadi Bersihkan sementara kau disana.” Ucap Nyonya Park, Seol Ok pun mengerti. 
Seol Ok berada dikamar mandi sambil mengintip Nyonya Park yang sedang menonton TV, dan berbicara di telp dengan Joon Oh kalau Pencurinya akan datang kembali untuk mengumpulkan barangnya, karena si pelakutidak akan menyerah. Joon Oh bertanya kapan tepatnya. Seol Ok yakin kalau itu hari ini.


“Ini akan berusaha lebih keras setelah loker diganti. Dia harus mencari barang yang hilang dan menemukannya. Jika dia tidak bisa mendapatkan barang itu kemarin, maka dia akan kembali hari ini.” Ucap Seol Ok
“Bagaimana jika dia sudah dapat?” tanya Joon Oh, Seol Ok yakin si pelaku tidak akan muncul Tapi masih bisa menangkapnya.
“Apa Aku bisa menangkap pencuri yang tidak akan muncul?” kata Joon Oh binggung. Seol Ok pikir Joon Oh akan menangkap kaki tangannya.

Joon Oh terlihat masih binggung, tapi akhirnya mengerti yaitu  Orang yang menaruh di dalam loker. Seol Ok membenarkan kalau Salah satunya pasti kaki tangan jadi akan segera datang. Joon Oh pikir tak perlu karean  bisa berbahaya. Seol Ok malah merasa lebih berbahaya apabila tinggal dirumah. Joon Oh binggung, Seol Ok tak membahasnya dan mengajak untuk bertemu dipasar nanti. Saat itu juga Seol Ok melihat ibu mertuanya sudah tertidur dan sengaja mengunci pintu dari dalam dan kabur dari rumah. 


Joon Oh masuk ke tempat senjata, Si Junior bertanya-tanya apakah  membutuhkan semua itu untuk patroli. Joon Oh mengaku itu Untuk berjaga-jaga. Si junior bertanya apakah Joon Oh akan ke Pasar Bangtan. Joon Oh mengaku  Di suatu tempat dekat situ.
“Aku pikir kau akan melihat loker yang rusak. Apa itu benar-benar kasus narkoba? Aku penasaran.” Ucap si junior
“Kita akan segera tahu.” Kaya Joon Oh, Junior itu meminta agar Joon Oh bisa membawanya.
“Aku menemukan kucing yang hilang, mengantar orang mabuk pulang, dan melerai perkelahian. Aku tidak sibuk sekali.” Kata si junior. 

Seol Ok sudah sampai pasar lalu melihat ke arah camera CCTV yang masih dipasang. Ia pun yakin kalau pelakuk tidak memasukkan sisanya ke loker. Tapi satu loker diklaim dan berpikir loker nomor 46,  dengan mengingat ucapan Joon Oh “Orang-orang mengklaim apa yang ada di barisan atas.< Aku khawatir tentang sisanya.”
“Ini aneh. Mengapa kuncinya hilang? Apa sedang dipakai?” ucap Seol Ok mencoba menarik-nari pintu loker lalu melihat jam di ponselnya.
“Pasar ditutup, dan loker akan diganti malam ini. Ini waktu yang tepat.” Kata Seol Ok dan mencari tempat bersembunyi.
Seol Ok melihat box foto dengan berjongkok diatas kursi jadi membuatnya tak terlihat.
Sementara Nyonya Park masih tertidur bertanya-tanya kenapa  Seol Ok itu lama sekali dan berpikir masih di kamar mandi, lalu melihat sandalnya masih ada didepan pintu merasa heran berapa lama akan ada didalam toilet dan menduga pergi ke suatu tempat. Tapi mengingat kalau menantunya itu sedang buang air besar.
“Aku seorang ibu mertua...yang khawatir tentang sembelit menantuku.” Keluh Nyonya Park dan mendengar hujan turun membuatnya tak bisa mencuci hari ini dan kembali tertidur. 

Dong Ki kesal karena hujan dan tak membawa payung, tapi Wan Seung yakin kalau  Hujannya tidak akan lama dan Jang Do Jang akan kembali datang. Dong Ki menahan pipis merasa harus pergi. Wan Seung kesal menyuruh Dong Ki untuk mengunakan popok saja.
Saat itu Seol Ok melihat Wan Seung lalu mengirimkan pesan  pada Joon Oh kalau pelakunya sudah datang. Wan Seung membuka tirai, keduanya kaget dan akhirnya Seol Ok yang ingin kabur mendorong Wan Seung akhirnya jatuh diatas badan Wan Seung.
Seol Ok yang ketakutan berlari sambil menjerit  agar meminta Wan Seung ditangkap. Sementara Wan Seung pun berpikir Seol Ok sebagai anak buahnya dan mengajak agar Dong Ki untuk mengejarnya. Keduanya saling mengejar sampai akhirnya Seol Ok bertemu dengan Joon Oh.

Wan Seung binggung kenapa polisi datang, lalu menduga kalau salah orang. Seol Ok pun menyuruh Joon Oh segera mengejar pelaku dengan mengarah pada Wan Seung. Kali ini berbalik Wan Seung yang di kerja oleh Joon Oh. Dong Ki yang sudah lelah merasa lebih baik menyeelesaikan masalah ini. Joon Oh datang menyuruh keduanya angkat tangan. 

Dong Ki meminta agar keduanya tenang dan mengajak berdamai Tapi Joon Oh melepaskan tembakan listriknya. Wan Seung mengeluh dengan sikap Joon Oh lalu memperlihatkan ID Card polisi dari  Kantor Polisi Seodong.
“Apa yang kalian lakukan di sini? Apa benar-benar ada narkoba di loker?” ucap  Joon Oh. Wan Seung kaget Joon Oh bisa mengetahuinya.
“Pencurinya akan kembali malam ini. Itulah mengapa kau tidak harus berseragam kesini.” Kata Wan Seung. Joon Oh mengaku sangat menghormatinya, Won Seung mengeluh mendenagrnya.
“Kami berusaha sangat keras...dan kalian hancurkan itu!” ucap Wan Seung kesal lalu meminta agar mereka membereskan temannya yang pingsan. 

Seol Ok kembali ke lorong loker menemukan ponselnya kembali merasakan  Jantungnya masih deg-degan, Lalu mengingat saat kejadian Wan Seung yang masuk tapi heran karena sangat terkejut saat melihat Wan Seung padahal sedang bersembunyi untuk menangkap pencuri.
Seseorang datang membuka loker, Seol Ok berani mendekat kalau pria itu datang kembali karena Mereka menggantikan loker malam ini. Lalu melihat tangan si pria yang menggunakan kepalan tangan, lalu berpikir si pria itu petinju serta tidak memakai sarung tangan dan pasti sering berkelahi dengan tangan kosong.
“Apa yang sedang kau cari?” tanya Seol Ok  melihat si pria yang mencari-cari sesuatu dan memasukan kembali.
“Jadi Bukan yang itu, Itu kunci nomor 46 yang kau miliki.” Kata Seol Ok, Si pria melihat ia membuka kunci loker nomor 48 tapi membuka dengan kunci loker 46.

“Ini kunci cadangan. Kau membuka 46, 47, dan 48. Aku yakin itu juga membuka 49.” Kata Seol Ok. Si pria membuka loker 48 tapi tak ada yang ditemukan. Seol Ok pikir itu loker 49.
“Kau bekerja keras tapi tidak mendapat apa-apa kemarin. Apa kau meminta bantuan ahli kali ini?” ucap Seol Ok melihat si pria berhasil membuka loker 49 dengan berisi serbuk putih.
Wan Seung diam-diam melihat dari kejauhan. Si pria memperlihatkan wajahnya ternyata Do Jang mengeluarkan pisaunya. Seol Ok panik meminta agar Do Jang tenang karena Mereka sudah memperbaiki CCTV, tapi melihat CCTV sudah terputus. Seol Ok akhirnya berjalan mundur dan  akan meninggalkannya sendiri.
“Aku tidak bersama polisi. Aku hanya di pasar saat...” ucap Seol Ok berusaha kabur, saat itu Wan Seung keluar tapi Seol Ok sudah jatuh dengan ada percikan darah dari bajunya.
Bersambung ke episode 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar