Kamis, 27 April 2017

Sinopsis Queen Of Mystery Episode 7 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
Seol Ok panik melihat adik iparnya yakin kalau Ho Soon akan diculik, Petugas pikir Ho Soon sedang jalan-jalan dan  Wan Seung pikir kalau Ho Soon Sendirian juga. Menurutnya kalau Ho Soon akan berada dalam bahaya jika tidak cepat menemukannya. Wan Seung yang langsung mendorong Seol Ok untuk duduk kembali.
“Kita tidak punya waktu!” ucap Seol Ok panik ingin pergi
“Apa maksudmu dia akan diculik? Dia ada di bandara.” Kata Wang Seung kembali mendorong Seol Ok untuk duduk. Seol Ok menunjuk Ho Son yang naik bus.
“Perkataanmu tidak ada dalam rekaman CCTV. Jangan buat kesimpulan sendiri.” Tegas Wan Seung
Seol Ok mengeluarkan ponselnya dan melihat itu telp dari Ho Soon. Wan Seung langsung meminta agar petugas melacak panggilan ini dan memita Seol Ok agar menjaga agar tetap berdering. Akhirnya Wan Seung melihat sinyal dari ponsel milik Ho Soon dan bergegas pergi, sementara Seol Ok mengangkat telp dari adik iparnya.
Beberapa polisi masuk ke dalam toilet, beberapa wanita panik karena dua pria masuk toilet wanita begitu juga Wan Seung yang bergegas masuk dengan menahan rasa malunya danbertanya Apa melihat seseorang menelepon. Petugas kebersihan binggung memegang ponsel kalau ia  yang baru saja menelepon karena Ada yang meninggalkan ponsel di toilet. 


Seol Ok  menuruni tangga eskalator melihat ponsel yang ditinggalkan,  mengetahui Ho Soon baru saja melakukan transaksi dengan menghabiskan 14 dolar di Y Cafe. Wan Seung berkomentar adik ipar Seol Ok banyak makan juga.
“Dia akan bertemu seseorang dan sedang menunggu seseorang di sini. Dia memesan dua latte dan tiramisu.” Ucap Seol Ok membayangkan Ho Soon yang memesan makanan di cafe.
“Aku bosan mengatakannya. Apa kau peramal? Bagaimana kau tahu apa yang dia pesan? Mungkin dia memesan cheesecake.” Keluh Wan Seung melihat cara bicara Seol Ok .
“Dua latte harganya 10 dollar. Cheesecake harganya 4 dollar 50 sen. Tiramisu satu-satunya yang empat dolar.” Jelas Seol Ok melihat papan harga di cafe
“Dia bisa saja pesan americano.” Kata Wan Seung
“Americano harganya 3 dolar 80 sen. Jika ditambahkan, tidak akan jadi 14 dolar. Ini matematika.” Ucap Seol Ok
Ia pun membayangkan kalau Ho Soon akan segera menemui seseorang jadi Itulah sebabnya memesan kopi dan bisa melihat Ho Soon yang duduk di cafe. Ia tahu Ho Soon yang tidak membawa koin karena Dompetnya tidak muat membawa uang receh. Wan Seung tak mengerti seperti tak ada masalah dengan koinnya. Seol Ok yakin Ho Son  mungkin dapat koin dari sebuah kasir. 


Ho Soon datang ke sebuah kasir, meminta agar menukar uang koin. Seol Ok datang ke kasir yang disebelumnya didatangi Ho Soon dengan menukar uang receh lalu bertanya Apa ada yang datang untuk menukar uang koin. Pegawai itu mengaku ada satu orang dan menukar koin untuk menelepon. Seol Ok yakin kalau orang yang ditunggu Ho Soon tidak datang.

Seol Ok dan Wan Seung berjalan ke telp umum lalu Seol Ok bisa membayangkan Ho Soon yang berjalan dan menelp seseroang dari telp umum. Ia yakin hubungan dengan pria itu pasti  sangat dekat Karena hafal nomor telponnya. Wang Seung pikir Mungkin Ho Soon punya kartu nama.
“Dia menulis memo. Mengapa dia menulis memo jika punya kartu nama?” kata Seol Ok dengan melihat lembaran kertas yang dituliskan Ho Soon saat menelp
“Kenapa dia tidak kembali mengambil ponselnya? Aku pikir petugas kebersihan itu baru menemukannya.” Ucap Wan Seung
“Dia tidak kehilangan ponselnya tapi dia membuangnya.” Kata Seol Ok
Wan Seung seperti tak percaya, tapi Seol Ok yakin Ho Soon berada dalam bahaya besar lalu berjalan pergi. 

Ho Soon sudah sampai di sebuah tempat berjalan sendirian dengan menarik kopernya, tiba-tiba terdengar bunyi suara klakson dari belakang dan melihat sosok pria yang menyetir dan langsung tersenyum bahagia. 

Ji Won terlihat sedikit kesal mengetahui Wan Seung pergi begitu saja. Lalu melihat bunga yang dibawa oleh pegawai dengan melihat itu bunga Proteas dan bertanya kapan menggunakannya dan Apa bunga itu ada artinya.
“Ini sering digunakan sebagai buket dan artinya bersyukur dan terima kasih Bisa juga berarti, "Aku mengirimimu cinta yang manis."” Jelas si pegawai. Ji Won mengangguk mengerti. 

Wan Seung naik eskalator mengatakan kalau Ho Soon  baru saja pergi melarikan uang Dan memiliki kaki tangan, Jadi dia membuang ponselnya agar tidak dilacak. Seol Ok pun bertaya mengapa Ho Soon tidak pergi ke AS menurutnya itu akan lebih aman.
“Dia menutupinya seperti dia benar-benar pergi ke sana.” Kata Wan Seung
“Lalu mengapa dia membatalkan tiketnya? Dia membuat paspor, membeli tiket,pergi melalui imigrasi, dan memasuki lounge . Aku yakin dia mencoba pergi ke AS.” Kata Seol Ok
“Lalu kenapa dia berubah pikiran?” pikir Wan Seung,
“Dia berubah pikiran setelah membeli lipstik.” Kata Seol Ok, Wang Seung binggung apa maksudnya lipstik kali ini. 

Seol Ok berjalan ke tempat peta dengan mencari sesuatu. Wan Seung yang menemaninya merasa kalau Ho Soon yang punya uang, mungkin mengunjungi toko bebas bea terlebih dahulu. Seol Ok pikir Ho Soon mungkin pergi kesana 2 sampai 3 jam sebelum penerbangan.
“Dia mengambi sebuah lipstik dengan warna kesukaannya Dan dia terakhir berada disana. Bukankah itu aneh?” ucap Seol Ok bisa membayangkan Ho Soon yang pergi dengan memakai lipstik. Wan Seung merasa tak ada yang aneh.
“Hal itu tidak terbayangkan olehnya. Dia punya waktu dan uang, Tapi dia hanya punya satu lipstik. Itu seperti mengatakan seekor kucing untuk pulang ke rumah setelah mencium beberapa ikan di toko. Dan semuanya mulai dijual sekarang. Dia mendapat panggilan setelah membeli lipstik.” Ucap Seol Ok dengan membayangkan kalau Ho Soon menerima telp dari nomor yang tak dikenal. 

“Ini panggilan terakhirnya..” Kata Seol Ok memperlihatkan ponsel pada Wan Seung.
“Kode area 03 adalah Incheon” kata Wan Seung dan mencoba menelp tapi  Tidak ada yang mengangkat.
“Itu telepon umum.” Ucap Seol Ok dan seorang pria memang menelp dari telp umum di pinggir pantai.
Seol Ok pikir  Jika itu yang menghentikannya ketika belanja. Wan Seung berpikir kalau Ho Soon diancam. Seol Ok mengelengkan kepala. Wan Seung mengaku tak berpikir begitu juga. 

Di lantai dua Ji Won melihat persiapan pertunangan masih di lakukan dengan nuansa putih. Jaksa Kim mendekati sambil berkomentar  tidak melihat Wan Seung. Ji Won mengatakan kalau Wan Seung sedang menangani kasus dan akan segera datang.
“Bukankah dia kabur?” sindir Jaksa Kim. Ji Won pikir tak ada alasan Wan Seung kabur karena ia tidak akan rugi.
“Firma Hukum Ha and Jung tidak akan menjadi milikmu bahkan jika kau menikahi Wan Seung. Setengah dari Ha and Jung adalah milik keluarga Jung.” Ucap Jaksa Kim
“Apa warisan satu-satunya hal yang bisa kau banggakan? Kau harusnya lebih kompeten. Kudengar kau kalah menangani kasus lagi.” Ejek Ji Won, Jaksa Kim membenarkan.
“Kau bisa senang sekarang. Begitu aku mewarisi Ha And Jung, kau akan keluar.” Komentar Jaksa Kim, Ho Won pikir  hari seperti itu tak akan datang.
“Ah, jika aku mewarisi Ha And Jung, Kau bisa tetap disana. Kau tidak punya tempat lain dengan keahlianmu.” Ejek Ho Won
“Aku dengar Wan Seung... masih mencari wanita itu.” Ucap Jaksa Kim sebelum Ji Won pergi.
Ji Won terdiam lalu bertanya siapa yang dimaksud. Jaksa Kim pikir Ji Won tak perlu bertindak seperti tidak tahu. Ji Won mengaku tidak ingin mengganggu tentang masalah itu karean mereka juga bertunangan bukan karena cinta dan hanya perlu mendapatkan apa yang dibutuhkan. Jaksa Kim dengan nada mengejek kalau senang mendengarnya. Ji Won membalikan badan terlihat menahan amarahnya. 


Seol Ok yakin Jika ada yang menghentikannya untuk pergi ke AS setelah dia menelpon, Itu pasti seorang pria. Ia tahu kalau Ho Son itu kecanduan dengan ponselnya, bahkan tidak pernah meninggalkan ponselnya Tapi adik iparnya itu membuangnya. Wan Seung seperti masih tak yakin kalau itu Karena seorang pria. Seol Ok yakin dan kembali membayangkanya.
Ho Soon yang berjalan keluar tak pergi naik pesawat, Seol pikir kalau Ho Soon memutuskan untuk melarikan diri,membuang keluarga dan teman-temannya, Wan Seung masih tak yakin kalau itu karena seorang pria. Tapi Seol Ok yakin kalau pria itu pasti Orang yang sangat ahli dan Ho Soon sedang dikontrol.
“Jika tidak, dia tidak mungkin bisa membodohiku. Dia hanya seorang wanita canggung yang tidak tahu apa-apa.” Kata Seol Ok. Wan Seung memikirkan tentang Seseorang yang ahli

Ho Soon pergi ke counter Check-in yang sudah kosong dan ingin membatalkan penerbangan.  Seol Ok pergi ke counter Check In mengaku pernah melihat modus operasi seperti ini yaitu Wanita yang menghilang dari bandara setelah membawa sejumlah uang dan Ada pria di belakang wanita itu.
“Orang itu sudah menikah atau tinggal di luar negeri. Ini jelas sekali tentang kencan atau penipuan pernikahan.” Ucap Seol Ok dengan nada serius
“Kemudian kau bisa menunggunya pulang dengan menangis dirumah.” Ejek Wan Seung
“Namun, dia memanggilnya ke tempat lain untuk menghancurkan bukti. Bukti yang akan diketahui orang lain.” Kata Seol Ok
“Lalu apa dia akan membunuh adik iparmu?” tanya Wan Seung. Seol Ok mengangguk.
“Orang-orang penipu ini adalah mantan narapidana dan menjadi pembunuh untuk menghancurkan buktinya.” Kata Seol Ok
Wan Seung yang mendengarnya merasa kalau Seol Ok itu  berlebihan dan mengajak agar mencarinya. Seol Ok menolak. Wan Seung pikir Seol Ok itu  memerlukan detektif yang ahli dan berpengalaman. Seol Ok merasa butuh informasi sekarang dan harus mencari kemana Ho Son pergi dan perlu menemukannya sebelum terlambat.
“Aku melakukan empat minggu pelatihan sebagai profiler di Akademi Investigasi Polisi Korea.” Kata Wan Seung kesal
“Aku butuh profiler yang asli, seperti Inspektur Woo.” Kata Seol Ok. Wan Seung bingung siapa yang dimaksud. Seol Ok heran Wan Seung yang tak mengenal Inspektur Woo.
Saat itu tayangan di layar TV terlihat iklan “Inspektur Woo dari "Wanted Suspects." Profiler, Inspektur Woo Seong Ha.” Keduanya pun melihatnya. Wan Seung melihat Profiler Woo ituorang yang memalukan kepolisian dan pembohong.
Seol Ok membela kalau Profiler Woo bukan pembohong karena telah memecahkan banyak kasus.Wan Seung mengejek kalau memang banyak Ahjumma yang menjadi pengemarnya.  Seol Ok membela kaalu Inspektur Woo adalah seorang polisi di level yang lain. Wan Seung makin mengejek kalau cara seorang profiler memegang pistol dalam iklan. Seol Ok langsung kabur meninggalkanya. 
Keduanya berjalan di bandara,  Seol Ok mengucapkan Terima kasih atas bantuannya hari ini. Wan Seung merasa seperti Seol Ok yang mengucapkan selamat tinggal dan mengajak untuk menemukannya. Seol Ok mengaku harus pergi sekarang.
“Kau membutuhkanku sekarang.” Ucap Wan Seung bangga
“Orang yang sangat aku butuhkan adalah Inspektur Woo.” Kata Seol Ok
“Pembohong itu tidak tahu apa-apa. Dia tidak pernah melakukan penyelidikan jadi Percuma saja untuk mencarinya.” Ejek Wan Seung. Seol Ok merasa kalau Wan Seung yang tidak tahu apa-apa lalu bergegas pergi. Wan Seung tak percaya kalau Seol Ok itu sangat cepat.

Wan Seung menerima telp dari Kwang Tae  dan kaget mengetahui kalau Jang Do Jang dibebaskan dan restriksinya dibatalkan, lalu mengumpat marah pada Jaksa Kim lalu bertanya Apa dia melepaskannya sekarang yang menurutnya tidak masuk akal dan memarahi Kwang Tae yang diam saja?
“Aku juga baru tahu. Tidak ada yang memberi kita informasi apapun.” Kata Kwang Tae bersama Dong Ki dalam mobil.
“Aku benar-benar tidak bisa melakukan ini lagi. Kita memasukkannya ke dalam, mereka membiarkan keluar. Tangkap dia sekarang sebelum lari.” Ucap Wan Seung marah. Kwang Tae bertanya alasan apa menangkapnya.
“Karena percobaan pembunuhan. Aku baru saja bertemu dengan Ahjumma. Jadi Jangan khawatir.” Kata Wan Seung
“Apa istri Jaksa Kim mau bersaksi?” ucap Kwang Taek. Dong Ki berisik kalau mereka harus membawanya lalu melihat Do Jang yang keluar dari penjara.

Do Jang melihat Kwang Tae datang dengan Dong Ki mengejek kalau tahu akan keluar dan sebuah mobil sedan siap menjemputnya.  Dong Ki mengaku kalau sering memperhatikannya sementara Kwang Tae masuk berbicara ditelp dengan Wan Seung.
“Jika kau belum makan, ayo makan.” Ucap Do Jang seperti sudah kenal dekat dengan Dong Ki
“Kau bisa makan di kantor polisi bersama kami.” Kata Dong Ki langsung memborgol tangan Do Jang
Do Jang binggung baru keluar langsung di borgol kembali. Dong Ki mengatakan kalau akan membelikanya dan mendorongnya masuk ke dalam mobil. Kwang Tae pikir akan berbicara dengan Ji Won. Wan Seung merasa akan mengurusnya dan meminta agar menjaga Do Jang
“Namun, Jaksa Kim tidak boleh mengetahui kalau ahjumma adalah korbannya. Dia sudah diintimidasi oleh mertua dan suaminya. Begitu dia tahu, maka semuanya akan berakhir. Dan kau Jangan khawatir. Dia akan bersaksi.” Ucap Wan Seung yakin. Ia pun menelp seseorang mengatakan harus mencari adik ipar dari Seol Ok.

Sementara Seol Ok sibuk mencari sesuatu di tumpukan sampah, seorang petugas keamanan melihat bertanya apa yang sedang dilakukanya. Seol Ok langsung menghampiri bertanya  di mana membuang barang-barang daur ulang itu.
“Perusahaan daur ulang yang membawanya. Mengapa kau bertanya?” ucap petugas
“Bisakah kau memberitahuku tempat Perusahaan daur ulangnya?” kata Seol Ok 


Wan Seung dalam mobil melihat Seol Ok yang berlari di trotoar mengejek kalau memang cepat sekali yaitu Seperti teman ahjumma yang kenalnya berlari Cepat tanpa tahu tujuan. Lalu berteriak memanggilnya dari mobil.
“Kau Mau kemana?” tanya Wan Seung. Seol Ok berlari ke masuk mobil mengatakan akan pergi ke Daur Ulang Seodong.
“Untuk apa?” tanya Wang Seung. Seol Ok menjawab  Untuk menemukan kaset VHS.
“Perusahaan daur ulang itu mengambilnya beberapa hari yang lalu.” Kata Seol Ok
“Itu sudah berakhir dan Sudah terlalu banyak sampah sekarang Daur ulang Seodong berurusan dengan barang-barang plastik...” Kata Wan Seung. Seol Ok tak ingin banyak bicara menyuruh Wan Seung segera pergi saja. 

Seol Ok sudah sampai menemui beberapa pekerja yang sedang menarik pita kaset lalu memberitahu kalau sedang mencari kaset VHS. Si pekerha mengaatakan kalau sudah lama membuangnya. Wang Seung yang melihatnya mengeluh kalau sudah mengatakanya tapi Seol Ok itu masih tidak percaya.
“Dia adalah orang yang curiga pada apapun. Bagaimana aku bisa membujuknya? Ahh.. Aku harus menyiapkan kata-kata yang bagus.” Ucap Seol Ok mengedumel sendiri. Seol Ok pun berjalan pulang denganw ajah lesu. 

Tuan Ha datang keluar dari acara dengan wajah dingin, Ji Won mencoba menahan Tuan Ha yang akan pergi menyakinkan kalau Wan Seung akan segera datang dan Mereka sedang mencarinya. Tuan Ha seperti kecewa tak banyak bicara hanya menatap dan langsung pergi. 
Ji Won menerima telp dari Sek Jung mengetahui Wan Seung ada di Baebang-dong dan bertanya apakah itu unit adn meminta agar menghubunginya kalau memang sudah tahu tempatnya dan kirim mobil kesana.

Kyung Mi sibuk di dalam restoran, Seol Ok masuk dengan wajah kesal karena membuangnya. Kyung Mi bertanya apa yang dibuang. Seol Ok mengatakan kalau itu Kaset VHS dan perlu memeriksa sesuatu.
“Kau bilang "Wanted Suspects"? Kau bisa mendownloadnya.” Ucap Kyung Mi
“Tidak ada jika sudah tiga tahun.” Kata Seol Ok
“Hanya orang gila sepertimu yang mendownload acara itu.” Ejek Kyung Mi
“Kau seharusnya menghentikanku.” Keluh Seol Ok, Kyung Mi pikir sudah melakukannya.
“Kau seharusnya menyuruhku untuk menyimpannya.” Kata Seol Ok merasa menyesal
Kyung Mi pikir temanya tak mungkin mendengarkannya. Seol Ok merasa mungkin tahu siapa yang melakukannya jika memiliki kaset itu. Kyung Mi megejek temanya yang berpura-pura mendengarkan namun akhirnya melakukan apa yang diinginkanya dan makanya  ada alasan untuk melakukanya. Seol Ok senang melihat ada kotak kardus di bawah meja.
“Seharusnya kau memberitahuku lebih awal.” Ucap Seol Ok bahagia melihat isinya.
“Aku takut kau akan membuangnya jika aku memberitahumu. Kau hanya bertahan beberapa hari saja.” Ejek Kyung Mi
Seol Ok bahagia menemukan kaset video  [Wanted Suspects] lalu mengungkapkan rasa cinta pada temanya dan heran melihat Wan Seung berdiri di depan restoran lalu berlari masuk ruang bawah tanah  Kyung Mi bertanya-tanya siapa pria itu. 



Didepan restoran
Wan Seung kembali mengomel sendiri dengan Seol Ok yang  berusaha keras untuk mendapatkannya padahal sudah menawarkan bantuan dan berpikir harus pergi saja. Tapi menyakinkan diri kalau bukan waktunya untuk berbangga diri atau egois.
Lalu ia melihat seorang polisi yang sedang berpartroli, tapi tak bisa memanggilnya karena sedang mengunakan jas. Tapi si polisi seperti sadar dengan keberadan Wan Seung.
Sementara Seol Ok memutar kembali video milik Profiler Woo dengan slogan “akan menangkap penjahat bersamamu.” Tatapan Seol Ok terlihat sangat serius menontonya. 

Dua petugas di kantor terlihat terpana melihat sosok wanita dengan high heels masuk ruangan.  Si senior menyuruh juniornya bersih-bersih ruangan dan akan berurusan dengan wanita cantik. Juniornya mengejek kalau ia yang akan berurusan dengan orang mabuk saja.
“Letnan Ha Wan Seung tidak ada di sini?” tanya Ji Won. Polisi Senior bertanya apakah itu Detektif yang dipindahkan?
“Dia belum lama tinggal disini dan Aku orang yang bertanggung jawab atas tempat ini. Aku bisa menyelesaikan semua masalahmu.” Kata Polisi senior
“Aku ingin tahu di mana Letnan Ha sekarang. Bisakah kau mencari tahu? Apa kau melihatnya hari ini?” ucap Ji Won
“Ya, ketika aku mau kesini, Dia ada didepan tempat makan siang di persimpangan jalan. Dia dekat dengan Guru Yoo yang bekerja di sana.” Kata Si polisi junior. Ji Won binggung siapa yang dimaksud “Guru Yoo”
“Apa mungkin Guru Yoo yang kau sebut adalah seorang wanita?” tanya Ji Won. Si polisi Junior membenarkan kalau ia wanita  yang Dia sangat cantik, imut, dan manis. Ji Won terlihat menahan cemburu. 

Seol Ok keluar dari restoran berjalan sendran, Wan Seung mengikutinya dengan mobil bertanya mau pergi kemana Seol Ok. Seol Ok sambil berjalan mengatakan akan pergi Ke tempat penculikan itu akan terjadi. Wan Seung tertaya apakah tahu lokasi kejadiannya. Seol Ok mengaku tahu walaupun hanya Sedikit.
“Apa Kau tidak membutuhkan tumpangan?” tanya Wan Seung. Seol Ok mengaku mungkin membutuhkanya. Wan Seung menyuruh Seol Ok masuk.
“Aku tak menolak kalau kau bersikeras.” Kata Seol Ok berpura-pura meninggalkan harga dirinya. 

Ji Won pergi dengan mobilnya ke restoran dan tak melihat Wan Seung ada didalam, lalu melihat foto mobil Wan Seung yang sedang di parkir sebelumnya. Ia pun berpikir Ha Wan Seung sedang bersama wanita lain yang Lucu dan manis dan menatap ke arah Kyung Mi merasa kalau wanita itu tak seperti yang ada dalam bayanganya. 

Seol Ok sudah di dalam mobil sambil melihat foto-foto yang dimiliki oleh Ho Soon tapi tak terlihat wajah si pria dengan jelas. Wan Seung pun bertanya Apa itu ada hubungannya dengan adik iparnya yang hilang. Seol Ok pikir Wang Seung tak perlu tahu dan peduli
“Aku hanya berusaha membantumu. Siapa tahu? Aku mungkin butuh bantuanmu suatu hari nanti. Kita perlu saling membantu. Memberi dan menerima.” Ucap Wan Seung
“Tetap diam saja sudah membantuku saat ini.” Kata Seol Ok sinis dan melihat isi kontak dengan melihat nama Min Woo dan itu  Nama tanpa marga keluarga.
Sementara Wan Seung yang bosan memilih untuk bernyanyi. Seol Ok sibuk menelp tapi ponsel Min Woo yang tak aktif dan menyuruh Wan Seung diam karean mengganggu konsentrasinya. Wan Seung kesal, dan bertanya Bagaimana Seol Ok  bisa tahu tempat Ho Soon akan diculik, Seol Ok mengaku tidak 100 persen yakin...
“Aigoo...kau bilang hanya berbicara saat yakin 100 persen.” Ejek Wan Seung
“Itu ketika aku menangkap penjahat. Sekarang, aku mencari seseorang. Kita pergi kemana saja yang bisa jadi itu tempatnya.” Kata Seol Ok
“Mengapa kau berlebihan saat dia berkencan karena cinta?” keluh Wan Seung. Seol Ok yakin kalau Ini penculikan. Wan Seung tak mau berdebat mengangguk setuju saja. 
Seol Ok memperlihatkan sebuah brosur didepan wajah Wan Seung. Wan Seung mengomel kalau sedang menyetir dan tidak bisa membaca. Seol Ok mempertegas dengan brosur yang dibawanya kalau itu Bali Tour. Wan Seung pikir kalau Ho Soon itu pergi ke Bali.
“Dia tidak naik pesawat.” Kata Seol Ok. Wan Seung kesal kemana sebenarnya Ho Soon pergi. Seol Ok meminta Wan Seung memperhatikanya baik-baik.
“Bali.... Itu Bali....” ucap Wan Seung kesal. Seol Ok mengumpat Wan Seung itu bodoh dan mencari sesuatu lalu menemukan sebuah stocking dan berpikir kalau ada ada wanita yang pernah naik mobil.
“Jangan lihat aku seperti itu. Aku yakin adik iparmu ada di Bali. Dia mungkin berpesta disana.” Kata Wan Seung 

Di kantor polisi
Do Jang kembali masuk sel tahanan dan tertawa sendiri seperti orang gila seperti tak percaya. Dong Ki hanya bisa menatap dari luar tahanan. Kwang Tae bertemu dengan Kepala Polisi. Kepala Polisi tak habis pikir denga Kwang Tae yang memasukkan Jang Do Jang lagi dan menurutnya semuanya tak akan beres.
“Kenapa kau membawanya lagi? Terserahlah. Kau bisa membiarkan Jaksa yang mengurusnya. Aku benar-benar membenci pria itu.” Ucap Kepala Polisi
“Dia didakwa hanya karena pencurian. Dia bebas dengan denda 1.000 dolar. Apa itu masuk akal? Jika kepolisian seperti kita menjadi begini, Dia tidak akan pernah bisa hidup sebagai orang yang dihormati.” Kata Kwang Tae
“Kapten Bae, tolonglah.” Ucap Ketua, Kwang Tae membalas dengan memohon pada atasnya. 
Seol Ok melhat ada pensil eyeliner di laci dashboard. Wang Seung melihat kalau itu miliknya dan bertanya apa yang akan dilakukanya. Seol Ok mengakataka kalau akan Memberitahu jawabannya dan bisa membayangan Ho Soon yang menulisk diatas brosur dan ia pun mulai mengarsirnya da yakin kalau Inilah tempat dimana Ho Soon akan diculik. Wan Seung mengejeknya. 

Jaksa Kim menerima telp kalau polisi yang menangkapnya tanpa surat perintah dan kepala polisi yang mengabaikan seorang Jaksa, menurutnya Kasusnya tidak memenuhi syarat untuk  dilakukan penangkapan darurat. Ia bahkan kaget mengetahui Do Jang yang melakukan Percobaan pembunuhan padahal tidak memiliki korban lalu bertanya siapa korbanya.

Dong Ki dalam ruangaan membahas kalau mendengar Jaksa Kim menelepon dan sangat marah.  Kwang Tae pikir kepala polisi itu petugas polisi jadi tidak akan melepaskan seseorang seperti Jang Do Jang. Kepala Polisi masuk ruangan.
“Kepala, aku dengar kau berbicara dengan Jaksa Kim.” Ucap Kwang Tae. Kepala polisi mengatakan kalau memberitahunya bahwa korban akan bersaksi. Namanya Yoo Seol Ok. Aku memberitahunya nama itu.” Ucap Kepala. Keduanya kaget
“Apa kau benar-benar mengatakan Yoo Seol Ok-ssi...korbannya?” kata Kwang Tae panik
“Mengapa aku tidak bisa memberitahukan  detail penting seperti itu? Aku bukan orang bodoh.” Kata Ketua Polisi 


Keduanya menaiki tangga binggung yang akan dilakukan, Kwang Tae pikir lebih baik Wan Seung tak perlu tahu  karena sebuah kesalahan jadi tak  harus melaporkannya kepada Wan Seung. Dong Ki memikirkan kalau nanti Wan Seung tahu dan akan marah pada mereka. Kwang Tae pun berpikir yang sama.
“Sementara kita membahas topik ini.. Kau yang termuda disini,  jadi kau yang harus melakukannya.” Ucap Kwang Tae. Dong Ki mengeluh kenapa harus dirinya
“Aku bahkan tidak mengenalnya dengan baikDan kaulah orang yang setuju dengannya. Kau juga bersamanya pada saat itu.” Ucap Kwang Tae. Dong Ki langsung menolak
“Kita harus memecahkan masalah ini, jadi lakukan saja.” Kata Kwang Tae merengek. Dong Ki tetap tap mau dan berjalan pergi. Kwang Tae pun kesal melihat Dong Ki yang tak mau mendengarkanya.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted

2 komentar: