Senin, 10 April 2017

Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 14 Part 2

PS : All images credit and content copyright : JBTC
Baek Tak terlihat senang membayangkan 20 persen keuntungan yang di dapatkanya. Agari pun memberikan selamat pada Baek tak atas keberhasilannya. Baek Tak merasa  teringat Kwang Bok dan bertanya apakah anak buahnya itu masih di rumah sakit.
“Da terus mengganggu para dokter supaya bisa cepat pulang dan juga terus meminta mereka untuk membuka bokongnya.” Cerita Hyun Do 
“Apa otaknya cedera? Ada Wine yang akan menyembuhkannya. Tapi sulit untuk mendapatkannya langsung, bisa saja beracun. Biksu Nijamuttin menyediakan energi khusus untuk pemulihan. Haruskah kita meminta dia untuk pengobatan itu?”ucap Baek Tak
Agari baru saja menerima telp lalu memberitahu Baek Tak  kalau Biksu India meneleponnya dan ingin pergi ke sauna bersama-sama, menurutnya si biksu pasti mengira mereka punya banyak waktu luang. Baek Tak mengajak mereka pergi saja kaena Biksu Nijamuttin pernah melakukan meditasi di Sungai Gangga dan suka air dengan air, lalu memberikan hormat ala Budha. 

Nyonya Hwang dkk mengeluh karena tiba-tiba kantor distrik menyetujui proyek pembangunan ulang yang menurutnya sangat tidak adil, lalu memikirkan tentang petisi yang sudah mereak  tandatangani. Ibu Myung Soo ingat kalau sudah diperingatkan untuk memberikan uang pada yang memiliki pedang dan menurutnya semua karena mereka tidak menyogok.
“Kudengar, harga nya akan naik 4x lipat jika kita proyek itu tidak disetujui dalam waktu empat tahun. Proyek pembangunan ulang ini dilakukan oleh perusahaan Presdir yang tampan itu. Benar, kan?” kata Ibu Myung Soo
“Harusnya aku jangan memberikan Wine kotoran itu untuknya.” Kata Nyonya Hwang kesal, Ibu Myung Soo berpikir kalau mereka akan membuat  Presdir Baek berpihak pada mereka. 

Saat itu Ibu Gook Doo datang,   Nyonya Jung mengatakan pada Tuan Do ingin membeli kenari untuk membuat bubur kenari, karena melihat Gook Du tidak nafsu makan belakangan ini jadi sangat khawatir. Tuan Do pun akan mengambilnya.  Nyonya Hwang memanggil Ibu Gook Doo dengan nada sinis.
“Aku menolak untuk menjual produk kami padamu. Kau mungkin sangat tahu ini karena kau seseorang yang berpendidikan tinggi. Pemilik toko bebas untuk menolak penjualan untuk pelanggan mereka semaunya. Kami tidak akan menjual produk kami padamu.” Kata Nyonya Hwang, Nyonya Jung pun sinis mendengar ucapan Nyonya Hwang.
“Maaf. Memang Kau siapa, sampai bilang kita akan menolak penjualan? Toko ini bukan milikmu, Ini milikku. Omong kosong macam apa yang kau katakan? Kenapa kau menolak menjual produk kita pada pelanggan yang sopan seperti Ibu nya Gook Du? Kau punya hak apa? Yang kau lakukan hanya main-main saja.” Kata Tuan Do marah
Nyonya Hwang tak percaya suaminya bisa berani melawan ucapanya, lalu menyuruh agar cepat membungkus pesanan. 


Min Hyuk dan Bong Soon kembali mendesign karakter bersama, dengan mempertebal alis karena akan bisa tahu kalau orang itu penjahat. Bong Soon merasa kalau Wajah karakter yang mereka buat tampaknya sangat akrab. Sek Gong masuk ruangan, memberitahu kalau ada rapat staf. Min Hyuk dan Bong Soon melonggo karena wajah Sek Gong itu mirip dengan karakter yang mereka buat. 

Keduanya mulai berkencan dengan saling bergandengan tangan, Bong Soon melihat toko coklat dan membeli sekotak coklat dengan ingin menyuapinya pada Min Hyuk. Min Hyuk sudah membuka mulut, tapi Bong Soon sengaja mengodanya dengan memakan coklatnya sendiri.
Min Hyuk cemberut Bong Soon itu menjahilinya, Bong Soon akhirnya memberikan kembali coklat agar Min Hyuk memakanya. Min Hyuk mencium Bong Soon lebih dulu setelah itu baru makan coklat dengan senyuman bahagia. Bong Soon pun kesal lalu pasti Min Hyuk yang  sengaja melakukanya dan mengejarnya. 

Baek Tak sudah ada di dalam sauna, bertanya pada Agari yang sedang di lakukan Bong Soon hari ini. Agari menceritakan rumor yang didengarnya, kalau Presdir Ahn dan Bong Soon punya hubungan khusus. Baek Tak kaget mendengarnya menurutnya kalau Min Hyuk Pasti kesulitan sekali dengan memastikan kalau Bong Soon tidak akan menghajar pacarnya sendiri. Tiba-tiba Biksu terbangun dari tidurnya.
“Aku sudah melihat ke sekeliling. Kualitas sauna ini tidak cocok untukku. Penyakit kulit atopikku malah semakin parah. Rasanya sangat gatal.” Kata si biksu lalu meminta agar mangarukanya.
Baek Tak menyuruh Agari yang melakukanya. Agari menunjukan tanganya yang masih di perban tapi Baek Tak tak peduli menyuruh agar segera membantu mengarukan. Agari akhirnya mengarukan punggung Biksu, lalu kaget melihat ada tato gambar pulang sebagai Kampung halaman biksu.


Polisi menemukan sesuatu di pinggir danau, di kantor mereka membahas kalau Mayat yang mengambang dan masih belum ditemukan Tapi menemukan baju yang dikenakan oleh Tuan Kim. Ketua Yook ingin tahu  ketinggian tebingnya. Detektif Lain pikir Tidak ada harapan, karena Tuan Kim itu jatuh dari ketinggian 50 meter.
“Tapi Kenapa mayatnya masih belum ketemu?” keluh Detektif lain heran.
“Nanti juga akan terlihat,  Hei... Gook Du! Petugas In! Kau sudah Kerja bagus, semuanya juga begitu.  Aku tahu kalian tidak bisa pulang dan selalu disalahkan. Jadi Kita pergi keluar, untuk minum-minum.” Kata Ketua Yook, semua pun keluar dari kantor tapi Gook Doo terlihat masih tetap khawatir. 

Di rumah
Nyonya Hwang merasa A tidak bisa hidup dengan suaminya jadi lebih baik bercerai saja. Tuan Do tak percaya Nyonya Hwang ingin bercerai dan mamastikan kalau tidak akan menyesal nantinya. Nyonya Hwang mengaku tak akan menyesal
“Bagaimana aku bisa tinggal dengan pria mesum dan tidak punya tulang punggung sepertimu?” ucap Nyonya Hwang, Tuan Do makin marah mendengarnya.
“kau tinggal saja dengannya jika kau sangat suka padanya.” Ucap Nyonya Hwang sinis.
Bong Soon baru pulang melihat ayah ibunya yang bertengkar dan mencoba merelai tapi malah tubuhnya terhempas begitu saja. Tuan Do pun memarahi istrinya yang mendorong Bong Soon begitu saja membuat jatuh. Nyonya Hwang balik menyalahi Tuan Do dan menyuruhnya agar tak berisik.
“Jika kau sangat suka pada Ibu nya Gook Du, ayo kita temui Ayah nya Gook Du sekarang.” Ucap Nyonya Hwang menantang. Bong Soon pun memilih untuk membiarkan dan masuk ke dalam kamar.
Bong Soon melihat buku peninggalan dari neneknya merasa sudah tidak banyak Tapi sekarang tidak bisa menulis ini lagi. Pesan dari “Min Min “ [Kau tahu kita akan piknik besok ‘Kan?]  Bong Soon tersenyum membahasnya.


Pagi harinya, Bong Soon sudah menyiapkan bekal untuk mereka pergi piknik, buah-buahan yang dipotong dengan rapi. Lalu memilih pakaian yang cocok untuk pintu bersama dengan Min Hyuk, berkencan seperti orang biasa.
 Min Hyuk menunggu di depan rumah dengan wajah gelisah, Bong Soon pun menyapanya. Min Hyuk melonggo melihat Bong Soon terlihat berbeda dengan topi pikniknya dan mengaku sangat gugup serta meminta agar jantungnya tetap tenang.
Bong Soon melihat cuaca yang cukup bagus dan mengajak segera pergi. Min Hyuk masih melonggo dan mengajak mereka segera pergi.
Keduanya berada di pinggir sungai Han, Min Hyuk berbaring dipangkuan Bong Soon dengan nyaman. Bong Soon melihat wajah Min Hyuk yang kena sinar mencoba untuk menutupinya dengan tangan. Min Hyuk seperti bisa merasakan dan menarik tangan Bong Soon.
“Aku butuh fotosintesis sekarang jadi membutuhkan sinar matahari. Tanganmu akan sakit.” Ucap Min Hyuk, Bong Soon tersenyum dengan tangan saling mengenggam. 

Bong Soon dan Min Hyuk membaca komik bersama, tiba-tiba Min Hyuk mengusap tangan di pipinya. Bong Soon mengejek Min Hyuk yang menangis. saat membaca buku komik. Min Hyuk mengelak dengan memalingkan wajahnya.  Bong Soon pun memberikan komik yang dibacanya, kali ini gantian Min Hyuk yang tertawa dan Bong Soon menangis membaca komik.
Bong Soon membuka kotak makanya, lalu sedih karena sudah membuatnya susah payah tapi bentuknya malah hancur yang seharusnya berbentuk hati. Min Hyuk akhirnya membuat kembali kacang polong yang berbentuk hati dengan bangga kalau ia adalah ahli dalam bidang hati dan perasaan.
Keduanya pun makan bersama, Min Hyuk memuji makanan Bong Soon yang sangat enak dan benar-benar pandai memasak.

Tuan Kim seperti masih hidup dengan sengaja meninggalkan jaketnya di pinggir danau dan kembali ke persembunyianya, lalu membaca artikel wawancara Min Hyuk [Saya mendengar bahwa aku orang yang kompetitif karena saya benci kekalahan, dengan Reporter Daily Media, Kim Tae Hyun. Dibagian bawah. Tuan Kim melihat artikel langsung memotong rambutnya jadi pendek menghilangkan wajahnya seperti pelaku. 

Sek Gong melihat artikel milik Min Hyuk memuji foto bosnya yang terlihat fotogenik sekali. Min Hyuk hanya tersenyum lalu menanyakan Jam berapa rapat Tim Perencanaan. Sek Gong melihat schedule dengan wajah serius. 

Sementara Bong Soon menerima telp dari Gook Doo yang sedang mengemudi mobil. Gook Doo mengaku sudah  dengar semuanya dari Kyung Shim dan menanyakan keberadaanya,  Bong Soon mengaku baik-baik saja Gook Doo memberitahu akan mampir ke kantor Bong Soon jadi memintanya untuk keluar.  Bong Soon pun mengerti. 

Penampilan Tuan Kim sudah berubah dengan rambutnya yang pendek dan juga berkacamata mengunakan jas yang rapih, datang ke meja receptionist.  Ia mengaku sebagai reporter Kim Tae Hyun dari Daily Media dan ada rapat dengan Presdir hari ini. Si pegawai menelp memberitahu kalau Reporter Daily Media sudah datang.
Setelah itu memberitahu kalau  Presdir Ahn sedang tidak luang sekarang. Tuan Kim sedikit agar kecewa dan berharap bisa masuk untuk menunggu. Si Pegawai sedikit binggung, Tuan Kim mengaku kalau  mendapat review bagus dari wawancara terakhir Jadi ingin melakukan wawancara tindak lanjut pada produk baru itu. Si pegawai kembali menelp akhirnya meminta Tuan Kim mengikutinya.
Tuan Kim dengan senyuman bahagia bisa masuk ke dalam gedung Min Hyuk denga akses kartu. Gook Doo baru saja lewat melihat sosok seperti dikenalnya saat di depan lift dan akhirnya memanggil nama Kim Jang Hyun. Tuan Kim menengok. Gook Doo pun akan mengejar si pelaku tapi Tuan Kim mengancam dengan menyandera seorang pegawai wanita dan pergi masuk lift. 

Akhirnya Gook Doo mengejarnya melalui tangga darurat dan mencoba menelp Min Hyuk, tapi Min Hyuk yang sedang rapat memilih untuk tak mengangkatnya.  Gook Doo terus mencoba menelp sampai akhirnya Min Hyuk pun keluar dari ruangan untuk mengangkat telp.
“Kim Jang Hyun ada di gedung ini sekarang. Tolong tutup semua pintu keluar.” Ucap Gook Doo. Min Hyuk kaget dan langsung  keluar ruangan.
Tuan Kim berada di lift tanpa ada kecurigaan pegawai yang baru masuk. Min Hyuk pun meminta pegawai agar menutup semua pintu keluar di gedung ini, agar semua orang tidak ada yang bisa keluar. Sekarang juga. Gook Doo terus berlari keluar dari tangga darurat. Tuan Kim sudah keluar dari lift dan Min Hyuk berlari di lorong.
Petugas menutup pintu dan Tuan Kim melihat ke bagian seberang gedung dibagian atas. Gook Do memeriksa toilet dan Min Hyuk melihat CCTV saat Tuan Kim masuk ke dalam gedung, dengan wajah penuh amarah karena si pelaku ternyata masih hidup.

Bong Soon berada di ruangan sedang mengambar games, Sek Gong  datang memberitahu kalau ada pria yang mencurigakan yang masuk ke gedung. Terdengar pengumuman dari pengeras suara untuk para karyawan Ainsoft.
“Saat ini kami telah menutup semua pintu keluar dan menyalakan alarm keamanan. Silakan laporkan ke tim keamanan jika Anda melihat seseorang yang mencurigakan. Pastikan untuk tetap berada di dalam kantor.”
Gook Doo bisa melihat Tuan Kim yang menaiki tangga dan terus mengejarnya. Min Hyuk datang dengan wajah panik  menanyakan keadaan Bong Soon, Bong Soon mengaku baik-baik saja dengan wajah ketakutan berpikir yang datang itu Tuan Kim. Min Hyuk membenarkan kalau Tuan Kim tidak mati dan baik-baik saja. Saat itu terdengar suara Tuan Kim dari pengeras suara.
“ Ahn Min Hyuk! Kau seorang gamer, Kan? Apa Kau ingin memainkan Game-ku? Aku tidak bisa memberikanmu banyak waktu, Hanya 15 menit. Jika kau tidak bisa menangkapku selama 15 menit, aku akan meledakkan gedung ini.”
Gook Doo bisa menebak kalau itu dari studio dan langsung berlari, Min Hyuk pun berpesan pada Sek Gong agar Jangan meninggalkan Bong Soon sendirian. Bong Soon mengenggam tangan Min Hyuk agar berhati-hati dengan wajah khawatir. Min Hyuk pun meminta agar Bong Soon Jangan khawatir.

Min Hyuk memasang waktu mundur 15 menit dalam jamnya. Tuan Kim sudah menaiki tangga darurat. Gook Doo lebih dulu masuk ke studio melihat dua wanita yang sudah terikat dengan mulut di berikan lakban, lalu membantu melepaskanya. Min Hyuk datang menyuruh keduanya agar pergi lebih dulu.
“Kita mengalami situasi serius. Tolong simpan dan matikan server yang sedang kalian gunakan dan segera pergi untuk melindungi diri kalian.” Ucap Min Hyuk memberitahu semua karyawan.
Semua karyawan yang ada dalam ruangan langsung bergegas menyimpan semua file dan keluar dari dari gedung. Tuan Kim berbalik arah dengan para pegawai yang akan keluar dari gedung.
Min Hyuk dan Gook Doo dalam ruangan, Gook Doo pun bertanya apa dilakukan Min Hyuk sekarang. Min Hyuk menegaskan akan menangkapnya karena berani datang ke kantornya. Gook Doo menanyakan keberadan Bong Soon. Min Hyuk memberitahu kalau ada di ruangan. Gook Doo langsung keluar ruangan. 

Sek Gong akan mengawal Bong Soon keluar dari ruangan dan ingin melalui tangga darurat. Tiba-tiba Tuan Kim datang langsung memukul bagian belakang Sek Gong langsung jatuh pingsan. Bong Soon pun langsung di berikan sapu tangan. Semua pegawai keluar dari gedung berbondong-bondong.
Tuan Kim sudah membuat Bong Soon pingsan langsung membawanya, Min Hyuk menelp bagian ruang kendali agar mematikan semua listrik di gedung Ainsoft. Pegawai diluar gedung pun kaget melihat lampu gedung dimatikan.
Gook Doo pun berjalan di lorong denga penerangan lampu darurat, Tuan Kim sedikit panik dengan lampu mati, tapi disakunya sudah ada senter. Min Hyuk melihat waktunya 8 menit 30 detik lagi. Tuan Kim membawa Bong Soon melalui tangga darurat. 

Bong Soon tersadar berada di bagian pipa besar dalam gedung. Tuan Kim mengeluarkan rantai dari tasnya dan menguncinya. Min Hyuk melihat waktunya tinggal 6 menit lagi. Bong Soon sudah terikat dengan rantai dan lakban ditanganya.
“Coba hancurkan! Waktu itu kau bahkan bisa membengkokkan batang besi. Kau melemparkan mobil bekas seperti serpihan sampah!” ucap Tuan Kim mengejek lalu kembali memukulnya sampai membuat Bong Soon pingsan.
Gook Doo menemukan Sek Gong pingsan dan tak melihat Bong Soon. Min Hyuk terus mencari Tuan Kim,  Gook Doo menelp memberitahu kalau Tuan Kim sudah membawa Bong Soon. Min Hyuk mengumpat marah dan melihat GPS yang dimiliki Bong Soon memberitahu Gook Doo kalau mereka ada diatap.
 “Kau bilang akan menikahiku. Apa kau tahu apa yang terjadi jika kau tidak menepati janjimu? Maka Kau akan mati.” Ucap Tuan Kim memasang Bong Soon dengan waktu 5 menit.
Min Hyuk sampai ke atap berteriak memanggil Bong Soon, Tuan Kim sudah mengunci pintu dengan rantai, yakin kalau Semuanya benar-benar akan berakhir lalu bergegas pergi.
Gook Doo menaik tangga seperti melihat sosok Tuan Kim yang berjalan depanya, tapi ia menemukan sebuah kotak perasaan sedikit takut dan mencoba membukanya, ternyata hanya jebakan lelucon yang dibuat Tuan Kim. Sementara Tuan Kim sudah ada di luar gedung bergabung dengan beberapa pegawai.
Min Hyuk mencari Bong Soon dan melihat pintu yang dirantai, mengedor pintu memastikan kalau Bong Soon ada didalam. Bong Soon tersadar melihat bom ditubuhnya tinggal 3 menit lalu berusaha membukanya tapi tak bisa. Akhirnya sambil menangis menyuruh Min Hyuk pergi saja tak boleh ada didekatnya. Min Hyuk berusaha mendobrak.

Bong Soon terus menyuruh Min Hyuk pergi, Min Hyuk menarik rantai agar bisa membukanya. Bong Soon menyuruh Min Hyuk segera pergi karena Ada bom waktu. Min Hyuk pikir tak ada tempat yang dituju dan tidak akan meninggalkannya sendirian jadi akan pergi sama-sama. Bong Soon terus menangis, Min Hyuk meminta Bong Soon agar jangan menangis.
“Kau tidak pernah mendengarkanku. Tidak ada banyak waktu yang tersisa. Tolong pergi! Kumohon!” ucap Bong Soon menangis.
“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu sendirian. Tidak pernah. Ada sesuatu yang ingin aku katakan.. Aku akan berada disampingmu. Jangan takut.” Kata Min Hyuk
Akhirnya Bong Soon memohon agar bisa diselamatkan dan bisa menyelamatkan Min Hyuk juga. Saat itu sebuah sinar datang dari langit, seperti dewa mendengarnya suara Bong Soon. Bong Soon bisa mendapatkan kekuatanya lagi bisa melepaskan rantai dan membuka pintu, bom yang tinggal beberapa detik lagi langsung dilempar ke langit. Ledakan pun terjadi, Min Hyuk dan Bong Soon menatap kaget dan akhirnya seperti kembang api. Keduanya pun berpelukan sambil menangis.
Bersambung ke episode 15

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted



Tidak ada komentar:

Posting Komentar