Rabu, 05 April 2017

Sinopsis Ms Perfect Episode 11 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS
Jae Bok dan Eun Hee duduk berhadapan dimeja makan, Jung Hee berdiri didepanya. Jae Bok mengeluarkan spidol dan juga kertas meminta agar tak ikut campur dengan urusan anak mereka serta tidak akan memberikan perhatian khusus atau hadiah, atau menghubungi kedua anaknya secara sembunyi. Eun Hee kaget mendengarnya dan Jung Hee pikir Jae Bok terlalu berlebihan
“Kau Dengan tetangga kita, Kenapa kau bisa melakukan itu?” ucap Jung Hee membela. Jae Bok tak terima Eun Hee dianggap sebagai tetangga.
“Apa dia seperti tetangga menyukai Ahjussi di lantai atas Atau tetangga yang membuatmu jadi seorang direktur kepala  dan mengubah interior kamar tidur orang lain?” ucap Jae Bok. Jung Hee mengakui kalau mengubah interior memang sedikit aneh.
“Sudah kuperingatkan terakhir kali, kan? Aku bilang tidak akan tinggal diam kalau kau melakukannya lagi. Jadi Tulis itu, Sekarang.” Tegas Jae Bok, Jung Hee ingin menahanya tapi Eun Hee menyetujuinya dengan menuliskan surat perjanjian.
“Dan seperti yang aku katakan sebelumnya, Jangan datang ke sini tanpa izin.” Kata Jae Bok, Eun Hee pun menuliskan kalau tak akan pergi ke lantau dua dan langsung segera pergi ke lantai bawah.

“Kau mengesankan... Berapa lama kau sudah kehilangan Jung Na Mi? Apa kau suka kehidupan baru mu ini? Kau perlu jatuh kebawah supaya kau bisa belajar” ucap Jae Bok menyindir
“Eun Hee.. biar aku yang bicara dengannya” kata Jung Hee menyusul Eun Hee ke lantai bawah.
Hae Wook melihat ayahnya langsung menghampirinya, Wo Jae memberitahu kalau sengaja membawa  Hae Wook, karena merindukan ayahnya lalu melihat Jin Wook yang ada dirumah itu juga. Jae Bok kembali membahas tentang Jin Wook yang ingin tinggal dengan ayahnya. Jin Wook membenarkan.
“Jin Wook, jangan lakukan ini. Pergilah dengan Ibu.” Kata Jung Hee, Jae Bok menolak menyuruh anaknya agar tinggal bersama ayahnya saja.

“Lakukan apa yang kau inginkan dan Aku akan mengirim barang barangmu besok.” Ucap Jae Bok, Won Jae tak percaya dengan keputusan anaknya. Eun Hee yang mendengarnya makin sinis karena ada Jin Wook dirumahnya.
“Hae Wook, apa kau ingin tinggal dengan Ayah juga? Kau boleh tinggal di sini.” Kata Jae Bok pada anak bungsunya, Hae Wook mengatakan akan ikut dengan ibunya. Jae Bok memuji anaknya.
Jin Wook seperti tak tega dengan ibunya, Jae Bok pun berpesan pada anaknya agar Sikat gigi sebelum tidur lalu pergi meninggalkan rumah. Won Jae pun pamit pergi dengan Jung Hee. 


Jae Bok mengemudikan mobilnya dengan Hae Wook duduk disampingnya, pikiran seperti campur aduk mengingat perkataan Jin Wook yang mengatakan akan tinggal dengan ayahnya di rumah Eun Hee.
Jin Wook duduk di kamarnya juga terlihat sedih, Eun Hee datang membawakan cemilan dan juga susu. Jin Wook tersenyum bahagia memakan kue yang rasanya enak. Eun Hee menyuruh Jin Wook menghabiskan setelah itu pergi dengan ibunya. Jin Wook melotot kaget terlihat ada rasa kecewa.
“Karena Jin Wook, mungkin dia sangat kesal tadi, maka Jin Wook harus tinggal dengannya. Mengerti?” kata Eun Hee. Jin Wook menolaknya
“Pergilah.. Ahjumma akan mengantarmu, oke?” ucap Eun Heee. Jin Wook tetap tidak akan pergi dan ingin tinggal dirumah itu
“Apa Kau benar-benar tidak akan pergi?” ucap Eun Hee dengan mata melotot, Jin Wook mengangguk. 

Jung Hee menatap cermin di ruang musiknya mengingat perkataan Jae Bok yang sinis padanya “Apa kau suka kehidupan barumu? Kau harus jatuh kebawah dulu supaya bisa belajar.” Ia seperti menyadari kalau dirinya itu salah dengan sikapnya sekarang tapi ia menyakinkan dirinya agar tak lemah.
“Tidak mudah untuk jadi sukses... Kau harus memasang topengmu” ucap Jung Hee menyakinkan dirinya. 

Eun Hee datang membawakan segelas susu,  Jung Hee meminta maaf karena Eun Hee harus membuat surat penjanjian, Eun Hee mengaku kecewa dengan Jung Hee karena statusnya sudah bercerai dan orang bebas sekarang, tapi Jae Bok masih bertindak seperti istrinya.
“Kami punya anak-anak. Karena belum lama bercerai, jadi kami belum terbiasa untuk itu” ucap Jung Hee, Eun Hee tiba-tiba meraih tangan Jung Hee.
“Ayoo kita.. Menikah saja.. Aku ingin berdiri dengan bangga di sampingmu sebagai istrimu.” Ucap Eun Hee berani melamarnya.
“Kau kan tahu kami masih dalam masa cerai selama 3 bulan dan  Menikah itu sedikit..” uca Jung Hee tapi langsung disela oleh Eun Hee,
 “Itu tidak masalah... Hatilah yang penting. Dan sikapmu” kata Eun Hee, Jung Hee terlihat kebingungan. 

Nyonya Choi mendekati anaknya bertanya apakah akan pergi kesana lagi. Eun Hee melihat foto pernikahanya dengan Kyung Woo lalu meminta agar memanggil orang  untuk membawa foto pernikahanny, karena Suaminy yang sebenarnya  sudah datang jadi harus membuangnya. Nyonya Choi memanggil nama Eun Kyung.
“Tolong panggil namaku dengan benar... Lee Eun Hee, itu namaku. Dan Kau...jangan lagi terlibat.” Ucap Eun Hee memperingatinya.
“Aku yang akan mengotori tanganku dan jangan kau yang melakukanya” ucap Nyonya Choi
“Apa yang terjadi ketika Ahjumma yang mengurus semuanya? Apa kau tahu apa yang terjadi hari ? Gadis itu muncul di perusahaan, Kalau kau mau membunuh Na Mi, Jadi Pastikan kau membunuhnya dengan benar. Kau keluarlah dari sana. Sekarang, maka Aku akan melakukannya sendiri.” Tegas Jae Bok tak ingin ibunya ikut campur. 

Nyonya Choi tertidur seperti kembali memimpi buruk dan dikagetkan dengan bunyi bel dimalam hari, Bong Goo datang dengan dua orang pria memanggil nama Moon Hyung Sun ditangkap karena Pencobaan pembunuhan atas Jung Na Mi. Dua polisi langsung membawanya dengan memborgol tanganya. Eun Hee hanya diam saja melihat ibunya dibawa ke kantor polisi.
Nyonya Choi akhirnya terbangun dari mimpinya, dengan wajah ketakutan merasa tak bisa tinggal diam dan langsung keluar dari kamarnya. 

Na Mi sedang tertidur, Nyonya Choi datang langsung mencekik leher Na Mai untuk membunuhnya dan setelah itu akan mati. Seorang mencoba menghentikanya, Nyonya Choi menghempaskan tanganya. Bryan menutupi matanya yang terkena pukulan tangan ibunya.
Bong Goo masuk rumah melihat dua orang asing ada dirumahnya, merasa kalau sudah lelah menunggu, mencoba untuk mendapatkan keduanya sekaligus. Bryan mencoba kabur tapi Bong Goo bisa menahannya, lalu berpura-pura menelp polisi ke telp Sam Kyu.
Na Mi memeluk Bong Goo dan membiarkan Bryan dan ibunya pergi, Ia memohon pada Bong Goo agar jangan melakukan itu karena Bryan yang sudah menyelamatkan hidupnya. 

Bong Goo tak mengerti lalu menanyakan apa maksud kalau orang itu yang akan  menyelamatkan ibunya. Na Mi menceritakan kalau  penyakit ibu membutuhkan perawatan yang tak akan selesai.  Jadi Pekerja villa bilang akan membayar semuanya dan Sebagai gantinya tidak melaporkannya.
“Mengapa? Apa hubungan mereka?” ucap Bong Goo heran
Bryan membawa ibunya berlari sampai ke depan apartement marahi ibunya kalau sudah memperingatkan agar tak melakukan itu. Nyonya Choi marah karena Bryan yang menyelamatkan hidup Na Mi dan  dengan membawanya ke villa dan merawatnya. Ia pun ingin tahu alasan melakukannya
“Kau seharusnya membiarkannya mati. Kenapa kau melakukannya?” ucap Nyonya Choi marah
“Karena aku tidak bisa menyaksika, ibu ditangkap” ungkap Bryan
“Tidak ada yang tahu bahwa aku ini ibumu. Aku tidak akan memberitahu siapa pun!” kata Nyonya Choi dengan nada tinggi.
“Bukan berarti itu tidak akan jadi masalah. Lalu Bagaimana dengan Kakak? Apa Tidak masalah kalau dia hancur Lagi? Ibu.. Apa pun yang ibu lakukan, maka ibu akan berada di telapak tanganku. Sama seperti ibu, dengan Mengunci kami di telapak ibu Seperti dulu” ucap Bryan. Nyonya Choi hanya bisa menangis memanggil anaknya. 


Na Mi dan kakaknya duduk bersama di sofa.  Bong Goo melihat kalau Semua yang mereka punya hanya uang dan berani bermain dengan kehidupan orang. Na Mi mengejek kakaknya yang juga suka uang dan itu sebabnya memilih perempuan yang kaya kaya, menurutnya semua orang sama. Bong Goo hanya diam saja. 

Bong Goo duduk diam didepan meja kerjanya melihat nama di ponselnya  [1,6 juta, 3,5 juta, 5,5 juta, 7,8 juta] Pesan masuk “Sedang apa? Kenapa kau susah di hubungi? Aku merindukanmu.” Bong Goo hanya diam saja karena dirinya juga memilih wanita dari uangnya saja. 

Jae Bok mencuci pakaian, Won Jae melihat Jae Bok yang sedang mencuci lalu bertanya apakah itu pakaian Jin Wook. Jae Bok membenarkan karena harus mencucinya sebelum membawanya besok. Won Jae merasa kalau Anak memang musuh terburuk para orang tua.
“Tapi apa kau yakin tidak apa-apa dia tinggal dengan pemilik rumah itu?” kata Won Jae khawatir
“Ibunya Jung Hee ada di sana. Aku akan terus memeriksanya juga” kata Jae Bok yakin
Che Ri datang memberitahu Jae Bok kalau Hae Wook mengompol. Keduanya kaget mengetahui Hae Wook yang sudah sekolah mengompol. 

Jae Bok menemani Hae Wook tidur, Hae Wook meminta maaf pada ibunya. Jae Bok tak memarahinya karena mengaku waktu seumur Hae Wook itu kalau sering Ngompol juga begitu juga Jin Wook dan mengartikan kalau anaknya itu akan tumbuh besar dan menyuruhnya tidur lagi.
Ketiganya duduk diruang tengah, Jae Bok pun bertanya pada Che Ri apakah Hae Wook pernah ngompol juga sebelum. Che Ri membenarkan kalau itu sudah terjadi Beberapa kali setelah sekolah tapi meminta agar jangan beritahu kepada siapa pun.
“Kau seharusnya memberitahu kami.” Ucap Hye Ran mengomel. Won Jae membela kaalu anaknya itu punya sikap yang baik seperti yang dilakukan.
“Tapi Jae Bok, ini tampak seperti pertanda buruk. Mungkin benar begitu..karena mereka masih anak anak” kata Won Jae khawatir. Jae Bok hanya diam memikirkanya. 

Di sebuah cafe
Jung Hee bertemu dengan Sam Kyu dan kaget mengetahui kalau Na Mi masih hidup. Sam Kyu mengaku kalau mendengar dari Bong Goo  dan menyelidiki masalah ini, menurutnya segala sesuatu terjadi semuanya karena uang. Ia menyakinkan kalau Na Mi juga merayu Jung Hee karena uang.
Ia pun memperlihatkan rekening dengan jumlah tranferan Deposito dari Choi Duk Boon, 30,000 dollar. Jung Hee mengingat saat itu mengejutkan Na Mi di rumah sakit dan terlihat memegang amplop yang berisi uang yang tak boleh disentuhnya. 

Sementara Bong Goo bertemu dengan Eun Hee yang sudah menunggunya ditaman, lalu berkomentar akan melihat seberapa banyak akan menggunakannya. Keduanya pun duduk berdampingan.  Eun Hee mengakuterkejut karena tidak mudah bagi orang seperti dirinya untuk menghubungi Bong Goo dulu
“Benar, Bukan gayamu untuk menghubungi dulu. Apa yang kau mau dari aku?” kata Bong Goo blak-blakan.
“Ini terlalu cepat kali. Aku hanya ... ingin lebih dekat denganmu. Apa yang akan kau lakukan untuk ku ... Kalau aku kembali membantumu?” ucap Eun Hee, Bong Goo mengaku kalau itu apapun yang diinginkan Eun Hee. 

Saat itu Sam Kyu melaporkan pada Eun Hee kalau sudah bertemu dengan Koo Jung Hee dan menceritakan semuanya, setelah itu menatap Jung Hee seperti shock dan sedikit, merasa kalau tidak tega .
Jung Hee menangis melihat rekening Na Mi yang menerima bayaran lalu mengingat kembali ucapan Sam Kyu di cafe.  “Na Mi pasti melakukan apapun untuk uang. Itu sebabnya dia bahkan memalsukan kematiannya sendiri”
Setelah itu bertemu dengan Manage Cho mengaku kalau sudah tahu semuanya jadi meminta agar jujur. Manager Cho mengatakan kalau  Jung Na Mi akan melakukan apa saja demi uang maka berkencan dengan dirinya dan juga Jung Hee. Menurutnya Na Mi sangat berantakan apabila memberikan uang pasti akan tahu yang diperbuatnya. 

Bong Goo membalikan papan tulis dengan gambar bagan dan mengajak Jae Bok agar memulai briefing. Jae Bok binggung karena tidak bersama Sam Kyu, Bong Goo mengaku kalau mencurigakan jadi  tidak bisa percaya padanya.
“Pertama Moon Hyung Sun bertemu dengan Na Mi. Dia menawarkan uang untuk merayu Koo Jung Hee.” Kata Bong Goo yang sebelumnya Nyonya Choi datang dengan memberikan uang bulanan di cafe.
“Tapi, Na Mi melenceng dari misinya  dan menyukai Koo Jung Hee. Itu sebabnya orang ini  menjadi pecundang tanpa alasan. Tapi begitu rencananya kacau, Moon Hyung Sun mencoba membunuh Na Mi.” Kata Bong Goo, mengetahui  Nyonya Choi yang datang ke rumah Na Mi sebelum kejadian.

“Saat itu, seseorang mengambil alih, Dia memalsukan kematiannya Jung Na Mi  dan menyembunyikannya. Dia yang datang kemarin, namanya Bryan.” Ucap Bong Goo menempelkan foto di papan. Jae Bok pun mengenal kalau itu pria yang sebelumnya.
“Iya... Aku tidak bisa menemukan apa-apa tentangnya. Na Mi bilang dia seorang pekerja di villa, tetapi mengingat bagaimana semuanya ditata, maka dia bukan siapa-siapa. Tapi Melihat bagaimana dia terlibat dengan mereka, maka mereka pasti punya hubungan.” Kata Bong Goo
Saat itu ia pikir kalau akar dari semua masalah dengan menempelkan menunjukan foto Lee Eun Hee.  Jae Bok bing berpikir alasan apakah itu untuk merebut Koo Jung Hee atau ada yang lainya. Bong Goo pikir mereka harus mencari tahu.

“Aku akan bekerja sama dengan Eun Hee.” Kata Bong Goo, Jae Bong binggung bekerja apa maksudnya.
Saat itu terdengar Sam Kyu akan masuk ruangan, Bong Goo dan Jae Bok langsung membalikan papan tulis. Sam Kyu heran melihat keduanya yang  mengunci pintu selama berkerja. Bong Goo dan Jae Bok melonggo, Sam Kyu pun bertanya-tanya apa yang mereka lalukan saat pintu terkunci. Bong Goo beralasan tanganya lemah setelah buang air besar. Sam Kyu merasa kalau keduanya mencurigakan. 

Jin Wook duduk didepan lapangan sambil melamun, Che Ri mendekat lalu bertanya apakah sangat menyukai Eun Hee.  Jin Wook mengomel kalau Che Ri itu  tidak tahu apa-apa.
“Kau membuang ibumu dan Hae Wook ... demi tinggal di rumah Ahjumma "Sesat" itu” ucap Che Ri marah
“Aku juga bisa marah, Ibu dan ayahku bercerai tapi mereka berbohong denganku” Kata Jin Wook kesal
“Aigoo..Orang ini. Kapan kau akan tumbuh dewasa? Lalu perceraian orang tuamu apa hubungannya dengan mu?  Mereka punya kehidupan mereka sendiri.” Ucap Che Ri
Jin Wook pun tak peduli karena menurutnya merasa terganggu. Che Ri memangil Jin Wook sebelum pergi memperingatinya agar berHati-hati Terutama dari Ahjumma"sesat"  dan Berhenti mengambil semua yang diberikan seperti anak anjing dan menurutnnya di suatu tempat di lantai ketiga di mana tidak ada yang bisa pergi kesana, mungkin ada tumpukan mayat disana. Jin Wook berteriak menyuruh Che Ri agar berhenti membuatnya takut dan Khawatirkan dirinya sendiri,serta Jangan tertarik dengan hidupnya. Che Ri mengeluh dengan sikap Jin Wook yang sudah memperingati sebelumnya. 

Jin Wook turun ke lantai satu memanggil Eun Hee meminta agar membuatkan cemilan yang enak dan ingin makan telur dadar. Eun Hee dengan senyuman sinisnya malah balik bertanya kenapa ia yang harus membuatnya, kalau ia bukan pembantunya. Jin Wook melonggo tak percaya kalau skap Eun Hee berubah, Eun Hee bahkan mengejek Jin Wook itu Anak manja.

Won Jae memberitahu Jae Bok karena khawatir dengan Hae Wook jadi  membawanya untuk tes psikologi dan menunjuk kalau Hae Wopk punya separation anxiety”kecemasan yang timbul akibat keterpisahan
Jae Bok mengartikan kalau karena hidup terpisah dari ayahnya. Won Jae pikir Itu mungkin penyebabnya.
“Lalu Bagaimana dengan Jin Wook? Apa dia baik baik saja?” tanya Jae Bok cemas
“Dia tipe orang yang mengekspresikan emosinya, jadi dia baik-baik saja. Tapi tidak ada yang tahu. Mari kita semua duduk dan berbicara bersama-sama nanti.” Ucap Won Jae
Jae Bok seperti merasa cemas lalu menelp ibu mertuanya. Ibu Mertuanya sedang berbelanja mengeluh Jae Bok yang menelp. Jae Bok menanyakan keadaan anaknya. Ibu Jung Hee mengatakan sduah membawanya ke kelas persiapan dan sedang pergi ke supermarket.
“Kenapa? Apa kau tidak punya sedikit kepercayaan denganku.”ucap Ibu Jung Hee sinis, Jae Bok akhirnya mengucapkan terimakasih pada ibunya yang sudah menjaga anaknya.
Saat itu Eun Hee datang bertanya-tanya apakah sudah melihat barang-barangnya, Ibu Jung Hee terlihat bahagia diajak berbelaja oleh Eun Hee. 
Won Jae memperlihatkan gambar dua anak Jae Bok, mengartikan seberapa kecil mereka dan ada  Yang paling serius dengan memperlihatkan sebuah gambar padahal meminta agar mengunakan warna tapi Hae Wook menolak. Jae Bok seperti makin cemas akhirnya memutuskan untuk pamit pergi pada temanya dan akan meneleponnya nanti. Won Jae binggung mau kemana Jae Bok pergi.


Jin Wook masak ramyun sendiri didapur dan merasa sangat lapar tapi belum matang juga, saat mengangkat panci kakinya tersandung dan mienya tumpah di lantai. Akhirnya ia berjongkok menangis memanggil ibunya,e mengingat saat ibunya memasakan nasi goreng yang ditutup dengan telur dadar. Lalu dengan sinis mengatakan pada ibunya kalau ingin tinggal dengan ayahnya.
Jae Bok datang melihat anaknya sendirian dan langsung memeluknya, Jin Wook pun langsung menangis meminta maaf pada ibunya. Jae Bok merasa sedih melihat anaknya yang sendirian dirumah bahkan harus masak sendiri. 

Sementara Ibu Jung Hee terlihat senang tapi mengaku tak enak hati kalau terus menerima hadiah. Eun Hee mengatakan kalau ingin memperlakukan ibu Jung Hee Seperti ibunya sendiri. Ibu Jung Hee pun mengaku kalau sangat senang mendapatkan seorang putri cantik seperti Eun Hee. Mereka kaget melihat Jae Bok sudah berdiri didekat mereka.
“Apa yang ibu lakukan di sini? Jin Wook ada di rumah. Dan Ibu bilang membawanya ke kelas persiapan nya.” Ucap Jae Bok sinis
“Ya..itu karena Dia tidak mau pergi kesana” kata Ibu Jung Hee. Eun Hee dengan ramah mengajak untuk pergi ke perawatan muka dan akan bicara dengan Jae Bok.
“Kau benar benar..Aku tidak melakukan sesuatu yang mengerikan. Beraninya kau meninggikan suara mu denganku?” ucap Ibu Jung Hee sinis pada Jae Bok. 

Jae Wook mendengar dari Jin Wook kalau Eun Hee itu sedang ada  bisnis dan bisnisnya itu tertanya mengajak neneknya Jin Wook keluar untuk Shopping yang seharusnya mengawasinya. Eun Hee mengaku kalau tidak tahu kalau ibu Jung Hee seharusnya mengawasinya. Jae Bok pikir itu aneh.
“Kau kan melihat aku meninggalkan Jin Wook tadi malam, tetapi Apa kau tidak berpikir sampai sejauh itu? Apa Ibu tidak mengatakan apa-apa?” kata Jae Bok kesal
“Kau bilang jangan campuri urusan yang berhubungan dengan anak anak. Itu sebabnya aku melakukannya” ucap Eun Hee sinis
“Apa kau menyalurkan perhatianmu kepada ibunya Koo Jung Hee? Karena dia kan ibunya Jung Hee.” Kata Jae Bok sinis, Eun Hee pikir memah harus baik dengan Ibu Jung Hee.
“Jin Wook anak dari Jung Hee,  Kau sangat menyukainya dan memberinya ponsel Lalu pergi ke sekolahnya, berpura-pura menjadi ibunya. Tapi kau berubah hanya karena satu perjanjian” ucap Jae Bok tak percarya
“Lagipula Dia bukan anakku dan Aku mencoba untuk jadi baik untuknya tetapi kauaterus bilang kalau aku keluar dari barisan, Jadi mereka akan terluka nanti” kata Eun Hee angkuh
Jae Bok benar-benar heran dengan sikap Eun Hee yang berani mengatakan hal itu padahal sebelumnya mengakui kalau menyukai Koo Jung He dan sekarang bersikap sinis kalau pada anak Jung Hee didepan ibunya.
“Apa yang baru saja kau katakan? Apa seorang ibu punya otoritas yang besar Semuanya? Hanya karena kau melahirkan tidak membuatmu jadi seorang ibu.” Ucap Eun Hee sinis, Jae Bok bener-benar tak percaya dengan tingkah Eun Hee. 


Saat ada seorang ibu yang memarahi anaknya sambil memukul terus karena si anak yang menangis. Eun Hee melihatnya mengingat kejadian saat ibunya memukul bersama adiknya bahkan menyuruhnya mati saja. Jae Bok ikut melihat ingin mendekat tapi Eun Hee lebih dulu yang mendekat dengan menahan tangan si bu
“Anak itu sudah menangis... Kenapa kau marah... dengan kehidupan anakmu?” ucap Eun Hee, Si ibu heran dengan tingkah Eun Hee, begitu juga Jae Bok.
“Kalian jauh lebih buruk. Kalian seharusnya menghentikan dia, dan tapi kalian menontonnya saja Bagaimana kalian bisa menonton dan tertawa sementara anak-anak itu sedang dipukul?” teriak Eun Hee histeris menyuruh semua orang pergi menjauh darinya.
Jae Bok benar-benar kaget melihat Eun Hee yang terlihat berbeda. Eun Hee melepaskan tangan Jae Bok berteriak menyuruhnya agar pergi saja. Jae Bok langsung mencengkram lengan Eun Hee menatapnya seperti melihat mata yang berbeda.
Bersambung ke episode 12

 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar