Rabu, 05 April 2017

Sinopsis Ms Perfect Episode 11 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
Jae Bok mengumpat kalau Eun Hee adalah Psikopat, Jung Hee memegang tangan Jae Bok dengan kasar mengajaknya bicara, Bong Goo yang sedari tadi melihat mendekat sambil bersiul seperti ingin memperingatinya. Jung Hee pun melepaskan tangan Jae Bok lalu meminta maaf. Eun Hee melirik dingin karena rencananya berhasil. 

Disisi ruangan lain, Jung Hee merasa perkataan Jae Bok itu yang keterlaluan. Jae Bok tak terima mengingatkan kembali secara hukum belum sah bercerai, Tapi Eun Hee itu menyukai suaminya di depan wajahnya merasa kalau itu namanya psikopat dan Jung Hee juga bisa melihat yang sudah dilakukan.

“Aigoo, Nyonya Lee...rambut dan pakaianmu terlihat benar-benar ...” ejek Bong Goo mendekati Eun Hee yang melihat keduanya yang sedang bebcaira
Jae Bok pikir kalau Jung Hee melihat Eun Hee berbeda karena  membantunya bangkit dan membuatnya jadi kepala direktur dan harus membuat kesan yang baik dengannya. Jung Hee membenarkan,  menurutnya Jae Bok itu pasti akan melakukan hal yang sama, ketika bertemu dengan seseorang yang bisa membuatnya jadi pria yang sukses.
“Apa aku tidak akan mengambilnya? Aku tidak akan melewatkan kesempatan ini dan ingin memulai yang baru. Ini bagus untuk Jin Wook dan Hae Wook kalau aku berhasil.” Ucap Jung Hee.
“Koo Jung Hee, Kau benar-benar ...sudah gila rupanya” kata Jae Bok tak percaya, Sekertarisnya memberitahu kalau harus menghadiri pertemuan sekarang.
“Aku sibuk sekarang. Maaf...” kata Jung Hee akan pergi. Jae Bok memanggil suaminya sebelum pergi.

“Koo Jung Hee...Tidak ada di dunia ini yang gratis. Kau harus membayar untuk sesuatu sebagai balasannya.” Ucap Jae Bok
“Apapun itu... aku akan menerimanya ... selama itu kesuksesan” kata Jung Hee. 
Jae Bok melihat Eun Hee yang merangkul lengan Jung Hee berjalan pergi, Kenangan dengan suaminya pun kembali terlintas, saat pulang kantor Jun Hee merasa dirinya yang selalu mengecewakan dan tidak pandai apapun.
Diatap, Jung Hee mencoba meminta maaf diatap saat ketahuan selingkuh. Saat bertengkar berlutut meminta maaf. Jung Hee pun mencoba mengambil hati untuk memasak makan malam. Tapi Jae Bok seolah tak peduli.
“Ko Jung Hee... Apa kau menderita selama ini?” ucap Jae Bok dengan mata berkaca-kaca. 


Bong Goo mengikuti Jae Bok keluar dari ballroom mengodanya sambil bertanya apakah ingin memukulnya untuk melepaskan kemarahannya. Jae Bok pun memukul lenganya. Bong Goo pun menjerit sambil  memegang lenganya. Jae Bok pu berjalan lebih dulu.
Ponsel Bong Goo berdering, seseorang memberitahu kalau sudah menemukan pria yang membantu Na Mi adalah Bryan dan bergegas pergi. Sementara Jae Bok membaca pesan Bong Goo harus mempersiapkan diri untuk pertemuan besok dan melihat rekan kerjanya itu yang pergi seperti berlagak paling sibuk sendiri.

Tim SJ menyelenggarakan bazar amal ... untuk merayakan ulang tahun SJ Kostruksi ke-43. Saat itu Na Mi berjalan mengendap-ngedap mengetahui kalau Jung Hee yang akan menikah dengan Eun Hee dan berusaha untuk memanggilnya dari kejauhan.
Jung Hee seperti sedikit mendengar dan melihat tapi wajah Na Mi ketutupan papan yang saat erjal didepanya. Eun Hee sempat panik dan segera mengantar Jung Hee berjalan dengan yang lainya. 
Jae Bok melihat Na Mi mengeluh padahal sudah memberitahu agar  jangan pergi kemana mana. Na Mi berusaha memanggilnya, tapi Eun Hee bisa menyuruh Jung Hee segera masuk ke dalam lift dan akan menyusul nanti. 

Na Mi sadar kalau Eun Hee menyadarinya dan langsung kabur. Eun Hee berjalan dari keramaian, lalu membuka sepatu heels dan berlari tak sengaja menjatuhkan botol wine. Saat itu kakinya menginjak pecahan botol, tanpa rasa sakit melepaskan serpihan kaca dari kakinya dan kembali berjalan dengan bercak darah di lantai.
Akhirnya Eun Hee bisa menemukan Na Mi dan dengan senyuman seperti psikopat. Na Mi langsung bertanya apakah Eun Hee berkencan Jung Hee? Eun Hee membenarkan, Na mi berkembali menanyakan apakah mereka akan menikahi denganya. Eun Hee menjawab kalau itu mungkin.
“Kau yang mempekerja ku untuk menggoda Jung Hee ‘kan? Bukan Moon Hyung Sun, tapi Kau yang mempekerjakanku kan?” ucap Na Mi marah
“Aku tidak tahu apa yang kau maksud!” ucap  Eun Hee dan langsung menarik rambut Na Mi, saat itu juga mereka saling menjambak seperti gaya wanita yang bertengkar.
Jae Bok akhirnya datang berteriak agar menghentikan semuanya, lalu menarik rambut Eun Hee agar berhenti menarik rambut Na Mi. Akhirnya keduanya pun berhenti. 
 “Lee Eun Hee, apa yang kau lakukan padanya? Apa kau takut dia akan merayunya lagi?” ucap Jae Bok memarahi Eun Hee
“Aku takut dia akan bikin heboh di kantor.Aku datang untuk memperingatkannya dan dia yang tiba-tiba menyerangku.” Ucap Eun Hee bohong, Na Mi tak percaya mendengarkanya.
 “Whoa..bukankah kau yang menarik rambutku” ucap Na Mi membela diri. Eun Hee dengan sinis menyuruh Na Mi agar diam.
Jae Bok akhirnya berbicara dengan Eun Hee, mempertegas kalau Mulai sekarang, apapun yang terjadi pada Jung Na Mi, maka akan percaya kalau itu adalah ulahnya Atau itu Moon Hyung Sun yaitu ibunya. Eun Hee pun balik bertanya bagaimana jika sesuatu terjadi padanya, apakah Jae Bok yang melakukannya
“Tidak... Aku tidak akan menyentuh orang yang tidak waras.” Ucap Jae Bok, Eun Hee melirik sinis dan berjalan pergi.
Na Mi kaget melihat ada jejak kaki darah di lantai,  dan yakin kalau Eun Hee itu pasti psikopat. JaebOk menyindir Na Mi kalau ia juga Psikopat yang merayu suami orang, Na Mi hanya bisa tertunduk. Jae Bok memarahi Na Mi karena memberitahu agar tak pergi kemana-mana dan menariknya pergi. 
Nyonya Choi menerima laporan dari anak buahnya kalau Jung Na Mi muncul lagi. Lalu mengumpat marah dengan Jung Na Mi, si penyihir itu. Bong Hee menelp Nyonya Choi, Nyonya Choi tak mengenalnya, lalu bertanya bagaimana cara mengetahui nomornya. 


“Apa kau Penasaran? Aku bisa mengetahui apapun yang kuinginkan dan juga bisa menemukan semua urusan suamiku” ucap Bong Hee. Nyonya Choi seperti tak peduli dan memilih untuk menutup telpnya.
Bong Hee baru sadar kalau ponselnya di tutup, lalu mengumpat kesal pada temanya, akhirnya ia bertanya pada pegawai gym apakah Pezina bernama Na Hye Ran datang. Si pegawai mengatakan kalau  Hye Ran sedang libur hari ini. Bong Hee seperti sedikit kecewa dan berpikir Hye Ran sedang sakit

Eun Hee terlihat masih sinis sampai akhirnya pesan masuk memberitahu  Pertemuannya sudah dimulai. Dengan senyuman masuk ruangan dan langsung memberikan tepuk tangan dengan semua petinggi atas jabatan baru Jung Hee sebagai Direktur baru.
Setelah semua keluar, Jung Hee dan Eun Hee bertemu, lalu mmastikan kalau sudah melakukannya dengan baik. Eun Hee memuji sangat luar biasa. Jung Hee melihat Eun Hee yang berjalan pincang dan menyuruhnya duduk agar melihatnya.
Eun Hee pikir baik-baik saja, Jung Hee akhirnya bisa melihat luka dibagian telapak kaki dan mengeluarkan saputangan dan langsung mengikatnya. Eun Hee seperti tersentuh melihat sikap Jung Hee yang romantis. 

Eun Hee menatap Jung Hee seperti bisa mengingat kenangan masa lalunya, Jung Hee ingin pergi tapi Eun Hee mengajak Jung Hee agar bisa duduk dan beristirahat.
Flash Back
Saat dikampus Jung Hee memeluk Eun Hee dari belakang dan sedikit menciumnya, mengatakan kalau melakukannya dengan baik dan mengaku kalau sudah melaukan kesalahan tapi Eun Hee memuji Jung Hee adalah yang terbaik.Jung Hee pun mengajak pergi untuk ke ke tempat yang tenang. Keduanya pergi menatap bintang, bersama dan Eun Hee menyandarkan kepalanya di pundak Jung Hee.
Eun Hee menatap Jung Hee seperti mengingatkan kenangan masa lalu yang indah. 

Won Jae mengajar mengajar dalam kelas menjelaskan kalau Konflik antara pikiran dan super ego dinegosiasikan oleh ego. Saat itu matanya melotot kaget melihat Sam Kyu yang duduk dalam kelas dibelakang pasangan yang sedang bermesraan.
Sepasang murid yang sedan bermesaran pun sadar kalau tatapan Won Jae kearah mereka, lalu langsung duduk tegak. Won Jae sadar ternayata itu hanya halusinasi saja kalau Sam Kyu duduk dikelasnya, tapi bayangan Sam Kyu kembali datang dengan duduk mengoda disamping jendela. Won Jae mencoba menyadarkan diri kalau sedang mengajar. 

Sam Kyu mengantar Hye Ran pulang, Hye Ran memberitahu kalau  pindah karena istri Tuan Park.  Sam Kyu melihat kalau itu rumah Profesor Kim Won Jae dan mengetahui tinggal sendirian karena suaminya meninggal, Hye Ran dengan sinis berpikir kalau Sam Kyu itu tertarik dengannya
“Apa Kau berhenti jadi pemilih sekarang karena kau sudah tua? Kenapa kau tidak menghampirinya? Sepertinya dia juga tertarik denganmu” ejek Hye Ran
“Apa yang kau katakan? Aku ini punya standar tinggi. Kecuali orang seperti kau, aku tidak akan melihat, Aku bahkan tidak akan melirik.” Ucap Sam Kyu merayu sambil memeluknya. 

Won Jae melihat dari kejauhan, Hye Ran melihat temanya yang datang heran karena malah pulang jalan kaki. Sementara Sam Kyu buru-buru melepaskan tangan dari pelukan Hye Ran. Won Jae memberitahu Ada perbaikan jalan jadi jalannya diblokir dan memarkir mobilnya jadi berjalan kaki sampai kerumah. Hye Ran pun bertanya dimana tempatnya.
Ketiganya sudah ada didepan mobil Won Jae, Karena Won Jae tidak bisa mengemudi dengan baik jadi susah untuk mencari jalan lain.  Saat itu Sam Kyu langsung mengatakan akan mengemudikan mobilnya.

Sam Kyu dengan gayanya mencoba memundurkan mobil dengan  menengok kebelakang dan tangan yang memegang bagian bangku, seperti tahu cara mengoda wanita. Won Jae seperti terpesonda dan Hye Ran yang duduk di belakang pun mengaku kalau Sam Kyu masih punya pesonanya.


Jae Bok mengantar Na Mi sampai ke rumah Bong Goo memperingatakan agar Jangan melakukan apa-apa dan diamlah di dalam rumah. Na Mi pikir kalau Setidaknya harus bertemu dengan Jung Hee. Jae Bok sudah mengatakan agar jangan muncul didepan suaminya.
“Ini hanya akan jadi hal rumit jadi Serahkan padaku. Mengerti?” ucap Jae Bok, Na Mi pun mengucapkan terimakasih.
“Aku melakukan ini bukan supaya kau berterima kasih” kata Jae Bok lalu melangkah pergi. 

Saat akan pergi Jae Bok menerima telp sebagai ibu Jin Wook dan terlihat kaget, Ketika berjalan ke sekolah mengingat perkataan gurunya kalau Jin Wook punya dua ponsel. Jae Bok terdiam di depan pintu ruang guru mengingat kembali kejadian sebelumnya.
Flash Back
Saat konser Jin Wook mencari-cari Eun Hee yang tak datang, lalu saat ada diatas kursi roda Jin Wook terlihat bahagia melihat Eun Hee datang langsung memeluknya.
Akhirnya Jae Bok masuk dan melihat Jin Wook sudah duduk dengan gurunya. Ada dua buah ponsel didepanya, model baru dan lama. Jin Wook hanya bisa melirik sinis pada ibunya. 

Keduanya berjalan bersama, Jae Bok mengaku kalau sedang bertanya-tanya sampai kapan, tapi akhirnya Jin Wook bisa tertangkap juga. Jin Wook kaget ternyata ibunya sudah mengetahuinya. Jae Bok mengakkalau sedang menunggu agar Jin Wook  yang memberikannya pertama kali
“Jadi ponsel Ini..Siapa yang memberikannya?” tanya Jae Bok, Jin Wook terdiam mengingat kembali kejadian sebelumnya.
Flash Back
Eun Hee memberikan ponsel baru, Jin Wook dengan wajah bahagia menerimanya karena bisa bermain games dengan puas. Eun Hee pun meminta agar bisa merahasiakan dari ibunya.

Jae Bok mengaku kalau sudah tahu siapa yang memberikanya, tapi hanya ingin mendengar jawaban jujur dari anaknya. Jin Wook akhirnya menagku kalau Eun Hee yang memberikan ponsel padanya. Jae Bok pun mengucapkan terimakasih pada anaknya karena sudah berkata jujur.
Ibu, tapi jangan memarahinya karena Dia hanya ingin memberikannya sebagai hadiah saja” ucap Jin Wook
“Aku tahu..perasaanya dan Perasaanmu juga” kata Jae Bok menatap anaknya lalu berjalan merangkul Jin Wook. 


Eun Hee melangkah menaiki tangga dengan sapu tangan yang masih di ikat pada kakinya, teringat kembali dengan Jung Hee yang panik melihat luka di kakinya lalu mengikatnya dengan sapu tangan.  Dengan senyuman bahagia melihat di lanati dua yang kosong karena semua orang sudah pergi rupanya
Saat itu juga Eun Hee memberikan tanda silang pada pintu kamar dans sebuah kamar diubah dengan memasukan tempat tidur yang besar dan juga lemari dengan nuasana putih. Nyonya Choi yang melihatnya seperti kasihan dengan tingkah anaknya yang tergila-gila dengan Jung Hee. 

Eun Hee menyetrika pakaian Jung Hee dengan wajah bahagia, Jae Bok datang dengan sinis bertanya apa yang dilakukannya. Eun Hee dengan santai memberitahu kalau sedang Menyetrika. Jae Bok pun melihat ada tanda silang di bagian depan kamar, dan ingin tahu apa yang dikerjanya.
“Karena semua orang sudah pergi, aku ditandai itu untuk interior ulang” ucap Eun Hee. Jae Bok merasa Eun Hee itu benar-benar sudah gila rupanya. Jae Bok pun masuk ke dalam kamar yang sudah dirubah seperti kamar pasangan yang baru menikah.
“Apa ini? Kenapa dengan kamarku?” ucap Jae Bok kesal, Eun Hee malah menyindir kaalu Jae Bok itu pindah
“Itu sebabnya..Aku merasa kasihan karena Jung Hee tidur di kamar yang kecil.” Ucap Eun Hee.
“Lalu? Apa kau membeli Kasur yang besar supaya tidur bersama-sama Di kamarku?” kata Jae Bok marah lalu melihat bagian lemari dan melihat ada pakaian Eun Hee yang digantung.
“Kau konyol sekali... Bukankah seharusnya kau pergi ke dokter.?” Sindir Jae Bok
“Aku kan sudah bilang kalau aku menyukai Jung Hee. Dan juga, Kau kan sudah bercerai.” Ucap Eun Hee

Jae Bok rasa itu bukan urusan Eun Hee lalu memperlihatkan sebuah kontrak sewa didepan wajah tetanggaya,  kalau nama yang menandantangi adalah Shim Jae Bok jadi walaupun mereka bercerai tetap miliki hak dengan kamarnya karena sudah menyewanya.
“Eun Hee  Kalau kau terus terusan seperti ini maka itu dianggap masuk tanpa izin. Apa kau tahu? Kembalikan seperti semula sekarang. Apa kau pikir bisa menyuap Jin Wook dengan ini ... dan membuat dia memihakmu, begitukah?” ucap Jae Bok sinis.

Keduanya pun keluar dari kamar, Jae Bok pikir kalau Eun Hee ingin membersihkan kamarnya lalu mengambil anaknya juga dengan memperlihatkan ponsel pintar. Eun Hee mengaku memberinya sebagai hadiah saja, Jin Wook itu sangat lucu
 “Apa Karena dia lucu, kau ingin dia terobsesi dengan Game? Aku mencoba untuk membuatnya menahan diri dari bermain game. Sebenarnya apa yang sudah kau pikirkan?” ucap Jae Bok kesal
“Ini bukan hanya untuk bermain game. Bukankah Mengembangkan koordinasi tangan-mata juga penting.” Ucap  Eun Hee. 



Jin Wook duduk diruang tengah lantai bawah, Nyonya Choi menyapanya bertanya kenapa tak naik ke lantai dua. Jin Wook menuruti perintah ibunya kalau tetap menungu di lantai satu karena perlu berbicara dengan Eun Hee Ahjumaa
“Kau tidak memberi tahu ibumu.. aku yang memberikan alamat waktu itu, kan?” ucap Nyonya Choi, Jin Wook membenarkan.
“tapi... dia tahu tentang ponsel.” Akui Jin Wook, Nyonya Choi menyuruh Jin Wook agar berhati-hati.
“Aku ingin tahu apa dia akan memukulnya lagi atau tidak.  Ibumu kuat. Sementara Eun Hee Ahjumma terlalu sempurna, dan dia juga lemah" ucap Nyonya Choi sengaja menghasut. Jin Wook pun terlihat kaget dan panikk 

Jae Bok benar-benar marah menurutnya Eun Hee itu bukan ibu atau bibi Jin Wook yang harus peduli tentang perkembangan anaknya. Eun Hee dengan gayanya sombongnya merasa kalau mungkin akan menjadi ibunya setelah masa 3 bulan perceraian Jae Bok dan Jung Hee maka akan menikah. Jae Bok benar-benar tak habis pikir dengan Jae Bok.  Jin Wook tiba-tiba datang
“Coba Lihat.. ternyata Benar kalau ibu dan ayah  bercerai.”Ucap Jin Wook marah, Jae Bok memarahi Jin Wook karena sudah menyuruhnya agar menunggu dibawah. Eun Hee tersenyum licik melihat Jin Wook yang datang.
“Ibu berbohong kepada Hae Wook dan aku.. Apakah itu sebabnya ibu membawa kami ke tempat Won Jae Ahjumma? Apa ibu Meninggalkan Ayah sendirian di sini? Mengapa ibu berbohong padaku?” ucap Jin Wook dengan nada tinggi. Jae Bok terlihat tak percaya anaknya berani mengatakan itu.
“Siapa yang mengajarimu jadi kasar begini?” kata Jae Bok, Jin Wook pikir ibunya tak perlu memperdulikanya.
“Ibu selalu memandang rendah ayah Dan sekarang, Ibu mencampakkannya.” Ucap Jin Wook saat itu  Jung Hee baru pulang mendengar anaknya bicara kasar.
Jin Wook pun langsung bertanya pada ayahnya apakah mereka  benar-benar bercerai dan berpisah sekarang dan ingin tahu alasanya. Eun Hee melihat konflik keluarga Jae Bok makin tersenyum bahagia. Jung Hee kebingungan menjelaskanya.
“Aku mau tinggal di sini dengan Ayah” ucap Jin Wook melotot tajam pada ibunya. Jung Hee memarahi anaknya yang berani berteriak pada ibunya.
“Baiklah. Itulah yang terbaik. Kalau kau menyukai ayahmu, tinggal lah bersamanya. Kau punya hak untuk itu. Tapi.. bermain game ini di belakangku, aku tidak bisa terima.” Kata Jae Bok, Eun Hee yang mendengarnya kaget harus tinggal bersama anak Jae Bok juga.
Jae Bok memberikan sebuah ponsel pada Jung Hee kalau itu Sebuah hadiah rahasia yang diberikan Eun Hee. Eun Hee sedikit panik menjelaskakan kalau Jin Wook punya ponsel bagus seperti ini maka, Jae Bok memotong menasehati anaknya yang terlihat sangat marah.
“Koo Jin Wook, tidak peduli seberapa banyak kau membenci ibu, Ibu punya hak untuk membenarkanmu sikapmu dan aku berharap tidak akan terjadi lagi, jadi Turun ke bawah. Orang-orang dewasa perlu bicara.” Ucap Jae Bok, Jin Wook pun turun kebawah dengan tatapan sinisnya.

Jin Wook duduk diruang tengah, Won Jae datang membahas Jin Wook. Yang menyebabkan masalah di sekolah. Hae Wook ingin memeluk kakanya, tapi Jin Wook yang kesal mendorong adiknya.  Won Jae pun menyapa Nyonya Choi dengan panggilan ibu Eun Hee.
“Bagaimana kau bisa masuk? Aku tidak mendengar bel.” Tanya Nyonya Choi sinis melihat kedatangan Won Jae
“Jae Bok bilang kepadaku, password pintu gerbangnya yaitu 020.321.” kata Won Jae. Nyonya Choi makin kesal dan akan pergi.
Che Ri merasa kalau itu  terdengar seperti tanggal kencan? Yaitu 21 Maret 2002. Won Jae pikir seperti itu seperti tanggal khusus dan Tahun 2002. Eun Hee itu pasti di masih di perguruan tinggi. Nyonya Choi yang mendengarnya membalikan badan dengan nada penuh amarah.


“Jangan duduk di sana.. Aku baru saja membersihkannya” ucap Nyonya Choi dengan mata melotot
“Oh benarkah? Kalau begitu.. aku harus mengoyangkan pinggulku untuk membuatnya menyerap dengan baik.” Ejek Won Jae dan mengajak semuanya untuk mengikutinya. Jin Wook yang melihat hanya bisa menatap sinis menahan malu dengan tingkah teman ibunya, Che Ri dan Hae Wook.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted
                                                                                                                                                                                  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar